Title: Truly YOU
Author : DesySeungho ShawolShinee
Genre : Romance, Comedy
Cast : Park Ji Yeon (T-ara), Yoo Seung Ho (actor), Lee Hong Ki (FT. Island), Jung Yong Hwa (CN Blue), Kim So Eun (actress)
Length : chaptered
Main Backsound : Breathless by Shayne Ward
Summary : SeungHo mengertak Jiyeon, Hongki hanya diam dan menyuapi Jiyeon, walau dalam hati sebenarnya HongKi marah. Apa Hongkin bakal jujur tentang perasaannya? R n R?
Chapter 6 :: I Just Want to Love You
-author pov-
"O! Yonghwa-sshi!" Jiyeon melambaikan tangannya pada Yonghwa. Orang yang dipanggil menoleh dan tersenyum dengan hangat.
"Hai Jiyeon! Ya, kan sudah ku bilang, panggil saja aku oppa," kata Yonghwa sambil mengacak rambut jiyeon.
"Heheee... Oyaa, ini aku mau ngembaliin sapu tangan oppa," Jiyeon memberikan sapu tangan Yonghwa. "Gomawo.."
"Ne... Cheonmaneyo Jiyeon ah~!"
"O! Kenalkan, ini Kim So Eun. Dia murid baru disini," Jiyeon mengenalkan SoEun pada Yonghwa.
"Jung Yonghwa imnida," Yonghwa tersenyum pada So Eun. "Aku sunbae-mu Kelas 3-2."
So Eun mematung. Hanya memandang Yonghwa dengan penuh kekaguman. Jiyeon menyikut rusuk So Eun pelan. "So Eun ah~? Gwaenchanna?"
"Eh? Oh! Ne... Gwaenchannayo Jiyeon ah~. Akhh! Ki-kim S-so Eun im-imnida," kata So Eun grogi. "Mi-mianhae Yonghwa-sshi," So Eun tersipu malu soalnya udah melakukan hal bodoh di depan sunbae-nya.
"Ne.."
Krriiiiiiiiiiiiiinnnngg... Bel masuk berbunyi…
"O! Udah bel nih. Ayo kembali ke kelas," Jiyeon menarik tangan SoEun. Tapi SoEun tidak bergeming, matanya tetap tertuju pada Jung Yonghwa. Hal itu membuar Jiyeon gemas dan mencubit pipi SoEun.
"Aiiissssshh! Pabo~! Sakit tau!" SoEun mengerucutkan bibirnya.
"Ya!" Kau sih pakai acara ngelamun segala!" Jiyeon bertolak pinggang sambil berpura-pura marah pada SoEun.
"Sudah nggak usah bertengkar. Kembalilah ke kelas kalian," Yonghwa menengahi dengan bijak. Tangannya mendorong pelan punggung Jiyeon untuk kembali ke kelasnya.
"Ne Yonghwa oppa!" kata Jiyeon sambil berpose hormat ala TNI pada sunbae-nya itu.
"Annyeong," sambung SoEun setelah mengumpulkan syaraf beraninya. Kemudian kedua yeoja manis itu berlari kecil ke kelas.
'Selalu dipisahkan oleh bunyi bel,' kata Yonghwa dalam hati. Dia menghembuskan nafas. 'Tetapi nggak apa-apa… Aku bersyukur karena setidaknya aku bisa lebih dekat dengannya.' Yonghwa berbalik menuju kelasnya kemudian tersenyum.
"Ya~! Jiyeon ah~ darimana saja kau?" selidik Hongki di depan pintu kelas. Dia merentangkan kedua tangannya. Badan Hongki yang tinggi itu memblokir pintu kelas. Matanya memandang Jiyeon tajam.
"Hehe… Dari kelasnya 'seobang' ," kata Jiyeon dengan wajah ceria.
"MWOOO? 'seobang' ? Siapa 'seobang-mu'?" Hongki terlihat sangat terkejut hingga tangannya nggak direntangin lagi.
