Disclaimer: Naruto milik Masashi Kishimoto, dan saya hanya meminjam karakternya saja.

Rated: M (untuk jaga-jaga)

Pair: Uchiha Sasuke dan Haruno Sakura.

Warning! OOC, AU, Typo(s), Eyd tak beraturan. Dan diminta untuk yang dibawah umur untuk tidak memasuki area ini. Unsur yang terkandung di dalamnya mengandung kalimat yang lumayan vulgar.

Oke, Don't like Don't read.

.

Jangan di baca jika tidak suka. Dan jangan berkomentar jika hanya mengeluarkan kalimat yang tak berguna!

#

##

#

Sesuatu yang lembut, basah, dan lunak itu menyapu bibirnya. Membelai dan melumatnya dengan sangat lembut sehingga membuat seseorang yang sedang berbaring di atas ranjang berukuran mini size itu menggeliat pelan dalam tidurnya. Rasanya begitu manis, basah dan menggetarkan. Sensai luar biasa memabukkan. Itulah yang di rasakannya.

Seperti ada puluhan arus listrik bertekanan tinggi yang menyengat tubuhnya hebat. Kemudia benda yang terasa lunak dan kenyal itu perlahan menyelusuri leher jenjangnya. Menjilatinya dan terkadang menggigitnya pelan. Tak menimbulkan bercak kemerahan memang, namun sensasi yang ia dapatkan mampu membuat tubuhnya itu menggeliat tak teratur dalam tidurnya. Seakan untuk membuka mata semilupun terasa enggan untuk ia lakukan.

"Eegghhh..."

Erangan pelan itu akhirnya keluar dari bibir ranum munggilnya. Disusul dengan sebuah tangan yang meremas-remas payudaranya pelan namun memabukkan di balik piyama hijau miliknya.

"Aahhhggg...~"

Desahan panjang itu mengalun merdu. Membuat seseorang yang sedang melakukan aktivitasnya tersebut tersenyum. Senyuman yang mampu membuat para gadis leleh seketika.

Dan gerakan tangan dari sepasang lengan kokoh itu membuatnya semakin menggeliat. Dengan pelan, jemari-jemari itu membuka kancing piama miliknya tanpa terkecuali. Menampakkan dua gundukan yang tertutup oleh bra hitam. Membuat sepasang mata berwarna hitam pekat itu tak berkedip sedikitpun. Dengan gerakan pelan, ia langsung membebaskan payudara itu dari kungkungannya. Sedetik kemudian, rasa panas menyambar dengan sempurna dari tubuhnya. Terlebih ketika ia mersakan sapuan hawa panas yang menjalar dari puting merah mudahnya.

Tapi apakah sensasi yang ia rasakan sebenarnya?

Kenapa dadanya terasa panas dan seperti ada yang sedang menggigit putingnya keras dan sesekali menghisapnya seperti seorang bayi yang sedang menyusu pada ibunya.

Dahinya mengernyit heran. Dan tanpa menunggu waktu lama lagi, Sakura langsung membuka ke dua matanya. Dan betapa terkejutnya ia ketika emerald bening miliknya itu menatap seseorang yang sedang tidur di atas tubuhnya. Dengan mulut yang masih menempel dan menghisap dadanya rakus.

"Astaga!"

Mata Sakura langsung melolot saat itu juga. Melihat siapa gerangan yang kini berada di atas tubuhnya dan melakukan tindakan tak manusiawi sepagi ini terhadapnya. Di tambah dengan ia yang masih terlelap dari tidurnya.

"Selamat pagi,"

Suara itu membuat Sakura merinding dibuatnya. Masih terdiam dan sesekali mengerjapkan matanya berulang-ulang kali.

"Sakura,"

Sasuke memanggil namanya. Berharap lelaki yang masih setia berada di atas tubuhnya itu merespon panggilannya. Dan setelah itu Sasuke menghisap dada Sakura kuat-kuat agar gadis dalam kukungannya itu bereaksi.

"Aarrrggghhh!"

