Oke, sebelum mulai fic, Shinju bales review dulu, ya!
Yuuki Arakawa, Sabaku Eki, Hana Arny: Silahkan baca di bawah, kalo dikasih tau nanti malah nge spoil, hehe :D
Kihara Hazumi: Hmm..Iya juga sih. Kalo soal Image, Meiko emang keliatan lebih tua. Tapi, siapa yang sangka kalo Kasane ternyata umurnya 31 tahun. Makanya, karena itu si Kasane yang Shinju ambil jadi tante-tante kos, hehe :)
Naya: Huwaaa! Makasih :). Siapa ya? Baca sendiri (PLAK!). Hmm..mungkin ada :). Nggak apa-apa,mau 2 bulan, setahun, sehari, yang penting nge-fans Vocaloid, Ya nggak? :D
Baka Pon: Khukhukhu- ini baru permulaan. Kedepannya akan lebih..ANCUR (Plak!). Segar? Haha, ternyata humor 'paksaan' saya dibilang segar. Tapi tak apalah, hehe :D
CheshireGrell: Hoho, ini udah di update~ :D Happy reading!
Oke, segitu aja untuk balasannya.
Satu lagi, SPECIAL THANKS TO ANNASTASY CHASYME yang udah ngebantu banyak banget dalam pembuatan fic hina(?) ini, dan temen se-perjuangan (author), Bloodstained Kagamine Len, dan fubba.
ALRIGHT, LET'S START THE STORY!
SHINJUKU RISA PRESENTS
We are Vocaloid Family!
Chapter 2: Nice to meet you!
Vocaloid Owner: Yamaha Corp.
ERR!
(Enjoy, Read, Review!)
1
2
2,5
3
ACTION!
Enam mata mengintip dari balik tembok pembatas antara dapur dan ruang tamu. Terlihat Teto sedang membukakan pintu untuk seseorang –atau lebih tepatnya, penghuni kos yang baru.
"Selamat datang! Silahkan duduk!" Sapa Teto dengan ramah dan mempersembahkan senyumannya yang termanis kepada sang penghuni baru, kontras sekali dengan apa yang telah ia lakukan pada Gakupo beberapa menit yang lalu.
"Terima kasih," balasnya. Lalu ia membungkukkan badan dengan sopan sebagai simbol penghormatan terhadap Teto.
"Oh, jadi itu penghuni barunya?" bisik Meiko pelan ketika melihat seorang gadis yang kelihatannya lebih muda dari mereka bertiga melangkah masuk melalui pintu dengan menenteng dua buah koper besar di tangan kanan dan kirinya.
"Wow.." Ucap Gakupo lirih ketika melihat rambut aqua milik gadis penghuni baru yang terurai panjang dan terawat, menjuntai hingga ke kakinya yang jenjang. Suaranya yang melengking layaknya anak kecil serta gaya rambutnya yang diikat dua menambah kesan 'imut' pada gadis penghuni baru ini.
Nah, kembali ke Teto dan penghuni baru.
"Senang sekali bisa menerima anda disini. Silahkan isi biodata lengkap anda di kertas ini." Teto menyodorkan selembar kertas biodata dan sebatang pulpen kepada gadis itu. Ketika ia sedang sibuk mengisi biodata, Teto menoleh ke arah tembok dibelakangnya, tempat Meiko, Gakupo, dan Kaito memata-matai Teto.
"Crap! Sepertinya Teto menyadari keberadaan kita!" Bisik Kaito dengan cemas. Meiko dan Gakupo juga tak kalah cemasnya dengan Kaito.
"Mungkinkah Teto dianugerahi sixth sense?" tanya Meiko.
"Apa Meiko? Kau bilang aku sixpack? Oh, kau pintar sekali memujiku." sahut Gakupo sambil cengar-cengir kegeeran. Sementara Meiko dan Kaito hanya sweatdrop, jijik melihat Gakupo yang bertingkah kegeeran.
