Title : Truly YOU
Author : DesySeungho ShawolShinee
Genre : Romance, Comedy,
Cast : Park Ji Yeon (T-ara), Yoo Seung Ho (actor), Lee Hong Ki (FT. Island), Jung Yong Hwa (CN Blue), Kim So Eun (actress)
Length : chaptered
Main Backsound: Breathless by Shayne Ward
Summary : "KAU NGGAK PERNAH TAU PERASAANKU YANG SEBENARNYA !" Hongki membentak Jiyeon dan pergi meninggalkan Jiyeon sendiri. Mereka bertengkar hebat. Apa yang akan terjadi dengan hubungan mereka selanjutnya? Chap 7 up ^^ R n R ?
Chapter 7 :: A Shocking Night
-author pov-
Hongki mendorong kursinya ke belakang. Berdiri lalu memandang Jiyeon dengan tajam.
"Ada apa ini? Kenapa kalian berdua—" perkataan Shin songsaengnim dipotong dengan nggak sopan oleh Hongki.
"Aku juga ingin pindah ke kelas yang sama dengan Jiyeon!" serunya lantang. Suasana kelas mericuh. Mencemooh tindakan bodoh Jiyeon dan Hongki.
"Ada apa sih?"
"Kenapa dengan mereka berdua yaa?"
"Kok tiba-tiba kayak gitu?"
"Pindah kelas? Emang boleh?"
"Kyaaaaa.. kalau pindah ke kelasnya Seungho aku juga mau ikuttt!" murid-murid lain berbisik-bisik.
Jiyeon nggak bisa mengendalikan emosinya. Dia keluar dari kelas sambil berlari menuju ruang Kepala Sekolah. Bahkan dia nggak mempedulikan Shin songsaengnim yang muring-muring gara-gara dua muridnya keluar dari kelas dengan nggak sopan. *baca: Jiyeon dan Hongki* Tentu saja setelah Jiyeon keluar, Hongki langsung mengejarnya tanpa berpamitan pada Shin songsaengnim.
Jiyeon mengetuk pintu ruang Kepala Sekolah. Jiyeon membujuk Kepala Sekolah agar dia bisa pindah ke kelasnya Seungho. Tapi Kepala Sekolah nggak bisa mengabulkan permintaan Jiyeon. Itu sesuatu yang nggak logis kata beliau. Pindah ke kelas lain karena ingin bersama dengan orang yang disukai. (author kehabisan kata-kata ==")
Hongki ternyata mengintip dari jendela ruang kepala sekolah. Hongki menatap Jiyeon dengan sedih. Jiyeon keluar dari ruang kepala sekolah sambil menunduk. Hongki segera bersembunyi di balik dinding. Dia nggak ingin Jiyeon melihatnya. Setelah Jiyeon nggak terlihat, Hongki masuk ke ruang Kepala Sekolah.
Jiyeon berjalan ke taman belakang. Dia bersandar di pohon akasia besar sambil melamunkan kejadian tadi pagi.
-flashback-
Jiyeon berlari-lari riang ke kelas Seungho. Tapi Jiyeon berhenti ketika melihat Seungho dan SoEun terlihat sangat akrab. Mereka sedang membahas sebuah soal Integral *wakwakwakwak, integral gitu lohh =="* 'Kau nggak pernah terlihat seceria ini saat bersamaku,' kata Jiyeon dalam hati.
"SoEun ah~ bisakah kau membantuku mengerjakan soal ini? Aku udah berkali-kali mengutak-atiknya di rumah tapi nggak ketemu terus jawabannya," Seungho mendekati bangku SoEun dan duduk di depannya.
"Mana? Mana? Aissshh.. Soal gampang kayak gini juga.. Sini ku ajarin," SoEun mengambil soal dari Seungho dan mengerjakannya. Mereka kemudian bercanda-canda.
"Seobang..." Jiyeon mendekati mereka. Seungho menatap Jiyeon sekilas lalu kembali mengerjakan soal yang tadi.
"Annyeon Jiyeon ah~..." sapa SoEun riang. Jiyeon tersenyum tipis ke arah SoEun.
"Seobang... Ke kantin yukk?" bujuk Jiyeon.
"Ahh, aku malas. Aku mau menyelesaikan soal ini dulu," kata Seungho tanpa melihat Jiyeon, tetap asyik mengerjakan soal. Jiyeon menggembungkan pipinya. SoEun mulai merasa nggak enak.
"Ahh.. baiklah.. Aku sebaiknya meninggalkan kalian berdua," kata SoEun kikuk lalu pergi meninggalkan Seungho dan Jiyeon. Tapi Jiyeon malah mengejar SoEun dan ikut ke kantin.
