Magic World

Disclaimer : all Naruto characters belongs to Masashi Kishimoto

Magic World belongs to me HyuugaLee (bukan Lee yang alis tebal!)

Rate : K+ to T

Warnings : OOC, AU, GaJe, typo bertebaran, brutal time skip, deel (dan eror-eror lainnya)

Pairing : NaruHina, SasuSaku (tapi ga ada romance-romance nya di sini)

Sebelumnya author minta maaf klo update nya lama banget... sebenernya fic ini dah selese lama...tapi author lupa buat update hehe... Gomen ^^a happy Reading!

Oiya, Author lupa bilang kalau jangan bayangkan KMA ini kaya Hogwarts yang satu tempat Asrama dan kelas-kelas nya. Jadi Asrama KMA dan Akademi Sihirnya ada di tempat terpisah. Bayangin aja ada 2 Hogwarts bersebelahan. Hehe gomen karena telat ngasih taunya ^^

Summary :

Pembagian team penilaian sihir telah ditetapkan. Selama 3 bulan ke depan team Hinata bisa berlatih sesering mungkin dan mempelajari mantera-mantera sihir yang mungkin akan berguna sewaktu Ujian Sihir. Apakah team Hinata cs bisa lulus Ujian Sihir? RnR?

Don't Like Don't Read

Magic World

Chapter 3 : Together we can!

7 hari sebelum ujian sihir, Naruto dkk. Berkumpul di taman Perpustakaan Sihir Konoha dan berdiskusi tentang apa yang telah mereka pelajari selama hampir 3 bulan mereka belajar dan berlatih di Akademi.

"Tak terasa, minggu depan saatnya Ujian Sihir. Hinata-chan, buku apa yang sedang kau baca itu?" tanya Naruto membuka percakapan selagi yang lain membaca buku. Sakura membaca buku mantera, Sasuke membaca buku Sihir kegelapan, dan Hinata membaca buku tentang hewan-hewan sihir.

"A-Aku membaca ensiklopedia hewan-hewan sihir, Naruto-kun... Di sini dikatakan bahwa, begitu penyihir melewati ujian sihir dan lulus menjadi penyihir level 2, kita akan memiliki sendiri hewan sihir yang akan menemani kita." Kata Hinata tersenyum pada Naruto.

"Oh? Memangnya apa gunanya hewan sihir itu Hinata?" tanya Naruto.

"Sangat banyak Naruto-kun! Bisa membantu kita dalam menyelesaikan misi, memberi sihir supportive, sampai membantu dalam pertarungan. Tergantung dari jenis hewan sihir itu sendiri. Apakah bersifat Offensive, Defensive atau Supportive." Jelas Hinata.

"Wah aku mau seekor Rubah!" Sahut Naruto sambil memunjukkan deretan giginya. Hinata hanya tersenyum kecil melihat tingkah Naruto.

"Mungkin nanti kau bisa memilikinya, tapi itu semua tergantung dari 'core' yang ada dari tongkat masing-masing penyihir. dan lagi hewan-hewan sihir akan sedikit berbeda dengan hewan yang biasa kita lihat." Ucap Hinata menerangkan. Naruto hanya Ber-Oh-ria mendengar penjelasan Hinata. Kemudian Hinata kembali melanjutkan membaca bukunya.

"Hei, Sasuke apa yang sudah kau pelajari dari kelas Necromancy?" tanya Naruto pada Sasuke.

Sasuke menatap Naruto sejenak kemudian ia menutup bukunya dan,

"Shadow Strike" Ucap Sasuke mengayunkan tongkat Biru dengan ukiran berwarna hitam miliknya dan mengarahkan pada Naruto. Kemudia muncul gelombang berwarna ungu kehitaman dan melesat menuju ke arah Naruto. Naruto merasakan seperti terdorong oleh gelombang tersebut dan terjatuh dari kursinya.

"GYAAAAAA! APA YANG KAU LAKUKAN TEME? " Naruto yang terjatuh berteriak sambil marah-marah pada Sasuke dan mengundang perhatian semua orang yang ada di perpustakaan.

"Ssssttt! Tutup mulutmu dobe! Kita ada di perpustakaan!" kata Sasuke sambil menaruh telunjuk di depan bibirnya.

