Title : Truly YOU
Author :DesySeungho ShawolShinee
Genre : Romance, Comedy
Cast: Park Ji Yeon (T-ara), Yoo Seung Ho (actor), Lee Hong Ki (FT. Island), Jung Yong Hwa (CN Blue), Kim So Eun (actress)
Main Backsound : Breathless by Shayne Ward
Disclaimer :All plot, story ideas © DesySeungho ShawolShinee, All Character © God
Don't take my Fanfiction without FULL CREDIT to my Account, Don't copy my Fanfiction without my PERMISSION, Don't PLAGIAT my Fanficton. I HATE PEOPLE WHO JUST PLAGIAT !
Summary : Akhirnya Jiyeon tau bahwa Hongki selama ini mencintainya. Tapi Jiyeon pun tau bahwa Seungho mencintai So Eun, dari mulut Seungho sendiri. Klimaks! Chap 10 is up ! Mind to read?
Chapter 11 :: Hongki, I'm Sorry
*Jiyeon pov*
"Ada satu hal yang nggak pernah kau sadari Jiyeon-ah," Seungho menghela nafas sebelum melanjutkan perkataannya. Aku menatap wajahnya menunggu lanjutan perkataannya. "Kau nggak pernah menyadari kan kalau sebenarnya Hongki menyukaimu?"
Deg!
Jantungku berdetak lebih keras mendengar perkataan Seungho barusan. Hongki menyukaiku? "Maksudmu?" tanyaku dengan wajah terkejut.
"Iyaa.. Kau nggak pernah menyadari kan, kalau selama ini Hongki selalu memberikan perhatian padamu. Menjagamu, menolongmu. Tapi kau nggak pernah sadar kan? Entah kenapa cinta itu begitu rumit. Hongki menyukaimu sejak dulu sementara kau menyukaiku. Dan aku memang udah menyukai So Eun sebelum dia pindah ke sekolah kita, aku selalu memperhatikan dia ketika pulang sekolah hendak menunggu bis untuk pulang. Tapi So Eun sendiri…. Ahhh… Entahlah…." kata Seungho lagi. Aku menatapnya masih nggak percaya.
"Kau juga nggak pernah tau kan perasaan Hongki setiap kali kau membicarakan tentang diriku? Kau nggak pernah melihat sorot matanya!"
Aku tetap terdiam, aku nggak tau harus bilang apa. Ya Tuhan, apa selama ini aku telah melukai perasaan Hongki? "Darimana kau tau hal ini?"
"Kelihatan kok dari sorot matanya, kau saja yang nggak pernah tau," Seungho beranjak dari duduknya. "Sudah sore, pulanglah..."
Aku mengangguk dan berbalik lalu berjalan meninggalkan Seungho. Baru sekali aku melangkah, lalu aku berbalik dan menoleh ke arahnya lagi. "Maafkan aku yang mencintaimu, Seungho-ya," aku merasakan airmata mulai menggenang di pelupuk mataku. Entah kenapa aku merasa permasalahan ini begitu kompleks. Bahkan aku mendengar dari Seungho sendiri kalau dia memang menyukai So Eun sejak lama. Hatiku seperti teriris pisau, aku berlari meninggalkan Seungho.
*Seungho pov*
"Sudah sore, pulanglah..." aku beranjak dari dudukku. Jiyeon mengangguk dan berpamitan untuk pulang. Baru selangkah saja dia kembali membalikkan tubuhnya. "Maafkan aku yang mencintaimu, Seungho-ya."
Deg!
Entah kenapa dadaku berdesir saat melihatnya. Ku amati sudut matanya, airmata menggenang di pelupuk matanya. Aku benar-benar merasa bersalah, apa dia selalu menangis karena aku? Aku ingin menggapai tangannya tapi rasanya kakiku kaku dan nggak bisa bergerak. Ku biarkan dia berlari menjauhiku. 'Hati-hati di jalan Jiyeon-ah,' kataku dalam hati sambil berjalan pulang.
*Jiyeon pov*
Aku pusing, kepalaku seperti berkunang-kunang. Kata-kata Seungho masih terus terngiang di telingaku. 'Hongki menyukaiku?' kemudian aku teringat kata-kata Yonghwa oppa tadi pagi. 'Banyak orang yang menyayangimu Jiyeon-ah, bahkan udah dari dulu mereka menyayangimu, mereka selalu ada di dekatmu. Tetapi mungkin kau nggak pernah mengetahuinya.' Apa mungkin yang dimaksud Yonghwa oppa itu Hongki?
Ahhh.. Aku pusing sekali... Pengelihatanku mulai suram, jalanku mulai sempoyongan, mungkin aku bisa jatuh di jalan... Biarlah...
