Title: Truly YOU
Author : DesySeungho ShawolShinee
Genre : Romance, Comedy
Cast : Park Ji Yeon (T-ara), Yoo Seung Ho (actor), Lee Hong Ki (FT. Island), Jung Yong Hwa (CN Blue), Kim So Eun (actress)
Length : chaptered
Main Backsound : Breathless by Shayne Ward
Summary : Nggak ada summary... hehe ^^ Lee HongKi n Jung YongHwa EKSIS ^^ R n R ?
Chapter 5 :: And I've Found My Best Friend
-author pov-
Jiyeon bersenandung riang di depan cermin. Dia menjepitkan pita di rambut panjangnya yang ikal. Kemudian memakai jas sekolahnya dan menyampirkan tas di bahunya. Jiyeon memandang dinding yang terhias foto-fotonya, Umma, Appa dan Hong Ki. Kini disebelah foto Hong Ki tertempel foto seorang namja yang hanya terlihat punggungnya. Namja itu adalah.. Yoo Seung Ho. Jiyeon baru tadi malam menempelkannya. Tampaknya kehadiran Seungho bisa merubah hidupnya. Jiyeon meyakinkan diri bahwa dia memang menyukai Seungho, bukan suka seperti yang dia rasakan saat bersama Hongki, bukan suka yang dia rasakan saat menonton film-filmnya Jang Geun Seok—bintang idolanya. Yaaahh... mungkin, perasaannya pada SeungHo bisa dibilang.. Cinta..
Jiyeon tersenyum saat memandang foto itu. Dia memasukkan bungkusan yang dibelinya untuk Seungho ke dalam tas. "Ohh iyaa, saputangan Yonghwa-sshi.. aku harus mengembalikannya hari ini." Jiyeon berlari kecil ke balkon kamar dan mengambil sapu tangan yang masih menggantung gantungan baju.
-000-
Ting Tong...
Jiyeon memencet bel di rumah Hongki. Hari ini Jiyeon bangun terlalu pagi, sehingga Hongki belum menjemputnya. Akhirnya Jiyeon yang menghampiri Hongki di rumahnya yang ada di samping apartemen tempat Jiyeon tinggal.
"Siapa?" suara seorang ibu terdengar dari dalam.
"Ini Jiyeon, ahjumma.." sahut Jiyeon riang. Pintu perlahan dibuka, seorang ahjumma dengan wajah hangat berdiri di samping pintu.
"JiYeon ah~!" ahjumma itu memeluk Jiyeon penuh kerinduan.
"Ahjumma, aku merindukanmu," kata Jiyeon dengan manja. Ahjumma a.k.a Ibu Hongki membelai rambut Jiyeon sambil mengajaknya ke ruang makan.
"Udah lama kau nggak kesini.. ayoo sarapan disini, kau belum sarapan kan?"
"Baru seminggu yang lalu aku kesini kan ahjumma,,, Gomawo, tapi nanti aja makannya bareng sama Hongki... Hmmm.. Hongki dimana ahjumma?"
"Baiklah, kalau begitu minum dulu cokelat panas ini. Hongki belum bangun tuh, aiissshh.. dia memang anak pemalas," kata ahjumma sambil meletakkan cokelat panas di hadapan Jiyeon. "Bangunkan saja di kamarnya."
"Gomaptta ahjumma," Jiyeon segera meminumnya dan naik ke kamar Hongki.
