Magic World
Disclaimer : all Naruto characters belongs to Masashi Kishimoto
Magic World belongs to me HyuugaLee (bukan Lee yang alis tebal!)
Rate : T
Warnings : OOC, AU, GaJe, typo bertebaran, brutal time skip, deel (dan eror-eror lainnya)
Pairing : NaruHina, SasuSaku (Author coba munculin romance nya nih... gomen kalo ga bagus... ga bakat bikin Romance saya hehe)
Summary :
Akhirnya tiba Ujian Sihir tahap akhir. Hinata dan kawan-kawan harus menyelesaikan Ujian untuk bisa berubah menjadi kelas masing-masing. Dan organisasi seperti apakah Dark Alliance itu? Identitas Hinatapun sudah mulai terungkap. Langsung baca aja deh! RnR?
Don't Like Don't Read
Magic World
Chapter 5 : Final Quest (part 1)
Hinata berjalan bersama Sakura ke Dorm wanita. Mereka mempersiapkan barang-barang yang diperlukan untuk menjalani Ujian Sihir tahap akhir.
"Hinata, 10 menit cukup kan?" tanya Sakura setelah sampai di depan kamar mereka yang ternyata kamar mereka berseberangan.
"Hmmm... baiklah Sakura-chan!" kata Hinata setuju. Kemudian mereka masuk ke kamar mereka masing-masing dan segera mempersiapkan barang-barang kebutuhan mereka.
-Hinata POV-
"Hmmm... 2 pasang baju kurasa cukup. Buku sihir... Baju hangat, jaket, tongkat... apalagi yah..." Hinata berpikir sejenak dan ia teringat sesuatu yang sangat penting.
"Makanan! Kenapa aku bisa lupa! Apa yang harus kubawa ya? Hmmm... Kurasa aku bisa mendapat bahan masakan di hutan... dan aku akan masak di Hutan saja. Aku akan bawa beberapa makanan ringan saja"
Setelah ia mengambil tas miliknya yang berisi tongkat sihir dan beberapa buku sihir, ia bersiap pergi.
"BRUKK!" Hinata menoleh. Ia melihat sebuah buku terjatuh. Diambilnya buku tersebut.
'Mantera Dasar Penyihir' Ia membaca dalam hati. Lalu ia memasukkan buku kecil itu ke dalam kantong jubah birunya. Kemudian Ia pergi keluar kamar dan di sana Sakura pun sudah siap untuk pergi.
"Hinata, apa saja yang kau bawa?" tanya Sakura.
"Pakaian, buku, dan beberapa makanan ringan. Kau?" Jawab Hinata.
"Ah, kita sama." Sahut Sakura. "Hinata, kau dan Naruto harus berhati-hati. Kudengar, 3 tahun lalu, ada peserta terbunuh saat mengikuti Ujian tahap ketiga ini. Kabarnya yang membunuh adalah penyihir-penyihir dari Dark Alliance. Aku tidak mau kehilangan sahabat." Tatap Sakura pada Hinata.
"Sakura-chan... kau juga harus jaga dirimu. Tenang saja Sakura-chan, Naruto-kun dan Sasuke-kun tak akan membiarkan kita mati semudah itu." Senyum Hinata.
"Hinata... kau ini... ayo kita pergi ke aula!" Ajak Sakura sambil menggandeng Hinata. Dan Hinata menyambut tangan Sakura.
-END Hinata POV-
-MW-
"kepada para peserta, saat ini kalian akan menghadapi ujian tahap terakhir. Dalam ujian kali ini, kalian harus bekerja sama dengan partner kalian dengan sebaik mungkin. Di hutan sana, banyak bahaya yang tidak pernah kalian bayangkan sebelumnya. Sekarang, masing-masing kelompok akan mendapat peta sihir. Peta sihir ini berguna untuk memberi tahu item apa saja yang harus kalian dapatkan. Peta ini berguna untuk memberi navigasi kalian. Peta ini juga bisa dipakai untuk berkomunikasi dengan tim kalian yang berada di tempat berbeda. Sekarang bersiaplah untuk pergi ke tempat masing-masing. Setiap kelompok harap maju ke depan sekarang." Kata Tsunade.
