THAT IDIOT MAN I LOVE Chap 2
Cast : YeWook
.Yesung as idiot namja
.Ryeowook as yeoja berandalan
Genre : Romance
Disclaimer : Yesung milik Ryeowook seorang, Ryeowook milik Yesung seorang, dan mereka berdua milik author seutuhnya. Dan yg paling penting FF ini 1000% asli buatan author.
Warning : DILARANG MENJIPLAK! Awas kalo berani, author cincang kau! *sangar mode on*
Haloha... Author yg very byutipull kembali lagi menemani readers yg suka maksa biar up date cepet. Ripiu chap 1, susah ya? Itu karena dirusakin author. Hehehe pisss \/... *masang tampang damai* Okelah langsung baca chap 2, author bikin chap ini sesuai saran readers semua yg udah review chap 1, gomawo...
Good read... *bahasa Inggris berantakan*
"Noona... aku takut gelap..." teriak Yesung. Ia menarik tangan Ryeowook kencang sampai Ryeowook jatuh keatas ranjang yg ditempati Yesung.
"Kya... namja idiot apa yg kau lakukan?" jerit Ryeowook. Posisinya kini ada didekapan Yesung diatas ranjang ditengah kamar yg gelap. "CEPAT LEPASKAN AKU!"
"Ani noona, kau harus menyalakan lampunya dahulu. AKU TAKUT GELAP" Yesung balik berteriak pada Ryeowook.
Ryeowook mencoba melepas dekapan Yesung. Dan setelah berhasil, ia langsung menyalakan lampu.
"Dasar namja autis, ternyata otakmu yadong juga. Besok kau harus pergi dari rumahku." Bentak Ryeowook. Yesung hanya menunduk mendengarkan ocehan Ryeowook.
"Mian noona, aku tidak bermaksut bersikap seperti itu padamu. Jeongmal... Aku hanya takut gelap." Jelas Yesung.
"Marhaedwo, pokoknya besok kau harus keluar dari rumahku. TITIK!" Ryeowook keluar dan membanting pintu, BRAK.
~*~Esoknya...
Setelah kejadian tadi malam, Ryeowook sepertinya lupa kalau ada namja asing yg berada dirumahnya. Setelah mandi dan sarapan, ia langsung berangkat kesekolah tanpa memperdulikan Yesung.
~*~Disekolah
"Anyeong Wookie-ah, hari ini kta akan bertarung melawan sekolah Chum Dang, kau ingatkan? Eh siapa yg namja yg ada dibelakangmu?" tanya Siwon, ia adalah ketua geng Ryeowook.
"Anyeong oppa, OK aku sudah siap. Eh, memangnya ada namja dibelakangku?" Ryeowook menengok kebelakang.
Terlihat namja babo berkepala besar #plak, yg melambaikan tangannya. "Anyeong noona... Anyeong Ahjushi..."
"Kya... kenapa kau mengikutiku kesekolah..?" tanya Ryeowook geram.
"Noona, aku sendirian dirumah, aku bosan." Jawab namja itu.
"Noona? Dirumah? Dia adikmu Wookie-ah?" tanya Siwon bingung.
"Ani, ani, oppa. Dia adalah namja pengemis yg kemarin mengikutiku sampai rumah saat aku pulang sekolah, dia sedikit... ah ani, dia memang autis." Jawab Ryeowook cepat.
"Oh, jadi kau mengurusnya?"
"Hmm, tapi hari ini aku akan mengusirnya."
"Noona, jangan usir aku, aku ingin bersamamu. Jebal..."Yesung menggosok-gosokkan kedua tangannya, tapi Ryeowook malah pergi meninggalkan Yesung.
"Noona..." Yesung menarik tangan Ryeowook.
"LEPASKAN! DASAR NAMJA AUTIS!" bentak Ryeowook kasar. Yesung langsung melepaskan tangan Ryeowook. Ryeowook hanya menatap Yesung tajam dan langsung mengajak Siwon pergi. Yesung menunduk dan mulai berkaca-kaca.
~*~ Lokasi tawuran...
