THAT IDIOT MAN I LOVE Chap 5

Cast : YeWook

.Yesung as idiot namja

.Ryeowook as yeoja berandalan

Genre : Romance

Disclaimer : Yesung milik Ryeowook seorang, Ryeowook milik Yesung seorang, dan mereka berdua milik author seutuhnya. Dan yg paling penting FF ini 10000% asli buatan author.

Warning : DILARANG MENJIPLAK! Awas kalo berani, author kulitin kau! *sangar mode on*

Heudeuh... setelah banyak typos di chap sebelumnya, berani-beraninya author yg menyebalkan ini nge-publish chap 5. And... alur ceritanya tambah ngawur. Author dengan IQ tiarap ini udah kehilangan ide, akhirnya author buat ini Fict dengan sejuta kengawuran. Udahla R&R ja langsung...

Good read... * berantakan.

Setelah Ryeowook masuk kekamar Donghae...

"Lihat itu!" Ryeowook melihat kearah yg Donghae tunjukan. Kedinding kamar Donghae yg dihiasi walpaper berwarna abu-abu polos.

"HWA...! YESUNGIE... APA YG KAU LAKUKAN..?"

Ryeowook berteriak memanggil nama seorang namja yg pernah menempati kamar oppa-nya sehingga menjadi seperti ini...

~YESUNGIE~

~SARANG -^o^-~

~WOOKIE NOONA...~

Itulah tulisan hasil karya Yesung yg terpampang di dinding kamar Donghae. Ryeowook pun kaget, karena selama ini ia belum pernah melihat tulisan itu di dinding kamar Donghae.

"Yesungie? Siapa itu?" tanya Donghae bingung. "Ryeowook... kau memasukan namja ke dalam rumah? Heh?" geram Donghae.

"Ne oppa, tapi dia hanya namja idiot yg tersesat tak tahu jalan pulang, dia mengikutiku sampai ke rumah, aku kasihan padanya dan akhirnya membiarkan dia tinggal"

"Oh begitu, jadi kamarku kau gunakan untuk tempat tinggalnya?"

"Ne, oppa, memang kamar mana lagi yg bisa aku gunakan? Kamar appa dan umma? Nanti aku bisa dicincang. Ya sudahlah mianhe karena aku tidak meminta izin padamu"

"Ya sudah, ini sudah terlanjur, lain kali kau harus meminta izin dulu padaku"

"Ne..."

"Mang Shindong..." teriak Ryeowook memanggil sang pembantu *maafkan author Shinfriends, Shindong saya jadi'in babu di sini #plak* yg baru ia pekerjakan 3 tahun lalu untuk menemaninya, karena ia meras kesepian semenjak kepergian Yesung.

"Ne... tunggu sebentar" balas Shindong sambil berlari menghampiri Ryeowook.

"Ada apa nona?"

"Apa ini?"

"Mana saya tahu nona..." jawab Shindong watados.

"Kau ini bagaimana? Masa sejak 3 tahun kau bekerja dirumahku dan membersihkan seluruh ruangan di rumah ini kau tidak melihat tulisan ini?"

"Tentu saja aku lihat nona..." Shindong watados lagi.

"Wookie, siapa dia?" tanya Donghae menunjuk Shindong, ia baru melihat orang asing ini karena sejak tadi Amang Shindong sedang ada di taman belakang.

"Dia pembantu baru-ku, sebenarnya aku mempekerjakannya sejak 3 tahun lalu. Mang tadi kau bilang kau lihat tulisan ini, lalu kenapa tidak kau hapus?"

"Saya kira ini memang walpaper dinding kamar ini nona"

"Aduh mang Shindong... ya udah cepetan hapus ni tulisan"

"Ne..." Shindong berlari mengambil alat-alat untuk menghapus tulisan itu. Dan sekembalinya, ia langsung mencoba menghapus tulisan itu. Namun berkali-kali mang Shindong menghapus, tapi tulisan itu tak hilang juga.

"Nona, tulisannya tak bisa hilang, bagaimana kalau kita lepas saja walpapernya" tanya Shindong menyerah.

