THAT IDIOT MAN I LOVE Chap 6
Cast : YeWook
.Yesung as idiot namja
.Ryeowook as yeoja berandalan
.Feat KyuMin
Genre : Romance
Disclaimer : Yesung milik Ryeowook seorang, Ryeowook milik Yesung seorang, dan mereka berdua milik author seutuhnya. Dan yg paling penting FF ini 1000000% asli buatan author.
Warning : DILARANG MENJIPLAK! Awas kalo berani, author parut kau! *sangar mode on* TYPOS bertebaran, Don't like, DONT READ!
Anyeong... Masih ada nyali juga saya publish ff setelah hiatus lama dan bikin readers gregetan. Piss readers, author habis ujian semester jadi gak sempet buat ff dikarenakan harus belajar, ya... walau hasilnya remidi semua. Udah gitu author kehabisan ide jadi harus semedi dulu. Dan GOMAWO karena readers setia-ku udah nungguin author selama berabad-abad.
Silahkan baca ff karya author hasil semedi...
CEKIDOT...
Namja itu berbalik menghadap aku dan Kyuhyun. Ia melepas kacamata hitamnya, dan membetulkan poni rambutnya. Angin bertiup agak kencang sampai menerbangkan rambut namja itu...
"Kalian tidak ingat aku?" namja itu memasang senyumnya. Ku perhatikan dia dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Wookie noona... ahjussi jelek..."
Kyuhyun dan aku saling berhadapan.
Mataku sukses terbelalak saat kusadari namja yg ada di hadapanku dan Kyuhyun adalah...
"Ya ampun... ingatan kalian benar-benar buruk" namja itu melipat tangannya.
"I... idiot..." Kyuhyun terbata.
"Ye... Yesung..." aku juga ikut terbata.
"AH, PINTAR!" teriak namja itu dan langsung memeluk Kyuhyun dan aku yg masih dengan mulut kami yg menganga.
.Ryeowook POV End
"Kenapa kalian terus memandangiku dengan tatapan seperti itu" Yesung yg sejak tadi merasa risih dengan tatapan Kyuhyun dan Ryeowook coba memecah suasana yg membuatnya canggung itu. Menyeruput sedikit banana juice-nya.
"Kau, benar Yesung?" tanya Ryeowook yg duduk di tepi jendela cafe yg mereka datangi.
Yesung mengangguk. Wajah Ryeowook yg tadinya bingung berubah cerah. Sementara Kyuhyun masih cengo.
"Yesungie..." Ryeowook memeluk Yesung.
"Wookie!" Kyuhyun yg tersadar langsung menarik tubuh Ryeowook, membuat Yesung yg sedang menikmati pelukan Ryeowook menjadi kesal.
"Kyu... Yesung baru pulang dari luar negeri, aku sangat merindukannya, apa aku salah kalau memeluknya untuk melepas rindu?"
"Ne, SALAH BESAR. Apa kau tidak menganggap kehadiranku di sini, hah?" Kyuhyun melipat tangannya kesal.
"Heh, ahjussi jelek, kenapa sih kau selalu sirik padaku? Sejak aku masih idiot bahkan sampai aku normal seperti ini kau masih sirik. Apa aku terlalu sempurna untuk menjadi sainganmu?" narsis Yesung.
"Untuk apa aku sirik padamu? Jadi sekarang kau sudah normal? Baguslah jadi aku bisa sepuasnya memukul wajahmu yg sok kegantengan itu *emang ganteng #ditabok Kyu* Dan ingat, perubahanmu yg sangat drastis ini tidak akan membuatku takut atau kagum padamu"
"Oh ya? Lalu kenapa kau tadi memandangiku terus?" tanya Yesung menguji Kyuhyun.
"Mm, i..itu... itu karena..." Kyuhyun kehabisan kata-kata.
"Sudahlah, ini bukan waktunya untuk bertengkar. Yesung, bisakah kau menceritakan tentang proses terapi-mu di Amerika sampai kau bisa menjadi seperti ini?" Ryeowook mulai memperhatikan Yesung dengan seksama.
"Baiklah, aku menjalani terapi selama 4 tahun, harusnya memang 4 tahun, tapi kata dokter sebenarnya otakku genius, bisa menerima dan menanggapi informasi dengan cepat, jadi aku hanya menjalani terapi selama 3 setengah tahun" penjelasan Yesung.
Ryeowook mendengarkan dengan antusias, sedangkan Kyuhyun...
"Yak, ahjussi jelek, dengarkan aku, jangan tidur!"
Kyuhyun terkaget dan segera bangun. Setelah perbincangan mereka yg cukup menarik tapi membosankan bagi Kyuhyun, mereka pun pulang.
