Disclaimer: Masashi Kishimoto- sensei
Revival
.
.
3
.
.
Sasuke menggaruk tengkuk nya, lagi-lagi sebuah serangga penyengat hinggap di lehernya. Menjengkelkan-sangat- coba saja dia sedang tidak berada di taman sekolah, sudah pasti dia akan mengeluarkan hawa panas dari tubuhnya dan membakar hangus semua serangga ini!
Sebuah suara terengah memanggilnya dari kejauhan, "Sasuke- sensei! Aku sudah berlari sebanyak 100 putaran! Apa masih belum cukup?!"
Sasuke pun bangkit sambil merenggangkan punggung yang terasa nyeri-tidur bersandar di pohon memang kurang bagus untuk kelangsungan tidur nyenyak nya.
"Baiklah, kau boleh beristirahat sebentar!" Ujar Sasuke, lalu Sakura pun berlari pelan menghampirinya dan menenggak habis cairan berwarna merah muda yang ada di dalam botol miliknya.
"Kau meminum apa?" Tanya Sasuke sambil mencorat-coret buku catatan yang ada di genggaman nya-Buku catatan yang berisi kekuatan-kekuatan yang memiliki 'kemungkinan' untuk menjadi dasar kekuatan aneh yang Sakura miliki.
Baru saja, Sasuke mencoret kekuatan energy-full dan fastest. Sakura mudah kelelahan, dan juga dia hanya berlari seperti gadis kebanyakan- tidak cepat dan cenderung berhenti sesaat untuk melihat burung-burung yang hinggap di pepohonan.
"Jus strawberry, mau?" Sakura menyodorkan bibir botolnya pada Sasuke. Tanpa Sakura kira, ternyata Sasuke menyambut uluran botol tersebut, dan menyesap nya sedikit.
"Manis dan asam. Aku suka"
"E-eh?" Sakura tak mengerti mengapa 'sensei' nya itu begitu keren saat ini. Dengan gerakan slow-motion rasanya Sakura bisa mati kapan saja, ketika melihat Sasuke menjilat bibirnya sendiri yang masih tersisa sedikit sari dari jus miliknya.
Sakura pun mengalihkan pandangan, dan segera menutup botol miliknya- enggan meminum nya lagi. Bisa-bisa indirect kiss kan kalau begitu?
"Pantas saja banyak serangga disini" Ujar Sasuke, mengabaikan wajah bersemu Sakura yang kelewatan.
"Kau membawa jus strawberry. Mungkin para serangga tertarik dengan wangi harum nya" Sasuke melanjutkan, Sakura hanya mengangguk pasif.
"Eng.. jadi, apakah kau sudah menemukan kekuatan ku?" Sakura merapat hingga pundak mereka bersentuhan, Sasuke menoleh dan membuang pandang kembali- setelah mengetahui jarak mereka sangat dekat- terlalu dekat.
Sampai-sampai, Sasuke mampu merasakan hembusan nafas Sakura di tengkuknya.
"Kenapa kau begitu dekat?" Sasuke agak mengerang, yang ditanya hanya menatap bingung- lalu menggelengkan kepalanya.
"Eh? maaf.. aku hanya.. tidak tau, kebiasaan mungkin? Aku akan reflek bila ada sesuatu yang berbau harum disekitar, dan aku akan bergerak mendekat"
Sasuke segera memicingkan matanya, mencengkram pergelangan tangan Sakura dan membawanya berlari.
"Eh? kita mau kemana?" Sakura bertanya sambil sesekali menggoyangkan tangan yang kini berada di genggaman Sasuke-cengkraman pria itu ternyata sangat kuat.
"Ke rumah profesor Shino, kau pasti tau dia kan?" Sakura langsung berjengit ketika mendengar kata 'profesor Shino'. Tentu saja dia takut, siapa sih yang tidak ngeri ketika mendengar nama itu di sebut?
