Magic World
Disclaimer : all Naruto characters belongs to Masashi Kishimoto
Magic World belongs to me HyuugaLee (bukan Lee yang alis tebal!)
Rate : K+ to T
Warnings : OOC, AU, GaJe, typo bertebaran, brutal time skip, deel (dan eror-eror lainnya)
Pairing : NaruHina, SasuSaku (tapi ga ada romance-romance nya di sini)
Maaf y Readers Update lelet T.T Mianhae Mianhae (sambil bungkuk-bungkuk) mudah-mudahan update ini gak mengecewakan. Oiya maafkan ke-OOC-an Sasuke yang agak baik sifatnya di sini ya hehehe langsung aja cekibrot!
Summary :
Apa yang terjadi selama Ujian Sihir? Dan lagi, Hinata akan memberi tahu identitasnya pada Sasuke dan Sakura. Apakah team Hinata bisa Lulus dari Ujian Sihir? Langsung aja cekibrot! RnR?
Don't Like Don't Read
Magic World
Chapter 4 : The Truth
"Akan saya bacakan 3 team yang mendapat akumulasi nilai terbanyak. Team yang menduduki peringkat pertama adalah..." Tsunade mulai membaca hasil yang diberikan guru yang mengoreksi hasil Ujian.
"Team 3, Uchiha Sasuke, Namikaze Naruto, Haruno Sakura, dan Kirihara Hinata. Dan nilai mereka adalah 375 poin, Dengan nilai sempurna dimiliki oleh Kirihara Hinata yaitu 100 poin. Lalu team kedua adalah team 1, Yamanaka Ino, Nara Shikamaru, Akimichi Chouji, dan Sai 370 poin. Selanjutnya Team 5, Gaara, Temari, Kankurou, dan Sasor dengan 365 poin. Demikian hasil dari Ujian tertulis. Dan semua tim dinyatakan lulus. Setelah ini kalian akan menghadapi Ujian praktek mantera. Penjelasan lebih lanjut akan diberikan pada waktu ujian. Kalian bisa beristirahat selama 1 jam. Selama 1 jam kalian diharapkan mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Dan kalian dilarang meninggalkan area sekolah. Sampai jumpa 1 jam ke depan." Terang Tsunade.
"Apa? A-aku?" kata Hinata tak percaya.
"wah Hinata, tak salah Sakura memilihmu! Selamat ya!" sahut Naruto sambil menggenggam tangan Hinata.
"Selamat Hinata..." kata Sasuke sambil (sedikit) menyunggingkan senyum (?).
"Kau Hebat Hinata! Kenapa kau bisa tahu sebanyak itu tentang sihir Kegelapan? Lagipula kau bilang kau ingin menjadi Cleric? Seharusnya kau tahu lebih banyak tentang sihir Penyembuh dan Support kan?" tanya Sakura.
"I-itu..."
-Si suatu tempat yang berbeda-
"khu khu khu... lumayan juga gadis ini. Dia tahu begitu banyak tentang Sihir kegelapan, tapi dia justru ingin menjadi penyihir cahaya... padahal kalau dia menjadi Necromancer atau Warlock, dia pasti akan menjadi penyihir yang hebat." Kata seseorang sambil melihat ke bola kristal miliknya.
"Tuan, anda memanggil saya?" kata seorang pria (?) atau tumbuhan (?)
"Ya, Kumpulkan para petinggi DA sekarang. Aku akan memberi pengumuman. Kurasa, sekarang adalah saat yang tepat bagi kita untuk bergerak." Kata Seseorang.
"Baik, Tuanku" dengan sihirnya ia menggunakan telepati dan mengirim pesan pada petinggi DA atau Dark Alliance.
Dalam hitungan detik, terkumpullah 9 penyihir lainnya. Dan mereka terlihat menempati tempat mereka masing-masing di ruang perkumpulan. Kemudian pemimpin mereka berjalan menuju ruang tersebut.
"Saudaraku, Bagaimana keadaan kalian?" tanya orang ini.
"Sudah Cukup. Langsung saja pada inti permasalahan. Jangan bertele-tele. Apa yang kau rencanakan?" tanya salah seorang penyihir yang menutupi sebagian wajahnya dengan perban.