~*~ Esoknya...
Yesung pindah ke Universitas Kyuhyun dan Ryeowook. Entah apa yg spesial dengan universitas mereka sehingga semua orang pindah kesana.
Berdiri di depan gerbang menunggu kedatangan yeoja yg berubah 180⁰ semenjak ia pergi, itulah aktifitas pertama Yesung di sekolah barunya.
Tiba-tiba melintas di depannya sebuah mobil yg terus berjalan menuju tempat parkir. Setelah berhasil memarkirkan mobilnya, si pemilik mobil itupun keluar. Yesung mengamatinya, matanya yg agak minus harus menjadi sipit terlebih dahulu agar dapat melihat dengan jelas.
Pemilik mobil itu ternyata Kyuhyun. Tak lama kemudian muncul seorang yeoja dengan sangat anggun yg membuat Yesung terpana, padahal ia sudah sering melihatnya.
"Wookie noona!" Yesung menghampiri Kyuhyun dan Ryeowook.
"Lho, mau apa kau di sini? Kau pindah sekolah di sini?"
"Ne, tebakan jitu, JELEK!"
"Hwa, jinjayo oppa?" teriak Ryeowook senang tapi Kyuhyun dan Yesung langsung menjadi cengo.
"OPPA?" teriak YeKyu bersamaan.
"Ne, oppa, O, P, P, A, kalian mengerti kan maksudku?" Yesung dan Kyuhyun mengangguk.
"Lalu, wae?" Ryeowook kembali bertanya.
"Kau memanggilku 'oppa'?" tanya Yesung.
"Ne, oppa, Leeteuk eoni sudah menceritakan semua tentangmu padaku, umurmu lebih diatasku jadi aku harus memanggilmu oppa, mian selama ini aku tidak sopan padamu"
"Gwaenchana Wookie, memang berapa sebenarnya usiamu? Apa kau lebih muda dariku?"
"Ne, oppa, usiaku sekarang 21 tahun sedangkan kau... 24 tahun" Ryeowook menunduk malu. Yesung kaget.
"Ja...jadi..."
"Ne, kau tidak usah memanggilku 'noona' lagi, karena aku bukan noona-mu"
"Ah, arra, mianhe atas kelakuanku dulu ya no... Wookie-ah" Wajah Yesung memerah "Sepertinya lidahku agak asing dengan panggilan ini"
"EHM... kacang garing..." Kyuhyun bersuara.
"Mian Kyu, aku mengabaikanmu, ayo kita masuk, Yesung oppa ambil fakultas apa?" Ryeowook mengandeng lengan kedua namja disampingnya.
"Kesenian" jawabnya. Mereka bertiga beriringan masuk ke gedung universitas, dengan Ryeowook yg masih mengobrol dengan Yesung dan Kyuhyun yg masih dicueki.
~*~ Berhari-hari kemudian
Hubungan Kyuhyun dan Ryeowook merenggang semenjak kehadiran Yesung. Ryeowook yg sibuk berpergian dengan Yesung, sedangkan Kyuhyun hanya mencoba mengerti sikap Ryeowook, 'mungkin Ryeowook rindu padanya' pikir Kyuhyun.
"Kyu, waeyo?" Sungmin menyadarkan lamunan Kyuhyun.
"Minnie..."
"Kau melamun, hah? Ada masalah?" Sungmin duduk di samping Kyuhyun di kursi taman.
"Ani, aku hanya..."
"Ryeowook kah? Kau cemburu melihatnya bersama Yesung oppa?" tebak Sungmin yg memang benar.
"Ani..."
"Sstt... Kyu, kau tidak usah menutupinya dariku, itu terlihat jelas di matamu, kau lupa aku siapa? Aku yeojachingu masa lalumu, jadi aku tahu segalanya tentangmu"
"Minnie..."
Tiba-tiba Sungmin menarik tangan Kyuhyun dan mengajaknya pergi entah kemana.
"Minnie, mau kemana"
"Kemanapun, terus saja berlari untuk melepaskan bebanmu, arra? Semuanya akan terasa ringan saat berlari, bahkan rasanya kau sudah melupakan masalahmu. Kajja..." Sungmin tersenyum.
"Ne, Minnie, gomawoyo" Kyuhyun berlari sangat kencang.
Kyuhyun dan Sungmin terus berlari. Tangan mereka saling bergenggaman. Senyum Sungmin yg berada di belakang Kyuhyun merekah.
Sampai di sebuah tempat sepi, pemukiman yg jarang penduduknya. Kyuhyun dan Sungmin terengah-engah.
