Chapter sebelumnya.

"Nah semuanya. Apinya sekarang sudah siap! Setiap peserta boleh melakukan cara apapun untuk memadamkannnya! Waktu yang di berikan 30 menit! Perlombaan babak pertama, DIMULAI!" Teriak Mamori dengan semangat.

"YEAA!"

"YEAA!" teriak para penonton.

Title : Kumpul Bareng Chara Anime

Author : Sun Setsuna

Disclaimer Naruto: Masashi Kishimoto

Hunter x hunter : Yoshihiro Togashi

Bleach : Kubo Tite

Inuyasaha : Rumiko Takahashi

Eyeshield 21 : Riichiro Inagaki dan Yusuke Murata

Warning : Gaje, Typo(s), Abal

Sumamary : Author mengumpulkan tokoh-tokoh anime untuk melakukan sesuatu permainan bersamanya. Siapakah yang akan datang, dan apakah yang akan mereka lakukan?

Chapter 3.

Para peserta mulai menghampiri rumah yang telah terbakar tersebut.

"Hwaa, apinya besar sekali ya!" kagum Gon saat melihat besarnya api yang ada dihadapannya.

"Bagimana cara memadamkannya? Ayahku cuma mengajarkan cara membunuh. Dengan nen sekalipun juga tidak akan padam," ucap Killua dengan wajah kebingungan.

"Serahkan saja padaku, Killua. Kau berlindunglah dulu," ucap guru Kakashi dengan tampang serius dan membuatnya terlihat cool.

"Kyaa! Kakashi!"

"I love you Kakashi!"

'Huh, sok hebat banget sih nih orang. Kau pikir kau ini siapa?' batin Killua sambil menatap Gondok kearah Kakashi sensei. Tapi setelah mengingat kejadian dikamar, tentunya bukan adegan mesum. Akhirnya Killua menuruti ucapan Kakashi dan mempercayakan urusan ini kepadanya.

"Ya ya, terserah padamulah," ucapnya dengan nada bosan dan berjalan menjauh.

Kakashi lalu berjalan mencari sumber air terdekat dan mendapati sungai yang berada tidak jauh dari lokasi permainan. Dilihatnya sungai tersebut dan hampir saja ia muntah saking joroknya tuh sungai.

"Ini siapa sih yang pada buang sampah di sungai?" tanyanya dengan tampang sweatdrop bercampur kesal.

Bayangkan saja, sungai yang seharusnya berfungsi untuk mengalirkan air kini terlihat seperti penampungan sampah raksasa. Sampah plastik, kertas, lemari, kulkas, rumah (?), kardus, kayu, guling, roti jepang, bahkan sikuning mengambang atau yang kita kenal dengan-

(Kakashi : Tolong jangan diteruskan! *nahan muntah*)

Baiklah, kita lewatkan bagian tersebut.

"Aku tidak punya pilihan lain," ucap Kakashi sambil terus berterima kasih pada masker hitam miliknya yang berhasil mengurangi aroma busuk yang sangat mengganggu.

Kakashi segera membentuk segel ditangannya dengan sangat cepat.

Set! set! set!

"Suiton, Suiryudan no Jutsu!" ucapnya begitu semua segel telah terbentuk.

Zruar! Werr! Werr!

Dari belakang Kakashi muncul seekor naga yang terbuat air terkutuk tadi.

Zruar! Werr! Werr!

Kakashi segera mengendalikan naga berwarna cokelat keruh tersebut. Tapi terlihat ada yang aneh. Gerakan naga tersebut terlihat liar dan tidak karuan.

"Semuanya minggir!" teriak Kakashi begitu naga yang sedang dikendalikannya mengarah kepenonton.

"Gyaa!"

"Hwaa!"

"Jangan mendekat!"

Terlihat para penonton berhamburan menghindari benda menjijikan tersebut. Ada yang manjat pohon, ngumpet didalam tong sampah, didalem gerobak sampah (bukannya malah kotor ya?) atau ngumpet dibalik rok tante-tante. Intinya semua berusaha supaya tidak terkena limbah tadi. Tapi tidak semuanya berhasil menghindar. Sebagian diantaranya terkena cipratan atau bahkan termakan secara penuh oleh sang naga dan tepar ditempat dengan mulut berbuih.

