Warning: pastikan ada sesuatu yang bisa anda peluk di tangan anda ketika membaca chapter ini...XD

Disclaimer: BLEACH punya kusanagi dalam mimpi indah kusa...XD *dicincang Tite Kubo*

Seeking Happiness

Chapter 7

Seorang bocah mungil berambut putih bagai salju dengan mata berbinar menatap sepotong kecil cake di hadapanya. Cake itu berlapis cream putih bagai salju yang terlihat begitu lembut dan manis. Di atasnya terdapat potongan kecil strawberry segar berwarna merah menggoda. Toushiro penasaran dengan rasa benda lembut itu. Lalu perlahan sang bocah mungil mengangkat garpu kecilnya dan menusuk cakenya perlahan. Dengan sangat hati-hati ia membawa garpu kecilnya ke dalam mulut mungilnya. Kemudian mata emeraldnya kembali berbinar merasakan rasa lembut dan manis lumer di dalam mulutnya.

Toushiro belum pernah memakan cake sebelumnya. Selama ini ia hanya bisa melihat cake itu terpajang di etalase toko kue. Bagi Toushiro, cake itu hanya sesuatu yang hanya bisa ia lihat dan tidak akan pernah bisa memakannya karena harganya yang mahal. Selama ini ia hanya bisa memakan roti keras dan hambar yang sangat murah. Kalaupun mereka sedang beruntung, ibundanya akan membelikannya roti isi cream coklat, 'Ini seperti mimpi, akhirnya aku bisa memakan cake lembut seperti ini,' pikir Toushiro. Ia berharap ibundanya ada di sampingnya dan bisa menikmati cake itu bersama-sama.

"Enak, Toushiro?" tanya Rukia kepada bocah mungil di sampingnya. Lalu ia tersenyum melihat sang bocah mungil dengan bersemangat menganggukan kepalanya, wajah imutnya merona dan mata emeraldnya yang besar berbinar bagai permata. Ia nampak begitu senang.

"Baru kali ini aku memakan kue seenak ini." kata Toushiro sambil dengan hati-hati membawa potongan kecil cake kedalam mulutnya. Ia tidak mau cakenya terjatuh walau sepotong kecil pun.

"Syukurlah kalau kau suka." Kata Rukia sambil memberikan setengah bagiannya kepada Toushiro. Lalu sang bocah mungil menatapnya dengan tatapan bingung, "Itu untukmu. Aku sudah sering memakannya."

Lalu mata Toushiro berbinar, "Hiama hasih." Kata Toushiro senang dengan garpu kecil masih di dalam mulut mungilnya.

Melihat hal itu, Rukia tertawa. Toushiro terlalu senang sampai lupa mengeluarkan garpu kecilnya dari mulut mungilnya ketika ia berbicara.

Rukia melihat cream putih menempel pada pipi Toushiro, lalu perlahan ia mengelap cream putih itu dari pipi pink Toushiro dengan jarinya. Walaupun bocah mungil berambut putih itu baru beberapa hari tinggal di panti asuhan, Rukia sudah sangat akrab dengan bocah mungil itu. Ia sangat menyayangi Toushiro dan menganggap bocah mungil itu adiknya.

Sementara itu di pojok ruangan Kyouraku memperhatikan anak-anak panti asuhan yang dengan wajah gembira memakan cake mereka. Hari ini ia mendapatkan gajinya, oleh karena itu seperti biasanya ia membelikan cake untuk anak-anak di panti asuhan. Kyouraku sangat senang melihat wajah bahagia anak-anak panti asuhan yang mendapatkan cake walaupun yang mereka dapatkan hanyalah potongan yang sangat kecil dan tipis.

Kemudian Nanao datang mendekatnya dan memberikan sepotong cake kepadanya, "Terima kasih Kyouraku-san," Kata Nanao sambil tersenyum, "anak-anak sangat menyukainya."

