Title : Truly YOU

Author :DesySeungho ShawolShinee

Genre : Romance, Comedy

Cast: Park Ji Yeon (T-ara), Yoo Seung Ho (actor), Lee Hong Ki (FT. Island), Jung Yong Hwa (CN Blue), Kim So Eun (actress)

Main Backsound : Breathless by Shayne Ward

Disclaimer :All plot, story ideas © DesySeungho ShawolShinee, All SuperJunior member © God

Don't take my Fanfiction without FULL CREDIT to my Account, Don't copy my Fanfiction without my PERMISSION, Don't PLAGIAT my Fanficton. I HATE PEOPLE WHO JUST PLAGIAT !

Summary : Apa aku salah telah mencintainya? Chap 10 is up ! Mind to read?


Chapter 10 :: This Love is Hurting Me


*author pov*

Jiyeon berhenti di pintu kelas. Dilihatnya So Eun dan Seung Ho sedang duduk berhadapan di bangku Seung Ho. Tanpa terasa airmata menetes di pipinya. JiYeon memutar langkahnya dan berlari menuju taman belakang dengan terisak. So Eun menyadari suara langkah kaki di depan kelas, dengan spontan dia melihat keluar tapi udah nggak ada siapa-siapa lagi disana.

"Siapa?" tanya Seungho.

"Nggak ada siapa-siapa," So Eun kembali ke duduk di hadapan SeungHo.

"So Eun ah~ kenapa kau nggak bisa menerimaku?"

"Aku... Mianhae SeungHo ya~"

*Jiyeon pov*

Aku harus berlari lagi, aku merasa sesak. Dadaku terasa sakit melihat mereka berdua, namja yang ku cintai dan sahabatku sendiri. Ku rebahkan tubuhku di antara semak-semak taman belakang. Aku mendekap lututku dan menyembunyikan kepalaku di dalamnya.

Aku merasakan hangat pada punggungku, seseorang menyelimutiku dengan jaketnya. Ku dangakan kepalaku agar aku bisa melihat orang itu. Yonghwa oppa berdiri di depanku.

"Oppa?"

Dia duduk disampingku dan mengusap rambutku pelan. "Musim gugur seperti ini seharusnya kau membawa jaket, JiYeon ah~"

Aku mengusap airmataku dan tersenyum canggung, "Mianhae oppa." Hanya itu yang bisa ku katakan. Aku malu dihadapan Yonghwa oppa, aku selalu sedang menangis ketika aku bertemu dengannya. Aku benar-benar terlihat seperti seorang yeoja lemah.

"Bersandarlah di pundaku kalau itu bisa membuatmu tenang," dia menepuk pundaknya sendiri, memberi kode kalau dia memberikan pundaknya padaku. Yonghwa oppa baik sekali, dia selalu menenangkanku saat aku gelisah seperti ini. Aku benar-benar berterimakasih oppa. Tangannya meraih kepalaku dan menyandarkannya di bahunya. Aku nggak bisa melawan, sebenarnya aku sangat membutuhkan bahunya. "Ceritalah, aku yakin kau pasti akan lega."

Aku hanya menatap Yonghwa oppa dalam diam. Raut wajahnya begitu menenangkan, penuh kehangatan... Seandainya dia benar-benar oppaku... Aku menceritakan semua keluh kesahku padanya. Ku tumpahkan semua perasaan yang mengganjal hatiku. Setelah aku bercerita, aku merasa sangat lega dan enteng, sepertinya beban yang selama ini menyesakkan dadaku udah hilang. Aku sangat berterimakasih padamu, oppa.

*Yonghwa pov*

Aku sedang berjalan di dekat taman belakang sekolah, ku lihat sosok mungil itu menangis sambil memeluk lututnya. Park Ji Yeon, yeoja yang ku cintai diam-diam sejak dia masuk ke SMA ini. Sayangnya, dia menyukai namja lain, dan payahnya namja itu malah menyukai yeoja lain. Hah! Kenapa cinta itu begitu rumit sih? Entah kenapa aku selalu bertemu Jiyeon saat dia sedang menangis, dia cewek yang sangat rapuh menurutku. Aku benar-benar ingin melindunginya.

Ku sampirkan jaket yang ku kenakan di atas punggungnya. Ini musim gugur, tapi dia malah nggak mengenakan jaket. Kau bisa sakit Ji Yeon... "Musim gugur seperti ini seharusnya kau membawa jaket, JiYeon ah~" kataku setelah dia menyadari kehadiranku.

