49 Days

Summary:: Sebuah kecelakaan yang membuat Sungmin harus mencari belahan jiwanya dan 3 orang yang benar-benar menyayanginya dalam wujud roh dan dalam waktu 49 hari.

Pair:: Kyumin (Kyuhyun and Sungmin) and other

Rated:: T

Warn:: Hati-hati! Terdapat kegaje-an, BL, OOC, Typo(s), dll. Hohohoho *plakk*

Disclaimer:: yang jelas bukan punya saya, mereka adalah hak YME, orang tua mereka dan diri mereka sendiri

Chap 2 update! Gak nyangka ternyata ada yang review, senangnya~ *nebar bunga*. Ok! Saatnya balasan review:

Chinatsu Kajitani Teukkie:: Nih udah panjang, baca terus ya.. Gomawo ^^

Cocondul sukayaoi:: terima kasih atas penantian lamanya chingu, aku sangat senang kalau chingu masih tetap ingin baca ff ini. *Ngusap air mata*lebay** . Thx ya chingu.. ^^

Princess Angela:: chap 2 update..! Semoga masih mau nunggu yang chap 3 yah… Gomawo ^o^

Maykyuminnie:: iya sih chingu, drakor nya emang sad ending. Tapi seru loh, coba deh nonton drakornya. Tenang aja, author usahain supaya ni ff gk sad ending soalnya author juga gak tega bikin sad ending. Thx ya udah mau baca dan review.. ^^

hie:: Taraaa! Sesuai dengan harapan chingu, Kyuhyun akhirnya muncul dichap ini.. Tetap baca ya chingu.. Gomawo~ ^^

Evilpumkin:: Wohooo~ chap 2 akhirnya update juga.. Semoga masih berminat untuk baca nih ff gaje.. ^^ Gomawo ya dah mau baca..

minnie beliebers:: OK! Ini chap 2 yang chingu tunggu.. thx udah baca..

pity mbumkyumin elf4ever:: yang 3 orang itu belum nongol dichap ini, chingu.. Mungkin akan menyusul dichap 3 atau 4.. Gomawo chingu, semoga setelah ini chingu masih mau menunggu yang chap 3..

ChriztChul:: Ini dia chap 2 nyaa~ semoga memuaskan, ya.. ^.^

YooMi:: Iya, author emang sengaja jadiin Teukkie malaikat pencabut nyawa.. hehehe, mian kalau updatenya lama.. ^^ Gomawo chingu..

Lee Soo Hyun:: Gomawo atas penungguannya(?). Dichap ini Kyu muncul kok.. ^^

yenni gaemgyu:: hahaha, thx ya dah baca n review.. ditunggu pendapatnya dichap ini.. ^^

nirs:: drakornya keren loh, chingu.. Alur ff ini sama drakor aslinya agak berbeda.. gomawo ya dah baca.. semoga tetap niat bca ff ini..

EvilBungsu:: Mian yah kalau chap 2 ini kurang seru, author usahain chap depan memuaskan readers.. Jadi author harap chingu tetap mau baca n review nih ff ya.. ^^ gomawo..

Sekian balasan reviewnya.. Ok, semoga chap 2 ini dapat memuaskan readers sekalian.. Selamat membaca. *Lambai2*(?)

Enjoy ^^

_^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^_

Dimalam hari yang sunyi, seorang namja manis sedang berjalan sambil menendang kerikil-kerikil kecil pertanda ia sedang bosan, seorang namja yang dikenal dengan nama Lee Sungmin. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan.

Tiba-tiba ia teringat sesuatu, sesuatu yang baru saja ia sadari. Lalu Sungmin pun menekan tombol khusus pada 'HP'nya. Menghubungi Leeteuk, malaikat penjemput nyawa.

Beberapa detik kemudian Sungmin terkejut dengan kedatangan seseorang yang secara tiba-tiba itu. Yup, Leeteuk telah sampai tepat didepannya.

"Hwoaa! Kapan kau datang? Datang dengan apa? Kok bisa sampai secepat itu?" Sungmin terkaget-kaget sambil celingak-celinguk mencari kendaraan apa yang dinaiki Leeteuk.

"Tentu saja dengan kekuatanku, Sungmin-ah." Kata Leeteuk sembari tersenyum. "Ada perlu apa?" lanjutnya.

"Oh ya. Aku ingin tanya, bagaimana cara membedakan mana yang jodohku dan mana orang yang menyayangiku?" tanya Sungmin penasaran.

"Oh iya. Maaf tadi aku lupa memberitahumu. Maklumlah, aku sudah ehem ehem sudah yaahh kau tahu sendirilah tentang umur. Untung saja kau ingat dan bertanya padaku." Kata Leeteuk sambil cengengesan.

