#2 – Prince or Princess?

.

Pagi itu, saat dia mendengarkan beberapa panggilan dan ketukan dan membuka pintu kamarnya, Yunho langsung mendapati Baekhyun berdiri menunggu untuk dirinya.

"Baekie?"

Anak itu mengangguk beberapa kali. Yunho menyadari anaknya tampak begitu lucu di pagi hari.

"Ai-ai, anak papa yang cantik ini bangun pagi? Rajin sekali! Mana Chanyeol?" Dia meraih dan menggendong Baekhyun dalam dekapannya, sambil memperhatikan wajah mengantuk Baekhyun.

"Ish! Papa! Baekie itu tampan! Masa cantik? Gak banget lah! Pangerankan gak ada yang cantik. Chanyeol masih tidur."

Yunho sebelumnya tidak menyangka benar anaknya akan semarah itu, tapi dia hanya dapat mengiyakan saja. "Iya, iya, deh. Anak papa yang paling tampan kan Baekhyun seorang," tapi bohong, sambungnya dalam hati. "Sekarang, bangunkan Chanyeol, ya?" Dia menurunkan Baekhyun, melihat dengan senyuman bagaimana anak sulungnya berlari ke kamarnya dengan begitu imut.

.

At another time...

Chanyeol berlari memasuki rumah, mencari lemari pendingin secepat mungkin untuk mengambil sebotol minuman dingin. Dia jadi berpikir untuk tidak ikut bermain sepak bola di siang hari.

Ketika akan berbalik, pandangannya tertuju pada Baekhyun yang baru keluar dari kamar mereka. Anak itu memegang sesuatu. "Eh, Baekhyun? Mau ke mana?"

Baekhyun menoleh, "Panggil apa kamu berusan, hah?"

"Apa? Emang aku ngomong apa?"

"Kamu panggil aku Baekhyun aja, kan?"

"Enggak, kok. Tadi kan aku panggil kamu 'Baek-Hyung', salah denger kali." Baekhyun terlihat berpikir, sedang Chanyeol memasang wajah anak baik-baiknya. "Baek-Hyung kenapa makan permen? Nanti sakit gigi, gimana?"

"Gak usah ngurusin aku, baju kamu apek, mama marah tahu rasa, deh."

"Hmm... masa pangeran giginya bolong? Princessnya gak akan mau sama pangeran ompong!"

Baekhyun menatap Chanyeol tajam.

Chanyeol sudah menyiapkan pertahanan diri jika Baekhyun marah.

"Siapa bilang aku mau jadi pangeran? Aku cuma mau jadi princessnya sehun, kok!"

Lalu anak itu berjalan pergi dengan riang.

Kalau sudah seperti ini, Chanyeol bisa apa?

END

.

Sebenernya, paling susah itu adalah saat kita berusaha mengerti saudara kita sendiri, padahal ketemu 24 jam sehari. Apa Cuma aku aja yang kaya gini ya? Hehe

Kalau tidak ada halangan, FF ini akan diupdate dua hari sekali.

Next Chapter:

#3 - Lipstick