"Mianhae oppa."

Aku duduk di sampingnya. "Bersandarlah di pundaku kalau itu bisa membuatmu tenang," kataku dengan lembut sambil menepuk bahuku. Tapi Jiyeon terlihat ragu, aku meraih kepalanya dan menyandarkannya di bahuku. Aku memintanya untuk menceritakan semua. Sebenarnya nggak usah diceritakan pun aku sudah tau masalah apa yang membuatnya seperti ini. Semua ini karena Yoo Seungho, namja yang Jiyeon sukai. Rupanya Seungho malah menyukai So Eun, dan Jiyeon melihat Seungho dan So Eun sedang berdua di taman 2 hari yang lalu. Aku sendiri juga melihat mereka, tapi aku nggak berani menampakkan diriku di hadapan Jiyeon malam itu. Aku tau hatinya pasti terluka, maka lebih baik aku berpura-pura nggak mengetahui apa-apa seperti ini.

Jiyeon menceritakan semua keluh kesahnya. Aku memperhatikan dengan seksama walaupun aku udah tau yang sebenarnya. Airmatanya berhenti mengalir, nafasnya sudah tenang. Aku membelai rambutnya, "Banyak orang yang menyayangimu Jiyeon ah~ bahkan udah dari dulu mereka menyayangimu, mereka selalu ada di dekatmu. Tetapi mungkin kau nggak pernah mengetahuinya."

Entah apa yang membuatku berkata seperti itu padanya. Kata-kata ini sebenarnya mengacu pada keberadaanku, yaa aku memang menyukai Jiyeon udah lama. 2 tahun waktu yang cukup lama kan untuk mengagumi seseorang? Tapi aku teringat pada Hongki. Dia menyukai Jiyeon dari kecil dan selama itu pulalah Hongki selalu menjaga Jiyeon. Aku jadi merasa aku nggak akan pantas jika dibandingkan dengan Hongki.

Jiyeon memandangku dengan heran. Aku tersenyum geli untuk menetralkan suasana. Lalu menepuk kepalanya dengan lembut dan bangkit. "Sebentar lagi bel masuk bunyi. Masuklah ke kelasmu Jiyeon ah~ aku juga ada latihan band dengan Hongki dan lainnya." Ku kepalkan tanganku untuk menyemangati Jiyeon. "Hwaiting saeng!" hatiku miris waktu mulutku mengeluarkan kata 'saeng' sekali saja aku ingin memanggilmu 'chagi' .. mungkinkah itu kan terwujud?

"Gomawo oppa," Jiyeon membungkuk dan berlari ke kelasnya. Aku berjalan ke ruang musik sambil memikirkan perkataanku tadi. Haruskah aku mengalah demi Hongki?

*jiyeon pov*

'Banyak orang yang menyayangimu Jiyeon ah~ bahkan udah dari dulu mereka menyayangimu, mereka selalu ada di dekatmu. Tetapi mungkin kau nggak pernah mengetahuinya.' Kata-kata Yonghwa oppa tadi terus terngiang di pikiranku. Siapa yang menyayangiku? Aku nggak pernah dekat dengan banyak namja, yang selama ini dekat denganku hanyalah Hongki.

Aku menyampirkan tasku di sebuah bangku. Bukan di bangku tempatku biasa duduk. Aku biasanya duduk dengan So Eun, tapi nggak mungkin kan aku duduk dengannya padahal aku sedang marah dengannya? Bukan marah, tetapi merasa terkhianati... Aku melipat jemariku dan menerawang. Ku lihat Seungho duduk di bangkunya sambil mengutak-atik buku. Sepertinya dia sama sekali nggak sadar dengan kehadiranku. Mungkin di hidupnya hanya ada So Eun...

"Jiyeon ah~ ! Kau baru saja datang ternyata! Aku mencarimu daritadi!" So Eun masuk ke dalam kelas dan segera menghampiriku. Aku nggak bereaksi.

Dia menggoyangkan telapak tangannya di depanku, berusaha menarik perhatianku. Sebuah coklat tersodor dari tangannya. "Ini untukmu!"

