~ The Hands Of Lucifer : Reborn ~
~ Disclaimer at Masashi Kishimoto ~
~ Pair : Naruto x Harem ~
~ Rated: T ~
Chapter 2 : The New Life Devil
"KRRRRRRRINGGGGG"
Bunyi jam weker di pagi hari berbunyi dengan sangat nyaring, mencoba membangunkan pemuda bersurai pirang yang masih setia menjelajahi alam mimpinya. Padahal jam weker itu sudah berbunyi untuk yang kedua kalinya.
"KRRRRRINNGGGG"
Jam weker itu masih senan tiasa mencoba membangunkan pemuda bernama Namikaze Naruto itu.
'"KRRRINGGGG" "BRAAAAARRKK"
"BERISIK!" teriak naruto membanting jam weker itu ke lantai dan kembali ke alam tidurnya.
"Naru-kun bangun sudah pagi sayang" teriak lembut Kushina di depan pintu kamar naruto. Tetapi Tidak ada jawaban dari Naruto yang masih terlelap tidur lalu...
"BRRRRUUAAKKK"
Pintu kamar naruto terbuka atau lebih tepatnya terdobrak setelah di tendang keras oleh kushina "BANGUN ANAK SIALAN!" Teriak keras Kushina membangunkan naruto dengan kasih sayangnya. Sontak teriakan sang ibu membuat naruto terjatuh dari tempat tidur.
" ittai punggungku sakit sekali!" ucap Naruto kesakitan mengusap punggungnya yang kesakitan.
"CEPAT TURUN DAN HABISKAN SARAPAN MU LALU BERANGKAT SEKOLAH INI SUDAH PAGI!" Bentak kushina membuat naruto merinding hebat.
"B-baik kaa-san, aku akan segera turun" kata naruto ketakutan. setelah itu kushina melangkah keluar dari kamar naruto.
"Kenapa aku ada di kamar ku, bukankah aku berada di pabrik tua melawan makhluk aneh. Dan Lucifer apakah itu cuma mimpi. Ahhh itu semua membuat ku pusing" ucap naruto menggaruk kepalanya lalu ,"t-tangan ku, jadi semua itu bukan mimpi" Ucap Naruto terkejut melihat tangan kanan nya yang di selimuti perban.
"Hoi kau sudah bangun naruto" ucap suara misterius yang hanya di dengar naruto.
"S-suara ini, Lucifer ?" tanya naruto terkejut.
"Tentu saja ini aku bodoh" balas lucifer.
"Kau ada di mana" tanya naruto celingak celinguk melihat arah kanan dan kirinya tidak ada siapa-siapa.
"Aku di dalam tubuh mu bodoh" balas lucifer.
"Ohhh, jadi siapa yang membawa ku kemari" tanya naruto.
"Yang membawa mu kemari adalah king mu si perempuan berambut merah" tutur Lucifer.
"Ohh Rias. Lalu king apa maksud mu" tanya naruto lagi sambil menggaruk kepalanya.
"Huh kau ini, king yang di maksud adalah ketua. sekarang kau adalah iblis dan yang merenkranasi diri mu adalah Rias, jadi secara otomatis rias adalah tuan mu"jelas Lucifer malas.
"A-aku i-iblis. l-lalu k-kenapa rias merenkranasi diri ku" ucap naruto tergagap.
"Itu karena tadinya kau sudah mau mati tapi rias menyelamatkan mu" balas lucifer.
"Ohhhh. ngomong-ngomong cara menggunakan tangan ini bagaimana" tanya naruto memperhatikan tangan kanan nya.
"Seiring berjalan nya waktu kau akan bisa menguasinya , sekarang kau lihat jam itu" ucap lucifer bosan
"Memangnya kena... KUSO SUDAH JAM 6.45'' Teriak naruto berlari kearah kamar mandi untuk melakukan ritual pagi.
XXXXXXXXXXXXXXXXX
DI RUANG MAKAN
Terdapat dua orang berbeda Gender. yang satu bergender pria dengan ciri-ciri rambut kuning cerah yang bernama Namikaze Minato ayah dari Naruto tengah membaca koran paginya sedangkan yang satu lagi bergender wanita dengan ciri-ciri rambut merah panjang yang bernama Uzumaki Kushina atau saat ini berganti marga yaitu Namikaze Kushina karena ia telah menikah dengan Minato dan juga selaku ibu naruto. Yang tengah memasak sarapan pagi.
"Kushi-chan, naruto sudah bangun?" tanya minato masih membaca koran paginya.
"Sudah, dia itu sama seperti mu minato-kun Pemalas" balas kushina tengah sibuk membuat sarapan pagi.
"Benarkah, Baguslah kalo begitu" ucap minato cuek tidak mengalihkan pandanganya pada koran.
"SWWUSSSSHH" "DUUUUAGGGH"
" itttaaai"ringis minato setelah kushina melempar sendok tepat ke arah kepalanya.
"BEGO AKU TIDAK MAU NARUTO MENJADI PEMALAS SEPERTI MU!" teriak kushina ke arah minato.
"G-gomen Kushi-chan"ucap Minato mengusap kepalanya yang benjol akibat lemparan kasih sayang kushina.
