THAT IDIOT MAN I LOVE Chap 7
Cast : YeWook
.Yesung as idiot namja
.Ryeowook as yeoja berandalan
.Feat KyuMin
Genre : Romance
Disclaimer : Yesung milik Ryeowook seorang, Ryeowook milik Yesung seorang, dan mereka berdua milik author seutuhnya. Dan yg paling penting FF ini 1000000% asli buatan author.
Warning : DILARANG MENJIPLAK! Awas kalo berani, author tongseng kau! *sangar mode on* TYPOS bertebaran, alur tambah gaje, Don't like, DONT READ!
Author comeback... Kangen? *readers : kagak... belum juga sebulan* Author nepatin janji kan buat update cepet... walaupun ceritanya tambah muter-muter kaya sinetron Tersanjung. Tapi tetep suka kan...? *PD banget dah* Ini chap terakhir jadi jangan nangis ya... Oh iya, berkali-kali udah author sampein buat semua readers... GOMAWO... GOMAWO... #plak plak, Gomawo banget dah jadi readers setiaku dan rajin review... *bungkuk bungkuk*
Baiklah, mari kita baca chap terakhir ini dengan seksama...
Let's read... *bahasa Inggris jenis apa ini?*
Kyuhyun menyetir mobilnya dengan kecepatan penuh, beruntung jalanan sepi. Tangisnya masih setia menemaninya sejak tadi.
"Fuck..." lirihnya.
"Yesung, kau benar-benar musibah dalam hidupku dan Ryeowook, awas kau akan ku bunuh kau besok. Kau membuatku hanya dijadikan sebagai sandaran pelarian, kau membuat Ryeowook membohongiku, dan kau membuat Ryeowook menghianatiku. Kalian brengsek..."
"FUCK..." ia memukul setirnya. Kyuhyun kehilangan kendali dan membuat mobilnya berputar-putar.
SSSRRRRTTTT...
"AH..."
Mobil Kyuhyun berhenti mendadak. Tiba-tiba ada beberapa polisi yg menghampirinya, entah dari mana mereka berasal tapi sepertinya mereka sedang berjaga di sekitar lingkungan ini.
Tok, tok, tok. Polisi itu mengetuk kaca mobil Kyuhyun yg tertutup rapat.
"Mianheyo ahjussi, kau baik-baik saja?"
"Ne, gamsahamnida, saya baik-baik saja pak..." kata Kyuhyun setelah membuka kaca mobilnya. Nafasnya masih terengah-engah menahan emosi.
"Baiklah, karena tadi kau melanggar peraturan lalu lintas dengan cara menyetirmu yg ugal-ugalan, maka saya akan memberi anda surat peringatan" Polisi itu menulis pada secarik kertas.
"Ne, gamsahamnida" Kyuhyun tersenyum. 'Sial, lagi-lagi aku tidak beruntung' batin Kyuhyun.
~*~ Esoknya...
"Noona..."
"Yesungie... kau kah itu? Kau sudah tidak marah padaku?"
"Ne, noona. Aku punya satu pertanyaan untukmu..."
"Apa itu?"
"Aku... diantara aku dan Kyuhyun, mana yg akan kau pilih?"
"Wookie-ah..."
"Kyu... kenapa kau tiba-tiba muncul?"
"Aku menanti jawabanmu, pilihlah, aku atau Yesung"
"Sungguh sulit bagiku untuk memilih diantara kalian"
"Noona... aku harap kau tidak salah pilih"
"Ne, Wookie-ah pilihlah sesuai kata hatimu"
"... Baiklah. Aku akan memilih..."
"Nona, ayo bangun, kau tidak kuliah?" mang Shindong mengelus rambut Ryeowook untuk membangunkannya. Ryeowook membuka matanya perlahan. Perban membalut kepala dan tangannya.
"Yesung, Kyuhyun..."
"Nona... gwaenchanayo...?"
"..."
"Nona... NONA..." Shindong mulai panik dengan tingkah Ryewook.
"..." Pandangan Ryeowook tetap kosong, tapi anehnya, air matanya terus mengalir.
~*~ Universitas
"Kyu, kau mau kemana?" tanya Sungmin sambil berlari-lari mengikuti langkah Kyuhyun yg sangat cepat.
"..." Kyuhyun masih dengan langkah cepatnya.
"KYU" Sungmin menarik tangan Kyuhyun.
"Mwo Minnie? Aku ada urusan, jadi JANGAN... GANGGU... AKU... paham?"