"Ani, aku baru datang dari Jepang, masa harus tinggal di kamar yg sudah acak-acakan"

"Oppa, kita bisa menggantinya dengan walpaper yg baru, mang Shindong tolong ambil walpaper baru di kamarku yg belum pernah aku pakai dan ganti walpapaer ini sekalian" perintah Ryeowook. Shindong langsung melaksanakan perintah Ryeowook. Sedangkan Ryeowook pergi meninggalkan kamar itu. Pasangan Haehyuk hanya menunggu Shindong mengganti walpaper itu.

'Aduh Yesungie... kenapa kau corat-coret dinding kamar Hae oppa... lalu apa maksut kalimat itu? Hah aku benar-benar malu pada Hae oppa' batin Ryeowook sambil menuruni tangga menuju dapur untuk menyelesaikan masakannya.

Beberapa menit kemudian...

"Hae... ups! Oppa... eoni... makan malam siap..." Ryeowook memanggil HaeHyuk. Terlihat pasangan itu turun dan mang Shindong yg sudah selesai mengganti walpaper kamar.

Pasangan Haehyuk langsung menyerbu makanan itu. Kelakuan mereka seperti anak kecil saja, tidakkah mereka sadar umur?

Sementara Donghae dan Eunhyuk makan, Ryeowook malah mengejar Shindong kebelakang.

"Gomawo mang Shindong... tapi tolong jangan katakan ini pada Hae oppa, ne?"

"Ne, nona"

Sedangkan dari tadi, Haehyuk sedang mengintip dari balik tembok tanpa diketahui Ryeowook. Mereka penasaran kenapa Ryeowook tidak ikut makan bersama mereka.

"Untuk apa Wookie mengambil walpaper bekas itu, bukannya walpaper itu akan dibuang?"

"Molla Hyukie, sekarang Ryeowook sangat aneh berbeda dengan Ryeowook yg dulu" Eunhyuk hanya mengangguk mendegar perkataan suaminya itu. "Ayo kita lanjutkan makan"

Ryeowook berlari menuju kamarnya mengacuhkan Haehyuk yg sedang makan. Ia menyembunyikan sesuatu di balik tubuhnya.

Sesampainya di kamar, Ryeowook langsung membuka lipatan walpaper yg sudah kumel dan lecek itu. Ditatapnya tulisan yg ada di walpaper itu. Sedetik kemudian ia tertawa, membayangkan betapa konyolnya Yesung.

Namun sesaat setelah tawanya pecah, air matanya turun. Ryeowook menangis, jujur ia sangat merindukan Yesung, dan satu yg sangat ia sesali, sekarang ia telah menjadi yeojachingu Kyuhyun. Bayangan 'bagaimana jika Yesung tau tentang hal itu, pasti ia akan sangat sedih' terus menempel di otak Ryeowook.

Walpaper itu lalu ia tempelkan di dinding kamarnya. Susah payah ia menempelkan walpaper itu karena ukurannya yg lebih besar daripada tubuhnya.

Setelah berhasil, ia memandang walpaper itu, sungguh cantik terpasang di dinding kamarnya. Satu-satunya kenangan yg Yesung tinggalkan sebelum ia pergi keluar negeri.

~*~ Amerika...

"Yesungie..."

Seorang namja yg tengah duduk dengan kaki yg terlipat menoleh merasa namanya dipanggil. Lalu ia berdiri menghampiri seorang yeoja yg tadi memanggilnya.

"Noona, jangan panggil aku Yesungie lagi, aku bukan anak kecil lagi" katanya tegas.

"Baiklah... tapi hari ini kau harus menjalani terapi lagi..." kata namja yg berada di samping yeoja tadi yg ternyata adalah Leeteuk. Namja itu adalah suami Leeteuk, namanya Kang-in.

"Hyung, untuk apa aku terapi terus? Aku sudah bosan, lagi pula aku sudah menjalani terapi selama 3 tahun, aku sudah jadi namja normal sekarang."

"Yesung, dengarkan noona!" Leeteuk memegang pundak namja itu. "Kau belum sembuh total Yesung, terkadang kau masih bersikap seperti anak-anak, kau sudah janji pada dirimu sendiri untuk menjadi seorang namja yg hebat saat pulang ke Korea nanti."