TAP...TAP...TAP
Dengan tergesa-gesa naruto turun dari kamarnya yang berada di lantai itu membuat kedua orang tuanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak mereka.
"Hah...hah.. Ohayo kaa-san , tou-san" ucap naruto terengah-engah,langsung menduduki kursi meja makan.
"Kenapa kau lari-lari begitu" tanya minato keheranan melihat tingkah anaknya.
"Seperti biasa, dia telat lagi" timpal kushina "nih makan dulu, setelah itu kau boleh berangkat" perintah kushina meletakan piring berisi nasi goreng dan telur mata sapi di hadapan naruto.
"Siap kaa-san" dengan cepat naruto menghabiskan nasi goreng itu.
"Pelan-pelan naruto" ucap minato mulai memakan nasi goreng buatan kushina.
"Awku seudah twelat teuo-san" ucap naruto tidak jelas karena mulut penuh dengan nasi goreng.
"Telan dulu makanan mu, baka"ucap kushina ikut memakan nasi goreng buatanya.
"Uhk..cough...cough A-air"jerit naruto meminta air karena tersedak nasi goreng.
"huh nih airnya" keluh minato menyodorkan segelas air kearah naruto.
"Gluk..gluk..gluk...gluk.." dengan cepat naruto meminum air di dalam gelas yang di sodorkan minato."Ahhh lega"
"Maka nya jangan rakus, baka"timpal kushina.
"He..he..he" kekeh naruto menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Eh kenapa tangan mu, kamu terluka?" tanya kushina khawatir menyentuh tangan kanan naruto yang di balut perban.
"Kamu berkelahi lagi bukan?" tambah minato kembali membaca koranya.
"T-tidak aku terjatuh dari tangga sekolah kok " kilah naruto gelagapan.
"Benarkah, pasti kau berke.." belum selesai kushina bicara, naruto berdiri dari kursinya dan langsung kabur dari kedua orang tuanya.
"Aku pergi tou-san, kaa-san" teriak naruto menyambar tas sekolahnya yang berada di atas meja makan lalu berlari kearah pintu.
"Cklek" "Blam!"
" bocah itu, dia sama seperti mu minato-kun ceroboh"ucap kushina menyindir minato dan tengah merapikan piring bekas sarapan pagi tadi.
"Heh jangan bercanda aku tidak ceroboh" seru minato membela dirinya bahwa dirinya tidak ceroboh.
"Eh kau tidak berkerja" tanya kushina kepada minato setelah melihat jam dinding menandakan pukul 6.50.
" aku kerja kok" balas minato cuek masih membaca koranya.
"Sekarang jam berapa?" ucap kushina berkacak pinggang.
"Baru jam 6.50... EHH WAH AKU TERLAMBAT" Teriak minato berlari kemarnya untuk berganti pakaian.
"Dasar Bodoh" kushina hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya sama seperti anaknya.
XXXXXXXXXXXXXXXXX
Kembali ke Naruto yang masih berlari menuju ke sekolahnya, dan Beberapa kali ia menabrak para pejalan kaki yang berlalu lalang.
"DUGGGH"
"hei hati-hati donk" jerit seorang wanita pekerja kantoran yang tersenggol naruto.
"Hah...hah...Gomen onee-san" ucap naruto terengah-engah sambil terus berlari." sialan aku bisa telat nih" batin naruto masih berlari tidak peduli bahwa ia menerobos lampu lalu lintas yang masih berwarna hijau.
Tanpa di sadari naruto dari kejahuan datang mobil muatan barang dengan kecepatan tinggi mengarah ke dirinya .
"TIN...TIN...TIN"
"Wey minggir" teriak pengemudi mobil muatan barang mengklakson naruto berulang kali dengan keras.
Sontak membuat naruto terkejut. saat mobil hampir menabrak naruto dengan reflek cepat dia bersalto mundur ke belakang.
"SWUSSSSHH" "TAP"
Naruto hanya bisa terdiam membisu atas refleknya yang tidak di sengaja. Seluruh orang yang berada di sanapun hanya terdiam melihat aksi naruto.
"WOY BEGO KAU MAU MATI HAH" Teriak pengemudi itu marah-marah lalu menjalankan mobilnya kembali menjahui naruto yang masih terdiam.
"Apaan tuh tadi"ucap naruto pelan tak menyangka bahwa dirinya bisa melakukan hal seperti itu.
"Itu termasuk kemampuan iblis mu" tiba-tiba terdengar suara berat yang hanya dapat di dengar oleh naruto.
"Lucifer" seru naruto masih terpaku di tempatnya.
"Kau bisa melompat lebih jauh dan tinggi dari pada manusia normal" jelas lucifer.
"Jadi aku bisa seperti ninja donk" ucap naruto semangat membayangkan dirinya ninja seperti di dalam video game kesukaan nya.
"Hah terserah apa mau mu, dan lebih baik kau lanjutkan lari mu" ucap lucifer malas.
"Eh benar juga, nanti aku bisa telat nih" seru naruto melanjutkan perjalananya yang tertunda ke sekolahnya.
XXXXXXXXXXXXXXXX
Setelah Naruto sampai di gerbang sekolah tetapi dia sudah terlambat, gerbang sudah di tutup rapat.''Kuso!'' batin Naruto Kazuki sang penjaga sekolah sedang duduk di posnya yang tak jauh dari gerbang.
