Disclaimer: BLEACH punya kusanagi dalam mimpi indah kusa...XD *dicincang Tite Kubo*

Seeking Happiness

Chapter 6

Seorang bocah mungil bermata emerald dan berambut putih bagai salju dengan malu-malu melambaikan tangan kecilnya kepada sekelompok anak-anak yang akan menjadi keluarga barunya di panti asuhan. Kemudian dengan wajah merona bocah mungil itu bersembunyi di belakang salah satu pengurus panti asuhan, Kotetsu Isane.

Lalu seorang gadis kecil bermata violet yang lebih tua beberapa tahun dari bocah bermata emerald itu, datang mendekatinya, "Hai Toushiro, namaku Rukia. Selamat datang di panti asuhan. Mulai sekarang kita jadi keluarga ya." kata gadis kecil bermata violet itu ramah sambil mengulurkan tangan kurusnya kepada bocah mungil itu. Dan gadis kecil itu tersenyum lebar ketika sang bocah mungil dengan pipi merona bagai apel fuji keluar dari balik Isane dan menerima uluran tangannya dengan malu-malu. Setelah itu sang gadis kecil bernama Rukia itu menarik lengan kurus Toushiro dan membawanya mendekati anak-anak yang lain.

Bocah mungil itu begitu kecil dan imut bagaikan peri musim dingin. Tangannya begitu kecil dan halus bagaikan salju. Sekan-akan tangan kecil itu akan meleleh jika Rukia mengandengnya terlalu lama. Setelah itu bocah mungil itu bersembunyi di belakang tubuh kecil Rukia ketika anak-anak yang lain datang mendekatinya dan mengelilingi bocah mungil itu.

"Hai Toushiro, namaku Kira Izuru." sapa seorang anak laki-laki berambut pirang yang terlihat sangat pemurung.

Toushiro mengintip dari belakang Rukia, tetapi ia kembali bersembunyi lagi karena terlalu malu. Lalu tiba-tiba Rukia berputar ke belakangnya "Jangan malu-malu seperti itu Toushiro, kita kan keluarga." Kata Rukia sambil mendorongnya kehadapan anak-anak lain.

Lalu Toushiro melambaikan tangannya kepada Kira, memberi salam kepadanya, "Hallo." Katanya malu-malu.

"Wah... anak ini lucu sekali ya." kata anak seorang anak perempuan, "Berapa usiamu?" tanya anak yang lain.

Lalu Toushiro menatap kedua telapak tangan kecilnya dengan mata emeraldnya, dan mulai menghitung dengan jarinya. Setelah itu ia tersenyum lebar sambil menujukkan empat jari mungilnya, "Empat tahun!" jawab Toushiro dengan bangga. Suaranya masih terdengar seperti suara bayi dan sangat imut.

Beberapa anak perempuan berteriak gemas dan beberapa lainnya memeluk Toushiro, "Wah, anak pintar... anak pintar..." kata Rukia sambil mengelus-elus rambut putih Toushiro. Lalu Toushiro yang mulai terbiasa dengan lingkungan barunya tersenyum lebar pada Rukia dan mengangkat kedua tangannya ke udara, "Yay... aku pintar." teriak Toushiro senang yang menambah ke gemasan anak-anak yang lain.

"Siapa yang mengajarimu berhitung, Toushiro mungil?" tanya seorang anak perempuan yang lebih tua darinya. Rambut hitamnya diikat dua di kedua sisi kepalanya.

"Ibunda yang mengajari ku berhitung." Kata Toushiro dengan bangga sambil mengepalkan tangan kanan kecilnya di dadanya. Lalu anak-anak lain pun mulai bertanya kepada bocah mungil itu yang selalu ia jawab dengan suara lantang dan bersemangat. Wajahnya yang berseri ketika ia menjawab pertanyaan dan mata emeraldnya yang berbinar setiap kali ada yang memujinya, menambah keimutan bocah mungil itu, membuat siapa saja yang melihatnya ingin memeluk dan mencubit pipi bocah mungil itu.

Sementara itu beberapa anak lain merasa cemburu dengan perhatian yang didapatkan Toushiro mulai menggangu Toushiro, "Hu... lihat! Warna rambutnya aneh!" kata seorang anak laki-laki berambut merah berusia sekitar enam tahun sambil menujuk kearah Toushiro tertawa. Lalu anak-anak lainnya yang juga cemburu kepada Toushiro ikut menertawakannya.

Diperlakukan seperti itu, Toushiro merasa sedih dan malu. Kemudian ia mengangkat kedua tangannya ke atas kepalanya, mencoba menutupi rambut putihnya dengan kedua telapak tangan kecilnya. Mata emeraldnya yang besar mulai berkaca-kaca menahan air matanya.

"Ha... dia mau menangis. Dasar anak cengeng!" kata anak laki-laki berambut merah itu. Dengan itu air mata Toushiro mulai mengalir dipipinya. Lalu Rukia memeluknya dan menepuk-nepuk punggung kecil Toushiro sambil menatap anak laki-laki berambut merah itu dengan marah.