Dia adalah guru biologi di semester atas, namun sesekali dia berkunjung ke seluruh kelas untuk mengajar biologi lepas. Tentu saja dia tak akan membahas tentang botani dan sebagainya. Profesor Shino adalah spesialis serangga. Dia mempunyai ribuan koloni serangga di dalam tubuh-serta jaket panjang yang selalu ia kenakan kemanapun.
Entah itu serangga lucu-menurut dia- serangga menjijikan, serangga beracun hingga serangga yang dapat menimbulkan bercak-bercak keunguan pada tubuh korban nya.
Sakura tak ingin bertemu lagi dengan nya. Karena pertemuan terakhir mereka cukup buruk.
Well, Sakura 'tak sengaja' menceburkan profesor Shino ke dalam kolam. Dan membuat seluruh serangga beracun yang tak tahan air miliknya mati seketika.
Tentu saja, akibat dari perbuatan yang diakui Sakura tak sengaja tersebut, membuat dirinya berakhir di ruangan kakek Jiraya, serta mendengarkan ceramah panjang lebar darinya.
Sakura melepaskan pergelangan tangannya, setelah sampai dipintu gerbang sebuah pondok tepi hutan.
"Ini rumahnya?" Sakura merapat ke arah belakang Sasuke. Melihat bagaimana rupa pondok yang lumayan besar namun dipenuhi lumut tersebut membuat Sakura merinding seketika.
Sasuke merotasikan bola matanya, setelah hampir 2 bulan menjadi guru pembimbingnya. Sasuke kini telah mengetahui sedikitnya sifat dari gadis merah muda itu.
Termasuk saat-saat Sakura ketakutan tanpa alasan- itu berati dia pernah melakukan sesuatu pada 'si korban'.
"Aku tau cerita kelam mu dengan profesor Shino. Tapi, itu sudah lama bukan? mungkin dia telah melupakan nya"
Sakura meremas jubah Sasuke erat, membuat si pria nampak tercekik dan kesulitan bernafas.
"Bagaimana kau bisa berbicara enteng begitu HAH?! Asal kau tau saja, bahkan ketika kami berpapasan di koridor, dia seringkali mematap ku tajam! Aku dibuat merinding seketika!"
Sasuke menepis cengkraman Sakura, mengusap lehernya yang tadi sempat tercekik, "Kalau begitu, semoga beruntung. Kita kemari untuk memastikan, apakah kau memiliki bakat yang sama dengan prof. Shino, atau tidak"
Sakura melebarkan bola matanya "APA?! kenapa harus kesini? Kenapa tidak kau yang menguji ku? seperti yang sebelumnya!"
Sasuke menggelengkan kepalanya, "Tidak, tidak bisa. Kita harus tau dari ahlinya. Ayo, masuk"
Sakura pun mau tak mau mengekori Sasuke yang kini telah mengetuk pintu pondok, ada sekelebat bayangan hitam di jendela diiringi oleh sahutan khas prof. Shino.
Beberapa saat kemudian, pintu pun terbuka dan memperlihatkan sosok prof. Shino yang mengenakan jubah panjang miliknya.
"Oh, Uchiha- sensei dan.. Haruno.. "
"Aish!" Sakura pun segera bersembunyi di balik Sasuke yang kini berbasa-basi tentang maksud kehadiran mereka disana.
"Kalau begitu, mari masuk. Ayo kita uji, apakah Haruno memiliki bakat yang sama dengan ku"
"Ha'i" Sasuke pun mengikuti kemana prof. Shino berjalan, Sakura tiba-tiba mengehentikan Sasuke.
"Apa kau yakin dia tak akan berbuat macam-macam di dalam sana?" Sakura bertanya paranoid.
Sasuke menghembuskan nafas lelah, "Tidak akan, dia itu guru seperti ku, mana mungkin dia menyerang kita"
Sakura mencengkram jubah Sasuke kembali, " Tapi kudengar dia pernah menyerang Karui- sensei "Sasuke pun menggenggam kedua pundak Sakura erat, "Dengar, hilangkan semua perasaan takut mu itu. Dan semisalnya dia menyerang kau-atau kita nanti. Jangan kau lupakan siapa aku. Aku bahkan bisa membakar seluruh hutan ini dalam sekejap. Mengerti?"