Dengan ragu-ragu Naruto berjalan mendekati gerbang. "O-ohayo senpai " sapa Naruto, kenapa naruto memanggil kazuki senpai?. karena saat sd mereka bersekolah yang sama bedanya naruto kelas 4 sd dan kazuki kelas 6 sd makanya mereka terlihat akrab.
" Ohayo... Kau telat lagi naruto" balas kazuki.
"H-hehe aku boleh masukan" tanya naruto sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Tentu saja tidak! Kau sudah keterlaluan telatnya! Bel masuk sudah berbunyi sejak 10 menit yang lalu!" jawab kazuki malas melihat naruto kohainya dari dulu menjadi langganan telat.
Sejenak naruto berpikir agar bisa lolos dari kazuki "Aha aku punya ide" batin naruto tersenyum licik "Oi senpai kau tau tidak toko game di sebelah stasiun" ucap naruto memancing pembicaraan.
"Tau, memang kenapa " balas kazuki cuek lalu menyeruput segelas kopi hangat yang berada di meja sebelahnya.
"Toko itu sudah mengeluarkan game Devil May Cry 4 loh dan game itu limited edision" seru naruto.
Mendengar ucapan naruto kazuki menyemburkan kopinya '' b-benarkah" balas kazuki tak percaya bahwa game kesukaan nya telah muncul, sudah beberapa bulan ia menunggu game itu keluar.
Melihat respon kazuki naruto hanya tersenyum licik karena rencananya berjalan dengan baik. Ia tau bahwa kazuki adalah penggemar game sama seperti dirinya, jadi ia tau apa kesukaan kazuki.
"Iya...Dan mungkin game itu sudah habis saat ini" tutur naruto lagi.
"TIIIDAAAAAAKKKK!" teriak kawaki frustasi.
"Tenang aku punya game itu dan jika kau mau aku akan berikan untuk mu gratis" ucap naruto mengeluarkan kaset game Devil May Cry 4 yang ia beli beberapa hari yang lalu dari tasnya.
"B-berikan p-pada ku" ucap kazuki berusaha merebut kaset itu dari tangan naruto.
"Eits tapi ada syaratnya" naruto menarik kaset itu agar tidak bisa di ambil kazuki.
"Baiklah apa syaratnya" tanya kazuki mulai curiga kepada naruto." pasti ada yang tidak beres nih" batin kazuki menduga-duga.
"Khu..khu...khu..khu.. setiap aku telat berangkat kau harus membuka gerbang ini untuku, bagaimana?" tawar naruto tersenyum iblis ke arah kazuki.
Benar dugaan kazuki ada yang tidak beres. Sejenak kazuki berpikir tentang penawaran naruto.
"Kalau tidak mau ya sudah lebih baik aku jual aja ini game kepada Izaki" ucap naruto membalikan tubuhnya hendak pergi.
"T-tunggu naruto baiklah aku terima tawaran mu" ucap kazuki menerima tawaran naruto.
"Nih , cepat buka gerbangnya aku bisa telat nih"ucap naruto menyodorkan kaset game itu ke hadapan kazuki dan memerintahkan untuk membuka gerbang.
Dengan cepat kazuki merebut kaset game itu lalu ia membuka gerbang untuk naruto lewati.
"Makasih ya bro" ucap naruto mulai berlari ke dalam sekolahnya.
"Terserah" balas kazuki masih memperhatikan kaset game barunya.
"Heh kau ternyata licik juga ya" kekeh lucifer melihat tingkah naruto yang licik nya sama dengan diri nya.
" hah...hah... Urusai" balas naruto sambil berlari.
Setelah Naruto masuk ke kelas dengan perasaan lega. 'Untunglah.. belum ada sensei-nya' batin Naruto kemudian duduk di bangkunya.
Banyak teman-teman sekelasnya yang mencuri-curi pandang bahkan menatapnya secara terang-terangan ke arah tangan kanan nya.
"Kenapa sih mereka" batin naruto merasa risih di perhatikan oleh seluruh kelas.
Tak berselang lama ada seseorang yang menepuk pundak naruto dari belakang.
'' PUK "
Naruto menolehkan kepalanya dan melihat Izaki bersama laki-laki tinggi dengan rambut Hitam menutupi salah satu mata nya dan luka melintang di atas hidungnya khas wajah seorang yankee.
" Oi Naruto kenapa tangan mu" tanya lelaki berambut hitam itu kepada naruto.
"Oh kau Honda, soal tangan ku tidak apa-apa cuma luka kecil" jawab naruto malas kepada sahabat kecilnya itu. Ternyata dia adalah Manabu Honda salah satu sahabat naruto, bersama dengan izaki mereka sering di sebut Trio Yankee karena banyak kabar bahwa mereka menghajar seratus berandalan dari sekolah lain hanya bertiga, Hal itu yang membuat mereka di takuti di sekolahan. Padahal cerita sebenarnya saat mereka pulang sekolah bersama mereka melihat lima murid dari sekolah lain tengah mengganggu seorang gadis dari sekolah nya, karena itu mereka bertiga lalu menghajar murid dari sekolah lain itu hingga masuk rumah sakit tetapi mereka bertiga kesal karena gadis yang di selamatkan malah telah kabur duluan tanpa mengucapkan terima kasih.