*Hongki pov*
'Jiyeon kemana sih?' tanyaku dalam hati berkali-kali. Aku mondar-mandir di depan pintu gerbang rumahku untuk menunggunya lewat. Aku udah mengunjungi apartemennya sejak tadi, menunggunya di pintu apartemen hampir satu jam dan dia belum pulang juga. Ini udah sore... Ku coba menelpon handphone-nya tapi nggak aktif. Ahhh.. Jiyeon-ah, aku sebal dengan sikapmu yang nggak pernah menganggap penting keberadaan handphone dan selalu mematikannya! Aku mengkhawatirkanmu!
Ku dial berkali-kali nomor handphone Jiyeon tapi tetap nihil. Sesosok cewek terlihat di balik tikungan gang rumahku dan... dia adalah Jiyeon! "Jiyeon-ah!"
Aku berlari menghampirinya, jalannya sempoyongan, 'Ada apa dengannya?' tanyaku dalam hati. Ku sentuh dahinya, panas! Jiyeon sakit! Refleks aku segera menopang tubuhnya dan membawanya masuk ke dalam rumahku. Aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang hangat di dekat wajahku, matanya terpejam, wajahnya terlihat capek. Baru sehari saja dia kutinggal sendiri di sekolah, dia sudah seperti ini.
Umma melihatku menggotong Jiyeon. "Hongki-ya! Kenapa Jiyeon?"
"Umma, sepertinya Jiyeon sakit," kataku. "Umma, bisa buatkan bubur untuknya?"
"Yeyeye, baringkanlah dulu Jiyeon di kamarmu. Umma akan membuatkan bubur," kata Umma sambil memasang celemeknya. Aku naik tangga dan membaringkan Jiyeon di kasurku. Kutatap wajah Jiyeon yang terlihat tak berdaya. Aku segera mengambil es batu dan kain untuk mengompres dahinya. Jiyeon-ah, ku mohon sadarlah...
Aku menggenggam tangannya dengan erat, dan menunggunya siuman.
*Jiyeon pov*
Aku udah nggak kuat berjalan, sepertinya aku bakal pingsan. Aku mendengar ada orang yang memanggilku, namun aku udah nggak bisa membuka mataku. Terlalu berat... Tiba-tiba badanku terasa ringan, ahhh... aku ingin tidur...
-000-
Aku membuka mataku perlahan, kulihat sekeliling. Ini bukan apartemenku! Dimana aku? Seseorang tidur dalam posisi duduk di samping kasur kuning yang ku tiduri. Kasur kuning? Ini kamar Hongki kah? Ku amati dengan seksama sosok itu, tangannya menggenggam erat jemari kiriku, terasa hangat. Iya, benar dia Hongki...
"Hongki..." ucapku lirih. Dia terbangun dan mengangkat kepalanya dari posisi semula. Lalu menatapku sebentar dengan wajah ngantuknya.
"Ahhh! Jiyeon!" wajahnya terlihat ceria ketika menyebut namaku. "Kau udah siuman?" dia memegang dahiku. Aku hanya bisa mengangguk lemah.
"Mianhae, aku ketiduran sewaktu menjagamu. Oyaa, umma udah membuatkan bubur untukmu. Makan ya? Ku ambilkan dulu," Hongki beranjak dan keluar dari kamarnya.
Aku ingin duduk, ku bangunkan tubuhku dengan susah payah. Aku teringat graviti di tembok belakang kasur Hongki. Aku melihatnya dengan seksama, sepertinya aku bisa membaca tulisan itu.. 'Saranghaeyo Jiyeon-ah.'
Omo! Benar dugaanku! Setelah mengetahui semua dari Seungho entah kenapa aku bisa dengan mudah membaca graviti ini. Hongki benar-benar mencintaiku, sejak dulu malah. Dia yang selalu menjagaku, melindungiku, kenapa aku nggak pernah sadar? Hongki-ya mianatta…
Pintu kamar terbuka, masuklah umma-nya Hongki lalu Hongki di belakangnya membawa nampan yang berisi semangkuk bubur dan segelas air. Umma memegang dahiku, "Jiyeon-ah kenapa kau bisa sakit begini? Kau jarang makan?"
"Anniyo umma, aku hanya kelelahan…" kataku sambil tersenyum.
"Ahhh.. Jiyeonnie, pokoknya kau harus makan teratur. Kalau di rumah nggak ada bahan makanan kemarilah, biar umma memasak untukmu."
Melihat wajah umma Hongki, aku jadi kangen umma-ku. Umma yang udah nggak pernah mengontakku lagi. Kata-kata Hongki menyadarkan lamunanku, "Jiyeon, ku suapi ya?"
"Nggak usah, aku bisa makan sendiri kok," aku menolak dengan halus.
"Biarlah Hongki yang menyuapimu Jiyeon-ah. Dan sebaiknya kau juga menginap dulu di sini. Kau masih lemah kalau harus di rumah sendirian, lagian nggak ada yang ngerawat. Tidurlah di sini, umma dan Hongki yang akan merawatmu. Umma ke bawah dulu ya," Umma Hongki keluar kamar. Aku jadi merasa canggung kalau ditinggal berdua saja dengan Hongki. Setelah mengetahui perasaannya… Walaupun dia belum menyatakannya padaku, tapi pipiku terasa panas. Hongki tetap tenang sambil meniupi sesendok bubur.
