CHAPTER 6

"Aku sudah mendengarkan lagu - lagumu." Tsunade, pimpinan Leaves Entertainment yang juga atasan Kakashi, memulai. Membuat Ino semakin gugup.

Saat ini Ino berdiri di stage di depan Tsunade, Kakkashi, beberapa orang juri, dan bebberapa orang trainee. Memang belum musim audisi, tapi karena Ino adalah rekomendasi langsung dari Kakashi, Tsunade setuju untuk langsung mengaudisinya. Dengan menyuruh Ino tampil dalam penilaian bulanan para trainee Leaves Ent.

Setelah Ino menghubungi Kakashi bahwa ia ingin mengembangkan bakatnya, Kakashi langsung memberikan demo lagu ciptaan Ino yang menurutnya terbaik kepada Tsunade. Setelah mendenvarkan demo tersebut, Rsunnade setuju untuk melakukan audisi langsung.

"Selain karena aku mempercayai Kakashi, demo lagumu adalah alasanku memberimu kesempatan." Lanjut Tsunade. "Aku sudah mendengarkan lagumu. Sekarang kau bisa menyanyikan lagu penyanyi lain."

Apa? Ino pikir ia bisa menampilkan lagunya sendiri. Ino sudah mempersiapkan dirinya untuk menyabyikan lagunya, tapi justru Ino dosuruh untuk menyanyikan lagu lain.

Dan bukan hanya Ino yang terkejut, Kakashi dan juri lainnya juga.

"Silahkan." Lanjut Tsunade.

Ino memejamkan matanya dan menghela nafas dalam, lalu memulai memetik gitarnya dan menyanyikan More Than Words yang dipopullerkan oleh Westlife.

Mungkin bagi orang lain lagu ini adalah lagu yang dinyanyikan seseorang yang ingin kekasihnya menunjukkan cintanya dengan perbuatan. Tapi bagi Ino yang jauh di dalam lubuk hati terdalamnaya sangat merindukan bentuk nyata kasih sayang orang tuanya, lagu ini mewakili perasaannya itu.

.

Didampingi Kakashi, Ino menunggu Tsunade di ruangannya.

Setelah penampilannya, Tsunade dan juri lainnya mengkritik Ino habis - habisan.

[i]"Aku depresi menyaksikan penampilanmu, juga demo lagumu." – Genma

"Dari caramu membawakan lagu ini, aku kami akan sulit mengendalikanmu jika kau bergabung disini." - Ibiki

"Tidak perlu teknik bagus untuk menyanyikan lagu ini. Asal kau buka mulut, selesai." – Raidou

"Tidak bisa menari, akting, kemampuan public speaking speaking rendah. Entahlah." – Kotetsu

"Jika aku memutuskan untuk menerimamu sebagai trainee, kau akan berlatih hingga hidungmu berdarah dan tulangmu patah untuk bisa debut. Silahkan kau tunggu di ruanganku. Kakashi yang akan mengantarmu." -Tsunade.

Yang sebenarnya tanpa Ino ketahui, setelah Ino meninggalkan stage menuju ruabg Tsunade, para juri menambahkan komentar mereka di depan para trainee yang juga menyaksikan penampilan Ino.

"Aku depresi melihat penampilannya karena setiap kata yang dia ucapkan seolah keluar dari hatinya. Aku seperti mendengarkan curhatan seorang gadis yang penyendiri. Bahkan aku akan meneteskan airmataku saat melihatnya tersenyum dan pada penonton. Seolah sia mentransfer perasaannya padaku. Bukan dia yang menyesuaikan feelnya untuk sebuah lagu, tapi Ino membuat lagu ini seolah memang diciptakan untuknya. Dan tiga demo lagunya, aku tidak akan tau jika lagu itu ditulis oleh amatir." – Genma

"More Than Words adalah lagu santai. Benar yang Genma katakan, Ino membiat lagu ini memiliki feel yang ia inginkan. Terlihat dia adalah tipe yang sulit dikendalikan." – Ibiki.