"Sabar dulu, saudaraku. Aku ingin mendengar tentang perkembangan mereka dari Akademi Sihir Konoha." Tatapnya pada dua orang penyihir.
"Sejauh ini, Ujian tahap pertama telah terlewati. Dan didapat satu team yang berhasil mendapat nilai tertinggi. Selanjutnya Ujian tahap kedua akan kami lewati dengan mudah. Dan di tahap ketiga kami berharap bisa berhadapan dengan 'mereka'" kata Seorang wanita.
"Iya. Kami sengaja tidak menonjol di Ujian tahap 1 ini. Kami tidak ingin membuat orang lain curiga un." Lanjut seorang pria.
"Baiklah. Tapi kenapa kalian berpura-pura menjadi penyihir cahaya?" tanya sang pemimpin lagi.
"Kalau kami menjadi Mage, akan lebih mudah bagi Tsunade mengenali kami. Apalagi sejak dimulai Ujian tahap 1, dia sempat curiga. Padahal kami sudah menekan aura kami sekecil mungkin. Memang, Tsunade tidak bisa dianggap remeh." Terang wanita itu lagi.
"Jadi begitu. Tsunade memang tidak berubah dari dulu. Ia selalu waspada. Kalian tidak boleh sembarangan bergerak." Kata orang itu memperingatkan.
"Jadi, apa maksudmu mengumpulkan kami?" tanya seorang berambut perak.
"Begini, kalian tahu kan kita memiliki perjanjian rahasia dengan klan Hyuuga? Dan baru-baru ini aku tahu kalau mereka memiliki keturunan yang sangat berbakat. Apa kalian tahu? Gadis yang mencapai nilai tertinggi di Ujian Sihir bagian Sihir Kegelapan adalah keturunan Hyuuga, bukannya Kirihara. Karena itulah, ia justru menjadi Acolyte. Bukankah sangat berbahaya bagi seorang Cleric yang memiliki sihir cahaya mengetahui banyak hal tentang Dark Magic? Rencanaku adalah..." terang seorang panjang lebar.
-Di saat yang sama di Ruang Kepala Penyihir KMA-
"Kalian sudah tahu kan kalau gadis bernama Hinata itu adalah seorang Hyuuga?" kata Tsunade di depan guru-guru KMA.
"Ya. Sekarang aku baru sadar kalau dia benar-benar Hyuuga. Saat pertama kali aku sempat terkecoh." Kata pria bermasker.
"Ya, aku juga menyadarinya saat hasil Ujian dibacakan tadi. Mana mungkin seorang Acolyte mengetahui begitu detil tentang Dark Magic. Terutama ini" kata Kurenai sambil menunjukkan lembar jawaban Hinata.
"Saat Shizune dan aku membuat soal pertama ini, kami hanya berharap para peserta bisa menjawab sebatas I live in the darkness, but it doesn't live inside of me. Now, I call You, the King of Hell, possess my body hanya itu kami akan memeberi nilai sempurna. Tapi dia... dia menjawab dengan sempurna. Dan yang mengetahui banyak hal tentang itu hanya Hyuuga kan?" jelas Kurenai. Shizune hanya mengangguk setuju.
"Mulai saat ini kita harus mengawasinya. Apalagi kita tahu bahwa akhir-akhir ini kabarnya klan Hyuuga mengikat perjanjian dengan DA dan jika mereka tahu ada pengkhianat, Hinata bisa dalam bahaya." Kata Yamato memperingatkan.
"Baik, Kakashi, sebagai wali kelas, kau jangan lengah. Mungkin ada penyusup di antara kita, aku mencurigai beberapa orang, tapi aku masih belum yakin." Kata Tsunade. Dan setelah itu mereka kembali bersiap untuk mempersiapkan Ujian selanjutnya.
-MW-
"Nah, Hinata jadi sekarang bisakah kau ceritakan mengapa kau sebenarnya seorang Hyuuga?" tanya Sakura.
"Hi-Hinata hanya..." Naruto ingin menjawab tetapi langsung dihentikan Hinata.
