Kusa turut berduka cita atas bencana gempa dan tsunami yang melanda negri sakura tempat kelahiran anime dan manga.

Semoga semua warga Jepang diberi ketabahan dan kesabaran... Amin.

Disclaimer: BLEACH punya kusanagi dalam mimpi indah kusa...XD *dicincang Tite Kubo*

Seeking Happiness

Chapter 8

Seorang bocah mungil berambut putih memperhatikan beberapa bocah yang beberapa tahun lebih tua darinya berlari-lari di halaman panti asuhan, dengan mata emeraldnya yang besar. Mereka dengan gembira memperebutkan sebuah bola kotor nan usang yang bergulir dari kaki kecil ke kaki kecil lainnya. Permainan itu terlihat begitu menyenangkan. Sang bocah mungil berambut putih itu ingin sekali ikut bermain bersama mereka. Tetapi anak-anak itu tidak mau mengajak bocah mungil itu bermain karena Jinta melarangnya ikut bermain. Akhirnya sang bocah mungil itu hanya bisa memperhatikan anak-anak yang lain bermain dari sisi teras panti asuhan sambil melembungkan pipinya.

"Ada apa Toushiro, kenapa kau tidak ikut bermain?" tanya seorang anak laki-laki berambut merah yang berusia sekitar dua belas tahun. Anak itu adalah Renji.

"Mereka tidak mau mengajakku bermain." jawab Toushiro kesal. Ia masih melembungkan pipinya.

Renji mengerutkan dahinya. Ia berpikir saat. Kemudian ia teringat sesuatu, dan menjentikan jarinya, "Ayo kita bermain permainan lain." ajak Renji sambil mengulurkan tangannya dan menyengir lebar kepada bocah mungil yang menatapnya dengan tatapan bingung. Tetapi kemudian sang bocah mungil berambut putih itu menerima uluran tangan Renji dan mengikutinya kemana sang bocah berambut merah itu pergi.

~H~

"Ren-nii, kita mau pergi kemana?" tanya Toushiro sambil terus mengikuti anak laki-laki berambut merah yang lebih tua darinya dari belakang. Sekarang ini mereka sudah berjalan cukup jauh dari panti asuhan menuju ke sisi luar kota Hueco Mundo. Sang bocah mungil itu mulai merasa lelah.

"Tenang saja Toushiro, sebentar lagi kita sampai." jawab Renji sambil memperlambat langkahnya untuk menyesuaikan dengan langkah kecil bocah mungil di sampingnya.

"Ne... Ren-nii, aku lelah." Rengek Toushiro. Lalu tiba-tiba, Renji berlutut di hadapannya, membelakanginya.

"Sini biar aku gendong," kata Renji menawarkan sang bocah mungil yang mulai kelelahan untuk digendong di punggungnya, "sabar ya, sebentar lagi kita sampai. Begitu kau sampai, kau pasti akan menyukai tempat itu."

Toushiro naik kepunggung Renji. Lalu merekapun melanjutkan perjalanan mereka. Beberapa menit kemudian mata emerald Toushiro berbinar menatap sebuah tempat penuh dengan gunungan barang elektronik rusak dan terbuang. Itu adalah tempat pembuangan sampah elektonik kota Hueco Mundo. Walaupun namanya adalah tempat sampah elektronik, tetapi tidak semua barang yang dibuang di tempat itu adalah barang elektronik. Ada bermacam-macam sampah plastik dan benda tak bisa terurai tanah lainnya. Kadang-kadang benda yang di buang di tempat itu masih dapat digunakan oleh para gelandangan. Para gelandangan kota Hueco Mundo menyebut tempat itu gunung harta karun.

Renji menurunkan bocah mungil di punggungnya yang bergerak-gerak tidak sabar untuk turun dan bermain. Begitu kaki kecil sang bocah mungil berambut putih itu menyentuh tanah, bocah mungil itu langsung berlari ke arah gunung sampah elektronik yang paling dekat dengannya.

"Woah... keren." Kata bocah mungil itu sambil menatap gunungan sampah elektronik yang dua kali lebih tinggi dari tubuh kecilnya. Kemudian ia memperhatikan sekelilingnya untuk mencari benda yang kiranya masih dapat di gunakan. Lalu mata emeraldnya menangkap sebuah benda yang sangat menarik, sebuah mobil remot kontrol berwarna merah. Dengan semangat bocah mungil itu menarik mobil itu dari tumpukan sampah. Mobil itu kehilangan satu rodanya dan mesinnya sudah rusak, tetapi bentuk luarnya masih bagus.