"Aku belum bisa menilai teknik bernyanyi Ino dengan lagu ini. Tapi warna suara dan bakatnya dalam menulis lagu adalah modal baginya." – Raidou

"Terlihat jelas dia sangat gugup saat memasuki panggung, bahkan dia sedikit terbata saat memperkenalkan diri. Tapi saat dia memulai memmetik gitarnya, keadaan berubah 180 derajat. Panggung itu adalah miliknya. Hanya dengan duduk sambil memetik gitarnya, dia bisa mendapatkan perhatian setiap mata yanv ada disini." – Kotetsu

"Kurasa kalian sudah cukup belajar dari Ino. Dia sudah tidak memerlukan pujian untukembangunnya, tapi kritik sebagai tantangan untuk ditaklukkannya."[\i]

"Kau siap?" tanya Kakashi memecah keheningan.

Siap menemui Tsunade? Siap menjadi trainee? Siap mengejar hal yang ia inginkan?

Ino tidak terbiasa dengan kritik terhadap penampila maupun lagu ciptaannya. Dia terbiasa mendapatkan masukan dari Sasuke maupun tim Taka lainnya. Jujur Ino tidak pernah memikirkan seberapa kemampuan menulis dan bernyanyinya. Dia hanya melakukannya karena dia ingin. Dan saat melihat orang – orang yang menyaksikannya menikmati lagu dan penampilannya, itu suatu prestasi bagi Ino. Dan sekarang Ino mendapat kritik pedas dari para profesional.

"Aku siap."

Ino siap. Ino siap membuktikan kepada mereka bahwa Ino lebih dari sekedar yabg mereka katakan. Ino siap melihat mereka menjilat perkataan nereka sendiri.

Kakashi tersenyum mendengar jawaban mantap Ino.

Tsunade masuk ke dalam ruangan diikuti oleh asistennya yang bernama Sihizune, yang memberi Ino beberapa lembar berkas.

"Itu adalah berkas kontrak trainee untukmu." Tsunade memulai. "Karena kau sudah terlalu tua, kontrakmu hanya 2 tahun. Jika dalam 2 tahun kau belum pantas untuk debut, kau harus mengundurkan diri. Seperti trainee lain, kau berlatih bernyanyi, aksi panggung, dance, dan akting 8 jam setiap hari senin sampai jumat. Dan karena salah satubkekuatanmu adalah menulis lagu, setiap hari senin kau harus menyerahkan satu lagu padaku. Kakashi yang akan secara langsung menangani dan mengawasimu. Ada yang kau tanyakan?"

Ino menggeleng.

"Kami memproduksi idol. Kau harus menjaga imagemu dan perusahaan dan tidak boleh ada skandal sejak kau menandatangani kontrak sebagai trainee. Kau bisa membaca berkas kontrakmu. Aku tunggu kau untuk memutuskan selama seminggu. Kau mengerti?"

Ino kembali mengangguk.

"satu lagi. Kau hanya bisa memakai maksimal satu anting pada masing – masing telingamu dan perbaiki cara berpakaianmu."

.

"Aku pikir aku siap. Tapi setelah Tsunade mengatakan bahwa dia ingin aku menjadi bukan diriku, menjadi bonekanya, aku ragu." Aku Ino.

Pandangannya tidak pernah terlepas dari jalanan yang sedang mereka lewati. Musik dari radio mobil Kalashi menemani perjalanan mereka menuju apaetemen Ino.

Sejak Ino memutuskan untuk memiliki mimpi, Ino tau akan ada banyak ujian yang dia lewati. Jika Ino yang harus melewati ujian, tapi 'orang lain' yang menikmati jerih payahnya, untuk apa?

"Apa kau lupa bahwa Tsunade mengatakan bahwa aku yang akan menanganimu?" balas Kakashi masih fokus dengan tugasnya sebagai supir.

