Magic World
Disclaimer : all Naruto characters belongs to Masashi Kishimoto
Magic World belongs to me HyuugaLee (bukan Lee yang alis tebal!)
Rate : T
Genre : Fantasy, Friendship
Warnings : OOC, AU, GaJe, typo bertebaran, brutal time skip, deel (dan eror-eror lainnya)
Pairing : NaruHina, SasuSaku
Sebelumnya, author minta maaf kalau di chapter 2 yang kemaren masih berantakan, salah ketik dan gak ada blasan review. semua salah author... T^T (padahal kemaren malem udah author edit tpi gak di upload . gomen ne Readerss!)
mudah-mudahan udah gak ada kesalahan sekarang... Happy Reading ^^
Summary :
Hinata mulai menjalani hari-harinya di Konoha Magic Academy. Hari-harinya mulai berwarna setelah ia bertemu Naruto dan 2 orang teman lainnya. Hinata menemukan orang-orang yang nantinya akan menjadi sahabat yang sangat berarti bagi Hinata. RnR?
Don't Like Don't Read
Magic World
Chapter 2 : This is our world
Normal POV
Dilihatnya jam yang terletak di samping ranjangnya. Waktu menunjukkan pukul 6.30 pagi, Hinata yang telah selesai mandi dan sedang mempersiapkan beberapa peralatan untuk memulai kelas pertamanya di Konoha Magic Academy. Ia juga telah memakai seragam Kemeja putih dengan dasi Merah bergaris biru ditutup dengan jubah hitam dengan hoodie sepaha dan dipadu rok garis-garis di atas lutut berwarna hitam.
'Tok tok tok' Hinata mendengar suara ketukan dari luar jendela kamar asramanya.
'Siapa yang pagi-pagi mengetuk? Di jendela juga?' batin Hinata. Hinata mengambil tongkat sihirnya untuk berjaga-jaga. Ia pun berjalan pelan menuju jendela dan membuka jendela kamarnya...
"OHAYOU Hinata-chan!" teriak makhluk kuning sambil memeluk Hinata.
"Na-Naruto-kun!" Hinata yang kaget dengan serangan tiba-tiba dari Naruto, wajahnya mulai memanas. Dilihatnya Naruto yang berseragam lengan panjang dan dasi juga jubah serta celana panjang dengan warna senada dengan seragam yang dikenakannya.
"Ssssttt... Naruto-kun! Kau seharusnya tidak boleh datang ke asrama wanita... kalau ketahuan Tsunade-sama bisa-bisa... lagipula jarak antara Asrama wanita dan pria kan cukup jauh dan lagi kamarku ada di lantai 7... bagaimana kau bisa...?"
"Hehehe Gomen Hinata, aku menemukan ini di kolong meja di kamarku" kata Naruto sambil merogoh saku jubahnya dan menunjukkan sebuah buku kecil dengan lambang bintang 6 sisi.
"Mantera-Mantera Dasar Penyihir" Hinata membaca judul buku nya dan membolak-balikkan buku tersebut. 'Mora Ochiru? mungkin ini nama pemiliknya.' Batin Hinata.
"Yap! Di buku ini ada mantera untuk membuat terbang. Cukup ucapkan kata 'Fly' sambil mengayunkan tongkat dan kita pun bisa terbang!" terang Naruto sambil memperagakannya dengan mengayunkan tongkat berwarna coklat dengan ukiran berwarna orange.
"Kelihatannya menarik."
"Baiklah, bagaimana kalau kita mencoba terbang untuk pergi ke kelas pertama hari ini... kelas pertama adalah kelas Pemahaman Mantera oleh Kakashi-sensei... ayo Hinata-chan!"
"Ba-Baik!" ucap Hinata sambil menyambar tasnya.
"FLY!" ucap Naruto dan Hinata sambil mengayunkan tongkat sihirnya dan merekapun terbang. Hinata yang takut ketinggian mulai kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
"Kyaaaaa!" Hinata mulai berteriak. Ia baru sadar kalu dia sendiri takut ketinggian.
"Hinata-chan!" Naruto segera terbang menuju Hinata dan meraih tubuhnya dan menggendongnya di depan dadanya. "Kau ini! Bilang dong kalau takut ketinggian..."
"Maaf Naruto-kun..." dapat dipastikan saat ini wajah Hinata sudah memerah dan memanas. Dia dapat merasakan detak jantung Naruto dan hangatnya pelukan Naruto. Ia mulai merasa nyaman, namun tanpa terasa mereka sudah sampai di depan kelas.
"Hinata-chan... sudah sampai." Kata Naruto keheranan melihat Hinata yang tersenyum-senyum sendiri.
"Ah... sudah sampai ya... terima kasih Naruto-kun!" wajah Hinata bersemu melihat wajah pria yang dikaguminya berada begitu dekat dengannya.