"Jangan bohong kau, berapa banyak yang kau hajar?" tanya Izaki datar tak percaya dengan yang dikatakan naruto.
"Huh dua orang" jawab naruto singkat padat dan jelas.
"Masa, biasanya kau menghajar sepuluh saja tak tergores sedikitpun" ucap Honda masih tak murid di kelas itu hanya bisa merinding mendengarkan percakapan mereka bertiga.
"Diamlah kalian berdua, aku mau tidur" ucap naruto menyandarkan kepalanya ke meja lalu menutup matanya.
Tak lama kemudian Ayumi sensei masuk ke dalam kelas. Dengan berat hati naruto menghentikan kegiatan tidurnya.
XXXXXXXXXXXXXXXXXX
TENG...TENG...TENG
Suara bel istirahat menggema di seluruh penjuru sekolah. Naruto, Izaki, dan Honda tengah berjalan ke tempat biasa mereka berkumpul yaitu di sebuah bangku di sebelah kantin sekolah dengan mesin penjual minuman kaleng tepat di depanya.
Dengan santai naruto memasukan tiga koin kedalam mesin penjual minuman itu lalu ia menekan tombol soda dan keluarlah tiga soda mengambil tiga kaleng soda itu lalu ia melemparkan dua kaleng kepada Izaki dan Honda.
"Sankyu" ucap mereka bersamaan setelah mendapakan minuman gratis dari naruto.
"Hm"balas naruto singkat lalu berjalan ke arah mereka dan duduk besama.
" Hey Naruto katakan saja siapa yang menghajar mu, kami akan balas hajar mereka benarkan Izaki " ucap Honda memulai pembicaraan dan di balas anggukan Izaki.
" Sudahlah tidak apa-apa, lagi pula mereka cuma sekumpulan pengecut" balas naruto datar membicarakan dua iblis liar yang semalam ia hadapi sambil menyeruput minumanya.
"Sudahlah Honda, mereka pasti sudah di rumah sakit, jadi buat apa kita menghajar mereka " tambah Izaki datar lalu ikut menyeruput minuman sodanya.
" benar juga" ucap Honda menenggak habis sodanya.
Di tengah perbincangan mereka bertiga seorang gadis cantik berambut merah datang menghampiri mereka.
" N-naruto-kun " sapa gadis itu malu-malu.
Mendengar suara lembut seorang gadis, mereka bertigapun menolehkan kepalanya ke arah suara itu.
" R-rias-sama" ucap Honda tergagap melihat gadis terpopuler di kuoh berada di hadapanya. Honda memang salah satu fanboy Rias jadi ia merasa terkejut melihat Rias berada di hadapanya.
" Are Rias ? " tambah Naruto keheranan, kenapa dia datang menemuinya sedangkan Izaki hanya terdiam sambil meminum sodanya kembali.
"A-ano N-naruto-kun maukah ikut aku sebentar " ucap rias lembut dengan rona merah menghiasi kedua pipinya.
" Kemana?" tanya naruto kebingungan dan hanya bisa menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
" I-ikut saja lah " kata Rias menarik tangan naruto dengan lembut lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Izaki dan Honda.
" Tu-tunggu R-rias" ucap naruto salah tingkah ketika tangan nya di tarik lembut oleh Rias.
" Hiks hiks brengsek kau naruto, kau membawa kabur Rias-sama ku" tangis Honda lebay ketika pujaan nya di bawa kabur oleh naruto, padahal sebenarnya Rias yang membawa kabur naruto.
" Sabar... Sabar... Kau memang di takdirkan untuk menjadi jomblo sobat " ucap Izaki menenangkan Honda tapi malah membuat tangisan Honda semakin keras.
XXXXXXXXXXXXXXXX
" O-oy Rias kita mau kemana sih " Timpal naruto yang di seret rias ke taman belakang sekolah.
Kemudian Rias menghentikan langkahnya dan melepas genggaman tangan nya dari tangan naruto.
"Hei Rias kau kenapa? " tanya naruto khawatir melihat rias terdiam.
" GREPPP"
Bukanya menjawab justru Rias malah mendekap dada bidang naruto dan membuat naruto gelagapan .
" Hiks hiks a-aku senang kamu baik-baik saja Naruto-kun " Isak Rias yang semakin erat mendekap tubuh Naruto dan terus membenamkan kepalanya di dada Naruto. Sementara itu Naruto tampak melebarkan matanya karena mendengar isakan dari Rias.
" Hei kenapa kau menangis , sudah ku bilang kan kau jelek saat menangis " ucap naruto mendokakan kepala rias perlahan dan mengusap air matanya.
Rias yang di perlakukan begitu romantis oleh naruto tidak bisa menahan rona merah di kedua pipinya dan menghentikan tangisanya.
"T-tapi naruto-kun kamu terluka gara-gara aku" Lirih Rias menatap langsung mata blue saphire milik naruto.
Naruto hanya tersenyum tipis setelah mendengar apa yang di katakan rias. dengan perlahan naruto mengusap rambut rias yang menghalangi wajah cantiknya.
" Hei ini bukan salah mu rias justru kau yang telah menyelamatkan aku, jika kau tidak ada mungkin aku sudah mati saat ini" ucap naruto lembut dan membuat rias merona padam.