-000-
-Jiyeon pov-
Sudah lama aku nggak masuk ke dalam kamar bercat kuning cerah ini. Walaupun aku sering main ke rumah Hongki. Tapi sudah dua tahun berlalu sejak aku terakhir masuk ke kamar Hongki. Yaaa.. mungkin karena kami udah gede, jadi ngerasa canggung kan kalau main dikamar cuma berdua. Padahal waktu TK, kamar ini menjadi saksi mati keganasanku terhadap Hongki. Hahaha... Soalnya aku hobby banget main salon-salonan *apa itu.. hahaha* tapi berhubung temenku cuma HongKi, akhirnya aku sering memaksa dia untuk ku jadikan bahan eksperimen, ku dandani rambutnya. Hehe.. Bahkan aku sering memaksanya memakai gaun-ku ketika kami masih kecil. *ketawa devil*
Belum banyak yang berubah dari kamar ini. Kasur kuning empuk kesayangan Hongki masih diletakkan di tengah kamar dan di dinding atas kasurnya digambari sebuah graviti pakai hangeul. *tulisan korea* Artistik memang, tapi sampai sekarang aku masih belum bisa membacanya. Setiap aku tanya tulisan itu berbunyi apa, dia selalu mengatakan, "rahasia, =P suatu saat aku akan memberitahumu! Tapi tidak untuk saat ini," lalu dia memeletkan lidahnya. Graviti itu kayaknya dibuat waktu Hongki kelas VII. Kalau nggak salah setelah dia tanya seperti ini sama aku, "Jiyeon ah~.. kau tau cinta itu kayak gimana nggak? Kau pernah jatuh cinta nggak?" *pertanyaan polos anak umur 12 tahun* aku hanya terkikik geli waktu itu dan menjawab, "aku nggak tau cinta itu kayak gimana.. Kalau cinta itu kayak es krim, aku mau deh jatuh cinta.. Hehe." Aduuhh... aku dulu polos banget sampai kata 'cinta' aja nggak tau.. Hmmm..
Eh, tunggu! Drum? Sejak kapan Hongki punya drum? Di sudut sebelah kanan ada satu set drum yang terlihat masih baru. Sementara Hongki masih meringkuk di kasur kuning cerahnya. Aisshh... Dia memang pemalas.
"Hongki ya~! Ya! Hongki ya~! Bangun Hongki!" aku menepuk-nepuk bahu Hongki. Tapi dia belum bangun juga. "Omo~.. kebo banget sih ni anak!" terpikir olehku untuk mengerjainya. *ketawa devil again*
"Hongki ya~!" teriakku tepat ditelinganya.
"Umma! Jangan bangunin aku! Aku nggak mau masuk sekolah! Aku nggak yakin aku nggak akan kenapa-kenapa kalau aku melihat dia ketemu sama dia hari ini!" Hongki uring-uringan lalu menutup wajahnya dengan selimut. 'Aissshh kenapa sih anak ini?'
"Umma? Dia? Ketemu siapa Hongki?" aku menghujaninya dengan banyak pertanyaan. "Ini aku Jiyeon," aku menarik selimutnya. Hongki membelalakan matanya. Dia menyentuh kedua pipiku dan menggoyang-goyangkannya. Lalu menampar pipinya sendiri.
"Aku sedang bermimpikah?" tanyanya kalang kabut sendiri.
"Gaje deh," kataku dengan cuek.
"Benarkah kau Jiyeon? Jiyeon ah~, kenapa kau bisa disini?" Hongki melompat dari tidurnya dan memelukku. Gayanya seperti anak ayam yang nggak ketemu sama induknya selama berhari-hari. *^^v*
"Aissshh.. Hongki ya~, cepat mandi sana, nanti kita telat masuk sekolah. Pabo~ aku udah jemput kesini tapi kamu malah belum bangun," omelku lalu pergi keluar kamar. Hongki segera ngibrit ke kamar mandi sambil bersiul-siul.
-000-
-author pov-
Jiyeon menunggu Hongki di ruang makan bersama ahjumma. Mereka bersenda gurau seperti Ibu dan anak. Jiyeon memang udah nganggap ahjumma sebagai Umma-nya. Begitupula dengan ahjumma yang menganggap Jiyeon sebagai putrinya. Malangnya, Umma-nya sendiri malah nggak pernah mempedulikannya.
Hongki turun dari tangga dengan seragam lengkap dan menyampirkan tas punggungnya di bahu kanannya. "Jiyeon, mianhae. Kamu jadi nunggu lama."
"Aniya, ini juga masih jam 06.30. Nggak usah terburu-buru," kata Jiyeon lalu meneruskan makan.
"Kau juga makanlah dulu Hongki," kata Umma-nya Hongki penuh perhatian.
Mereka bertiga pun makan bersama.
-000-
-hongki pov-
Dengan sembunyi-sembunyi aku mencuri pandang ke arah Jiyeon yang saat ini ada di sampingku.
