masuk ke dalam apartemen Robin karna ia sudah tau kodenya saat dia masuk Robin tak ada di apartemennya dia meletakkan belanjaan yang ia bawa di meja makan

"heh Robin kemana ya dasar katanya pukul 05.00 pm dia sudah disini dasar "

Suara pintu dibuka

"ah Franky lama menunggu ya maaf tadi aku ada kelas tambahan di kampus"

"tidak lama juga aku baru saja sampai maaf kalau aku tadi tidak menjemputmu kebetulan tadi aku ada meeting di daerah sini langsung ke apartemenmu saja"

"tak papa kalau kau menjemputku pasti akan memakan waktu lebih lama"

Robin pergi ke dapur dan melihat kantong belanjaan yang berisi bahan makanan

"kau yang membawanya Franky "

"ya "

"kau tau saja kalau aku kehabisan bahan makanan makasih ya aku siapkan makanan dulu kau pasti belum makan kan "

"aku tadi sudah makan dan kau tak perlu masak karna aku sudah membeli makanan cepat saji "

"tidak boleh aku akan tetap masak dan kau tau kan makanan cepat saji itu gk bagus dan kau juga harus makan lagi aku tak mau tau "

"iya iya dasar keras kepala apa yang akan kau masak hmm"

"karna ini sudah sore aku masaknya seklian makan malam kalau begitu aku masak yang simple saja aku masak macaroni and cheese hmm pasti enak dan simple memasaknya "

"terserah yang penting enak aku tunggu di ruang tv kalau sudah siap panggil aku ok sekalian ada yang ingin kubicarakan denganmu"

"apa itu sangat pentingkah?"

"kau lihat saja nanti"

15 menit kemudian Robin selesai memasak ia menghidangkannya di atas meja makan dan hendak memanggil Franky

"hei ayo makan makanan sudah siap"

Mereka makan dengan hening sampai Franky angkat bicara

"hmm Robin aku ingin bicara serius padamu "

"apa?"

"lusa aku pergi ke luar negri selama 2 minggu aku akan ke New York untuk promosi produk terbaruku "

Robin langsung terdiam ketika Franky mengatakan itu Franky pun heran dengan prliaku Robin

"Robin apa kau baik baik saja ?"

"ya aku baik o ya aku sudah kenyang aku mau ke kamar dulu "

Robin membereskan piringnya dan menuju kekamarnya entah kenapa air mata merembes dari matanya ia tak tau kenapa berat rasanya Franky pergi padahal baru 2 bulan sejak ia pulang dari Inggris dan sekarang ia ingin pergi lagi

Sementara Franky benar benar bingung dengan sikap Robin kali ini tadi ia sempat melihat Robin menangis ia tak tau apa yang bisa dilakukannya untuk menenangkan Robin ia berniat untuk menenangkannya

Tok tok

"Robin kau tidak apa apa ?"

Tak ada jawaban

"Robin kau kenapa apa kau baik baik saja ?Robin buka pintunya !hmm bagaimana kalau kita ke taman bermain atau ke toko buku kemana saja kau mau tapi buka dulu pintunya Robin,Robin buka pintunya keluar la Robin"

Cklek pintu kamar Robin terbuka

"ah syukurlah Robin kau keluar! kau kenapa apa kau baik baik saja Robin?"

Robin mencoba tersenyum pada Franky

"hmm aku baik baik saja Franky hanya ah sudahlah lupakan "

"tapi matamu sembab apa kau habis menangis? "

"tidak"

"oo baiklah tak usa dipikrkan kau mau jalan jalan kan? ayo kau mau kemana ke toko buku ke taman atau kemana? "

"hmm tidak usah Franky hmm aku baru ingat kalau aku ada tugas jadi aku harus sendiri kau paham kan? "

"oo hmm ya aku hmm yasuda aku pulang dulu jaga dirimu "