"Hm..." namja itu menunduk. Yesung, ya namja itu adalah Yesung. Terapi yg dijalaninya berjalan sukses, hanya tinggal satu tahun lagi untuk menjadikan Yesung sembuh total.

"Dan kau mau kan kalau Ryeowook nanti akan kagum padamu?"

"Ne, noona"

"Jadi tolong, jalani terapi ini satu tahun lagi, agar trauma mu cepat sembuh dan kita bisa cepat kembali ke Korea, Ryeowook pasti sudah merindukanmu"

Yesung mengangguk, ia pun menurut.

.Yesung POV

Sebentar lagi aku akan pulang Wookie noona, tunggu sebentar lagi. Aku akan pulang dengan diriku yg berbeda dengan yg dulu. Sekarang aku adalah namja yg sebenarnya. Aku benar-benar merindukanmu, jeongmal bogoshipo.

Sepulang terapi, aku akan jalan-jalan ke butik pakaian dulu, aku ingin membelikan sesuatu untuk Wookie noona. Aku ingat janjiku padanya...

"Noona... tunggu aku pulang ya... aku akan bawakan banyak oleh-oleh untukmu, mm... aku akan bawakan gaun dan sepatu kaca untukmu, ne?"

Itu janji yg aku ucapkan 3 tahun yg lalu saat aku akan berangkat ke luar negeri. So, sekarang aku akan mencarikan barang-barang itu untuknya.

Ku amati seluruh gaun yg ada di etalase toko. Yeppeo... sungguh gaun-gaun itu terlihat sangat cantik, apalagi saat aku membayangkan Wookie noona yg memakainya.

Tapi ada satu gaun dengan panjang yg hanya sampai di bawah lutut dan warnanya yg ungu lebih condong ke abu-abu yg menarik perhatianku. Tidak berpernik terlalu ramai, hanya berhiaskan manik bunga lily dan beberapa berlian yg menempel di bagian lengan yg terbuat dari kain tipis.

Aku suka gaun ini, ukurannya mungkin pas di badan Wookie noona. Dan warnanya sangat cocok dengan warna kulit Wookie noona yg putih bersih. Segera aku masuki toko yg memajang gaun indah ini dan aku segera membeli gaun pilihanku.

Berlanjut ke toko lain, aku mencari sepatu kaca. Mustahil memang, mengingat sepatu kaca hanya ada di dongeng Cinderella saja. Tapi...

Hey, aku menemukannya. Sepatu berwarna bening yg terlihat sangat indah yg berpadukan intan berbentuk daun dan bunga *author ngayal ketinggian*. Manis sekali, ukurannya mungil, mungkin cukup untuk kaki Wookie noona. Aku sering melihat jari-jari kaki Wookie noona yg terlihat kecil dan lucu, jadi aku tahu.

Saat aku ingin membelinya, ku lihat label harga yg terpasang di sepatu itu. Mataku terbelalak. Harganya sangat mahal, uangku tidak mungkin cukup untuk membeli sepatu itu. Uangku tinggal sedikit karena tadi aku gunakan untuk membeli gaun.

Ku ambil ponselku untuk menelpon Kang-in hyung dan meminta uang padanya. Aku tak mau membeli sepatu cantik itu besok atau lusa, aku ingin membelinya langsung hari ini. Aku yakin banyak yg menginginkan sepatu itu.

30 menit aku menunggu Kang-in hyung, sedang apa sih dia lama sekali. Akhirnya dia tiba dengan membawakan aku uang sejumlah yg aku minta.

"Dasar, kau senag ya jika membuat kakak iparmu ini menjadi seorang babu?" tanyanya kesal.

"Ne, hyung" jawabku evil *kesambet Kyu*. "Gomawo hyung, chu~"

"Kya... Yesung, jangan menciumku, pipiku ini hanya untuk my yeobbo Eeteuk" jeritnya saat aku memberinya kiss di pipinya yg tembam.

Aku segera berlari masuk kedalam toko dan segera membeli sepatu itu. Hatiku lega karena berhasil mendapatkan sepatu kaca langka itu untuk Wookie noona. Aku akhirnya pulang bersama Kang-in hyung.