"Rasakan hasil dari kejorokan dan kemalasan kalian," komentar Killua sambil mengamati kehebohan tersebut dari atas pohon.

Setelah berhasil membuat kehebohan, Kakashi lalu mengarahkan naga air tersebut ketempat tujuan yang sebenarnya, api yang terkobar.

Byur! Byur!

Naga itu menerjang kobaran api dengan liar dan tidak sampai lima menit api pun berhasil dipadamkan.

"Nah, dengan begini sudah selesai. Bagaimana Killua?" Tanya Kakashi-sensei sambil tersenyum dari balik maskernya.

"Huh, sok keren," dengus Killua rada sebal. "Tapi aktingmu boleh juga," tambahnya sambil tersenyum.

"Kau menyadarinya ya, hehe.." tawa Kakashi menggaruk belakang kepalanya.

Ternyata aksi liar naga tadi hanyalah akal-akalan Kakashi. Dia ingin membuat mereka menyadari betapa pentingnya menjaga lingkungan. Good job Kakashi.

"Kyaa! Kakashi-sensei! Kau memang hebat!"

"Kakashi-kun! I luv yu!" jerit para fans Kakashi yang ikut menonton pertandingan tersebut.

"Wow! Luar biasa! Hanya dalam waktu singkat, tim pertama sudah berhasil menyelesaikan game pertama. Kakashi Hatake dan Killua Zaoldyk, dinyatakan LULUS!" teriak Mamori penuh semangat.

"YEA! YEA!" teriak para pendukung tim Kakashi dan Killua.

"Naruto, cepat keluarkan jurus seperti itu!" perintah Kurapika ke Naruto begitu melihat kehebatan Kakashi tadi.

"Kalau jurus yang seperti itu aku tidak bisa," ucap Naruto dengan dana suram karena dia tidak begitu ahli dalam ninjutsu.

"Kau ini ninja juga kan! Masa tidak bisa sih," ucap Kurapika dengan nada meremehkan.

"Gak semua ninja bisa jurus seperti itu, tauk!" balas Naruto sewot.

"Dasar kau ninja payah!"

"Diam kau pria jadi-jadian!"

"Kepala jeruk!"

"Manusia rantai!"

"Kumis aneh!"

"Pria berdada rata -?-!"

'Hadeuh~ Kok malah berantem sih?' batin para penonton sweatdrop.

"Hei! Mau sampai kapan kalian akan berkelahi?" Lerai Mamori untuk menghentikan adegan gak penting tadi.

"Huh!" dengus keduanya sambil membuang muka.

"Hei Naruto, kalau kau tidak bisa jurus yang tadi, coba kau keluarkan jurus lain yang kau bisa. Jurus andalanmu atau apalah terserah," ucap Kurapika yang mulai tenang.

"Jurus andalan ya?" Tanya Naruto sambil mengingat-ingat jurus andalannya. "Kalau begitu akan ku gunakan rasengan saja," ucap Naruto semangat.

"Rasengan? Jurus apaan tuh?" pikir Kurapika yang baru denger jurus yang namanya rasengan. Ya iyalah, mana ada jurus rasengan di hunterxhunter, XP

"Ya sudah, coba aja dulu," ucap Kurapika tanpa mengetaui apa itu rasengan.

"Baiklah, akan ku coba," ucap Naruto bersemangat.

"Kage bunshin no jutsu." Naruto langsung membuat sebuah bunshin untuk membantunya membuat rasengan. Kemudian dia mulai mengumpulkan cakra di tangannya untuk membentuk rasengan.

Sementara itu, Kurapika hanya memperhatikan sambil kagum, "Sepertinya jurus yang hebat." Pikirnya.

"Ini lah dia, RASENGAN!" teriaknya sambil melempar bunshinnya ke kobaran api dan,

BWERRR!

Api yang yang sudah besar tadi bertambah besar setelah terkena rasengan Naruto.

"DASAR BUEGO!" teriak Kurapika ke Naruto sambil marah-marah. "Kau barusan ngeluarin jurus apaan sih! Liat tuh! Apinya makin gede!"

"Kau tidak dengar ya! Tadi kan aku bilang RASENGAN! RASENGAN!" balas Naruto sambil berteriak juga.