"Tapi kenapa kau menyihirku? Dasar teme!" ujar Naruto kesal.

"Tadi kau tanya apa yang kupelajari pada kelas Necromancy kan? Itulah yang kupelajari, Dobe." Ucap Sasuke dengan entengnya. Sedangkan Naruto hanya mendengus kesal.

"Sasuke, tenganmu kenapa?" tanya Sakura melihat tangan Sasuke dibalut perban.

"Ini hanya luka kecil. Hanya kecelakaan sewaktu mempelajari mantera curse magic" jawab Sasuke.

"Ini bukan luka kecil, Sasuke!" Ucap Sakura melihat luka sobek di punggung tangan Sasuke setelah melepas perban yang membalut di tangan Sasuke secara perlahan.

"Purify Harm "Kata Sakura sambil mengayunkan tongkat Merah dengan motif bunga Sakura miliknya ke arah tangan Sasuke. Cahaya berwarna Hijau kebiruan muncul dari ujung tongkat milik Sakura dan melingkupi luka Sasuke. Luka di tangan Sasuke menutup perlahan-lahan dan menghilang tanpa bekas.

"Woow!" Naruto yang melihatnya hanya bisa tercengang.

"Terima kasih Sakura"

"Sama-sama Sasuke" ucap Sakura dengan pipi merona.

"Hei apa-apaan ini? Kenapa kalian malah mesra-mesraan seperti ini? Ayolah Hinata kita pergi" ucap Naruto sambil menarik tangan Hinata. Hinata yang kaget hanya bisa pasrah.

'Awas kau Naruto dobe!' ucap Sasuke dalam hati.

Setelah Naruto dan Hinata pergi, Sasuke dan Sakura pun segera menyusul, dan kembali ke rumah masing-masing.

-MW-

-1 hari sebelum Ujian Sihir-

Sehari sebelum Ujian Sihir, Naruto, Sasuke, Sakura dan Hinata berkumpul di kediaman Haruno. Mereka tidak banyak melakukan kegiatan sihir. Mereka hanya berunding mengenai Ujian Sihir kali ini.

"Menurutmu, seperti apa bentuk Ujian Sihir tahap pertama kali ini? Tanya Naruto membuka percakapan.

"Kukira, tahap pertama pasti Ujian sihir tertulis." Kata Sasuke.

"Naruto, kau sudah mempersiapkan semuanya kan?" kata Sakura khawatir tentang temannya yang satu ini.

"Tenang saja. Hinata sudah mengajariku selama 3 bulan ini. Aku yakin dalam Ujian tertulis kali ini aku pasti lulus!" Sahut Naruto semangat.

"Hooo... jadi selama ini kalian selalu belajar bersama?" Ujar Sakura sambil menatap Hinata curiga.

"I-Itu ti-tidak seperti y-yang kalian ba-bayangkan." Ucap Hinata gugup sambil menyembunyikan semburat merah di wajahnya.

"Hinata benar! Ini semua tidak seperti yang kalian bayangkan! Jadi begini..."

Flashback : ON

-1 hari setelah pengumuman Ujian Sihir-

"Hinata-chan... bagaimana menurutmu tentang Ujian Sihir tahun ini?" tanya Naruto saat mereka berjalan pulang menuju Konoha Magic Academy Dorm.

"Menurutku, ujian sihir dibagi menjadi 3 tahap. Tahap pertama Ujian tertulis, tahap kedua Ujian mantera dan tahap terakhir adalah Ujian praktek pertarungan Sihir." Ucap Hinata menerangkan.

"Wah, kau tahu banyak ya Hinata..."

"Tidak Naruto-kun, aku tahu karena Neji-nii ikut Ujian tahun lalu. Jadi, aku tahu tahap-tahap Ujian Sihir. Tapi, aku tidak tahu seperti apa pelaksanaannya." Kata Hinata sambil menatap Naruto.

"Hmmm... tapi Hinata-chan, maukah kau membantuku belajar? Aku paling lemah dalam Ujian tertulis. Aku takut akan merugikan team kita nantinya. Aku mohon Hinata!" ucap Naruto sambil membungkuk ke arah Hinata.

"Baiklah Naruto-kun... Mari kita berjuang bersama!" kata Hinata sambil mengepalkan tangan kanannya.