"Ya...aku juga sangat senang melihat senyum bahagia anak-anak itu." kata Kyouraku sambil tersenyum kepada Nanao, "tetapi aku lebih suka melihat senyumanmu yang cantik, Nanao-chan!" kata Kyouraku sambil mencoba memeluk Nanao. Lalu tiba-tiba kepalanya terhantam benda keras hingga membuatnya terkapar di lantai.

"Bodoh!" kata Nanao kesal dengan wajah merona. Kemudian ia pergi menginggalkan Kyouraku, yang terkapar di lantai dengan benjolan besar di kepalanya, sambil menggumamkan kata 'nampan' dan 'rusak'.

~H~

Mata Toushiro berkaca-kaca menatap tiga anak laki-laki lebih tua darinya yang mengelilinginya. Salah satu dari anak itu adalah Jinta. Ia memegang sepotong strawberry kecil di tangannya. Lalu Toushiro mengangkat tangan mungilnya untuk menggapai potongan kecil buah merah yang segar itu. Tetapi kemudian Jinta dengan sengaja mengangkat tangannya tinggi-tinggi hingga buah merah di tangannya berada di luar jangkauan bocah mungil berambut putih itu.

"Kembalikan... itu miliku!" kata Toushiro mulai menangis.

Baru beberapa menit yang lalu Rukia meninggalkan Toushiro karena Isane memanggilnya, Jinta dan anak-anak nakal lainnya datang mengelilingi Toushiro dan mengambil potongan strawberry kecil milik Toushiro yang sengaja bocah mungil itu sisakan sebagai penutup.

"Ha ha ha... dia menangis." ejek salah satu anak nakal itu sambil tertawa.

"Kembalikan..." Tangis Toushiro sambil mengelap air matanya dengan jari-jari mungilnya. Lalu kemudian mata emeraldnya terbelalak melihat jinta memasukan strawberry miliknya ke dalam mulutnya.

"Ah... rasanya enak sekali, manis dan segar." Kata Jinta sambil mengelap mulutnya dengan lengan bajunya. Melihat hal itu, Toushiro menangis bertambah keras.

Merasa takut Rukia atau Renji akan datang dan memarahinya, Jinta membungkam mulut bocah mungil yang lebih kecil darinya. Tetapi sang bocah mungil berambut putih itu tidak berhenti menangis hingga membuat Jinta kesal, "Diam atau aku akan memukulmu!" ancam Jinta. Ia setengah kesal dan setengah takut jika Renji atau Rukia mendengar tangisan Toushiro.

Toushiro tak memperdulikan ancaman Jinta dan terus menangis. Karena terlalu kesal akhirnya Jinta memukul bocah mungil itu hingga dahinya itu memerah.

"Hei... apa yang kau lakukan?" tanya seseorang dengan nada marah. Lalu Jinta dan dua anak nakal lainnya lari meninggalkan Toushiro ketika mereka melihat Kyouraku dengan marah datang mendekati mereka.

Kyouraku berlutut di hadapan bocah mungil yang malang itu, kemudian ia mengerutkan dahinya melihat dahi sang bocah mungil itu sangat merah. Perlahan Kyouraku menggendong Toushiro dan mengelus-elus kepalanya, "Shh... jangan menangis. Apa yang mereka lakukan kepadamu?" tanya Kyouraku mencoba menghentikan tangisan Toushiro. Lalu dengan lembut ia menghapus air mata di pipi Toushiro dengan jarinya.

"Hiks... mereka mengambil strawberryku." Kata Toushiro diantara tangisannya yang mulai berhenti.

Mendengar jawaban bocah mungil itu, Kyouraku teringat cake yang diberikan Nanao kepadanya. Di atasnya terdapat sebuah strawberry merah utuh. Kemudian Kyouraku membawa Toushiro ke sofa tempatnya duduk tadi dan memangku bocah mungil yang menatapnya dengan mata emerald besar yang berkaca-kaca, "Lihat... apa yang aku punya." Kata Kyouraku menunjukan sepotong cake dengan strawberry utuh di atasnya.

Mata emerald Toushiro terpaku pada cake Kyouraku. Tanpa ia sadari ia memasukan jari telunjuk kecilnya kedalam mulut mungilnya. Ia sangat menginginkan strawberry merah yang terlihat sangat manis dan segar di atas cake Kyouraku.