Jeritan itu keluar keras. Membuat Sasuke harus membungkus telinganya.

"A-apa yang sedang kau lakukan?!" Sakura terbata. Sejurus kemudian ia menatap Sasuke dengan delikan tajam. Membuat Sasuke mengangkat bahunya acuh tak acuh.

"Kau tak lihat! Aku sedang meninkmati minum pagiku." ujar Sasuke yang sekali lagi menghisap dada Sakura pelan. Membuat Sakura menegang dengan aksi Sasuke.

"Be-berhenti. Apa yang kau lakukan!" Dengan dorongan keras, Sakura berusaha menyingkirkan Sasuke dari tubuhnya. Namun hasilnya percuma saja. Sakura tak bisa menggeser sedikitpun tubuh Sasuke dari dirinya.

"Aku haus dan aku ingin minum. berhentilah menggangguku," jelasnya sambil menatap Sakura tanpa melepaskan pagutannya pada dada Sakura.

Sakura yang melihat aksi Sasuke saat ini membuat tubuhnya memanas sekaligus menegang. Sesuatu dari dalam tubuhnya seolah merespon dengan baik apa yang Sasuke lakukan pagi ini. Menatap dengan langsung apa yang Sasuke lakukan pada puncak payudaranya. Menghisap dan terkadang mengigitnya.

"Berhentilah, Sasuke."

Tak memperdulikan apa yang Sakura katakan, Sasuke malah meremas satu payudara Sakura dengan sebelah tangannya. Hingga membuat Sakura menggerang atas tindakan Sasuke yang baru saja di lakukannya.

Dengan sekali hisapan panjang dan remasan kuat, Sakura langsung menjerit. Membuat Sasuke semakin ingin lebih melakukan sesuatu pada tubuh Sakura yang bagian tubuh atasnya sudah terpampang dengan sempurna di depan matanya.

Setelah puas dengan apa yang ia lakukan, Sasuke langsung menjatuhkan dirinya ke samping tubuh Sakura dan membenamkan wajahnya keseluruh dada empuk Sakura. Memejamkan Onyx matanya dan kembali tertidur.

Sakura yang melihat aksi Sasuke yang telah selesai itu pun langsung bernafas lega. Namun detik itu kemudian ia terperanjat terkejut saat wajah itu kembali merapat pada dadanya. Melihat itu, Sakura berusaha mendorong kepala Sasuke menjauh. Setelah ia sudah menikmati 'sarapan' paginya, Sakura rasa ini harus segera di akhiri. Namun saat melihat kondisi tubuhnya yang sudah telanjang di bagian atas tubuhnya, sontak membuat Sakura melotot tak percaya.

Dan tanpa perlu memikirkan apapun lagi, Sakura langsung menarik rambut Sasuke kebelang. Membuat Sasuke yang hampir terlelap langsung terkejut dengan tindakan Sakura yang begitu tiba-tiba.

"Arrggg... Apa yang sedang kau lakukan," hardik Sasuke. Wajahnya meringis menahan sakit ketika rambut kesayangannya itu tertarik kebelakang dengan kuat.

"Kutekankan sekali lagi, Sasuke. Minggir dari dadaku atau kau akan merasakan yang lebih dari ini." ancam Sakura. Membuat Sasuke mengernyit tak percaya. "Jangan coba-coba menganggap ucapanku hanya sekedar bualan. Kupastikan kau akan menyesal." sambungnya lagi. Kali ini Sakura memberi tekanan di setiap kalimatnya.

Sasuke memandang wajah Sakura yang sedang menahan marah. Setelah selesai menatap wajah itu lekat-lekat, Sasuke kembali menatap dua gundukan yang bergelantung di sisi wajahnya. Membuat Sasuke kembali menarik nafas frustasi. Dengan gerakan pelan, Sasuke langsung menjauhkan wajahnya dari payudara itu. Dan kemudian duduk dengan mengusap permukaan wajahnya kasar.

"Tch! Kau mengangguku."