"Ren-nii... Ren-nii... lihat apa yang aku temukan." Kata Toushiro senang sambil berlari dan menunjukan mobil merah yang ditemukannya kepada Renji.

"Mobil yang bagus, nanti aku perbaiki untukmu." Kata Renji sambil memperhatikan mobil-mobilan berwarna merah itu. Dia berencana mencari roda dari mobil-mobilan lain yang pas dengan mobil merah itu atau membuatnya dari kayu.

"Boleh aku mencari yang lain?" tanya Toushiro sambil menatap Renji dengan mata berbinar-binar.

"Baiklah, tapi kau harus hati-hati, Toushiro. Aku tidak mau kau tertimbun longsoran sampah elektronik." Kata Renji. Selesai Renji berbicara, sang bocah mungil sudah menghilang dari hadapannya, berlari ke gunungan sampah terdekat. Renji lalu berlari mengikuti bocah mungil itu untuk mengawasinya. Ia khawatir sesuatu yang buruk terjadi kepada bocah mungil yang polos itu.

Toushiro memperhatikan sekelilingnya dengan seksama. Mata emeraldnya mencari benda-benda yang kiranya dapat ia gunakan. Lalu ia menemukan sebuah buku cerita bergambar. Dengan hati-hati ia mengambil buku itu dan membukanya. Mata emeraldnya yang besar berkilauan menatap gambar seorang seborang bocah mungil dan naga biru yang sangat menarik di halaman pertama buku. Di samping gambar itu terdapat tulisan, tetapi Toushiro tidak bisa membaca tulisan itu.

'Rukia-nee, pasti mau membacakannya untukku.' Pikir bocah mungil berambut putih itu. Lalu ia membawa buku cerita bergambar itu bersamanya. Tak lama kemudian mata emeraldnya menemukan boneka kelinci berwarna pink. Boneka itu nampak kotor dan beberapa kapasnya keluar dari sisi jahitan yang rusak, tetapi bagi bocah mungil itu boneka itu sangat lucu dan manis.

Lalu bocah mungil itupun memungut boneka kotor itu, 'Aku akan membawanya, Rukia-nee... pasti menyukainya.' Kata bocah mungil itu dalam hati sambil membayangkan wajah senang Rukia.

"Toushiro... apa kau sudah selesai?" tanya Renji.

"Iya..." jawab Toushiro. Lalu bocah mungil itu berlari mendekati Renji dengan kedua tangan kecilnya penuh dengan benda-benda yang di temukannya.

"Apa yang kau temukan Toushiro?" tanya Renji kepada bocah mungil yang terlihat sangat senang itu.

"Lihat apa yang kau temukan." Kata Toushiro sambil menunjukan benda-benda yang didapatkannya kepada Renji, dengan sebuah senyum lebar di wajahnya.

"Wah... kau dapat banyak." Kata Renji sambil mengelus-elus rambut putih kemudian ia menyesal karena setelah itu rambut putih Toushiro yang putih bagai salju menjadi kecoklatan karena ia menyentuhnya dengan tangannya yang kotor, "Ups... Rukia pasti akan memarahiku." Kata Renji ketakutan.

"Dicuci dengan airpun nanti akan hilang." Kata Toushiro sambil menatap benda yang Renji pegang, "Wah... bola..." teriak Toushiro senang melihat Renji memegang benda bulat berwarna hitam putih di tangannya.

"Iya... aku menemukannya," kata Renji sambil menyengir, "aku juga menemukan roda untuk mobilmu, nanti kita perbaiki sama-sama ya."

"Asyik..." teriak Toushiro senang, "Nanti kita main sama-sama ya, Ren-nii."

~H~

Ketiak Renji dan Toushiro kembali ke panti asuhan, matahari sudah tenggelam. Lalu di depan pintu kedua pengasuh mereka, Nanao dan Isane, menyambut mereka berdua dengan wajah kesal.

"Dari mana kalian? Kenapa baru kembali sesore ini? kalian tahu, kami semua mencemaskan kalian." tanya Nanao marah kepada bocah berambut putih dan merah di hadapannya sambil meletakkan kedua tangannya di pinggangnya. Ia menatap tajam kedua bocah itu dari balik kaca matanya. Lalu kedua bocah itu menundukan kepala mereka menyesal.

"Uh'uh... maafkan Toushiro Nanao-nee! Aku yang mengajaknya, hukum saja aku." Kata Renji sambil memeluk bocah mungil berambut putih yang hampir saja menangis ketakutan. Ia baru kali ini melihat Nanao semarah itu.