"HYA..." anak-anak S.M. High School langsung menyerang anak-anak sma Chum Dang. Ryeowook adalah satu-satunya yeoja yg ada ditawuran ini. Meski begitu, ia adalah orang yg paling diwaspadai oleh namja-namja dari sma Chum Dang.
Ryeowook yg membawa pemukul baseball, langsung memukuli musuh-musuhnya, menjatuhkannya dan langsung menginjaknya. Sesekali ia juga terkena pukulan, tapi ia segera membalasnya. Memukul musuhnya dengan tinju-nya yg terkenal sangat menyakitkan sampai musuhnya babak belur.
Ditengah keramaian tawuran, sayup-sayup Ryeowook melihat namja yg berdiri sambil menutup mukanya. Ia terlihat sangat ketakutan. Karena merasa kasihan, Ryeowook menghampirinya.
"Hey, kenapa kau disini? Disini berbahaya." kata Ryeowook sambil mencoba melepas genggaman tangan namja itu yg menutup wajahnya. Setelah berhasil dilepaskan...
"Yesung?"
"Noona...?"
"Mau apa kau disini?"
"Aku mengikutimu noona... hiks hiks" Yesung mulai terisak.
"Kenapa kau mengikutiku, babo?"
"Aku tidak tahu jalan pulang." Jawab Yesung polos.
"Dasar ba..."
"NOONA...!" teriak Yesung saat ada namja dibelakang Ryeowook yg langsung memukul Ryeowook menggunakan kayu. Ryeowook meringis kaesakitan sampai akhirnya ia jatuh tergeletak.
"Kau namja jahat, pergi kau!" Yesung merebut kayu itu dari tangan namja yg memukul Ryeowook dan langsung memukulinya. Namja itu langsung pergi.
"Noona... bangun... Yesung takut noona..." Yesung mengguncang-ngguncangkan tubuh Ryeowook yg terkapar karena pukulan namja tadi.
"Ye...sung... ce..pat lari..." jawab Ryeowook setengah tersadar.
"Tapi noona..."
"Cepat..." kata Ryeowook dan akhirnya ia jatuh pingsan.
"Noona... bangunlah... bagaimana aku bisa lari meninggalkanmu... Ani noona, aku akan membawamu bersamaku." Yesung segera mengangkat tubuh Ryeowook dan menyeretnya pergi dari tawuran itu. Entah kemana Yesung akan membawa Ryeowook, karena ia juga tidak tahu jalan pulang.
"Noona... bangun... noona... Apa kau tidak kasihan padaku? Aku tidak tahu jalan pulang dan tubuhmu ini berat sekali." Kata Yesung sambil mengguncang tubuh Ryeowook yg sedang ia papah. Tiba-tiba ada sebuah mobil sport hitam berhenti didepan Yesung. Keluarlah seorang namja bertubuh tinggi.
"Wookie..." kata namja itu menghampiri Yesung dan Ryeowook. Yesung menatap namja itu ketakutan dan mencoba menghindarkan Ryeowook darinya.
"Nuguya..?" tanya Yesung galak pada namja itu. Namja itu tidak memprdulikan Yesung dan mencoba menyentuh tubuh Ryeowook.
"NUGUYA?" teriak Yesung menjauhkan tubuh Ryeowook.
"Hey, tenang aku teman Wookie, kenapa dia?"
"Kau teman Wookie noona? Jeongmal?" tanya Yesung mulai tenang dan ia sudah mengenal siapa yeoja yg selalu ia panggil noona itu.
"Ne, aku Cho Kyuhyun, apa ia pingsan saat tawuran?" tanya namja itu.
"Ne, ahjushi... tolong kami. Aku tidak tahu jalan pulang." Jawab Yesung.
"Kenapa ia memanggilku ahjushi? Wajahnya saja lebih tua dariku...' batin Kyuhyun. "Ayo aku antar kalian pulang"
Yesung hanya mengangguk dan Kyuhyun segera menggendong Ryeowook kedalam mobil.