Setelah kalimat terakhir ia ucapkan, Sasuke langsung beranjak pergi meninggalkan Sakura yang langsung menarik selimut guna menutupi dadanya yang terekspos sempurna.

.

Makan pagi ini luar biasa terasa dingin dan mencekam. Dua manusia yang sedang menikmati acara makan mereka berlangsung tak seperti biasanya. Jika di hari-hari sebelumnya di isi dengan celotehan Sakura, kali ini mulut gadis itu tertutup rapat. Bahkan ia tak sekalipun mencoba membuka mulutnya meski lelaki di hadapannya itu mencoba mengajaknya berbicara sejak tadi.

"Bicaralah," Sasuke menatap Sakura dengan tangan terlipat di depan dadanya. Sesekali Sasuke merasa terabaikan dengan kebisuan yang Sakura lancarkan.

"Baiklah, apa yang kau inginkan?" tanyanya. Yang sekali lagi tak mendapat respon dari Sakura.

"Aku sedang berbicara padamu, Sakura. Jangan coba-coba menguji kesabaranku."

Setelah setelai dengan satu suapan terakhirnya, Sakura langsung menantap Sasuke yang kini senang menatapnya. Mata hitam itu seolah menelisik ke dalam matanya. Mencoba mencari tahu apa yang sedang ia pikirkan.

"Terserah." dan satu kata itu membuat Sasuke mengernyitkan dahinya semakin dalam.

"Ada apa denganmu."

"Seharusnya tanpa bertanyapun kau sudah tahu kenapa aku seperti ini." ucapan dingin yang Sakura berikan membuat Sasuke mengerti. Sepertinya kekasihnya itu sedang marah dan kesal padanya untuk insiden minum susunya pagi tadi.

"Bukankah sudah keperingatkan. Aku sudah mengatakan padamu jika aku akan minum susu. Dan pagi tadi aku sudah melakukannya." perkataan Sasuke barusan membuat Sakura semakin merasa kesal terhadapnya. Apa salahnya hingga Sasuke harus melakukan itu padanya? Ia hanya menemui Shion dan mengajaknya bicara, setelah itu apa yang di lakukan lelaki di hadapannya ini?

Sakura menggelengkan kepalanya. Sepertinya percuma saja membuat Sasuke mengerti dengan tindakannya. Ia selalu melakukan apapun. Tak menerima bantahan atau selalu melakukan apapun sesuka hati tanpa melihat resikonya terlebih dulu.

"Lupakan saja."

Sekian itu juga Sakura langsung beranjak berdiri dari duduknya. Mengabaikan keberadaan Sasuke atau ucapannya. Ia masih sangat kesal dengan tindakan yang Sasuke lakukan padanya. Ia marah, marah karena ia tak bisa menghentikan aksi Sasuke. Namun jika di putar sekali lagi, bukankah ia juga sedikit menikmati setiap tindakan yang Sasuke lakukan meski ia masih dalam kondisi tidur.

"Tidak mungkin!" Sakura menepis semua itu jauh-jauh. Tak perduli bagaimana itu Sasuke, tetap saja lelaki itu tak boleh bertindak seenaknya seperti itu. Apalagi pada tubuhnya.

Ya, ini tubuhnya. Dan bukan tubuh Sasuke. Kenapa pula ia harus di pusingkan dengan tindak tanduk yang Sasuke lakukan. Jika ia bisa mempertahankan tubuhnya, Sasuke pun pasti akan menyerah sendiri.

.

.

Hari yang menyebalkan menurut Sasuke. Hari ini ia dibuat merasa sangat kesal. Pertama, ia tak bisa duduk sebangku dengan Sakura karena gadisnya itu dalam satu kelompak dengan sahabat pirangnya -Shion-. Sedangkan dirinya harus berpasangan dangan lelaki yang namanya pun tak di ketehuinya.

Memang apa salah dirinya?

Bukankah tidak ada yang salah?

Bukankah ia hanya menikmati apa yang seharusnya ia miliki?