"Jepit rambutmu bagus," aku memecah keheningan yang terjadi ketika kami berjalan ke sekolah. Oke, mungkin seharusnya aku bilang seperti ini : 'Jiyeon, kau cantik sekali hari ini' Jangan! Lebih baik begini : 'Setiap hari kau terlihat cantik di mataku Jiyeon' Tapi.. UGH! Sepertinya pita suaraku tiba-tiba mengkeret kalau akan mengatakan hal itu.
Jiyeon melirikku dan tertawa kecil. "Gurraeyo? Gomawo Hongki ya~." Dan parahnya aku cuma bisa menunjukkan cengiran lebarku yang nggak banget itu. 'Pabo' aku merutuki diri sendiri.
"Ah.. Hongki ya~ Sejak kapan kau punya drum?"
Aku terkejut mendengar itu. Darimana dia tahu kalau aku baru saja membeli drum? Apa dia punya mata batin yang bisa menembus dimensi apapun? Jangan-jangan dia juga tau perasaanku padanya gara-gara dia punya mata batin? Memang, pikiranku agak liar dan khayalanku khayal banget. Hehe.. maka aku mencoba berpikir positif kali ini. Tapi aku kan belum memberitaunya? Ahh bingung.. =="
"Tadi waktu di kamarmu aku lihat ada drum baru," katanya memecah imajinasiku yang udah nggak tentu arah. Tunggu.. Jiyeon bicara seakan-akan dia tau apa yang ada dipikiranku. Aaaargggh... ini semakin gila. *imajinasinya menggila segila-gilanya xD* Wait, wait, tadi dia bilang apa? 'Tadi waktu di kamarmu aku lihat ada drum baru' Aihh.. pasti wajahku udah memerah kayak tomat kematengan sekarang, gara-gara aku ke GR-an. Aihh.. Bodohnya, tadi kan memang Jiyeon masuk ke kamarku. Nggak mungkin kan drum sebesar itu aku sembunyikan.
"Aku baru membelinya sebulan lalu. Aku mau ngeband," kataku bangga.
"Benarkah? Waaaaa~ sama siapa aja?" matanya berbinar senang.
"Rahasia," aku memeletkan lidah untuk menggodanya, Jiyeon menekuk wajahnya dan menggembungkan pipinya. "Aku akan mengenalkan anggota bandku padamu, tapi.. kapan-kapan ajah deh. =P Hahahaha," aku memeletkan lidahku lagi dan berlari sampai ke gerbang sekolah.
"Aissshh.. Hongki ya~, tunggu—"
-000-
-author pov-
Jiyeon bertumpu ke lututnya. Nafasnya masih tersengal karena berlari mengejar Hongki tadi.
"Uffhh.. Kau tuh, bikin ngos-ngosan tau.." kata Jiyeon sebal. Hongki meringis lagi. "Kau masuk kelas duluan aja, aku mau ke kamar mandi dulu. Okee?"
"Iya deh. Cepat ya, udah mau bel nih," Hongki melambaikan tangannya pada Jiyeon dan masuk ke kelas. Jiyeon berjalan ke toilet.
Brukk!
Karena tergesa-gesa, Jiyeon nggak melihat jalan dan bertubrukan dengan seseorang. Jiyeon dan orang itu sama-sama jatuh. Jiyeon hendak marah tapi ketika melihat orang yang bertubrukan dengannya, Jiyeon mengurungkan niatnya. *siapa jal?* 'Kok aku belum pernah lihat dia ya?' tanya Jiyeon pada dirinya sendiri.
"Mianhae, mianhae, mianhae," berkali-kali dia meminta maaf pada Jiyeon. Jiyeon pun tersenyum dan ikut membereskan buku yang jatuh.
"Gwaencanna, seharusnya aku yang minta maaf. Mianhae, tadi aku nggak lihat jalan. Ini bukumu," Jiyeon mengangsurkan buku itu ke pemiliknya. "Kau murid baru?"
"Ne.. aku mulai hari ini pindah kesini. Kim So Eun imnida," kata cewek yang bertabrakan dengan Jiyeon tadi sambil tersenyum.
"Park Ji Yeon imnida ^^" balas Jiyeon nggak kalah manis. "Kau nggak terluka kan?"
"Aniya.. Emm, Jiyeon-sshi? Kau bisa menunjukkanku ruang guru?" tanya So Eun.
"Gurrae! Tapi aku mau ke toilet sebentar ya?"