Sungmin melepas tangan Kyuhyun. Matanya mulai berkaca-kaca. Tapi Kyuhyun tak memperdulikannya, ia malah pergi.
Derap langkah Kyuhyun terdengar sangat menakutkan. Ia terlihat sangat marah dengan wajah dinginnya.
Sampai di tempat tujuannya.
BRAK...
"Dimana Yesung?"
Semua orang menatap Kyuhyun.
"Dimana Yesung?"
Semua menengok ke satu arah di sudut ruangan, menunjuk ke salah satu orang yg sedang duduk anteng membaca buku disana. Kyuhyun menghampirinya dengan langkah kasarnya.
"Y...E...S...U...N...G... ikut aku!"
"Untuk apa?" tanya Yesung dingin tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yg dibacanya.
Kyuhyun tak menjawab, tapi ia langsung menarik tangan Yesung dan menyeretnya.
"Hey, kau mau membawaku kemana?"
Kyuhyun diam, terus menyeret Yesung sampai Yesung hampir terjatuh. Ia terus berjalan melewati tempat yg lama kelamaan semakin sepi dari orang-orang.
"Hey, jawab aku, kau mau membawaku kemana, brengsek..."
Kyuhyun berhenti mendengar kata-kata Yesung. Menatap tajam kearah Yesung, tapi sesaat kemudian ia melanjutkan langkahnya.
Ckirt... BRUK...
Kyuhyun melemparkan tubuh Yesung kasar ke lantai sebuah ruangan gelap yg lebih layak disebut gudang. Ia tersenyum, senyum yg sangat mengerikan.
"Apa yg mau kau lakukan padaku?" Yesung memundurkan tubuhnya saat Kyuhyun mulai mendekatinya.
Ckelk, Kyuhyun mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan menyembunyikannya di sisi samping tubuhnya. Yesung yg mengetahuinya langsung merinding, 'apa itu?' batinnya.
"Hh...hahahahhaha" tawa Kyuhyun pecah. Dan ia mengeluarkan benda yg tadi ia sembunyikan tadi. Pisau lipat.
Ia memainkan pisau lipatnya. Mengusapkannya pada tangan dan menempelkannya pada bibirnya.
"Apa mau-mu Kyu...?" Yesung mulai ketakutan, bayangan saat umma dan appa-nya dibunuh kembali muncul di pikirannya.
"Haha, mau-ku? Kau mau tahu apa mau-ku? Hah?"
"Ne..."
"Mau-ku, MEMBUNUHMU DAN MENJADIKAN RYEOWOOK MILIKKU SEUTUHNYA!"
"Mwo? Cho Kyuhyun, ada apa denganmu? Kenapa kau jadi seperti ini?"
"Kenapa? Kau tanya kenapa? Jelas ini semua karena-mu!" Kyuhyun membentak Yesung.
"Aku?"
"Ne, kau, namja idiot yg membuat Ryeowook bersikap dingin padaku dan membuatnya menjauh dariku"
"Tapi Kyu... aku tidak bermaksud seperti itu..."
"Tidak bermaksud? Ne, kau tidak bermaksud, tapi kau bertujuan!"
"A...ani Kyu, salahkah jika aku mencintai Ryeowook, aku kira dia bukan yeojachingu-mu, jadi aku bebas mendekatinya" Yesung berdiri "Kau, kau juga mendekati Sungmin kan?"
"Bagaimana kau tahu Sungmin?"
"Tentu saja aku tahu, kau selalu dekat dengannya"
"Jangan membawa-bawa nama Sungmin dalam masalah ini"
"Kau pecundang, apa dengan berbuat seperti ini Ryeowook akan berubah dan semakin mencintaimu? Ani, dia akan pergi darimu"
"Hah... kau banyak omong..." Kyuhyun menyerang Yesung dengan pisaunya. Namun untungnya Yesung dapat menghindar. Dia memukul tangan Kyuhyun dan membuat pisau itu terjatuh.
Kyuhyun mencoba memukul Yesung, namun Yesung lebih cekatan memukul Kyuhyun dan membuatnya terjatuh.
BUAGH... BUAGH... BUAGH...
"Pergi dari hidupku dan Ryeowook" kata Kyuhyun, kemudian... BUAGH
"Kau, harusnya kau yg pergi dari Ryeowook, kau hanya menyakiti hatinya tahu" BUAGH
"Tahu apa kau? Kau saja baru datang dari luar negeri setelah 4 tahun, tahu apa kau tentang Ryeowook"
"Tahu semua tentangnya, lebih dari yg kau tahu" BUAGH... Pukulan Yesung begitu kuat sampai membuat Kyuhyun terjatuh.