Ketika mengingat kembali apa yang sudah ia lakukan pada Sakura, entah kenapa rasa panas langsung menyergap tubuhnya. Memori akan tubuh polos Sakura selalu terbayang dengan sempurna di otaknya. Di tambah dengan suara erangan Sakura yang saat itu mampu membuat libidonya naik begitu saja. Jika saat itu Sakura tak kunjung membuka matanya, maka bisa di pastikan jika saat itu juga Sasuke akan lepas kontrol. Dan kejadian yang seharusnya tak terjadi mungkin akan di mulai. Dan Untuk menghilangkan semua itu, sepertinya tak semudah mengerjakan soal Matematika dan beberapa pelajaran yang serupa.

Setelah hampir mati bosan menunggu bel istirahat berbunyi, akhirnya suara nyaring yang di tunggu-tunggu itu pun keluar juga. Serempak beberap siswa mulai beranjak meningglkan kelas dan sebagian pula ada yang masih di dalam.

Sasuke yang sudah duduk sendiri di bangkunya kembali mendecih saat Sakura tak kembali ke tempatnya. Onyx Sasuke langsung mendelik tajam ketika ia melihat Sakura sedang berbincang dengan seseorang. Setelah menarik nafas panjang, langkah lebarnya itu langsung menghampiri Sakura berada. Menyentuh bahu Sakura pelan dan menatapnya.

"Ayo!"

Satu kata ambigu itu membuat Sakura binggung. Kata 'ayo' yang Sasuke katakan tidak begitu di mengertinya.

"Apa?" tanya Sakura sedikit memiringkan kepalanya. Sadar akan wajah Sakura yang tak mengerti dengan ajakannya itu, Sasuke langsung berujar sekali lagi.

"Ayo kekantin,"

Ajakan Sasuke tak membuat Sakura langsung beranjak berdiri. Ia bahkan menatap Sasuke sekilas dan kemudian memandang teman-teman sebelum menjawab ajakaknnya itu.

"Kau pergi saja sendiri. Aku masih ingin mengobrol dengan mereka." penolak yang Sakura berikan membuat rahang Sasuke mengeras. Telapak tangannya mengepal kuat, menyadari jika Sasuke akan meledak, buru-buru salah satu teman Sakura langsung mengintrupsinya.

"Sebaiknya kau mengantarkan Sasuke ke kantin, Sakura. Kurasa dia lapar."

"Tidak!" Dengan acuh Sakura menggelengkan kepalanya tanpa berniat menatap Sasuke yang lebih marah lagi saat mendengar ucapan Sakura. Beberapa dari lelaki yang menyadari aura yang Sasuke berikan membuat mereka merasa ketakutan.

Dan sebelum salah satu lelaki yang duduk tepat di hadapan Sakura berujar, Sasuke terlebih dulu menarik Sakura dalam bopongannya ke luar kelas.

Di taman sekolah, Sakura masih memberegut dengan bibir mengerucut. Sesekali ia melirik kesamping arahnya yang menampilkan satu sosok lelaki menyebalkan. Seorang lelaki yang untuk lima belas menit yang lalu telah membuat beberapa teman kelasnya terperangah melihat insiden luar biasa yang sedang di lakukan Uchiha Sasuke. Masih dengan otak yang segar, Sakura mengingat bagaimana Sasuke membopongnya hanya karena alasan luar biasa menggelikan. Bahkan Sasuke tak mengindahkan rontaan yang Sakura berikan saat ia membawa Sakura dengan tidak layak.

Bayangkan saja bagaimana ekspresi Sakura saat itu. Gadis dengan helai merah muda itu langsung bersemu merah. Bukan hanya karena malu saja, ia juga merasa marah dengan sikap Sasuke yang begitu mengesalkan.

"Kenapa diam saja," Sasuke menatap Sakura yang sejak kedatangannya di taman, gadis itu sepertinya enggan untuk membuka mulutnya. Ia yang biasanya meledak-ledak, kini mengatubkan mulutnya rapat. Sasuke memincing sebelah alisnya heran, "Kau marah?" tanya lagi.