"Emang rasengan itu jurus apaan sih?" tanya Kurapika dengan tampang bloon. *sun dibantai Kurapika FG*

"Rasengan itu cakra yang di padatkan seperti pusaran angin." Jelas Naruto layaknya seorang guru.

"DASAR BODOH! API KENA ANGIN YA TAMBAH GEDE!" Kurapika kembali berteriak mendengar penjelasan dari Naruto..

"Tadi kan kamu yang minta untuk gunain rasengan!"

"Aku kan gak tau kalau rasengan itu angin! Lagipula, kenapa kau nurut aja sih!" protesnya.

"Lilin aja kena angin mati!" ucap Naruto yang langsung dibalas sweatdop oleh Kurapika dan penonton.

"Hah, sudahlah. Tidak ada gunanya berdebat denganmu. Pria berkepala orange memang keras kepala,"

Seketika itu juga, Ichigo dan Hiruma yang lagi asik nonton dari tempat masing-masing langsung bersin-bersin.

"Apa kau tidak punya jurus yang dapat mengeluarkan air?" tanya Kurapika.

Naruto lalu berpikir sejenak. "Kalau aku memang tidak punya, tapi kalau dia pasti punya."

"Dia?"

Naruto lalu membentuk sebuah segel dan, "Kuchiyose no jutsu."

Boof!

Lalu keluarlah hewan panggilan Naruto.

"Huwaaa! Katak raksasa!" teriak Kurapika trekejut.

"Aku ini kodok, bukan katak!" teriak Gamatatsu protes.

"Hwaaa! bisa bicara juga!" ucap Kurapika sambil mundur beberpa langkah dan bikin Gamatatsu sweatdrop. 'Nih orang darimana sih?' batinnya. Hunterxhunter.

"Gamatatsu, tolong bantu aku." ucap Naruto.

"Bantu apa boss?" tanya Gamatatsu.

"Kita lakukan jurus gabungan." jawab Naruto dengan semangat.

"A-APA! Kau mau bergabung dengan kodok itu." Kurapika mengira kalau Naruto akan menjadi satu tubuh dengan Gamatatsu dan mulai membayangkan bentuk aneh dari gabungan keduanya. 'Kodok-berkepala kuning.'

"Bukan begitu bodoh!" Teriak Naruto sambil menghapus imajinasi yang muncul diatas kepala Kurapika. Emang bisa ya?

"Kau lihat saja nanti."

Naruto lalu berdiri di belakang Gamatatsu dan menempelkan kedua telapak tangannya di punggung Gamatatsu. Keduanya terdiam untuk berkonsentrasi supaya waktu pelepasan cakra bisa dilakukan dengan tepat.

"Sekarang!"

"FUUTON! GAMMA TEPPO!" (Jurus gabungan, Elemen angin! Pistol air!)

BYURR!

Air bertekanan tinggi keluar dari mulut Gamatatsu dan mengarah ke rumah yang telah terbakar tadi. Sedikit demi sedikit, api yang tadinya tambah besar karena rasengan Naruto mulai mengecil. Dalam waktu 15 menit, api pun mulai padam.

"Nah, dengan begini sudah beres kan? Hihihi..." ucap Naruto sambil menunjukan cengiran khasnya.

"Ternyata kau hebat juga, Naruto!" puji Kurapika.

"Uzumaki Naruto gitu loh." ucap Naruto dengan bangga sambil menunjuk hidungnya.

"Tim kedua telah berhasil memadamkan api nya. Dengan ini dinyatakan LULUS!" Teriak Mamori dan disambut meriah oleh pendukungnya.

"Kau hebat Naruto!" teriak para pendukung Naruto.

"Terima kasih semuanya!" balas Naruto sambil melambai-lambaikan tangannya.

Tiba-tiba saja Sakura datang menghampiri Naruto.

"Hai Sakura-chan, mau mengucapkan selamat ya?" tanya Naruto dengan pedenya.

Buagh!

Bukannya mengucapkan selamat, Sakura malah memukul Naruto hingga terpental jauh kaya tim roket yang kena setruman Pikachu.

"Ini untuk yang tadi!" ucap Sakura

Flasback. Saat Naruto dan Kurapika berkenalan dikamar.