Flashback : OFF

"Jadi begitu Sakura-chan... Naruto-kun memintaku untuk mengajarinya. Jadi, jangan berpikir yang macam-macam." Kata Hinata membantu Naruto.

"Ah jadi begitu... Hehehe" ucap Sakura sambil tersenyum.

"Lalu, bagaimana dengan tahap kedua?" Tanya Naruto.

"Menurutku, tahap kedua mungkin akan lebih mudah jika kita mempelajari apa yang telah kita dapat di kelas mantera." Jawab Sasuke.

"Dan hanya tahap ketiga yang masih dirahasiakan." Sambung Hinata.

"Kalau begitu, malam ini kita harus istirahat dan mempersiapkan perlengkapan Ujian besok pagi mengingat ujian dimulai pukul 9 pagi. Malam ini cukup sampai di sini saja. Kita bertemu besok pagi!" kata Naruto.

"Selamat-malam semua" Ucap Hinata.

"Malam" ucap Sasuke, Naruto dan Sakura.

Kemudian Sasuke pergi ke Kompleks klan Uchiha, sedangkan Naruto dan Hinata berjalan menuju Asrama Konoha Magic Academy.

-MW-

Konoha Magic Academy, pukul 08.58

"Naruto! Ayo cepat kau terlambat!" Teriak Sakura dari depan pintu ruang Ujian yang melihat Naruto sedang berlari dari kejauhan.

"hosh hosh hosh... i-iya Sa-Sakura... haah haah a-aku.. a-aku..." ucap Naruto terengah-engah.

"Tenang Naruto-kun. Tarik napas, buang... tarik napas, buang..." Kata Hinata sambil menaik-turunkan tangannya seirama tarikan dan buangan napas yang ia peragakan. Naruto pun mengikutinya.

"Sudah lebih baik sekarang?" tanya Hinata, Naruto mengangguk. "kalau begitu sekarang kau bisa menceritakan semuanya." Ucap Hinata mempersilahkan Naruto.

"Nah, terima kasih Hinata-chan. Jadi tadi sebenarnya aku sudah siap sejak jam setegah 9. Tapi setelah sampai di pintu gerbang, aku melihat ke kantong tongkat, ternyata aku lupa membawa tongkat sihirku!" ucap Naruto sambil menunjuk tongkat sihirnya.

"Kemudian aku berlari menuju kamarku dan mencari-cari tongkatku, tapi setelah diteliti ternyata tongkatku ada di dalam tas bukan di kantong tongkat... hehehehe" lanjut Naruto seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Baka" "Dobe" ucap Sakura dan Sasuke bersamaan. Sebenarnya Naruto ingin membalas, tapi karena kejadian ini memang murni keteledoran Naruto, ia hanya bisa ber-pasrah-ria.

"Lain kali kau harus lebih hati-hati lagi, Naruto-kun... periksalah barang bawaanmu sebelum ke sekolah. Apalagi hari ini Ujian Sihir, apa yang bisa kau lakukan tanpa tongkat sihir?" kata Hinata memperingatkan Naruto.

"Hehe Terima kasih Hinata-chan. Hanya kau yang benar-benar memperhatikanku" ucap Naruto menggenggam tangan Hinata. Muncullah blushing akut Hinata setelah dipuji pria yang dikaguminya.

"Sudah cukup bergosipnya, Ujian akan segera dimulai. Apa kalian tidak mau masuk ke ruang Ujian?" Ucap seorang guru dengan gaya rambut seperti Nanas dan bekas luka di hidungnya.

"Ha'i Iruka-sensei" ucap Naruto, Hinata, Sakura dan Sasuke bersamaan.

-MW-

"Ujian tahap pertama adalah Ujian tertulis. Pada Ujian kali ini akan disediakan 4 lembar kertas Ujian sesuai jumlah anggota kelompok kalian. Kalian boleh membaginya sesuai keputusan kelompok. Kertas berwarna merah mengenai pertanyaan tentang Sejarah Desa Sihir Konoha, kertas berwarna hitam tentang Sihir kegelapan, Kertas berwarna Hijau tentang Sihir Medis, dan Kertas Biru tentang Magical Creature." Jelas seorang wanita berambut pirang yang merupakan Penyihir tertinggi di Konoha Magic Academy sekaligus pemimpin Desa Konoha.

