Title : Truly YOU
Author : DesySeungho ShawolShinee
Genre : Romance, Comedy
Cast: Park Ji Yeon (T-ara), Yoo Seung Ho (actor), Lee Hong Ki (FT. Island), Jung Yong Hwa (CN Blue), Kim So Eun (actress)
Length : chaptered
Main Backsound : Breathless by Shayne Ward
Chapter 4 :: He saved me again...
-Ji Yeon pov-
Aku berjalan dengan santai menuju gerbang sekolah. Hari ini Hong Ki nggak pulang bareng aku. Entahlah, tadi dia lari ngibrit setelah bel pulang berbunyi. Aku melihat ada segerombolan anak nakal di dekat tiang listrik. Mereka menatapku dengan tatapan yang... ah, aku nggak bisa menafsirkannya. Aku mempercepat langkahku tanpa memandang mereka. 'Aisssh, kenapa mereka melihatku dengan tatapan seperti itu.'
Tiba-tiba bahuku ditepuk seseorang, aku refleks berhenti. 'Aighoo~ ! Tangan siapa itu? Hiks hiks,' Aku menoleh dengan takut-takut.
"Waah, yeoja ini cantik juga!" kata salah satu anak nakal tadi. Dia mencengkeram tanganku. Hong Ki ya~ … kau dimana sih? Aku takut…
"Kalian siapa..?" tanyaku takut-takut.
"Serahkan tas-mu!" gertak namja yang terlihat paling tua.
"Nggak mau!" seruku mencoba berani.
"Hyung! Apa kita harus memukulnya?" Namja yang berambut pirang bertanya pada namja yang paling tua. Aku berusaha melepaskan tanganku dari cengkeraman mereka.
"Serahkan saja tas-mu, lalu kau akan ku bebaskan!" gertak namja itu lagi. Aku memejamkan mataku melihat tangan namja yang paling muda itu melayang ke wajahku. Tasku kulepaskan begitu saja.
Bak! Buk! Bak! Buk!
Terdengar suara orang berkelahi. Aku masih menutup mataku dengan erat. Tanganku masih dicengkeram oleh salah satu dari namja nakal itu. Tiba-tiba tanganku dilepaskan dengan kasar oleh namja yang daritadi mencengkeramku, aku jatuh tersungkur. Sebentar kemudian sebuah tangan menarikku lari.
Aku nggak berani membuka mataku. Entahlah, aku nggak tau tangan siapa yang menarikku lari ini. Aku hanya bisa pasrah, mungkin saja orang yang membawaku lari ini salah satu dari anak berandal tadi. Omo~ … Rasanya aku udah nggak kuat berlari. Orang yang membawaku lari tiba-tiba berhenti, membuatku menabrak punggungnya.
"Babo! Kenapa daritadi kau menutup mata terus? Buka matamu!" suara ketus bin cuek itu mengagetkanku.
"Kau siapa? Kau anak berandal yang tadi? Jangan sentuh aku," kataku sambil merapatkan mataku. Pergelangan tanganku dilepaskan olehnya.
"Aisssh…! Makanya buka dulu matamu. Baru kau bisa tau siapa aku! Bodohnya kau ini."
Aku memberanikan diri untuk membuka mataku. Wajah namja itu samar-samar terlihat olehku. Aku mengerjap-kerjapkan mataku.
"Seung Ho ya~?" kataku heran.
"Nih tasmu," Seung Ho menyerahkan tas merahku. Aku masih nggak percaya. Yoo Seung Ho, namja yang membuatku berdebar saat pertama kali bertemu itu menyelamatkanku untuk yang kedua kalinya. Kyaaaaa~ ! Aku hanya dapat mematung setelah menerima tasku.
"Benar-benar nggak tau terimakasih. Sudah ku selamatkan malah bengong, nggak bilang makasih pula," Seung Ho memasukkan tangannya ke saku lalu berjalan pergi.
"Seung Ho ya~ !" aku mengejarnya, tiba-tiba kakiku terasa nyeri.