Jiyeon dan SoEun duduk di bangku taman sambil makan kue mochi dan minum sebuah jus kotak. "SoEun ah~.. aku ingin bertanya sesuatu padamu..."
"Apa? Tanyakan saja ^^" SoEun menatap Jiyeon sambil menyeruput jus kotaknya.
"Kita sudah akrab, dan aku juga udah menganggapmu sebagai sahabatku. Jadi tolong jawab jujur ya?" Jiyeon memutar-mutar kue mochi yang daritadi belum di makannya. SoEun menatap Jiyeon dengan bingung. "Apa... Apakah kau menyukai Seungho?"
SoEun terkejut mendengar kata-kata Jiyeon. SoEun tersenyum dan belum menjawab apa-apa. Hal itu membuat Jiyeon cemas dan mendesak agar SoEun segera menjawab pertanyaannya. "Ya~ SoEun ah~.. jawablah ... Kau membuat jantungku hampir copot kalau begini."
"Ne..." kata SoEun mantap. Jiyeon hampir menjatuhkan kue mochinya. Menatap SoEun dengan terkejut. Matanya membulat.
"Gurraeyo? Hufttt..." Jiyeon menggembungkan pipinya lagi. "Aku benar-benar menyukainya.. Aku merasa jantungku berhenti berdetak kalau dia ada di dekatku. Bahkan dalam radius 5 meter pun aku bisa merasakan jantungku berdetak cepat. Tapi.. kalau kau menyukainya, aku akan berusaha melupakannya. Karena aku ingin sahabatku bahagia.. Lagipula, Seungho terlihat lebih bahagia—"
SoEun memotong perkataan Jiyeon. "Aku menyukainya sebagai teman.. Aku menyukainya seperti aku menyukaimu, dan Hongki.." SoEun tersenyum.
"Gurrae? Kyaaaaa... Gomawo SoEun ah~!" Jiyeon segera memeluk SoEun dengan riang. "Ku pikir kau bener-bener menyukainya! Huftt.. Kau membuatku sulit bernafas tadi." SoEun hanya menatap Jiyeon penuh sayang. "Tapi... Entah kenapa.. aku selalu merasa kalau Seungho menyukaimu.. Aku nggak pernah melihat dia seceria tadi ketika dia bersamaku."
SoEun terdiam. Lalu menepuk bahu Jiyeon. "Tenanglah.. Kami hanya teman kok."
-end of flashback-
'Huft.. Tapi kejadian tadi pagi benar-benar mengusik pikiranku... Aku nggak akan bisa membayangkan Seungho dan SoEun bagaimana ketika di kelas... Aku harus sekelas dengan mereka berdua...' kata Jiyeon dalam hati.
"Anyyeong." Seseorang tiba-tiba duduk di samping Jiyeon.
"Aisshhh... Yonghwa Oppa! Mengagetkan saja."
Yonghwa tersenyum. "Kok nggak ikut pelajaran? Bolos yaa?" Tebak Yonghwa dengan tepat.
"A-aniya... Kau sendiri Oppa? Kau membolos yaa?" Yonghwa hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Jiyeon. "Ya~! Kau pasti membolos kan Oppa? Oppa kau udah kelas 3.. Sebentar lagi ujian! Jangan membolos gitu donk!" kata Jiyeon sambil menunjukkan ekspresi lucunya.
'Tau kah kau Jiyeon ah~? Hal yang membuatku membolos karena aku melihatmu sendirian di taman ini. Aku ingin menemanimu,' kata Yonghwa dalam hati. *Kyaaaaaa... romantis banget nih si Yonghwa xD*
"Ada apa? Sepertinya kau sedih Jiyeon ah~? Ceritalah padaku.. Kau menganggapku kakakmu kan? Kalau aku bisa membantu pasti ku bantu," tanya Yonghwa penuh perhatian.
"Hummm? Nggak usahlah Oppa.. Aku nggak mau merepotkanmu.." kata Jiyeon.
"Aku nggak merasa direpotkan kok. Ceritalah agar hatimu tenang..."
Kemudian Jiyeon menceritakan keluh kesahnya tentang Seungho. Yonghwa mendengarkan dengan seksama. Meski hatinya perih mengetahui Jiyeon sudah mempunyai orang yang dicintai. Yonghwa tetap berusaha tersenyum. Jiyeon menyandarkan kepalanya di bahu Yonghwa. Yonghwa membelai rambut Jiyeon dengan sayang. Yonghwa benar-benar ingin membuat Jiyeon tenang dengan memeluknya. Tapi Yonghwa mengurungkan niatnya karena dia tau , dia bukan siapa-siapa Jiyeon, kecuali seseorang yang dianggap kakak.
