49 Days

Summary:: Sebuah kecelakaan yang membuat Sungmin harus mencari belahan jiwanya dan 3 orang yang benar-benar menyayanginya dalam wujud roh dan dalam waktu 49 hari.

Pair:: Kyumin (Kyuhyun and Sungmin) and other

Rated:: T

Warn:: Hati-hati! Terdapat kegaje-an, BL, OOC, Typo(s), dll. Hohohoho *plakk*

Disclaimer:: yang jelas bukan punya saya, mereka adalah hak YME, orang tua mereka dan diri mereka sendiri

Aloha! Ada yang kangen sama author? *Readers: Hooeekk!*

Ok! Ok! Jangan perdulikan yang tadi itu. Chap 3 update! Mana pendukung ff 49 Days (+author)? Maaf ya kalau chap 2 kemarin agak pendek, soalnya ide author lagi blank dan author juga gak mau membiarkan readers sekalian menunggu terlalu lama.

Oh ya, sepertinya terjadi kesalah pahaman disini. Banyak readers yang menganggap kalau Kyu itu salah satu dari 3 orang yang menyayangi Sungmin. Sebenarnya Kyu itu gak termasuk 3 orang itu, Kyu itu masuk ke kelompok khusus. Kyu itu masuk ke orang yang menjadi jodoh Umin *yahh bocor dah rahasia Author* jadi Umin harus cari 4 orang, 1 orang sebagai jodohnya dan 3 orang yang menyayanginya. Maaf kalau berbelit. ^^

Okeh! Silahkan membaca chap 3 ini.. Semoga menyenangkan hati readers semua.. G.O.M.A.W.O~ ^^

Enjoy!

~(o.o~) ~(^ w^)~ (~o.o)~

"Jangan-jangan kau penipu." Tuduh Sungjin.

'Mati aku! Kenapa dongsaengnya susah sekali diyakinkan sih? Dasar brother complex, bagaimana ini? Aku kan bukan penipu, lagian aku memang temannya Sungmin hanya saja sekarang Sungmin dalam wujud roh. Kenapa otak jeniusku tidak berjalan disaat sepenting ini sih?' pikir Kyuhyun.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

_._._._._._._._._._._._._._._._._

"Kenapa diam?" tanya Sungjin. "A-aku benar-benar temannya Sungmin kok." Jawabnya.

"Kalau tidak percaya, aku bisa buktikan kok." lanjut Kyuhyun dengan mantap, tapi sedetik kemudian ia merutuki kata-katanya tadi. 'Haduuuhh! Bodoh banget sih! Kali ini aku benar-benar mati!' kata Kyuhyun dalam hati sambil merutuki nasibnya. Sedangkan Sungmin hanya menepuk jidatnya pasrah dengan kebodohan yang dilakukan Kyuhyun.

"Kyu, kau benar-benar cari mati." Kata Sungmin ke Kyuhyun.

"Ok, kalau begitu buktikanlah kalau kau teman Sungmin hyung. Apa warna kesukaan Sungmin hyung?" tanya Sungjin santai, berbeda dengan Kyuhyun yang sudah keringat dingin.

Kyuhyun melihat kearah Sungmin dan menatapnya dengan tatapan, 'apa-warna-kesukaanmu-wahai-makhluk-gaje?'

Sungmin melotot kearah Kyuhyun. "Pink." Jawab Sungmin singkat, padat dan jelas. Kini giliran Kyuhyun yang melotot. 'MWO? Dia suka warna pink?' pikir Kyuhyun terkaget-kaget(?).

"Umm, warna kesukaannya pink." Jawab Kyuhyun setelah selesai dari kekagetannya. "Ok. Pertanyaan kedua. Apa hewan kesukaan hyungku?" tanya Sungjin sambiol merubah posisi duduknya.

"Kelinci." Jawab Kyuhyun setelah mendapatkan bisikan dari setan *plakk* maksudnya bisikan dari Sungmin. "Pertanyaan ketiga. Keahlian apa saja yang dimiliki hyungku?" tanya Sungjin lagi.