"Begini, orang-orang yang menyayangimu itu adalah orang-orang yang kau kenal. Mungkin seperti teman dekat atau sahabat. Tapi kalau jodohmu, kemungkinan besar adalah orang yang tidak kau kenal." Jelas Leeteuk serius.

Sungmin hanyak menganggukkan kepala saja tanda mengerti. "Gomawo, hyu-eh" belum selesai Sungmin berterimakasih, Leeteuk sudah menghilang secara tiba-tiba dan tanpa aba-aba(?).

"Ck, kebiasaan." Gumam Sungmin sweatdrop dan kembali melanjutkan menendang kerikilnya, ia bermaksud kembali ke rumah sakit. Tempat ia dirawat.

#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~

Matahari bersinar cerah dipagi hari ini, pertanda telah berganti hari yang baru bagi kehidupan manusia. Saat itu Sungmin sedang jalan-jalan menikmati sejuknya pagi hari, tapi rasanya tidak lengkap karena ia tidak bisa menyapa dan tersenyum kepada orang yang ia kenal saat bertemu dijalan. Ia menundukkan kepalanya melihat kearah tanah sambil terus berjalan lurus. Tiba-tiba seseorang yang sedang berjalan tidak sengaja menabrak punggungnya.

BUGHH!

"Ah, maaf. Tadi aku sedang tidak fokus kejalanan." Kata namja yang menabrak Sungmin tadi sambil menunduk. "Ya, tidak apa." Jawab Sungmin sambil tersenyum dan kembali menundukkan kepalanya saat namja itu sudah kembali berjalan mendahuluinya dengan langkah panjang.

Tiba-tiba Sungmin mengkat kepalanya sambil terbelalak menyadari sesuatu yang ganjil.

'Dia bisa melihatku!' pikir Sungmin terkejut. Ia sesegera mungkin menyusul namja yang tadi menabraknya.

"Hei!" Seru Sungmin memanggil namja tadi sembari terus berusaha menyamai langkah namja tadi.

"Aku? Kau memanggilku?" tanya namja tadi setelah membalikkan tubuhnya dengan wajah bingung.

"Iya, kau.. Kau bisa melihatku?" tanya Sungmin ragu saat jarak mereka sudah lumayan dekat.

"Ya tentu saja aku bisa melihatmu, aku kan tidak buta." Jawab namja tadi sedikit kesal dengan pertanyaan aneh yang dilontarkan oleh Sungmin.

"Bukan, bukan itu maksudku... Kau benar-benar bisa melihat-"

"Mian, aku sedang terburu-buru. Mungkin jika kita bertemu lagi kau bisa melanjutkan kata-katamu. Annyeong." Potong namja itu lalu melanjutkan langkahnya dengan langkah panjang dan cepat.

Sungmin berinisiatif untuk mengikuti namja tadi. Toh gak ada yang bisa melihatnya, jadi dia tidak mungkin dikira penguntit. Sungmin terus mengikuti kemana namja itu melangkah, sehingga mereka sampai didepan sebuah gedung yang besar. Gedung kampus, ternyata namja tadi terburu-buru karena kuliah.

Namja itu lalu memasuki gedung itu dengan Sungmin tetap mengekor(?) dibelakangnya tanpa sepengetahuan namja itu.

Mereka memasuki sebuah kelas yang cukup sepi, ralat, sepertinya memang sepi karena didalam kelas tersebut hanya ada seorang namja berambut merah dan tinggi yang selangit. *Author lebayy*

"Ah, Kyuhyun! Akhirnya datang juga, aku sudah lama menunggumu lohh." Ujar namja merah *plakk* itu sambil tersenyum penuh arti.

'Ooh, ternyata nama namja ini Kyuhyun. Nama yang cukup bagus.' Pikir Sungmin.

"Huh, menungguku atau menunggu jawaban tugas yang diberikan Kim seongsaengnim, Mi?" tanya Kyuhyun malas sembari berjalan kearah bangkunya yang tepat disamping namja berambut merah tadi, Zhoumi. Ternyata Kyuhyun terburu-buru hanya karena Zhoumi yang berkepentingan dengan jawaban tugasnya. = ="

"Hehehe, aku lebih memihak kepada jawaban itu." Ujar Zhoumi cengengesan sambil menerima buku tugas dari tangan Kyuhyun.

Setelah Kyuhyun memberikan bukunya ke Zhoumi dengan setengah hati, Kyuhyun pun duduk di bangkunya. Namun...

"UWWAAA!" Kyuhyun berteriak kaget saat matanya menangkap sosok yang tadi ditemuinya dijalan tengah berdiri dengan tenang didepannya, Sungmin.

"Halo." Sapa Sungmin santai sambil tersenyum manis.

