Title : Truly YOU

Author :DesySeungho ShawolShinee

Genre : Romance, Comedy

Cast: Park Ji Yeon (T-ara), Yoo Seung Ho (actor), Lee Hong Ki (FT. Island), Jung Yong Hwa (CN Blue), Kim So Eun (actress)

Main Backsound : Breathless by Shayne Ward

Summary : Aku suka melihat senyummu JiYeon, teruslah tersenyum.. —HongKi— Chap 9 is up ! Mind to read?

Chapter 9 :: Your Lovely Smile

*author pov*

Sinar matahari memasuki celah-celah jendela kamar JiYeon. Membuat JiYeon terjaga dari tidurnya. JiYeon membuka selimut yang menutupi tubuhnya lalu duduk.

"Sudah siang rupanya," JiYeon mengambil handphone yang diletakkan di meja samping tempat tidurnya. "Kenapa Hongki nggak membangunkanku? Biasanya kalau aku membuka handphone, beratus-ratus sms masuk cuma dari dirinya. Ahhh.. iya, kemarin aku bertengkar dengannya."

JiYeon masuk ke kamar mandi untuk menggosok gigi. Jiyeon memandangi bayangan dirinya di depan cermin. Terpantulah seorang cewek dengan mata sembab, rambut acak-acakan dan wajah kuyu. JiYeon memegangi pipinya. "Kenapa aku semalam? Kenapa wajahku seburuk ini?"

JiYeon berusaha mengingat apa yang terjadi semalam. Melintaslah slide-slide gambar yang menjelaskan apa yang terjadi semalam. "Nggak ku sangka.. So Eun mengkhianatiku.."

Sementara itu di rumah Hongki...

Dug Dug Dug Tek Tek Chezz Chezz Dug Dug Tek *mianhae, pokoknya bayangin aja itu suara drum =P*

Kamar HongKi berubah menjadi studio dadakan. Teman-teman satu band-nya sedang latihan di sudut kamar HongKi. Karena di kamar Hongki nggak dipasang peredam suara, alhasil suaranya menggema ke mana-mana. Yong Hwa yang jadi vokalis sekaligus gitaris, Hongki duduk di belakang drum dan asyik mengatur tempo yang tepat untuk lagu yang akan mereka bawakan. Ada Lee JaeJin dan Song SeungHyun—teman SMP Hongki dan Jiyeon—yang sedang memainkan bass dan gitar mereka. SeungHyun sebagai gitaris dan JaeJin sebagai bassist.

"Hong Ki ya? Tulisan graviti itu masih ada ya?" tanya JaeJin sambil menyeruput orange juice-nya, tangan kanannya menunjuk graviti di atas kasur Hongki.

"Wahhh.. Padahal sudah dari kelas VII kau menggambarnya. "Saranghaeyo, JiYeon ah~... Hahaha... Begitu kan bunyinya?" tambah SeungHyun.

"Aissshh! Sudahlah... Kalian ini membuatku malu," kata Hongki sebal sambil pura-pura sibuk membenarkan simbal.

"Kalian juga mengenal Park Ji Yeon?" tanya YongHwa tiba-tiba.

"Ne, tentu saja! Kami kan temannya sewaktu SMP," kata SeungHyun sambil memainkan gitarnya.

"Hya HongKi ya~ JiYeon masih tinggal di apartemen itu kan?" JaeJin menunjuk apartemen di seberang rumah Hongki. YongHwa menatap JaeJin bergantian dengan apartemen yang ditunjuknya. Dia terlihat sangat tertarik dengan pembicaraan itu.

"Ne, waeyo?"

*hongki pov*

Aku sedang berlatih band dengan Yonghwa hyung, JaeJin dan SeungHyun. Akhirnya band kami terbentuk, mulai saat ini kami harus intensif latihan karena akan mengisi acara pentas seni di sekolahku. Walau ini masih permulaan aku sangat senang, karena mempunyai sebuah band merupakan impianku. Saat istirahat sejenak JaeJin menyinggung tentang graviti yang ku lukis di atas tempat tidurku. Memang sih graviti itu berbunyi 'Saranghaeyo JiYeon ah~' dan sampai saat ini JiYeon belum tau. Aku hendak memberitahunya ketika aku udah mengatakan perasaanku padanya. Tapi kapan? Dengan munculnya sosok Seung Ho, aku jadi pesimis.

*Yonghwa pov*

Ternyata dugaanku selama ini benar. Hongki memang menyukai JiYeon, sudah bertahun-tahun malah. Aku jadi bimbang, apa aku akan tetap mempertahankan perasaanku padanya? Sementara Hongki udah ku anggap saeng-ku sendiri, aku yakin dia pasti terluka kalau mengetahui perasaanku pada JiYeon. Ahhh... Mollayo..

"Hya HongKi ya~ JiYeon masih tinggal di apartemen itu kan?" pertanyaan JaeJin menyadarkanku dari lamunan. Aku tertarik dengan pembicaraan ini.

"Ne, waeyo?" kata Hongki.

"Aniyo. Bagaimana perkembangan hubunganmu dengannya? Apa kau sudah mengatakan perasaanmu?" tambah SeungHyun. Mereka berdua semakin membuat Hongki terpojok dan membuatku penasaran. JiYeon tinggal di sebuah apartemen? Dan dekat dengan rumah HongKi?' pikirku.