"WOOKIE-AH, SARANGHAE..." teriak Kyuhyun menghadap langit, wajahnya lalu ditundukan menyembunyikan air matanya yg sedikit demi sedikit menetes.
"Ternyata kau bisa menangis juga Kyu, kau namja lemah"
"Apa maksudmu?"
Sungmin mengangkat bahu Kyuhyun.
"Kalau kau seorang namja, kau tidak boleh menangis, namja mana yg menangis hanya karena melihat yeojachingunya bersama namja lain, hahaha, dasar namja lemah" Sungmin bernada mengejek.
"Minnie, kenapa kau berkata seperti itu?"
"Hm... dasar namja babo. Kalau kau namja sungguhan, kau tidak akan menangis saja, tapi kau akan berusaha menggenggam erat kekasihmu jika kau merasa ia semakin menjauh. Apa-apa'an seorang namja menangis?"
"Minnie..." Kyuhyun mendongak "Gomawo atas semuanya" ia memeluk Sungmin. Sungmin menyambutnya dengan senang hati.
~*~ Esoknya...
Kyuhyun berjalan menghampiri Ryeowook dan Yesung yg sedang bergurau. Ia menarik kasar tangan Ryeowook.
"Kyu, apa-apa'an sih?" Ryeowook merengut kesal dan melepaskan tangannya dari genggaman Kyuhyun.
"Wookie-ah, cukup. Apa kau tidak tahu bagaimana perasaanku melihat kalian berdua?"
"Hm... apa maksud-mu, jelek? Tidak apa-apa kan kalau aku bersama Wookie, dia kan bukan siapa-siapa-mu?"
"Mwo? Bukan siapa-siapa? Aku namjachingunya, NAMJACHINGU RYEOWOOK. Kau dengar itu?"
"Na...namjachingu? Wookie-ah, bisa kau jelaskan ini padaku?" Yesung kelihatan bingung dengan apa yg ia dengar.
"Mi...mianhe oppa, tapi yg dikatakan Kyuhyun memang benar, a..aku adalah yeojachingu Kyuhyun" Ryeowook menunduk.
"Mwo? Ja...jadi selama ini, kau? Janjimu untuk menungguku? Itu semua palsu"
"Ti...tidak seperti itu oppa, ta..tapi..."
"Cukup Wookie-ah, arraseo, aku akan coba mengerti keputusanmu, tapi harus kau tahu, aku mau menjalani terapi yg sangat menyakitkan ini hanya untukmu, dan terima kasih atas balasanmu" Yesung melangkah pergi.
"Oppa..." Ryeowook coba mengejar.
"Wookie-ah cukup, tolong hargai aku" Kyuhyun menarik Ryeowook ke dalam pelukannya. Ryeowook menangis di bahu Kyuhyun.
Semenjak kejadian kemarin, Yesung tidak pernah muncul dihadapan Ryeowook, dan Ryeowook-pun terlihat murung. Keadaan Ryeowook yg seperti sekarang ini membuat Kyuhyun merasa sedih, ia bingung harus melakukan apa.
"Chagi, mau eskrim? Hm..." Kyuhyun menyodorkan eskrim yg dipegangnya pada Ryeowook, berharap Ryeowook sedikit terhibur. Namun sialnya, eskrim itu malah jatuh mengenai baju Ryeowook.
"Kyu... apa sih mau-mu? Aku tidak mau eskrim, lihat perbuatanmu, bajuku jadi kotor" Ryeowook yg sedang emosi berdiri dan memarahi Kyuhyun.
"Chagi..."
Melihat Ryeowook yg sedang membentak-bentak Kyuhyun, Sungmin segera berlari menghampiri mereka berdua.
"Wookie-ah apa yg kau lakukan pada Kyuhyun? Dia tidak sengaja, kau tidak perlu semarah itu, kau kan yeojachingu-nya?"
"Oh ya? Lalu apa urusanmu hah?" Entah setan apa yg memasuki Ryeowook sampai sikap kasarnya kembali muncul.
"Tentu ini urusanku, karena aku adalah..." Sungmin tidak tahu apa lagi yg mau ia katakan, mengingat ia hanya yeojachingu masa kecil Kyuhyun.
"Aku apa? Kau yeojachingu masa kecil Kyuhyun? Terserah, kalau kau tidak terima perlakuanku pada Kyuhyun, kau saja yg jadi yeojachingu-nya"
"Wookie..." Kyuhyun bagai tertusuk pedang mendengar kata-kata Ryeowook. Sungmin mengelus bahu Kyuhyun, agar Kyuhyun merasa tidak terlalu sedih. Mereka hanya menatap kepergian Ryeowook.