Kemudian semua kelompok maju ke depan aula dan menempati tempat sesuai dengan warna tim. Lalu, para guru maju menempatkan diri di belakang peserta.
"Teleport!" para guru mengarahkan tongkat ke para peserta dan membuat peserta lenyap dari aula.
-MW-
(mulai sekarang, ada 2 tempat ya readers... di tempat NaruHina sama SasuSaku)
-NaruHina-
"Hinata, coba buka peta tadi. Apa yang harus kita dapatkan dulu." Tanya Naruto. Kemudian Hinata membuka peta tersebut dan muncullah huruf-huruf di balik peta.
'When it come, the earth shall Quake. Find me in the Luke, the defender of Forest.' Kemudian Hinata dan Naruto saling bertatapan.
"Luke, the Defender of Forest?" tanya Naruto.
"Luke, Defender of Forest... aku rasa aku tahu Naruto-kun!" Sahut Hinata.
"Apa itu Hinata?"
"Luke, Defender of Forest itu adalah Treant yang menyerupai pepohonan. Di setiap hutan pasti ada Treant yang melindungi hutan tersebut. Sekarang, kita harus mencari di mana Treant itu." Jawab Hinata.
"Coba kau lihat di peta"
"Baiklah"
Kemudian mereka melihat ke peta. Di peta tersebut muncul simbol-simbol yang ada di tempat berbeda. Ada simbol pohon, ikan duyung, naga, peri, dan petir.
"Kurasa kita harus ke tempat dengan simbol ini Naruto-kun." Kata Hinata sambil menunjuk ke daerah dengan simbol pohon.
"Baiklah. Ayo!"
Kemudian mereka berjalan menuju ke tempat bertanda pohon dalam peta. Sesampainya di tempat yang dimaksud, mereka melihat satu pohon yang sangat itu terlihat seperti kakek tua yang membawa tongkat untuk membantu berjalan.
"Apakah kau Luke, Defender of the Forest?" tanya Naruto.
"Ya, benar itulah aku. Apa yang kalian cari?" tanya Treant itu.
"Kami mencari Earth Orb. Bisakah kau memberinya kepada kami?" tanya Hinata.
"Lewati dulu Ujian dariku. Jika berhasil, kalian akan mendapatkannya." Kata Luke.
"Ujian apa?" tanya Naruto.
"Kalian akan segera tahu."
"Field Barrier!" ucap Treant itu. Kemudian tempat Hinata dan Naruto berdiri dilingkupi kekkai dan berubah menjadi semacam lapangan luas.
(kekkai : semacam pelindung sihir)
"Nanti kalian akan melawan Dryad. Jika kalian memenangkan pertarungan, aku akan memberikan Earth Orb pada kalian. Summon High Dryad!" kata sang Treant kemudian menghentakkan tongkat nya ke tanah, dan di area Hinata dan Naruto, muncul lingkaran sihir dan muncullah seorang Dryad.
(Dryad : Nimfa pepohonan dalam mitologi yunani)
"Pertarungan akan dimulai dari... Sekarang!"
- SasuSaku-
Di tempat yang berbeda, Sasuke dan Sakura sedang berjalan di tengah hutan sambil mencari lokasi item pertama mereka. Mereka harus mencari Tears of Mermaid.
"Sakura, peta itu menunjuk ke arah mana?" tanya Sasuke pada Sakura.
"Ke arah danau Sasuke!" sahut Sakura.
"Baiklah."
Tidak lama kemudian, mereka sampai di danau di tengah hutan. Di sana mereka melihat Mermaid.
"Sasuke, itu kan Aria the Mermaid..." kata Sakura yang mengenali sang Mermaid tersebut.
