49 Days
Summary:: Sebuah kecelakaan yang membuat Sungmin harus mencari belahan jiwanya dan 3 orang yang benar-benar menyayanginya dalam wujud roh dan dalam waktu 49 hari.
Pair:: Kyumin (Kyuhyun and Sungmin) and other
Rated:: T
Warn:: Hati-hati! Terdapat kegaje-an, BL, OOC, Typo(s), dll. Hohohoho *plakk*
Disclaimer:: yang jelas bukan punya saya, mereka adalah hak YME, orang tua mereka dan diri mereka sendiri
Hi! Chap 4 update! Masih ada yang berminat membaca FF ini? Semoga saja masih ada. ^^
Ok, silahkan baca chap 4.
Enjoy!
~(^o^~) ~(^w^) ~ (~^o^)~
Saat ia ingin berbelok ke kanan berniat menuju ke blok berikutnya, ia berpapasan dengan seorang namja.
"Wookie?" tanya Sungmin kaget.
"Hyung!" jawab namja itu. Sungmin sangat kaget, namja yang dipanggil Wookie itu juga terlihat kaget. Mereka sama-sama membelalakan mata, tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Wookie, ia adalah sahabat Sungmin dan Siwon.
"Wookie? Akhirnya.. Ketemu juga satu orang." Gumam Sungmin pelan.
"Hy-hyung. Ke-kenapa hyung bisa ada disini?" Tanya Wookie yang memiliki nama asli Kim Ryeowook. "Wookie, kau-"
"Wookie, kau sedang berbicara dengan siapa?" Tanya seorang namja yang tiba-tiba datang dari belakang Ryeowook dan memotong perkataan Sungmin. "Ah, Yesung hyung." Yesung juga merupakan salah satu sahabat Sungmin.
Ryeowook sempat heran dengan pertanyaan Yesung. 'Kenapa Yesung hyung bertanya seperti itu padaku? Memangnya dia tidak melihatku sedang berbicara dengan Minnie hyung? Aneh. Jangan-jangan..' pikir Ryeowook.
"Aniyo, aku tidak berbicara dengan siapa-siapa. Hyung, bisa kau tunggu aku diluar saja? Aku masih ingin mencari buku." Kata Ryeowook pada Yesung.
"Baiklah, jangan lama-lama ya." Lalu Yesung pun melangkah keluar dari perpustakaan itu.
"Hyung, kenapa hyung ada disini? Bukannya hyung seharusnya sedang dirumah sakit?" Tanya Ryeowook bingung dengan suara pelan. "Ya, saat ini aku sedang koma dirumah sakit." Jawab Sungmin. Ryeowook hanya mengernyitkan dahi, tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Sungmin.
"Maksud hyung apa? Dan kenapa tadi Yesung hyung seperti tidak melihat hyung?" Tanyan Ryeowook lagi.
"Begini Wookie, saat ini aku adalah roh. Jika kau tidak percaya maka kau bisa melihat sendiri dirumah sakit, ragaku masih ada disana." Jawab Sungmin. Ryeowook hanya membelalakkan matanya, kaget dengan jawaban yang diberikan Sungmin.
"MWOOO? ROH?" Seru Ryeowook. 'Betul dugaanku.' Pikir Ryeowook. Kok tumben sih Ryeowook jadi pinter tebak-tebakan? Author salut. *Ditempeleng Wookie*
Semua orang yang berada diperpustakaan itu pun melihat kearah Ryeowook karena merasa terganggu dengan teriakan lantang yang menggelegar diperpustakaan itu. *Lebay banget = ='*
"Mi-mianhae. Aku terlalu fokus membaca buku, jadi lupa kalau ini perpustakaan. Mianhae." Kata Ryeowook meminta maaf sembari membungkuk kearah siswa-siswi yang berada diperpustakaan itu. Setelah merasa tidak diperhatikan orang-orang lagi, Ryeowook kembali menatap kearah Sungmin dengan tatapan terkejut.