Sakura menarik nafasnya dalam. Sejurus kemudian ia mendelik menatap Sasuke tajam.

"Bukan hanya marah. Kau pikir aku tidak merasa malu karena tindakanmu itu." protes Sakura dengan menekankan setiap kalimatnya. Berusaha membuat Sasuke menyadari kesalahannya.

"Kau sendiri yang memaksaku untuk melakukannya."

"Memaksa? Kapan? Astaga! kurasa kau sudah tidak waras. Sebenarnya apa masalahmu. Kenapa kau jadi seperti ini."

"Itu karena kau." jawab Sasuke cepat. "Kau lebih mementingkan mereka yang tengah asyik mengobrol denganmu. Dan kau mengabaikanku yang saat itu sedang ingin pergi ke kantin dengan kekasihku."

Sakura menghembuskan nafasnya perlahan. Mencoba meredam emosinya yang sedang meluap-luap karena Sasuke yang selalu melakukan sesuatu semaunya sendiri.

"Dengar! Aku juga butuh untuk mengobrol dengan mereka,"

"Tapi tidak dengan lelaki. Kau pikir siapa dirimu. Kau lupa dengan statusmu yang saat ini menjadi kekasihku. Aku tidak suka jika kau meladeni mereka. Meski aku tahu jika dari beberapa lelaki itu adalah temanku." Sasuke telihat marah saat ia mengingat kembali pengelihatannya beberapa menit yang lalu. Bagaimana mungkin ia lupa saat Sakura -kekasihnya- lebih suka mengobrol dengan beberapa lelaki daripada menemaninya pergi ke kantin sekolah.

Namun Sakura yang menyadari Sasuke yang berubah marah seperti ini membuat hati Sakura bergetar. Seperti ada sesuatu yang meletus-letus seperti kembang api.

Apakah Sasuke cemburu?

Ya, satu kalimat tanya itu kontan membuat Sakura menarik setiap sudut bibirnya keatas. Tak menyangka jika Sasuke akan seperti ini hanya alasan konyol yang siapa saja pasti tidak akan melakukan tindakan heroik seperti Sasuke tentunya.

Sedangkan Sasuke yang melihat Sakura tersenyum tipis langsung menautkan alisnya menjadi satu barisan. "Apa ada yang lucu disini?"

Sakura tersentak. Dengan cepat ia lansung menyembunyikan senyumnya lalu menggelengkan kepalanya pelan, "Tidak ada." jawabnya.

"Kau pasti sedang menertawakanku. Kepala merah mudamu itu pasti mengataiku yang tidak-tidak karena kecemburuanku yang tidak beralasan sama sekali."

"Ohh... ternyata seorang Sasuke yang selalu mendapat surat cinta dari beberapa gadis bisa cemburu juga. Aku tak menyangka." sindir Sakura yang langsung di sambut dengan dengusan keras Sasuke.

"Memang kenapa. Aku memang tidak suka jika kau dekat dengan lelaki. Jika perlu aku kan selalu menepel padamu," ucap Sasuke yang langsung membuat Sakura menatap Sasuke tak percaya dengan pendengarannya. "Menempel seperti ini." Dan Sakura langsung berjingkat kaget saat dengan cepatnya Sasuke langsung merengkuh tubuhnya dalam lingkaran lengan kokohnya. Menempel dengan erat dengan tubuh bidang miliknya dengan sempurna. Membuat Sakura tersentak kaget sekaligus malu di buatnya.

"Kau pikir apa yang sedang kau lakukan? Lepaskan! Ini disekolah, Sasuke." dengan sedikit rontaan yang Sakura berikan, ia berharap jika Sasuke akan melepaskan pelukannya.

"Jadi, jika di rumah aku bisa melakukan apapun? Seperti waktu kau tidur dengan kancing terbuka dan dua payudara yang menyembul di depan mataku?"

Sakura mematung untuk beberapa waktu saat mendengar perkataan Sasuke. Gadis itu langsung mencubit lengan Sasuke cukup keras yang mengakibatkan erangan kesakitan yang lolos dari mulut Sasuke.