"Sudahlah Naruto-kun, biar aku yang menjelaskan... jadi Sebelum aku ke Konoha Magic Academy, sebenarnya aku dibesarkan di klan Hyuuga. Seperti yang kau tahu, Hyuuga adalah klan terbesar yang mendalami Sihir alam dan kegelapan. Khususnya Kegelapan. Tapi, setelah bertahun-tahun dibesarkan dengan "cara" Hyuuga, aku sadar kalau semua ini salah. Aku tidak bisa melanjutkan sebagai seorang Hyuuga. Itu semua aku sadari saat kulihat Ayahku melakukan Ritual perasukan iblis. Dan lagi, dulu juga aku pernah melihat seorang penyihir yang melakukan Sihir Cahaya penyembuh. Saat itu aku merasa, mungkin itulah pilihanku. Sejak saat itu aku mulai mempelajari tentang sihir Cahaya tanpa sepengetahuan Ayahku. Dan sampai waktunya aku mulai menjadi siswi KMA, aku memutuskan untuk menjadi Acolyte. Saat itu ayahku marah besar karena dalam klan Hyuuga tidak menerima penyihir Cahaya dan menurut ayahku, penyihir cahaya sangat tidak berguna. Namun aku menolak pandangan ayahku itu dan berdebat dengan ayahku. Setelah itu, aku diusir dari Rumah dan dari Klan..." jelas Hinata penjang lebar air matanya mulai menetes.
"Hinata... jadi begitu... ya sudah, sekarang kau sudah memilih untuk menjadi Penyihir Cahaya, jadi mulai sekarang kau harus sungguh-sungguh menjalaninya dan tunjukkan pada ayahmu bahwa Penyihir cahaya tidak seperti apa yang dia bayangkan." Kata Sakura menguatkan.
"Sudah hapus air matamu itu." Kata Sasuke (?) memberi tisu untuk menyeka air mata.
"Ayo semangat Hinata! Kita harus menjalani Ujian selanjutnya!" kata Naruto memberi semangat pada Hinata.
"Sakura... Sasuke... Naruto-kun... Terima kasih!" kata Hinata sambil menerima tisu dari Sasuke dan menyeka air matanya. 'Aku sungguh beruntung... aku memiliki sahabat-sahabat yang tulus kepadaku.' batin Hinata dan air mata Hinata kini berganti senyum. Kemdian untuk sisa waktu yang ada, mereka melanjutkan dengan makan dan mengulas beberapa mantera dasar penyihir dan mantera kelas lanjutan.
-Sesaat sebelum Ujian Sihir tahap 2-
"Pengumuman, 5 menit lagi Ujian Sihir tahap kedua akan segera dilaksanakan. Bagi para peserta Ujian, telah disiapkan 6 tempat untuk setiap kelas lanjutan. Ada tempat Cleric, Wizard, Sage, Druid, Necromancer dan Warlock. Bagi setiap siswa yang ingin melanjutkan ke kelas tersebut harap menempati bagiannya." Perintah Tsunade.
Kemudian sesaat setelah Tsunade memberi pengumuman, para siswa menempati tempat masing-masing.
Kelas Cleric ditempati oleh Hinata, Shion dan Ino
Kelas Sage ditempati Rin, Konan, Temari
Kelas Druid ditempati Deidara dan Sakura
Kelas Wizard ditempati Naruto, Gaara, Shikamaru, dan Kiba
Kelas Necromancer ditempati Sasuke, Sasori, Kankorou dan Sai
Kelas Warlock ditempati Tenten, Lee, Shino dan Chouji
"Baik, Penjelasan nya adalah dalam tahap ini tidak ada tim yang gugur. Skor yang didapat dalam ujian tahap ini, akan diakumulasikan untuk menentukan peserta yang menduduki peringkat pertama dalam Ujian kali ini. Demikian penjelasannya, Ujian nya akan dimulai dari sekarang." Ucap Tsunade mengakhiri. Setelah itu, guru-guru mulai menempati kelas masing-masing.
"Apa kalian siap?" kata Kurenai pada peserta calon Cleric.
"Ha'i" kata Hinata, Shion dan Ino bersamaan.