"Kau kenapa, Kyu? Kok tiba-tiba teriak?" tanya Kyuhyun heran dengan teriakan tiba-tiba dari Kyuhyun.

"Kenapa kau mengikutiku?" tanya Kyuhyun setelah sadar dari keterkejutannya. "Dari tadi, sejak kau berpamitan denganku dijalan." Lagi-lagi dengan mengandalkan senyum manisnya, berharap namja itu tidak ketakutan saat tahu siapa dia sebenarnya.

"K-Kyu.. Ka-Kau bicara dengan siapa?" tanya Zhoumi yang sudah berkeringat dingin dengan sikap aneh sahabatnya itu.

"Ya berbicara dengan dia lahh, memang siapa lagi?" jawab Kyuhyun menunjuk kearah Sungmin. "Ta-tapi, dikelas ini hanya ada kau dan aku, Kyu." Jelas Zhoumi.

"Mi, matamu rabun ya? Ini jelas-jelas ada namja dihadapanku, masa kau tidak lihat. Namja ini ternyata dari tadi mengikutiku terus. Aku tahu kalau aku itu ganteng, tapi gak perlu sampai mengikutiku hingga kekampus dong." Kata Kyuhyun yang diselipi dengan sedikit kenarsisan =.=

" Aku tidak melihat siapa pun dikelas ini selain kita, Kyu. Hah! Jangan-jangan kau punya indera keenam." Tebak Zhoumi sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya, kaget dengan lebaynya. *Author digeplak*

Kyuhyun langsung menatap Zhoumi dengan mata terbelalak, kaget dengan kata-kata Zhoumi. "Ta-tapi selama ini aku gak pernah melihat hantu kok, baru hari ini aku melihat dia. Dan tampangnya tidak seperti hantu." Kata Kyuhyun sambil melihat kearah kaki Sungmin yang masih menatapak kelantai. Sungmin belum meninggal, jadi dia belum bisa melayang.

"Ya! Kok kalian malah asyik ngobrol sendiri?" Sungmin menggembungkan pipinya kesal. Kyuhyun hanya menatap horor ke Sungmin. Kenapa? Alasannya karena, mana ada hantu yang aegyo seperti Sungmin.

"Kau... Hantu?" tanya Kyuhyun ragu. "Bukan, aku bukan hantu. Tapi aku roh yang keluar dari tubuhku dan tidak bisa masuk lagi. Makanya aku terkejut saat kau bisa melihatku." Jelas Sungmin dengan senyum yang agak sedih.

"Kenapa bisa?" tanya Kyuhyun lagi. Sedangkan Zhoumi hanya mengerjakan tugasnya sambil mengucurkan keringat dingin dan membiarkan sahabatnya berbicara dengan makhluk tidak jelas itu.*plakk*

"Aku kecelakaan dan keluar dari tubuhku, sekarang aku sedang koma dirumah sakit. Aku sangat senang akhirnya ada yang bisa melihatku, itu ada kemungkinan besar kau adalah jod- AHH!" kepala Sungmin terasa sakit saat ingin melanjutkan kata-katanya. Tiba-tiba Leeteuk muncul disampingnya.

"Kau tidak boleh memberitahu tentang misimu, jika kau beritahu dan manusia sudah tahu tentang itu maka kau tidak akan bisa hidup lagi." Dan setelah mengatakan itu, Leeteuk langsung menghilang lagi.

"Kau kenapa?" tanya Kyuhyun khawatir. "Tidak, aku tidak apa-apa. Aku boleh meminta sesuatu?" tanya Sungmin.

"Mau tanya apa?"

"Bolehkah aku tinggal bersamamu hingga waktu tiba?" tanya Sungmin dengan rawut wajah sedih dan memohon. Kyuhyun tidak tega melihat raut wajah itu jika ia menolaknya, tapi masa ia harus tinggal bersama makhluk gaje ini sih? Apa kata dunia kalau Kyuhyun yang paling ganteng *hoekk* ini tinggal dan mengurus makhluk yang gak jelas dihadapannya ini?

"Ba-baiklah. Tapi mengapa harus tinggal bersamaku? Kau kan bisa mengurus dirimu sendiri."

"Aku tidak mungkin terus sendirian dengan keadaan seperti ini. Dan saat ini hanya kau yang bisa melihatku. Kumohon." Sungmin mengeluarkan jurus rabbit eyesnya yang membuat Kyuhyun semakin tidak tega.

"Ya, ya. Kau boleh tinggal bersamaku. Dan perkenalkan, namaku Cho Kyuhyun dan si koala ini Zhoumi." Jelas Kyuhyun. "Psst, kenapa kau mengenalkanku juga sih?" Zhoumi berbisik dengan pelan.