"Dalam Ujian ini kalian sama sekali dilarang untuk menyontek! Bahkan sesama kelompok. Hukuman bagi mereka yang menyontek adalah didiskualifikasi dari Ujian Sihir dan dilarang mengikuti Ujian Sihir sampai waktu yang tidak ditentukan. Demikian penjelasan tentang peraturan dan konsekuensi hukuman bagi yang melaggar. Kalian diberi waktu 5 menit untuk menentukan pembagian Ujian. Setelah waktu menunjukkan pukul 09.15, kalian harus langsung duduk ke tempat masing-masing dan mengerjakan Ujian. Sekian, selamat berusaha" Ucap Tsunade mengakhiri.

"Kebetulan sekali! Aku Sejarah Konoha saja Sakura-chan! Aku sudah banyak membaca tentang Sejarah Konoha!" Sahut Naruto semangat.

"Baiklah, kalau begitu, aku bagian Medis, Sasuke Sihir kegelapan, dan Hinata Creature." Kata Sakura menentukan.

"A-ano Sakura, bolehkah kalau aku saja yang mengerjakan bagian Sihir Kegelapan? Klan Hyuuga merupakan klan tertua yang mendalami bidang Sihir Kegelapan secara turun-temurun. Jadi, aku mungkin akan tahu lebih banyak tentangnya." Saran Hinata.

"Apa? Klan Hyuuga? Bukankah klanmu Kirihara? Bagaimana bisa?" ucap Sakura kaget.

"Errr... Ano... benar Sakura. Soal itu akan kujelaskan nanti setelah Ujian Sihir. Masalahnya, sekarang bisakah aku mengerjakan bagian Sihir Kegelapan?" ucap Hinata

"Oke, setelah ujian sihir kau harus menceritakan semuanya. Sekarang, Bagaimana denganmu Sasuke? Apa kau setuju?" tanya Sakura.

"Buatku, tidak masalah apapun Ujiannya. Semuanya akan kukerjakan sungguh-sungguh." Ucap Sasuke santai.

"Baiklah Hinata, kau boleh mengerjakannya. Ayo kita semua bersungguh-sungguh. Jawaban masing-masing dari kita akan menentukan hasil Ujian Sihir kita semua." Ucap Sakura meyakinkan teamnya untuk bersungguh-sungguh mengerjakan Ujiannya.

"Arigatou, Sasuke, Sakura!" Kata Hinata sambil membungkukan badannya. "Mari kita berusaha!"

"BAIK!" sahut Naruto.

"TENG TENG TENG TENG TENG" bel tanda Ujian dimulai sudah berbunyi. Masing-masing peserta Ujian segera menempati bangkunya masing-masing. Pembagian tempat duduk diatur saling berjauhan satu sama lain sesama anggota kelompok untuk menghindari kecurangan.

Hinata yang telah mengambil Kertas Ujian berwarna Hitam segera mengambil penanya dan mulai membaca satu soal. Belum selesai membaca satu soal, terdengar seorang peserta menanyakan sesuatu.

"Sensei, Aku mendapat kertas ujian tapi aku tidak bisa menulis jawaban dengan penaku. Bagaimana ini?" sahut tenten yang melambaikan tangannya pada pengawas Ujian.

"Ini adalah Ujian Sihir, pakailah pena dengan memantrainya terlebih dulu!" ucap seorang pengawas Ujian.

"Baik sensei!" jawab Tenten mengerti.

Hinata POV

'Hmmm sihir apa ya?' gumam Hinata dalam hati. Ia berpikir sihir apa yang akan ia gunakan untuk memantrai penanya.

'Ah! Aku tahu! Kalau aku mengerjakan Ujian Sihir kegelapan, pasti menggunakan Sihir yang biasa digunakan untuk membuka segel kegelapan' pikir Hinata dan kemudian ia mengeluarkan tongkatnya dan bersiap.

"Ward of Evil !" ucap Hinata mengayunkan tongkatnya ke arah pena bulu miliknya. Sedetik kemudian muncul kegelapan pekat dari ujung tongkatnya menyelimuti pena bulu milik Hinata dan sedikit demi sedikit kegelapan tersebut masuk ke dalam penanya. Pena bulu Hinata yang tadinya putih berubah menjadi hitam dan tanpa mencelupkan ke tinta, ia bisa menulis di kertas Ujian miliknya.