"Siapa itu Sakura?" tanya Kurapika

"Dia itu rekan satu tim ku. Dia wanita yang sangat menyeramkan, dia itu... Nenek Sihir." ucap Naruto dengan muka yang diserem-seremin.

Flashback end

"Ja-jadi ini yang namanya Sakura ya?" pikir Kurapika sambil memperhatikan Sakura dari atas ke bawah.

"Apa liat-liat?" tanya Kurapika galak.

"E-enggak kok,"

"Ngomong-ngomong, kau ini siapa? Aku baru pertama melihatmu," tanya Sakura dengan mata curiga.

"A-Aku Kurapika Kuruta,"

'Nama yang aneh,' batin Sakura. "Kau ini... pacarnya Naruto ya?"

Jleb!

Untuk kesekian kali, Kurapika dianggap sebagai seorang wanita. Poor you Kurapika.

"Aku ini cowok!" bantah Kurapika juga untuk yang kesekian kalinya.

"Ja-Jadi, kau dan Naruto itu... Yaoian," ucap Sakura denagn mata berbinar-binar. Ternyata Sakura itu fujoshi.

"Hei! Aku ini normal!" Kurapika berusaha mengatakannya ke Sakura, tapi Sakura udah keburu pergi untuk menceritakannya ke ino.

padahal gak dijelasin juga gak papa, toh kan kalian bukan pasangan. Iya kan?

"Hancur sudah image ku," ucap Kurapika sambil pundung.

Baiklah, kita tinggalkan saja adegan tidak penting ini dan beralih ke peserta selanjutnya.

"Bagaimana ini, aku tidak bisa jurus seperti mereka," tampak Gon terlihat frustasi karena belum bisa memadamkan apinya. Sementara itu, Miroku dari tadi cuma duduk manis sambil membaca mantra.

"Hei Miroku, apa kau bisa memadamkan api dengan mantra yang kau baca?" tanya Gon dengan gusar.

"Tentu saja tidak," jawab Miroku enteng.

Gubrak!

Gon terpeleset kulit pisang yang dibuang sembarangan sama Chouji. Sejak kapan?

"Kalau tidak bisa untuk apa dari tadi kau terus membaca mantara?" Gon kesal karena dia kira Miroku sedang membaca mantra untuk memadamkan api. Anak polos itu dari tadi udah percaya padanya. Kasian kau Gon. ckckckck

"Mantra ini aku baca supaya kita di beri kemenangan dan keselamatan oleh sang Budha," ucap Miroku memberi penjelasan kepada Gon.

"Oh.." jawab Gon polos.

"Nah, sudah selesai." Miroku mulai berdiri dari duduk nya dan bersiap-siap untuk memadamkan apinya.

"Gon, kau berdiri di belakangku. Ini akan sangat berbahaya." ucap Miroku sambil meregangkan badannya.

"Hah?" tanya Gon yang tidak mengerti maksud ucapan Miroku. Tapi sebagai anak yang patuh, penurut, kiyut, imut, kayak marmut, yang lagi cenut-cenut -?-, Gon pun melakukan yang di perintahkan Miroku tadi.

Miroku mulai membuka tasbih yang ada di telapak tangan kanannya. Dan,

"Lubang angin!" teriaknya sambil mengarahkan tangannya kearah kobaran api.

Wush!
Dengan cepat, api dan semua yang ada di hadapannya mulai terhisap kedalam telapak tangannya.

"Wow! Luar biasa! Apinya terhisap kedalam tangan Miroku! Ini seperti lubang hitam!" teriak Mamori memberi penjelasan kepada penonton.

"Itu jurus yang mirip dengan kamui* milikku. Orang ini hebat juga." pikir Kakashi.

(*kamui : jurus mangekyou sharingan Kakashi yang bisa menghisap apapun ke dunia lain.)

"Siapa orang itu sebenarnya. Apa dia juga berasal dari klan Uchiha?" tanya Tobi dari kejauhan. Waduh, segitunya.

"Dengan ini sudah selesai," ucap Miroku sambil tersenyum setelah api dan sekaligus rumahnya berhasil dihisap oleh lubang angin. Miroku lalu menutup kembali telapak tangannya dengan tasbih sebagai penyegelnya.

"Wah! Kau hebat sekali Miroku," ucap Gon kagum dengan mata yang berbinar-binar. Mudah banget kagum sih Gon ini.

