ENTAH KENAPA AKU NGGAK BISA UPDATE!
AKU PENGEN REPOST TAPI JUGA NGGAK BISA
HIKS
Title : 이럴수가…? (How It Can Be…?)
Pairing : Kai X D.O (KAISOO OTP)
Genre : Sci-Fi & Humor
Rating : M
Disclaimer : Kim Jongin & Do Kyungsoo are belong to SM Entertainment, but THE STORY IS BELONG TO ME! No plagiat!
Chapter : 2 of 2
Summary : Kai dan D.O menyembunyikan hubungan mereka dari seluruh member dan hanya berdalih bahwa mereka sekedar 'Friends with Benefit'. Dan sebuah kejadian menguak segalanya. KAISOO! YAOI! CANON! DLDR! READ WARNING PLEASE! TWOSHOOT!
WARNING! TYPOS BERTEBARAN, CERITA PASARAN, OOC.
GET AWAY IF U DON'T LIKE IT! YOU'VE BEEN WARNED!
NO BASH! NO FLAME!
ALL POV IS AUTHOR POV!
.
.
.
.
.
MOHON PERHATIAN!
Sebelumnya aku mau ngasih WARNING KERAS buat semua readers.
Cerita ini mengandung MALE PREGNANCYdan adegan yang TIDAK MASUK AKAL.
KALAU NGGAK SUKA NGGAK USAH BACA & BASH.
Kritik dan saran yang membangun sangat author harapkan, terkecuali BASH, BAIK TERHADAP CERITA MAUPUN PAIRING!
Terima Kasih atas perhatiannya.
Ingat ya, sudah diperingatkan lho!
.
.
.
.
.
.
ENJOY!
.
.
.
.
.
"Jongin-ah.. Aku merasa ada yang aneh dengan Kyungsoo hyung belakangan ini. Apa kau juga merasakannya?" tanya Sehun
"Hmm, sejujurnya aku juga merasa ada yang berubah dengannya. Tapi aku tidak tahu apa penyebabnya." Jawab Kai dengan nada cuek
Saat ini keduanya sedang berjalan pelan menuju asrama mereka. Tadi pagi Sehun mengajak Kai untuk menemaninya membeli bubble tea. Hari ini mereka sedang bebas jadwal dan hal ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Sehun untuk membeli minuman favoritnya sekaligus jalan-jalan sejenak untuk menghilangkan kepenatan akibat jadwal yang super duper padat.
"Bukankah tingkah Kyungsoo hyung semakin aneh. Dia sangat banyak makan dan sangat sensitif. Terkadang ia juga punya permintaan aneh. Ia pernah mendandani Baekhyun hyung dan memaksanya melakukan crossdress. Kyungsoo hyung juga pernah menyuruhku memasak pizza di dorm. Mau tak mau aku membuatnya, namun dia kecewa karena rasanya sangat aneh dan mendiamiku satu minggu! Oh my, Jongin-ah! Ada apa dengan Kyungsoo hyung?" Sehun menatap Jongin nanar(?).
"Oh, yang itu." Kai menganggukan kepalanya.
Ia teringat kembali akan kejadian-kejadian aneh menyangkut kekasihnya akhir-akhir ini. Tak hanya member lain yang jadi bulan-bulanan Kyungsoo, Kai sesungguhnya mendapatkan dampak paling besar dari perubahan Kyungsoo. Kyungsoo yang semakin bertambah gemuk membuat namja mungil itu malas bergerak. Akhirnya Kai-lah yang menjadi orang suruhan Kyungsoo untuk mengambil dan memberikan apapun yang dibutuhkan Kyungsoo. Kai memang lelah karena sikap Kyungsoo yang di luar biasanya itu, namun karena cintanya yang begitu besar, ia tidak pernah mengeluh. The power of love, maybe? ㅋㅋㅋㅋ
Tak lama kemudian Sehun dan Kai sampai di dorm. Baru saja keduanya masuk ke dalam dorm, mereka sudah dikejutkan dengan teriakan membahana Kyungsoo dari dalam kamar mandi.
"HIKS! TOLONG AKU! AKU TAK KUAT LAGI…" ucap Kyungsoo dengan nada nyaring yang mulai melemah.
"KYUNGSOO?!" Kai langsung melesat gesit meninggalkan Sehun dan menuju sumber suara kekasihnya yang sepertinya sedang dalam bahaya(?)
