One Thousand Imagination
Chapter 2
Pairing : HiruMamo
Disclaimer : Riichiro Inagaki & Yusuke Murata
Sasoyouichi
- サソヨウイチ -
Jeng Jeng Jeng... Ini dia chapter 2 dari fanfic One Thousand Imagination :) :)
Makasih buat yang udah review^^
Review adalah semangat yang diberikan readers buat author XD~
Kekeke..
Let's start the story!
- サソヨウイチ -
Cerita sebelumnya..
Gosip ini juga sampai ketelinga tim Amefuto Deimon. Mereka mau nggak mau harus percaya, karena mereka semua sudah mendengar ceritanya dari teman-teman mereka yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
"Eh, Mamori. Kau sudah dengar gosip tentang Hiruma yang mencari seorang errr kekasih?" tanya Ako.
"Ha? Kekasih? Aku baru mendengarnya barusan darimu," jawab Mamori kaget.
"Iya, aku mendengarnya langsung dari narasumber yang ada tempat kejadian," timpal Sara.
"Yah, kita lihat saja nanti teman-teman. Hiruma memang suka melakukan hal yang aneh-aneh." ucap Mamori
- サソヨウイチ -
Mamori P.O.V
Hari ini hari Minggu. Hari untuk beristirahat bagi sebagian orang karena ada juga yang tetap harus kesekolah seperti Aku. Aku segera bersiap-siap untuk segera pergi ke sekolah Deimon. Kalau aku sampai telat, Hiruma tak akan mengampuniku.
"Kaa-san, Okaa-san, aku pergi ke sekolah ya untuk latihan pagi,"
"Hati-hati ya Mamori." nasehat kedua orangtuaku.
Setelah turun di Stasiun Deimon, aku langsung menuju sekolah Deimon. Sesampainya di sekolah, aku langsung menuju ruang club. Aku harus menyiapkan semua handuk, minum dan tak lupa manisan lemon kesukaan semua anggota Amefuto sebelum mereka datang untuk latihan pagi hari ini. Walaupun aku bukan lagi manager Devil Bats, aku tetap ingin melakukan hal itu. Ini sudah seperti kebiasaan bagiku. Sama seperti Hiruma, Musashi, dan Kurita yang tetap ingin melatih atau sekedar melihat anggota Devil Bats yang lain.
"Yo, Mamo-nee, ohayou!" sapa Suzuna dengan senyum ceria terukir diwajah cantiknya.
"Ohayou, Suzuna!" balasku. "Seperti biasa, kau selalu kelihatan riang,"
"Itu sudah seharusnya, Mamo-nee. Aku 'kan manager Devil Bats juga!" ujarnya semangat.
Yap, benar, manager Devil Bats sekarang adalah Suzuna Taki. Dia lulus masuk sekolah Deimon setelah belajar dengan sungguh-sungguh. Walaupun akhirnya, semua yang mendaftar di sekolah Deimon akan lulus ujian.
"Gomen ne, Mamo-nee, aku tidak membantu menyiapkan semuanya. Tadi aku ada urusan sebentar,"
"Tidak masalah, Suzuna. Itu gunanya aku disinikan?"
"Terimakasih Mamo-nee. Mamo-nee is the best!"
"Hahaha, iya Suzuna," aku tertawa karena ucapan Suzuna yang selalu membuatku bahagia.
BRAAAKKKK...
"Hiruma! Kau selalu menggunakan kakimu untuk membuka pintu! Kalau rusak bagaimana?" omelku dengan pel di tangan kananku.
"Kak Mamori sudahlah, jangan melawan Kak Hiruma," ucap Sena menenangkan.
"Kak Mamori terlihat sangat cantik hari ini! Apakah nanti malam ada waktu luang?" puji Monta sambil senyam-senyum.
"Hei, monyet sialan! Siapa yang menyuruhmu merayu manager sialan? Cepat ganti baju!" teriak Hiruma sambil melemparkan bola-bola Amefuto.