"Kau, sebenarnya diantara kau dan aku yg lebih idiot adalah kau, kau tahu itu?" Yesung terengah-engah setelah berkelahi dengan Kyuhyun. "Kau tidak memahami Ryeowook, kau tidak membuatnya bahagia dengan memaksanya untuk jadi milikmu"
Kyuhyun hanya diam dengan kepalanya yg menunduk. Agak lama ia menundukan kepalanya. Tes, tes, tes.
"Kyu, kau kenapa?" Yesung panik dan langsung mendekati Kyuhyun saat ia melihat darah menetes dari hidung Kyuhyun.
"Kyu, hidungmu berdarah..." Yesung berniat membantu Kyuhyun, tapi ditepis oleh Kyuhyun.
"Babo, jangan membantah... angkat kepalamu, babo..." Yesung mendongakkan kepala Kyuhyun dan menyumbat darah dari hidung Kyuhyun dengan sapu tangannya.
"Yesung..." Kyuhyun emosi Kyuhyun melemah.
"KYU, YESUNG OPPA..." Sungmin muncul dengan nafas yg terengah-engah setelah berlarian mencari keberadaan Kyuhyun dan Yesung.
"Apa yg sedang kalian lakukan? Ryeowook sakit..."
"MWO?" Kyuhyun dan Yesung terkaget.
.Flashback
"Mwo Minnie? Aku ada urusan, jadi JANGAN... GANGGU... AKU... paham?" kata Kyuhyun.
Sungmin merasa sangat sedih karena Kyuhyun membentaknya, tapi hatinya juga kebingungan, kenapa Kyuhyun tumben berkata kasar padanya dan mau apa dia berjalan dengan langkah yg menandakan amarah.
'Ah, aku harus mencari Ryeowook, hanya dia yg bisa menghentikan Kyuhyun' pikir Sungmin. Ia mencari Ryeowook keseluruh universitas, namun Ryeowook tidak ada.
Akhirnya ia memutuskan pergi kerumah Ryeowook. Dengan seminim info tentang Ryeowook, ia pergi kerumah Ryeowook walau ia tak tahu jelas alamatnya.
Susah payah Sungmin mencari alamat rumah Ryeowook dengan bertanya-tanya pada orang-orang, akhirnya ketemu juga.
Diketuknya pintu rumah Ryeowook, dan keluarlah sesosok namja gembul dengan sedikit terisak.
"Cari siapa?"
"Mm... mian, apakah Ryeowook ada di rumah?"
"Nona? Apakah kau temannya?" Sungmin mengangguk, namja gembul itu kemudian menampakan wajah lega-nya dan segera menarik Sungmin masuk.
Namja gembul itu atau mang Shindong membawa Sungmin masuk ke kamar Ryeowook. Setelah mengetuk pintunya, mereka masuk.
Sungmin terkaget setelah melihat keadaan Ryeowook. Ryeowook yg terbaring dengan selimut yg menutupi tubuhnya, perban berdarah yg melilit di kepala dan tangannya, serta pandangannya yg kosong ke atas, entah ia menatap apa.
"Wookie-ah kenapa?"
"Mollayo nona, sejak kejadian tadi malam nona pingsan dan esoknya saat nona bangun keadaanya sudah begini, nona menyebut nama Yesung dan Kyuhyun" Mang Shindong menatap majikannya itu sedih.
"Memang semalam ada apa?" tanya Sungmin.
"Tadi malam..." mang Shindong menceritakan tentang kejadian tadi malam pada Sungmin.
Melihat keadaan Ryeowook, Sungmin berpamitan pada mang Shindong untuk memanggil Yesung dan Kyuhyun ke universitas.
Di universitas, Sungmin berlarian kesana kemari menanyakan keberadaan Kyuhyun dan Yesung. Dari jawaban-jawaban yg didapatnya, Sungmin mendapat petunjuk bahwa kedua orang yg sedang dicarinya itu ada di gudang. Segera ia menuju ke sana.
.Flashback End
"Wookie-ah, dia kenapa Minnie?" tanya Kyuhyun khawatir mengingat kejadian tadi malam saat dia dan Ryeowook bertengkar *bertengkar atau apa ya? Author bingung sendiri*
"Dia sakit, aku juga tidak tahu dia sakit apa, kepala dan tangannya terluka, pandangan matanya kosong, dia seperti orang linglung" jelas Sungmin.