"Jongin-ah! Akhirnya kau datang juga!" seru Chen dengan nada girang
"Wae? Kyungsoo kenapa?" Kai benar-benar panik
"Mollayo, Jongin-ah… Sejak tadi ia tak berhenti berteriak seperti itu." Kata Chanyeol sambil menggeleng
"HYUNG! KYUNGSOO HYUNG! GWAENCHANHA?" Kai berseru agar Kyungsoo mendengarnya
"Hiks! Kai… Sakit… Hiks… Aku tidak kuat… Nnngghhh! Hiks… Aku merasa ada yang akan keluar. Eottheohkke?" keluh Kyungsoo dengan nada lirih
"Kenapa tidak ada yang membuka pintu dan menolongnya?" tanya Kai dengan nada kesal
"Kami tidak berani membuka pintunya. Itu tidak sopan." Kata Chen sambil menggigit bibirnya, sedikit merasa bersalah karena tidak peduli dengan kemanusiaan dan dengan bodohnya hanya memikirkan kesopanan yang semu.
KLEK….!
Dengan mudahnya Kai membuka pintu kamar mandi. Dilihatnya Kyungsoo sedang meringis di toilet sambil memegangi perutnya.
"Kyungsoo-ya… Gwaenchanha?" Kai langsung menghampiri namja mungil itu dan memeluknya untuk menenangkan tangisan Kyungsoo
"Hiks… Apo! Perih Kai!" Kyungsoo memeluk Kai erat
"Hyung? Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kau seperti ini?" Kai menangkap kejanggalan pada keadaan Kyungsoo saat ini
"Molla… Hiks… Eottheokke?" Kyungsoo menangis
Kai sesungguhnya merasa sedikit jijik karena telah mengganggu seseorang membuang hajat. Namun kini tidak sesederhana itu. Tak ada bau khas orang yang akan membuang hajat. Sebaliknya ada bau amis yang sangat asing bagi Kai.
Member lain tak ada yang berani masuk dan hanya diam di depan pintu sambil melihat Kai dan Kyungsoo.
"YA! Ada apa ini?" teriakan Suho mengagetkan Sehun, Chanyeol, Chen dan Tao yang berdiri di depan kamar mandi.
"Kyungsoo sakit aneh, hyung. Kami tidak tahu apa yang terjadi." jawab Tao polos
"Sakit aneh?" Suho menaikan alisnya
"Ne. Kami tidak tahu harus melakukan apa."
Namja yang terbilang pendek itu langsung menerobos masuk ke dalam kamar mandi dan mendapati Kai sedang membantu Kyungsoo berdiri. Keadaan Kyungsoo begitu menyedihkan. Matanya bengkak dan hidungnya memerah. Bibirnya pun ikut membengkak karena terlalu banyak menangis. Namun yang paling parah adalah bagian bawahnya yang berdarah-darah. Suho meringis.
"Kyungsoo-ya…"
"Suho hyung… Kyungsoo hyung pendarahan. Aku tidak tahu kenapa. Bagaimana ini?" Kai mencoba memapah Kyungsoo menuju bathtub dan membantunya untuk duduk di dalam bathtub.
"Untuk sementara biarkan Kyungsoo di dalam bathtub. Aku akan menelpon ambulans." Kata Suho dengan nada tenang
"Arasseo." Jawab Kai
Suho langsung keluar kamar mandi dan menutup pintu.
"Kalian berempat, cepat siapkan handuk dan selimut untuk Kyungsoo. Aku juga minta agar ada yang menyiapkan minuman untuk Kyungsoo. Aku akan menelpon ambulans." Perintah Suho pada Chen, Chanyeol, Sehun dan Tao.
"NE!" jawab mereka berempat kompak
Mereka langsung mengerjakan tugas mereka dengan bersemangat karena sesungguhnya mereka sangat khawatir pada Kyungsoo. Member yang lain pun ikut sibuk membantu mempersiapkan benda-benda yang dibutuhkan Kyungsoo.
Sementara itu Kai tak bisa kemana-mana dan hanya bisa mendampingi Kyungsoo yang kini sangat lemah tak berdaya. Bibirnya memutih dan wajahnya pucat pasi. Sesekali ia menggeram rendah ketika rasa sakit mulai menyerang perutnya. Kai sudah mengisi bathtub dengan air hangat. Ia takut sekali kalau Kyungsoo sedang sakit karena perbuatannya. Ia meringis melihat bentuk rektum Kyungsoo yang tak karuan dan terus mengeluarkan darah.