Kyuhyun kembali menatap Sungmin. "Aku pandai menyanyi, sulap dan menari." Kata Sungmin dengan bangga.

"Dia pandai menyanyi, menari, bela diri dan sulap. Benar, kan?" jawab Kyuhyun bangga dan tersenyum lebar. *Kok Kyu yang bangga sih?*

"Sudah cukup kan pembuktiannya?" tanya Kyuhyun.

"Haah, yasudahlah. Aku sudah yakin kalau kau temannya Sungmin hyung. Aku ingin keluar dulu sebentar, tolong kau jaga hyungku dulu sampai aku kembali." Lalu Sungjin pun melangkahkan kakinya menuju pintu keluar, namun berhenti sejenak saat ia sudah memegang gagang pintu. "Dan jangan macam-macam terhadap hyungku." Setelah itu ia pun keluar dari kamar itu.

"Ck, dasar. Dongsaengmu itu benar-benar brother complex, ya." kata Kyuhyun sembari melangkah mendekati raga Sungmin dan meletakkan bunga mawar pink yang ia bawa dimeja.

"Ya, itulah dia dongsaengku tersayang." Jawab Sungmin sambil tersenyum. Tiba-tiba seseorang membuka pintu geser dan masuk kekamar itu.

"Eh? Ada orang? Siapa ya? Temannya Sungmin oppa, ya?" tanya yeoja yang masuk kekamar itu. "Ah, iya. Aku temannya. Kau siapa?"

"Aku pacarnya Sungmin oppa, Sunny imnida." Yeoja itu, Suny tersenyum manis kearah Kyuhyun. sedangkan Sungmin yang tadinya tersenyum sekarang senyumnya sudah tergantikan dengan wajah bĂȘte saat melihat yeoja itu.

"Huh! Kenapa wanita ini datang-datang segala?" Kata Sungmin kesal sambil memalingkan wajahnya. Kyuhyun hanya bingung dengan perkataan Sungmin tadi. 'Bukannya yeoja ini pacarnya. Lalu kenapa dia tidak suka Sunny datang menjenguknya?' pikir Kyuhyun. pintu geser kembali terbuka dan menampakan Sungjin yang melangkah masuk kedalam kamar.

"Ah, noona. Kapan noona datang? Sudah lama?" tanya Sungjin.

"Ah, tidak kok. Aku baru saja sampai."

"Kalau begitu aku pamit pulang dulu, annyeong." Setelah membungkuk hormat, Kyuhyun pun keluar dari kamar itu yang tentu saja diikuti oleh roh Sungmin.

"Oh ya, Sungmin-"

"panggil aku hyung." Potong Sungmin. "Iya, iya. Sungmin hyung, kenapa tadi sepertinya kau tidak suka Sunny datang menjengukmu?" tanya Kyuhyun sembari duduk dikursi taman dan diikuti oleh Sungmin yang duduk disampingnya. Mereka kini sedang ada ditaman yang cuku sepi mengingat hari sudah sore.

"Sebelum aku kecelakaan, aku sempat melihat hal yang sangat mengejutkanku. Aku melihatnya bermesraan dengan sahabatku sendiri. Dia mengkhianatiku. Yang aku tidak mengerti, mengapa harus dengan sahabatku sendiri? Sahabat dekatku, sahabat yang bersamaku sejak kami masih sekolah. Aku tidak mengerti." Kata Sungmin dengan lirih dan pandangan mata yang sedih. Kyuhyun yang mendengar itu pun hanya diam saja. "Sahabat-sahabatku itu sudah kuanggap sebagai saudaraku sendiri." Lanjutnya.

"Sekarang aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku tidak bisa melakukan apa-apa dengan wujudku yang seperti ini."

"Aku akan membantumu." Jawab Kyuhyun cepat.

"Mwo?"