Melihat Toushiro ketakutan, Nanao merasa sedikit menyesal. Sebenarnya ia tidak bermaksud membuat sang bocah mungil berambut putih itu ketakutan. Ia hanya ingin memberi sedikit peringatan kepada kedua bocah itu agar mereka tidak pergi sampai sesore itu tanpa pemberitahuan sebelumnya hingga membuat orang-orang di panti asuhan khawatir.

Lalu dengan wajah menyesal, Nanao mendekati bocah mungil berambut putih yang membenamkan wajahnya di dada Renji, "Uh'uh... Toushiro, aku tidak marah kepada kalian. Aku hanya ingin memberi tahu kalian bahwa yang lain mengkhawatirkan kalian jika kalian pergi tanpa memberitahu kami sebelumnya." kata Nanao dengan lembut, "Kau jangan takut seperti itu ya."

"Sungguh?" tanya Toushiro terkejut, "Maafkan aku sudah membuat yang lain khawatir. Aku tidak akan melakukannya lagi." Kata Toushiro menyesal. Mata emeraldnya yang besar nampak berkaca-kaca karena air matanya.

"Syukurlah kalau kau mengerti." Kata Nanao sambil tersenyum lembut, "Sekarang kalian bersihkan badan kalian dulu, sementara aku menyiapkan makan malam untuk kalian."

~H~

Mungkin ada beberapa reader yang bingung kenapa kusa bikin fic ini genre angst, sementara angst fic ini semakin lama semakin menghilang.

Yosh... kusa kasih bocoran sedikit, sebenarnya angst fic ini masih belum dimulai

Penderitaan Toushiro justru setelah ini, sekitar dua atau empat chapter lagi

Bisa dibilang fic ini akan jadi fic dengan chapter terpanjang yang pernah kusa tulis.

~Bales Repiw Time~

-YOZANIYO-

Iya... kusa liat beritanya... TT^TT

Kusa kaget banget waktu liat berita negri sakura diguncang gempa dan disapu tsunami setinggi 10 meter.

Semoga semua warga negri kelahiran anime dan manga diberi ketabahan dan kesabaran... amin.

-The Sirius of Black Daria-

Wah... akhirnya hana-chan bikin acount...XD *kebiasaan panggil hana*

Ha ha ha... hana bener, kusa mang udah dua taun bertapa di FKIP

Woeh... omedeto, akhirnya dapet artinya ASAP (as soon as possible)

Key... arigatou pollingnya... X3

-Quishiro 1521-

Ha ha ha... jangan di bawa pulang dung, nanti pemeran utama diseeking happinessnya jadi siapa dung...XD

-sweetiramisu-

Nyu... repiw dung... kusa tunggu-tunggu loh repiw sweet... X3

Key... arigatou pollingnya

-Zakiyyah-nibi-yoseeibi-shiroxhyou-

*gomen kusa jadiin atu ya... X3*

Eh? Bikin bingung ya?

Bingung di bagian mananya? (kusa juga jadi bingung...XD)

Key... arigatou pollingnya...

-Karyn Schiffer-

Nona... entah kenapa akhir-akhir ini kita berdua jadi ke gila-gila ma vocaloid ya?

Kaito yang baka tapi kawaii... XD

Minta vid clipnya lagi dung... nti tukeran lagi ya...

-MamoRU AYa-

Hai aya... salam kenal ya... arigatou udah baca fanfic abal-abal kusa...XD

Key... arigatou udah polling

Di tunggu repiwnya lagi... X3

-Fujikaze Akira-

Iya... ga papa kug... XD

Ha ha ha

Key... arigatou udah polling, di tunggu aja ya

-YOZANIYO-

Ha ha ha... kasian

Hyou... jangan galak-galak ma Yozaniyo

Kasian kan...XD

-Divinne Oxalyth-

Yang udah mau tamat yang mana ya? *sweat drop*

Key... arigatou udah polling

-bleach fav-

Sama kusa juga penggemar HitsuxKarin *tos*

Kusa seneng karena akhir-akhir ini penggemar HitsuxKarin jadi nambah... XD

Key... arigatou udah polling

-Megami Mayuki-

Haduh... Toushinya jangan dimakan ya

Nanti kalu abis kusa ga kebagian...XD

arigatou pollingnya, ditunggu aj ya

-Hanabi Kaori-

Wah... kayanya banyak banget yak yang dukung Back To Academy: Again

Tapi polling masih belum selesai loh...XD

Arigatou pollingnya, ditunggu aja yak... =3

Mind to review?

-kusanagi-