"Apa? Mau bilang 'maaf' lagi? Kau selalu bilang maaf, apa hanya kata maaf yang ada di otakmu?" Seung Ho berbalik. *aduhh.. kok Seung Ho jadi cowok cuek bin dingin gini sih ==" - author ditimpuk sandal swallow gara-gara yoo-pies nggak setuju lo seung ho jadi cowok cuek*
"Bukan.. Maksudku, gomawo," kataku sambil meringis kesakitan dan berjalan tertatih-tatih ke samping Seung Ho.
"Kau terluka?" Seung Ho memandang kakiku.
"Ahh, mungkin terkilir gara-gara jatuh tadi," aku menyentuh pergelangan kakiku. 'Aneh, kok nggak sakit ya?'
Seung Ho menarikku dan mendudukanku di bangku taman dekat tempat berdiri kami yang tadi. "Lututmu berdarah tau!" Seung Ho jongkok di depanku kemudian mengeluarkan botol air minumnya, sapu tangan dan sebuah hansaplast. Aku hanya bengong dan menahan nafasku yang semakin memburu. Jantungku berdetak kencang. 'Kyaaaa…. Dia keren banget sih!" teriakku dalam hati. *Backsound: Lovely Day* *author mimisan kalau ngebayangin jadi Ji Yeon - bletak ! di lempar batu sama readers*
Seung Ho membasuh lututku yang terluka dengan air minumnya. Membersihkan dengan sapu tangannya dan menempelkan hansaplast di lututku. "Aaaw! Sakit, hiks.. pelan…"
"Diamlah," kata Seung Ho tetap sibuk mengobati lututku. "Nah udah selesai," Seung Ho bangkit dan duduk di sebelahku.
"Seung Ho ya~ sudut bibirmu terluka ,"aku melihat sudut bibirnya sedikit berdarah. 'Mianhae Seung Ho ya~ , kau jadi terluka gara-gara aku'
"Ahh, nggakpapa kok. Besok juga sembuh," Seung Ho menyeka sudut bibirnya dengan jari. *menyeka bibir? Kok kayaknya aneh.. ada bahasa yg lebih cocok nggak ya chingu? ==" *
"Tapi kalau nggak di obati bisa jadi sariawan." *emangnya bener? Hehe ^^v*
"Nanti dirumah pasti ku obati."
-Hong Ki pov-
"Baiklah Hyung, besok kau bisa kerumahku untuk latihan bersama," kataku penuh hormat pada sunbae-ku.
"Ne… Gangsahamnida udah mau bergabung denganku," katanya sambil menyampirkan gitar di bahunya. "Aku pulang dulu ya."
Akhirnyaaaaaa.. aku bisa Nge-band juga ! Saat-saat yang kutunggu! Hehehe… Aku berjalan dengan penuh semangat menuju kelasku. Tapi kelasku terlihat sepi. JiYeon juga udah nggak kelihatan. Aku mengeluarkan Handphoneku dan mendial nomor JiYeon.
-author pov-
'You leave me breathless, you're everything good in my life—" Handphone JiYeon berdering. Hong Ki, nama itu terdisplay di layar Handphonenya.
"Yeobosseo Hong Ki ya~"
"Ji Yeon ah~, kau dimana sih?"
Ji Yeon menatap Seung Ho sebelum menjawab pertanyaan Hong Ki. Seung Ho mengangguk.
"Aku di taman dekat sekolah. Kau tadi dimana sih? Ninggal aku ya?" tanya JiYeon.
"Hmmm… Nanti saja aku jelasin disana. Tunggu aku disana ya?" Klik. Telpon diputus. Seung Ho beranjak dari duduknya.
"Hong Ki ya?" tanya Seung Ho. Aku memasukkan handphoneku ke saku.
"Ne. Dia bilang akan kesini."
"Aratso. Kalau begitu, aku pulang saja. Hati-hati ya?" Seung Ho berbalik dan pergi.
