by : JeonJeongRa
Jeon Jungkook (GS)
Kim Taehyung
.
.
.
.
.
.
part 1
Jungkook berjalan dengan tenang melewati koridor lantai dua sekolahnya sendirian. banyak pasang mata siswa maupun siswi yang menatap Jungkook aneh, takut, jijik, kasihan, dan yang lain lagi. yeoja itu tak menggubris semua bincang-bincang mengenai dirinya ataupun tatapan tajam yang dilemparkan beberapa kelompok siswi kakak tingkatnya.
"pagi" Jungkook menghentikan langkahnya saat seseorang berdiri menghalangi jalannya.
"Kim Taehyung" geram Jungkook
"ya sayangku?" Taehyung menunduk mendekatkan wajah nya pada Jungkook yang lebih pendek beberapa senti darinya.
"minggir" tangan Jungkook akan mendorong tubuh Taehyung menyingkir namun namja itu lebih dulu menangkap tangannya dan membawa dalam genggamannya.
"ku antar ke kelas, atau kau mau sarapan di kantin dulu?" Jungkook menatap sekitar, semua menatapnya tajam dan penuh intimidasi. jelas saja, mereka tak terima jika pangeran sekolah mereka berdekatan dengan 'anak haram' yang miskin seperti dirinya ini.
"ke kelas saja" Taehyung tersenyum mendengar suara lembut Jungkook
"geure!! kajja" Taehyung menarik tangan Jungkook menuntun yeoja itu menuju kelasnya, mengabaikan semua tatapan tak suka yang dilayangkan pada keduanya.
--()--
.
"Ya!! Ya!!! Yerin, kau tahu? 'anak haram' itu masih mendekati Kim Taehyung"
"Mwo?!!!"
brakk
yeoja yang dipanggil Yerin tadi menggebrak mejanya setelah mendengar berita dari teman se geng nya.
"beraninya yeoja itu" geram Yerin membenarkan letak poni nya lalu berjalan pergi
"mau kemana?"
"memberi pelajaran pada 'anak haram' itu" teriak Yerin lalu melangkahkan kakinya kesal diikuti tiga temannya di belakang.
tujuannya saat ini adalah ruang kelas yang di huni oleh Jungkook si 'anak haram' yang akan menjadi bahan bullyannya kali ini.
"Ya!!! ANAK HARAM!!" teriak Yerin saat sudah berdiri diambang pintu ruang kelas 2-3 itu, menatap nyalang sosok Jungkook yang duduk manis di bangku nya dengan earphone yang terpasang cantik di kedua telinganya seraya memfokuskan pandangannya pada buku di depannya.
dengan langkah geram Yerin mendekati Jungkook
sett
ditariknya earphone Jungkook dengan kasar, membuat yeoja itu menghela napas nya berat.
"ada apa sunbae" ujar Jungkook menatap datar ke arah Yerin.
"kau!! bukankah aku sudah memperingatimu untuk tidak mendekati Taehyung? anak haram sepertimu tidak pantas bersanding dengan sosok sempurna Kim Taehyung" Jungkook menatap malas yeoja di depannya ini, sudah berkali-kali ia mendengar kalimat seperti itu dari mulut pedas sunbae nya ini.
"Taehyung yang mendekatiku"
Yerin berdecih mendengar jawaban singat Jungkook
"Taehyung tak akan mendekatimu jika kau tidak menggodanya, pasti kau sudah menggunakan cara murahan untuk mendekati Taehyung...memang ya benar kata pepatah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. kau sama saja seperti ibumu yang murahan itu"
Plak!!!
cukup sudah, Jungkook tidak tahan lagi. ia menampar pipi Yerin yang telah menghina ibunya.
"kau boleh menghinaku sepuasmu, tapi aku tidak akan tinggal diam jika kau menghina ibuku. camkan itu!!! sun bae" setelah itu Jungkook menarik tasnya, melangkah keluar meninggalkan kelas. sepertinya ia tidak minat untuk mengikuti pelajaran hari ini.