"Apa? Kenapa menatapku dengan penuh nafsu seperti itu?" Tanya Sungmin sembari menyilangkan kedua tangannya didepan dada. =.=
"Ya! Hyung! Kau ini!" Kata Ryeowook sambil mengayunkan tangannya kearah kepala Sungmin, namun sayang tangannya menembus dan tidak mengenai kepala Sungmin. Sungmin itu sekarang adalah roh, bukan?
Ryeowook membelalakkan matanya, terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.
"OMONAAA!" Jerit Ryeowook *lagi*
Semua mata memandang kearah Ryeowook. Ryeowook segera tersadar dan kembali membungkuk meminta maaf. "Mianhae, tadi aku mendapatkan berita buruk. Hehehe, mianhae. Silahkan dibaca lagi bukunya." Ujar Ryeowook berbohong sembari senyum-senyum gaje, ia malu sendiri atas reaksi lebaynya tadi. *Dihajar Wookie*
Ok, mari author jelaskan. Sebenarnya tempat Ryeowook dan Sungmin berdiri itu tempat yang cukup sepi, tapi karena teriakan Ryeowook yang cukup keras itu sehingga mengakibatkan orang-orang yang sedang membaca buku dikursi yang disediakan langsung menoleh kearah Ryeowook. Ngerti gak nih, readers? *Readers:: Kagak!* =.=||
"Wookie, kau terlalu lebay deh. Sudah ah, jangan jerit-jerit kayak gitu lagi dong." Kata Sungmin agak kesal dengan reaksi Ryeowook. "Hehehe, mian hyung. Habis aku kan terkejut saat tanganku menembus dan melewati kepala hyung." Bisik Ryeowook pelan.
"Lalukenapa kau bisa jadi seperti ini?" Tanya Ryeowook. "Sebenarnya, aku keluar dari rohku dan aku haru-akkhh!" Belum sempat Sungmin menyelesaikan perkataannya, kepalanya kembali terasa sakit. Ia teringat akan pesan-pesan terakhir*plakk* yang dikatakan Leeteuk padanya.
"Kau tidak boleh memberitahu tentang misimu, jika kau beritahu dan manusia sudah tahu tentang itu maka kau tidak akan bisa hidup lagi."
Ryeowook sempat terkejut melihat Sungmin yang tiba-tiba meringis kesakitan, tetapi ia langsung membekap mulutnya sendiri sebelum ia berteriak dan orang-orang kembali memelototinya.
"Hy-hyung, kau kenapa? Hyung baik-baik saja?" Tanya Ryeowook dengan suara yang pelan. Sungmin hanya mengangguk dengan tangan yang masih memegang kepalanya yang terasa cenat-cenut(?).
"Hyung tadi mau bilang apa?" tanya Ryeowook lagi. "Ani, Wookie-ah. Umm, Wookie."
"Ne, hyung. Waeyo?"
"Bisakah kau merahasiakan tentang kejadian hari ini? Jangan katakan pada siapapun tentang aku yang sekarang sedang menjadi roh. Siapapu, termasuk keluargaku. Please~ Jebal, Wookie-ah~" Mohon Sungmin dengan melancarkan jurus rabbot eyesnya.
Ryeowook mengangguk dan tersenyum melihat kelakuan hyungnya itu. "Baiklah. Akan kurahasiakan, hyung."
"Ah, gomawo Wookie-ah"
"Hyung, sudah dulu ya. Yesung hyung sudah menungguku diluar, lain kali bertemu ya." Bisik Ryeowook dan kemudian melambaikan tangannya sembari berjalan menuju pintu keluar. Sungmin pun memutuskan untuk kembali menelusuri perpustakaan itu.
"Hyung, maaf ya kalau lama. Sekarang kita mau kemana?" Tanya Ryeowook saat ia sudah berada diluar perpustakaan. "Umm, bagaimana kalau kita kerumah sakit menjenguk Sungmin?" tanya Yesung. Ryeowook hanya mengangguk dan tersenyum. "Baiklah, kajja."