Setelah lima menit sibuk menulis, akhirnya gadis itu menghentikan goresan pulpennya,tanda ia sudah selesai mengisi data di kertas pemberian Teto. Miku lalu menyodorkan kembali selembar kertas biodata itu pada Teto.
"Oh, jadi namamu Miku Hatsune? Nama yang manis. Seperti orangnya, heheh." tutur Teto setelah membaca sekilas biodata yang telah Miku isi.
"Hei, apakah kalian mempunyai pikiran yang sama denganku?" bisik Gakupo sambil menatap Meiko dan Kaito penuh arti. Dan dalam hitungan detik, mereka bertiga langsung cekikikan sambil menutupi mulut mereka. Artinya, mereka dapat menangkap dengan jelas maksud Gakupo.
'GOMBAL TINGKAT DEWA!' pikir mereka bersamaan. Mereka benar-benar tak menyangka, ternyata Teto mempunyai kemampuan untuk nge-'gombal' yang patut diacungi jempol.
Teto menglurkan tangannya ke arah Miku, sebagai tanda perkenalan. "Namaku Kasane Teto. Pemilik kos-kosan ini. Dan aku—"
"Ya! Dia tante-tante 31 tahun! BWAHAHAHA!" Celetuk Gakupo plus evillaugh khas miliknya yang menggelegar. Ah, rupanya ia ingin membalas dendam dengan memberi tahu umur Kasane yang sebenarnya. Teto dan Miku tersentak, terutama Teto. Kulit tubuhnya mendadak memucat, bulu kuduknya merinding, mendengar umur aslinya terekspos. Segera, ia mengepalkan tinjunya, lalu beranjak pergi dari sofa untuk mencari Gakupo, tentunya. "Jadi, umurmu..31 tahun?" tanya Miku dengan polosnya. Sontak, Teto terdiam di tempat. Bulir-bulir keringat dingin mulai merembes dari pori-pori kulitnya.
'Matilah aku! Setelah ini, pasti Miku akan menertawaiku!' batin Teto sambil menggigit bibir bagian bawahnya. "J-jangan berkata seperti itu! Umurku bukan—"
"Hebat! Jarang sekali bisa bertemu dengan wanita awet muda sepertimu. Masih terlihat seperti 15 tahun, lho."
JREEENG!
Berbalik dengan perkiraan Teto, Miku malah menyanjungnya. Hati Teto serasa melayang ke surga ketika mendengar dirinya dipuji 'awet muda'.
'SUGOI, MIKU! Pujian seperti itulah yang kuinginkan!' batinnya tersipu.
"Ya, tentu saja! Keluarga Kasane tidak mudah mengalami penuaan, fufufufu~" Ujar Teto dengan ekspresi yang dibuat-buat se imut mungkin. Sayang, ekspresi buatan itu tak diperhatikan lawan bicaranya- Miku yang tengah memiringkan kepalanya 30 derajat dengan pandangan matanya yang mengarah ke tembok dibelakang Teto.
"Um, dan siapa yang bersembunyi dibalik tembok itu?" tunjuk Miku ketika melihat beberapa helai rambut berwarna ungu menyembul dari balik tembok dibelakang Teto. Seolah merasa terpanggil, Gakupo pun melompat keluar dari belakang tembok, dan muncul layaknya seorang hero yang baru muncul ke alur cerita dalam film-film box office.
"Ya, itu aku. Kamui Gakupo, pria tampan ber-sixpack yang baik hati, tidak sombong, sexy dan mempeso— GYAAA!" Belum sempat ia selesai berbicara, Kaito langsung menyerobot giliran Gakupo untuk berkenalan dengan Miku.
"Aku Kaito Shion. Senang bertemu denganmu. Harap maklum dengan pria berambut ungu yang tadi." Yak. Kaito memperkenalkan dirinya dengan 'normal', sementara Gakupo hanya mengaduh kesakitan karena didorong Kaito yang seenaknya menyerobot.