"Seungho donk.. Hehehe, I wanna love you, I wanna with you.. ," Jiyeon malah nyanyi-nyanyi gaje dan segera melenggang ke kursinya. Hongki masih ternganga mendengar kata-kata Jiyeon barusan.
'Ohhh.. Seungho ya.. Jiyeon ah~, jangan kau katakan ke aku kalau kau benar-benar udah jatuh cinta sama dia..' batin Hongki lalu segera duduk karena Shin songsaengnim udah mau masuk ke kelasnya.
*seobang :: suami*
-000-
-author pov-
Jam makan siang…
"Jiyeon ah~.. kau mau makan pakai apa? Ku ambilkan sini," Hongki mengambilkan tempat makan stainless steel yang disediakan di kantin dan menyendok nasi di tempat makan itu.
"Aku mau… Hummm… Daging asap, Bibimbab, cream soup, perkedel, cha sayur—" Jiyeon menunjuk makanan yang dikatakan olehnya.
"Ya! Makannya jangan banyak-banyak dong! Apa kau sanggup ngabisin semua?" Hongki memandang Jiyeon dengan tatapan galak yang di buat-buat.
"Hahahaha… Udah ayo cepat ambil. Nanti nggak dapat kursi lho!"
"Ne, gajja!"
-seungho pov-
Aku sedang makan siang di kantin, sebenarnya makan di kantin seperti ini merupakan hal yang biasa. Toh setiap anak juga pasti makan disini kalau lapar. Tapi kali ini ada yang membuat semua terasa berbeda. Di sampingku… Duduk Kim SoEun, yeoja manis yang selalu ku tunggu di halte bus di depan sekolah. Mulai hari ini dia pindah ke sekolahku, dan dia sekelas denganku. Aku senang karena akhirnya bisa mengenalnya lebih dekat.
"SoEun ah~… Apa tadi kau bisa mengikuti pelajaran dengan baik?" aku membuka pembicaraan. Sangat basa-basi memang, masalahnya aku nggak punya topik lain selain pelajaran. Tapi nampaknya dia juga senang bisa bertukar ilmu denganku. Kupikir dia juga anak yang cerdas.
SoEun melahap kimchinya sebelum menjawab pertanyaanku. "Ne Seung ho. Sekolah disini memang enak. Hihi." Dia tersenyum, senyum malaikat.. Aku menyukai itu.
"Emmm.. Bolehkah aku bertanya?" Kutunggu reaksinya, bisa saja kan dia nggak memperbolehkan aku untuk bertanya. Tapi dia hanya diam dan menungguku bertanya jadi kuputuskan untuk menanyakan hal itu.
"Bukankah kau sekolah di Byun Na High School? Kenapa kau pindah ke sini?"
"Aku.. Ingin mendapatkan program beasiswa yang ada di sini. Setelah lulus SMA aku mau melanjutkan ke sekolah designer di Paris. Aku mau mengikuti beasiswa itu," dia bercerita sambil memandangi makan siangnya. "Aku nggak mau menyusahkan orangtua-ku. Aku bahkan pindah sekolah dengan uang yang ku kumpulkan waktu aku kerja part time dulu lho! Setelah aku masuk kesini, aku berhenti kerja part time dan akan belajar keras agar aku mendapatkan beasiswa itu. Agar aku bisa mewujudkan cita-citaku menjadi designer! ^^"
Ceritanya mengalir apa adanya. Nggak aku sangka ternyata dia lebih lembut dari yang ku kira. "Hei, kalau ada kesulitan dalam hal pelajaran tanyakan saja padaku."
"Ne, gomawo Seungho."
"Cheonmanh," aku pun melanjutkan makan siangku.