Tanpa ba, bi, bu, be, bo, lagi mereka melesat kerumah Ryeowook. Mereka memakai mobil milik Yesung.
"Tidak bisakah kau menyetir lebih cepat lagi?" Kyuhyun tidak sabar.
"Mata-mu lihat tidak? Jalanan macet, kau mau mati atau tertangkap polisi?" Yesung geram.
"Hey, diamlah... kenapa kalian bertengkar terus? Sudahlah kita sabar saja" Sungmin yg duduk paling belakang coba menengahi.
Setelah setengah jam perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di rumah Ryeowook. Segera mereka mengetuk pintu. Tapi tak ada jawaban.
Berkali-kali mereka mengetuk pintu, tetap tak ada jawaban. Sampai seorang tetangga Ryeowook menghampiri mereka.
"Anyeong, kalian mencari Ryeowook?"
"Ne, ahjussi, kalau boleh tau kemana perginya Ryeowook, kenapa rumahnya sepi? Padahal tadi aku baru saja kesini"
"Hm... sepertinya tadi ada ambulance ke sini dan tadi aku lihat Ryeowook dibawa dengan ambulance itu, sepertinya dia sedang sakit"
Drrtt, drrt... Ponsel Yesung bergetar.
"Yeobboseyo, noona..." Ternyata Leeteuk menelpon.
"Mwo? Ryeoook di sana? Bagaimana keadaannya?"
"Baiklah aku akan ke sana segera, gomawo..."
"Sungmin-ssi, Kyu... Ryeowook ada di rumah sakit tempat noona-ku bekerja, ayo cepat kita ke sana"
Mereka pun lekas masuk mobil dan berangkat menuju rumah sakit tempat Leeteuk bekerja.
Tak berapa lama mereka sampai, mereka menghampiri meja resepsionis, menanyakan dimana kamar Ryeowook. Resepsionis itu pun menunjukannya. Yesung, Kyuhyun, dan Sungmin segera berlari menuju kamar yg sudah di tunjukan.
Ckirt... Yesung membuka pintu kamar itu. Di dalam sudah ada Leeteuk yg berdiri sedang memeriksa Ryeowook dan mang Shindong yg sedang duduk sambil menangis di samping Ryeowook terbaring.
"Noona..." Leeteuk menoleh.
"Yesung..."
"Bagaimana keadaan Ryeowook? Dia baik-baik saja kan?" tanya Yesung menghampiri noona-nya, Kyuhyun dan Sungmin mengikutinya.
"Aku tidak tahu dia sakit apa, fisiknya tidak menunjukan kalau dia sedang sakit kecuali tangan dan kepalanya, mungkin Ryeowook sakit psikologis"
"Mwo? Uisanim tolong bantu kami, sembuhkan Ryeowook, jebal..." Kyuhyun memohon.
"Mian, tapi aku bukan dokter yg menangani penyakit psikologis, tunggu sebentar aku akan memanggil Kibum uisanim, dia ahli psikologis, aku akan segera kembali..." Leeteuk berlari keluar.
YeMinKyu memandang Ryeowook sedih, sepertinya Ryeowook sedang tertidur. Matanya terpejam, tak menunjukan ekspresi apapun, kecuali ekspresi datar dan sedih.
Tiba-tiba Leeteuk datang dengan seorang yeoja uisanim muda berkacamata. Uisanim itu langsung menghampiri Ryeowook dan memeriksanya. Agak lama memang, tapi sepertinya Kibum uisanim memeriksanya dengan teliti.
"Bagaimana uisanim?" tanya Kyuhyun setelah Kibum selesai memeriksa.
"Dia mengalami tekanan batin yg sangat hebat, lebih baik kalian merawatnya di rumah, karena suasana rumah sakit malah akan semakin membuatnya tertekan, karena dia tidak terbiasa"
"Tapi, uisanim, apa Ryeowook bisa sembuh?" tanya Yesung.
"Tentu saja, tapi dia butuh perhatian lebih banyak dan usahakan jangan memaksanya agar dia tidak tertekan"
"Baiklah, gamsahamnida uisanim" kata mang Shindong.
"Kalau begitu aku pamit dulu, permisi Lee uisanim..." Kibum membungkuk.
"Ah, ne, Kibum uisanim, gamsahamnida" Leeteuk tersenyum.
Sekarang hanya ada keheningan di kamar itu. Kyuhyun dan Yesung terdiam, sesekali mereka menatap satu sama lain dengan tatapan membunuh, ini-semua-gara-gara-kau.
