Girlfriend

Naruto milik Masashi Kishimoto Boku No Hero milik Horikoshi

SakuraCentric

Dont like dont read!

Happy reading^^

.

.

.

"Ba-bakugo..." Ino menganga sambil menunjuk-nunjuk Bakugo

Bakugo mendekati Sakura "Kenapa line ku tidak dibalas?" Tanya Bakugo

Sakura? Jangan ditanya dia sudah merinding disko melihat tatapan membunuh Bakugo.

"A-a-a-a-a-a-aku tidak membuka lineku.. jadi aku tidak melihat pesanmu maaf.." Sakura menundukkan kepalanya

Bakugo tersenyum "Tidak papa, tapi jangan pergi dengan manusia setengah itu ya? Aku tidak mau pacarku ini ternodai oleh si manusia setengah." Ucapnya sambil mengelus lembut rambut Sakura

"Sayangnya dia juga pacarku."

"TODOROKI SHOTO!" Ino menutup mulutnya sepertinya dia harus merekam semuanya karna nanti pasti akan jadi drama yang bagus

"HAH! NGAPAIN KESINI LO MANUSIA SETENGAH GANGGU GUA BERDUAAN AJA LO!"

'Trus daritadi saia disini tidak dianggap toh.' Batin ino miris

"Aku Cuma kebetulan lewat dan melihat kekasihku sedang bersama MAHLUK ANEH Jadinya kudekati, ternyata kau toh." Kata Shoto dengan santai sambil memasukkan tangannya di saku celana

Bakugo tersenyum menyeramkan "KE-KA-SIH-MU? JELAS-JELAS DIA ITU MILIKKU MANUSIA SETENGAH, SEENAKNYA SAJA KAU MENGATAKAN HAL-HAL PALSU!"

Shoto tetap pada sikap coolnya. Dia mendekati Sakura "Kau tak apa? Apa dia menyakitimu? Jangan takut ada aku kok." Ucapnya

'Sakura aku bangga menjadi sahabatmu.' Ino membantin kembali

"A-anoo... Aku ada urusan dengan Ino jadi aku harus pergi.." Sakura mulai perlahan mengode Ino

Tapi Ino hanya diam sebelum "Ah! Aku lupa aku ternyata ada urusan di ruang osis! SAKURA AKU PERGI DULU JYAAAAA!" Dengan secepat kilat Ino berlari meninggalkan Sakura dengan kedua emm pacarnya itu

"Sepertinya temanmu itu sedang sibuk. Biar kuantar ke kelas."

Shoto mulai menarik tangan Sakura tapi ditahan oleh Bakugo.

"Dia akan pergi bersamaku." Kata Bakugo

"Tapi aku tidak akan tenang bila Sakura bersamamu. Dan juga banyak orang jaha disini-"

"Beraninya kau!"

"Kau contohnya."

Wajah Bakugo sudah merah "KAU! KAU BENAR-BENAR MAU DIPUKUL OLEHKU YA?!"

Sakura sudah tidak tahan melihat hal seperti ini. Dengan keberaniannya dia dengan lambat berjalan menjauhi Bakugo yang masih berteriak kasar kepada Shoto yang hanya diam saja.

"SUDAH CUKUP! AKU MALAS BERDEBAT DENGAN PATUNG SEPERTIMU AYO SAKU-"

Bakugo terdiam. Mana Sakura yang disampingnya tadi?
"SAKURA MANA!?"

/

"Ohayo Sakura-chan! Tumben datangnya cepat biasanya lama?" Tanya Uraraka sambil menghampiri Sakura

Sakura menyimpan tasnya di bangkunya lalu duduk dan menenggelamkan wajahnya di meja "Aku lelah sekali.." Ucap Sakura

Uraraka menatap Sakura bingung "Kenapa memangnya?" Tanya Uraraka dengan wajah polos

"AAAAAH! Kenapa bisa seperti ini sih? Padahal dulu tenang-tenang saja bahkan dibilang hambar kenapa sekarang jadi begini?" Sakura meremas rambutnya frustasi

Wajah Uraraka yang awalnya polos sedikit demi sedikit kini berubah "JANGAN-JANGAN GOSIP ITU BEN- HMPPPPPHHH!" Sebelum Uraraka menyelesaikan ucapannya Sakura sudah membekap mulutnya lebih dahulu

"Sssstt.. kau terlalu berisik. Kenapa sih orang-orang pada berisik si Ino-babi juga berisik tadi."

"WOIII DUDUK SENSEI DIJALAN WOI!"

/

"Sakura ke kantin yuk."

Sakura menganguk "Bentar." Sakura mulai memasukkan bukunya kedalam tasnya

"SAKURA!/Sakura."

Semua yang berada didalam ruangan itu kini berfokus kepada satu titik dimana 2 mahluk hidup (pastinya) didepan pintu kelas mereka.

"Ka-KAACHAN!"

"HEH MANUSIA SETENGAH NGAPAIN KESINI LU?"

"Aku kesini tidak ada urusannya denganmu."

Wajah Bakugo merah tangannya mengepal sudah siap memukul pria di hadapannya jika tidak ditahan Midoriya.

"Kaachan, tenanglah." Midoriya sekuat tenaga menahan Bakugo yang sudah membara

"MINGGIR DEKU INI URUSANKU DENGAN SI MANUSIA SETENGAH ITU!"

Shoto menatap remeh Bakugo "Hmph. Sakura ayo pergi." Ujar Shoto sambil menarik tangan Sakura yang tidak tahu pasti sudah berada di sampignnya

"E-eh?"

"SIALAN!"

TBC

No koment deh'0'

Moga aja gak aneh :V

Ra