"Maaf Kak Hiruma!" ucap Monta lalu segera lari tergesa-gesa ke ruang ganti baju.
"Kalian kenapa masih berdiri dengan manis disana? Cepat tukar baju kalian!" teriak Hiruma dengan suara yang dapat memecahkan jendela. Tapi, anehnya jendela di ruang club tidak pecah. Jendela di ruang kepala sekolah Deimon lah yang pecah.
"Kau selalu berteriak-teriak, Hiruma. Apa suaramu tidak habis?" tanya ku.
"Baiklah, aku akan kelapangan duluan. Aku tidak ingin terlibat di dalam perkelahian Mamo-nee dan You-nii," Suzuna langsung ngacir ke lapangan.
"Mau tau jawabannya?" tanya Hiruma sambil mempersempit jaraknya padaku.
Hiruma terus mempersempit jarak antara kami berdua sampai aku berhenti karena ada dinding di belakangku. Hiruma lalu medekatkan wajahnya ke wajahku. Wajahku memanas dan aku merasa wajahku sekarang memerah.
"SUARAKU TIDAK AKAN HABIS, MANAGER SIALAN!" teriak Hiruma tepat di telingaku.
"Hiruma! Kenapa kau berteriak ditelingaku?" bentakku sambil memegang telinga.
"Iseng," jawabnya singkat.
Aku menggembungkan pipiku tanda aku kesal padanya, lalu berkata "Kau sengaja membuat wajahku memerah ya? Huh.."
"Kekeke, tenang saja manger sialan, aku suka melihat wajahmu memerah," ucap Hiruma yang membuat heran. Aku heran kenapa dia menyukai wajahku yang memerah.
"Apa wajahku sangat imut saat ini?" ucap Mamori kepedean di dalam hati.
" Wajahmu yang memerah seperti tomat busuk. Hahaha!" tawa Hiruma pecah seketika.
"Aku mengira dia akan mengatakan aku imut, ternyata.. Huh."
- サソヨウイチ -
Normal P.O.V
"Fugo.. Fugo.. Fugo.." ucap Daikichi semangat.
"Hancurkan.. Hancurkan.. Hancurkan.." teriak Ha-Ha Brothers bersemangat sambil terus mendorong mencoba menghancurkan dinding besar Kurita.
"Ayo Juumonji, Kuroki dan Togano, semangat!" ucap Kurita memberi semangat.
Di sisi lain bisa diliat Musashi sedang asik latihan menendang bola Amefuto.
"Yang lain sudah mulai latihan, aku juga harus latihan. Ayo lari!" ujar Sena. Sena langsung melesat seperti cahaya, menu latihannya kali ini harus lari 50 keliling sekolah. Tentu saja itu perintah dari akuma itu. *baca : Hiruma*
"Cih, larinya melambat!" kata Hiruma. Padahal menurut author ni ya, lari Sena udah cepat banget *author nyasar*.
"CERBERUS! Kejar dia!" Hiruma memanggil Cerberus, anjing setannya. Hiruma lalu mengambil sehelai rambut Sena yang sudah ia simpan untuk jaga-jaga dan memberikannya kepada Cerberus. Cerberus langsung mengejar Sena, apalagi Hiruma telah mengikatkan sepotong daging sapi segar di baju Sena. Tak ada yang tahu, kapan Hiruma mengikatnya.
"WUAAAA, Cerberus mengejarku!" Sena langsung menambah kecepatan larinya agar tak jadi makanan Cerberus.
"Heh, monyet sialan, ayo kita latihan pass! Hari ini kita latihan 2x lipat dari biasanya! Kekeke!"
"Oke, MAX-!"
"KYAAAAA, Hiruma-sama! Lihat ke sini!"
"Hiruma-sama, kau keren sekali!"
"AAAAAA..."
Teriakan apa itu? Tentu saja teriakan fans dari Hiruma. Mereka semua rela datang pada hari minggu hanya untuk melihat idola mereka berlatih. Ada yang menyiapkan banner bertuliskan "Aishiteru Hiruma-sama!". Ada juga yang menyiapkan bekal dan minuman untuk siapa lagi kalau bukan Hiruma.