"Gomawo chingu.. aku tunggu disini ya?
Kemudian Jiyeon mengantar Kim So Eun ke ruang guru lalu kembali ke kelasnya.
-000-
-seungho pov-
Bel masuk sudah berbunyi 5 menit yang lalu, tapi gurunya belum masuk juga. Aihh.. aku rugi berapa nih? Kalau siswa harus konsisten masuk jam 7, guru juga donk. Biar adil. Hehehe... aku memang rajin dan pintar. *sombong og pie*
"Anyyonghaesseo!" suara Choi seosaengnim menggema.
"Anyyong seosaengnim," balas anak-anak nggak kalah menggemanya.
"Bapak akan perkenalkan murid baru pada kalian," mempersilahkan murid itu masuk. Seluruh mata tertuju pada pintu kelas. Aihh...memangnya murd baru yang itu namja atau yeoja? Nggak usah teralu dipirin deh ... aku kembali menekuni buku matematika dan mulai mengutak-atik soal.
"Kim So Eun imnida. Senang bertemu dengan teman-teman semua," kata murid pindahan itu. Dia bilang Kim So Eun? Aku segera mendangak dan melihat sosok itu. Sosok Kim So Eun. Yeoja yang selalu ku perhatikan kalau sedang menunggu bis di halte depan sekolah.
"Nah, So Eun.. Kau duduk di dekat Yoo Seung Ho ya?" kata Choi seosangnim sambil menunjukku. Dan So Eun mendekatiku, dia duduk di sebelahku dan tersenyum manis. Omo~ sepertinya aku bakalan nggak konsen belajar nih.
-000-
-author pov-
"Seungho ya~," seru Jiyeon sambil dadah-dadah di balik jendela kelas 2-3, kelas Seungho. Lalu jiyeon masuk ke kelas Seungho dan langsung menghampiri mejanya.
"Seungho ya~ ini untukmu," menyerahkan bingkisan yang kemarin dibeli.
"Apa?" tanya Seungho cuek.
"Bukalah dirumah yaa? Ucapan terimakasih," Jiyeon memandang Seungho dengan riang. Jiyeon melihat ke samping kanan Seungho. Ada Kim So Eun disitu. "O! Kau masuk ke kelas ini So Eun?"
So Eun mendangak, "iyaa.. hehe..."
"Asyiknya bisa sekelas sama Seungho," Jiyeon menggembungkan pipinya. "O! So Eun ah~ ikut aku! Ayo ke kantin, kita jajan!" ajak Jiyeon. So Eun bangkit dari duduknya dan mengikuti Jiyeon.
"Baiklah."
"Seungho ya~.. boleh ya aku memanggilmu 'seobang' , " teriak Jiyeon dari pintu dan tersenyum manis.
"Mwo?" Seungho terkejut.
Dikantin, mereka ketemu sama Jung Yong Hwa. Jiyeon segera menghampiri untuk mengembalikan sapu tangannya. "Yong Hwa-sshi?"
Yong Hwa menoleh dan mendapati Jiyeon berdiri di belakangnya dengan So Eun. "Jiyeon ah~?" Yong Hwa tersenyum.
"Ini sapu tanganmu Yong Hwa-sshi, gomawo untuk yang kemarin."
"Sudah ku bilangkan.. panggil oppa saja.. ^^"
"Hehe.. Ne oppa ^^ Oyaa.. kenalin.. Ini Kim So Eun," Jiyeon mengenalkan So Eun pada Yonghwa.
"Jung Yonghwa imnida," Yong Hwa menganggukan kepala. Sementara So Eun belum bereaksi dan hanya mematung sambil memasang wajah bengong...
*apa yang akan terjadi chingu? Mari kita nantikan di chapter 6 *plakk xD hahaa*
Still Continued lhoo.. Minta reviews-nya lagi ya ^^
Balasan reviews :
ArhiiDe-chan 'HongRhii' Hikari :: salam kenaaaaal , desy imnida ^^ hummm.. HongKi bertepuk sebelah tangan ga ya nantinya? tunggu jha yah ^^ hongki tetep eksis kok ^^ dia kan tokoh utama ^^ makasih dah baca n reviews ^^
Akira Mayumi :: makasih udah sukka xD