"Ini untukmu Toushiro." kata Kyouraku sambil menyodorkan cakenya ke tangan mungil bocah mungil di pangkuannya.

Toushiro menatap Kyouraku ragu-ragu, "Boleh?" tanya bocah mungil itu dengan mata berbinar-binar.

Kyouraku mencoba menahan dirinya agar tidak memeluk dan meremas bocah mungil berambut putih di pangkuannya. Ia menganggukan kepalanya sambil terseyum kepada Toushiro.

Toushiro tersenyum senang, kemudian dengan bersemangat ia meraih garpu di samping cake itu dan mulai memakannya. Tetapi kemudian ia teringat belum mengucapkan terima kasih kepada Kyouraku. Lalu dengan pipi merona pink dan belepotan cream putih cake, Toushiro mengucapkan terima kasih kepada Kyouraku dengan malu-malu.

Tak lama, Kyouraku mendengar Jinta menangis karena dimarahi Rukia.

~H~

Moshi... moshi mina...XD

Adakah yang kengen dengan kusa? *Plak-reader: Pede amat lu!*

Akhir-akhir ini kusa lagi suka Vocaloid (Kya... Kaito... Gakupo... XD) sama nonton anime Macross Frontier (Kya... Alto... XD) *reader: ga ada yang tanya tuh*

Tapi Toushiro tetep yang nomor satu di hati kusa (Kya... kya... Shiro-chan... *lebay bin alay mode on*)

~Bales repiw~

-shiro x hyou-

Ha ha ha... kasian ZANIYO

Jawaban pertanyaan: Pertama, Kusa tidur ga tentu. Kadang jam delapan udah tidur, kadang sampai jam tiga pagi baru bisa tidur.

Kedua, kusa kelas empat belas... wkwkwk (beneran kok! kusa sebenernya udah tua)

Ketiga, hm... kusa belum perah liat YOZANIYO langsung. Tapi mungkin YOZANIYO, pekopon ranger masih agak normal sih... XD (kami udah tua, sadar umur)

Keempat, saingan terberat kusa di fic indo adalah... jreng-jreng *sound efek* semua author adalah saingan terberat kusa. Serius... semua athour indonesia semuanya hebat-hebat dan kreatif-kreatif.

-karyn Schiffer-

Ha ha ha

Masih ada typo ya? pada hal nulisnya udah hati-hati... T3T

-nibi-Yoseeibi-zakkiyah-

Panggil kusa-chan... XD *plak-so imut amat lu*

*ngelirik hyou*

Serem banget yak

Tapi... *deket-deket hyou* nibi, Yoseeibi sama Zakiyyah punya rahasia apa sih? *ngedipin hyou*

-devinne oxalyth-

Jangan... T.T

Kusa juga mau ngerawat shiro-chan.

Toushiro mang bikin gemes... apa lagi ngebayangin versi chibi dan mungilnya... kya... *ngebekep Toushiro*

Ketemu sama Karin kug... Cuma, pairnya ga begitu nonjol. Karena yang ingin kusa tonjolin (bisul dung? O.o'a *plak*) adalah angstnya

-Toushiro no Hanabi-

Ga papa kug Hana-chan *peluk-peluk hana biar ga bisa peluk Toushiro*

Syukur deh kalau apa yang kusa tulis bisa buat reader kusa seneng... he he he

Semoga hasilnya yang terbaik...XD

-arisucci-

Setuju sama arisucci-kun *empat jempol menari*

Toushiro memang paling kawaii... kya... kusa nulis fic ini sambil membayangkan betapa imutnya Toushiro-chibi nan mungil *ngebekep Toushiro*

Bikin lagi? yang kemarenkan belum selesai? O.o'a

Arigatou udah ngefans sama author abal-abal kaya kusa...XD sampe dibaca semua... arigatou... arigatou...

Repiwnya? *Plak-digampar arisucci*

Mind to repiw? *nari-nari gaje ngedengerin lagu triple baka by: vocaloid*

-kusanagi-