"Ye...sung... Kyu...hyun..." Ryeowook mulai tersadar dan membuka matanya.
"Wookie-ah" ucap semua senang, menghampiri Ryeowook.
"Nona... kau sudah sadar?" tanya Shindong lega.
"..." tapi seperti biasa, Ryeowook hanya diam dengan tatapan kosong.
"Wookie-ah, aku di sini... kau baik-baik saja kan?"
"..."
"Wookie-ah... kau mendengarku kan?" tanya Kyuhyun, tetap tak ada jawaban.
"Wookie..." Air mata Yesung mulai mengalir.
"Nona..." mang Shindong menangis lagi.
~*~ Esoknya...
Mang Shindong membawa Ryeowook pulang atas saran Kibum uisanim. Dia tidak memberi tahu orang tua dan oppa Ryeowook karena mang Shindong tahu kalau mereka sangat sibuk. Kyuhyun, Yesung, dan Sungmin setiap hari berkunjung untuk merawat Ryeowook.
Waktu terasa sangat lama tanpa senyuman yg tersungging dari bibir mungil Ryeowook. Hanya tatapan kosong yg tersaji setiap harinya. Namun mereka berusaha untuk mengembalikan senyuman itu. Meski sulit.
"Wookie-ah, ayo buka mulutmu... aa... ini enak lho..."
"..."
"Wookie-ah, makanlah sedikit saja, kalau kau begini terus kapan kau akan sembuh..." Kyuhyun mencoba bersabar menghadapi Ryeowook.
"Kyu..."
"Wookie-ah, kau bicara?"
"A...a...aku... aku... tidak bisa..."
"Yesung, Minnie, mang Shindong... Ryeowook berbicara..." panggil Kyuhyun senang.
Ketiga orang yg dipanggil tadi segera menghampiri Kyuhyun dan Ryeowook yg ada di taman belakang.
"Wookie..."
"A...aku... aku tidak bisa" kata Ryeowook menggantung.
"Mwo Wookie? Apanya yg tidak bisa? Kami tidak mengerti kata-katamu..." Sungmin memegang tangan Ryeowook.
Tiba-tiba Ryeowook menangis. Semuanya pun panik.
"Wookie-ah... umma pulang..." terdengar suara seorang yeoja dari dalam rumah.
"Wookie-ah... appa pulang... dimana kau chagi...?" sekarang suara seorang namja.
Semua menengok ke arah pintu masuk taman. Terlihat dua orang dengan wajah yg sangat asing di mata Kyuhyun, Yesung, Sungmin, dan mang Shindong.
"Oh... ada teman-teman Ryeowook?" kata yeoja itu menghampiri mereka, diikuti sang namja.
"Anyeong semua, kami orang tua Ryeowook, Heechul imnida, ini suamiku Hangeng" kata yeoja itu ramah, tapi tampang galaknya sangat tidak serasi. Apa lagi jika dibandingkan dengan wajah suami-nya yg begitu tampan dan lembut.
Yesung, Kyuhyun, Sungmin, dan mang Shindong berdiri dan membungkuk memberi hormat. Kedua orang itu tersenyum kemudian memeluk Ryeowook yg sedang duduk.
"Wookie... chagi, kau tidak rindu pada umma? Hm?" Tak ada respon.
"Wookie, kau kenapa chagi? Kau marah pada kami karena kami baru pulang?" tanya sang appa. Masih tak ada respon.
Heecul melepas pelukannya dan menatap anaknya. Tatapan kosong, hanya itu yg dilihatnya.
"Ada apa dengan Ryeowook yeobbo?" Heechul hampir menangis melihat Ryeowook.
"Mollayo, mungkin dia memang marah pada kita"
"Chagi... maafkan umma dan appa ya... Kami sangat sibuk, jadi baru bisa pulang sekarang..."
"Mianhe sebelumnya ahjussi, saya adalah pembantu yg dipekerjakan nona 4 tahun yg lalu"
"Ho? Jadi kau pembantunya?" tanya Hangeng, mang Shindong mengangguk. "Gamsahamnida telah menjaga Ryeowook kami"
"Ah, ani, harusnya aku yg berterima kasih karena nona sudah sangat baik padaku"
"Jadi, apa yg terjadi pada Ryeowook, mm...?"
"Ah, nyonya panggil saja aku mang Shindong, Ryeowook nona..." mang Shindong menjelaskan semuanya.
