Magic World
Disclaimer : all Naruto characters belongs to Masashi Kishimoto
Magic World belongs to me Hyuuga_Lee (bukan Lee yang alis tebal!)
Rate : K+ to T
Warnings : OOC, AU, GaJe, brutal time skip, deel (dan eror-eror lainnya)
Pairing : NaruHina
Ini fic pertama ku looh! \(^o^)/ setalah sekian lama menjadi pembaca setia ff Naruto, akhirnya tergoda juga untuk buat account dan nulis cerita deh... mohon bantuan senpai-senpai semuanya (^v^)
Summary :
Hinata Hyuuga adalah seorang gadis yang bercita-cita menjadi seorang Cleric di dunia penyihir ini ternyata ditentang oleh ayahnya. Klan Hyuuga yang terkenal dengan klan kumpulan para Necromancer, Warlock, Druid, dan Sage yang dikenal dengan penyihir yang menggunakan kekuatann kegelapan dan alam yang terkenal di desanya, tak menginginkan seorang Cleric yang menggunakan kekuatan cahaya. Apa yang Hinata lakukan setelah tidak dianggap anggota klan keluarganya?
Don't Like Don't Read
Magic World
Chapter 1 : I found you
"Ayah tidak akan menerima seorang penyihir dengan kekuatan cahaya di klan ini!" bentak seorang pria paruh baya dengan mata perak kepada putrinya yang baru berumur 15 tahun itu.
"T-tapi ayah... Ibu juga seorang penyihir yang menggunakan kekuatan cahaya..." kata seorang gadis berambut indigo pendek dan mempunyai mata yang identik dengan ayahnya itu.
"Ibumu seorang Druid. Druid tidak menggunakan kekuatan cahaya. Druid menggunakan kekuatan alam. Ibumu mengendalikan kekuatan alam! Lagipula, kakakmu (Neji) adalah seorang Warlock dan adik (Hanabi) mu akan menjadi seorang Sage" Hiashi sendiri adalah seorang Spectral Master
"Tapi ayah, aku akan tetap menjadi seorang penyihir dengan kekuatan cahaya... dengan atau tanpa persetujuanmu..." kata Hinata tegas. Mungkin saat ini adalah kali pertama untuk Hinata bersikap melawan Ayahnya demi mewujudkan cita-citanya.
"Nee-chan... Hinata..." desah Neji dan Hanabi bersamaan.
"Ka.. Kau! Mulai hari ini, keluar dari rumah ini! Ayah tidak akan menganggapmu sebagai bagian dari klan! Kau bukan anakku lagi"
Setelah mendengar kata-kata ayahnya, Hinata membawa beberapa pakaian dan pergi menuju asrama Konoha Magic Academy, sebuah sekolah sihir paling terkenal di Konoha. Sesampainya di KMA (baca=Konoha Magic Academy), Hinata diantar oleh Shizune, pengurus asrama KMA. Setelah menemukan kamarnya, Hinata menata pakaiannya d lemari yang sudah tersedia, menata buku-buku sihirnya dan pergi menuju ke hutan di belakang KMA, di sana ia segera duduk di tepi danau. Ia terus terngiang-ngiang kata-kata ayahnya yang menyebut Hinata bukan lagi bagian dari salah satu klan terbesar setalah Uchiha.
Hinata POV
'Ayah... apa ayah benar-benar tidak mau menganggapku sebagai anakmu..." air mata Hinata mulai membasahi pipinya.
'Aku pun memilih menjadi Cleric bukan tanpa alasan..."
Flashback : On
Hinata yang saat itu baru berusia 10 tahun saat berada di Rumah Sakit Konoha, melihat seorang penyihir yang terluka parah dan dilarikan ke ruang Gawat Darurat. Hanya dengan memanggil seorang Cleric dan mengucapkan mantra, penyihir yang terluka parah pun pulih seketika. Sejak saat itu Hinata bertekad untuk menolong orang-orang lewat kemampuan menyihirnya. Apalagi seorang Cleric sangat dibutuhkan dalam melaksanakan misi dari Penyihir tertinggi di desa.
Flashback : Off
End Hinata POV
"Healing Sanctuary!" ucap Hinata sambil mengayunkan tongkat berwarna putih lavender. Mantera itulah yang diucapkan Cleric yang waktu itu ia lihat. Tapi tentu belum terjadi apapun. Mantera itu bisa Hinata pelajari ketika berubah menjadi seorang Cleric.
"Hei kau yang di sana! Sedang apa kau?" teriak seseorang dari arah belakang Hinata. Hinata yang mendengarnya kaget dan menoleh ke belakang. Nampak seorang anak laki-laki seumurannya dengan rambut kuning jabrik dan tiga goresan di pipinya seperti kumis kucing.
"Sedang apa kau di sini?" tanyanya sekali lagi.
"A-ano... aku se-sedang duduk saja d-di sini..." kata Hinata gagap.
"Kenapa duduk sendirian di tepi danau? Kau aneh" ucap anak itu blak-blakan.
"Kau tidak mengerti..."
"Ceritakan, maka aku akan mengerti..."
-Time skip-
"Oh aku mengerti..."