"Seobaaaangg! Seobaaaaaangg!" suara itu mengagetkanku. Aku mendangakkan kepalaku dan melihat seorang yeoja sedang berlari-lari sambil membawa nampan makanannya ke arah mejaku dan SoEun. Oke.. Siapa lagi selain Park Jiyeon. Aku mulai hafal suaranya yang terkesan manja dan dibuat-buat itu. Entah aku nggak tau itu memang suara aslinya atau hanya dibuat-buat. Yang jelas, kalau dia juga duduk di kursi ini, aku akan sangat terganggu karena aku jadi nggak berdua saja sama SoEun.
Dia sudah duduk tepat di depanku. Menata makanannya dan memandangiku dengan riang. Sejujurnya aku merasa jengah di giniin.
"Annyeong Jiyeon! Ketemu lagi ya?" SoEun meyapa Jiyeon. Sepertinya dia kenal lumayan baik dengan Jiyeon. Jiyeon menoleh ke sampingku dan mendapati SoEun yang tersenyum lebar ke arahnya.
"SoEun ah~! Kau disini juga?"
Greeeeekk… Kursi di depan SoEun kini terisi oleh seorang namja. Namja itu Lee Hongki. Setahuku dia sahabatnya Jiyeon. Dia menatapku dengan tatapan tajam. Hei? Apa aku punya salah sama dia? Aku mengacuhkan dan melanjutkan makan.
"Seobang, aku belikan buah-buahan untukmu. Maaf aku hanya membeli dari kantin, tapi aku janji besok-besok aku bawakan yang ku kupas dan potong-potong sendiri," dia menyorongkan sepiring kecil buah-buah di dekat piring makanku. Aku hanya menatapnya.
"Ya Jiyeon, kalau kau memberikan buahmu untuk Seungho, kau nggak makan buah donk," kata Hongki,
"Nggakpapa kok Hongki ya~.. Yang penting kan seobang makan buah," katanya pada Hongki. "Seobang, kau harus makan buah. Lihatlah kulitmu, nggak sehat tuh. Mungkin karena kamu terlalu banyak belajar. Sampai kecapekan."
"Aaaaaa.." Dia mulai menyuapiku dengan buah tadi. Ahh, apa-apaan sih? Kenapa juga aku dipanggil seobang-seobang kayak gitu.
"Ya kau ini aneh! Aku bahkan bukan 'seobang'mu ! Kenapa sih kau memanggilku dengan kata-kata itu?" aku menepis tangannya. Buah yang di tancapkan ke garpu pun terjatuh. Dia mematung melihatku yang bertindak seperti itu. Aku pergi dari meja itu tanpa menghabiskan makanku. Aku juga nggak mengajak SoEun, ku tinggal dia begitu saja di meja makan. *kelihatannya kok Seungho jadi jahat banget sih T^T*
-Hongki pov-
"Ya kau ini aneh! Aku bahkan bukan 'seobang'mu ! Kenapa sih kau memanggilku dengan kata-kata itu?" kata Seungho kasar kemudian beranjak dari duduknya. Jiyeon menundukkan kepalanya. Aku mengusap-usap bahunya, menenangkannya.
"Jiyeon ah~? Gwaenchanna?" yeoja yang ada di samping Seungho tadi menatap Jiyeon dengan khawatir. "Aaaiiisssshhh.. Kenapa sih dia jadi marah begitu?"
Wajah Jiyeon mulai diangkat perlahan. "Ne SoEun ah~ gwaenchannayo," kata Jiyeon berusaha tersenyum. Tapi matanya memerah, aku tau dia ingin menangis. Dan aku juga tau, dia berusaha keras menahannya.
"Makanlah Jiyeon. Nanti keburu bel masuk," aku menyodorkan tempat makannya. "Mau ku suapi?" aku berinisiatif karena Jiyeon nggak segera memakan makanannya. Jiyeon hanya tersenyum.