Kemudian Kurenai membawa 3 kotak yang berisi hewan-hewan terluka, dan memberi 3 kotak tersebut pada masing-masing peserta.
"Seperti yang kalian lihat, kotak ini berisi 3 ekor kelinci yang terluka. Ada yang terkena racun, luka bakar dan kutukan. Kalian harus menyembuhkan mereka dengan mantera yang kalian pelajari. Kalian diberi waktu selama 10 menit untuk memikirkan manteranya, kemudian majulah satu persatu untuk menyembuhkan luka kelinci kalian. Kalian diberi 3 kali kesempatan. Jika berhasil dalam percobaan pertama, kalian mendapat nilai paling tinggi." Kemudian Kurenai meletakkan masing-masing kelinci ke masing-masing peserta.
"hmmm... mantera penghapus racun ya..." gumam Hinata. Ia berpikir cukup lama untuk mengingat manteranya. namun, setelah berpikir, ia menemukan jawabannya 'Ah, aku tahu!'
"Waktu habis! Creation Magic, Table of Magic! Sekarang, dimulai dari Ino. Bawalah kelinci milikmu dan letakkan di atas meja ini." Kata Kurenai sambil membuat meja dengan sihirnya.
"Baik sensei." jawab Ino kemudian ia meletakkan kelincinya di atas meja dan mengambil tongkat kuning pucat dengan pahatan berwarna hijau emerald.
"Cure!" ucap Ino sambil mengayunkan tongkat miliknya dan muncullah cahaya biru melingkupi kelinci yang tekena luka bakar tersebut, namun setelah sihir itu hilang, kelinci miliknya masih terluka.
"Apa yang terjadi? Kenapa gagal?" ucap Ino.
"Manteramu itu mantera terlalu umum. Tidak cukup kuat untuk menyembuhkan luka bakar seperti itu. Cobalah mantera lain." Ucap Shion memberitahu Ino.
"Oh, jadi begitu, hmmm... baiklah... Burn Release!" sinar merah kekuningan muncul dari tongkat Ino dan melingkupi luka bakar kelinci itu. Kemudian luka bakar tersebut menutup dan kemudian menghilang. Kelinci tadi kemudian kembali melompat dan kembali ke kandangnya.
"Yeah aku berhasil! Terima kasih sarannya Shion." ucap Ino kegirangan.
"Tidak Masalah." Kata Shion tersenyum.
"Selamat Ino-chan" Ucap Hinata
"Terima kasih Hinata." Balas Ino.
"Bagus. Kau berhasil di percobaan kedua. Tidak buruk. Selanjutnya, Shion majulah ke depan." Kata Kurenai melanjutkan.
"Baik, sensei!" seperti Ino, Shion pun melakukan hal yang sama dengan Ino.
"Sekarang kau tunjukkan sihir apa yang cocok untuk menyembuhkan racun?" tanya Kurenai.
"Cleanse Poison" ucap Shion sambil mengayunkan tongkat hijau kebiruan miliknya. Kemudian muncul cahaya hijau melingkupi kelinci itu dan hilanglah racun di tubuh kelinci tersebut.
"Bagus, kau lulus dalam percobaan pertama." Puji Kurenai. "Sekarang yang terakhir, kau Hinata." Perintah Kurenai.
"Ha'i sensei!" ucap Hinata sambil maju ke depan. Ia bersiap mengeluarkan tongkat dan mengarahkannya pada kelinci yang terkutuk tersebut. "Devil Remover" lalu Hinata mengayunkan tongkat miliknya dan dengan cahaya biru keunguan melingkupi kelinci tersebut, kelinci itupun terbebas dari kutukan.
"Baik, kaupun berhasil dalam percobaan pertama, kalian melakukannya dengan sangat baik. Tes selanjutnya adalah, aku akan melancarkan sihir terhadap kalian, kemudian kalian harus coba menangkisnya dengan sihir pertahanan masing-masing dan cobalah membalikkannya secepat mungkin. Aku akan lakukan secara bersamaan. Kalian harus bersiap!" kata Kurenai memberi penjelasan.
"Prepare your wand!"
"Nova Aura!" kemudian Kurenai membidik ketiga peserta.
