THAT IDIOT MAN I LOVE Chap 4
Cast : YeWook
.Yesung as idiot namja
.Ryeowook as yeoja berandalan
Genre : Romance
Disclaimer : Yesung milik Ryeowook seorang, Ryeowook milik Yesung seorang, dan mereka berdua milik author seutuhnya. Dan yg paling penting FF ini 10000% asli buatan author.
Warning : DILARANG MENJIPLAK! Awas kalo berani, author rajam kau! *sangar mode on*
ANYEONG...! *treak pake TOA #dilempar batu* Saya datang kembali... I MISS U READERS *masih treak pake TOA #dilempar golok* Chap 4 author buat dengan segenap hati dan jiwa raga *lby* Semoga readers suka... Oh iya, seperti yg author bilang, dichap ini keluarga Yesung sudah muncul, tapi gak semuanya. Sedikit ralat, sebelumnya banyak kesalahan. Mm... dan author juga balas review (walau gak dibales satu-satu) dihalaman reviews (?) *gak penting*. Ya sudahlah, mari kita baca bersama-sama...
Good read... *Bahasa Inggris berantakan*
Saat menyorotkan sinar senternya ketubuh namja itu...
"Ye..Yesung..." payung yg Ryeowook genggam jatuh. Ia berlutut lemas, menatap nanar tubuh namja yg ternyata adalah tubuh Yesung.
Segera dipeluknya tubuh Yesung yg penuh darah itu. Tak ia pedulikan darah menodai pakaian dan wajahnya, dan hujan yg terus mengguyurnya hingga tubuhnya basah kuyup.
Ryeowook mengambil ponselnya dan menelpon ambulance. Panik, sedih, khawatir, dan entah perasaan apa lagi yg ada dibenak Ryeowook. Hanya untuk memegang ponselnya saja tangannya bergetar.
"Ambulance tolong segera datang kejalan ... ada kecelakaan dan temanku sedang sekarat sekarang, tolong dtang kesini... PALLI...!" Ryeowook bahkan berani berteriak saat menelpon petugas rumah sakit. Ia terlalu takut, takut kehilangan Yesung dan Yesung seperti ini karena kesalahannya. Kesalahannya karena ia telah mengusir Yesung.
Berkat teriakkan Ryeowook, Ambulance datang tidak terlalu lama. Segera petugas ambulance menggotong tubuh Yesung masuk. Ryeowook ikut masuk untuk menemani Yesung.
Sepanjang jalan Ryeowook terus menggenggam tangan Yesung dan terus menangis disamping Yesung.
Sesampainya dirumah sakit, Yesung langsung dibawa keruang UGD. Diperjalanan menuju ruang UGD, terlihat seorang seorang yeoja yg mungkin adalah uisanim karena pakaian yg ia kenakan.
Yeoja itu terus menatap tubuh Yesung dan kelihatannya ia sedang mengamati wajah Yesung. Tiba-tiba ia berlari kearah tubuh Yesung dan Ryeowook dan berteriak...
"YESUNGIE..." ia langsung mendekap tubuh Yesung.
.Ryeowook POV
"YESUNGIE..." teriak seorang yeoja yg kelihatannya adalah seorang uisanim. Siapa yeoja ini? Apa dia kenal Yesung? Apa dia... keluarga Yesung? Atau mungkin... dia... yeojachingu Yesung?
Ah... tidak mungkin, wajahnya saja kelihatan lebih tua dari Yesung. Aish... sekarang bukan waktunya memikirkan hal itu, sekarang yg harus kau pikirkan adalah keadaan Yesung.
Yesung... apa dia akan baik-baik saja? Dia kenapa? Kenapa tiba-tiba ia tergeletak berlumuran darah dijalanan gelap ? Yesung... ?
Mianhe Yesungie... ini semua salahku, salahku. Kenapa aku bisa seegois itu dan mengusirmu. Mianhe... jeongmal mianhe... Jika terjadi apa-apa padamu, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri.