Didalam mobil, tak henti-hentinya Yesung bertingkah aneh dan bertanya macam-macam pada Kyuhyun. Ahjushi, ini apa? Ahjushi, ini apa?, hanya kalimat itu yg Yesung katakan selama perjalanan. Sedangkan Kyuhyun, hanya mendengus sabar melihat tingkah Yesung.
~*~ Sampai dirumah
Kyuhyun menggendong Ryeowook kekamar. Yesung langsung duduk diruang TV.
"Hmm... aku dimana?" Ryeowook mulai tersadar.
"Ah Wookie-ah, kau sudah sadar?" tanya Kyuhyun yg sejak tadi menemani Ryeowook.
"Kyu... aku dima..."
"Dirumah Wookie-ah. Tadi aku melihatmu pingsan dan tengah digendong seorang namja ditengah jalan."
"Hah? Aku?" Ryeowook mencoba mengingat kejadian yg ia alami sebelum Kyuhyun menemukannya.
"Ah, sekarang aku ingat, gomawo Kyuhyun"
"Cheonma... kau tidak perlu berterima kasih, harusnya yg kau beri ucapan terima kasih bukan aku, tapi namja yg ada diruang TV itu."
"Hah...? Nugu? Yesung?"
"Mungkin, aku tidak tahu namanya."
Ryeowook dan Kyuhyun segera keluar kamar mendekati Yesung. Ryeowook sudah agak baikan.
"Noona... kau sudah sadar?" tanya Yesung senang saat melihat Ryeowook berjalan kearahnya.
"Ne, sudahlah, gwaenchana. Sekarang aku akan memasak untuk kalian berdua." Kata Ryeowook pada Yesung dan Kyuhyun. "Kyu, tolong jaga Yesung selama aku memasak, jangan biarkan dia masuk kedapur, ia takut pada pisau."
"Ne, Wookie."
Selama Ryeowook memasak, Kyuhyun dan Yesung duduk diruang TV bersama. Tidak bisa akur, itulah yg terjadi diantara mereka. Berebut tempat duduk, berebut remote, chanel TV, dan berebut toples cemilan.
"Ahjushi, ini milikku"
"Aku dulu yg mendapatkannya, BABO~..."
"Yak... Yesung tidak babo" jawab Yesung sambil memonyongkan bibirnya.
"Makan malam siap..." teriak Ryeowook dari dapur.
Kyuhyun dan Yesung langsung menghampiri Ryeowook. Seperti biasa, mereka berebut. Kali ini mereka berebut untuk duduk disamping Ryeowook.
"Stop... aku akan duduk ditengah" Ryeowook memutuskan. Yesung dan Kyuhyun akhirnya diam.
"Mashita Wookie" puji Kyuhyun.
"Gomawo... sini aku suapi... Aaa..." kata Ryeowook genit sambil meminta Kyuhyun membuka mulutnya. Sekarang ia sangat senang, namja yg ia suka sekarang ada dihadapannya memuji masakannya.
Yesung hanya cemberut memandandang adegan mesra didepannya ini. Ia mengacak-acak makanannya, pertanda ia kesal. Entah kenapa ia merasa sangat cemburu pada Kyuhyun. Ia juga ingin diperlakukan Ryeowook seperti itu. Karena tidak tahan melihat Ryeowook yg sangat memanjakan Kyuhyun, ia akhirnya memutuskan untuk masuk kekamarnya, ehm... kamar Donghae lebih tepatnya.
"Yesung mau kemana kau?" tanya Ryeowook masih menyuapi Kyuhyun.
"Yesung sudah kenyang" jawab Yesung ketus.
"Ya sudah..."
'Aaa... Wookie noona jahat, Yesung cemburu tau." Batin Yesung. Ia menghentak-hentakan kakinya sambil melangkah menuju kamar. Ryeowook masih betah dengan aktivitas suap-menyuapnya (?)
Setelah selesai makan malam, Kyuhyun membantu Ryeowook membereskan meja makan. Setelah itu mereka berdua menonton film diruang TV.
"Wookie, kenapa kau pingsan tadi?"