"Aku akan membantumu untuk melakukan hal yang ingin kau lakukan." Jawabnya lagi. "Kau ingin membantuku? Kau serius? Ini tidak gampang, lho." Kata Sungmiin tidak percaya.

"Apapun itu aku tetap akan membantumu." Lagi-lagi Kyuhyun menjawab dengan keyakinan yang besar.

"Tapi, kenapa kau ingin membantuku?" tanya Sungmin. "Ah, tidak. Aku hanya ingin membantumu saja, lagian saling membantu itu hal yang baik bukan?"

"Ahh, gomawo Kyuhyun-ah. Aku sangat senang kau ingin membantuku." Kata Sungmin terharu dan tersenyum manis mendengar kata-kata Kyuhyun.

'Sebenarnya ada sesuatu dari dalam dirimu yang menarikku untuk membantu dan tertarik padamu. Tapi.. Perasaan apa ini?' pikir Kyuhyun, ia memegang dadanya, ada perasaan aneh yang menyelinap saat melihat senyum manis dan tulus dari Sungmin.

"A-ah! Su-sudahlah, lebih baik sekarang kita pulang. Orang-orang yang dari tadi lewat memandang aneh kearahku, aku seperti orang gila yang berbicara sendiri." Kyuhyun pun berdiri dari bangku taman itu.

"Kajja!." Seru Sungmin bersemangat dan berjalan berlalu mendahului Kyuhyun. Perasaan senang dan semangat untuk hidup yang besar sekarang sudah ada didalam dirinya dan itu semua berkat seseorang yang ia temui hari ini, seseorang yang kelak akan melengkapi hidupnya.

Kyuhyun hanya terkikik kecil melihat tingkah Sungmin yang kelewat bersemangat. Kyuhyun pun melangkahkan kakinya berusaha menyamai langkah Sungmin dan berjalan beriringan menuju singgasana- eh maksudnya rumahnya.

~Rumah Kyuhyun~

Sungmin tercengang saat memasuki rumah Kyuhyun. Berantakan, itulah kesan pertama yang didapatkan oleh Sungmin. Kyuhyun hanya cengengesan melihat rumahnya. "Maaf ya kalau rumahku agak berantakan. Soalnya dirumah ini aku hanya tinggal sendirian, aku tinggal terpisah dengan keluargaku karena ingin hidup mandiri." Kata Kyuhyun tanpa dosa.

"Kyu, ini bukan 'agak berantakan' lagi. Tapi ini sudah SANGAT berantakan. Luar biasa! Seperti baru saja terjadi perang jajahan saja." Ujar Sungmin masih tetap dengan wajah tercengang.

"Aissh, hyung! Kok jahat sekali sih, kata-kata hyung menyakiti hatiku." Kata Kyuhyun dengan dramatis sambil berpura-pura sedih. Sungmin merasakan sedikit mual melihat tingkah aneh Kyuhyun.

"Gak usah lebay deh, Kyu. Sudah, cepat kau bereskan rumahmu ini. Aku tidak tahan jika rumahmu terus seperti ini." Ucap Sungmin, tepatnya perintah Sungmin.

"Ah, ogah! Hyung aja yang bersihkan, aku sih males."

"Kyu, kalau aku bisa memegang barang aku pasti sudah melakukannya dari tadi. Tapi sayangnya aku tidak bisa melakukan itu, Kyu. Pleasee~ bersihkan dong, Kyu~." Sungmin melancarkan jurus rabbit eyesnya yang sukses membuat Kyuhyun langsung lemas dan mulai memunguti sampah-sampah yang ada diruang tamu itu. "Hehehe, gitu dong dari tadi. Kau terlihat lebih tampan jika sedang membersihkan ruangan, Kyu." Sungmin terkikik dengan apa yang baru saja ia katakan.