Dilihatnya peserta lain juga telah memantrai penanya dan pena masing-masing peserta telah berubah menjadi warna yang berbeda-beda. Peserta yang memilih Ujian Sejarah desa, mengucapkan "Ward of Ancient", peserta Ujian Magical Creature mengucapkan "Ward of Beast", dan bagi peserta Ujian Medis "Ward of Pure".

'baiklah soal pertama...' batin Hinata mulai mengambil kertas Ujiannya dan membaca soal.

"Saat seseorang mengubah kelas menjadi Spectral Master, Ia harus menyerahkan diri pada kegelapan. Apakah mantera untuk memanggil Raja Iblis tertinggi untuk merasuki diri? Hmmm..." Hinata mulai menerawang. Terlintas rekaman saat ia melihat ritual yang pernah ayahnya lakukan beberapa tahun silam. Ia melihat ritual saat beberapa penyihir yang siap berubah kelas menjadi Spectral Master melakukan ritual kegelapan tersebut. Membayangkannya, Hinata mulai bergidik. Segera ia menghapus pikirannya dan menulis jawaban.

'Ah, kebetulan sekali. Kalau soal ini sih aku tahu.' batin Hinata. Ia mengambil penanya dan mulai menulis,

'I live in the darkness, but it doesn't live inside of me. not yet. Now, I call You, Lucifer Angel of Death, the King of Hell, here is my flesh, my heart and my soul, possess them and they will be yours' sekali lagi Hinata mengecek jawabannya, kemudian setelah dirasanya jawaban tersebut tepat, Hinata melangkah ke soal berikutnya.

"Berikut adalah mantera-mantera penyihir hitam, sebutkan kata-kata sandi dari masing-masing sihir:

1. Summon Lilith

2. Summon Cerberus

3. Aura of the Lich

4. Dark Bond

5. Fury of Hell" Hinata berpikir agak lama dan kemudian ia menulis dengan lancar jawaban dari pertanyaan tersebut

"1. Summon Lilith : The Queen of temptation, Lilith I am on your side. I call for Your help.

2. Summon Cerberus : Cerberus, the Guardian of Hell, I summon you from Hell, Serve me and give me powers

3. Aura of the Lich : the soul of the Lich Mage, come into me and guide me.

4. Dark Bond : I make a contract with Hell. It will last forever.

5. Fury of Hell : the Energy of Darkness I accept it to come inside me." Tulis Hinata di lembar jawabannya. Ia yakin dengan jawabannya. Dan ia melanjutkan ke soal terakhir.

"Tulis mantera sihir yang sesuai dengan deskripsi berikut:

1. mantera ini adalah mantera pemanggil prajurit dari Neraka

2. mantera yang merupakan sihir kegelapan terdahsyat yang menyebabkan sekelompok besar target mengalami ilusi kiamat yang mempunyai efek kehilangan jiwa selama 1 jam.

3. mantera sihir hitam perusak yang menyebabkan sekelompok besar target mengalami kelumpuhan

4. Sihir hitam penyembuh yang merupakan satu-satunya sihir hitam pemulih.

5. Sihir hitam terlarang yang menyebabkan kematian masal." Baca Hinata. Tanpa berpikir lama, Hinata menulis jawabannya. Sebagai seorang Hyuuga merupakan suatu keuntungan bagi Hinata. Apalagi Hyuuga adalah salah satu klan terbesar. Tentunya fasilitas yang dimiliki Hyuuga pun sangat lengkap. Hinata sering mempelajari tentang sihir kegelapan yang dianut sebagian besar anggota klan Hyuuga. Dan dengan membaca buku-buku itulah Hinata mengetahui keburukan sihir hitam dan membuat Hinata lebih memilih menjadi penyihir cahaya.

"1. Summon Hell Knight, Diablos.

2. Doomsday

3. Enfeeblement

4. Blood Leech

5. Nova Death" Hinata dengan lancar menulis jawabannya. Setelah itu, Hinata hanya tinggal menunggu waktu berakhir. Hinata menerawang jauh.