.Ryeowook POV End
Yesung masuk kedalam ruang UGD, sementara Ryeowook menunggu diluar. Yeoja berpakaian seperti uisanim tadi ternyata memang uisanim yg akan menangani Yesung. Ia juga ikut masuk keruangan Yesung.
1 jam berlalu... Ryeowook hanya menunggu Yesung diluar. Duduk terdiam, menanti dan berdo'a semoga tidak terjadi apapun pada Yesung sampai uisanim keluar, wajahnya terlihat agak lega.
"Mm, mian uisanim, aku mau tanya bagaimana keadaan Yesung?" tanya Ryeowook.
"Hh... dia baik-baik saja, hanya sedikit cidera dikepala dan dikakinya. Eh, mian, anda siapanya Yesung?" tanya uisanim itu.
"A..aku... mm..."
"Yesung adalah adikku" uisanim itu memotong kata-kata Ryeowook. Ryeowook terlihat kaget. Dia tidak percaya ternyata Yesung masih mempunyai keluarga.
"LeeTeuk imnida... Aku adalah noona dari Yesung. Beberapa hari yg lalu Yesung pergi dari rumah. Dia mungkin tersesat saat akan kembali pulang. Ah iya, aku belum tahu siapa kau dan bagaimana kau bisa mengenal Yesung?"
"Ah... Kim Ryeowook imnida, kira-kira satu minggu yg lalu aku bertemu Yesung dijalanan, dia mengikutiku sampai dirumahku dan akhirnya dia tinggal dirumahku beberapa hari ini" jelas Ryeowook.
"Jinja? Ah, mianhe sudah merepotkanmu". Ryeowook hanya membalas dengan senyuman.
"Gwaenchana. Mianhe uisanim, Yesung seperti ini karena aku mengusirnya, aku benar-benar khilaf, mianheyo..."
"Tidak masalah Kim Ryeowook-shi, aku tahu bagaimana keadaan adikku, dia sedikit punya keterbelakangan mental. Itu bukan salahmu, wajar saja kau marah dan mengusirnya. Mm.. bisa kau panggil aku eoni saja? Itu lebih akrab, selain itu kau juga yg telah merawat Yesung, gomawo"
"Cheonma eoni, baiklah aku akan memanggilmu eoni" Mereka berdua tertawa. "Kalau begitu eoni harus memanggilku saeng, atu kau bisa memanggilku Wokie" Leeteuk tersenyum.
"Wookie-ah, sebaiknya kau pulang dan istirahat, wajhmu pucat sekali. Yesung... biar aku yg menjaganya". Ryeowook mengangguk dan beranjak pulang.
~*~ Esoknya...
"Yesungie... aku datang..." kepala Ryeowook menyembul dari luar pintu kamar Yesung. Yesung yg baru tersadar tadi pagi alngsung terlonjak kaget.
"Wookie noona..." teriaknya girang.
"Coba lihat aku bawa apa?"
"Apa noona?"
"Tarada... eskrim plus kura-kura lucu... hmm" Ryeowook memberikan satu kotak eskrim dan satu kotak kaca berisi kura-kura mungil. Yesung langsung memeluk kotak berisi kura-kura itu daripada kotak eskrim.
"Gomawo noona... Yesung suka kura-kuranya, dulu umma bilang akan membelikanku kura-kura... tapi Yesung senang kalau noona yg memberikan kura-kura itu untukku"
"Hmm... kau mau beri nama siapa?"
"Mmm... aku mau beri nama... bulgogi... ah ani ani, mm... AHA!" teriak Yesung tiba-tiba sampai membuat Ryeowook terkaget.
"DANGKOMA... itu lebih baik, ne... Dangkoma" Ryeowook terkekeh geli melihat tingkah Yesung.
Tiba-tiba Leeteuk masuk. "Yesungie..."