"Ya! Kalian pacaran hah?" tanya yeoja itu lagi. Namanya kalau nggak salah SoOn? Hah? SoOn? Yang benar saja? Sebaiknya aku harus mengajaknya berkenalan. Pacaran katanya? Pipiku memanas mendengar kata itu. Mungkin sekarang wajahku udah kayak kepiting rebus saking malunya. Seandaimya pacaran beneran…
"Anhi.. anhi.. kami hanya sahabat," aku mengecilkan volume suaraku saat mengucapkan kata 'sahabat'. Sebenarnya aku pengen bilang : 'Ya! Kami memang pacaran. Aku adalah satu-satunya namja yang melindunginya sejak kecil!' tapi yahh.. cinta nggak bisa dipaksain. Bahkan aku mendapatkan rival. Siapa lagi kalau bukan Seungho? Jelas dia bukan lawan yang sepadan denganku. Dia pintar dan cita-citanya menjadi seorang dokter. Sedangkan aku? Aku hanya namja biasa yang belum menentukan cita-cita.
-000-
-jiyeon pov-
Malam hari di apartemen.
'Dia menggertakku…' aku menuliskannya di jurnal harianku. Aku menutup jurnal harianku dan memandang foto seungho di dinding. "Aku hanya ingin menyukaimu…" gumamku lirih dan tertidur di sofa.
-000-
-author pov-
Besok paginya... Jam pelajaran ke 5, Bahasa Korea...
Shin songsaengnim sedang menerangkan, dia sibuk menulis di papan tulis. Murid-murid juga sedang tenggelam dalam catatannya. Namun ada seseorang yang masih berkutat dengan pikirannya. Jiyeon masih memikirkan kejadian tadi pagi saat dia ke kelas Seungho. *akan diceritakan di chapter 7 ^^*
Greeeekkk ! Tiba-tiba Jiyeon berdiri dan kursinya menggeser sehingga menimbulkan suara. Semua mata teman-temannya juga Shin songsaengnim memperhatikannya dengan wajah terkejut.
"Songsaengnim! Aku mau pindah kelas !" Teriak Jiyeon lantang. Membuat kaget seluruh penghuni kelas.
"Mwooo?" teriak Shin songsaengnim nggak kalah keras. "Waeyo Jiyeon ah~? Nggak betah kah kau di kelas ini?"
"Anhi... ahni songsaengnim.." Jiyeon terdiam sebentar. Dia menunduk sebelum melanjutkan perkataannya. "Aku... ingin sekelas dengan Seungho..." Jiyeon tersipu. Seluruh kelas menyorakkinya. *hongki : Heh author! Alasanmu kok nggak logis sih?. *author : hahaha.. biarin! Cinta ini, kadang-kadang tak ada logika =P, *hongki : Yeee... malah nyanyi coba, suara cempreng getoo, mending juga suara gue =P. Ehh.. terus nanti gue gimana donk kalo Jiyeon pindah kelas.. masa gue ditinggal ma Jiyeon? *author : Bah, banyak tanya pula lah kao ini hah! *logat batak*
Greeeeekkk! Kursi Hongki juga terdorong ke belakang. Dia berdiri, mengepalkan kedua tangannya di atas meja dan berkata mantap.
"Shin songsaengnim ! Aku juga mau pindah ke kelas yang sama dengan Jiyeon."
Seluruh kelas mulai ricuh...
.TBC.
Oyaaa.. Cuma buat pemberitahuan.. Disini dan chapter 7 nanti aku sedikit mengambil plot yang di God of Study. Tapi tentu aja dikemas dalam ide-ku sendiri xD
Still Continued lhoo.. Minta RCL-nya ya ^^
Hehe... gomawoooooo... n.n
Balasan reviews ^^
ArhiiDe-chan 'HongRhii' Hikari :: hehehee... di review terus yah chingu ^^ makasih..
iyaaaa, aku juga sukka character hongkin disini ^^ karakternya hampir sama ama jeremy ^^ cz aku sukka ama YAB waktu itu.. nge-band ama FT Island? okeee... ku pertimbangin xD
kangyeongsuk :: makasih dah baca ^^ sukka couple SeungYeon jugaa? heheee... endingnya masih lama kok ^^ tapi ada beberapa adegan yang ku ambil dari GOS ^^