"ZUUUUNGG!" muncul anak panah sihir dahsyat melesat ke arah peserta..
Ino, "Divine Barrier!"
Shion, "Divine Barrier!"
Hinata, "Divine Barrier!"
"SSRIIING" Ino, Shion dan Hinata dilingkupi dengan cahaya sihir seperti kapsul berwarna Kuning keemasan.
"Bagus, kalian memilih mantera yang tepat! Sekarang coba kalian pantulkan seranganku. Ino, mulai dari kau!"
"Reflect Magic!" Seru Ino
"CRAAAASSSS" , namun sihir yang dipantulkan Ino melemah sebelum sampai ke Kurenai.
"Itu tidak cukup Ino! Ayo Shion, coba Sihir yang lebih kuat!" kata Kurenai sambil menahan Sihir yang dilepaskannya
"Magic Reverse!" Ucap Shion. Namun pemantulan sihir Shion pun tidak terlalu efektif.
"WOSSSSSSHHH" Sihir Shion pun tidak sampai ke Kurenai dan hilang di tengah jalan.
"Masih belum Shion! Hinata, lakukan yang terbaik! Cobalah pantulkan dengan pengembalian yang lebih kuat!" Perintah Kurenai pada Hinata.
"Redemptio!" Sahut Hinata. Kini kekuatan Sihir Kurenai dikembalikan dua kali lebih kuat dari sebelumnya.
"KRAAAAKK! ZZZZZRRRRTTT" sihir yang dipantulkan Hinata melesat dengan cepat ke arah Kurenai
"Magic Dismiss" Kurenai yang kaget menerima pengembalian dari Hinata, menghilangkan sihir tersebut. 'terlambat selangkah saja, aku bisa terluka tadi' batin Kurenai.
"Bagus Hinata, dengan demikian, Ujian tahap kedua Cleric selesai. Tunggulah di sini sambil mengamati peserta Kelas lainnya untuk menerima pengumuman selanjutnya." Kata Kurenai mengakhiri. Hinata tersenyum senang mendapat pujian dari senseinya dan sihirnya bekerja dengan baik.
"Arigatou Kurenai-sensei!" Ucap ketiga peserta bersamaan.
Dengan selesainya Hinata, para peserta lain pun telah menyelesaikan Ujian tahap kedua. Kemudian mereka bergabung kembali dengan tim masing-masing dan mendengarkan beberapa arahan untuk Ujian selanjutnya.
-Pukul 12.00-
"Baiklah, dengan ini Selesailah Ujian Sihir tahap kedua. Sekarang, aku akan memberitahu seperti apa Tahap terakhir Ujian kalian. Dalam tahap ketiga ini, kalian harus memakai jubah dengan warna yang berbeda dari tim lain. Pertama, aku akan membagikan jubah milik kalian. Silahkan Shizune." Kata Kurenai mempersilahkan.
"Yang pertama tim Ino, Shikamaru, Chouji, dan Sai. Kalian mendapat warna kuning. Silahkan." Kata Shizune memberi 4 jubah pada Ino.
"Yang kedua tim Kiba, Shino, Lee, dan Tenten. Kalian mendapat jubah berwarna hijau." Kata Shizune seraya memberi jubah.
"Yang ketiga, tim Sasuke, Naruto, Sakura, Hinata. Kalian adalah tim biru." Lalu Shizune memberi jubah biru.
"Selanjutnya tim Shion, Rin, Konan dan Deidara adalah tim hitam." Ucap Shizune menyerahkan jubah.
"Yang terakhir adalah tim Gaara, Temari, Sasori dan Kankurou. Kalian tim merah." Kata Shizune membagikan jubah.
Dan selesailah pembagian jubah tim masing-masing. Kemudian para peserta memakai jubah yang telah dibagikan kepada anggota tim.
