Hai, Uchiha
Hari ini adalah showcase pertama Taka di Tokyo Hall yang berkapasitas 12.000 penonton, dengan tiket terjual habis. Sasuke secara pribadi mengundangnya bersama Shikamaru dan Chouji untuk menghadiri showcasenya.
Dua jam perjalanan kereta dari Konoha ke Tokyo tidak sia – sia.
Ino dengan Shikamaru dan Chouji di belakangnya, mengetuk pintu ruang ganti Taka. Ino tak sabar ingin segera bertemu dengan Sasuke sebelum acara dimulai.
"Masuklah." Juugo dengan pakaian sudah siap untuk tampil membukakan pintu untuk Ino.
Tanpa pikir panjang, Ino langsung menghampiri Sasuke yang berdiri di depan cermin, lalu mengacak rambut Sasuke yang sudah di styling. Membuat Sasuke mendengus. Ia tau Ino sengaja sengaja melakukannya untuk menggoda Sasuke, karena tinggi badan mereka yang hampir sama. Bukan salah Sasuke jika tinggi badan Ino 172 cm dan Sasuke 174 cm. "Aku masih 17 tahun, masih dalam masa pertumbuhan." Begitulah alasan Sasuke.
"Aku sangat bangga padamu." Aku Ino tersenyum bangga.
Sesuke membalas senyuman Ino, lalu memeluknya.
"Sebenarnya, aku ingin kau bertemu dengan seseorang." ungkap Sasuke melepaskan pelukannya.
Ino menatapnya penasaran.
Sasuke memutar tubuh Ino untuk menghadap kepada 'seseorang' yang Sasuke maksud.
Seorang wanita cantik dengan senyuman manis dan aeorang pria yang berumur hampor 30 tahun.
Ino melebarkan kedua matanya terkejut melihat kedua orang tersebut. Dari bentuk wajah, warna mata hitam kelam dan rambut hitam kebiruan, sudah jelas mereka adalah Uchiha. Dan Uchiha mana lagi yang masuk kesini, ke ruang ganti Taka, jika bukan ibu dan kakak Sasuke.
Apa yang Sasuke pikirkan? Setidaknya dia harus memberitahukan bahwa ibu dan kakaknya akan datang, sehingga Ino bisa kabur, maksudnya, mempersiapkan diri.
Ino melihat penampilannya. Sneakers, reap jeans hitam, t-shirt hitam lengan pendek, jaket kulit merah bata, 4 anting di telinga kiri, dan 1 anting di telinga kanan, rambut diikat kuncir kuda. Satu lagi, lipstik hitam dan eyeliner. Taka adalah band rock. Bukankah penampilan Ino masih tergolong normal sebagai penonton band rock?
Bagaimana jika mereka tidak menyukai Ino?
Bagaimana jika ibunya mengatakan "Kau pacar Sasuke? Beruntung sekali kau bukan istrinya." Dilanjut dengan senyum sadis a la Uchiha.
Oh Tuhan, apa yang Ino pikirkan?
"Kau lebih cantik daripada fotomu." Ibu Sasuke memeluk Ino, membuat Ino salah tingkah.
"Uchiha – san." Ino membungkuk, berusaha membungkuk dalam posisi masih dipeluk, kepada ibu Sesuke.
"Panggil aku Ibu." Ibu Sasuke, Mikoto, memarahi Ino. "Aku selalu ingin anak perempuan." Mikoto memegang kedua pipi Ino. Ino hanya bisa melebarkan matanya, bingung harus bereaksi bagaimana.
"Kau harus sabar menghadapi Sasuke. Para pria Uchiha tidak tau bagaimana mengutarakan perasaan mereka."
"Ah ya, kalian pasti teman satu apartemennya Ino." Masih memeluk Ino, perhatian Mikoto beralih pada Shikamaru dan Chouji yang dari tadi menyaksikannya dari belakang Ino.
Shikamaru dan Chouji membungkuk memberi salam pada Mikoto.
"Kalian anak yang sopan. Aku bangga masih ada anak muda yang sopan seperti kalian." Puji Mikoto. Matanya melirik Itachi dan Sasuke, sedangkan si kedua anak hanya memutar bola mata mereka.
"Ibu, kau membuatnya ketakutan." Itachi menarik ibunya untuk melepaskan pelukannya pada Ino.
"Itachi – san." Ino membungkuk pada Itachi yang mendapat balasan anggukan.
"Setiap kali bertemu, Sasuke selalu membicarakanmu." Ungkap Itachi tenang. Dari tatapannya, Ino tau Itachi sedang 'mengulitinya'.
"Itu karena kau menginterogasiku." Protes Sasuke.
Itachi tersenyum bangga. Protes, pujian, bagi Itachi adalah hal yang sama.
"Jika kau butuh surat menyurat resmi, kau bisa menghubungiku."
Surat menyurat resmi? Pernikahan?
Wajah Ino memerah seketika.
"Apa yang kau bicarakan." Sasuke memutar bola matanya.
"Pergilah ke tempat duduk kalian. Acara akan segera dimulai." Sasuke mendorong mereka keluar ruang ganti, tapi menarik tangan Ino.
Dengan cepat Sasuke mengecup bibir Ino.
"Aturanku tidak ada ciuman masih berlaku, bocah-di-bawah-umur." Meskipun begitu, Ino tersenyum pada Sasuke, yang mendapat balasan senyuman manis yang sama.
"Pergilah, sebelum mereka mengirim polisi untuk menemukanmu."
Penampilan Taka tidak mengecewakan. Ino bahkan lepas kontrol dan tidak ingat lagi bahwa ibu dan kakak Sasuke ada di sebelahnya.
Yang paling membuat hari semua perempuan yang ada di sana meleleh adalah saat mereka membawakan lagu Finding You. Ino seolah merasa di tempat itu hanya ada dia dan Sasuke karena terlalu seringnya Sasuke melihat ke arahnya.
Ini hanya filler. Update chapter berikutnya tunggu hari senin ya.
Thanks for waiting.