" T-tapi kamu sekarang iblis dan aku juga seorang iblis pasti kamu membenci ku " cicit rias pelan di dalam dekapan dada naruto.
" aku tidak masalah jika menjadi iblis dan aku tidak membenci mu karena di mataku kau tetaplah Rias Gremory, salah satu teman ku yang aku sayangi. Jadi jangan pernah kau untuk menghindariku hanya karena aku mengetahui siapa dirimu" tutur Naruto di sertai senyuman lembutnya.
Mendengar penuturan Naruto membuat Rias semakin mempererat pelukannya.
"Hiks... Arigato... Arigato Naruto-kun." ucap Rias kembali menangis di dada bidang naruto.
"Tak masalah Rias, Bagaimana kalau kita kembali ke kelas?" ucap naruto melepas pelukanya pada Rias.
"B-baiklah, tapi setelah pulang sekolah jangan pulang dulu ya " kata Rias mengusap air matanya sendiri .
" Eh kenapa?" tanya naruto
" aku ingin memperkenalkan diri mu pada anggota ku, kamu mau kan" ajak rias sedikit manja.
"baiklah-baiklah" Balas naruto tersenyum sambil mengusap kepala Rias pelan dan membuat rias kembali merona.
"Ayo kita ke kelas" ajak naruto dan di balas anggukan pelan Rias.
XXXXXXXXXXXXXXXXX
Hari sudah mulai sore. Awan senja tampak terlihat dari kelas itu. Bel pertanda sekolah sudah berakhir terdengar sejak beberapa menit yang lalu. naruto berjalan sendiri keluar dari kelas nya ,sebenarnya tadi izaki dan Honda sudah mengajak naruto pulang bersama tetapi naruto menolaknya karena sudah ada janji dengan rias. Dengan santai Naruto bersender di tembok sebelah pintu kelasnya dengan tangan kiri di masukan ke dalam saku kiri celana sekolahnya sedangkan tangan kanan menenteng tas di atas bahunya sambil menunggu rias.
" Naruto-kun " mendengar namanya di panggil, naruto menolehkan kepalanya ke arah asal suara melihat Rias bersama akeno datang menghampirinya.
" Maaf kamu menunggu lama ya " Tanya Rias setelah melihat naruto menunggu dirinya.
" tidak, baru sebentar kok " balas naruto berjalan mendekati Rias dan Akeno.
" Ara...Ara... syukurlah kamu baik- baik saja Naruto-kun " ucap Akeno yang sedari tadi hanya diam.
" ya begitulah " balas Naruto tersenyum simpul ke arah akeno dan membuatnya merona "k-kenapa aku jadi malu ketika melihat senyumnya'' batin Akeno. Rias yang melihat itu tampak tak senang melihat naruto tersenyum kepada wanita lain selain dirinya.
"Lebih baik kita segera ke ruangan klub" ajak Rias dengan suara berbeda dari suara sebelumnya pertanda kalo ia cemburu melihat naruto tersenyum pada gadis lain.
" Baiklah " balas naruto menanggapi ajakan Rias. Sedangkan akeno hanya mengangguk pelan di sertai semburan merah di kedua pipinya setelah melihat senyum naruto tadi "A-apakah aku menyukai Naruto-kun?" Batin akeno bertanya-tanya. Kemudian mereka bertiga melangkahkan kakinya menjahui tempat itu.
XXXXXXXXXXXXXXXX
Setibanya mereka di ruangan klub penelitian ilmu gaib, Naruto sempat di buat kagum melihat ruangan itu bagaikan istana eropa begitu indah dan besar berbeda dari tampilan luarnya yang hanya gubuk tua yang dalam ruangan klub terlihat Kiba yang tengah memoles pedangnya lalu Asia dan Koneko tengah membaca buku dan satu lagi Issei yang terlelap tidur di atas sofa.
" Baiklah karena sudah berkumpul semua aku akan perkenalkan anggotaku yang belum kau kenal Naruto-kun, Minna perkenalkan diri kalian " perintah Rias kepada tiga pierage iblisnya yaitu Issei, Kiba , Koneko.
" Baik! " ucap Koneko dan Kiba terkecuali Issei yang baru bangun dari tidurnya karena mendengar suara dari buchounya.
" Namaku yutto Kiba salam kenal " ucap Kiba memperkenalkan dirinya sambil tersenyum ramah dan malah membuat naruto merinding.
" Namaku Koneko Toujoe, salam kenal senpai" ucap Koneko ikut memperkenalkan diri. Sedangkan Issei hanya memandang tajam ke arah Naruto.
"Siapa kau, kenapa dekat-dekat Buchou ku?" tanya Issei mengklaim bahwa Rias adalah pacarnya.
Mendengar hal itu Naruto dan Rias hanya saling bertatap pandang. Kemudian dengan cepat Rias menggelengkan kepalanya ke arah Naruto. Lalu Naruto memalingkan wajahnya ke arah Issei dengan dingin.
" Namaku Namikaze Naruto , jadi Rias adalah pacar mu?" tanya naruto dengan amat datar. mendengar apa yang di katakan naruto, Rias menjadi takut bagaimana jika nanti naruto tidak menyukainya.