"Ya... dia adalah putri sang raja Laut Poseidon. Kabarnya dia mencintai manusia dan ia dikutuk ayahnya untuk menangis terus menerus. Air matanya memiliki kekuatan sihir yang sangat besar. Tapi, siapapun yang berusaha mengambil air mata itu akan ia tarik ke dasar laut dan dibunuh." Jelas Sasuke. Kemudian mereka berjalan mendekat dan berbicara pada sang Mermaid.
"Kaukah Aria?" tanya Sakura.
"Siapa kalian? Ada perlu apa kalian ke sini?" tanya Mermaid itu dengan tatapan tajam. Kemudian dia melihat ke lambang sekolah di seragam mereka. "Oh, Konoha Magic Academy rupanya... kalian sedang menghadapi Ujian Sihir kah?" tanya Mermaid itu.
"Benar. Aku Sasuke Uchiha dan dia adalah Sakura Haruno. Dan kami butuh Tears of Mermaid milikmu." Kata Sasuke to the point.
"Huh, Seorang Uchiha rupanya. Baiklah, kalian akan mendapat Tears of Mermaid ku, tapi kalian hadapi dulu mereka." Kata Aria sambil membuka kekkai yang menyelubungi area di dekatnya. Kemudian muncullah 2 orang dengan seragam yang sama seperti Sasuke dan Sakura.
"Temari? Kankurou?" Pekik Sakura kaget.
"Sakura? Sasuke?" sahut Temari tak kalah kagetnya.
"Kalian harus bertarung. Dan salah satu dari kalian akan mendapat item ini. Dan yang kalah harus menunggu peserta lain yang mencari item yang sama." Jelas Aria sambil memegang bola kristal berbentuk berlian yang terisi Tears of Mermaid miliknya.
"Pertarungan akan dimulai dari Sekarang!" kata Aria.
"Halo Temari, Kankurou... kami tidak akan mengalah." Ucap Sakura sambil mengeluarkan tongkat dari kantong jubahnya dan bersiap mengambil ancang-ancang bertarung.
"Kamipun sama Sakura... kami tidak akan mengalah." Sahut Temari mengeluarkan tongkat sihirnya.
"Holy Hammer! Magic Arrow!" Ucap Sakura dan Sasuke bersamaan.
"Toxic Shots! Glory Blaze!" Ucap Kankurou dan Temari.
"BLAAAAARRRR!" sihir kedua kelompok itupun Saling bertubrukan dan menghilang.
"Lumayan juga Temari, Kankurou" kata Sakura memuji.
"Kalian juga Sakura, Sasuke" balas Temari.
-NaruHina-
"Glory Blaze!" ucap Hinata sambil mengarahkan tongkatnya ke arah Dryad tersebut. Muncul cahaya berbentuk gelombang dan melesat ke arah Dryad.
"WOOOSSSSH" Dryad tersebut hanya mengibaskan Staff (Staff : Sejenis senjata berbentuk tongkat besar. Contohnya kaya yang dipakai Gandalf LOTR) miliknya dan Sihir Hinata hilang dengan mudahnya.
"Magic Arrow!" Ucap Naruto sambil mengarahkan tongkatnya ke Dryad tersebut. Namun sama seperti Hinata, serangan Naruto hanya ditepis oleh Dryad tersebut.
"Naruto, serangan kita sama sekali tidak mempan." Sahut Hinata.
"Iya, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Naruto. Tapi belum sempat mereka berpikir, Dryad tersebut mengarahkan sihir ke arah mereka berdua.
"Earth Grasp!" muncullah akar dari dalam tanah yang bersiap mengikat dan Menusuk Naruto.
"Awas Naruto-kun! Holy Shield!" Ucap Hinata mengarahkan sihirnya ke arah Naruto. Sedetik kemudian mucul Perisai sihir yang melindungi Naruto.
"BRAAAKK" sihir Dryad itu tak mampu lagi menyentuh Naruto.