.Yesung POV End

~*~ Korea...

Kyuhyun dan Ryeowook sedang berkencan sekarang. Kyuhyun merasa sangat senang, berbeda dengan Ryeowook. Mungkin senyumnya merekah di luar, tapi hatinya sungguh tak tersenyum sekalipun.

Kyuhyun terus mengecup tangan lembut Ryeowook. Tentu Ryeowook merasa risih, karena semua orang menatap mereka.

Tiba-tiba ada seorang yeoja menghampiri Kyuhyun.

"Kyu..." teriaknya senang dan langsung memeluk Kyuhyun.

"..." Kyuhyun hanya memasang tampang kebingungan.

"Kyu, kau tidak ingat dengat yeojachingu masa kecilmu?" tanya yeoja itu. Kyuhyun mencoba mangingat-ingat kembali memory-nya.

Ryeowook terdiam, ia merasa diacuhkan. 'Siapa yeoja ini? Dia... yeojachingunya Kyuhyun? Jinja?'

"Kyu... aku Sungmin... bunny minnie-mu..."

'Sungmin? Bunny minnie-mu? Apa maksudnya ini semua?' batin Ryeowook.

"Ah, noona..." Kyuhyun akhirnya tersadar dan balas memeluk Sungmin.

"Ah Kyuhyun, jangan panggil aku noona terus, aku tidak setua itu"

"Ne, ne, kapan kau datang ke Seoul?"

"Kemarin, appa dan umma pindah tugas"

"Kyu, aku mau pulang" kata Ryeowook datar, ia merasa sangat mengganggu acara pertemuan antara kekasih lama itu. Ia-pun berjalan meninggalkan Kyuhyun yg memanggil namanya.

"Wookie-ah, tunggu!" Kyuhyun berhasil meraih tangan Ryeowook. "Kau marah chagi, karena aku mengacuhkan-mu? Hm..?."

"Ani Kyu, aku ingin istirahat, aku lelah sekali dan kepalaku pusing. Aku mau pulang"

"Ya sudah aku antar, ne?" Ryeowook menggeleng. "Wookie-ah, tolong biarkan aku melakukan sesuatu yg berguna untukmu"

"Tapi Kyu, yeoja itu..."

"Sstt, dia teman lamaku, aku akan mengajaknya main ke rumahku setelah aku mengantarmu pulang. Kau mau kan?" Akhirnya Ryeowook mengangguk.

Ditengah perjalanan, Kyuhyun kembali mengacuhkan Ryeowook.

"Kyu, dia yeojachingu-mu?" tanya Sungmin.

"Ne, namanya Ryeowook" jawab Kyuhyun, Ryeowook menundukan kepala menghadap Sungmin.

"Neomu yeppeo, Kyu..."

"Gomawo Minnie, di memang cantik"

'Ternyata Sungmin baik dan ramah sekali' batin Ryeowook.

~*~ Sampai di rumah Ryeowook...

"Bye, chagi..."

"Bye..." Ryeowook masuk ke dalam rumah.

Ia berjalan masuk ke kamarnya dengan wajah datar. Donghae dan Eunhyuk yg sedang bermesraan di ruang TV kebingungan melihat tingkah Ryeowook. Eunhyuk segera menyusul adik iparnya itu.

Tok,tok,tok..

"Wookie-ah gwaenchana?"

"Ne, eoni. Aku sangat lelah, aku ingin istirahat" jawab Ryeowook dari dalam kamar.

"Ya, sudah, eoni buatkan bubur ya...?" Tak ada jawaban. Eunhyuk berniat meninggalkan kamar Ryeowook sampai tiba-tiba terdengar suara isakan tangis.

"Wookie-ah, kau menangis?" Tak ada jawaban.

"Wookie-ah, aku masuk ya..." Eunhyuk merasa khawatir dan langsung masuk ke kamar Ryeowook yg memang tidak dikunci.

Terlihat Ryeowook yg tengah membaringkan dirinya dan menangis tersedu-sedu.

"Wookie-ah, kenapa kau?"

"Eoni... aku benar-benar kejam"

Eunhyuk duduk di ranjang Ryeowook "Apa maksudmu Wookie-ah?"