"He-hei, jangan menatapku seperti itu Gon," ucap Miroku yang merasa canggung dengan tingkah Gon. 'Baru kali ini ada yang mengangumi kutukan ditanganku sampai seperti ini,' batinnya tersenyum melihat kepolosan Gon.

"Tim ketiga, Miroku dan Gon Flyzk telah berhasil menyelesaikan game pertama. Dengan ini dinyatakan LULUS!" teriak Mamori menyambut keberhasilan mereka.

"Jurus yang hebat!"

"Kau hebat juga pendeta mesum!"

Teriak para penonton memuji Miroku.

"Nah, sekarang tinggal kelompok Abarai Renji dan Hisoka yang belum selesai!"

Kamera pun beralih ke Renji dan Hisoka.

"Hei Hisoka! Cepat kau bantu aku, pikirkan sesuatu!" perintah Renji sambil terus menyerang api dengan pedangnya. Emangnya bisa padam ya digituin?

"Khu khu khu.." bukannya bantuin, si Hisoka malah ketawa-ketawa gaje sambil mainin kartu-kartu ditangannya. Kayaknya dia gak berminat buat memenangkan game ini.

"Cih, Sial! Sepertinya aku memang harus melakukannya sendiri." ucapnya dengan urat-urat kekesalan yang muncul karena ke gajean Hisoka.

"Baiklah, akan aku coba menggunakan bankai." Pikir Renji dan bersiap untuk menggunakan bankainya..

"BAN-"

"Priiiiitttttt." Tiba-tiba saja Mamori meniup peluit.

"A-ada apa ini?" tanya Renji bingung.

"Waktunya sudah habis! Kelompok empat, Hisoka dan Abarai Renji dinyatakan GAGAL!"

"WHUUU!" para penonton pada menyoraki Renji dan Hisoka.

"Dasar Renji bodoh! Payah! Otak udang! Tidak berguna!" terlihat Ichigo sedang mengomel di depan tv.

"Sudahlah Kurosaki," inoe mencoba menenangkan Ichigo yang masih marah-marah.

"Dia itu bego banget sih! Kenapa gak gunain Hyorinmaru yang bisa nguluarin es sih!" tambah Ichigo.

Gubrak!

TBC

Dibalik layar

Sun : "Maaf banget ya karena udah bikin nunggu fic ini lama banget. hehehe" *dilempar panci*. "Thanks buat Izuna dark devil's yang udah ngasih tau nama jurusnya Yamato. Dan Mohon maaf jika sun gak bisa nampilin tokoh-tokoh yang lainnya. Tapi insyaallah mereka akan dikumpulin semua pas game terakhir."

Kakashi : "Aku terlihat keren di fic ini, thanks ya."

Sun : "Iya, Kakashi Sensei emang keren."

Kurapika : "Kayaknya aku gak berguna banget di fic ini," *pundung*

Sun : "Habis mau gimana lagi, kan gak mungkin madamin api pake rante karatan kayak yang situ pake,"

Kurapika : "Apa kau bilang!"

Sun : "Bukan apa-apa, :p"

Killua: "Tau nih, masa pembunuh sehebat keluarga zaoldyk cuma jadi kayak anak ingusan gak berguna,"

Gon : "Tapi Killua, kita kan memang masih anak-anak,"

Killua : "Kau ini ada dipihak ku atau dia sih Gon!"

Gon : "hehehe..."

Sun : "Maaf deh, sun kan gak tau kemampuan kalian secara penuh. *Kesel sama stasiun tv yang gak pernah ngelanjutin anime hunterxhunter* mudah-mudahan di game kedua nanti kalian bisa lebih berperan lagi,

Gon dan Killua : "Janji?"

Sun : "Insyaallah,"

Renji : "Apa-apaan nih, masa aku udah langsung gagal!"

Sun : "DL,"

Renji : "Apan tuh DL?"

Sun : "Derita Lu!" *kabur*

Renji : "Woi jangn lari kau!" *ngejar sun*

Sun : "Sampai disini dulu ya, sampai jumpa di chapter selanjutnya, jaa!"

Renji : "Zabimaru!"

Sun : "Gyaa!"

All chara : "Riview ya...!" ^.^