'Aku merasa tenang setelah bercerita pada Yonghwa Oppa.. Seandainya dia benar-benar kakakku...' batin Jiyeon,
Mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing, duduk di atas rerumputan di antara pepohonan rindang di belakang sekolah. Tempat pertama kali mereka bertemu.
-000-
Keesokan harinya.. Entah kenapa tiba-tiba Kepala Sekolah mengizinkan Jiyeon dan Hongki pindah ke kelas 2-3 , kelasnya Seungho...
-jiyeon pov-
Aku berangkat ke sekolah pagi sekali hari ini. Karena hari ini hari pertama aku pindah ke kelasnya Seungho. Berdasarkan pengamatan dan info yang ku punya, Seungho selalu berangkat pagi. Jadi aku juga harus berangkat pagi agar aku bisa segera bertemu dengannya. Aku berjalan agak cepat memasuki gerbang sekolahku. Suasana pagi itu masih agak sepi, aku tersenyum senang membayangkan betapa asyiknya bisa sekelas dengan orang yang ku sukai. Ku susuri jalan setapak di dekat dinding pembatas sekolah tempat dulu pertama kali aku bertemu dengan Seungho. Aku bersenandung riang, sampai-sampai..
Dukkk !
Dengan sukses seorang namja mendarat di depanku. Rupanya dia melompat dari dinding pembatas sekolah. Aighoo… Namja ini kurang kerjaan banget sih, pake manjat dinding sekolah segala padahal pintu gerbang masih terbuka lebar. Tunggu! Apa namja ini Seungho? Dulu aku dan Seungho juga memanjat dinding ini ketika telat masuk sekolah dan nggak dibukakan pintu sama Pak Satpam. Jadi… Apakah namja ini Seungho? Aku hanya mematung, namja itu menoleh…
"Ehehehehe… Jiyeon ah~ mianhae! Aku nggak tau kalau kau ada di balik dinding. Aku membuatmu terkejut ya?" Yaahhh.. Suara itu milik Lee Hongki, sahabatku. Ternyata bukan Seungho.
"Pabo~… Untung aku nggak sampai jantungan!" aku menyentil hidung Hongki. "Hufttt.. Ku pikir kau tadi Seungho. Soalnya kan dia yang pernah masuk ke sekolah dengan memanjat dinding sekolah kayak gini."
"Memangnya cuma dia yang bisa masuk ke sekolah dengan memanjat dinding kayak gini?" Hongki sedikit membentakku. "Akhir-akhir ini kau selalu dan selalu membicarakan Seungho, apa kau nggak bosan? Apa kau nggak memikirkan perasaanku? Atau memikirkanku yang mengkhawatirkanmu sedikittt saja?"
Aku mematung melihat kelakuan Hongki yang jadi aneh ini. "Mian," dia berkata lirih. Aku hanya mengangkat bahu dan meneruskan berjalan. Entahlah.. Aku boleh marah kan kalau dia juga marah padaku?
"Jiyeon ah~! Tunggu!" Hongki memanggilku. Tapi aku terlanjur melihat Seungho sedang berjalan ke koridor kelas. Aku berlari mengejar Seungho lalu menggamit lengannya.
"Hei! Lepaskan tanganku," kata Seungho. Tapi aku tetap menggandeng tangannya.
"Nggak apa-apa ya? Cuma gandengan kok, ya? Ya? Ya? Sekali ini aja," aku memasang puppy dog eyes ku. Seungho hanya diam dan terus berjalan ke kelas. Hihihi.. Senangnya bisa menggandeng tangannya.
-Hongki pov-
Bodoh ! Kenapa sih aku harus membentaknya? "Jiyeon ah~ tunggu !" aku ingin mengejarnya. Namun terlambat, seketika itu juga Seungho lewat di depan Jiyeon dan tentu saja Jiyeon langsung berlari mengejarnya.. Aisshh... Nggak seharusnya aku menampakkan keresahan hatiku di depannya.. Tapi jujur Jiyeon ah~.. Hatiku nyeri melihatmu menggandeng Seungho seperti itu...
"Anyyeong!" Seseorang menepuk pundakku dari belakang. Aku menoleh dan melihat SoEun berdiri di belakangku.
"Oh, anyyeong SoEun ah~," kataku sambil tersenyum.
"Waeyo? Kok nggak masuk kelas sih? Malah bengong sendirian disini."
