By : JeonJeongRa (JJR)

.

.

.

.

.

.

.

Jeon Jungkook (GS)

Kim Taehyung

.

.

.

.

.

"masuklah" Jungkook hanya mengangguk pelan setelah turun dari motor Taehyung.

"jangan lupa makan siang" lagi-lagi hanya anggukan dari Jungkook sebagai jawaban pertanyaan Taehyung.

"nanti malam aku ke rumah mu"

"kenapa kerumah?" Taehyung tersenyum, akhirnya ia dapat mendengat suara lembut Jungkook selain anggukannya.

"aku ingin mengajarimu, kau tahu? nilai semestermu kemarin turun" ujar Taehyung mengusak pucuk kepala Jungkook gemas lalu menangkup wajah yeoja nya itu.

"sampai nanti malam"

chu~

Taehyung menempelkan bibirnya lama di atas bibir lembut milik Jungkook. sedangkan pemilik bibir hanya diam di tempat memasang wajah datar nya.

"aku pulang dulu" setelah itu Taehyung menaiki motornya dan melajukannya menjauh meninggalkan kediaman Jungkook. saat Taehyung sudah tak terlihat dari pandangannya, Jungkook segera melangkahkan kakinya memasuki rumah sederhana yang ditinggalinya bersama sang eomma.

Jungkook berjalan menuju kamarnya, rumahnya sepi karna memang hanya ditinggali dia dan eomma nya, sedangkan sang eomma bekerja dan baru pulang sore nanti bahkan sampau malam jika ada lembur.

"huh"

Jungkook melempar tas nya sembarang lalu menyentuh dada kirinya yang bergemuruh sejak Taehyung menciumnya tadi. pasti selalu seperti ini pasca Taehyung menciumnya, detak jantung nya tak normal.

"aku jadi lapar" Jungkook memegang perutnya yang baru saja berbunyi.ia berjalan menuju dapur namun tak ada apapun disana. dibuka nya lemari dapur dan persediaan ramen nya sudah habis. segera saja ia melangkah keluar menuju mini market sebrang jalan raya yang tak jauh dari rumahnya masih dengan mengenakan baju seragamnya.

namun langkahnya terhenti saat seseorang menarik pergelangan tangannya dan menghimpitnya di gang sempit tak jauh dari sana.

"hmppp" Jungkook mencoba memukul perut orang yang menyekapnya ini dengan sikunya

"ya! ya! ini aku kookie" Jungkook melepas paksa tangan yang menyekalnya lalu berbalik

"Kim Mingyu?"

"hai?" Namja yang dipanggil Kim Mingyu tadi melambaikan tangannya tersenyum tampan kearah Jungkook. dia Mingyu, namja yang menyelamatkannya dari godaan para preman jalanan saat ia pulang malam dulu. yang Jungkook tahu Mingyu itu hobi balapan liar, selebihnya Jungkook tidak tahu apapun tentang Mingyu.

"kau mengagetkanku" Kesal Jungkook mendelik sinis kearah Mingyu

"kau mau kemana?" Tak menanggapi ucapan Jungkook, Mingyu malah bertanya dengan memajukan wajahnya mendekat pada wajah Jungkook.

"aku mau ke minimarket, membeli beberapa ramen untuk makan siang" Mingyu melipat tangannya di depan dada menatap Jungkook intens.

"ramen instan tidak baik untuk kesehatan kook, lebih baik kau ikut aku...aku traktir di restoran bulgogi Han Ajumma bagaimana?" Jungkook tersenyum penuh arti memicing menatap Mingyu

"heol...apa kau baru saja menang balapan?" Mingyu hanya tersenyum menjawab pertanyaan Jungkook.

"ayo" Mingyu menggandeng pergelangan tangan Jungkook lalu berjalan beriringan menuju motor kesayangan Mingyu yang terpakir di pinggir jalan.

"pakai ini" Mingyu memasangkan helm pada kepala Jungkook dan mengaitkan kaitannya lalu ia menaiki motornya dan memakai helm nya sendiri.

"ayo naik" Jungkook menahan tangannya pada pundak Mingyu saat ia menaiki motor Mingyu itu.

"pegangan" Mau tak mau Jungkook melingkarkan lengannya pada pinggang Mingyu yang otomatis membuat nya memeluk Mingyu dari belakang.

"sudah" ucap Jungkook pelan lalu Mingyu menjalankan motornya dengan kecepatan diatas rata-rata membelah keramaian kota Seoul di siang hari itu.