Sepulang Franky Robin kehilangan semangat pandangannya kosong dan matanya sembab padahal waktu Franky pergi ke Inggris ia tak seperti ini entahlah yang jelas ia sangat tidak suka Franky pergi lagi ia mungkin ini egois tapi ia ingin Franky selalu bersamanya tak pernah pergi meninggalkannya bahkan sejengkal saja ia ingin selalu bersama Franky bahkan ia ngin Franky tak usa menikah dan hanya bersamanya

Selamanya

Hp Robin berbunyi ia melirik peneleponnya itu kawan satu kelasnya Nami

"halo Nami ada apa"

"Robin kau sibuk tidak malam ini "suara di sebrang telepon

"tidak ada apa "

"oo aku mau mengajakmu ke pesta kebetulan Vivi teman kita ulang tahun hari ini dia tadi mengundang ku dan bilang padaku untuk memberitahumu kau mau tidak?"

"iya aku mau pukul berapa pestanya "

"malam ini pukul 07.00pm di rumahnya kalau kau mau kita bisa berangkat sama akan kujemput kau pukul 06.30pm kau setuju "

"ya aku setuju baiklah sampai jumpa nanti Nami "

Robin bersiap siap ikut pesta itu ia ingin bersenang senang sedikit untuk melupakan Franky yang pergi ke New York lusa .ia sudah siap ia memakai gaun ungu lengan panjang sepaha dan stoking sepanjang paha rambutnya ia gerai dan sepatu boot sebetis ia memakai make up yang natural . Hp Robin berbunyi lagi ia melihatnya Nami

"ya Nami ada apa "

"aku sudah di loby kau sudah siap kan"

"yaya aku segera turun"

Di Loby

"Robin wah kau cantik sekali malam ini "

"tak kalah darimu kan Nami o ya kau bawa kendaraan kesini?"

"tidak aku tadi diantar Sanji-kun sekarang dia ada diluar "

"oo ya sudah kita berangkat saja sekarang ya "

Robin pergi mengendarai mobil dan didepannya ada Sanji dan Nami yang mengendarai sepeda motor mereka berhenti sebentar di toko untuk membeli kado setelah membeli kado mereka langsung meluncur ke rumah Vivi

...

Nami adalah teman Robin mereka bertemu saat SMA dimana Nami adalah adik kelas dari Robin saat itu tapi mereka tidak terlalu dekat untuk membahas soal pribadi , Nami juga mengenalkan Robin pada teman temannya yaitu Vivi juga pada teman teman laki lakinya yaitu Luffy Sanji dan Zoro .

""""""""""""""""""""""""""""""""''"'''''''''"""""""

Akhirnya mereka sampai juga di Rumah Vivi pestanya diadakan di taman belakang rumah Vivi.

Seorang wanita cantik menghampiri mereka

"hai lama tak berjumpa ya Robin "

"ah Vivi ya dan kau semakin cantik ya o ya selamat ulang tahun semoga kau menjadi lebih baik dan panjang umur ini kadoku "

"wah jadi repot makasi atas doanya "

"Vivi"

"Nami emm sekarang kau jadi sombong ya "

"tidak hanya saja aku sibuk kuliah makanya gak ada waktu o ya ini kado untukmu "

"wah makasih Nami ayo kita masuk ke dalam pesta itu "

Pesta itu nampaknya simple namun elegan dan romantis didalam kolam renang diletakkan lilin ditepi kolam dibuat sperti lantai dansa .

"hmm kau ini Vivi ini seperti pesta dansa bukan pesta ulang tahun "

"biasalah anak muda Nami , oya aku juga mengundang seseorang lo aku yakin Robin pasti terkejut "

"siapa Vivi ?"