"Aniya,, ayo masuk.." aku mengajaknya jalan. Tapi dia malah terdiam, matanya melihat Seungho dan Jiyeon yang entah sedang memperdebatkan apa.
"Kita ada di posisi yang sama. Mencintai orang yang nggak mungkin dimiliki. Benarkan?" tanyanya mengagetkanku.
"Mwo?" tanyaku heran. Dia hanya menggeleng pelan. Ku lihat Seungho menatap ke arah kami. Tatapan seperti nggak rela melihat SoEun di sampingku. Apa Seungho suka SoEun...?
"Aniya.. Haha.. Nggak usah dipikirin, anggap aja tadi aku nggak ngomong apa-apa. Gajja," katanya dan langsung jalan duluan.
-SoEun pov-
"Kita ada di posisi yang sama. Mencintai orang yang nggak mungkin dimiliki. Benarkan?" aku mencoba menebak hatinya. Kelihatan sekali Hongki benar-benar menyukai Jiyeon.
"Mwo?" tanyanya padaku. Dasar, banyak cowok suka berpura-pura padahal dari matanya terlihat jelas dia nggak rela Jiyeon jalan sama Seungho. Tapi.. Omo~ mampuslah aku, perkataan bodohku tadi bisa membuat Hongki tau kalau aku menyukai Yonghwa Oppa. Ya.. sepertinya aku dan Hongki memang berada di posisi yang sama. Mencintai orang yang mustahil untuk dimiliki. Hongki kayaknya menyukai Jiyeon, yang jelas-jelas Jiyeon tergila-gila sama Seungho dan aku menyukai Yonghwa Oppa, sementara aku bisa menebak dengan jelas kalau Yonghwa Oppa menyukai Jiyeon. Aishhh.. Lucky girl kau Jiyeon ah~.. dicintai oleh dua orang sekaligus...
"Aniya.. Haha.. Nggak usah dipikirin, anggap aja tadi aku nggak ngomong apa-apa. Gajja," ku putuskan untuk menyudahi pembicaraan ini. Aku berjalan memasuki koridor kelas.
-author pov-
Istirahat siang... Hongki nggak ikut makan bersama Seungho, Jiyeon dan SoEun. Hongki duduk di bangkunya yang baru. *sekarang Hongki dan Jiyeon sekelas dengan Seungho* Dia melamun.. Ternyata Hongki-lah yang membujuk-bujuk Kepala Sekolah agar Jiyeon bisa pindah ke kelasnya Seungho. Hongki sampai memohon-mohon dan membersihkan seluruh ruangan Pak Kepsek untuk mengambil hati Pak Kepsek. *Poor Hongki* Dan akhirnya Pak Kepsek luluh juga.
Hongki merasa dia harus menjelaskan semuanya pada Jiyeon. Tentang perasaannya. Hongki keluar dari kelas dan mencari Jiyeon di kantin yang sedang makan bersama Seungho.
"Jiyeon ah~.. Kita harus bicara!" Hongki menarik tangan Jiyeon. SoEun menatap mereka kebingungan, sementara Seungho hanya menatap mereka sekilas.
Jiyeon kebingungan dan berusah memberontak. "Aishhh.. Sakit tau ! Aku lagi makan, Hongki.. Bisa kan ngomongnya nanti saja?"
"Ikut aku," kata Hongki dingin tanpa melepaskan cengkraman tangannya.
Mereka duduk di bangku yang agak jauh dari tempat Seungho dan SoEun duduk.
"Ada apa sih? Kau selalu mengacaukan saat-saat aku sedang bersama dengan Seungho!" kata Jiyeon sebal.
"Seungho lagi! Seungho lagi! Aku nggak suka kau selalu bicara tentangnya! Sadar nggak sih Jiyeon ah~? Semenjak kau mengenal Seungho, kau nggak pernah mempedulikanku lagi ! Kau nggak tau perasaanku!" Hongki nggak bisa lagi membendung emosinya.
"Kenapa kau marah-marah sama aku? Salahku apa? Kenapa memangnya kalau aku suka Seungho? Kau nggak berhak melarangnya kan?" kata Jiyeon dengan tersengal-sengal.
"KAU NGGAK PERNAH TAU PERASAANKU YANG SEBENARNYA !" Hongki membentak Jiyeon dan pergi meninggalkan Jiyeon sendiri. Mereka bertengkar hebat.
'Pabo! Kau seharusnya mengendalikan emosi-mu Hongki!' kata Hongki dalam hati ketika kembali ke kelas.