Kali ini giliran Meiko yang memperkenalkan dirinya. "Namaku Meiko. Dan aku—"
"Tukang Mabuk yang pemalas, BWAHAHAHA!" Goda Kaito dan Gakupo bersamaan dengan tawa yang meledak-ledak. Meiko yang merasa tersinggung hanya bisa cemberut menahan kesal dan malu. Tidak mungkin Meiko menghajar mereka dalam situasi seperti ini, kan?
"Senang bertemu dengan kalian semua. Namaku Hatsune Miku dari Prefektur XX. Kurasa aku akan memiliki waktu yang menyenangkan disini."
"Oh, tentu saja! Mereka bertiga adalah remaja yang beradab, cerdas, dan mandiri. Lihat, betapa imut dan polosnya wajah mereka bertiga. Kujamin kau bisa belajar banyak hal disini. PERCAYALAH."
'Remaja yang beradab? Cerdas? Mandiri? Belajar banyak hal? IMUT? POLOS? Hei Teto, kau memang sangat pintar dalam menjelaskan hal-hal 'Antonim' dari kami!' batin Trio itu. Yah, secara kebetulan, apa yang mereka bertiga pikirkan sama. Ah, biarlah. Toh pasti ini salah satu taktik 'licik' Teto untuk menarik orang agar betah tinggal di kos-kosan ini.
Waktu telah menunjukkan pukul 11 malam. Bumi bagian timur sudah memalingkan wajahnya dari matahari, menyebabkan warna langit menjadi hitam kelam, yang akrab disebut sebagai malam. Malam hari di Jepang tak pernah sepi, terutama di musim panas seperti sekarang ini. Suara ledakan petasan menggema disana-sini. Namun, berbeda dengan daerah-daerah pinggiran Jepang seperti Crypton Town yang relatif lebih sepi dari daerah perkotaan di pusat Jepang.
Teto mengatur alarmnya, suatu kegiatan yang rutin Teto lakukan sebelum beranjak ke tempat tidur. Ke empat anak kos nya sudah tertidur lebih dulu di kamar masing-masing. Dan Teto selalu menjadi yang terakhir tidur disini, sekaligus yang pertama bangun tidur.
'BAKA! BAKA! BAKA! Nani ga koko made anata o ugokasu no? Michinaru sekai e—'
Pip!
Dengan malas, Teto memencet tombol hijau yang terletak di sisi kiri keypad handphonnya yang berdering. Ia terpaksa menerima telepon itu meskipun kantuk sudah menggerayapi sekujur tubuhnya. Ah, manusia bodoh manakah yang nekat meneleponnya selarut ini?
"Kasane Teto disini. Ada yang bisa saya bantu?" Jawab Teto dengan tidak bersemangat dikarenakan rasa kantuk yang menyerangnya.
"Pemilik kos-kosan Yamaha Villa, ya?" tukas orang diseberang telepon.
"Benar."
"Kalau begitu, pesan kamar kos untuk tiga orang. Kami akan tiba di Yamaha Villa seminggu lagi." Jawab orang itu spontan, dan sukses membuat Teto menganga kaget.
"EEEH!" Teto tersentak kaget atas pernyataan orang disebelah telepon. Namun apa daya, Teto tak bisa menolak. Ia hanya berkata 'ya' pada orang di seberang telepon yang nama panggilannya saja belum Teto ketahui.
'Ku-kurasa..beban tanggung jawabku akan bertambah lagi..'
Akankah Teto semakin kewalahan mengurus anak-anak kos nya? Dan seperti apakah Miku Hatsune disini? Siapakah 3 orang yang mendadak memesan kamar kos? Akankah fict ini menjadi tambah hancur dari sebelumnya? TUNE IN NEXT CHAPTER!
Yahhi~ Chapter 2 selesai! Hah, ternyata penghuni barunya Miku. Endingnya nggak jelas, kurang deskripsi (nangis gelundungan).
Matarainen! And leave a review, pwease~ *puppy eyes*