"Ayo semuanya istirahat!" teriak Suzuna dari pinggir lapangan.
"Hah, hah, hah, akhirnya Kak Hiruma menghentikan Cerberus juga. I-Ini be-benar melelahkan," ucap Sena yang kelelahan dan langsung tiduran di pinggir lapangan.
"Sena, ini handuk dan minumanmu, sangat melelahkan bukan? Ayo minum agar kau tak dehidrasi," ucap Suzuna yang sangat perhatian dengan Sena.
"Terimakasih Suzuna, kau sangat perhatian,"
"Itu tugas manager Devil Bats."
- サソヨウイチ -
Hiruma P.O.V
Latihan hari ini cukup berhasil. Semua berlatih dengan sangat keras. Itu bagus buat mempersiapkan diri dalam pertandingan. Apalagi, tahun ini anak kelas 3 tidak boleh mengikuti kegiatan club lagi. Kulihat manager sialan itu datang ke arahku setelah memberikan semua anggota Amefuto handuk dan minuman.
"Kekekeke!" tiba-tiba aku teringat akan rencanaku. Aku akan melaksanakan rencanaku sekarang.
"Hiruma-sama, aku membawakanmu sport drink," ujar seorang perempuan dari belakangku.
"Berikan padaku perempuan sialan,"
"A-apa? Ba-baiklah, ini untukmu," perempuan itu terkejut karena biasanya aku tak pernah memperdulikan perempuan yang dari tadi histeris meneriaki namaku.
Aku langsung meminum habis sport drink tadi tanpa ada sisa. Kulihat manager sialan itu hanya berdiri dengan jarak 2 meter dengan mulut manyun.
"Kekeke, aku berhasil membuatnya melakukan hal itu lagi, seperti sebelumnya ia tidak terima melihatku dengan perempuan lain," ucapku dalam hati.
"Lihat, Hiruma-sama meminum minuman dariku!" perempuan tadi langsung berkumpul dengan teman-temannya dan mulai bercerita tentang kisahnya barusan.
"Ini handukmu," Manager sialan itu datang dan menyerahkan handuk untukku sambil memalingkan muka.
"Kekeke, kenapa kau manager sialan? Kenapa kau tidak melihatku ha?"
"Aku tidak ingin melihatmu, Hiruma,"
"Terserah kalau kau memang tidak mau melihatku. Jangan salahkan aku kalau kau nanti tiba-tiba ingin bertemu denganku,"
"Kenapa aku ingin bertemu denganmu?" tanya Mamori. Pernyataan Hiruma ini membuat aku melihat wajahnya.
"Karena kau tadi tidak ingin melihatku, manager sialan,"
"Terserah kau saja Hiruma, ini manisan lemon yang sengaja aku sisakan untukmu," aku memberikan sekotak kecil manisan lemon itu dengan malas-malasan.
"Kekeke, apa kau marah manager sialan?"
"Tidak,"
"Apa kau tidak marah?"
"Ya, aku tidak marah,"
"Apa kau cemburu?"
"Ya, aku cemburu, eh.."
"Kekeke, jadi kau cemburu ya manager sialan," Hiruma terus menertawakanku. Dia pasti sengaja menjebakku.
"Kau sengaja menjebak ku 'kan Hiruma,"
"Hahahahaha.." Hiruma hanya tertawa. Aku langsung meninggalkannya ke arah anggota club yang lain.
- サソヨウイチ -
Normal P.O.V
"Kekeke! Rencana ku berhasil! Aku benar-benar akan mencari kekasih kalau seperti ini! Kekekekeke!" Hiruma terkekeh licik di dalam hatinya.
Ternyata dan tak disangka-sangka, rencana Hiruma yang berniat mencari kekasih benar-benar Ia lakukan. Hiruma mulai suka menjahili manager sialannya, Mamori. Hiruma suka membuat Mamori cemburu. Apa benar Mamori cemburu? Jangan-jangan Hiruma mau menjadikan Mamori kekasihnya? Lanjutkan..