Sakura mengangguk konstan, entah itu mengagguk karena mengerti atau karena jarak wajah Sasuke yang dekat dengan nya, sehingga mau tak mau ia mengiyakan perkataan Sasuke.
"Bisa kau tunjukan kepadaku, caramu mengatur serangga-serangga ini?" prof. Shino berujar sambil memperlihatkan box berisi puluhan serangga kecil.
"Hah?" Sakura memiringkan kepalanya, tak mengerti oleh perkataan .
"Dari yang mudah saja, coba perintahkan mereka untuk berbaris sejajar" menjulurkan box itu ke arah Sakura. Sakura menerima nya dengan bingung, bagaimana ia bisa melakukan itu?
Akhirnya, Sakura pun meletakan satu-persatu serangga agar berbaria sejajar.
"Begini?"
melihat 'hasil kerja' Sakura, lalu meletakan box itu ketempatnya semula.
"Maaf, Uchiha- sensei sepertinya murid mu tak memiliki bakat seperti ku. Mungkin, perasaan 'ingin mendekat jika ada wangi harum' hanya sebagian dari insting biasa saja. Atau, bisa jadi kekuatan lain. Yang pasti, Haruno tidak memiliki bakat seperti ku"
berkata dengan datar, diringi oleh anggukan mengerti dan ucapan terimakasih dari Sasuke.
"Jadi, ternyata bukan juga ya?" Sakura menunduk lemas sambil berjalan beriringan dengan Sasuke disepanjang garis batas hutan.
Sasuke melirik gadis merah muda itu, lalu mengacak rambut khas nya dengan cepat, "Jangan bersedih, aku pasti akan menemukan bakat mu. Maksud ku, kita pasti akan menemukan nya"
Sakura menggembungkan pipinya, lalu merapihkan poni yang kini tersebar menyingkap dahi lebarnya.
"Kenapa ditutup lagi?" Tanya Sasuke ketika mereka tepat sampai di padang bunga, Sakura menggeleng sampai tertunduk.
"Aku... malu. Dulu aku sering diejek karena dahiku lebar, maka dari itu aku menutupinya"
Sasuke mendengus, lalu merogoh kantung celananya. Pria itu pun meraih tubuh Sakura agar berhadapan dengan nya.
Sakura hendak protes ketika tiba-tiba Sasuke menjulurkan kedua lengan nya melewati leher Sakura. Gadis itu pun langsung terdiam gugup, saat jemari Sasuke menyingkap poni serta anak rambutnya dengan lembut, dan ia satukan semuanya dengan pita panjang berwarna hijau susu- yang kini bertengger manis menghiasi rambut Sakura.
"Nah, kau lebih bagus seperti ini" Sasuke tersenyum tulus, membuat degupan tak wajar yang datang seiringan dengan kurva halus yang melengkung dari bibir Sakura.
"T-terima K-kasih" Sakura berkata pelan, masih tetap menunduk dalam.
"Tapi, apakah ini tidak terlalu terbuka?"
Sasuke menggeleng, seranya merapihkan beberapa anak rambut milik Sakura yang mengalun mengikuti arah hembusan angin.
Entah mengapa, usapan lembut jemari Sasuke seperti menimbulkan efek menenangkan untuk Sakura, tangan itu pun seketika menemukan tempat nya dipucuk rambut Sakura-yang masih nyaman menikmati usapan lembut dari Sasuke, membuat tanpa sadar gadis berambut merah muda itu memejamkan matanya.
Sebuah suara terkekeh pun membuat Sakura membuka kelopak matanya kembali, sesosok pria yang ia kenal sebagai 'pria dingin' itu kini sedang tertawa dihadapan nya. Tampan sekali.
Sakura pun langsung menggelengkan kepalanya keras-keras, ketika menangkap tawa mengejek yang berasal dari sensei nya itu.