"Ayo kita masuk, Hinata-chan!"
-MW-
"Perhatian anak-anak! Karena kita belum saling mengenal, mari kita memperkenalkan diri masing-masing. Dimulai dari kau, Pirang." Kata guru dengan masker menutupi sebagian wajahnya itu menunjuk Naruto
"Yosh! Namaku Naruto Namikaze, 15 tahun bercita-cita menjadi Wizard dan pemimpin desa!" teriaknya semangat
"HAHAHAHAHAHA! Hei apa kau mimpi? Jangan bercanda! Pemimpin desa katanya. HUAHAHAHAHAHA" kata seluruh isi kelas kecuali Hinata dan 2 murid lainnya. Hinata kagum pada Naruto, tentu saja. Dan 2 orang lainnya...
"Oh tapi aku pasti bisa! Lihat saja nanti!" kata Naruto membulatkan tekadnya.
"tenang anak-anak tenang!" Kakashi yang merasa keributan ini akan berlanjut lebih lama segera menyudahinya. "Selanjutnya kau yang disampingnya!"
"A-Ano... Na-Namaku Hinata Kirihara... umurku 15 tahun... aku ingin menjadi seorang Cleric." Kata Hinata sambil memainkan telunjuknya.
"Kirihara? Kau tampak seperti seorang Hyuuga... matamu itu..." Kakashi mulai curiga dengan identitas Hinata.
"Bukan sensei... aku bukan seorang Hyuuga... klan ku klan Kirihara..." ucapnya lembut.
"Baiklah... Selanjutnya kau, Uchiha." Lanjut guru berambut perak itu sambil tetap menatap Hinata.
"Sasuke Uchiha, 15 tahun, Necromancer." (seisi kelas sweatdropped)
"Singkat sekali... Memang Uchiha..." kata Kakashi mnenggeleng-gelengkan kepalanya. "Kau nona Pink"
"Ohayou! Namaku Sakura Haruno, Umurku 15 tahun, aku ingin menjadi seorang Druid yang Hebat!" kata Sakura diselingi senyum manisnya. Kemudian Sakura duduk dan Kakashi melanjutkan menunjuk satu per satu penyihir junior yang ada di ruangan itu.
"Hei, kau.. tadi namamu Hinata ya? Salam kenal, Namaku Sakura..." kata Sakura sambil mengulurkan tangannya.
"Salam kenal... Sakura-chan" sambut Hinata sambil tersenyum.
"Setelah ini kita makan bersama ya!"
"Baiklah Sakura-chan!"
-MW-
'Teng teng teng teng'
Bel tanda pelajaran usai pun berbunyi. Para penyihir keluar dari kelas masing-masing dan menuju tempat yang berbeda.
"Hinata-chan, apa kau lapar? Ayo kita ke kantin!" Ajak Sakura
"Aku sudah menyiapkan bento. Kebetulan aku menyiapkan banyak" kata Hinata mengeluarkan Bento dari tasnya. Sebetulnya Hinata tadinya menyiapkan untuk Naruto, Hinata berpikir Naruto pasti makan banyak. "Bagaimana kalau kita makan bento bersama di atap?" tawar Hinata.
"Ide bagus! Aku akan beli minum. Kau duluan saja!" Kata Hinata seraya melambaikan tangannya pada Hinata. Hinata pun membalas lambaian tangan Hinata.
"Naruto-kun, aku dan Sakura-chan ingin makan bento buatanku di atap. Kau mau bergabung?" tawar Hinata pada Naruto.
"Baiklah Hinata-chan!" kata Naruto menyetujui tawaran Hinata.
Naruto dan Hinata berjalan menaiki tangga dan sesampainya di atap, mereka menemukan seseorang bergaya rambut raven berwarna hitam pekat sedang tertidur bersandar di dinding.
"Siapa itu?" Tanya Naruto heran.
"Dia seperti Uchiha Sasuke..."
"Kau mengenalnya Hinata?"
"Naruto-kun... dia itu teman sekelas kita yang ingin menjadi Necromancer... apa kau lupa?"
"Hei, Kau! Bangun! Ini bukan tempat untuk tidur!" kata Naruto sambil menggoncang-goncangkan tubuh Sasuke.
"Ah Berisik sekali kau! Dasar Dobe!" bentak Sasuke yang kesal telah dibangunkan dari tidurnya.
"Apa kau bilang! Dasar Temeee!"
"Sudah Cukup! Kalian jangan bertengkar! Lebih baik kita makan bersama. Lagipula kalian pasti lapar kan?" ucap Hinata sedikit membentak namun masih dengan nada lembut melerai kedua orang itu.
"Aku tidak lapar..." Dengus Sasuke kesal.