"Namamu? Atau jangan-jangan kau tidak punya nama? Kalau begitu kupanggil hantu atau setan saja, ya." Dengan seenak jidatnya dia menyebut Sungmin setan.

"Aku punya nama! Jangan panggil aku setan, namaku Lee Sungmin." lama-lama rasanya Sungmin ingin melemparkan sepatu kewajahnya Kyuhyun yang nyebelin. "Iya, iya. Aku ingin belajar, jadi jangan menggangguku ya." Sungmin menurut dan melangkah menjauh dari Kyuhyun.

Saat Sungmin ingin keluar dari kelas, ia sempat menoleh sebentar dan ia langsung melotot. 'Jadi yang namanya belajar itu main PSP, ya? Dasar bocah jelek.' Pikir Sungmin dan melangkah menjauh dari kelas itu.

"Kyu, dia benar-benar hantu ya? Apa tampangnya mengerikan dan mengeluarkan darah disana-sini?" Zhoumi merinding saat membayangkan hantu jenis apa yang Kyuhyun lihat. "Tidak. Dia bahkan sangat manis untuk ukuran seorang namja." Jawab Kyuhyun santai.

"Manis?" belum sempat Kyuhyun menjawab, bel pertanda pelajaran akan dimulai sudah bordering. Mereka pun menghentikan pembicaraan itu dan mempersiapkan diri untuk belajar.

~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~

"Kyu, setelah ini kau mau kemana?" tanya Sungmin saat Kyuhyun keluar dari gedung kampus. "Pulang, tidak ada tempat yang ingin kukunjungi." Jawab Kyuhyun. "Oh ya, kau ingin menjengukku dirumah sakit, tidak?" tawar Sungmin.

"Untuk apa?"

"Ya, menjenguk saja." Kata Sungmin. "Ya sudahlah. Ayo, tunjukkan dimana rumah sakitnya." Akhirnya Kyuhyun pun menerima tawaran Sungmin.

~Di Rumah Sakit~

"Permisi." Kata Kyuhyun sembari membungkukkan badan saat ia memasuki kamar rawat Sungmin sedangkan Sungmin sedang berdiri disamping Kyuhyun. Disana terdapat keluarga Sungmin, ayah, ibu, dan Sungjin.

"Saya temannya Sungmin, ingin melihat keadaannya." Lanjutnya. "Ah, temannya Sungmin? Kebetulan saya dan istri saya akan pulang kerumah untuk mengambil sesuatu. Bisa kau tolong Sungjin untuk menjaga Sungmin?" tanya ayah Sungmin.

"Baiklah." Jawab Kyuhyun. "Terima kasih, nak. Kami pergi dulu." Dan setelah itu ayah dan ibu Sungmin keluar dari kamar itu.

"Kau tamannya Sungmin hyung?" tanya Sungjin memastikan. "Iya, Cho Kyuhyun imnida."

"Tapi setahuku Sungmin hyung tidak memiliki teman yang bernama Kyuhyun ataupun yang bermarga Cho." Kata Sungjin. Sungmin hanya bisa berkeringat dingin saat mengingat dongsaengnya ini selalu mengetahui siapa saja teman yang dimiliki Sungmin dan Sungjin itu tidak akan membiarkan orang yang asing baginya untuk mendekati Sungmin jika Sungmin tidak memperkenalkan orang itu ke dia.

"Ah, mungkin saja kau lupa." Kyuhyun berusaha meyakinkan. "Tidak, aku tidak pernah lupa siapa saja teman-teman hyungku." Pandangan mata Sungjin menatap tajam kearah Kyuhyun.

"Jangan-jangan kau penipu." Tuduh Sungjin.

'Mati aku! Kenapa dongsaengnya susah sekali diyakinkan sih? Dasar brother complex, bagaimana ini? Aku kan bukan penipu, lagian aku memang temannya Sungmin hanya saja sekarang Sungmin dalam wujud roh. Kenapa otak jeniusku tidak berjalan disaat sepenting ini sih?' pikir Kyuhyun.

~TBC~

Wohohohoho! Lalu bagaimana nasib Kyuhyun jika ketahuan? Wahahaha, author gak bisa bayangin gimana nasib Kyuhyun ditangan Sungjin. *Readers: author licik.*

Oh ya, jangan heran ya kalau alur cerita disini agak berbeda dengan yang aslinya. Saya memang sengaja membuat alurnya beda, hhehe.

Oh ya, bagi yang mau berteman atau cerita-cerita sama author *ge-er* readers bisa like FP author : E.L.F (Ever Lasting Friends) love SuJu

Atau add FB author: Cindy Luffy D' Aozora

Sekian atas promonya *plakk*

Ok, akhir kata: Please Reviewnya.. Gomawo m(_ _)m