" Tentu saja dia pacarku, dan aku Hyudou Issei sang sekiryuutei yang tak tertandingi , apalagi dengan mu iblis lemah "balas Issei dengan sombong mengejek Naruto. Tanpa di sadari Lucifer tersenyum mengerikan di dalam tubuh naruto " sekiryuutei ya"
" Siapa?" naruto hanya menatap Issei dengan datar.
" TENTU SAJA KAU!" bentak Issei emosi merasa di hina oleh naruto.
" Yang tanya, Baka " ucap naruto tersenyum sinis kepada Issei.
" BRENGSEK KAU!" teriak issei mengangkat tangan kirinya di dada.
" BOOST "
Muncul Gauntlet merah dengan permata hijau di punggung tangan nya menyelimuti tangan issei. Kemudian ia berlari menerjang ke arah naruto dengan tinju tangan kiri yang telah di lapisi gauntlet yang siap di lesatkan.
" Issei,! berhenti! " titah Rias berteriak namun di tidak hiraukan oleh Issei.
" BOOST "
" BOOST "
" BOOST "
Bunyi mekanik dari sarung tangan naga di tangan kiri issei, melipat gandakan kekuatanya.
setelah dekat di depan naruto, issei melesatkan tinjunya ke arah naruto dengan kekuatan yang telah dilipat gandakan." MATI KAU " Teriak issei
" SWUUUSSH " " PACK "
Dengan mudah tinju tangan kiri issei berhasil di tangkap oleh tangan kanan Naruto yang di selimuti perban dengan aura hitam menyelimutinya.
Nampak semua yang berada di dalam ruangan terkejut melihat tinju issei di tangkap dengan mudah oleh naruto, mengingat kekuatan yang telah di lipat gandakan.
" He...he...he.. Draig Si kadal merah, sudah lama kita tidak bertemu " Ujar Naruto dengan suara berat serta bola matanya berubah warna merah darah.
" A-aura ini " Batin sesosok naga merah yaitu Draig sang kaisar naga merah yang tersegel di dalam gauntlet milik Issei.
Melihat mata dan suara naruto yang telah berubah sontak membuat semuanya yang ada di sana tambah terkejut.
" Diam kau, Lepaskan tanganku !" teriak issei mencoba menarik tangan kirinya,namun percuma karena cengkraman tangan naruto yang begitu kuat.
" L-lucifer-sama, sudah lama kita tidak bertemu, maafkan tingkah pemiliku terlalu arogan untuk melawan mu "
permata di punggung tangan issei berkelip seiring keluarnya suara berat milik Draig.
" D-draig?, kau kenal pria ini '' tanya issei pada Draig sang kaisar naga merah.
" tidak, aku hanya mengenal apa yang ada di dalam tubuhnya, dia yang telah membunuhku dan juga Albion Dulu, sehingga aku tersegel di dalam sini " jawab Draig dengan suara beratnya.
Lalu Naruto( Lucifer ) melepaskan cengkraman tangan nya di tangan issei.
"Kau dan albion menggangu ku saat aku perang di surga, jadi ku bunuh saja kalian, " balas Lucifer santai tentu nya dengan suara berat mengerikanya.
Semua yang berada di sana hanya merinding mendengar apa yang merasuki Naruto yang dengan mudah membunuh dua kaisar naga.
" Maafkan saya Lucifer-sama, kami hanya ingin membuktikan siapa yang lebih kuat di antara kami " ujar Draig.
" Terserah apa mau mu, dan juga ajari pemilik mu agar tidak sombong cuma memiliki salah satu longinus kuat, jika pemilik mu masih melakukan itu aku tidak segan untuk membunuh nya " Balas Naruto ( Lucifer ) menatap issei dengan senyum mengerikan layak nya psikopat menemukan mangsa nya.
Issei yang di tatap hanya bisa ketakutan, dengan cepat ia berlari ke arah kiba dan bersembunyi di balik punggungnya.
" Tentu saja Lucifer-sama " ucap Draig
" Aku akan pergi, tapi kalian yang berada disini jangan beritahu naruto kalau aku muncul atau kalian akan tahu akibatnya " Ancam Lucifer menatap seluruh pierage Rias dengan dingin dan di balas anggukan cepat oleh mereka.
Tak berselang lama aura hitam yang meyelimuti tangan kanan naruto mulai menghilang, serta bola mata naruto yang tadi nya merah menyala mulai membiru kembali.
" Ada apa?" tanya Naruto keheranan melihat seluruh Pierage Rias menatap Naruto ketakutan terutama Issei yang masih bersembunyi di balik punggung Kiba.
" T-tidak a-pa-apa kok " jawab mereka kompak sambil menggelengkan kepala.
" Souka , kalo begitu aku pulang dulu. Jaa nee Minna " Pamit Naruto melangkahkan kaki nya keluar dari gedung penelitian ilmu gaib.
" T-tunggu N-naruto-kun " seru Rias memanggil Naruto. dengan santai Naruto memalingkan Wajah nya ke arah rias.
" Ada apa Rias?" tanya naruto
" N-nanti malam datang ya , kami ingin berburu iblis liar dan kamu harus ikut karena kamu anggota baru. " Pinta Rias.
" Baiklah aku akan datang nanti malam" balas Naruto melanjutkan perjalananya ke luar gedung.