'Kruuuuuk' wajah Sasuke memerah. 'Dasar perut bodoh! Tahanlah sebentar lagi! Kau merusak citraku!' batin Sasuke.
"Nah, mari kita makan bersama. Lagipula itu Sakura-chan sudah datang." Senyum Hinata pada Sasuke dan Naruto sambil menunjuk Sakura.
"ini Hinata-chan! Eh? Kok tambah 2 orang? Aku hanya membeli 2 milkshake" Sakura kaget melihat ada 2 siswa lainnya yang juga sedang menyantap bento buatan Naruto. Sebenarnya Hinata membuat untuk dirinya dan Naruto.
"Wah kebetulan sekali! Aku suka sekali milkshake!" teriak Naruto bersemangat sambil menerima milkshake dari Sakura.
"Hei, ini untuk hinata! Dasar baka!" kata Sakura sambil merebut milkshake yang dibelinya.
"Tak apa Sakura-chan, aku juga membawa teh hijau." Kata Hinata sambil menuangkan 2 gelas teh hijau dan memberikannya pada Sasuke.
"ini Sasuke-kun... Silahkan..." Ucap Hinata sambil menyerahkan gelas berisi teh hijau hangat pada Sasuke.
"Arigatou..." balas Sasuke
"Mari makaaaan!" Sahut Naruto dan Sakura bersamaan.
"Itadakimasu" ucap Sasuken dan Hinata pelan sambil menyatukan kedua tangan di depan dada dan sedikit membungkuk.
"Wah makanan buatanmu enak sekaliii!" sahut Naruto setelah mencoba bento yang Hinata buat.
"Ah, kau terlalu memuji Naruto-kun..." ucap Hinata tersipu.
"Tapi memang benar-benar Lezat Hinata-chan!" sambung Sakura menyetujui Naruto. "Kau juga berpikir seperti itu kan, Sasuke?"
"Hn" hanya sepatah kata (?) itu yang Sasuke ucapkan, sedangkan yang lainnya menganggap sebagai jawaban 'Ya'.
-MW-
"Omong-omong setelah ini kalian mengambil pelajaran apa?" tanya Hinata membuka percakapan setelah selesai makan.
"Aku akan mengambil kelas Wizardry, karena aku kan ingin menjadi seorang Wizard..." kata Naruto.
"Aku Healing Method class. Seorang Druid kan juga bisa mempelajari sihir penyembuh..." jawab Sakura.
"Kalau begitu nanti kita ada di kelas yang sama ya Sakura-chan" ucap Hinata sambil tersenyum. "Kalau kau Sasuke-kun? Kau akan mengambil kelas apa?"
"Necromancy" jawab Sasuke singkat.
"Wah Naruto baka kau mempunyai saingan nih" kata Sakura. Memang benar, kelas Necromancer dan kelas Wizard memang selalu menjadi saingan.
"Aku tak akan kalah Sasuke"
"Berjuanglah... Na-Naruto-kun!" Ucap Hinata menyemangati Naruto.
Setelah bel berbunyi, mereka masuk ke kelas yang ingin mereka pelajari. Naruto ke kelas Wizardry, Sasuke ke kelas Necromancy, Sakura dan Hinata ke kelas Healing Method.
-MW-
"PENGUMUMAN, DALAM WAKTU 3 BULAN MULAI DARI SEKARANG, KALIAN HARUS MEMBENTUK TEAM YANG TERDIRI DARI 4 ORANG, DAN KALIAN HARUS BERLATIH BERSAMA, UNTUK MENGHADAPI UJIAN SIHIR. BENTUK TEAM TIDAK DIBATASI DENGAN PEMBAGIAN JUMLAH MAGE DAN ACOLYTE. TEAM DAPAT DIDAFTARKAN KE KURENAI SENSEI. SEKIAN PENGUMUMAN. SELAMAT BERLATIH"
"Wah 4 orang ya... pas sekali Hinata! 2 orang Mage dan 2 orang Acolyte susunan yang sempurna! Ayo kita ke kelas Sasuke dan Naruto." Ujar Sakura bersemangat.
"Ide bagus Sakura-chan. Aku setuju. Ayo!" sambut Hinata sambil berjalan bersama Sakura menuju kelas Sasuke. Ternyata di sana sudah ada Naruto juga.
"Hei Sakura! Hinata-chan!"
"Hei Naruto! Sasuke!" ucap Sakura dan Naruto bersamaan.
"Kau pasti ingin membentuk team bersama kan?" Tanya Naruto.
"Tepat sekali! Jadi sudah diputuskan! Kelompok kita terdiri dari aku, Hinata, Naruto dan Sasuke. Ayo kita melapor ke Kurenai sensei!" jawab Sakura.