"Toxic Shots" ucap Naruto dan sihir Dryad kemudian lenyap.
"Hinata, aku punya ide! Ayo kau lindungi aku." Kemudian Naruto berlari mendekati sang Dryad.
"Scorching Wind!" Ucap Dryad sambil mengarahkan tangannya ke arah Naruto.
"Sekarang Hinata! Lindungi aku!" teriak Naruto.
"Baik Naruto-kun! Divine Barrier!" Ucap Hinata sambil membuat bentuk lingkaran di udara dan muncullah kapsul sihir yang menyelubungi Naruto untuk melindunginya dari sihir Dryad.
"Magical Shackles!" kata Naruto sambil mengayunkan tongkatnya membentuk Spiral ke arah Dryad dan terlihatlah rantai sihir mengikat Dryad terebut. Selama sang Dryad tidak bisa bergerak, Naruto memberi isyarat untuk menyerang Dryad itu secara bersamaan.
"Ayo Hinata, kita serang! Toxic Shots!" sahut Naruto.
"Holy Hammer!" Ucap Hinata.
"Arrrggghhh!" pekik Dryad.
Kemudian Sang Dryad terpekik dan roboh. Setelah Treant memeriksa apakah Dryad tersebut bisa bertarung lagi atau tidak, ternyata Dryad tersebut tidak dapat bertarung lagi.
"Baiklah, aku mengakui kelebihan kalian berdua. Kalian bisa mengalahkan Dryad milikku. Kalian pantas mendapat ini. Kuserahkan Earth Orb ini pada kalian." Kata Luke sambil memberi bola kristal berwarna coklat berkilau pada Naruto dan Hinata.
"Terima kasih, Luke. Sampai jumpa." Ucap Hinata sambil tersenyum pada Treant tersebut dan menerima Earth Orb.
"Kau... Kau seorang Hyuuga kan? tapi kenapa kau seorang Acolyte? Hyuuga yang kukenal menjadi Necromancer dan Warlock yang sangat kuat." Kata Luke kepada Hinata.
"Ah benar. Aku tidak menginginkan jalan kegelapan. Kurasa jalan yang kutempuh akan lebih baik bagi diriku." Jawab Hinata.
"Oh, jadi begitu... tapi, kulihat kau akan menjadi penyihir hebat di jalanmu yang sekarang. Berusahalah menggapai keinginanmu itu." Ucap nya pada Hinata. "Hei kau bocah! Jaga gadis ini baik-baik!" bentaknya pada Naruto.
"Hei! Namaku bukan 'bocah'! namaku Naruto! Uzumaki Naruto!" sahutnya pada Treant itu.
"Terserah... Pergilah... lanjutkan perjalanan kalian. Ujian ini masih panjang." Perintah Luke.
"Baik! Selamat Tinggal Luke!" ucap Hinata sambil membungkukkan badannya. Dan tersenyum. Naruto hanya mendesah pelan.
Dari kejauhan, sang Treant mengamati kedua peserta yang pergi tersebut.
"Bocah itu... juga memliki masa depan yang sangat cerah. Dia... pasti akan jadi penyihir yang besar..." Ucap Luke lirih.
-MW-
"Hmmmm... Kristal yang indah... Baiklah Hinata... selanjutnya kita kemana lagi? Ayo lihat peta itu!" Sahut Naruto sambil melihat Earth orb yang baru mereka dapatkan. Kemudian Hinata mengeluarkan peta dari dalam tasnya.
"Yang kedua... Aqua Orb... ini Naruto-kun, area yang bersimbol ikan duyung ini." Jawab Hinata sambil menunjukkan peta navigasi kepada Naruto.
"Baiklah! Ayoooo!" teriak Naruto bersemangat.