"Aku terkena pukulan seorang namja dari Chum Dang"
"Mwo? Apa masih sakit?"
"Ani, sudah tidak sakit. Gomawo"
"Bukankah sudah kubilang, harusnya kau berterima kasih pada..."
"Sssttt..." Ryeowook menempelkan jarinya dibibir Kyuhyun. "Bukan untuk itu, tapi untuk semua ini... Chu~" Ryeowook mencium bibir Kyuhyun. Walau sebentar, tapi itu bisa membuat namja yg tengah mengintip dari balik pintu kamar merasa sakit hati.
"Noona..." lirihnya diantara air matanya yg perlahan turun dari matanya. Dan namja itu pun langsung menutup pintu kamarnya dan melanjutkan tangisnya dalam diam.
~*~ Esoknya
"Yesung, aku akan berangkat kesekolah, kau jaga rumah, awas kau kalau berani mengikutiku lagi kesekolah, ku bunuh kau." Teriak Ryeowook yg sedang menali sepatunya. Tak ada jawaban. 'Apa dia sakit?' batin Ryeowook.
"YESUNG...!" teriak Ryeowook memanggil Yesung sekali lagi.
"NE, NOONA... AKU AKAN DIRUMAH" akhirnya Yesung menjawab.
'Eh dia berani berteriak padaku? Awas kau nanti! Kuhajar kau pulang sekolah!' Ryeowook mulai keluar rumah. Tiba-tiba ia teringat sesuatu. 'Bukannya aku akan mengusirnya dari kemarin? Tapi aku kasihan padanya. Mmm... biarkan sajalah, lumayan bisa aku jadikan penjaga rumah."
Sampai disekolah, tiba-tiba Siwon mendatangi Ryeowook, menanyakan kenapa kemarin ia tiba-tiba menghilang. Ryeowook coba menjelaskan alasanya sebaik mungkin agar ia tetap bisa ikut tawuran lain kali.
Hari-hari Ryeowook disekolah berjalan seperti biasanya, penuh dengan hukuman. Tapi selalu ada yg membuat ia betah disekolah, apalagi kalau bukan Kyuhyun. Namja yg sekarang semakin dekat dengannya. Ryeowook berharap Kyuhyun bisa menjadi namjachingunya yg pertama.
"Wookie-ah..."
"Kyu... apa kau sedang sibuk?"
"Ani, memangnya kenapa?"
"Ah tidak apa-apa. Eh, kau memakai gelang yg aku berikan kan?"
"Hmm, gelang? Tentu saja aku selalu memaka... Gelang? Dimana gelangku?" Ryeowook menyadari kalau gelang pemberian Kyuhyun tidak melingkar dipergelangan tanganya.
"Kau menghilangkannya?"
"A..ani, aku.. aku lupa kalau aku menyimpannya hari ini agar tidak hilang"
"Oh begitu... ya sudah aku pergi dulu ya, bye..." kata Kyuhyun berlari meninggalkan Ryeowook.
'Aduh bagaimana ini? Gelangnya hilang...' batin Ryeowook.
Sementara itu dirumah, Yesung sedang menonton TV. Tiba-tiba ia menemukan sebuah benda berkilauan.
"Apa ini? Bagus..." katanya sambil memelototi gelang itu.
"Ah... aku ingat, ini gelang milik Wookie noona... aku akan mengembalikannya setelah dia pulang" Yesung memasukan gelang itu kesaku celananya yg sebenarnya adalah celana Donghae yg sudah tidak terpakai *bilang aja bekas...*
"Tapi hari ini, aku ingin jalan-jalan bersama Wookie noona..." Yesung tersenyum sendiri saat ia membayangkan wajah Ryeowook.
~*~ Malam setelah Ryeowook pulang
"Noona... ayo jalan-jalan..." ajak Yesung bergelayut dilengan Ryeowook.
"Ani, aku lelah." Kata Ryeowook, "Kau pergi saja sendiri, lagi pula aku malu jika harus berdampingan denganmu" lanjutnya sadis.