"Eeteuk noona..." Yesung langsung memeluk noona-nya. "Bogoshipo noona..."
"Nado Sungie... kenapa kau tiba-tiba menghilang dari rumah?"
"Mm.. Yesung tidak tahu... aku tersesat saat bermain"
"Eh, Wookie-ah disini, mian aku mengabaikanmu" Leeteuk baru tersadar kalau Ryeowook berdiri disamping ranjang Yesung.
"Ah, gwaenchana eoni"
"Wookie-ah, ada yg mau aku bicarakan denganmu, ayo kita kelua dulu. Yesungie, eoni dan Wookie noona mau keluar dulu, Sungie bisakan tunggu sebentar?". Yesung mengangguk dan kini ia sedang bermain bersama dengan Dangkoma.
Leeteuk dan Ryeowook berjalan menuju taman.
"Wookie-ah, kau tahu kan Yesung punya keterbelakangan mental?" tanya Leeteuk. Ryeowook mengangguk.
"Ne eoni, tapi bolehkah aku bertanya, kenapa Yesung bisa menjadi autis seperti itu?"
"Baiklah aku akan ceritakan padamu. Awalnya Yesung memang terlahir sebagai namja normal, saat usianya 13 tahun, suatu hari terjadi..."
FLASHBACK
"Cepat serahkan dokumen perusahaan padaku atau anakmu akan kubunuh" ancam seorang perampok bertutup kepala dan wajahnya tertutup topeng.
"Appa... umma..."
"Yesungie... tolong jangan menangis ya... jebal... Umma akan jamin kau akan baik-baik saja, jadi jangan menangis, setelah ini selesai, umma janji akan membelikanmu kura-kura"
"Umma..." Yesung terus memanggil sang umma, tubuhnya berada dalam dekapan sang perampok dengan pisau yg siap menggores lehernya.
"Hey kau, lepaskan anakku atau aku akan lapor polisi"
"Maafkan aku tuan dan nyonya Lee, ini perintah dari bos-ku, aku akan melepaskan anakmu jika kalian memberikan dokumen-dokumen itu" sang perampok semakin mendekatkan pisau-nya keleher Yesung.
"OK, OK aku akan berikan dokumen itu, tapi lepaskan anakku dulu"
"Baiklah..." Yesung akhirnya terbebas dari dekapan siperampok.
"Umma... appa..." Yesung segera memeluk umma dan appa-nya.
Setelah tuan Lee memberikan dokumen yg diminta, siperampok tertawa puas dan pergi berlalu. Tuan Lee memeluk anak dan istrinya, bersyukur masalahnya telah selesai, meski ia harus kehilangan perusahaan tapi ia lebih memilih keselamatan anaknya.
JLEB...
"APPA... UMMA..." jerit Yesung saat melihat siperampok menusukkan pisau-nya ketubuh sang appa dan umma.
"Yesungie..." darah mulai mengucur dari tubuh tuan dan nyonya Lee. Sang perampok langsung melarikan diri.
"Appa... umma..." Yesung menangis histeris melihat tubuh appa dan umma-nya tergeletak bersimbah darah.
"APPA! UMMA!" Leeteuk, noona Yesung yg baru pulang dari kuliah-nya langsung berteriak saat melihat dongsaengnya sedang menangis disamping raga appa dan umma-nya yg terkapar penuh darah dan luka tusukan.
"Appa... umma... apa yg terjadi?"
"Eeteuk... jangan menangis, tolong jaga dongsaengmu baik-baik ya... appa dan umma sudah tidak bisa menjaga kalian lagi... dan kita sudah tidak memiliki apa-apa lagi, jadi kau harus membiayai hidupmu sendiri..."
"Ani, appa jangan berkata seperti itu, kalian tidak akan pergi meninggalkan aku dan Yesung..." tangis Leeteuk.