"Hyung, semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk padamu. Mianhae karena aku sering menyakitimu. Mianhae…" Kai tidak bisa menahan airmatanya. Ia menangis melihat Kyungsoo yang begitu lemah di hadapannya.
Kai berharap bahwa apa yang terjadi pada Kyungsoo saat ini bukanlah akibat dari perbuatannya yang tidak kenal waktu dan tempat saat membobol hole Kyungsoo yang sangat menggoda untuknya.
.
.
.
.
.
.
"Jongin-ah… Andwae, jangan disini. Nnghhh…."
Kyungsoo menggeliat pelan mencoba menolak kecupan Kai di lehernya. Tak jarang kecupan itu berubah menjadi jilatan dan lumatan. Kyungsoo hanya berharap agar perbuatan Kai tidak meninggalkan bekas yang terlalu kentara di leher putihnya.
CUP!
CUP!
CUP!
Kai terus saja mengecup dan menciumi leher Kyungsoo. Bahkan kini namja berkulit tan itu sudah berhasil menanggalkan atasan Kyungsoo.
"Nngghhh… Kaiihh…! Cukup!" Kyungsoo mencoba menghentikan Kai sebelum semuanya terlambat.
"Just a quickie, ne?" pinta Kai dengan nada seduktif tepat di telinga Kyungsoo
Kyungsoo bergidik. Ternyata ia terlambat. Kai sudah terlanjut terbakar birahi dan tak ada yang dapat ia lakukan selain pasrah di bawah kungkungan namja yang lebih muda darinya itu.
"Ahhh…" desah Kyungsoo saat Kai mengemut puting mungilnya
"…" Kai menjilati dada Kyungsoo yang cukup berisi untuk ukuran seorang namja
Kyungsoo merutuki dirinya yang tidak pernah bisa menghentikan kemesuman Kai. Jika sifat mesum Kai muncul di waktu dan tempat yang tepat, mungkin Kyungsoo bisa mentolerirnya. Namun karena saat ini mereka sedang melakukan pemotretan, ia sangat kesal pada Kai yang dengan santai mengajaknya ke toilet dan berakhir seperti ini.
Entah sejak kapan tubuh Kyungsoo sudah menempel di dinding bilik toilet dengan posisi pantat menungging menghadap Kai.
"Mmpphh…!" Kyungsoo menggigit bibirnya ketika benda kebanggaan Kai memasuki lubangnya yang kering tanpa pelumas apapun. Rasanya begitu perih dan panas, apalagi Kai sama sekali tidak melakukan foreplay apapun di lubangnya.
"Mian babe, aku sudah tidak tahan. Ahh…" geram Kai sambil menggerakan tubuhnya maju mundur hingga penisnya timbul tenggelam di anus Kyungsoo.
Kyungsoo mati-matian menahan desahannya agar tidak ada yang mendengarnya dari luar. Ia takut jika ada yang memergoki mereka sedang melakukan perbuatan mesum di toilet, terlebih apabila orang itu bukan manajer maupun member EXO.
Tubuh mungil Kyungsoo tersentak-sentak ke depan. Suara kecipak yang dihasilkan oleh tubrukan pantat Kyungsoo dan paha Kai menjadi satu-satunya suara yang memperpanas kegiatan mereka. Tak ada satupun yang mendesah nyaring dan setidaknya hanya mengeluarkan desisan nikmat.
"Eerrmmhhh…" Kai menggeram rendah saat puncak kenikmatannya datang.
Kai menyemburkan seluruh semennya ke dalam lubang sempit Kyungsoo. Setelah itu ia langsung melepaskan penisnya dan memakai kembali pakaiannya.
"Ahh…" Kyungsoo ternyata juga baru saja mengeluarkan spermanya. Tubuh kecilnya itu bergetar, membuat Kai tak tega dan langsung memeluk dan mengecup kening Kyungsoo.
"Jangan khawatir, jagiya… Aku ada disini." Kai tersenyum lembut dan mengecup singkat bibir Kyungsoo.
Kai segera mengambil tissue dan membersihkan sisa-sisa semennya yang mengalir di sekitar paha Kyungsoo. Dengan penuh kelembutan, ia membantu Kyungsoo memakai bajunya dan membersihkan pula sperma Kyungsoo yang berceceran di lantai dan dinding dengan menyiramnya.