Setelah mendengar penjelasan mang Shindong, Heechul dan Hangeng-ssi menangis karena kelalaian mereka untuk menjaga putrinya.
"Hae, cepat pulang, dongsaengmu sakit..." Heechul menelpon Donghae untuk kembali ke Korea.
"Cepat yah..."
Heechul terus menangis di pelukan suaminya. Melihat keadaan anaknya yg begitu memprihatinkan dengan tatapannya yg kosong seperti orang idiot.
"U...umma..." tiba-tiba Ryeowook bersuara.
"Ne, chagi... umma di sini..."
"A...aku... aku, mau mereka pergi umma..." Ryeowook menunjuk ke arah Yesung dan Kyuhyun. Heechul menoleh.
"Wook...Wookie-ah, kenapa kau menyuruh kami pergi?"
"Mian sebelumnya, sebaiknya kalian pergi dulu, nanti kalau keadaan Ryeowook sudah membaik, aku akan menghaubungi kalian, ne?"
"Gamsahamnida, ahjumma, mianhaeyo"
"Ah, tidak apa-apa, ah nona... kau teman Ryeowook?" Sungmin mengengguk.
"Tinggalah sebentar, Ryeowook butuh teman..." Heechul menggenggam tangan Sungmin.
"Ne ahjumma..."
Yesung dan Kyuhyunpun pergi dengan hati yg tak rela.
Yesung dan Kyuhyun duduk di sebuah ayunan di taman kota, keduanya melamunkan Ryeowook.
"Ini salah kita..." Kyuhyun mengangguk.
"Hh... kenapa kita bisa egois sekali, kita hanya memikirkan keinginan kita untuk memiliki Ryeowook, kita tak memikirkannya" lanjut Yesung.
"Ani, bukan kita, bukan kesalahan kita, tapi kesalahanku. Aku yg terlalu posesif, berpikiran bahwa Ryeowook akan jadi miliku. Tapi itu semua salah besar, aku tidak memahaminya, aku tidak menyadari kalau Ryeowook tak mencintaiku, aku selalu bekutat dengan keinginanku sendiri..." Kyuhyun menatap langit.
"Kyu..."
"Aku tahu aku salah, aku yg telah membuatnya begini, memaksanya mencintaiku. Ya Tuhan... maafkan aku, yeoja yg aku cintai malah kubuat jadi seperti ini..."
"Kyu... Dengarkan aku, ini bukan salahmu, ini salah kita, jangan salahkan dirimu saja... aku juga salah. Kita tanggung bersama, dan kita mulai memperbaikinya" bijak Yesung.
"Ne, Yesung... maafkan aku, aku sudah bersikap kasar padamu selama ini, mianhae hyung..."
"Mwo Kyu? Kau tadi bilang apa? Aku tidak dengar..." goda Yesung.
"MIANHAEYO YESUNG HYUNG..." teriak Kyuhyun, menahan rasa malu.
"Hahahaha, kau lucu Kyu..." Yesung mengacak rambut Kyuhyun.
"Hentikan namja idiot!"
"Ya! Kurang ajar sekali kau pada hyungmu ini..."
Tawa mereka berdua-pun pecah, baru kali ini mereka akur. Sekarang mereka layaknya kakak-beradik.
~*~ Esoknya...
Sungmin sedang menemani Ryeowook di kamarnya. Mereka hanya berdua saja. Sedangkan diluar, Hangeng dan Heechul serta pasangan HaeHyuk yg baru kembali dari Jepang sedang berbincang-bincang.
Sungmin mengamati sekeliling kamar Ryeowook. Melihat tulisan yg ada di walpaper dinding kamar Ryeowook. Dalam hatinya ia bertanya-tanya, apakah Yesung dan Ryeowook sudah memiliki hubungan sebelum Kyuhyun dan Ryeowook berpacaran.
"Eoni..." panggil Ryeowook tiba-tiba.
"Ne, Wokie-ah, kau mau makan atau minum? Atau kau butuh bantuanku?" Sungmin duduk di samping ranjang Ryeowook.
"Eoni..." Ryeowook menggenggam tangan Sungmin. "Aku tidak bisa lagi bersama Kyuhyun..."
"Apa maksudmu Wookie-ah? Kau sudah tidak mencintai Kyu lagi?"
"Sebenarnya sudah dari dulu rasa cintaku menghilang, tapi aku tak bisa menolak untuk menjadi yeojachingu Kyuhyun, aku takut mnyakitinya" pandangan Ryeowook masih tetap kosong meski ia berbicara lancar.