"Nggak usah," aku menyingkirkan tangannya. Tapi karena aku menyingkirkan terlalu keras, coklat itu terjatuh dari tangan So Eun. Dia tampak sangat terkejut, aku sendiri juga terkejut. Aku nggak bermaksud menjatuhkannya. So Eun segera mengambil coklat itu, aku tetap menatap jemariku yang ku kaitkan lagi.

"Kau marah padaku?" tanya So Eun, penuh khawatir. Aku memilih untuk nggak menjawab. Bel masuk berbunyi, So Eun menyerah untuk membujukku dan dia berjalan ke bangkunya. Aku sengaja nggak duduk sebangku dengan dia, aku masih terlalu rapuh untuk mengakui kenyataan Seungho dan So Eun. Hari ini aku duduk dengan DaeHyun, sebenarnya aku pengen duduk dengan Hongki... Tapi dia lagi latihan band dan nggak masuk sekolah. Walau aku duduk dengan jarak yang cukup jauh dengan Seungho, tapi aku bisa merasakan kalau dia terus menatapku dengan tajam. Ahh.. biarlah...

"Hya, Jiyeon ah~ tumben kau nggak nempel-nempel sama Seungho? Biasanya kan kayak permen karet, ngikutin Seungho kemana pun.. Hahaha," bisik DaeHyun di sela-sela pelajaran. Aku termenung setelah mendengar kata-kata DaeHyun.

'Permen karet? Jadi selama ini aku hanya seperti permen karet yang selalu mengitari Seungho. Padahal Seungho nggak pernah peduli denganku?' pikirku. Apa mungkin aku bisa membuatnya mencintaiku?

Pulang sekolah... Aku berjalan sendiri menuju apartemenku, Hongki belum pulang dari latihan band-nya. Pikiranku di penuhi dengan kata-kata DaeHyun tadi. 'Aku hanya seperti permen karet...'

"Park Jiyeon! Kita harus bicara."

Suara itu mengagetkanku. Aku mendangakkan kepalaku dan melihat sosok Seungho berdiri di hadapanku.

*Seungho pov*

Aku merasa tingkah Jiyeon aneh hari ini. So Eun tadi memberinya sebatang coklat tapi dia malah menolaknya, bahkan dia menjatuhkannya. Ada apa sih? Memangnya So Eun salah apa? Selama pelajaran aku terus menatapnya dengan tajam. Aku mencoba menemuinya saat pulang sekolah di taman dekat sekolah.

"Park Jiyeon! Kita harus bicara," kataku. Jiyeon terkejut melihatku. Aku memberinya kode untuk mengikutiku. Aku duduk di sebuah kursi taman, Jiyeon duduk di sebelahku. "Kenapa? Apa aku telah berbuat salah padamu?"

Jiyeon menggeleng, "Aniyo..."

"Lalu kenapa kau bersikap seperti itu pada So Eun?"

"So Eun lagi... Kau nggak pernah berpikir kan kalau aku menyukaimu Seungho-ya,"

Aku tercengang mendengar kata-katanya. "Kau nggak pernah sedikitpun melihatku, dimatamu hanya ada So Eun, So Eun dan So Eun... Padahal aku menyukaimu, kau bertindak seakan-akan semua biasa saja. Apa aku salah kalau aku sangat mencintaimu dan nggak rela So Eun harus menerima cintamu?" Ku lihat airmata mulai mengucur deras dari pelupuk matanya. "Mianhae..."

"Ada satu hal yang nggak pernah kau sadari Jiyeon ah~" aku merasa aku harus membiarkan Jiyeon tau tentang ini. Dia menoleh menatap mataku. "Kau nggak pernah menyadari kan kalau sebenernya Hongki menyukaimu?"

Jiyeon nampak sangat terkejut oleh perkataan Seungho barusan.

.

.

.

_to be continue yaaa ^^_

Chingudeul... Please di RCL yaaa ^^ Oyaaa... ada bebapa part ada yang ku ambil dari God of Study, sebelumnya aku konfirmasi dulu ^^

Hehe... ^^

ArhiiDe-chan 'HongRhii' Hikari :: hummm... ada 13 part xD hhee.. dah mau tamat ini.. tapi puncak konfliknya baru mau di chappie2 ini.. antara 11-12 xD

ini tuh fict pertama aku, yahhh berbelit2 memang xD hhe... thanks udah setia ngikutin xD *hug*


ALL RIGHTS RESERVED © DESYSEUNGHO SHAWOLSHINEE