Kai memang selalu bisa meredakan kekesalan Kyungsoo. Seberapa salahnya Kai karena ia telah menyetubuhi Kyungsoo tanpa peduli tempat dan keadaan—bahkan mereka tidak pernah menggunakan kondom saat bercinta—namun Kyungsoo tak akan pernah bisa marah pada Kai. Kai akan selalu memperlakukannya dengan lembut dan penuh cinta setelah mereka habis bercinta dan itu akan membuat Kyungsoo berhneti kesal dan tidak jadi memarahinya.
.
.
.
.
.
.
.
"MWO? TIDAK ADA AMBULANS YANG BISA DATANG SAAT INI?" seru Suho tak percaya
"Mianhamnida, tapi ambulans kami kebetulan sedang terpakai semua karena ada kebakaran di Apartemen Gyeongbok. Anda bisa mengantar si sakit dengan mobil pribadi anda kesini. Jeongmal jwiseonghamnida."
TUT TUT TUT…
Sambungan telepon dimatikan secara sepihak oleh rumah sakit. Suho menggeram marah. Ia tidak menyangka bahwa ada rumah sakit yang tidak dapat menyanggupi panggilan dari pasien yang butuh ambulans.
"Wae?" tanya Lay dengan nada cemas
"Ada kebakaran di suatu tempat dan mereka tidak bisa mengirim ambulans. Eottheokke?" tanya Suho putus asa.
"Ne..? Apa kau tidak bisa menghubungi rumah sakit lain?" Lay mencoba membantu Suho dengan memberikan alternatif lain
"Itu adalah rumah sakit terdekat dan aku tidak punya kontak rumah sakit lainnya. Ugh… Kepalaku…" Suho memijit kepalanya yang sakit karena terlalu pusing memikirkan Kyungsoo dan keselamatannya. Mau bagaimanapun, Kyungsoo adalah salah satu member yang sangat ia sayangi.
"Aku punya kontak rumah sakit lain yang tidak begitu jauh. Hanya 45 menit dari sini." Kata Chanyeol bersemangat
"Cepat hubungi mereka untuk segera mengirim ambulans kesini." Pinta Chanyeol
"Ne!"
Chanyeol segera menghubungi rumah sakit itu dan meminta agar segera mengirim ambulans. Sementara itu Suho mencoba menghubungi manajer mereka dan mengabarkan bahwa Kyungsoo sedang sakit.
"Ambulans akan datang dalam 30 menit." Ucap Chanyeol dengan raut wajah meyakinkan.
.
.
.
.
.
.
.
"HIKS… AAANNGGHHHHHHHH! UUUUHHH!" Kyungsoo terus saja menjerit seperti seorang ibu yang akan melahirkan.
"Bertahanlah Kyung, sebentar lagi ambulans akan datang. Fighting!" kata Xiumin sambil menggenggam tangan kiri Kyungsoo.
"AHHAHHH… ADA SESUATU… ANNNGGHHH! YANG KELUAR!" Kyungsoo menatap selangkangannya yang terhalang air keruh akibat darah yang keluar dari rektumnya. Pandangannya mengabur karena terlalu lelah. Ia tak mampu mengenali apa yang mengganjal di rektumnya.
"Huh… Eottheokke? Kyungsoo bajumu sudah basah, kau harus melepasnya." Kata Baekhyun
Kyungsoo menggangguk dan membiarkan Baekhyun membuka bajunya. Ia mencoba mengatur napasnya yang tersengal. Ia tak mampu menggambarkan rasa sakit apa yang ia rasakan saat ini. Ia pikir ia mungkin akan segera mati.
"Hyung, kau pasti kuat. Aku percaya padamu." Kai mengecup tangan kanan Kyungsoo yang ia genggam.
"Neehhh…" Kyungsoo tersenyum singkat dan mengangguk pelan
"Kyung, aku akan mengambilkanmu minum. Tunggu ne?" kata Xiumin sambil meninggalkan kamar mandi
"Aku juga akan mengambilkanmu baju ganti dan handuk." Ucap Baekhyun menyusul Xiumin
Kyungsoo menggigit bibirnya. Perutnya semakin mulas dan rektumnya benar-benar perih, seperti terbakar.
"HIKS APO! EEEMMHHHHHHH! HUH HUH HUH AAAAAHHHHHHHHH!"