'Appa, Mianhae...' (ko bahasa Korea? Gapapa deh, lagi pengin. Gapapa kan Hinata? *diJyuuken) Ucap Hinata dalam hati. Ia masih merasa bersalah. Kemudian ia menunduk dan memejamkan matanya

'Appa... Jongmallo... Saranghaeyo' batin Hinata. Air mata menetes ke pipinya. Sebenarnya Hinata sangat menyayangi Ayahnya. Namun, pemilihan Kelas Penyihir akan menentukan hidupnya kelak dan mau tidak mau, Hinata harus mengikuti kata hatinya agar ia tidak salah memilih jalan hidupnya.

Beberapa waktu Hinata merenung, waktu Ujian ternyata telah habis. Bel tanda Ujian Sihir usai pun berbunyi. Hinata mengusap air matanya dan melihat sekelilingnya. Hinata melihat bahwa semua peserta telah menyelesaikan Ujiannya masing-masing. Ia mengambil tongkat sihirnya dan mengucapkan mantera,

"Remove Spell" dan pena Hinata kembali berwarna putih dengan bulu ungu-nya. Dan memasukkan penanya ke dalam ransel miliknya.

Petugas Ujian mengumpulkan lembar jawaban masing-masing. Setelah Lembar Ujian dikumpulkan, para peserta Ujian kembali duduk berkelompok, dan terdengar Kepala Akademi Sihir Konoha memberi pengumuman.

"Perhatian bagi perserta Ujian, kalian telah melewati tahap pertama Ujian Sihir kali ini, sekarang, para guru sedang meneliti jawaban kalian. Mohon tunggu sebentar sampai hasilnya keluar." Kata Tsunade.

"Dan lagi, untuk bisa lanjut ke tahap kedua, jumlah akumulasi poin satu tim harus berjumlah minimal 320. Jadi, minimal masing-masing dari kalian harus mendapat 80 poin dalam ujian." Lanjut Katsuyu, hewan sihir Tsunade yang berbentuk siput menjelaskan.

-15 menit kemudian-

"Perhatian bagi peserta Ujian, sekarang hasilnya sudah ada di tanganku. Ada 1 team yang mendapat nilai hampir sempurna. Dalam team inilah ada 1 peserta yang mendapat nilai sempurna. Saya akan membacakan hasilnya sekarang."

"Dan Hasilnya adalah..."

-TBC-

Akhirnya chapter panjang juga. Chapter 1 dan 2 pendek yah...

Author : Aigoooooooo~~~ penasaran kan? Nantikan kelanjutan cerita magic world! Annyong~~

Readers : enggak tuh.

Author (pundung) : yasudah... pokoknya tunggu saja kelanjutan ceritanya.

Balasan Review:

Kudo Widya-chan Edogawa: aih ada yang suka juga kalo mereka 1 tem ^^ toss~~ nih update nya maaf lama T^T

meliching: apaan maksudnya "Lee" pake petik begitu? Hehe seru? Aih aih melayang saya mel~

NHL-chan: mudah-mudahan chap ini cukup panjang ya? Maaf lama... lupa terus saya mau update T_T

Himawari Edogawa: Ini untuk mengobati ke-penasaran-an nya. Maaf ya lama banget update nya...

Kinomoto Riko: wah my favorit author review ceritaku~ thanks Kino-san! jangan bosen baca ya! ditunggu Wizards nya! (battle nya Hinata)

Sketsa Gelap: XII? Hemm... pernah cuma sebentar tapi. itu juga liat sodara juga. saya pikir juga kecepetan nih fic

Brian123: nah ini updatenya biar gak penasaran

maaf buat reviewers yang ketinggalan balasannya tadi hehe

jadi kesimpulannya maafkan author yang suka amnesia buat update! +_+

Hedeeeh akhir-akhir ini author sering pergi nih jadi jarang buka leptop. Maafkan author ya Readers~ (T^T) ngomong-ngomong Author lagi kena K-Fever nih *sapa yang nanya?*... abis nonton 2 film Korea bagus soalnya (Dr*am H*gh yang lagi tayang di Indos*ar. Author saranin Readers yang belum nonton, nonton yah! Bagus nih! And satunya G*d of St*dy yang ini sedih abis Curhat).

sudahlah pokoknya Author mohon dengan sangat, Review Please!