Summary : For you, I'm willing to lose the world. But for the world, I won't lose you.
Warning : OOC, Gajeness, Miss-Thypo, No Yaoi-No Yuri-No Hentai
Genre : Romance/General
Chara : Multipairing :D
DISCLAIMER : Om Masashi Kishimoto
Hola~ Mayu disini, kembali lagi dengan fict abal saya yang sangat gaje :D *bangga*. Khusus saya persembahkan untuk ulangtahun Hizaki-san dan Yuki-san pada tanggal 17 dan 18 Februari kemarin :D /curcol. Oke, selamat menikmati ^^ jangan lupa klik biru-biru paling bawah yaaaaaa ;D /plak
Hinata mengencangkan sabuk birunya, ia bersiap untuk melakukan 20 tendangan yang bisa saja meremukkan pergelangan kakinya bila ia salah teknik.
"Hyuuga Hinata" namanya dipanggil oleh Kakashi-sensei, dia adalah senior-nya dalam Taekwondo. Guru mesum yang suka baca icha-icha paradise itu memegang sebuah target dimasing-masing tangannya.
"Ha!" tendangan ke Sembilan belasnya berakhir sempurna, namun riuh rendah murid basket mengambil alih perhatiannya, Hinata sibuk memperhatikan seorang cowok berambut merah bata dengan mata jade yang bernomor punggung 5. Sabaku no Gaara, cowok dengan tato kanji 'ai' di dahinya yang akhir-akhir ini sering mampir kedalam pikiran Hinata. Hinata memperhatikannya tanpa sadar ia tersenyum sendiri.
"Hei!" Kakashi yang sedari tadi memperhatikannya memukulkan target tadi ke bahu Hinata pelan.
"Aduh" Hinata meringis.
"Hyuuga, kalau kau mau memperhatikan cowok jade itu, seharusnya kau menjadi seperti—mereka" Kakashi menunjuk beberapa pemandu sorak yang sedang berjingkrak norak dengan pom-pomnya dan terkadang berteriak histeris kala Gaara mencetak angka.
"Ma-maafkan aku Sensei" Hinata membungkuk minta maaf sambil menyembunyikan wajahnya yang agak merona.
"Hm, sudahlah. Lanjutkan tendangan terakhirmu." Perintah Kakashi.
~OoO~
Hinata harus pasrah saat ia menerima hukuman push-up sebanyak 10 kali dari Kakashi gara-gara memerhatikan Gaara, cowok panda yang populer dan kabarnya tak mudah menaklukan hati dinginnya. Karena itu, ia harus pulang terakhir dari teman-temannya yang lain. Ia mendesah dan memasukkan seragam Taekwondo-nya kedalam lokernya. Kemudian menguncinya, dan bersiap berjalan ke arah gerbang sekolah.
'Tadi Gaara tampak keren sekali dengan kaos biru bernomor 5-nya' imajinasi Hinata melayang.
Tiba-tiba, BRUK! Ia menabrak 'sesuatu' didepannya. Aroma maskulin menguar.
"Go-gomen" Hinata membungkuk untuk meminta maaf sambil memperhatikan lantai koridor.
Sosok itu berlalu tanpa sepatah katapun. Membuat Hinata melongo, ia kemudian mendongak saat merasa langkah kaki orang itu sudah agak menjauh.
'Sa-sabaku no Gaara!' desisnya tak percaya. Ia hapal betul perawakan rambut merah batanya, serta sepatu yang selalu ia pakai saat berlatih basket dan kaos nomor 5 yang ia sampirkan di bahunya.
'Sungguh suatu keajaiban aku bisa bertubrukan dengannya!' Hinata berjingkrak dalam hati. Ia sudah lama memerhatikan cowok kelas IX-A itu, sayangnya ia tak pernah bertemu dikarenakan kelas mereka terpaut 5 kelas. Tapi, Hinata tak pernah melewatkan hari ini, ya! Hari Rabu ini adalah hari yang selalu menyenangkan baginya. Saat murid berekskul Basket dan Taekwondo berlatih. Hinata bersyukur ia memilih ekstrakulikuler Taekwondo, selain bisa membela dirinya sewaktu-waktu,ia juga bebas memerhatikan cowok panda yang selalu disoraki paling keras itu.
~OoO~
"Ada apa sih? Kok daritadi kelihatannya Nee-chan sumringah sekali?" Hanabi bertanya—menginterogasi Hinata yang sepertinya sedang dalam mood terbaiknya.
"Tidak apa-apa" Hinata nyengir menyembunyikan perasaan sebenarnya.
"Yang benar?" Tanya Hanabi tak percaya, gadis berumur 13 tahun itu melirik Hinata.
"Be-benar kok. Memangnya ada apa di wajahku sampai-sampai kau tak mempercayaiku Hanabi?" Hinata tersenyum jengah. Hanabi adalah adiknya yang paling ia sayangi, serta kadang—agak menyebalkan, terbukti dengan sifat pengocehnya yang entah turunan darimana bila dibandingkan Hinata dan Neji, kakak-kakaknya. Namun inilah Hanabi, cerewet namun kritis terhadap sesuatu. Dan ia sangat membantu Hinata dalam soal pelajaran,fashion,cinta sekalipun.
"Um… Yasudah kalau begitu" Hanabi lebih baik mengalah. Ia tahu Hinata berbohong, dan ia akan menginterogasinya malam nanti, saat yang tepat sebelum tidur. Bagaikan dongeng 1001 malam.
~OoO~
"Bertemu tuan Panda?" Hinata bersiap menutup kelopak matanya saat Hanabi dengan secara 'tak' sengaja menyebut sesosok yang sedari tadi bergumul dipikirannya.
Mata Hinata membulat, "Kau berbicara dengan siapa Hanabi? Jangan ngomong yang aneh-aneh ah, sana cepat tidur!" suruh Hinata sambil membalikkan badannya dan menarik selimutnya sampai menutupi kepalanya.
"Benar 'kan tuan Panda itu yang bikin Nee-chan jadi sumringah gini?" Hanabi menyeringai.
"Ap-apa apaan kau ini, sana cepat tidur kalau tak mau terlambat besok" perintah Hinata lagi.
Kalau Hanabi tahu, saat itu Hinata tengah menutupi blushingnya dan beruntung tak ada yang melihat atau sekedar mengintipnya dari balik selimut, kalau itu terjadi… Hinata terancam diolok-oloki Hanabi selama 24 jam penuh!
Gimana? Ancur? Itu sangat-ups
Pendek banget yak? Aduh =w=
Btw saya menerima kritik bukan flame , jadi ayooo silahkan klik biru-biru dibawah ini yak #promosi
Sebenernya ini fict harusnya di publish tepat pada tgl ultah-nya Hizaki-san sama Yuki-san, atau sekitaran tanggal 19 kemaren,tapi saya lagi gak ada ide -_- /plak
arigato ^^
