#3 - Lipstick
Chanyeol tidak tahu apa yang terjadi dengan mamanya. Yang dia lakukan hanyalah duduk di tangga menuju lantai dua dengan arah pandang mengikuti langkah mamanya.
"Chanie beneran gak ada lihat kotak yang kemarin mama beli di dept store?"
Nyatanya sudah lebih dari lima kali mamanya bertanya hal yang sama padanya. Padahal jawabannya—
"Duh, ma, masa Chanyeol bohong, sih. Chanyeol juga gak tahu isinya apa."
—masih akan tetap sama seperti sebelumnya.
"Ish, Chanyeol! Itu tuh hadiah untuk Tante Soyou. Lipstik mahal, Yeol! Kamu jajan sebulan juga gak akan bisa belinya."
"Huh, mama boros, ih! Ngabisin uang papa aja."
"Apa kamu bilang?! Awas ya kalo Toben yang bawa, kamu yang mama hukum."
Kenapa harus Chanyeol yang ditindas gini? Dia kan memang tidak tahu apa-apa.
"Ma, Toben itu anak baik. Dia rajin, bersih, imut, kurang apa lagi coba?"
"Iya, tapi dia tukang curi, kan?"
Mamanya pasti sangat kesal hingga menyalahkan si inosen Toben, anaknya Chanyeol —anjing puddle yang imut pake banget.
"Salah mama, dong. Masa celana dalam di depan pintu dapur? Toben kan cuma bantuin buat nyimpannya."
"CHANYEOL!"
Chanyeol juga tidak tahu kenapa mamanya menjadi sangat sensitif seperti itu, memang dia salah bicara?
"Panggil Baekhyun! Jangan lama-lama, nggak mama bawa ke tempat Sehun, tahu rasa, deh."
"Ish, mama."
Tapi meski begitu Chanyeol tetap beranjak dan menuju kamarnya dan Baekhyun. Dia masih terus mengumpat, mamanya terus menyalahkan dirinya atau Toben hanya karena satu insiden beberapa bulan yang lalu. Padahal di mana letak kesalahan Toben pun Chanyeol tidak tahu. Toben hanya membawa celana dalam mamanya yang entah bagaimana bisa di dekat dapur dan meletakkannya di samping mesin cuci, lalu paginya mamanya langsung marah-marah saja.
"Baek? Kau ikut ke tempat Sehun tidak?"
Baekhyun tidak menjawab, mungkin dia tidak mau menjawab karena Chanyeol tidak memanggilnya "hyung", sedangkan pintu kamar mereka tertutup.
"Baek-hyung?"
Masih tidak ada jawaban.
"Baek-hyung?!"
Baekhyun tidak menjawab.
"Ish! Baek! Ngapain sih di dalam? Kaya perempuan aja lamanya."
Lalu Chanyeol langsung membuka pintu kamar mereka tanpa peduli jika nanti Baekhyun akan marah padanya.
"Serius, ya. Lama banget coba. Emang kamu yeo—"
Chanyeol speechless. Di depannya Baekhyun sedang duduk.
"—ja?"
Di depan cermin.
"AAAAA!"
Dengan sebuah batang di tangannya.
"MAMAAA!"
Dan noda merah di sekitar mulutnya.
"Duh, apaan sih, Yeol?"
Mama sering bilang benda itu adalah LIPSTIK.
"Aaaaa!"
Teriakan mamanya pasti membangunkan para tetangga.
.
.
"Yunie! Liat deh kelakuan anak kesayangan kamu!"
.
.
"Tiba-tiba aku punya anak, pasti ada apa-apanya."
.
.
.
.
"Duh, Baekie kenapa pakai lipstik itu?"
Jaejoong berdiri di depan Baekhyun, dengan beberapa lembar tissue basah, sedangkan Baekhyun duduk di hadapannya.
"Lihat, mama juga yang repot, kan?"
Chanyeol ada di sana, duduk di atas kasur batman-nya.
"Baek, yang pake lipstik itu cuma yeoja, please deh."
Baekhyun hanya diam sambil mengerucutkan bibirnya. Dipikir berapa kali pun, dia masih tidak tahu di mana letak kesalahannya.
"Kata Ital, pake lipstik supaya cantik. Baekie harus cantik di depan Sehunie. Lagian Heechul Saem juga pake lipstik, kok. Bwee~"
Kalo gini, Jaejoong bisa apa lagi?
END
Bersambung ke chapter selanjutnya. Maaf lama, liburan gak gokil kalo gak males-malesan.