-SasuSaku-
"kalian memang tidak bisa diremehkan. Terpaksa aku gunakan sihir ini, Necromancy Magic, summon Hell Mage!" Sahut Sasuke sambil membuat segel dengan tongkatnya dan muncullah lingkaran sihir din depan Sasuke. Dari dalam lingkaran sihir tersebut nampak sesosok Penyihir tengkorak berjubah serba hitam dari dalam Neraka
"Sasuke? Apakah ini saat yang tepat untuk menggunakannya? Inikan satu-satunya sihir kelas lanjutan yang diperoleh dari Ujian tahap kedua tadi?" tanya Sakura heran.
"Tak apa Sakura... dengan ini kita tidak akan kalah..." ucap Sasuke percaya diri.
"Wah Sasuke, kau tampak serius Sasuke... Aku juga tidak akan kalah darimu, Sasuke... Necromancy Magic, summon Hell Hound!" Ucap Kankurou sambil membentuk segel seperti yang dilakukan Sasuke dan nampaklah seekor anjing berbentuk tulang belulang dari Neraka.
"Holy Hammer!" ucap Sakura ke arah Summon milik Kankurou.
"Holy Shield!" Ucap Temari melindungi Summon Kankurou. "Akulah lawanmu, Sakura"
"Terima kasih, nee-chan." Ucap Kankurou.
"Glory Blaze" Ucap Sakura ke arah Temari.
"Divine Barrier!" Temari mengeluarkan sihir ke tubuhnya untuk melindungi dari Sihir Sakura.
"CRAAAAASSSHHH" sihir Sakura ditangkis Temari.
"Druid Magic, Diamond Dust!" Kemudian Sakura membuat lingkaran sihir dan muncullah wanita berelemen Es dengan tatapan dinginnya dari lingkaran tersebut.
"Shiva, serang orang itu!" perintah Sakura pada Wanita Es yang dipanggilnya.
"Sage Magic, Wolf Form, change!" Sebelum Shiva milik Sakura mencapat Temari, ia berubah menjadi seekor serigala dan menghilang.
"Shiva, kembali!" kemudian wanita es tersebut kembali ke sisi Sakura. Tiba-tiba dari belakang Sakura muncul Temari yang berwujud serigala.
"KRAAAAAK" Ternyata Shiva lebih cepat. Ia menahan Temari menggunakan Sihir es-nya dengan mengarahkan kedua tangannya ke arah Temari dan kaki Serigala Temari terikat oleh Es.
"Holy Hammer!" Sihir Sakura menjatuhi kepala Temari dan Serigala itu jatuh dan berubah sosoknya menjadi Temari lagi. Sakura berhasil mengalahkan Temari.
"Menyerahlah Kankurou..." ternyata Sasuke sudah berhasil menguasai keadaan. Kankurou terikat oleh sihir Sasuke. Hell Hound milik kankurou tergolek lemah setelah menghadapi Hell Mage milik Sasuke, hebatnya lagi Hell Mage milik Sasuke masih segar bugar. Sasuke pun terlihat tanpa luka, melihat keadaan Kankurou yang penuh luka, Sasuke memang unggul dalam keadaan ini.
"Baik, aku menyerah." Melihat keadaan tersebut mustahil bagi Kankurou untuk menang, dia berpikir dibandingkan melakukan perlawanan sia-sia dan memperoleh luka lebih parah, ia pun menyerah juga.
"Dengan begini, selesailah pertarungan kalian. Uchiha, Haruno, terimalah kristal berisi air maataku ini. Dan kalian boleh melanjutkan perjalanan kalian." Kata Aria.
"Bagaimana dengan Kankurou dan Temari?" tanya Sakura.
"Kalian tak usah khawatir, aku akan menyembuhkan mereka. Pergilah." Jawab Aria.
"Terima kasih, Aria..." ucap Sakura sambil melambaikan tangan. Aria hanya mengangguk dan berpaling.
"Sasuke, Selanjutnya adalah Fairy Powder... apa kau mau beristirahat dulu?" tanya Sakura.
"Tak perlu Sakura, aku baik-baik saja. Ayo kita lanjutkan" jawab Sasuke. Sasuke terhuyung dan hampir roboh. Namun, segera ditopang Sakura.