"Aku sudah berjanji pada seorang namja untuk menunggunya, tapi aku malah menjadi yeojachingu namja lain, namja yg awalnya aku cintai tapi sekarang tidak, aku merasa sangat bersalah pada mereka, aku sudah membohongi mereka berdua." Ryeowook memandang langit-langit kamarnya, tatapannya kosong.

Sedangkan Eunhyuk menatap sebuah walpaper dinding yg kemarin ia lihat Ryeowook mengambilnya ketika akan dibuang.

"Wookie-ah, jangan bohongi perasaanmu sendiri, ikuti kata hatimu, mana namja yg benar-benar kau cintai, kau akan menderita jika begini terus.."

Ryeowook bangkit "Ne eoni... gomawo..." Ryeowook memeluk Eunhyuk.

"Cheonma Wookie-ah, mm... bisa kau ceritakan tentang namja yg bernama Yesung itu..." Ryeowook mengangguk dan mulai menceritakan semuanya. Donghae diam-diam menguping dari luar.

"Jadi kau mencintainya... euh?" Ryeowook mengangguk, pertama kalinya ia mengakui perasaanya pada Yesung.

"Wookie-ah, jika kau mencintai Yesung, maka jangan paksakan hatimu untuk mencintai namja lain..." Donghae masuk.

"Oppa..." Donghae mengelus rambut yeodongsaeng kesanyangannya ini.

"Ne, oppa eoni, aku akan lakukan apapun sesuai dengan kata hatiku, gomawo..."

"Hm.. dasar yeoja berandalan.."

"Oppa, sekarang aku sudah berubah menjadi yeoja feminim, kau tidak lihat?"

"Ne... kami lihat... ya sudah sana tidur..." kata Haehyuk kompak.

"Ya sudah sana kalian pergi..." Ryeowook mendorong Haehyuk keluar kamarnya.

~*~ 5 bulan berlalu

Ryeowook mencoba membuka hatinya untuk Kyuhyun, mencoba mencintai Kyuhyun lagi. Saran yg diberikan oppa dan eoni-nya sepertinya sulit dilakukan karena perlakuan Kyuhyun yg begitu baik padanya.

Namun memunculkan kembali rasa cinta yg telah pupus sungguh sangat sulit sekali. Hati Ryeowook terus terpaut pada Yesung.

~*~ Universitas...

Kyuhyun sangat sibuk akhir-akhir ini, bahkan untuk menyisakan waktu untuk Ryeowook saja sangat sulit. Bertemu pun jarang. Kini hubungan Kyuhyun dan Ryeowook menggantung.

Ryeowook perlu penjelasan dari Kyuhyun tentang hubungan mereka. Sedikit rasa cemburu sering muncul karena dalam kegiatannya Kyuhyun menjadi dekat dengan Sungmin yg pindah kuliah ke universitas Ryeowook.

Namun Ryeowook lebih memilih diam menanti Kyuhyun daripada ia harus meminta penjelasan yg bisa berakibat pertengkaran diantara mereka.

Kesepian, satu kata yg pantas untuk seorang Ryeowook. Oppa-nya yg sudah kembali ke Jepang karena masa liburannya yg sudah habis, appa dan ummanya yg sampai saat ini juga belum pulang dari luar negeri. Tidakkah mereka rindu pada anak perempuan satu-satunya yg mereka miliki itu?

Dan satu orang yg benar-benar ia rindukan. Yesung, kurang beberapa bulan lagi dia kembali. Senang, tapi juga bingung. Bagaimana ia memberi tahu hubungannya dengan Kyuhyun saat Yesung pulang?

"Aku akan jalan-jalan dulu sebentar setelah pulang kuliah, otakku sudah sangat penat dengan kegiatan akhir-akhir ini."

Ryeowook berjalan menuju ke pusat perbelanjaan di pusat kota Seoul. Tanpa disadari ada mobil sport berwarna biru pekat yg mengikutinya. Terlihat seorang namja tersenyum dari balik kaca mobil itu.

"Neomu yeppeo..." kata namja itu sambil membetulkan posisi kacamatanya. Lalu ia menyetir mobilnya pelan mengikuti kemana Ryeowook pergi.

