CHAPTER 1

Setelah dua kali memencet bel apartement, dimana Ino sekarang dengan bosan tengah berdiri membawa sebuah koper, akhirnya terbuka.

"Iya?" seorang pria berbadan bongsor menyapa Ino dengan bingung.

"Aku Yamanaka." Jawab Ino bosan.

Pria Bongsor terkejut. "Aku pikir Yamanaka-san adalah seorang pria."

"Aku tidak pernah bilang bahwa aku adalah pria." Jawab Ino bosan. "Bisa aku masuk? Karena sekarang aku juga penghuni apartemen ini."

"Ah, iya maaf." Pria Bongsor mempersilahkan Ino masuk. "Kurasa ada kesalahpahaman disini" Pria Bongsor menggaruk belakang kepalanya.

"Ah, tentu saja tidak." Ino melihat – lihat dalam apatemen. "aku tahu apartemen ini memiliki 3 kamar yang dihuni oleh dua orang mahasiswa semester pertama bernama Nara Shikamaru dan Akimichi Chouji. Kalian yang mengatakannya dalam email. Ingat? Dan sekarang aku yang akan menempati satu kamar kosong yang tersisa."

"Tapi-"

"Karena kita sudah sepakat, jadi dimana kamarku?"

Pria Bongsor menghela napas, kemudian mengantar Ino ke kamarnya dan menjelaskan ini itu yang perlu Ino ketahui tentang dan dalam apartemen. Dari situ Ino tahu, bahwa Nara Shikamaru masih tertidur (btw, sekarang hari minggu jam 11 siang), dan Pria Bongsor adalah Akimichi Chouji.

Sebelumnya, Ino tinggal di sebuah apartemen kumuh di pinggir kota. Bukan karena orang tuanya tidak memberikan cukup uang untuk Ino bisa tinggal di apartemen mewah atau karena ibunya dan suaminya tidak mengizinkan Ino tinggal di mansion mereka. Tapi karena Ino ingin membuat orangtuanya marah.

Bosan dengan apartemen lamanya yang telah dia tempati selama setahun terakhir saat Ino di tingkat akhir SMAnya. Bosan karena hampir tiap hari mendengar tetangganya, yang kemungkinan adalah pasangan kekasih, hampir setiap hari bertengkar (atau jika sedang tidak bertengkar, mereka akan melakukan sex dengan sangat rebut dan itu sangatmengganggu), Ino memutuskan untuk pindah ke apartemen yang dekat dengan kampusnya yang telah dihuni oleh dua orang pria. Masih dengan alasan yang sama: membuat orangtunya marah.

Dengan gitar, yang telah lebih dari lima tahun menjadi temannya, dan notebook di tangan, Ino menyusuri sepinya malam di sekitar gedung apartemennya. Merasa sudah cukup mengenal lingkungan tempat tinggal berunya, Ino memutuskan untuk melakukan satu hal yang membuatnya tenang: menulis lagu. Di ayunan sebuah sekolah taman kanak – kanak tidak jauh dari apartemennya.

Ino kecil yang ceria selalu menceritakan semua perasaannya kepada ayah dan ibunya. Tapi setelah Ino 'kehilangan' mereka, kehilangan kepercayaan pada orang lain, dan tidak lagi percaya pada 'bahagia', menulis lagu adalah caranya menuangkan perasaan.

Semua perasaannya: kemarahan, kekecewaan, kesedihan. Entah sudah berapa lagu tercipta sejak Ino tidak lagi bicara pada orangtuanya.

Ino berpikir betapa semua orang hanya peduli pada diri mereka sendiri. Betapa ayahnya mencintai pekerjaannya melebihi keluarganya. Betapa ibunya hanya memikirkan pendamping hidup daripada bertahan menantikan ayahnya.

Ino hanya ingin keluarganya kembali utuh seperti dulu. Tapi keinginannya ternyata terlalu berat untuk ayah dan ibunya, karena mereka lebih memilih menempuh jalan untuk mencapai kebahagiaan mereka sendiri.

Setiap kali menulis lagu, Ino selalu lupa waktu. Ino kembali ke apartemen saat sudah hampir jam 1 pagi.

Sebenarnya Ino tidak terlalu suka naik lift. Jika tidak sedang sangat lelah seperti sekarang, Ino lebih memilih naik ke lantainya dengan tangga.

Tapi, disinilah Ino sekarang. Menunggu lift bersama empat orang penghuni gedung apartemen lain. Seorang wanita berambut merah dan berkaamata yang terus bertengkar dengan pria berambut silver, pria berbadan besar berambut oranye, dan pria berambut hitam kebiruan yang dari auranya merupakan pemimpin dari gerombolan empat orang itu.

Ding

Masuk ke dalam lift, Ino segera menekan tombo '6'. Memalingkan wajahnya dari pandangan semua orang, Ino menutup matanya. Karena Ino merasa sesak dan tertekan berada di dalam lift, atau tempat smpit dan tertutup lainnya.

Di lantai lima, empat orang itu keluar dari lift.

Hanya satu lantai. Tidak masalah sendiri. Ino bisa mengatasi ini.