"Yesungie... tolong jangan menyusahkan noona-mu ya... umma tidak bisa menjagamu lagi, buat noona-mu bahagia... jadilah namja yg bisa umma banggakan... dan mianhe, umma tidak menepati janji umma untuk membelikanmu kura-kura"
"Anio umma... aku tidak mau kura-kura... aku hanya ingin bersma umma terus, selamanya..."
"Tidak boleh seperti itu chagi... kalian harus jadi anak yg kuat dan mandiri... arra?
"Ne umma, appa, arraseo"
CHU~
Satu ciuman terakhir dari appa dan umma terasa begitu menyakitkan bagi Yesung dan Leeteuk.
FLASHBACK END
"Sejak saat itulah sikap Yesung berubah total, dari anak periang menjadi anak pemurung, pemarah, pendiam, dan tingkahnya seperti anak kecil saja"
"Lalu siapa yg merawat kalian setelah appa dan umma kalian meninggal?"
"Kami tinggal bersama nenek kami, tapi aku harus bekerja untuk membiayai semua kebutuhan. Aku tidak membiarkan Yesung bersekolah lagi karena dia akan dicemooh oleh orang-orang dan aku takut terjadi apa-apa padanya" terlihat wajah Leeteuk murung.
"Hm... eoni, boleh aku tahu berapa usia Yesung?"
"Usia Yesung? Mm.. sekitar 20 tahun"
"2o tahun? Berarti di seumuran oppa-ku. Aduh aku merasa tidak enak karena tidak memanggilnya oppa. Aku kira usianya 16 tahun atau 17 tahun" Ryeowook cengo.
"Kau mengira usia Yesung 17 tahun pasti karena tingkahnya. Jadi kau lebih muda dari Yesung?"
"Ne, eoni, usiaku baru 17 tahun. Mianhe eoni aku tidak sopan pada Yesung... ops Yesung oppa"
"Tak apa, aku senang Yesung bertemu denganmu, dia terlihat ceria kembali, aku senang sekali... Yesung bisa mendapat teman sepertimu" Ryeowook hanya tersenyum.
"Tapi Wookie-ah, aku harus membawa Yesung keluar negeri, aku ingin dia menjalani terapi untuk memulihkan keadaannya agar normal kembali, ya... walau aku tahu itu tidak mudah dan membutuhkan waktu lama."
'Mwo? Keluar negeri? Yesung?' batin Ryeowook, rasa sedih tiba-tiba muncul dibenaknya. Ia tak mau kehilangan Yesung, ia ingin Yesung terus berada disampingnya.
"Berapa lama eoni?"
"Mungkin 4 atau 5 tahun"
"Selama itukah?" Leeteuk mengangguk.
"Aku akan membawanya besok Wookie-ah, tolong kau merelakannya pergi" Ryeowook terdiam.
"Tentu eoni" Leeteuk tersenyum bahagia mendengar jawaban Ryeowook. "Ini juga untuk kebaikan Yesung, aku akan melepasnya pergi dan aku berjanji akan menunggunya"
"Gomawo Wookie-ah..."
~*~ Bandara, esok harinya...
"Noona... tunggu aku pulang ya... aku akan bawakan banyak oleh-oleh untukmu, mm... aku akan bawakan gaun dan sepatu kaca untukmu, ne?"
"Ne, oppa..."
"Oppa? Yesungie bukan oppa Wookie noona" kata Yesung cemberut.
"Baiklah... aku akan menunggumu, tapi kau harus janji, jangan pergi lama-lama ya... aku akan merindukanmu"
"Tentu noona... aku hanya pergi sebentar saja. Tapi noona juga harus berjanji padaku."
"Mwo?" tanya Wookie.
"Noona tidak boleh berkelahi lagi dan saat aku pulang nanti noona harus menjadi yeoja yg cantik dan feminim. Arraseo?"