"Belum. Aku belum memberitahunya," jawabnya dengan singkat.

"Ahhh! Payah kau! Sudah bertahun-tahun mengenalnya bahkan menyukainya. Tapi kau nggak ada keberanian untuk menembaknya," SeungHyun dan JaeJin menertawakan Hongki. Ahh.. Entah kenapa aku merasa kisah cinta ini akan rumit... Aku membuang nafas yang sejak tadi ku tahan.

*Hongki pov*

Menyebalkan sekali si SeungHyun dan JaeJin! Aku ingin memukul mereka, tapi nggak enak rasanya kalau di hadapan Yonghwa hyung. Awas saja nanti kalau Yonghwa hyung pulang, kalian berdua akan ku hajar! Eh, kok sejak tadi Yonghwa hyung terus melamun, ada apa ya?

"Aniyo. Bagaimana perkembangan hubunganmu dengannya? Apa kau sudah mengatakan perasaanmu?" kata duo cerewet itu lagi.

"Belum. Aku belum memberitahunya," jawabku sekenanya, aku memang belum memberitahu Jiyeon tentang perasaanku kan? Aku bangkit, aku ingin ke bawah dan mengambil minuman lagi dan menghilang sementara dari duo biang gosip itu. Ku raih gagang pintu, ketika pintu terbuka, sosok itu mengagetkanku.

*Jiyeon pov*

Aku berdiri di depan cermin, menyisir rambutku dan menjepitkan pita di samping. Ku pandangi pantulan diriku di cermin. Wajahku udah lumayan ceria, udah nggak ada bekas menangis lagi. Syukurlah... Semoga besok aku bisa berpura-pura nggak terjadi apa-apa di depan mereka berdua. Aku berjalan menuju dapur untuk membuat sarapan. Di atas meja terletak setoples kue kering berbentuk beruang sisa kemarin malam. Ahh... kue ini, jatahnya So Eun dan Seungho udah jatuh waktu aku berlari menghindari mereka berdua. Kue yang ini sebenarnya mau ku berikan pada Hongki, tapi kemarin aku dan Hongki kan bertengkar. Hmm.. Sebaiknya aku minta maaf padanya dan memberikan kue ini. Pasti dia akan sangat senang!

Aku membawa toples kue kering itu ke rumah Hongki, Umma-nya Hongki bilang Hongki sedang berlatih dengan band barunya dikamar dan aku disuruh langsung masuk saja ke dalam kamarnya. Wuaaw, dia udah jadi anak band rupanya. Aku menaiki tangga dan hendak mengetuk pintu kamar Hongki ketika dengan tiba-tiba saja pintu itu dibuka dari dalam.

"JiYeon?"

*Hongki pov*

"Jiyeon?" kataku kaget ketika pintu kamar ku buka. Di depanku kini berdirilah Jiyeon, menggenggam sebuah toples cantik berisi banyak kue lucu. Aku nggak percaya dia akan ke rumahku hari ini, kemarin aku marah-marah padanya. Aku jadi merasa bersalah.

"Hongki, ini kue untukmu," katanya dengan senyum mengembang. Dia terlihat cantik sekali, ahhh.. tiap hari dia memang selalu cantik. Upsss! Apa Jiyeon mendengar semua pembicaraanku dengan SeungHyun dan JaeJin tadi? Kalau iyaa,, mampus aku!

"Kau mendengar sesuatu tadi?" tanyaku sambil menerima kuenya.

"Sesuatu? Enggak, ada apa?"

"Syukurlah," aku mengelus dadaku dengan lega. Aku belum ingin Jiyeon mengetahui perasaanku.

"Mianhae Hongki, akhir-akhir ini aku selalu membuatmu marah. Jeongmal mianhae," Jiyeon menundukkan wajahnya. Aku menepuk pundaknya dengan lembut.

"Gwaenchanna Jiyeon. Aku yang seharusnya minta maaf. Aku yang terlalu sensitif. Masuk yuk?" aku mempersilakan Jiyeon masuk.

"Waa! Jiyeon! Akhirnya kau datang jugaaa! Hahaha.." langsung saja duo cerewet itu berkoar-koar. Jiyeon hanya tersenyum dan mengajak mereka bercanda. Sudah lama memang nggak bertemu mereka lagi. Jiyeon rupanya lumayan akrab dengan Yonghwa hyung. Dia juga mengobrol dengannya. Ahhh.. aku lega melihatnya tersenyum sperti itu. Teruslah tersenyum Jiyeon...

*Jiyeon pov*

Aku jadi sering berangkat pagi. Hari ini pun aku berangkat pagi.. Aku masuk ke kelas yang masih sepi. Tapi aku melihat Seungho dan So Eun sedang berdua di dalam kelas. Aku nggak bisa menahan air mataku. Aku berlari menuju taman belakang dan bersembunyi di antara semak-semak.

.

.

.

.

.To Be Continue ^^

Wanna reviews again? ^^

ArhiiDe-chan 'HongRhii' Hikari :: makasih udah setia ngikutin fict ini ^^

aku juga mikir, kayaknya bakal kurang laku kalau disini ='(

tapi di trafic statusnya lumayan banyak lhoo yang baca =="

pada nggak mau reviews .. huhuhu