Hyunjin lupa. Kapan ia mulai membenci Seungmin.

Sekalipun, Hyunjin selalu menghindari atensinya dari Seungmin. Maka akan ada berbagai cara yang menyatukan tatapan mata mereka.

Mari kita katakan sekali lagi; Hyunjin yang bodoh.

—jangan bosan untuk terus mengatainya bodoh.

Kenapa?

Bayangkan. Di sekian banyaknya orang-orang terdekat Seungmin, tidak ada satupun yang berani membencinya. Bahkan, jika orang itu baru saja mengenali sosok Seungmin, sebuah sugesti untuk tidak membenci akan terbesit begitu saja.

Siapa yang berani menaruh perasaan benci pada sosok yang begitu polos dan jujur?

Jawabannya, hanya orang bodoh yang berani melakukannya.

Ia memiliki pembawaan yang begitu ceria sehingga disenangi banyak orang. Ia sangat jujur sehingga tidak ada satupun yang berani mengusiknya, apalagi sampai berani melukai perasaannya.

Hanya Hyunjin.

Hanya Hyunjin yang berani menaruh perasaan benci yang besar. Hanya Hyunjin yang berani melukai perasaan Seungmin. Hanya Hyunjin yang tidak senang akan keberadaan Seungmin.

.

Beralih pada sudut pandang Hyunjin.

Semua tahu. Hyunjin itu dingin. Tidak tersentuh. Ia memiliki aura yang sangat menyeramkan mungkin?

Seperti,

jangan dekati aku jika tidak ada keperluan. Jangan berbicara hal konyol di dekatku. Aku ingin sendiri.

Begitu.

Semua juga tahu. Hyunjin bukan dari keluarga yang harmonis. Walaupun ia pernah merasakan hangatnya kasih sayang dari keluarga waktu kecil. Sudah sangat lama, tentu saja.

Ia memiliki seorang Ayah penjudi.

Dan Ibunya yang selalu bekerja tak kenal waktu.

Hyunjin kesepian?

Ya. Ia kesepian. Tapi ia selalu mengelak. Mengatakan bahwa ia sama sekali tidak merasa sepi.

Mungkin, kita bisa memberinya predikat sebagai orang terkuat dalam menghadapi cobaan hidup.

Tapi ingat saja. Semua pasti ada batasannya.

Sangat sulit untuk mendapatkan kepercayaan seorang Hwang Hyunjin.

Coba tanya padanya, siapa yang ia percayai?

Jangan mencemooh. Hyunjin memiliki pemikiran yang unik.

Ia tidak percaya pada siapapun di dunia ini. Bahkan keluarganya. Ia sama sekali tidak mempercayai mereka.

Karna, terakhir kali Hyunjin percaya pada sosok yang ia kenal dekat, kepercayaannya dipatahkan begitu saja.

Bahkan rasa sakit itu masih terasa nyata di hatinya. Hanya saja, air matanya sudah tak lagi bisa ia keluarkan.

Hyunjin pernah berjanji tidak akan menangis lagi setelah kepercayaannya berhasil dipatahkan. Dan jika ia menangis, pastikan penyebabnya adalah hal yang benar-benar membuatnya merasa sakit yang luar biasa.

Jangan percaya siapapun— Sugesti yang Hyunjin bisikkan di malam hari pada dirinya.

Hanya satu.

Tuhan.

Ia hanya percaya pada Tuhan.

.

Alasan mengapa Hyunjin membenci?

Begini. Mulai dengan perlahan-lahan. Jangan terburu-buru.

Seungmin memiliki segalanya. Ia memiliki orangtua yang begitu penyayang. Dan seorang kakak yang menjaganya dengan lembut dan tulus.

Kenalkan, Kim Chan. Anak Sulung dari keluarga Kim.

Hyunjin hanya beberapa kali melihat Kakak Seungmin. Tapi Hyunjin bisa menilai. Chan sangat menyayangi Seungmin sebagai adik kecilnya. Si sulung yang selalu menjaga si bungsu.

Seungmin memiliki teman yang sangat menyayanginya. Seungmin memiliki sahabag yang sangat dekat dan selalu menjadi sandaran Seungmin.

Bahkan ia memiliki awan yang melindungi langkahnya. Seakan-akan tidak akan membiarkan matahari menerpa kulit mulusnya.

Seungmin memiliki segalanya.

Namun Hyunjin tidak.

Menangkap apa alasannya?

.