"Ayo kita pergi!" seru Naruto dan Sakura bersamaann. Hinata hanya terkikik melihat kedua sahabatnya itu. Sedangkan Sasuke hanya pasrah karena telah diikutsertakan secara sepihak.
'Nampaknya team ini tidak terlalu buruk. Untunglah dua gadis itu tampak berbakat...' batin Sasuke menyadari bahwa mungkin team ini adalah team yang tepat. Kemudian mereka berjalan menuju ruang pendaftaran yang ternyata sudah ada beberapa murid lainnya yang sudah mendaftar.
"Kalian juga mau mendaftar ya? Formasi team kalian bagaimana?" ucap seorang gadis dengan rambut diikat ekor kuda berwarna pirang pucat.
"Ah, Ino! Kau sudah mendaftar? Aku, bersama Naruto, Sasuke dan Hinata juga akan mendaftar. 2 orang Mage dan 2 orang Acolyte. Bagaimana denganmu?" Jawab Sakura yang sepertinya sudah mengenal gadis itu.
"aku tentu saja dengan Shikamaru, Chouji dan Sai-kun! 1 orang Acolyte dan 3 Mage" sahut Ino menjelaskan.
"Hei kalian, sampai kapan mau terus berdiskusi? Tidakkah kalian mau mendaftar?" tanya Kurenai sensei.
"Hehe Gomen Sensei" ucap Sakura.
Kemudian Hinata pergi ke meja pendaftaran dan mendaftar ke Kurenai sensei. Hinata mendapat 4 lembar formulir untuk diisi anggota teamnya. Setelah melewati beberapa tahap prosedur pendaftaran, akhirnya ditetapkan beberapa team yang sudah terpampang di papan pengumuman.
Team 1: Yamanaka Ino (Acolyte), Nara Shikamaru (Mage), Akimichi Chouji (Mage), Sai (Mage)
Team 2: Inuzuka Kiba (Mage), Aburame Shino (Mage), Rock Lee (Mage), Tenten (Mage)
Team 3: Uchiha Sasuke (Mage), Namikaze Naruto (Mage), Haruno Sakura (Acolyte), Kirihara Hinata (Acolyte)
Team 4: Shion (Acolyte), Konan (Acolyte), Deidara (Acolyte), Inuzuka Rin(?) (Acolyte)
Team 5: Gaara (Mage), Temari (Acolyte), Kankurou (Mage), Sasori (Mage)
-TBC-
Ah akhirnya Update juga... kemaren Lee harus keluar kota ada sodara yang meninggal T-T ternyata di fic pertamaku ada yg Review jga... T^T (nangis Gaje) tengkiu riviuwers semua (cium-cium reviewers) *Dikeroyok Reviewers*
Readers: Ini fic judulnya Magic World kan?
Lee: Ho-oh
Readers: MANA SIHIRNYAAAAAA?
Lee: (sambil tutup kuping) iya-iya di chapter ini emang sedikit magic-magicnya tapi author usahakan di chapter depan pasti 'ada' magicnya
Readers: cuma 'ada'? (kabur berbondong-bondong)
Lee: Kembaliiii Readeeerrrsss (sambil nangis Gaje) iya-iya! chapter depan 'banyak' magicnya deeeh
*cukup! cukup sekian bacot Gajenya
Balasan Review:
-Himawari Edogawa : thanks pujiannya mwah2 :* senpai review pertama fic GaJe ini... jadi anda dapat hadiah ucapan terima kasih dr author wuakakakaka
-Kitsunebi Kuro Hyuuga : thanks y ni Apdet
-Ai HinataLawliet : hehe soal tongkat Hinata sih ak pake warna2 yang biasa sesuai sama chara masing2 kok ini CHAP 2 nyaaa
-Kudo Widya-chan Edogawa : hehe Naruto Potter boleh juga
-Asuna Hikari-chan : Waah tengkiu senpai :*
-Nyx Quartz : ini update nya senpai~ Happy reading
-meliching : wew kayanya kenal~~ dasar.. bkin cerita mel jgn bkin ID cuma buat review (Buat para Readers and Reviewers semua Meliching ini sepupu author yang author 'paksa' buat baca and review cerita ini! Wuakakaka *BUGH*)
hehe Gaje banget masa ada Rin, Sasori, Deidara sama Konan... author Gaje ini telah kehabisan stok chara karena kesalahan sendiri dengan membuat team 4-4... padahal kalo 3 seperti biasa mungkin pas. Tapi aku mau NaruHina and SasuSaku satu teeeaaaam (ngerengek gaje #plak!) yah sudahlah. Oiya author bikin fic kaya gini tuh karena author maniak game MMORPG yang ada job-job nya gitu Huahahaha (sapa yang nanya?) cukup! Segitu aja bacotnya. Review please? *Puppy eyes mode: on*