_di apartemen Jiyeon, malam hari_
-jiyeon pov-
Aku ingin memberikan biskuit cokelat buatanku ini pada dua orang yang sangat ku sayangi. Seungho, namja yang membuatku merasakan cinta. Dan SoEun, sahabatku yang baru ku kenal beberapa hari ini, tapi kita udah sangat akrab! Aku senang karena mendapatkan sahabat sesama yeoja juga. Terkadang ada beberapa hal yang nggak bisa diceritakan dengan Hongki. Contohnya, Hongki selalu marah-marah nggak jelas ketika aku bercerita tentang Seungho padanya. Aku lebih nyaman bercerita tentang Seungho pada SoEun. Hmmm... Ngomong-ngomong... Tadi aku bertengkar dengan Hongki. Akhir-akhir ini dia selalu membentakku. Kenapa dia berubah kasar? Huftttt...
Aku berjalan ke rumah SoEun terlebih dulu. Aku akan memberikan biskuit ini pada SoEun dulu lalu baru ke rumah Seungho untuk memberinya biskuit coklat juga. Bentuknya boneka beruang, lucu sekali, aku memilih bentuk yang lucu ini soalnya mereka selalu membuatku merasa bahagia. Aku sengaja nggak menelpon SoEun terlebih dulu, aku ingin membuat kejutan padanya. Nggak ada yang lebih indah selain hadiah yang diberikan oleh seorang sahabat kan?
Ketika melewati rumah Hongki.. Aku teringat sesuatu... "KAU NGGAK PERNAH TAU PERASAANKU YANG SEBENARNYA!" kata-kata itu terngiang lagi di telingaku. Apa maksudnya coba? Ahh.. whatever.. lagian aku lagi marah sama dia. Nggak akan ku berikan biskuit coklat ini padanya. Salah sendiri bentak-bentak aku tadi siang.
Aku melewati sebuah taman di dekat rumah SoEun.. Ada seorang namja dan yeoja yang duduk di bangku taman itu. Sepertinya aku mengenali mereka. Aku menghentikan langkahku... Merekaaa... SoEun dan SeungHo.. sedang apa mereka berdua?
-author pov-
"SoEun ah~.. aku ingin mengatakan sesuatu padamu... Sudah lama sekali aku memperhatikanmu.. Sebelum kau pindah ke sekolahku pun aku udah sering mengamatimu yang sedang menunggu bus di halte depan sekolahku," kata Seungho. Dia menatap langit di atasnya. Lalu menoleh ke arah SoEun.
SoEun merasa ada yang nggak beres.. Hatinya mulai nggak tenang.
"Naneun jeongmal johaesseyo... *aku benar2 menyukaimu*" kata Seungho lirih. SoEun terkejut dan membulatkan matanya. Seungho mendekatkan wajahnya ke wajah SoEun. Beberapa kelopak bunga sakura gugur semakin membuat suasana malam itu romantis. *Plakkk! Ngomong apa lo xD* SeungHo hendak mencium bibir SoEun. SoEun hanya terdiam dan memejamkan mata.
"Mianhae.. jeongmal Mianhae.. Aku harus kembali ke rumah. Tadi aku sedang menghangatkan sup waktu kau memintaku kemari.. Aku harus mematikannya," kata SoEun berbohong sambil mengaitkan kedua telapak tangannya. *sungguh alasan yang nggak logis xD*
Seungho terdiam ketika SoEun pergi meninggalkannya. 'Tak apa. Kau nggak harus menjawabnya sekarang. Yang penting aku udah mengatakannya padamu. Ini cukup membuatku lega,' kata Seungho dalam hati lalu dia melangkah pulang.
Sementara dari balik pohon, berdirilah Jiyeon yang mengamati mereka berdua, air matanya terjatuh perlahan. Keranjang yang berisi biskuit coklat juga terjatuh begitu saja...
.
.
.
.
.
.
To Be Continue yaaaa ^^
*Kyaaaaaaa... *author teriak-teriak gila.. nggak tega aku bikin bagian ini ='( serasa mau nangis kalau ada di posisinya Jiyeon. Hiks hiks.. nangis bombay ... *lebay* author konfirmasikan lagi kalau di episode 7 ini ada beberapa scene yang mengambil plot God of Study, tapi dikemas dengan alur cerita author sendiri. Jangan lupa meninggalkan jejak ya setelah bacaaaa ,,, xD *Plakkkk !*
GOMAWO !
Balasan reviews ^^
ArhiiDe-chan 'HongRhii' Hikari :: makasih selalu comment disini xD hehe
Iyaaahh.. kayaknya hongki bakal menderita dulu deh *plakk*