"Cengeng... anak cengeng!" ejek anak laki-laki itu. Lalu anak-anak yang lain mulai ikut mengejek bocah mungil berambut putih yang malang itu.

Tiba-tiba seorang anak laki-laki yang lebih dewasa, yang juga berambut merah, datang dan memukul kepala anak berambut merah itu, "Hentikan itu, Jinta!" kata anak itu kesal. Ia berusia sekitar dua belas tahun.

"Apa yang kau lakukan Renji, sakit tahu!" protes Jinta sambil mengelus-elus kepalanya yang di pukul Renji.

"Itu hukuman karena sudah mengganggu anak yang lebih kecil dan lemah darimu!" Kata Renji kesal sambil meletakkan kedua tanggannya pinggangnya. Setelah itu ia mendekati Toushiro yang dipeluk oleh Rukia. kemudian matanya berdenyit-denyit menatap mata emerald besar yang berkaca-kaca menatapnya dengan ketakutan.

"Hei... aku tidak akan menyakitimu tahu! Kau tak perlu ketakutan seperti itu." kata Renji sambil mengerutkan dahinya kesal yang malah membuat bocah mungil dipelukan Rukia bertambah takut kepadanya.

"Renji... wajahmu menakutkan!" kata Rukia sambil memukul kepala Renji.

"Hei... wajahku tidak sejelek itu!" protes Renji.

"Bukan itu!" kata Rukia kesal, "Jangan mengerutkan dahimu seperti itu. Wajahmu jadi menakutkan bagi anak ini."

"Owh..." lalu Renji menghilangkan kerutan dahinya dan menyengir lebar kepada Toushiro, "Hai... namaku Renji. Karena aku yang paling tua di panti asuhan ini, aku yang menjaga anak-anak di sini. Tenang saja aku juga akan menjagamu dan memastikan tidak ada yang akan menggangumu." Kata Renji sambil mengulurkan tangannya kepada bocah mungil berambut putih yang nampak masih agak takut dengannya. Lalu perlahan Toushiro mengulurkan tangannya dan meraih uluran tangan Renji.

Setelah Renji menjabat tangan mungil Toushiro, tiba-tiba Renji menariknya menajuh dari Rukia dan menggendongnya, "Wah... kau ringan sekali." Kata Renji setengah tekejut sambil menyengir kepada bocah mungil yang terkejut dan juga merona karena malu, "selamat bergabung dengan keluarga kami, uh'uh..."

"Toushiro!" kata Rukia.

"Owh... Toushiro!" kata Renji menyelesaikan ucapannya. Kemudian ia mengelus-elus rambut putih bocah mungil digendongannya dengan tangannya yang tidak menahan berat badan bocah mungil itu.

~H~

Moshi... moshi... kusa kembali... XD

Ha ha ha

Toushiro no Hanabi (Jangan ah~ kusa juga mau rawat Toushiro...XD *bawa Toushiro pulang ke rumah kusa*)

Kusa baca repiw dan kusa menemukan sekelompok repiw menarik dari kelompok YOZANIYO yang sayang kalau kusa ga bales:

Shiro x hyou (he he he... arigatou udah ngefans sama author abal-abal kaya kusa. Ya sebenernya kusa juga kepikiran mau buat fic setelah nonton episode 304 tapi belum nemu cerita yang pas)

Zakiyya (Arigatou Kiyya... ha ha ha... ternyata sama. Kusa juga punya kelompok main yang namanya pekopon ranger, sekilas kami terlihat normal tetapi nyatanya kami abnormal.)

Nibi (sama... pekopon ranger juga kadang-kadang sering cerita soal mimpi aneh kaya YOZANIYO)

Yoseeibi (Yuki pegi kemana? O.o'a

pertanyaan pertama: sebenernya kusa ga netepin jumlah minimal repiw untuk apdet kug. Kusa lihat jumlah repiw sebagai minat reader tentang fic itu. kalau minat reader banyak, kusa akan lebih mengutamakan untuk mengapdet fic itu dulu. Tetapi kalau dikit, kusa akan apdet fic lain yang lebih diminati reader dulu.

Kedua: bisa dilihat di cerita.. ^_^

Ketiga: tenang aja ini bukan fic pair kug. Lagian kusa juga bukan fans HitsuxHina *kusa fans HitsuxKarin... he he he* walaupun nanti Hinamori muncul, bukan sebagai pair Toushiro *gomen fans HitsuxHina*)

Yukishiro (he he he... sampe telepon cuman buat perbaikan repiw... arigatou)

Yang menarik dari YOZANIYO: 1. kenapa kalian bisa kompak salah sebut pen name kusa?

Pen name kusa itu Kusanagi de Tsurugi loh... KusAnagi bukan KusUnagi... TT^TT *protez... kusa diketawain sama beta kusa*

pangginya Kusa aja! jangan pake embel-embel sensei... biar akrab gitu... XD

2. kalian kug bisa ya kalau repiw di waktu yang hampir sama? *berselang beberapa menit aja... O.o'a*

Mind to review?

-kusanagi-