[diruang club]
"Hei manager sialan, kau tidak lupakan hari jadwal mencuci seragam Amefuto?" tanya Hiruma.
"Tenang saja, aku ingat Hiruma," jawab Mamori yang langsung menuju ke samping ruang club. Menyiapkan ember, air dan sabun cuci.
"Oh iya, benar juga," kata Suzuna.
"Jadi kau cheer sialan tidak ingat jadwal mencuci seragam ya?" tanya Hiruma dengan tatapan mengintimidasi. "Kalau kau lupa, kau tak akan selamat. Kekeke!" ancam Hiruma sambil berjalan menuju ke ruang loker.
"A-aku ingat kok You-nii, hehehe. Ayo semua, kumpulkan baju kalian," Suzuna mengumpulkan seragam anggota di dalam satu merah besar bergambar Deimon Devil Bats. Reader jangan coba cari ember ini karena pasti tidak ada di toko mana pun. *author smile*
"Ini bajunya Suzuna," ucap Sena dan Monta bersamaan.
"Ini baju kami bertiga," ucap Juumonji sebagai kakak tertua di Ha-Ha Brothers.
"Kurita dan Daikichi, aku mau cuci baju kalian, ayo lepaskan," pinta Suzuna.
"Suzuna, ini aku sedang berusaha," jawab Kurita yang sedang berusaha melepaskan bajunya yang tersangkut di lehernya.
"Fugo..Fugo.. Fugo.." Daikichi segera membantu Kurita dengan menarik baju Kurita.
"Aah, akhirnya terlepas juga," ujar Kurita lega.
"Terakhir, ini bajuku." ucap Musashi.
"Baiklah, aku dan Mamo-nee akan mencuci baju kalian sekarang,"
"Terimakasih!" ucap semua anggota Devil Bats.
- サソヨウイチ -
Mamori dan Suzuna sudah siap dengan aperon untuk melapisi seragam mereka agar tidak kotor. Mereka mengambil posisi disamping ruang club untuk mencuci. Di sana ada keran yang memudahkan pekerjaan Mamori. Ia tak perlu bolak-balik ke ruang club untuk memperoleh air.
"Ini Mamo-nee, semua seragamnya. Ayo kita mulai mencuci!" ucap Suzuna bersemangat.
"Ayo semangat!"
"Mamo-nee, aku saja yang mencuci baju Sena ya?" pinta Suzuna dan langsung merebut baju Sena dari tangan Mamori.
"Eh, ah ya baiklah. Kenapa tidak mencuci baju yang lain saja, 'kan masih ada punya Musashi,"
"A-aku maunya mencuci baju Sena, Mamo-nee," jawab Suzuna terbata-bata.
"Aaaa, apa kau menyukai Sena?" selidik Mamori. Blusssshh, wajah Suzuna memerah.
"Mamo-nee, ada-ada saja!" elak Suzuna sambil menyiramkan air ke Mamori.
"Memang ada," jawab Mamori yang juga menyiramkan air ke Suzuna, satu ember lagi. *author sarap*
"Ah, sebentar," Mamori mulai menghitung jumlah seragam yang sedang dicuci.
"Disini hanya ada 8 seragam, ditambah Yukimitsu yang tidak datang karena sakit, berarti kurang 1 seragam,"
"Iya benar. Ah, You-nii. Ya seragam You-nii tidak ada disini," ujar Suzuna.
"Dasar setan itu. Tadi dia yang heboh-heboh soal cuci baju, dia sendiri belum memberikan bajunya. Huh, aku akan mengambilnya. Suzuna lanjutkan saja ya," Mamori bergegas masuk kedalam ruang club dan menuju ruang Loker.
- サソヨウイチ -
Sesampainya diruang loker, ia mendapati Hiruma sedang asik dengan laptop kesayangannya. Hiruma duduk di kursi kayu panjang yang tidak ada sandarannya. Ia duduk santai memangku laptopnya dan mengunyah permen karet less sugar. Senjatanya tergeletak diatas kursi disampingnya.