.

.

%%%%%%%

.

.

"Luhan-ssi, bisa kau antarkan berkas ini pada sajangnim? beliau memerlukan ini segera" Luhan menoleh pada rekan kerjanya yang meletakkan setumpuk berkas yang kelihatanya penting dan menatapnya lelah.

"baiklah" Luhan meninggalkan pekerjaannya dan beralih mengambil berkas-berkas itu dan membawanya menuju ruangan atasannya.

"chogi, saya ingin mengantar ini pada Sajangnim" Luhan berbicara pada Sekertaris atasannya sopan

"baik, nanti akan saya sampaikan" Luhan memberikan berkas-berkas itu pada sekertaris Hong lalu berbalik hendak kembali menuju kantornya.namun langkahnya terhenti saat seseorang tiba-tiba berdiri di depannya.

"ah jeosonghamnida" ucap Luhan menunduk lalu melanjutkan langkahnya tanpa menatap wajah orang yang menghalanginya itu

.

.

.

Taehyung sudah berdiri di depan pintu rumah kekasih tercintanya dengan satu kotak kue red velvet favorit Jungkook.

tok tok!!

Taehyung mengetuk pintu rumah itu dengan mantap, tak lama kemudian seseorang membuka kan pintu dan itu bukan Jungkook.

bukan, itu ibunya Jungkook.

"nak Taehyung?" Taehyung tersenyum sopan pada wanita di depannya ini

"selamat malam bi, apa Jungkook ada?" tanya Taehyung basa basi.

"Jungkook? bukankah bersamamu? dia tidak ada dikamarnya saat bibi pulang tadi, tapi tas dan ponsel nya ada di kamar" Taehyung mengernyir bingung.

"tidak bi, tadi saya mengantar Jungkook sampai rumah...saya tidak bersamanya" Raut khawatir tercetak pada wajah Luhan memikirkan anaknya.

"lalu dimana Jungkook? astaga...ponsel nya juga tidak dibawa" Panik Luhan

"tenang bi, biar saya yang mencari Jungkook...barangkali di rumah temannya atau di perputakaa kota" Usul Taehyung

"bibi ikut mencari" Luhan sudah akan mengunci pintu rumahnya hendak mencari keberadaan Jungkook namun saat itu juga suara motor ninja berhenti tepat di depan rumahnya. terlihat Jungkook yang duduk tenang di jok belakang dengan memeluk pinggang lelaki yang tak dikenal Taehyung maupun Luhan

"terima kasih Mingyu, kau pulanglah" ujar Jungkook seraya melepas helmnya dan memberikan helm itu pada Mingyu. namja itu tersenyum di dalam helmnya lalu menjalankan motornya pergi meninggalkan Jungkook.

Jungkook berjalan memasuki rumahnya dengan ekspresi datar seperti biasanya

"Jung-" namun Taehyung lebih dulu menahan lengan Jungkook untuk berhenti.

"eomma masuk kedalam dulu" Luhan berbalik masuk kedalam rumah untuk memberi waktu pada sepasang kekasih itu.

Jungkook hanya menatap kepergian eommanya itu diam.

"ada apa?" Cetus Jungkook membuat Taehyung mengernyit tak suka.

"ada apa? seharusnya aku yang bertanya, ada apa denganmu? siapa namja tadi?" Taehyung bertanya menuntut pada Jungkook

"dia temanku"

"aku tidak pernah tahu kau memiliki teman seperti itu" Jungkook menepis kasar tangan Taehyung yang menahan pergelangan tangannya.

"apa aku harus melapor padamu setiap saat? ini hidupku Taehyung-ssi, aku bebas berteman dengan siapa saja...jangan hanya karna kau memaksaku menjadi kekasihmu kau bisa seenaknya mengekangku, aku tidak suka" Ucap Jungkook kasar, Taeyung meluruhkan pandanganya. kembali meraih tangan yeoja nya itu dalam genggamannya.

"oke maafkan aku" Jungkook meluruh dengan ucapan Taehyung, tatapannya perlahan tak sedingin tadi.

"aku tidak suka diatur" lirih Jungkook

"ya, aku tahu...boleh sekarang aku masuk?" Tanya Taehyung yang diangguki pelan oleh Jungkook.

Taehyung tersenyum kecil lalu menuntun kekasihnya masuk kedalam rumah yeoja itu.

"maaf" Lirih Jungkook pelan di sela-sela perjalanan mereka

"apa?"

"ah tidak"

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.