"Apa?! " Sakura menyahut galak. Sasuke menggeleng, tetap dengan tawa yang kini tersembunyi dibalik punggung tangan Sasuke.
"Kau seperti kucing, senang sekali diusap."
Aliran listrik pun seperti menghampiri Sakura, kedua pipi itu memanas ketika mendengar jawaban Sasuke yang memalukan dirinya sendiri.
"A-aku.. tapi, siapa suruh mengusap kepala ku seperti itu? pasti setiap orang senang bila diperlakukan dengan lembut, iya kan?" Sakura membela diri dengan mati-matian untuk tidak menatap Sasuke yang kini telah berhenti dari tawanya.
"Ya, rambut mu sangat halus. Lagipula, pita itu membuat mu terlihat menggemaskan"
Jawaban Sasuke lagi-lagi membuat Sakura memalingkan wajahnya, sudah pasti kemerahan menghiasi pipi Sakura saat ini.
"Kawaii" Sasuke menepuk kedua pipi Sakura yang memerah.
"Ish, aku baru tau ternyata kau ini pencinta lolicon, sensei mesum!" Sakura memperlebar jarak antara mereka, Sasuke pun terbahak. Mengikuti Sakura yang kini berlari ke arah padang bunga yang sedang kuncup.
Namun, tiba-tiba langkah nya terhenti, ketika melihat bunga-bunga yang sebelum nya masih kuncup, perlahan bermekaran disekililing Sakura.
-hanya yang dilewati Sakura.
Beberapa detik kemudian, kupu-kupu serta seluruh serangga kecil berdatangan. Membuat Sasuke menepuk leher belakang nya, ketika merasakan geli disana.
Sasuke pun mengerutkan dahinya, seperti de javu rasanya.
Mata Sasuke pun terbelalak ketika menyadari suatu hal. Bagaimana bila serangga yang selama ini menggaggu latihan mereka akibat Sakura sendiri? bukan karena jus strawberry ataupun pengendalian serangga seperti ?
Ini semua berasal dari Sakura, tanpa gadis itu sadari dia telah berhasil melakukan hal-hal diluar kemampuan siapa pun.
Sasuke tersadar ketika namanya dipanggil oleh Sakura.
Gadis itu sedang berada di kumpulan bunga yang bermekaran, tertawa riang seranya mengajak Sasuke kesana.
Cantik sekali.
Sial, sepertinya aku telah jatuh cinta pada gadis ini.
Batin Sasuke, sambil tersenyum tipis.
Menyadari bahwa kekuatan Sakura bukanlah kekuatan biasa, nampak nya Sasuke harus mematangkan diri untuk berhadapan dengan si pemilik asli kekuatan itu.
Siapa lagi?
Kurenai, si dewi musim semi yang kesepian.
Dan Sasuke juga yakin, bahwa Tayuya adalah anak kandung dari hubungan terlarang Kurenai dengan seorang penjaga kastil utara yang sempat heboh 30 tahun lalu. Kekuatan Kurenai sepertinya tidak mengalir di dalam darah Tayuya, sebagian besar mungkin kekuatan milik penjaga kastil tersebut yang berperah aktif di dalam tubuh Tayuya.
Dan dengan demikian, Sakura adalah satu-satunya yang mewarisi darah sekaligus kekuatan musim semi.
Itu berati, Sakura adalah garis murni keturunan sang dewi.
See ya next chapter...
Haloo
minna- san!
Ini udah berapa lama yaa aku hiatus dari cerita ini?
Masih ada yang inget gak /engga ya? *Sob*
gomen karena terlalu lama updatenyaa
gatau kenapa aku terjangkit wb di fandom naruto dan sekarang aku malah berkeliaran di fandom Haikyuu *bow*
mudah-mudahan bisa cepet update chap selanjutnya dan bisa memuaskaan yakk
.
.
Terimakasih udah mampir!
Kutunggu di kolom review ya!
.
God bless Us!
.
Nala. K
.