PLOP!
"OMO!" seru Kai sambil menangkap sesuatu yang keluar dari rektum Kyungsoo
"Hiks, itu apa Kai?" Kyungsoo menangis namun disisi lain ia lega karena rektumnya sudah tidak terganjal sesuatu lagi.
"Ini bayi, hyung! INI BAYI! OMO!" kata Kai dengan nada nyaring.
Segera diangkatnya bayi yang membiru itu dan langsung ia berikan pada Kyungsoo. Kyungsoo tidak benar-benar sadar atas apa yang terjadi. Ia masih bingung dan terus menangis sambil memeluk sebuah makhluk mungil yang masih tak bergerak dengan sekujur tubuh membiru. Kai meringis dan langsung memberikan 2 helai handuk pada Kyungsoo untuk menghangatkan bayi itu. Dan tak butuh waktu lama, bayi mungil itu langsung menangis kencang.
"OEEKK! OEK!" bayi berjenis kelamin namja itu menangis dengan kencang
"Hiks… Kai… Apa ini bayi? Huh? Hiks… Aegiya…" dengan gerakan lambat Kyungsoo mencoba membungkus bayinya dengan handuk yang Kai berikan dan mendekap bayi itu erat-erat di dadanya.
"Hyung… Bagaimana bisa…?" Kai menatap Kyungsoo dan bayi mungil yang masih menangis itu dengan tatapan tak percaya
"Hiks… Mollayo, Kai.."
Tiba-tiba para member langsung berdatangan dan membelalakan mata mereka saat melihat Kyungsoo sedang memeluk seorang bayi yang mulai tampak tenang di dadanya.
"Kyung…?"
"Bagaimana mungkin…?"
"A—apa ini mimpi…?"
"Uwaaa, bayi!
"Waahhh…"
"Kyungsoo-ya… Kau…?"
"Darimana bayi itu berasal…?"
"O M G !"
Kyungsoo sama sekali tidak mempedulikan reaksi member lain dan hanya menatap bayi yang sedang ia peluk dengan tatapan kagum. Ia masih takjub bahwa yang keluar dari tubuhnya itu adalah seorang bayi. Namun kekagumannya itu tak berlangsung lama ketika rasa sakit mulai terasa kembali di perutnya.
"Kai… Bisa tolong gendong dia? Perutku sakit sekali.." pinta Kyungsoo dengan wajah berkerut
"Ne.." digendongnya bayi mungil yang tali pusarnya masih tersambung di dalam rektum Kyungsoo itu dengan hati-hati.
Kai tak kalah takjub dengan kehadiran anak ini. Karena begitu gemas, secara naluriah ia langsung mengecup pipi bayi mungil itu dan tersenyum lembut menatap bayi yang mulai terlelap itu.
Di sisi lain, Kyungsoo mulai mengedan lagi. Semua member langsung panik dan menghambur kemana-mana. Ada yang masuk ke dalam kamar mandi, ada pula yang menjauh. Mereka masih shock dengan kejadian ini.
"AAAAHHHHHHHH!"
PLOP!
Dengan satu kali dorongan, seorang bayi lain meluncur dengan cepat. Dengan sigap, Xiumin langsung mengangkat bayi kedua itu dan memberikannya pada Kyungsoo yang terlihat begitu lelah. Diberikannya selimut lain pada bayi yang sedang Kyungsoo peluk.
"OEEKK! OEK!" si bungsu yang berkelamin yeoja ini menangis dengan suara yang tak kalah kencang dari si sulung
Tiba-tiba para petugas rumah sakit langsung masuk ke dalam kamar mandi. Dengan sigap mereka segera mempersiapkan alat-alat kebidanan. Salah satu dari mereka kini mengambil penjepit dan gunting untuk menggunting tali pusar bayi pertama Kyungsoo. Yang lainnya mencoba mengambil alih bayi yang sedang dipeluk Kyungsoo untuk ditangani.
Kyungsoo tersenyum singkat pada bayi yang tengah ia peluk. Kesadarannya perlahan berkurang.
"A—aku lelah…" bibir Kyungsoo membiru karena kedinginan. Tubuh mungilnya bergetar. Matanya perlahan mengatup.
"KYUNGSOO!/HYUNG!" seru Xiumin dan Kai sebelum Kyungsoo benar-benar kehilangan kesadarannya.
.
.
.
.
.
.
.