"Aku tidak tau mengapa. Hiruma tampak, mmmm, ya, keren. Tenang dan terpaku dengan laptop didepannya," ujar Mamori didalam hati yang tak sadar, ia telah memuji Hiruma.
"Hiruma! Kau ini ya, hanya seragammu yang belum diambil! Cepat lepaskan! Aku dan Suzuna sudah mau selesai mencuci!" kata Mamori marah-marah.
"Kekeke, hanya kau yang berani marah-marah padaku seperti sekarang, manager sialan,"
"Tentu saja, aku sama sekali tidak takut padamu, Hi-ru-ma You-ichi!" kata Mamori dengan menekan suaranya ketika menyebut nama Hiruma.
"Kekeke, kalau aku tidak mau melepaskan bajuku, apa yang akan kau lakukan?" Hiruma hendak menantang Mamori. "Apa kau akan membuka 'kan bajuku untuk aku?" tanya Hiruma menggoda Mamori. *author yang bukain deh, author langsung ditendang Mamori*
"Kau menggodaku lagi. Aku tidak akan melakukannya. Aku suruh saja para fans-mu itu untuk mencucikan bajumu, mereka pasti tidak akan menolak," jawab Mamori dengan yakin sepenuh hati.
"Kau sekarang sudah pintar ya, kekeke!" kata Hiruma. "Aku akan membuka bajuku sendiri," lanjut Hiruma yang tampaknya mengalah dengan manager sialannya. Hiruma langsung membuka bajunya di depan Mamori. *author bakal mimisan deh kalau jadi Mamori*
"Kekeke! Wajahmu memerah lagi manager sialan!" Hiruma tertawa puas.
"I-itu ka-karena kau membuka bajumu dihadapanku. Jelas aku malu Hiruma!" bela Mamori.
"Wajahmmu seperti kepiting gosong, kekeke!" ejek Hiruma sambil tertawa. Hiruma lalu memberikan bajunya kepada Mamori. Mamori tidak memperdulikan Hiruma yang terus menertawainya.
"Lagian aku masih memakai baju, kenapa harus malu. Dasar manager sialan," lanjut Hiruma sambil menunjuk baju warna hitam di badannya.
"Hiruma, aku tidak menyangka. Kau..."
"Aku kenapa manager sialan?"
"Bajumu.."
"Kenapa bajuku?"
"Bajumu walaupun sudah kau pakai dari tadi untuk latihan, tetapi tetap harum," puji Mamori sambil mencium baju Hiruma. "Lembut lagi," tambahnya.
"Kekekeke! Itu sudah pasti manager sialan. Aku memakai Dow*y untuk pelembut bajuku, dulunya aku pakai M*lto. Langsung aku ganti dengan yang baru," ucap Hiruma bangga.
"Oh, kalau begitu aku juga akan memakai merk yang sama dengan Hiruma ah." ucap Mamori sambil meninggalkan Hiruma.
- サソヨウイチ -
Hari senin datang juga. Seperti biasa disekolah, Hiruma dikerubutin para fansnya. Semua masih ingat 'kan? Janji Hiruma yang katanya dia akan mencari seorang kekasih. Nah, mungin hari ini dia akan memperkenalkannya kepada kita semua.
"Hiruma-sama, pilih aku sebagai kekasihmu!" seorang perempuan menawarkan dirinya untuk menjadi kekasih Hiruma.
"Hiruma-sama, pilih aku aja!" teriak perempuan diseberangnya.
"Kekeke, aku sudah memilih seseorang yang akan kujadikan kekasih," ujar Hiruma santai.
Semua fans Hiruma saling berhadapan. Mereka semua berharap bahwa merekalah yang akan menjadi kekasih Hiruma. Tak jauh dari tempat Hiruma berdiri, Mamori bersama kedua temannya, Sara dan Ako sedang berjalan menuju ke kelas mereka. Tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangan Mamori.