"Tentu saja kau tetap harus menaati aturan – aturan Tsunade. Tapi satu hal yang bisa aku janjikan padamu adalah, jika suatu saat nanti kau debut, kau akan debut sebagai dirimu sendiri, Ino."

"Kau memiliki bakat, hanya perlu pembuktian bahwa kau pantas memiliki bakat itu, Ino."

Ino hanya diam dengan pandangan masih fokus pada jalanan yang mereka lewati.

"Aku tau kau tidak akan kalah dari Tsunade. Pikirkanlah, berikan jawabanmu besok di kelas."

"Tidak perlu. Aku akan menandatanginya sekarang." Ino mengeluarkan berkas – berkas kontrak trainee dan dengan ribetnya di dalam mobil Kakashi, dia menandatanginya saat itu juga lalu menyerahkannya kepada Kakashi.

Tanpa Ino ketahui, Kakashi tersenyum miring setelah mengatakan hal itu. Dia tau benar ego Ino terlalu besar untuk mengakui kelalahan bahkan sebelum dia bertarung.

.

Waktu sudah menunjukkan pukul 02.14 dini hari saat Ino sampai di rumah. Ino tidak terkejut saat mendapati Sasuke tidur di tempat tidurnya saat ia masuk kamar. Sasuke sangat sibuk dengan showcase debutnya. Maka dark itu, setiap Sasuke ada waktu sesedikit apapun, ia selalu menyempatkan diri menemui Ino.

Ino berbaring di samping Sasuke di tempat tidur sempitnya menghadap Sasuke. Merasakan kehadiran Ino, Sasuke membuka matanya. Lalu mebgubah posisi tidurnya miring menghadap Ino. Sehingga sekarang mereka saling berhadapan.

"Sudah lama?" tanya Ino.

"Dari jam 11. Besok jam 5 sudah harus berangkat lagi." Jawab Sasuke. Telapak tangannya mengelus pipi Ino. "Bagaimana audisimu?"

"Aku masuk."

"Tapi kau tidak terlihat senang?"

"Karena Tsunade ingin aku jadi bonekanya."

"Ah ya. Leaves Ent. Terkenal dengan image angel mereka. Kurasa kau akan menjadi preman pertama mereka." Sasuke tertawa.

Memang benar yang Sasuke katakan. Leaves Ent. Memiliki image sebagai good people. Sedangkan Sound Ent. Memiliki image bad people, evil atau apapun sejenisnya. Bahkaan beredar rumor bahwa pimpinan mereka, Orochimaru adalah pengedar narkoba, pedofil, pemerkosa, memperjualbelikan wanita, organ manusia, pembunuh, kaki tangan pemberontak dsb, dkk, dll, yang tentu saja tak satupun rumor tersebut berdasarkan fakta dan sumber yang valid. Pernah Ino menanyakan rumor itu pada Sasuke, namun Sasuke malah tertawa dan menacak rambut Ino.

"Bagaimana menurutmu?"

"Apa itu akan membuatmu bahagia?"

"Sekarang aku tidak yakin. Tapi Kakashi – sensei berjanji jika aku bisa debut, aku tidak akan debut sebagai boneka Tsunade."

"Jadi sekarang kau hanya perlu bertahan untuk bisa debut. Aku tidak mengatakan ini sebagai kekasihmu, melainkan sebagai sesama musisi, bahwa kau layak didengar oleh semua orang."

"Terimakasih."

Sasuke tersenyum, lalu mencium tangan Ino yang selama ini ia genggam.

"Ino,"

"Hmm?"

"Finding you akan menjadi title track album debut kami."

Ino tersenyum bahagia mendengarnya. Finding You, lagu yang Sasuke tulis untuknya.

"Terimakasih, Ino."

Sekarang giliran Ino yang mencium tangan Sasuke.

"Tidurlah."

Sasuke menuruti Ino, membawa tangan Ino ke wajahnya lalu menutup mata. "Oyashumi."