"Jadi sebenarnya apa yang terjadi dengan Kyungsoo, uisanim?" tanya Suho to the point pada dokter yang menangani Kyungsoo.
Saat ini Kyungsoo telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang memadai. Kyungsoo pingsan tak lama setelah bayi keduanya lahir dan langsung di bawa ke rumah sakit dengan ambulans. Kedua bayinya juga ikut dibawa karena keadaan keduanya yang drop. Bayi-bayi mungil itu langsung dimasukan di incubator dan mendapatkan perawatan intensif.
"Rekan anda melahirkan bayi premature. Menurut perkiraan saya, bayi-bayi ini lahir pada minggu ke 35. Ini lebih cepat beberapa minggu dari kelahiran normal. Tidak ada bahaya yang serius bagi rekan anda maupun bayinya. Mereka sehat, namun memang membutuhkan perawatan khusus untuk sementara waktu, terutama bayi yang sulung karena Ia terlalu lama berada di air. Oleh karena itu kami akan terus memantau mereka." Jelas dokter bername tag 'Kim Tak Goon' dengan ekspresi serius
"Maksud saya, bagaimana hal ini bisa terjadi? Kyungsoo itu namja. Kenapa dia bisa melahirkan?" tanya Suho menggebu
"Kami juga masih mencari tahu hal itu, Suho-ssi. Maaf saya belum bisa menjawab pertanyaan anda."
"Kapan Kyungsoo bisa pulih dan pulang?" tanya Kai dengan wajah lesu
"Segera setelah ia sadar. Anda tidak perlu khawatir karena ia hanya kelelahan." Ucap Takgoon sambil tersenyum
"Ne." Kai mencoba tegar dan membalas senyuman dokter itu.
"Kalau boleh tahu, siapa appa dari bayinya?" kini dokter itu menatap pada seluruh member yang ada di sana dengan tatapan penasaran.
"Jeoyo.." ucap Kai pelan
"Ah… Geureohguna.. Chukhahamnida, Kai-ssi. Saya permisi." Dokter itu menepuk pundak Kai dan tersenyum lalu berlalu meninggalkan mereka.
Setelah itu suasana begitu hening. Mereka semua diam sambil berpikir keras, terutama sang leader yang bingung harus melakukan apa selanjutnya terhadap bayi-bayi itu. Tiba-tiba salah satu dari mereka mengeluarkan suaranya.
"Kai-ya… Kau sangat hebat bisa membuat seorang namja hamil dan melahirkan anak kembar." Kata Tao.
Yeah, kau benar Tao.
Setidaknya itulah pikiran para member.
.
.
.
.
.
.
.
.
#THREE YEARS LATER
"APPAAAAAAA!" teriakan 2 anak kembar terdengar membahana di dorm EXO.
"JONGSOO-YA!"
"INSOO-YA!"
Hari ini jadwal mereka berkunjung ke asrama dimana orangtuanya tinggal. Ya, sudah 2 tahun ini mereka tinggal di rumah orangtua Kai. Mereka hanya akan tidur di dorm EXO ketika EXO tidak sibuk. Sebagai orangtua, Kyungsoo dan Kai sangat sedih karena harus berpisah dengan anak-anak mereka. Namun demi karier dan kebahagiaan si kembar, mereka rela menjalani hal ini meskipun menyakitkan.
Si sulung, namja yang begitu ceria diberi nama Kim Jongsoo. Sedangkan si bungsu yang mungil dan pemalu diberi nama Kim Insoo. Mereka berdua tumbuh dengan sehat. Nenek mereka benar-benar merawat mereka dengan sangat baik. Kyungsoo sangat bersyukur karena Jongsoo dan Insoo tumbuh dengan baik meskipun sebagai ibu, ia tidak bisa 24/7 jam selalu mengawasi dan menjaga anak-anaknya.
"Appa…" si mungil Insoo memeluk tubuh Kai dan langsung menyembunyikan wajahnya karena malu.
Insoo memang pemalu dan sangat manja pada Kai. Benar-benar tipikal anak bungsu impian. Jongsoo sendiri adalah anak yang kuat dan ceria. Ia sangat dekat dengan Chanyeol dan Baekhyun sejak masih bayi sehingga sifat ceria dan menyenangkan bisa jadi menurun dari Chanyeol dan Baekhyun sebagai orangtua baptis mereka.