" Baiklah , jaa nee " ucap Rias tersenyum sambil melambaikan tangan nya ke arah naruto.
" Sepertinya Buchou menyukai Naruto senpai. dan sepertinya Issei senpai sudah tidak ada harapan lagi" Ledek Koneko pada issei.
Mendengar hal itu Issei hanya bisa menangis ala anime di pojok dinding ruangan. " Hiks...hiks harem ku hilang satu " tangis issei lebay sedangkan kiba dan koneko hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Sudahlah Issei-kun suatu hari nanti pasti kau akan mendapatkan yang lebih baik lagi dari pada buchou " ucap Kiba dengan ramah menenangkan issei.
" Hiks Kiba kau- " balas Issei merasa terharu dengan kata-kata kiba hingga ia menangis tersedu-sedu.
" Mungkin 1000 tahun lagi " celetuk kiba dengan wajah polos nya.
" Huuwwaa Sialan kau Kiba " tangis issei semakin menjadi sedangkan Rias berjalan ke arah kamar pribadinya tak memperdulikan tingkah para pieragenya itu.
XXXXXXXXXXXXXXXXX
Langit senja sore yang hangat di gantikan malam yang gelap dan dingin. Sebagian orang tengah beristirahat karena besok mereka mempunyai aktifitas yang harus mereka lakukan seperti pergi sekolah dan pergi kerja.
Di tengah malam yang gelap itu,seorang pemuda yang memakai jaket hitam berhoodie. Di bagian punggungnya terdapat gambar tengkorak bersayap kelelawar yang di kenal sebagai lambang dari band asal amerika bernama Avenged Sevenfold dan juga Di bagian depan dada nya bertuliskan A7X. dia juga menggunakan celana jeans ketat berwarna hitam, serta memakai sepatu berwarna merah dengan corak hitam menghiasi bagian kanan dan kiri sepatu itu. Si pemuda kini tengah berdiri di atas atap kediaman keluarga Namikaze.
Wajah pemuda terlihat samar-samar karena terhalang hoodie hitam nya, dan juga di tambah lagi dengan gelapnya malam. Lalu Angin perlahan berhembus menerpa wajah pemuda itu, hal tersebut membuat hoodie yang Ia kenakan terjatuh dan Membuat wajah serta rambutnya dapat terlihat jelas. Terlihat jelas surai pirang yang acak-acakan lembut dan serta sepasang mata biru saphire yang indah. Bisa di tebak pemuda itu adalah Tokoh utama kita yaitu Namikaze Naruto. Ia baru terbangun dari tidur nya karena malam ini ia harus berburu iblis liar bersama Rias dan lain-lainya.
" HOAMMZZ " Naruto menguap keras pertanda ia masih mengantuk. " Jam berapa lagi " ucap Naruto malas sambil melihat jam di tangan tangan kiri nya .
" Waduh jam 1.30 aku bisa telat nih " ucap Naruto lalu ia Melompat ke bawah dari atas rumahnya.
Di ruangan klub.
" Dimana si Idiot itu sih, kita sudah sejam menunggu nih " Ujar Issei kesal karena menunggu naruto yang belum datang juga.
" Sabar Issei-kun, Mungkin Naruto-kun baru bangun dari tidurnya " Ucap Kiba yang tengah memoles pedang nya.
" Cih sialan kau kiba " Decih Issei menatap tajam kiba dan di balas senyum simpul oleh nya .
" Ngomong-ngomong Buchou apakah makhluk yang merasuki Naruto-kun sore tadi benar-benar Lucifer-sama ?" Tanya Akeno.
" Kupikir juga begitu. Ketika aku merasakan auranya sungguh begitu kuat dan mengerikan " balas Rias.
" J-jadi benar apa yang di katakan draig?" Tanya Issei dengan tergagap.
" Ya begitulah, tetapi kita harus merahasiakanya dulu agar naruto-kun tidak menjadi incaran orang jahat yang menginginkan kekuatanya yang begitu besar itu " terang rias di balas anggukan seluruh pieragenya.
"Tuh Issei senpai jadi sekarang jangan macam-macam pada naruto senpai, atau kau akan di hajarnya " ucap koneko menakuti issei.
" U-urusai " balas issei dengan nada ketakutan karena tadi siang ia berani menyebut naruto brengsek.
"Cklekk" "Blam!"
Suara pintu terbuka dan menutup kembali menandakan ada seseorang yang masuk ke dalam gedung penelitian ilmu gaib. Sontak membuat mereka yang ada di ruangan memandang ke arah pintu. dari pintu terlihat pemuda berambut kuning dengan pakaian serba hitam berjalan mendekati mereka.
" Naruto-kun kau sudah datang " seru rias. Ternyata orang itu adalah naruto yang sejak tadi telah di tunggu-tunggu.
" Suman aku baru datang, tadi aku tersesat di jalan yang di namakan jalan kehidupan " ucap Naruto dengan alasan nyeleneh nya, membuat semua yang berada di ruangan itu sweetdrop berjamaah "Alasan Macam apa itu".
" E-eh ga apa-apa kok. Baiklah karena Naruto-kun sudah datang ayo kita berangkat sekarang" ucap Rias yang tengah mempersiapkan lingkaran sihir.