"Sasuke, kau tak apa-apa?" tanya Sakura khawatir. Kemudian ia merebahkan Sasuke ke pohon di dekatnya. "Apa ada yang sakit Sasuke?"
"Tidak Sakura... aku tak apa-apa... ayo kita lanjutkan perjalanan... Arrghh" saat Sasuke mulai berdiri, ia kembali terjatuh.
"Sasuke! Kau tidak nampak baik-baik saja! Coba kulihat kakimu." Sahut Sakura dan ia meluruskan kaki Sasuke dan melihat ada memar yang didapatnya saat melawan Kankurou. "Sasuke, ini terlihat cukup parah! Akan Kusembuhkan." Sahut Sakura.
"Healing Hands!" Sakura menyihir tangannya sehingga tangannya terselubung cahaya hijau kebiruan. "Sabar ya Sasuke..." kemudian Sakura meletakkan tangannya ke atas luka Sasuke.
"Terima kasih Sakura..." kata Sasuke sambil menatap Sakura.
"Sama-sama Sasuke..." Sakura pun membalas pandangan Sasuke. Dan wajah keduanya merona merah.
Beberapa menit kemudian Sakura bertanya "Sudah agak baikan, Sasuke?"
"Iya Sakura... kurasa aku sudah bisa berjalan..." kemudian Sasuke mencoba berdiri, dan ia sudah bisa berjalan dengan baik. "Ayo Sakura, kita harus melanjutkan perjalanan."
"Baiklah Sasuke!" Sahut Sakura sambil bangkit dari tempat duduknya dan tersenyum.
Sepanjang perjalanan mereka hanya berbincang sedikit. Dan tanpa mereka sadari, tangan mereka telah saling berpagutan satu sama lain.
-NaruHina-
"Terima kasih atas bantuanmu, Marina, the Aqua Fairy... kami terima Aqua Orb ini..." kata Hinata pada penjaga Plague Lake, Marina.
"Kami pergi dulu! Sekali lagi, terima kasih Marina!" sahut Naruto.
"Ya... sama-sama..." kata Marina sambil tersenyum anggun. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan selanjutnya ke area Wind Orb berada.
"Tak kusangka, kita mendapat benda ini dengan mudah. Selanjutnya kita ke mana lagi?" Kata Naruto sambil mengamati bola Kristal berwarna biru mengkilat.
"Iya Naruto-kun... selanjutnya kita menuju Wind Orb Naruto-kun." Jawab Hinata.
"Kalau begitu, ayo kita pergi!" Sahut Naruto.
"baiklah. Emmm... Naruto-kun... boleh kutanya satu hal?" kata Hinata dengan wajah merona.
"Ada apa Hinata-chan?" tanya Naruto heran.
"Tadi saat Marina mengajukan pertanyaan, orang yang paling berharga bagimu saat ini, kenapa kau menjawab namaku?" kata Hinata dengan menundukkan kepalanya.
"Ah hehe... itu yah... sebenarnya itu karena dia (Marina) bertanya orang yang paling berharga bagiku saat ini... karena orang tuaku sudah tiada, yang paling berharga bagiku ada 3 Hinata, yaitu kau, Sakura dan Sasuke... tapi aku memilih dirimu karena kurasa kita memiliki nasib yang tidak jauh berbeda. Lagipula kita juga kenal terlebih dulu kan? kenapa kau bertanya seperti itu Hinata? Kau keberatan?" Ucap Naruto.
"Ah, ti-tidak... aku hanya kaget saja..." Hinata masih tertunduk.
"Sudahlah Hinata, ayo kita ke tempat selanjutnya!" sahut Naruto sambil menggandeng tangan Hinata. Hinata hanya bisa blushing akut.
Setelah berjalan cukup lama, sampailah mereka ke suatu tempat di mana terdapat hamparan bunga yang sangat luas. Lalu di atas sebuah batu tampak seorang peri dengan sayap berwarna Hijau sedang duduk. Hinata lalu menyapanya.