"Ne, arra"
CHU~ Yesung mencium pipi Ryeowook. Terlihat wajah Ryeowook memerah. Leeteuk hanya tertawa melihat ulah dongsaengnya.
"Dah noona... saat aku kembali nanti kau akan lihat aku yg berbeda... Anyeong..." Yesung melambaikan tangan diikuti Leeteuk.
Ryeowook membalas lambaian tangan Yesung, airmatanya mulai turun perlahan. "Hati-hati Yesungie... aku akan menunggumu"
~*~ 3 tahun kemudian...
Penampilan Ryeowook berubah drastis. Ia benar-benar menjadi seorang yeoja yg feminim, rambutnya sengaja ia panjangkan, ia sering menggunakan rok, bahkan kegiatan tawuran-nya pun sudah ia tinggalkan.
Sekarang ia mengambil sekolah diuniversitas kesenian. Menyanyi adalah kegiatan favoritnya sekarang. Ternyata ia memiliki bakat terpendam, suara Ryeowook sangat indah. Ryeowook pun menjadi murid kesayangan para guru disekolahnya.
Namun ia kesepian. Meski Kyuhyun selalu ada disampingnya, ia selalu merasa ada yg hilang semenjak kepergian Yesung. Ryeowook menjadi yeoja pendiam, bahkan ia lebih suka menghabiskan waktunya untuk membaca diperpustakaan. Tapi entah kenapa, sikap galak Ryeowook tidak bisa dihilangkan
Tak satupun namja yg menarik perhatiannya untuk dijadikan namjachingu, bahkan Kyuhyun saja menjadi tidak menarik lagi.
"Wookie-ah..."
"Kyu... bisakah kau tak menggangguku?"
"Mianhe Wookie, aku tak bermaksud. Aku ada sesuatu untukmu... Tarada..." Kyuhyun mengeluarkan sesuatu dari balik saku celananya. Ryeowook terbelalak.
"Apa ini?"
"Ini pengganti gelang yg putus waktu itu, mianhe aku terlalu egois dulu. Coba lihat, aku beri liontin berbentuk huruf ~*~*KR*~*~ Cantik kan...?"
"Hm, ne.. aku suka Kyu..." Mata Ryeowook berbinar melihat kalung yg diberikan Kyuhyun. Kyuhyun memakaikannya keleher Ryeowook.
"Wookie-ah, maukah kau menjadi yeojachinguku?" tanya Kyuhyun berlutut didepan Ryeowook.
'Yeojachingu?' batin Ryeowook, ia bingung harus menerima Kyuhyun atau harus menolaknya. Ryeowook diam, coba memikirkan apa yg sebaiknya ia lakukan.
"Wookie-ah? Apa kau tidak mau?" tanya Kyuhyun sedih.
"Mm, Kyu... aku... aku mau..." jawab Ryeowook akhirnya. Kyuhyun langsung berdiri dan memeluk Ryeowook. Begitu senangnya ia sampai menggendong tubuh Ryeowook dan berteriak... "WOOKIE-AH... SARANGHAE..."
Ryeowook merasa sangat malu karena banyak orang yg melihat mereka. Akhirnya ia minta diturunkan dari gendongan Kyuhyun. "Kyu... turunkan aku...!"
Kyuhyun terlihat sangat bahagia, Ryeowook pun erlihat begitu. Ya, hanya didepan Kyuhyun saja. Sebenarnya hati Ryeowook tidak merasakan kebahagiaan yg selama ini ia idam-idamkan. Kebahagiaan saat ia menjadi yeojachingu dari seorang Cho Kyuhyun, yg sekarang sudah luntur.
Hati Ryeowook masih terpaut pada seorang namja yg berjanji akan kembali 4 atau 5 tahun lagi. Yg berjanji akan menjadi seseorang yg berbeda saat kembali nanti. Namja idiot bernama Yesung yg sangat ia rindukan sekarang.