"akhh!!! sialan!! dasar Jalang!!!" teriak Yerin seperti orang kesetanan. ia malu setengah mati karna Jungkook menamparny di depan semua murid kelas itu.
"apa lihat-lihat?!!"
.
.
.
.
"Hiks..." isakan tangis tak dapat Jungkook hindari saat ini, sejujurnya ia lelah menjalani hidupnya seperti ini. selalu dipandang rendah dan menjijikkan oleh orang lain. apa Jungkook tidak pantas hidup? apa salahnya?
kenapa Tuhan terlalu kejam padanya?
Jungkook masih terisak dengan memukul dadanya yang terasa sakit sekali, sesak. tubuhnya merosot ke lantai. tangannya segera saja mengacak isi tasnya mencari sesuatu. napasnya semakin sempit, dadanya semakin sesak.
dihisapnya rakus Inhaler yang baru saja di temukannya dari dalam tas.
perlahan napasnya mulai teratur, dadanya yang sesak berangsur-angsur membaik. tangan Jungkook terkulai lemas masih menggenggam inhaler miliknya.
ia benci dirinya yang lemah seperti ini.
Taehyung Pov
"Taehyung!!! gawat...yeoja mu-"
"apa ada apa dengan yeojaku? ada apa dengan Jungkook ku?" tanya ku saat Jimin teman dekatku berlari panik menuju kaearahku.
"dia tadi berkelahi dengan Yerin, bahkan kudengar tadi...Jungkook menampar Yerin karna Yerin menghina ibunya" aku mengepalkan tangannya geram. sampaj kapan yeoja itu terus menganggu Jungkook.
"sialan" umpatku lalu mengalihkan pandanganku pada Jimin.
"sekarang dimana Jungkook?"
Jimin menggeleng
"entah, dia tadi berlari keluar kelas membawa tas nya"
kurasa aku tahu dimana Jungkook saat ini, setelah itu aku berlari meninggalkan Jimin begitu saja. tujuanku adalah satu, kamar mandi wanita lantai tiga. karna itu adalah tempat paling sepi di seluruh penjuru sekolah ini, pasti Jungkook disana.
senyumku mengembang saat melihat tanda kuning bertuliskan 'kamar mandi dalam proses perbaikan'.
aku tahu, Jungkook memasangnya sengaja agar tidak ada yang memasuki kamar mandi itu. kuputuskan untuk berdiri bersandar pada sisi tembok depan pintu kamar mandi. menunggu sosok Jungkook yang keluar dari sana.
srekk
aku menolehkan kepalaku, kulihat Jungkook yang menyingkirkan tanda kuning tadi lalu berjalan pergi
"Jungkook" Panggilku namun sama sekali tak dihiraukan oleh yeoja itu.
ku kejar langkahnya dan menahan lengannya hingga berbalik kearahku.
aku tertegun, Jungkook menangis? wajahnya sembab, surainya berantakan, keadaannya sangat kacau saat ini.
"mianhae" Aku mengangkat tanganku untuk merapikan surainya.
"mianhae karna aku tidak ada untukmu tadi" Lanjutku masih dengan memainkan tanganku pada pucuk kepala yeoja ini.
grepp
aku terkejut, Jungkook memelukku sangat erat menenggelamkan wajahnya pada dada ku. kubalas pelukannya tak kalah erat, dapat kurasakan sosok Jungkook yang meredam tangis nya dalam pelukanku. tanpa sepengetahuan orang lain, sebenarnya Jungkook hanyalah sosok yeoja yang lembut dan lemah. dirinya yang terlihat sangar hanyalah untuk menutupi segala kekurangan yang dimilikinya.
"uljima" ujarku mencoba menenangkan yeoja ini.
"Hiks...Hiks..." Jungkook mulai terisak, kubelai lembut kepala belakangnya.
"aku akan melindungimu Jungkook"
.
.
.
.
.
.
-
-
-
-
TBC