"Kenapa kau berbohong Wookie-ah? Kau menyakiti dirimu dan orang lain..."
"Ne, eoni, aku menyesal... karena itu aku bilang aku sudah tidak bisa bersama Kyuhyun lagi, aku ingin melepasnya karena dia akan lebih sakit bila bersamaku"
"Lalu?"
Ryeowook menatap Sungmin. "Tolong jaga Kyuhyun untukku..."
"M..mwo...?" Sungmin terkaget namun hatinya merasa bahagia.
"A...aku mencintai Yesung oppa, eoni... aku sudah pernah mengatakan pada Kyuhyun kalau dia hanya aku jadikan pelarian... Aku kejam ya eoni...?" Ryeowook tersenyum hambar.
"Ne, Wookie-ah" Ryeowook kembali menatap Sungmin mendengar kata-kata Sungmin yg tak ia bayangkan kalau responnya akan seperti itu.
"Kau kejam sekali, kau mempermainkan perasaan dua orang namja yg sangat mencintaimu, dan yg lebih kejam, kau tidak memahami dirimu sendiri..." Ryeowook perlahan menangis mendengar masukan dari Sungmin.
"Karena itu, kau harus memperbaikinya... Pergilah kemana hatimu akan tertuju..."
"Eoni..."
"Mwo?"
"Gomawoyo..."
"Ne, cheonma Wookie-ah..." Drrtt, drrtt, ponsel Sungmin bergetar. Kyuhyun menelponnya.
"Yeobboseyo, Kyu... ada apa?"
"Ah, ne, ne, arraseo, aku akan kesana secepat mungkin..."
Setelah menerima telepon dari Kyuhyun, Sungmin mengajak Ryeowook pergi keluar. Ia meminta izin lebih dulu pada orang tua Ryeowook untuk mengajak Ryeowook jalan-jalan. Untungnya orang tua Ryeowook mengijinkan.
~*~ Sampai di tempat yg Kyuhyun minta...
Sungmin mengajak Ryeowook duduk di sebuah kursi di taman kota, tempat yg ditunjukan Kyuhyun.
"Wookie-ah, tunggu di sini sebentar ya, aku akan segera kembali..." Ryeowook mengangguk. Sungmin mulai meninggalkan Ryeowook.
Kyuhyun dari balik semak melambai-lambaikan tangannya pada Sungmin, menyuruhnya untuk mendekat.
"Minnie... aku di sini" bisik Kyuhyun.
"Ah, ne, aku ke sana" Sungmin berjalan pelan.
"Sebenarnya apa yg kalian rencanakan?" Sungmin berdiri di samping Kyuhyun yg bersembunyi di balik semak.
"Sstt..." Kyuhyun menutup bibir Sungmin dengan jari telunjuknya. "Lihat itu..." tunjuknya kemudian.
"Kenapa Sungmin eoni lama sekali?" keluh Ryeowook. Sekarang ia sendirian di taman kota yg agak gelap. Membuat bulu kuduknya berdiri.
Tiba-tiba...
Tring...
Lampu taman menyala, dan munculah sesosok namja berpakaian rapi dengan jas-nya. Namja itu membawa buket bunga lily dan sebuah kotak besar berpita cantik.
Ryeowook terkaget dan dilihatnya namja itu. Namja itu tersenyum manis.
"Wookie-ah..."
"Oppa..."
Namja itu Yesung, berjalan mendekati Ryeowook. Setelah berada tepat di depan Ryeowook, namja itu menyerahkan buket bunga lily yg ia pegang.
"Yesungie apa yg kau lakukan di sini?" bukannya menerima buket bunga itu, Ryeowook malah bertanya.
Yesung tersenyum. Sekarang ia malah memberikan kotak besar berpita itu pada Ryeowook. Ryeowook menerimanya dengan tampang kebingungan.
"Aku ingin kau memakai ini, Ryeowook..."
"Apa ini?"
"Sudahlah, sekarang kau ke sana dan pakailah sesuatu yg ada di dalam kotak ini" Yesung menunjukan kesebuah tempat tertutup untuk Ryeowook di ujung taman.
Ryeowook mengikuti perintah Yesung. Ia masuk ke dalam tempat itu. Yesung menunggunya masih di taman agak lama.
Setelah sepuluh menit, akhirnya Ryeowook muncul. Mata Yesung terbelalak saat Ryeowook mulai mendekat.