"Lain kali aku akan mengunci kamar. Kau memang mesum."

Dan Sasuke langsung terkekeh kecil dengan tindakan yang Sakura berikan padanya. Gadis dalam pelukannya itu memang luar biasa. Dari sekian para gadis, entah kenapa hanya gadis emerald inilah yang mampu menarik perhatian Sasuke.

"Setidaknya aku sudah pernah merasakan dua dadamu itu."

Sakura mendecih dalam pelukan Sasuke. Kenyataanya, apa yang Sasuke katakan memang benar. Lelaki emo itu memang sudah merasakan ke dua dadanya. Di tambah dengan bercak merah yang Sasuke tinggalkan. Mengingat kejadian pagi tadi sontak membuat wajah Sakura merah padam. Bagaimana mungkin Sasuke bisa melihat separuh tubuhnya begitu saja.

"Dengarkan aku. Kau milikku, dan apa yang sudah menjadi milikku, maka selamanya akan menjadi milikku." tekan Sasuke. Berharap perkataannya tadi bisa di ingat dengan baik oleh Sakura. Tak peduli bagaimana tanggapan yang Sakura berikan, Sasuke sama sekali tak peduli.

"Memangnya aku bisa menolak?"

Dan pelukan yang Sasuke berikan pada Sakura itu semakin erat. Membuat dua sejoli itu tanpa sadar jika mereka sedang ditatap oleh sepasang mata dengan senyum tak bisa di mengerti arti dari seringaiannya itu.

..

Tolong baca Note di bawah sampai selesai ya. o(n_n)o

..

TBC

..

Hayooooo... aku kembali lagi. Aku rindu dengan kaliaaaaaan. Rindu dengan review kalian yang bikin aku cekikikan. Hehehe.

Well, bagaimana dengan kalian? rindu padaku juga? XD.

Kali ini aku nggak tahu harus berkata apa. Pokoknya tanganku sudah keriting. Ngetik di HP selama dua jam membuat jari dan bahuku pegal. Dan ini semua untuk siapa? Untuk kalian yang masih setia menunggu Fict ini. #plak. Yaaa! Isi dari Fict ini apakah lumayan? Menurut kalian apa yang kurang? Semoga nggak ada, ya.

Dan satu lagi, ini kenapa ada sampah yang nongol di kontak reviewku? Pliiissshhh... nggak usah nampakin diri disini. Jangan sebarkan sampah di rumahku atau menganggu tamuku. hahahaha... Bahasaku!,

Ok, aku tunggu bagaimana reaksi kalian atas chp ini, ya.

.

Dan ini untuk kalian yang meninggalkan jejak di chap kemarin.

.

.

wowwoh geegee

mira cahya 1

undhott

BlackCherry712

Cherish Vi

SHL7810

mantika mochi

Zeedezy clalucindhta

Eagle Onyx 'Ele

hanazono yuri

caesarpuspita

abangsasorikun

Cherry EXOL

Manda Vvidenarint

fiochan51

sasusakulovers47

GaemSJ

Luca Marvell

Hikaru Sora 14

cherryana 24

cho Lolo

Uchiha Lady Haruno

NikeLagi

IndahP

eci nindy

Eriko

An Style

shinji r

Re Uchiha Chan

Lynn

Uchiha Pioo

imahkakoeni

ongkitang

uzumakiberzira

Kauru-chan

Suzuka haruno

.

Terima kasih untuk kalian semua yang sudah meninggalkan jejak untukku.

.

Satu lagi yang kelupaan, sebenarnya aku punya satu Fict Multy Chapter dan itu hasil Remake dari tokoh karakter sebelah. Sudah End dengan rated M. Kalau kalian mau, aku bisa Publish. Tapi untuk Fict MC ku yang lainnya mungki akan update super siput.

Nha, bagaimana menurut kalian?

Aku tunggu jawan kalian di kontak review ya...

.

.

Lamongan, 01-06-2015, Jawa Timur.

Salam sayang: Chizuru Mey.