"Hongki? Apa kau menyukai—"
"Makanlah," sesendok bubur ada tepat di bibirku dan kata-katanya memotong perkataanku. Aku melahap bubur yang disuapi Hongki, dan tersenyum canggung. Ahh… Kenapa suasananya jadi asing begini sih?
"Eh? Kau tadi mau bilang apa Jiyeon-ah?" tanyanya.
"Ahh.. Nggak kok. Nggak ada apa-apa." Sungguh! Aku merasa sangat malu! Hongki terus menyuapiku, setelah makan Hongki berpamitan untuk mandi. Kini aku termenung sendiri di kamar. Memikirkan begitu rumitnya kisah cinta yang ada di antara aku, Hongki, Seungho dan So Eun.
-000-
Tak lama Hongki masuk ke dalam kamar dengan rambut yang setengah basah. Hihihi, dia terlihat keren kalau rambutnya seperti itu. "Heyo, sudah malam. Kenapa kau belum tidur, huh?" katanya dengan mimik galak.
"Aku belum mau tidur," kataku sambil me-mehrong-kan lidahku. Dia berjalan cepat ke arahku dan mencubit pelan hidungku.
"Baru saja sembuh dari sakit udah nakal lagi. Dasar!"
Aku hanya tersenyum geli. Hongki duduk di sofa dekat beranda sambil membawa gitarnya. Selain jago nge-drum, Hongki juga pintar main gitar. Dia memang sangat suka dunia musik, aku cuma bisa berdoa agar impiannya mempunyai band yang terkenal bisa terwujud. "Aku akan memainkan lagu untukmu, maka tidurlah… Oke ^^"
Aku tersenyum mengiyakan. Sebuah instrument lagu mengalun dari gitar yang dipetiknya. Aku nggak mengenal lagu ini. Apa ini lagu yang diciptakan oleh band-nya Hongki dan Yonghwa oppa? Lagu ini rasanya membuatku tentram. Melodi yang lembut. Pelupuk mataku terasa berat, aku ingin tidur…
-000-
*Hongki pov*
Setelah selesai memainkan lagu band-ku yang baru, aku melirik ke arah Jiyeon, sepertinya dia telah terbawa ke alam mimpi. Ku amati wajah Jiyeon ketika tidur, lucu, manis, cantik. Hahaha… Jiyeon memang manis daridulu. Aku menggenggam jemari tangan kirinya. Kupegang erat jemarinya, Jiyeon-ah seandainya aku bisa aku ingin menjagamu untuk selamanya…
Aku terus menggenggam jemarinya sampai aku tertidur di kursi di samping tempat tidur.
-000-
*Jiyeon pov*
Aku terjaga dari tidurku, ku lihat sesosok namja tidur di atas kursi di samping tempat tidur. Tangannya menggenggam erat jemariku. Hongki-ya jeongmal gomawo… Aku melirik jam di seberang dinding kamar Hongki, sekarang masih jam 11 malam. Aku melihat punggung Hongki, dia nggak memakai selimut… Aissshhh! Bisa-bisa kau ikutan sakit kalau kayak gini!
Aku mengambil selimut di ujung tempat tidur. Hongki memang mempunyai dua selimut, tapi kenapa nggak dipakai olehnya? Dasar… Ku sampirkan selimut itu di punggung Hongki. 'Semoga kau nggak merasa kedinginan Hongki-ya' batinku. Kemudian aku berusaha untuk tidur kembali..
To be Continue ^^
Nah chingudeul ! Karena cerita ini udah mencapai klimaks, maka beberapa part lagi akan TAMAT ! So… jangan lupa RCL yaaa ^^ Hehehehe.. Gomawo ^^
Luce stellare of Hyuzura :: Gomawo udah mau baca n reviews ^^ bahkan sampai nyari info ttg mereka di google .. aku terharuuu , baca semua yahhhh? #plak
kangyeongsuk :: huwaaaaa.. makasih udah mau baca ^^ seneng deh yang baca bertambah ^^ foto profilnya seungho.. hmmm... yoo-pies yah ? ^^
ArhiiDe-chan 'HongRhii' Hikari :: Iyaaa aku update-nya nungguin reviews dari kamu lohhh , heheee.. 2 chappie lagi tamaatttt ,
ddangkomom :: huwaaaaa... makasih banget udah suka FF abal ini xD ini FF aku yang pertama kali ^^ hahahaa... aku juga suka banget sama SeungYeon..kapan mereka satu drama lagi? , hah, mending SeungYeon daripada Seokyu *benci pairing seokyu* =S reviews terus donkk biar aku nya semangat...bentar lagi tamat loooo
ALL RIGHTS RESERVED © DESYSEUNGHO SHAWOLSHINEE