"A-apakah anda Elesis the Elf?" Hinata mengamati sosok tersebut. Tubuhnya tinggi, telinganya panjang dan rupanya sangat cantik.
"Ya... ada yang bisa kubantu?" sang peri menoleh ke arah Hinata dan Naruto.
"Kami... mencari Wind Orb. Kau pasti memiliki nya kan?" tanya Hinata.
"Ya... tapi kalian harus mengalahkan Sylph ku terlebih dahulu. Jika kalian bisa mengalahkannya kalian akan kuberi Wind Orb." Tuturnya lembut.
"Baiklah, kami akan melakukannya." Kata Naruto sambil mengambil tongkatnya dan bersiap melawannya. Begitu pula dengan Hinata.
"Field Barrier! Summon Sylph!" dalam sekejab area Hinata dan Naruto berdiri sudah diselubungi kekkai. Elesis memanggil makhluk dari angin. Makhluk tersebut memiliki postur seperti anak kecil yang kelihatan jahat.
"Trap Hole!" ucap Sylph sambil menjentikkan jarinya. Muncullah lubang jebakan yang cukup dalam.
"Kyaaaaaaa!" Hinata jatuh ke dalam perangkap tersebut dan tergolek.
"Hinata! Kau tak apa-apa?" kata Naruto khawatir. "Kau!" ucap Naruto marah.
"Hahahahahahaha" Peri kecil tersebut hanya tertawa dan terbang ke sana kemari.
"Magical Shackles!" ucap Naruto. Tapi makhluk itu menghindarinya dengan mudah. Ia terbang menjauh.
"Wind Storm!" ucap Sylph sambil mengepalkan tangannya dan mengarahkan angin miliknya ke Naruto.
"Holy Shield!" Ternyata Hinata sudah berhasil naik dari lubang jebakan dan membuat sihir pelindung sebelum angin tersebut sampai ke Naruto.
"Hinata! Kau baik-baik saja?" Naruto menoleh ke arah Hinata.
"Ya Naruto-kun. Aku tidak akan membiarkanmu melukai Naruto-kun!" ucap Hinata sambil mengarahkan tongkatnya ke arah Sylph bersiap untuk bertarung. "Holy Hammer!" ucap Hinata. Sylph tersebut hanya melompat menghindari sihir Hinata.
"Nature Ray!" Sylph mengarahkan telapak tangannya ke arah Hinata. Muncullah cahaya hijau menuju Hinata.
"Divine Barrier!" Ucap Hinata. Ia diselubungi kapsul cahaya. Kemudian, Hinata berlari ke arah Sylph dan memberi isyarat kepada Naruto.
"Magical Shackles!" Setelah Naruto mengikat Sylph dengan rantai sihir, Hinata melanjutkannya.
"Shinning Judgement!" Hinata mengarahkan tongkatnya ke langit dan dari langit muncul petir berwarna kuning keemasan.
"ZZZZRRRTTTTT" petir tersebut menyambar Sylph dan membuatnya pingsan.
"Selesai." Ucap Hinata.
"Baiklah, kombinasi kalian memang hebat. Terimalah Wind Orb ini." Sang Elf terbang menuju Hinata dan Naruto sambil memberi bola kristal berwarna Hijau mengkilat.
"Nature Blessing" sang Elf menyihir Hinata dan Naruto.
"Wah sihir apa ini? Aku merasa jauh lebih baik." Kata Naruto merasakan Sihir Elf tersebut.
"Ini adalah sihir penyembuh dan pelindung bagi kalian. Pergilah dengan sihir dariku ini. Selamat jalan..." ucap Elesis.
"Terima kasih, Elesis" ucap Naruto dan Hinata sambil melenggang pergi.
"Naruto-kun, Lightning orb ini... berada di sebuah gua... bagaimana kalau sebelum melanjutkan perjalanan, kita makan sebentar?" Ajak Hinata.