"Baiklah, kalian telah menerima pembagian warna tim. Dalam Ujian tahap terakhir, kalian akan mendapat tugas untuk mencari item yang diperlukan untuk membuat kristal sihir. Tiap tim akan dibagi menjadi 2 kelompok yang beranggotakan masing-masing kelompok 2 orang. Dan 2 kelompok ini akan dipisah tempat pencarian item tersebut. Satu kelompok akan mencari di KMA's Forest dan kelompok lain akan mencari di Plague Forest. Berikut adalah item yang harus kalian cari di KMA's Forest:
-Tears of Mermaid
-Fairy Powder
-Rainbow Flower Scepter
-Centaur's bow
-Unicorn's horn
Dan item yang harus kalian cari di Plague Forest adalah:
-Earth orb
-Aqua orb
-Wind orb
-Fire orb
-Lightning orb
Keputusan pembagian tim akan diserahkan kepada masing-masing tim. Untuk informasi, sebaiknya kalian memilih anggota yang dekat dan mudah bekerja sama dalam 1 tim. Kalian diberi waktu 5 menit dari sekarang untuk menentukan pembagian tim. Hasilnya harus diberikan sekarang juga." Kata Tsunade mempersilakan masing-masing kelompok untuk berdiskusi.
"Nah, bagaiman? Kurasa aku dengan Hinata saja, dan Naruto dengan Sasuke." Kata Sakura.
"Aku Setuju Sakura-chan. Ide yang bagus." Kata Hinata setuju.
"Ah, Sakura kurasa pembagian seperti itu tidak tepat. Bagaimana kalau aku dengan Hinata-chan dan kau dengan Sasuke. Bagaimana?" kata Naruto memberi usul.
"Benar, kurasa Naruto benar. Dengan anggota kelompok kita yang berformasi 2 Mage 2 Acolyte, akan lebih berguna jika formasi nya adalah Mage-Acolyte. Kita jadi bisa saling melengkapi kan?" jelas Sasuke.
"kurasa idemu bagus sekali Sasuke-kun. Baiklah sudah ditentukan. Ayo kita lapor ke Tsunade sensei." Ucap Sakura. Kemudian kelompok biru melaporkan pembagian tim. Terlihat 1 tim sudah melaporkan formasi kelompok mereka. Dan tak lama, sisa tim pun melapor juga.
"Baiklah, formasi tim sudah kuterima. Akan kubacakan formasi tim kalian.
Kelompok 1: Ino dan Sai
Kelompok 2: Chouji dan Shikamaru
Kelompok 3: Kiba dan Shino
Kelompok 4: Tenten dan Lee
Kelompok 5: Naruto dan Hinata
Kelompok 6: Sasuke dan Sakura
Kelompok 7: Konan dan Deidara
Kelompok 8: Shion dan Rin
Kelompok 9: Gaara dan Sasori
Kelompok 10: Temari dan Kankurou.
Tempat kelompok 1, 3, 5, 7 dan 9 adalah di Plague Forest. Kelompok 2, 4, 6, 8, 10 di KMA's Forest. Demikianlah penjelasannya. Kalian diberi waktu untuk mempersiapkan semua perlengkapan, sampai jam 1 siang saat dimulai Ujian tahap terakhir. Untuk ujian ini kalian diberi waktu selama 12 jam. Jadi, kalian akan kembali pukul 1 malam. Demikian penjelasannya. Pukul 1 siang, kalian harus berkumpul di ruang Aula Akademi." Kata Tsunade mengakhiri pengumuman. Para peserta kembali ke Asrama untuk mengambil beberapa perlengkapan. Juga untuk mengulas mantera dan beristirahat.
-TBC-
Yay! Chapter 4 Finally! Semoga gak mengecewakan ya di Chap ini! Author mengharapkan Review dari para Readers yang terhormat (LOL)
Balasan Review:
-Kudo Widya-chan Edogawa: ow itu karena Naruto gak mau jadi beban tim nya (ya kan Naruto? Naruto : Iya!) gimanapun kan ini Ujian tim walaupun akhirnya juga ada nilai individual juga hehehe
-NHL-chan: ah bener banget! Gampang ketebak ya? T.T semoga gak kecewa sama Update nya!
-meliching: teledor kali... salah ketik tuh hehehe ow ini akan kembali ke bahasa Jepang lagi kok hwahahahaha
Review nya makin dikit... apa story nya uda gak menarik y? Author jadi ragu buat ngelanjutin fic ini... apa ada yang ngebaca ya?