Ryeowook terlihat sangat ceria hari ini. Berbelanja menjadi salah satu penghiburnya dari rasa kesepiannya.

"Kau berubah total, berbeda dengan dahulu. Aku senang melihatmu seperti ini" namja itu masih memperhatikan Ryeowook dari kejauhan.

~*~ Esoknya...

"Mang Shindong... aku berangkat dulu ya... jaga rumah baik-baik..."

"Beres nona..."

"Jangan makan terus, kerja yg benar.."

"Hm nona... tenang saja"

"Ternyata sekarang dia mempekerjakan pembantu..." namja yg kemarin mengikuti Ryeowook sekarang sudah bertengger didalam mobilnya yg terparkir di depan rumah Ryeowook.

.Ryeowook POV

Aku keluar rumah untuk pergi kuliah. Heuh... mang Shindong hanya bisa makan saja, percuma aku mempekerjakan dia. Tapi lumayan lah, dia bisa menemaniku.

SREK...

Eh, apa ini? Buket bunga? Siapa yg mengirimnya?

Ku ambil buket bunga yg terletak dilantai dan tidak sengaja aku injak tadi. Buket bunga lily. Ku hirup aromanya, harum sekali... Harumnya sama persis seperti aroma parfum-ku. Ku lihat sebuah kertas yg menggantung di buket itu. Siapa sebenarnya pengirim bunga ini?

'LOVE' hanya itu yg tertulis di sana. Hm... membuatku penasaran saja. Sangat misterius.

Eh, mobil siapa itu? Daebak...

"Chagi..." Kyuhyun sudah menjemputku, tumben sekali. Dia memberiku morning kiss, ingat hanya di pipi.

"Mian chagi, akhir-akhir ini aku sibuk sekali, mianhe..."

"Ne, Kyu, gwaenchana..." jawabku. Aku pun memasuki mobilnya, ku kira mobil biru itu mobil baru Kyuhyun, ternyata bukan.

Di perjalanan, aku terus memperhatikan mobil sport biru yg dari tadi terus mengikuti kami dari rumahku. Sekilas aku lihat pengemudinya seperti seorang namja.

"Kyu, mobil itu mengikuti kita..." ucapku resah.

"Ne chagi, aku juga menyadarinya... siapa sebenarnya pengemudi mobil itu dan untuk apa dia mengikuti kita" Kyuhyun mempercepat laju mobilnya. "Pasang sabuk pengamanmu chagi..."

Aku hanya mengikuti perintahnya. Sesaat kemudian dia mengebut. Omona... menakutkan sekali. Mobil yg mengikuti kami juga mengebut untuk mengejar mobil Kyuhyun.

Sampai...

Ssrrtt...

Mobil berwarna biru itu berhenti mendadak di depan mobil kami. Kyuhyun yg emosi langsung keluar dan berteriak-teriak. Aku pun ikut keluar.

"Hey, apa mau-mu? Hah? Kau mau membunuh kami?" bentak Kyuhyun. Aku coba menenangkannya dengan memegan lengannya.

Seorang namja keluar dari mobil itu. Omona, bentuk tubuhnya keren sekali...

Namja itu berbalik menghadap aku dan Kyuhyun. Ia melepas kacamata hitamnya, dan membetulkan poni rambutnya. Angin bertiup agak kencang sampai menerbangkan rambut namja itu...

"Kalian tidak ingat aku?" namja itu memasang senyumnya. Ku perhatikan dia dari ujung rambut sampai ujung kaki.

"Wookie noona... ahjussi jelek..."

Kyuhyun dan aku saling berhadapan.

Mataku sukses terbelalak saat kusadari namja yg ada di hadapanku dan Kyuhyun adalah...

TBC

Chap 5 update... aduh... author nyesel banget tentang masalah marga di chap 4, mau author benerin, tapi udah terlanjur. N... oh iya, sedikit info, MUSIC BANK mau ditayangin di Indosiar... Huwa... author seneng banget...! ^o^ Readers nanti pada nonton ya...

Review readers, review... kan author update kilat *kilat dari mana?*

Review gak loe? Klo gak, gue hajar loe... #dipancung