'Yesung, ini semua karena-mu, Ryeowook bersikap seperti ini karena-mu, awas kau' batin Kyuhyun.
.Yesung POV
From : Ryeowook
Oppa, mianheyo... jeongmal mianheyo, bukan maksudku seperti ini... Baiklah, ini memang salahku, aku benar-benar minta maaf. Ku harap kau bisa memaafkan aku...
...
Terserah kau saja Wookie-ah, aku benar-benar kecewa padamu. Tidakkah kau tahu bagaimana senangnya aku saat membayangkan responmu saat aku kembali dari Amerika.
Tapi itu semua musnah saat kau mengatakan bahwa kau telah menjadi yeojachingu Kyuhyun. Sungguh aku sakit, terapi yg aku jalani benar-benar sia-sia.
(Yesung mengambil gaun dan sepatu yg dibelinya di Amerika untuk Ryeowook)
Hhhh, apakah ini masih berguna? Pasti Kyuhyun sudah membelikan banyak untukmu yg seperti ini.
Bruk... Aku lelah sekali, mungkin tidur bisa menghilangkan rasa sedihku.
Tik, tik, tik, tik. Hening... 1 detik, 2 detik, 3 detik.
Pertahananku runtuh, akhirnya air mata ini mengalir juga. Jujur, kata-kataku tadi hanya untuk menutupi rasa sakitku. Aku coba mengelak untuk tidak menangis, karena aku sekarang bukan namja idiot lagi.
Tapi apa yg aku lakukan? Aku menangis. Laki-laki dewasa mana yg menangis? Mungkin hanya aku.
Sungguh hatiku sangat sakit karena penghianatan Ryeowook. Dia benar-benar sangat kejam, aku tahu aku saja yg menganggapnya menyukaiku. Janjinya dimasa lalu membuatku mengira bahwa dia akan menjadi yeojachinguku nanti saat aku pulih.
Tapi itu semua hanya perkiraanku saja. Semua hanya khayalan, semua pupus sudah. Aku tidak bisa mempercayai kata-katanya lagi.
.Yesung POV End
Kang-in yg sejak tadi menguping curhatan Yesung, segera melaporkannya pada sang istri. Leeteuk yg mendengar curhatan Kang-in hanya berkata "Biarkan saja, itu urusannya sendiri, lebih baik kita jangan ikut campur, yeobbo"
Dan itu sukses membuat Kang-in kesal karena laporannya yg sangat penting itu *menurutnya* diacuhkan.
~*~ Dirumah Ryeowook.
Di meja makan hanya ada dua orang yg sedang menikmati makanannya. Eits, mungkin hanya satu orang dari mereka yg menikmati makanannya.
"Nona, kenapa tidak dimakan? Ini sangat enak, ayolah dimakan... jangan hanya diacak-acak, mubazir tau" mang Shindong masih mengunyah makanan buatan Ryeowook.
"..."
"Nona, gwaenchana?"
"..." Ryeowook menggeleng.
"Nona, kau kenapa?" mang Shindong beranjak dar tempat duduknya dan menghampiri Ryeowook. Memegang dahi Ryeowook.
"Kau tidak demam nona"
"..." Ryeowook berjalan kekamarnya dengan pandangan kosong. Mang Shindong hanya diam kebingungan di tempatnya.
PRANG... tiba-tiba terdengar sesuatu yg pecah dari kamar Ryeowook. Mang Shindong segera berlari menuju kamar Ryeowook. Dan kemudian mendobrak pintunya.
"NONA..." jeritnya.
"Mang, tidak usah berteriak, cepat keluar dari kamarku!"
"Tapi nona, tangan dan kepalamu berdarah..."
"SUDAH CEPAT KELUAR." Shindong terpaksa keluar sebelum Ryeowook mengamuk. Ryeowook segera menutup pintu kamarnya yg sudah tidak bisa tertutup rapat.
Ryeowook memengangi kepalanya untuk menghentikan darah yg keluar karena terkena pecahan kaca vas bunga saat ia terjatuh tadi. Tangan yg juga berdarah malah tambah membuat darahnya bercucuran.
Ia masih membersihkan pecahan-pecahan kaca di lantai kamarnya dengan menggunakan tangannya yg tidak terluka yg justru sekarang dibuat terluka. Setelah selesai, ia berjalan kekamar mandi.
Dibasuhnya luka di tangan dan kepalanya dengan air. Perih, membuat air matanya mengalir. Bukan, bukan perih pada fisiknya, tapi perih hatinya.