"Kau tidak akan mengerti! Apa kau pernah diusir oleh keluargamu dan tidak dianggap sebagai bagian dari klanmu? Ka.. Kau... Kau tidak akan pernah mengerti..." ucap Hinata sedikit berteriak. Suaranya terbata-bata menahan tangis.
"hehe mungkin tidak sepertimu.. tapi aku punya masalah sendiri... di dalam tubuhku ini..." kata anak itu sambil memegang dadanya, "dalam tubuhku ini bersemayam seekor monster yang pernah memporak-porandakan desa beberapa tahun yang lalu."
Hinata teringat dulu pernah ada seekor monster sihir dengan kekuatan luar biasa yang mengacaukan desa. Dan seorang ArchWizard dan ArchWitch yang saat itu merupakan pemimpin desa dan istrinya menyerahkan nyawanya untuk menyegel monster itu. Dan kabarnya monster itu disegel dalam tubuh putra mereka.
"Tapi setidaknya kau masih punya keluarga..." kata Hinata mulai memastikan.
"Kau pasti sudah tahu tentang cerita ini kan? Benar... akulah anak itu... mereka orang tuaku yang mengorgbankan nyawanya untuk menyelamatkan desa... tetapi mereka tidak memikirkan perasaanku yang selalu dianggap monster oleh penduduk desa" suaranya mulai bergetar menceritakan masa lalunya.
"Ma-Maafkan aku..."
"Kenapa kau meminta maaf? Apa kau berbuat salah kepadaku?" ucapnya enteng sambil menyunggingkan senyuman. Wajah Hinata merona melihat deretan gigi putih anak itu.
"Ti-Tidak... hanya saja... penderitaanmu mungkin lebih berat daripadaku... tapi kau masih bisa tersenyum... sedangkan aku..." air mata Hinata mulai meleleh mengucapkannya.
"Sudahlah... Jangan menangis... kan ada aku" ucapnya sambil memeluk Hinata secara refleks. Hinata yang baru kali ini dipeluk seorang pria selain Ayah dan kakaknya memanas. Jantungnya berdegub kencang entah apa yang terjadi bilaanak itu tidak segera melepaskan pelukannya.
"Kau baik-baik saja? Mukamu merah sekali... apa kau demam?" tanya anak itu khawatir.
"E-eh a-aku ti-tidak apa-apa..."
"Omong-omong kita belum kenalan kan? Kenalkan namaku Namikaze Naruto Mage level 1, bercita-cita menjadi Wizard dan paling suka dengan Ramen" katanya lengkap.
"A-Aku Hinata Hyuuga... Ah, Aku bukan lagi seorang Hyuuga... Kenalkan Namaku Hinata
Kirihara... Acolyte tingkat 1 dan bercita-cita menjadi seorang Cleric."
"Oh, Hinata-chan! Kau ingin menjadi seorang Cleric? Kita bisa menjadi partner yang hebat! Ayo kita berusaha!" kata Naruto sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
"Ha-Hai!" Ucap Hinata sambil menyambut tangan Naruto
"Kau tinggal di mana Hinata-chan?"
"Di Asrama Konoha Magic Academy."
"Ah! Kebetulan sekali! Ayo kuantar! Aku juga tinggal di sana. Di bagian pria." Kemudian mereka berjalan menyusuri hutan dengan tangan Hinata yang tergenggam tangan Naruto. Sepanjang perjalanan Hinata hanya tertunduk malu sambil sesekali mengangkat wajahnya untuk memandang wajah pria yang dikaguminya.
-TBC-
Hehe selesai juga... aneh ya? (readers : Bangeeet) makanya saya sangat butuh review dari para readers... Saran & Kritik yang membangun sangat ditunggu. Flame juga boleh tapi bukan flame kasar. Buat yang bingung ini sedikit penjelasannya
Level 1 Mage: Kelas tingkat dasar penyihi, bsa berubah menjad Necromancer, Warlock, dan Wizard
Level 1 Acolyte: Kelas tingkat dasar penyihi, bisa berubah menjadi Cleric, Sage dan Druid
Level 2 Cleric: Penyihir penyembuh, lebih menonjolkan sihir supportive, elemen: Light
Level 2 Necromancer: Penyihir Hitam, mampu memanggil creature dari neraka, elemen: Dark
Level 2 Druid: Penyihir alam, mampu memanggil creature dari alam, elemen: Earth
Level 2 Sage: Penyihir alam, dapat mengubah dirinya menjadi bentuk hewan, yang hidup di daratan, udara, dan air
Level 2 Warlock: Penyihir Hitam yang menonjolkan sihir kutukan. Elemen: Dark
Level 2 Wizard/Witch: Penyihir elemental yang mengendalikan 5 elemen dasar, yaitu: air, api, udara, petir, dan tanah.
Soal kelas Hiashi Spectral Master merupakan lanjutan beberapa level di atas Necromancer dan kelas Kushina dan Minato merupakan lanjutan beberapa level kelas Wizard dan Witch. Segitu aja kali ya biar readers ga pada bingung (plak). Buat naik ke kelas selanjutnya, para Mage mesti memenuhi syarat tertentu dan melewati serangkaian tes sulit :3