"Ya! Aku ini selalu tampan kapan saja dan dimana saja. Masa namja tampan nan jenius sepertiku dibilang hanya tampan saat beres-beres? Kan gak elit, hyung." Kyuhyun menggembungkan pipinya, tapi gak ada imut-imutnya.*author dibakar Kyu*

"Ya, ya, ya. terserahmu lah, Kyu. Cepat selesaikan itu dan mandi, setelah itu makan jangan sampai kau sakit. Arra?" tanya Sungmin sambil duduk di sofa yang ada diruang tamu itu. "Ne, arraseo, arraseo. Kau seperti eommaku saja." Sungmin tertawa pelan mendengar penuturan dari Kyuhyun. Kata-kata itu sudah sering ia dengar dari Sungjin.

#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#

Pagi hari yang cerah dimana burung-burung berkicau dan matahari bersinar dengan terang. Seorang namja masih tidur dengan nyenyak didalam hangatnya selimut, namun ketenangannya dialam mimpi meluap seketika saat sesuatu yang dahsyat(?) terjadi.

"CHO KYUHYUUUUUUNNN! CEPAT BANGUUUNN!"

BUAGHH!

Pagi yang menggenaskan bagi Kyuhyun saat teriakan itu menggema dan yang lebih menggenaskannya lagi ia terjatuh dari tempat tidur gara-gara teriakan itu, dan malangnya kenapa harus kepalanya duluan yang mencium lantai? 'Ck, siapa sih pagi-pagi gini teriak sekeras itu, udah seperti emak-emak yang kemalingan aja.' Pikir Kyuhyun sambil merangkak(?) dari TKP.

"Apaan sih, hyung? Pagi-pagi udah teriak sekeras itu. Berisik tau!" ucap Kyuhyun sebal saat. Sungmin memang sudah berada dikamar Kyuhyun sejak tadi malam dan roh itu tiddak bisa tidur.

"Aku sudah membangunkanmu dari tadi tapi gak bisa bangun-bangun, yaudah terpaksa pake teriak deh." Jawab Sungmin.

"Ck, kenapa banguninnya sepagi ini sih? Ngantuk nih." Kyuhyun kembali merapatkan selimutnya dan memejamkan matanya.

"Kau ingin terlambat ya, Kyu? Sudah jam 7.10 lho, kau kan masuk jam 7.40? Gak takut dihukum dosen?" Tanya Sungmin. "MWOO? Kenapa baru bilang sekarang? Aissh, hyung ini." Kyuhyun pun melesat masuk kekamar mandi. "Ck, salahmu sendiri tidak mau bangun dari tadi."

#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#

"Yo! Kyu!" sapa Zhoumi saat Kyuhyun yang tentu saja diikuti oleh Sungmin dibelakangnya masuk kekelas. "Hai, Mi." Sapa Kyuhyun.

"Kenapa hari ini datangnya agak lama? Tidak bisa bangun tidur, ya?"

"Iya, untung saja Sungmin hyung membangunkanku." Jawab Kyuhyun. "Haah? Di-dia sekarang juga ada disini?" tanya Zhoumi yang mulai keringat dingin.

"Iya, nih disampingku. Dia nggak gigit kok, cuma menerkam manusia aja." Ucap Kyuhyun iseng. Sungmin hanya meringis kesal, sedangkan Zhoumi keringat dinginnya semakin banyak.

"Kyu, aku keluar ya. Nanti aku akan menunggumu digerbang saja." Kata Sungmin, Kyuhyun hanya mengangguk sebagai jawaban. Sungmin pun melesat pergi dari kelas itu.

"Umm, sekarang lebih baik aku mencari 3 orang itu saja deh. Tapi mencari kemana, yha? Kekampus saja deh." Lalu Sungmin pun melangkahkan kakinya menuju ke kampusnya.

Setelah berjalan tidak terlalu jauh karena ternyata kampusnya cukup dekat dengan kampus Kyuhyun, akhirnya Sungmin berdiri didepan sebuah gedung yang cukup besar.