"Baiklah Hinata-chan... kau mau memasak?" tanya Naruto.
"Iya Naruto-kun. Kau tunggu saja dulu." Jawab Hinata
-SasuSaku-
"Mira, the Fairy... bolehkah kami meminta ijin mengumpulkan Fairy Powder?" tanya Sakura.
"Boleh saja. Kalian boleh megumpulkannya di sekitar bunga itu." Katanya sambil menunjuk ke arah bunga yang menghasilkan Bubuk peri. Kemudian Sakura mengambil tabung kecil dan memasukkan Fairy Powder itu ke dalamnya.
"Kurasa ini sudah cukup. Terima kasih, Mira." Ucap Sakura. Kemudian Sasuke dan Sakura bersiap meninggalkan Peri tersebut.
"Tunggu, kalian mungkin akan mendapat bahaya. Terimalah sihirku ini selama melakukan perjalanan. Blessing of Fairy." Ucapnya setelah membuat simbol sihir. Lingkaran sihir berwarna hijau yang dihasilkannya melingkupi Sasuke dan Sakura.
"Terima kasih, Mira. Kami akan melanjutkan perjalanan."
Dan pergilah Sasuke dan Sakura menuju daerah para Centaur, makhluk setengah manusia setengah kuda.
"Awas Sakura!" kata Sasuke sambil menarik Sakura ke pelukannya.
"JLEBB!" kemudian terlihat panah menusuk Pohon di belakang Sakura dan Sasuke.
"Alex the Centaur..." kata Sasuke pelan.
"Pergi! Apa yang kalian lakukan di sini?" kata makhluk itu.
"Kami hanya ingin mengambil busur panah Centaur." Kata Sasuke.
"Tidak! Pergilah dari sini!" kata Centaur itu dan bersiap menarik busur dan memanah Sakura dan Sasuke.
"Magic Shield! Holy Shield!" ucap Sasuke dan Sakura menangkis anak panah Centaur itu.
"Kalian... ingin menantangku?" kata Alex.
"As you wish..." Sasuke bersiap mengarahkan tongkat biru nya ke arah Centaur itu.
-TBC-
Aaaah Akhirnya selesai juga chap ini! Gimana? Banyak kan sihirnya? (apa malah bikin puyeng ya?) author pikir chap ini cukup panjang ya kan? Pokoknya review ya? Hehehe See you Readers ku yang cakep2 and cantik2 (girang ga jelas) *Thanks jga ya Readers yang uda dukung fic author... author jadi sadar, menariknya cerita ga ditentuin dari banyaknya review... thanks ya para Silent readers~~~*
Balasan reviews:
-Uzumaki Namikaze Cute : tengkiu Uzumaki-san... ini udah kilat belom?
-Kudo Widya-chan Edogawa : tenang aja Widya-chan, Hinata bakalan baik-baik aja kok (setidaknya sampai chap ini) author kan fans Hinata juga... heheheh bukan ayah Hinata kok... hayooo siapa? Hehehe
-Brian123 : makasih dukungannya Brian-san heheh SEMANGAATTT!
-Aizu Asahikawa : Iya! Aku tau... sebenernya saya jg mau panggil pake –chan, tapi setelah liat Aizu-san aku gak jadi deh (hehe maaf Kino-san)
-Glose : aduh masa Naruto keliatan gitu ya? Padahal author gak niat bikin imej Naruto seperti itu loh... (Gomen)
-Uchiha Rama Senju : Ok! Gak akan saya delete kok! Ini malah saya update hehe
-Himawari Edogawa : gak papa Hima-chan, thanks dukungannya saya juga tau sih ada silent Readers... dulu saya lumayan lama jadi silent Readers loh hehehe...
-Meliching : iya dong, Hina-chan gitu loh hehehe... soal DA mungkin akan sedikit terungkap di chapter depan tunggu aja hehe