Ia merasa menjadi orang paling kejam di dunia. Perlakuannya pada Yesung dan Kyuhyun membuatnya merasa tidak pantas untuk menerima cinta dari dua namja ini.
Tubuhnya kian lama kian lemas, Ryeowook pun duduk berjongkok di sudut kamar mandi. Air dari keran masih mengucur deras.
"Yeoboseoyo... Kyuhyun-shi, tolong saya..." mang Shindong merasa khawatir pada Ryeowook dan akhirnya ia memutuskan untuk menelpon Kyuhyun.
"Ada apa mang?" tanya Kyuhyun.
"Nona..."
"Ada apa dengan Ryeowook?" Kyuhyun mulai panik.
"Nona..." mang Shindong menjelaskan semuanya pada Kyuhyun.
"Mwo?" Kyuhyun terlihat sangat panik dan segera pergi kerumah Ryeowook.
Sesampainya di rumah Ryeowook, Kyuhyun segera masuk dan menuju ke kamar Ryeowook.
"Wookie-ah..." Kyuhyun masuk dan mendapati ada beberapa remukan kaca. Ia mencari-cari Ryeowook ke semua ruangan. Dan akhirnya ia temukan Ryeowook di kamar mandi.
"WOOKIE..." teriaknya dan segera menghampiri tubuh yeojachingunya yg terkulai lemah. Ia coba mengangkat tubuh Ryeowook, namun Ryeowook meronta.
'Kyu..."
"Ne chagi, berhentilah meronta, biar aku menggendongmu dan mengobati lukamu"
"Ani Kyu, jeongmal mianheyo..."
"Untuk apa chagi? Kau adalah kekasih yg paling sempurna yg aku miliki, kau tidak berbuat salah apapun padaku"
"Ani, Kyu... Aku kejam, aku sangat kejam padamu, aku hanya menjadikanmu sebagai pelarian saat Yesung pergi keluar negeri. KAU TAHU AKU HANYA MENJADIKANMU SEBAGAI PELARIAN SAAT AKU MERASA KESEPIAN"
"Mworago Wookie-ah? Aku tidak mengerti maksud kata-katamu"
Tiba-tiba Ryeowook bangkit dan mendorong tubuh Kyuhyun keluar dari kamar mandi lalu menutupnya degan cepat.
Kyuhyun hanya bisa terdiam. Mencoba mencerna kata-kata Ryeowook dan juga coba membantahnya dalam hati.
Ryeowook menangis dengan keras dari dalam kamar mandi. Kyuhyun juga akhirnya menangis. Mang Shindong yg menonton adegan ini hanya berdecak.
"Wookie..."
"PERGI KYU... AKU BENCI PADAMU..." teriak Ryeowook yg langsung membuat Kyuhyun berlari keluar dan pergi.
Setelah Kyuhyun pergi... "Nona, tolong buka pintuya, jangan seperti ini..." mang Shindong mengetuk pintu.
Ckrit... munculah Ryeowook dengan penampilan yg sungguh memilukan. Pandangannya kosong dan pakaiannya acak-acakan. Ia berjalan mendekati Shindong dan ambruk seketika.
Kyuhyun menyetir mobilnya dengan kecepatan penuh, beruntung jalanan sepi. Tangisnya masih setia menemaninya sejak tadi.
"Fuck..." lirihnya.
"Yesung, kau benar-benar musibah dalam hidupku dan Ryeowook, awas kau akan ku bunuh kau besok. Kau membuatku hanya dijadikan sebagai sandaran pelarian, kau membuat Ryeowook membohongiku, dan kau membuat Ryeowook menghianatiku. Kalian brengsek..."
"FUCK..." ia memukul setirnya. Kyuhyun kehilangan kendali dan membuat mobilnya berputar-putar.
SSSRRRRTTTT...
"AH..."
TBC
Akhirnya... bisa selesain chap 6, maaf gak terlalu panjang, tapi author janji up date cepet karena habis ini author nganggur, udah gak ada tugas. Gomaoyo sekali lagi untuk readers yg setia menungguku... YOU'RE GOOD FRIENDS...
Oh, author baru inget. Boleh ya author request... Adakah yg berminat membuatkan author ff 'SUNGKYUNKWAN SCANDAL SUJU VERSION' gak? Author pengin banget baca ff kaya gini, tapi author males buat. Jadi... untuk author eoni atau oppa atau dongsaeng yg berminat, tolong segera buatin untuk author... OK? JEBAL... (*_*) *pasang puppy eyes*
Oh ya, bagi readers yg kurang puas sama chap 6 ini, harap serta'in saran di review, OK?
SILAHKAN REVIEW... n_n ...