Ryeowook, memakai gaun dan sepatu kaca yg di berikan Yesung, gaun dan sepatu kaca yg Yesung beli di Amerika saat ia menjalani terapi.
Yeppeo, neomu yeppeo... Ryeowook sangat cantik berpenampilan seperti itu. Meski tanpa make up dan tatanan rambut yg apik. Penampilannya yg sederhana dengan rambutnya yg terurai dan wajahnya yg putih polos tanpa polesan malah membuatnya sangat anggun.
"Oppa... Yesung oppa..." Ryeowook menggoyangkan tangannya di depan wajah Yesung yg masih dalam posisi cengo.
"Wook... Wookie-ah..." Yesung terbata, "Kau cantik sekali..."
"Gomawo oppa, tapi apa maksudmu menyuruhku memakai gaun ini?"
Yesung tiba-tiba berjongkok. Ia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya.
"Wookie-ah... Saranghaeyo..." katanya sambil mengeluarkan benda kecil berbentuk ring dengan permata mungil yg menghiasinya.
"Would you marry me...?" lanjut Yesung. Gantian, sekarang Ryeowook lah yg cengo.
"Oppa..." air mata Ryeowook mengalir, ia terharu sekaligus bahagia.
"Yes, I do..." jawab Ryeowook. Yesung langsung berdiri mendengarnya.
"Jeongmal?" tanya Yesung tak percaya.
"Ne, oppa... Nado saranghae..." Ryeowook tersenyum sangat manis pada Yesung. Seketika Yesung langsung memeluk Ryeowook dan menggendongnya.
Mereka berdua tertawa. Inilah cinta yg Ryeowook inginkan. Kebahagiaan yg sesungguhnya. Bukan kepalsuan. Hatinya benar-benar bahagia bersama Yesung.
Yesung menurunkan gendongannya. Ia dan Ryeowook memulai ritual yg dulu pernah dilakukannya tanpa disengaja, namun sekarang pasti akan dilakukan dengan penuh penghayatan.
Ryeowook memejamkan matanya saat Yesung mulai mendekatkan bibirnya. Menarik nafas dalam sebelum melakukannya, agar ia dapat merasakannya agak lama.
CHU~
Akhirnya bibir mereka bertemu. Ciuman penuh cinta tercipta di antara bibir Yesung dan Ryeowook. Dalam dan lama. Kenikmatan dan kebahagiaan... akhirnya mereka dapatkan setelah melalui rintangan-rintangan berat.
"Kyu... gwaenchanayo?" Sungmin menepuk bahu Kyuhyun yg sedang menonton nuansa romance YeWook dari balik semak.
"Ne, Minnie..." Kyuhyun menghapus air mata-nya. Entah air mata bahagia atau air mata kesedihan.
Sungmin membalikkan tubuh Kyuhyun agar tidak menonton adegan itu lagi. Tiba-tiba...
CHU~
Sungmin mencium Kyuhyun. Tidak terlalu lama, tapi bisa membuat jantung Kyuhyun berdetak kencang.
"Kyu... Bolehkah aku mengambil posisiku dulu?"
"Apa maksudmu Minnie...?"
"Aku akan mengambil posisiku dulu untuk menjadi yeojachingumu dan menggantikan Ryeowook. Bolehkah...?" tanya Sungmin serius.
Kyuhyun mengangguk mantap. "Tentu Minnie... Saranghaeyo..."
"Kyu..." Sungmin tidak menyangka Kyuhyun akan mengatakan kata-kata itu lagi padanya.
"Nado... nado Saranghaeyo..." lanjut Sungmin. Lalu CHU~. Ia mencium Kyuhyun sekali lagi. Kali ini agak lama dan penuh perasaan.
Akhirnya cinta yg sesungguhnya dapat bertemu...
Yesung dan Ryeowook...
Kyuhyun dan Sungmin...
~END~
Wkakakakakak *ketawa nista #digampar* Akhirnya selesai... *ngrentangin tangan* Gimana? Romantis kan? *readers : gak banget deh* Kepanjangan gak?
Puas dengan akhir ceritanya *itu sih gue*. Menurut readers gimana?
Ya... apapun penilaiannya, yg penting author udah nepatin janji happy ending. Mau request ff apa lagi? InsyaAllah author buatin...
Review... Review... *nagih utang mode on sambil noel-noel lengan readers #dilempar*
Review ya readers... Author pamit dulu... See You Next Time... *dadah-dadah dari atas pesawat*
Akhir kata...
ANYEONG~~~~~...