"Yesung, mianhe... karena aku telah setuju untuk menjadi yeojachingu Kyuhyun. Kapan kau kembali? 4 tahun terasa terlalu lama bagiku. Bogoshipo..."
~*~ Dirumah...
TING TONG...
"Nugu?" teriak Ryeowook dari dalam saat bel pintu rumahnya berbunyi.
"Wookie-ah..."
"Oppa..." Ryeowook terkaget melihat siapa yg datang. Wajahnya terlihat sangat senang, tapi... juga terlihat kesedihan disana.
"Wookie-ah..." dua orang yg baru datang dari Jepang langsung memeluk Wookie erat.
"Donghae oppa... Eunhyuk eoni..."
"Wookie-ah, kami datang kesini untuk liburan..." teriak pasangan ini kompak. Kim Donghae dan Lee Hyukjae, kakak dan kakak ipar Ryeowook yg tinggal diJepang tiba-tiba datang.
"Yeobbo... ayo kita masuk kekamarku.." ajak Donghae pada Eunhyuk yg langsung masuk meninggalkan Ryeowook.
"Ah, aku lelah sekali... Wookie-ah masak ya untuk kami..." kata Donghae mengurungkan niatnya untuk langsung masuk kamar dan lebih memilih duduk disofa terlebih dahulu.
"Ne oppa.."
Donghae langsung bangkit terkaget melihat tingkah dongsaengnya ini. "Ada apa dengannya? Biasanya dia akan marah-marah kalau aku memintanya memasak?"
"Mollayo yeobbo, eh coba lihat Wookie... dia memakai rok!" Eunhyuk menunjuk kearah Ryeowook yg sedang berjalan menuju dapur. Donghae langsung mengamati Ryeowook.
"Ne yeobbo, Wookie aneh sekali, berbeda dari biasanya. Dia tidak pernah memanggilku oppa sebelumnya dan dia sangat kasar bila berbicara denganku, tapi tadi... Apa dia sudah tobat?"
"Hm..." Eunhyuk menggeleng dan mengangkat bahunya tanda tidak tahu.
"Yeobbo, ayo kita masukan barang-barang kita lebih dulu kedalam kamarmu, smabil menunggu Wookie selesai masak." Donghae mengangguk.
Tak berapa lama setelah Donghae memasuki kamarnya...
"WOOKIE-AH... APA YG KAU LAKUKAN PADA KAMARKU...?" geram Donghae, terdengar sampai keruang dapur dan tentunya mengagetkan Ryeowook yg sedang mencicipi supnya sampai bibirnya kepanasan karena supnya masih panas dan lupa ia tiup.
"Mwo Hae?" kebiasaan buruk Ryeowook yg tidak memanggil Donghae 'oppa' kambuh lagi.
Donghae turun dengan wajah marah. "Wookie-ah apa yg kau lakukan? Perbuatanmu seperti anak kecil saja" kata Donghae memarahi Ryeowook.
"Apa sih oppa? *udah tobat lagi nih? #dilempar* Aku tidak melakukan apapun pada kamarmu"
"Oh ya...? Ayo buktikan!" Donghae menarik tangan Ryeowook menuju kamarnya.
Setelah Ryeowook masuk kekamar Donghae...
"Lihat itu!" Ryeowook melihat kearah yg Donghae tunjukan. Kedinding kamar Donghae yg dihiasi walpaper berwarna abu-abu polos.
"HWA...! YESUNGIE... APA YG KAU LAKUKAN..?"
TBC
Chap 4 selesai, mian untuk readers yg minta dibikinin chap yg agak panjangan dikit, author gak bisa kabulin karena author males ngetiknya. And, tolong komen tentang nama marganya, karena rada-rada berantakan, perlu sedikit bimbingan...
Tolong review ya... *~(_)~*
REVIEW! REVIEW! REVIEW! *demo anarkis mode on #ditembak polisinim(?)*
Tunggu next chap...