Sekejap hati Yesung teriris, meski ia babo, tapi ia juga bisa merasakan betapa kalimat Ryeowook sangat menyakitkan.
"Noona..." Yesung mulai berkaca-kaca.
"Ne, baiklah" Ryeowook muak dengan sikap Yesung, tapi ia menyadari kalau Yesung bersikap seperti itu karena ia autis. Tapi otak evilnya juga mulai muncul.
"Tapi aku harus mandi dulu, kau berangkat duluan nanti aku menyusul, tunggu diNamsan Tower ya..."
"Arra, noona. Tapi jangan lama-lama ya, aku takut." Ryeowook hanya membalas dengan anggukan. Yesung berangkat dengan rasa takut yg ia paksakan. Setidaknya ia tahu jalan ke Namsan Tower, tempat favoritnya saat bersama keluarganya.
Ryeowook hanya cekikikan melihat ke-pabo-an Yesung. Ia segera menutup pintu dan mandi.
.Ryeowook POV
Segarnya... mandi air hangat sangat nyaman ketika musim dingin. Setelah ini aku mau apa ya?
Oh aku ingat, aku akan mencari gelangku. Bagaimana aku bisa lupa? Coba kucari dilaci.
Tidak ada.
Dibawah tempat tidur?
Tidak ada.
Tidak ada dimana-mana. Bagaimana ini? Itukan satu-satunya benda pemberian Kyuhyun. Bagaimana bisa hilang?
Kriukriukriuk.
Aduh perutku lapar, aku makan dulu saja dan tidur sebentar, aku lelah.
Segera kumasak ramen. Aku malas memasak makanan yg macam-macam. Aku memakannya dimeja makan. Sepertinya ada yg kurang. Bukan, bukan bumbunya atau apanya, tapi sesuatu yg biasanya ada disini. Apa ya...?
Aku lupa, ya sudah sepertinya itu tidak penting dan tidak usah aku pikirkan. Setelah selesai makan aku mau tidur.
.Normal POV
Ryeowook mulai menaiki ranjangnya dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal karena udara begitu dingin. Ia tak menyadari bahwa sesuatu yg sejak tadi ia bingungkan adalah Yesung.
Ya, sekarang Yesung sedang menunggu Ryeowook diNamsan Tower ditengah salju. Ia tidak membawa uang sepeserpun, apalagi ponsel. Ia tidak bisa mengoperasikan ponsel. Jadi ia hanya menunggu Ryeowook tanpa melakukan apapun, hanya kedinginan.
'Arra, noona. Tapi jangan lama-lama ya, aku takut.' Kata-kata itu terus terngiang dipikiran Ryeowook.
"Aigo... YESUNG... aku lupa, dia menungguku diNamsan Tower. Diluar sedang turun salju, dia pasti kedinginan, aku harus cepat menjemputnya." Kata Ryeowook panik setelah ia menyadari ia melupakan Yesung yg tentunya sedang kedinginan menunggunya.
Yg Ryeowook bayangkan sekarang Yesung sedang menangis ketakutan dan kedinginan. Dan yg lebih parahnya, Ryeowook membayangkan ada perampok yg menggangggu Yesung.
Ia segera mempercepat langkahnya menuju Namsan Tower. Sungguh, Ryeowook tidak bermaksud berbuat seperti ini pada Yesung. Awalnya ia hanya ingin mengerjai Yesung untuk menunggunya beberapa saat, tapi Ryeowook lupa dan tak sengaja tertidur.
Sesampainya diNamsan Tower, Ryeowook langsung mencari Yesung kesana kemari. Tak berapa lama ia menemukan namja yg sedang duduk dibawah pohon.
TBC
Chap 2 selesai, tinggal bikin chap 3. Gimana readers? Puas? Yesung udah author usahain se-pabo mungkin, dan Ryeowook udah author usahain sekejem mungkin.
Kalo ada adegan mirip diBBF, maklumin aja karena author gak sengaja kepikiran ampe situ. Baru author sadari adegan Yesung nunggu Ryeowook mirip diBBF. Mian...
OK, karena udah author penuhi request readers, kalian harus review, OK?