"itu dia "

Vivi menunjuk seorang pria tampan dengan tuxedo putih pria itu berjalan ke arah Robin dan Nami

"Law!" pekik Nami

"hai lama tak bertemu "

"ha iya lama juga tak bertemu Law "

"hmm Law aku dan Nami haus kami pergi dulu emm silahkan kalian ngobrol dulu "

Vivi menyeret Nami dari tempat Law dan Robin

"bagaimana kabarmu Robin lama tak bertemu "

"aku baik Law o ya apa sekarang kesibukanmu aku dengar kau ambil kedokteran ya "

"ya begitulah aku mengambil fakultas kedolteran dan bulan depan aku akan wisuda "

"wah benarkah selamat kalau begitu "

"kau sendiri bagaimana Robin"

"aku kuliah aku mengambil fakultas sejarah ya sekarang baru semester 3 ya doakan saja semuanya lancar sampai aku wisuda sama sepertimu "

"ya mudah mudahan o ya pestanya dimulai mau berdansa denganku "

Law mengulurkan tangannya pada Robin dan Robin menerima uluran tangan Law

Alunan musik nan merdu menghiasi malam itu

Heart beats fast

Color and promises

How to be brafe

Law dan Robin meniknati dansa mereka dengan alunan musik A thousand years

I have died every day waiting for you

Darling don't be afraid i have love you for a thousand years love you for a thousand more

Robin Law Franky Nami Vivi Sanji Luffy dan Zoro adalah teman masa SMA tetapi berbeda tingkatan .

Franky adalah alumni di SMA Robin ia kembali ke SMA nya untuk mengarahkan siswa siswa baru disekolahnya disitulah ia bertemu Robin dan bersahabat dengannya .

Trafalgar Law biasa diapanggil Law adalah kakak kelas Robin dan mantan adik kelas Franky di SMA itu ia pernah menyukai Robin tapi Robin hanya menganggapnya sebagai kakak .

Nami Vivi Luffy Zoro Sanji adalah adik kelas Robin , Robin yang menjadi kakak pembina mereka saat pengenalan siswa baru disekolah .

##########

Kembali ke pesta

Robin dan Law menyudahi dansa mereka dan mengambil minuman . "Robin kau masi ingat tidak waktu SMA lamaran itu "

"tentu saja Law aku masi ingat itu pertama kalinya aku dilamar oleh laki laki "

"sudah berapa tahun ya sejak lejadian itu "

"hmm 4 tahun "

"dan taukah dirimu bahwa 4 tahun ini aku masi mengharapkan balasanmu "

"aku tak percaya 4 tahun yang benar saja kau ini tampan kenapa kau tak cari yang lain saja yang lebih cantik dari pada aku "

"Franky pernah berkata begini padaku cinta bukan tentang cantik atau tampanya orang yang kau cintai karna cinta tak pernah memandang fisik cinta tak dapat dipaksakan "

"lalu kenapa kau memaksaku untuk jadi pacarmu jika aku tak mencintaimu Law "

"aku tak memaksamu aku tak tau kepada siapa kau jatuh cinta"

"apa urusannya denganmu Law "

Lalu Zoro datang ke tempat Law dan Robin mengobrol dengan Law

"hei onna bagaimana kabarmu "

Robin menoleh pada asal suara itu

"Zoro lama tak bertemu . Aku baik baik saja bagaimana dengan dirimu "

"seperti yang kau lihat aku baik baik saja mau berdansa denganku Robin "

"tentu Zoro "

Mereka tak menghiraukan Law yang ada disana

Zoro bertanya sesuatu pada Robin

"apa kau menerima lamaran Law tadi "

"kenapa kau bertanya Zoro "

"karna aku menyukai mu Robin "

"apa maaf Zoro "

"bisa kita bicara empat mata Robin"

Zoro menarik Robin pergi dari lantai dansa ia mengajak Robin untuk ke dalam rumah dan berlutut dihadapan Robin

"aku tak tau kapan perasaan ini berawal tapi satu hal yang kutau kalau perasaan ini pastila cinta karna aku merasa hampa tanpamu dan aku menantimu selama 4 tahun maukah kau jadi pacarku Robin "

Robin mencium tangan Zoro . Robin sangat terharu dengan apa yang Zoro katakan ditambah lagi perlakuannya sangat romantis ia juga tak pernah merasa segugup ini hanya saat bersama Zoro pipinya memerah jantungnya berdetak cepat "

"aku "

"ya "

Aku "