"Eomma…!" Jongsoo berteriak kegirangan saat melihat eommanya mendekat dan menggendongnya.
"Appa. Bilang 'appa'." Ucap Kyungsoo mengajari Jongsoo untuk memanggilnya 'appa'.
Meskipun ia yang melahirkan mereka, namun Kyungsoo lebih suka dipanggil appa karena ia adalah namja. Sayangnya sejak mereka kecil, mereka sudah terbiasa memanggilnya eomma sehingga tak ada gunanya mengajari mereka untuk mengganti panggilannya.
"Chileo! Eomma~! Eomma!" Jongsoo mengerucutkan bibirnya
"Aigoo…" Kyungsoo yang gemas langsung mengecup bibir Jongsoo
"Eomma neomu yeppeo. Hihihihi…" Jongsoo terkekeh.
Ia selalu menyebut Kyungsoo cantik setelah namja mungil itu mengecup bibirnya. Sepertinya tingkah Jongsoo yang ini diwariskan langsung dari Kai. Jelas saja ini salah Kai karena Kai yang mengajari Jongsoo untuk melakukannya. Kyungsoo hanya tertawa melihat tingkah anak sulungnya yang semakin pandai ini.
"Insoo-ya… Oppa punya hadiah untukmu…" bujuk Sehun pada Insoo yang benar-benar masih memeluk erat Kai.
"Sehun-ah, bukan oppa tapi samchon." Kai memperingatkan
"Ani, aku masih muda dan lebih cocok dipanggil oppa." Elak Sehun
"Mmm…" Insoo menggeleng dalam pelukan Kai
"Lihat, Insoo tidak mau." Kata Kai
"Ya…. Insoo-ya… Oppa akan memberikan boneka ini untuk Insoo." Sehun tersenyum senang ketika anak perempuan manis itu mulai menoleh ke arahnya dan terlihat tertarik pada boneka berwarna pink yang dipegang Sehun.
"Jinjja?" suara Insoo yang begitu menggemaskan terdengar sangat lucu di telinga Sehun dan Kai
"Ne. Tapi Insoo harus ppoppo Sehun oppa dulu ya." Kata Sehun sambil mendekatkan pipinya ke bibir Insoo
"…" Insoo mengecup pelan pipi Sehun
"Kalau begitu boneka ini sekarang milik Insoo." Sehun menyerahkan boneka mungil yang ia pegang kepada Insoo yang masih setia berada di gendongan Kai.
Insoo menyambutnya dengan gembira. Ia terlihat sangat suka dengan boneka pemberian Sehun. Yeoja mungil itu memeluk erat dan sesekali mencium boneka itu seolah-olah boneka itu sangat berharga untuknya.
"Insoo harus bilang apa pada Sehun ahjussi?" tanya Kai
"Kamsahamnida ahjussi." Ucapnya dengan pipi memerah.
Insoo langsung menyembunyikan wajahnya lagi di dada Kai. Insoo memang akan selalu menempel pada Kai sepanjang hari kecuali ketika ia mengantuk. Saat ia mengantuk, ia harus berada dalam dekapan eommanya hingga akhirnya ia tertidur. Ketika Insoo bersama dengan nenek dan kakeknya, ia baru akan tidur ketika neneknya bercerita tentang cerita anak-anak. Insoo memang sangat manja, namun ia pemalu dan tidak banyak berbicara. Ia hanya tersenyum, tertawa dan berbicara seperlunya. Kebalikan dengan Insoo, Jongsoo adalah anak yang lincah, ceria dan tidak bisa diam.
"Jongsoo-ya.." panggil Chanyeol.
"APPA!" dengan enteng Jongsoo langsung turun dari gendongan Kyungsoo dan mendekati Chanyeol
"Uwahh… Jongsoo sekarang sangat berat, ne?" Chanyeol menggendong Jongsoo
"Ne appa. Jongcoo makan banyak cekali sampai pelut Jongcoo endut." Celoteh Jongsoo dengan gaya khas anak kecil yang begitu polos dan menggemaskan
"Good boy! Jongsoo harus makan yang banyak supaya sehat, ne?" Chanyeol mengecup pipi gembul Jongsoo dan memberikannya pada Baekhyun.
"Chanyeol-ah, aku tidak bisa menggendong Jongsoo." Baekhyun memperingatkan.