"Rasanya seperti sudah lama ya tidak melihat kampus ini. Jadi kangen deh." Lalu Sungmin pun melangkahkan kakinya memasuki gedung besar itu. Ia memasuki satu persatu kelas yang ada dikampusnya itu, mencari siapa yang dapat melihatnya. Setelah semua kelas ia kunjungi ternyata tidak ada seorang pun yang dapat melihatnya.

"Ahh, kenapa tidak ada seorang pun yang dapat melihatku." Sungmin sempat bertanya pada dirinya sendiri, dimana sahabat-sahabatnya berada saat ini?

"Ck, apa tidak ada orang yang sungguh-sungguh menyayangiku ya?" gumam Sungmin. Ia bukanlah tipe namja yang mudah menyerah, namun ia merasa dalam hal ini ia tidak mampu menyelesaikannya. Tapi ia tetap berusaha optimis. Apapun itu ia pasti bisa menyelesaikannya dan kembali hidup.

"Mau cari kemana lagi?" gumamnya. Kini ia sedang ada diperpustakaan yang cukup ramai. Suasana yang Sungmin rasakan sangat tenang, rasanya pikiran-pikiran berat langsung meluap saat memasuki perpustakaan itu. Ia terus berjalan menelusuri perpustakaan itu sembari melihat-lihat buku-buku yang tersusun rapi di rak besar. Lalu pandangannya teralih kemeja yang kosong namun terdapat beberapa buku diatas meja itu. Ada sebuah buku yang sedang terbuka tepat dihalaman pertama.

Niatnya sih Sungmin hanya ingin melirik judul buku yang tertera di paling bawah halaman yang diketik dengan huruf kecil. Namun ia menjadi pensaran saat melihat judul kecil dihalaman pertama buku, 'Perjalanan 49 Hari'. *Emangnya ada buku gituan?*

"Selama 49 hari, roh melewati hari-harinya seperti berpetualang. Meskipun seperti berpetualang, namun roh itu berdiri diantara hidup dan mati. Berpetualang demi mempertahankan hidup dan mati bila tidak bisa menyelesaikan tantangan petualangan yang diberikan." Gumam Sungmin membaca isi dari halaman pertama buku itu. Lembar pertama hanya berisikan beberapa kalimat karena terdapat gambar dihalaman pertama itu. Gambar roh yang sedang berdiri diantara gelap dan terang.

Sungmin ingin membalikkan halaman ke halaman kedua namun ia tidak bisa menyentuh barang. Jadilah dia meninggalkan buku itu dan kembali menelusuri perpustakaan yang mulai cukup sepi. Saat ia ingin berbelok ke kanan berniat menuju ke blok berikutnya, ia berpapasan dengan seorang namja.

"Wookie?" tanya Sungmin kaget.

"Hyung!" jawab namja itu. Sungmin sangat kaget, namja yang dipanggil Wookie itu juga terlihat kaget. Mereka sama-sama membelalakan mata, tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Wookie, ia adalah sahabat Sungmin dan Siwon.

~TBC~

HWAAA~ Gimana reaksi Wookie sama Umin setelah mereka bertemu nih? Tunggu chap selanjutnya ya... Kalau penasaran, tunggu dan baca terus chap selanjutnya.. ^^

Author tambah semangat baca review dari readers, thanks buat dukungannya~

Gomawo buat yang baca dan terutama buat yang udah nge-review:

widiwMin, Lee Soo Hyun, nina a nizz kyuyeeunminelf, minnie beliebers, ChriztChul, Yoomi, EvilPumkin, Sung Hye Ah, YuyaLoveSungmin, hie, JunJunMinnie, Rhie chan Aoi sora, Maykyuminnie, Kang Min Hyun, risa-chan-amarfi, cho tika hyun, WeniGiggs, mako47117, Jirania Triana, EvilBungsu, kang so hwi.

Thanks a lot buat reviewnya~ author seneng deh masih ada yang mau baca dan nunggu nih ff gaje. Makasih banyak~ akhir kata dari author:

Please Review~ m(_ _)m