"Gomawo," Ji Yeon tersenyum manis. Ji Yeon mengambil handphonenya lagi dan memotret Seung Ho yang sedang berjalan pulang. Selama menunggu Hong Ki, JiYeon memandangi foto Seung Ho. 'Dari belakang pun dia tetap terlihat gagah' pikir JiYeon.
Sebuah jari menyentuh pipi JiYeon dari belakang. JiYeon menoleh dan mendapati Hong Ki yang nyengir polos.
"Ya! Kau berani menyentuh pipiku yang halus ini huh?" Ji Yeon ganti menekan hidung Hong Ki. Hong Ki malah tambah nyengir. Dia memberi sebotol softdrink ke JiYeon.
"Haus kan? Lagian ngapain sih kau malah kayak orang ilang disini?"
"Gomawo minumnya. Aku tadi—"Ji Yeon menceritakan semua yang dialaminya tadi bersama SeungHo. Hong Ki tersenyum tulus mendengarkan.
"Jadi, sekarang kau mau membelikan sesuatu untuknya? Sebagai tanda terimakasih, begitu?" tanya Hong Ki.
"Ne.. tapi beli apa ya? Aku kan belum akrab dengan dia, ada usul?"
"Apa yaaaa?" Hong Ki mangut-mangut sambik berpikir. "Mending sekarang kita ke mall aja. Nanti pasti ketemu barang yang cocok."
"Asyikkkk! Horeeeee... ! Gajja." Ji yeon menarik lengan baju Hong Ki dengan semangat.
-000-
JiYeon keluar dari kamar mandi. Dia berjalan menuju ruang tamu apartemennya, kemudian meraih bungkusan yang akan diberikan kepada SeungHo. Handphone yang mendisplay hasil potretan Seung Ho dari belakang tergenggam di tangan kanannya dan hadiah untuk Seung Ho ada di tangan kirinya. JiYeon tersenyum, mengambil foto SeungHo yang tadi udah dicetak dan menempelkannya di samping foto Hong Ki.
Ji Yeon memang punya sebuah dinding khusus yang berisi tempelan foto-foto dia dan orang yang memiliki arti dalam hidupnya. Sampai sekarang, dinding itu baru berisi fotonya, Umma dan Uppanya dan Hong Ki. Lama JiYeon memandang foto itu, dia nggak sabar untuk bertemu SeungHo lagi.
Dari seberang apartemen JiYeon, Hong Ki sedang berada di balkon kamarnya dan memandang sebuah kamar di sebuah apartemen. Kamar Ji Yeon...
"Kenapa lampu kamarmu masih terang Ji Yeon ah~? Kau belum tidur?" gumam Hong Ki cemas. 'Huft,,, sepertinya aku bakal punya saingan' pikirnya lagi.
Hong Ki mengetik sms pada Ji Yeon. 'Ji Yeon ah~? Sedang apa? Belum tidur? Tidur gih, udah malam.. ^o^/ '
Handphone JiYeon bergetar. Ji Yeon membuka sms dari Hong Ki dan tersenyum. Ia membalas sms itu. 'Ne.. ini juga aku udah mau tidur kok. Dah Hong Ki ya~ . Jangan lupa buang air kecil dulu kalo mau tidur xP' JiYeon mematikan lampu terangnya sehingga cahaya lampu kamarnya kini redup.
HongKi membalas. 'Ahahaha... Pabo ! Kamu pikir aku masih TK? Sweet dream ^^'
JiYeon hendak membalas sms Hong Ki, tapi JiYeon langsung tertidur begitu mencium bantal. JiYeon tidur dengan wajah tersenyum. Sekitar 15 menitan HongKi menunggu sms balasan dari JiYeon, tapi nggak kunjung masuk juga sms itu. 'mungkin dia sudah tidur' kata Hong Ki dalam hati. Hong Ki menutup pintu balkon dan segera bergelung di kasur kuningnya yang empuk.
To be continued ^^
*Ayo ayo R n R nya donkk.. chapter yg ini belum pernah ku publish disini ^^
Semoga banyak yang penasaran sama endingnya xD