Ia kini tengah mengandung 5 bulan dan ia tidak ingin janinnya terganggu karena ia menggendong anak seberat Jongsoo. Kali ini seluruh member EXO sudah waspada dan mereka tidak terkejut lagi dengan kehamilan Baekhyun.
"Hehe, mian Baek. Aku lupa." Chanyeol menyengir
"Appa, Baekhyun eomma juga endut." Jongsoo tertawa
"Ne, disini ada aegi. Ada adikmu, Jongsoo-ya…" Baekhyun tersenyum sambil mengelus perutnya yang buncit
"Jinjja?" mata Jongsoo berbinar. Ini pertama kalinya ada aegi yang berada di dalam perut orang yang dikenalnya.
"Ne. Jongsoo mau berbicara dengan dongsaeng?" tawar Baekhyun
"NE!" serunya bersemangat
Chanyeol segera menurunkan Jongsoo dan membiarkan anak itu mengelus perut istrinya. Dicurinya sebuah ciuman di pipi Baekhyun.
"Eomma… Apa dicini benal-benal ada aegi?" Jongsoo mengelus-elus perut Baekhyun dengan takjub
"Ne. Kau bisa mengajak dongsaeng untuk berbicara denganmu, Jongsoo-ya.." Baekhyun tersenyum melihat tingkah Jongsoo
"Aegi… Aegi adalah dongcaengnya Jongcoo… Dongcaengnya Incoo juga. Hmm… Nanti kita main bola ya? Tapi kalau mau main boneka juga boleh, tapi main bonekanya dengan Incoo." Jongsoo mengelus-elus perut Baekhyun dengan sayang
"Sudah ne? Dongsaeng sudah capek dan ngantuk. Nanti dia akan main lagi dengan Jongsoo. Dongsaeng sudah mau tidur dulu." Ucap Baekhyun
"Annyeong dongcaeng…" CUP! Dikecupnya perut buncit Baekhyun dengan penuh kasih sayang.
"Aigoo, Jongsoo pintar sekali ne?" Lay mengekus kepala Jongsoo dengan lembut. Ia tertarik dengan tingkah Jongsoo yang terlihat sangat sayang dengan bayi yang sedang dikandung Baekhyun.
"Hihihihi!"
Jongsoo kini langsung berlari menghampiri Kyungsoo yang sedang menggendong Insoo yang sudah sangat mengantuk. Kyungsoo menyanyikan lullaby untuk Insoo agar anak bungsunya itu cepat terlelap, namun Jongsoo menarik-narik celananya.
"Wae?" tanya Kyungsoo dengan suara berbisik
"Eomma, Jongcoo mau ppoppo Incoo." Jawab Jongsoo juga dengan bisikan
"Arasseo." Kyungsoo merendahkan gendongannya agar Jongsoo bisa mencapai wajah Insoo.
CUP!
Dikecupnya pipi gembul Insoo dengan penuh kasih sayang.
"Jamjayo Incoo." Jongsoo mengelus dahi Insoo penuh kasih, lalu berlari lagi menuju Tao, Chen, dan Suho.
CUP!
Sebuah ciuman lembut mendarat di pipi tembam Kyungsoo. Dilihatnya Kai sedang tersenyum manis padanya. Kai melumat bibirnya secara singkat, lalu mengecup pipi Insoo yang sudah terlelap. Sambil tersenyum manis padanya, Kai berkata.
"Gomawo, jagiya. Saranghae…"
.
.
.
.
.
.
.
KKEUT!
.
.
.
.
.
.
.
THE END!
HOW DO YOU THINK GUYS?
Untuk masalah istilah kesehatan dan kedokteran, aku benar-benar Cuma menjelaskan seadanya karena aku anak sosial dan nggak familiar dengan istilah milik ilmu eksak.
So, maafkan author hina ini, ok?
Oiya, buat yang nggak tahu apa itu bapak baptis, penjelasannya simple kok.
Itu lho, tahu kan Sirius Black di Harry Potter?
Dia itu bapak baptisnya Harry. Yah, kira-kira gitu sih gambarannya…
Kalau masih tetep nggak ngerti, bisa tanya mbah Google.
Nanya personal juga boleh kok, nanti aku balas lewat PM.
Maaf untuk update yang terlambat ini.
Semoga sudah pada puas ya?
Dan aku gak akan bikin sequel.
Silahkan request FF di kotak review beserta couplenya.
Tapi yang official couple yaa…
SO, LET'S REVIEW!
XOXO