"Baik, Buchou!" Balas seluruh pierage rias kecuali naruto yang tengah menguap karena masih mengantuk.
Lalu dengan seketika mereka semua menghilang di bawah lingkaran sihir yang di buat oleh rias.
XXXXXXXXXXXXXXXXXX
Di suatu sungai di pinggir kota terdapat seorang pria dengan pakaian serba hitam tengah memancing ikan di tengah malam buta. " Aura ini " batin pria tersebut merasakan aura yang sangat kuat yang entah dari mana datang nya, " Dia kembali " ucap pria itu memandang langit malam yang di taburi penuh bintang.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Kembali ke naruto dkk yang telah tiba di pelabuhan Nagarai. sebuah pelabuhan yang sudah tidak terpakai lagi karena menurut rumor sudah banyak sekali orang yang hilang dan di temukan terbunuh secara tidak wajar di pelabuhan itu.
" jadi di sini tempat nya " ucap Naruto singkat.
" iya, Di sini banyak kejadian orang yang hilang dan di temukan dengan tubuh yang tidak utuh seperti di cabik-cabik binatang buas, padahal di sekitar sini tidak ada hutan maupun pepohonan" jelas rias dengan panjang lebar.
"heh! makhluk apapun aku akan membunuh nya dengan mudah" ucap issei dengan sombong nya memamerkan booster gear nya.
" hah bocah ini " batin naruto melihat tingkah issei."jadi rias, apa makhluk yang kita hadapi saat ini sama dengan yang kemarin?" tanya naruto.
" Hoi pirang , jangan panggil Buchou, Rias saja memang nya kau pacar nya!"Ucap Issei sambil mengarahkan booster gear ke arah naruto.
" Memang nya kenapa Ero-Gaki?" tanya naruto dengan datar sambil meremas kedua tangan nya yang siap di gunakan.
" KAU, BERANI SEKALI"
"CUKUP" teriak Rias melerai issei dan naruto yang hampir berkelahi lagi.
"Kalian itu satu tim, jadi jangan saling berkelahi seperti ini" tambah rias.
"He...He...He... Seperti nya ada tamu" terdengar suara berat yang entah dari mana datang nya.
Sontak membuat Rias dkk memasang mode bertarung kecuali naruto yang masih bingung,"ada apa memang nya?" tanya nya sambil menggaruk kepalanya.
"Kau tidak mendengar nya itu bodoh" balas issei memperingati naruto.
Tiba-tiba sebuah demonic power yang berukuran sedang meluncur kearah mereka, sontak membuat rias dkk melompat tuk menghindari nya terkecuali naruto yang tidak melihat demonic power meluncur ke arahnya karena membelakangi tubuh nya.
"DUARRRRGGGHHH"
"NARUTO-KUN" teriak rias melihat pujaan hati nya terkena demonic power yang melesat ke arah mereka tadi.
"HA...Ha...Ha sudah mati satu" ucap suara berat dari arah gedung pelabuhan yang sudah berkarat.
Dari gedung pelabuhan itu muncul beberapa makhluk berbentuk minotaur dengan membawa kapak dan pedang besar.
"Lihat lah kawan-kawan seperti nya mereka santapan yang lezat" ucap salah satu minotaur berbadan paling besar.
"Yeah"
"Mereka terlihat sedap"
"Aku ingin si rambut merah itu"
"Ha...ha...ha...ha"
Ucap beberapa minoutor yang menatap rias dkk dengan kelaparan.
"Bagaimana ini Buchou mereka banyak sekali" ucap Akeno melihat para minoutor sangat banyak, sekitar 15 minoutor melebihi target perburuan.
"N-naruto-kun" isak rias menatap nanar bekas ledakan naruto masih tertutup kepulan asap yang sangat lebat.
"HABISI MEREKA" Ucap pemimpin para iblis minoutor itu.
"HEAAHHHH"beberapa minoutor berlari kearah rias dkk.
"WOI" Teriak seseorang dari dalam kepulan asap bekas ledakan naruto yang kini asap nya kian menipis.
Sontak membuat rias dkk dan para iblis minotaur menatap kearah sumber suara.
"N-naruto-kun" lirih rias setelah melihat siapa orang di dalam kepulan asap yang kian menipis.
Terlihat surai pirang seseorang di balik asap tipis yang mulai menghilang dan ternyata orang itu adalah naruto dengan tangan kanan nya yang telah di lapisi aura hitam.
"Jangan abaikan aku, keparat" ucap naruto datar dengan punggung tangan kanan nya yang membentuk simbol pentragram dan dari simbol itu muncul seperti tatto tribal menyelimuti seluruh bagian tangan kanan nya.
"Its Showtime coy" ucap naruto sambil memamerkan senyum iblis nya.
~TBC~
Chapter 2 lumayan panjang dibanding chapter kemarin. Gimana chapter 2 menurut kalian? Akhiran nya Bikin greget gak? Mungkin alur cerita nya sedikit berbeda dari anime nya. Dan Karena saya masih Author baru, tolong kasih saran, kritik, masukan kalian mengenai ff ini lewat Review. kalau nanti ada kata, kalimat atau cerita yang kurang pas, jadi nanti bisa saya usahain Ngedit nya. Dan jangan lupa review ya biar tetep semangat:-)
Terima kasih
Salam Shasi Aryo