"Ini kekasih sialanku!" teriak Hiruma dengan lantang. Semua yang ada ditempat kejadian memasang muka tak percaya. Orang yang ditarik Hiruma aja juga ikutan bengong, sama kayak yang lain.
"A..Ap..Apa yang kau katakan Hiruma?" tanya Mamori tergagap.
- サソヨウイチ -
Mamori P.O.V
Semua yang ada di tempat kejadian seketika langsung melihat kearahku. Aku menjadi pusat perhatian sekarang. GREP. Hiruma melingkarkan tangan kanannya dibahu kananku. Aku masih shock dengan pernyataan ini. Dan kalian tau? Jantungku berdebar sangat cepat sekarang. Hiruma memelukku sepeti ini di depan umum. Semua ini membuatku gila. Aku melihat semua anggota Devil Bats yang berdiri tidak jauh dariku dan Hiruma. Entah sejak kapan mereka berdiri disana. Mereka mematung dan saling memandang. Hanya Suzuna yang kelihatan bahagia. Antena dikepalanya mulai bergerak-gerak. Lalu, aku melihat kearah Hiruma yang ada disebelah kiri.
"Kekeke! Kenapa kau kaget, manajer sialan?" tanya Hiruma diikuti dengan seringai setannya yang menakutkan.
"Aku ini kekasihmu? Sejak kapan?" tanyaku dengan nada berteriak tidak percaya. Mataku membulat menatap Hiruma.
"Mmm, sejak tadi," jawab Hiruma singkat.
"Kau belum meminta persetujuanku 'kan? Seenaknya saja kau ini, Hiruma!" bentakku yang masih dalam pelukannya. Hiruma 'kan melingkarkan tangannya sampai kebahu kananku.
"Kalau begitu, kau setuju atau tidak?" tanya Hiruma langsung pada pokok permasalahan tanpa basa-basi lagi.
"Ah, Mamori," ujar Ako yang ada didepanku. Ako menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ako kelihatan sangat kaget.
"A..Apa ini pernyataan cinta Hiruma, si setan itu?" tebak Sara yang langsung ditatap seluruh penghuni sekolah. Mereka melayangkan tatapan horor kepada Sara.
TO BE CONTINUED..
Yeei, Chapter 2 udah kelar XD
*nabur kertas warna-warni*
Inikah pernyataan cinta Hiruma?
Apa benar Hiruma memilih Mamori sebagai kekasihnya?
Kalau benar, apa Mamori mau menjadi kekasih Hiruma?
Apa pekerjaan yang cocok untuk anggota tim Deimon kalau sudah tidak jadi atlet American Football lagi?
Semua pertanyaan diatas bisa kalian temukan di chapter ke-3 dari fanfic ini^^
Balasan review chapter 1 buat yg nggak log in ;) (yg lain udah dibalas lewat PM) :
Deani Shiroonna Hyouichiffer : namanya jadi lebih panjang, hehe :) Hiruma paling keren, setuju! Haha betul, kalau mau jadi pacar Hiruma harus langkahin mayat author, tapi author belum mau jadi mayat XD Kekeke...
Reyna : Ini dia chapter 2-nya :) Arigatou~
Arumru-tyasoang : Makasih^^ Jawabannya bisa diliat disini..
TheMostMysteriousGirl : fans-nya Hiruma MAX! *ikut-ikutan*
Kaitou : Sip, ini chapter 2-nya^^
HontouruPyon : Penasarannya bisa diobati setelah baca fanfic ini, kekeke..
Angelique rayne : Rencananya Hiruma bakal dibongkar di sini :) harus HIRUMAMO? Wah, sip deh, semoga bisa sampai ke chapter terakhir
Terimakasih buat semuanya yang udah review^^ *nangis pasir*
Saya akan berusaha menciptakan fanfic yg bisa membuat semua senang \(^o^)/
Lanjut atau selesai sampai disini aja ini fanfic
Tergantung review dari readers^^
Semua keputusan ada ditangan readers ;)
Kekeke
Akhir kata,
Review Anda selalu dibutuhkan^^