Didalam perpustakaan
Sungmin yang mulai merasa bosan dengan tempat yang penuh dengan buku-buku itupun bermaksud untuk kembali kekampus Kyuhyun. Namun saat Sungmin sedang berjalan menuju gerbang kampusnya berniat keluar dari kampus itu, ia tidak sengaja bertemu dengan 2 orang yang telah mengkhianatinya. Siwon dan Sunny.
"Mereka." Gumam Sungmin. ia tak habis pikir kenapa kedua orang itu masih saja tega mengkhianatinya disaat ia sedang tak berdaya dirumah sakit. Matanya tidak sengaja menangkap sesuatu yang saat ini sedang dipegang oleh Siwon. Berkas perusahaan Lee, perusahaan milik ayahnya Sungmin.
Sungmin tidak begitu jelas melihat apa isi berkas itu.
Namun disaat Siwon dan Sunny berjalan mendekat bermaksud berjalan menuju gerbang keluar itu, mata Sungmin dapat melihat dengan jelas apa isi dari berkas yang Siwon pegang itu. Seketika mata Sungmin terbelalak, ia langsung mengikuti langkah Siwon dan Sunny.
Berkas yang ada ditangan Siwon itulah sasaran Sungmin.
Berkas kepemilikkan dan penjualan tanah milik perusahaan Lee.
Berkas itu tidak ada yang boleh memegangnya selain appanya Sungmin sendiri, bahkan eomma maupun Sungmin sendiri yang selaku anak tertua dikeluarga Lee tidak diperbolehkan memegang sertifikat/berkas itu. Jika ingin menjual atau memiliki perusahan Lee harus memegang sertifikat(berkas) itu, namun jika tidak ada cap stempel persetujuan dari nama Sungmin maka perusahaan itu tidak bisa jual.
Sungmin tahu apa yang akan mereka lakukan. Pasti saat ini mereka ingin mengambil stempel yang beratasnamakan Lee Sungmin.
Ternyata selama ini mereka mengkhianati Sungmin hanya untuk menguasai perusahaan milik Sungmin.
#~#~#~#~#~#~#~#~#~#
Saat ini Sungmin sudah tidak mengikuti Siwon dan Sunny lagi, kini ia berjalan dengan tatapan kosong menuju kekampus Kyuhyun.
"Hyung, hyung kemana saja sih?" Tanya Kyuhyun saat Sungmin tiba digerbang kampus Kyuhyun.
"Maaf Kyu, tadi aku ada sedikit urusan." Kata Sungmin dengan senyum yang dipaksakan. "Ayo kita pulang, Kyu." Ajak Sungmin.
"Hyung, kita duduk ditaman sebentar yuk. Aku ingin mencari udara segar." Ujar Kyuhyun. "Tapi Kyu, hari ini mataharinya sangat terik. Bagaimana kalau ketamannya besok saja?"
"Shireo, hyung. Aku maunya hari ini meskipun siang ini matahari sangat terik." Rengek Kyuhyun manja dengan tatapan baby evil yang dipelajari dari author. *plakk*
"Haahh, baiklah."
"Yey!" seru Kyuhyun senang. Sungmin lebih memilih mengalah daripada harus mendengar rengekan Kyuhyun yang bagi Sungmin sangat menggelikan(?). Entah apa yang bagus dari taman disaat siang terik seperti ini yang membuat Kyuhyun si evil sejagat ini menjadi tertarik.
Ditaman
"Bentar ya, Kyu. Kau tunggu disini dulu, aku ada perlu sebentar." Kata Sungmin sembari berdiri dari bangku tang ada ditaman itu. Sedangkan Kyuhyun hanya mengangguk sembari menikmati pemandangan danau yang ada dimelakang taman itu.
Sungmin berjalan menjauh dan mengeluarkan ponselnya dari sakunya. Lalu ia menelepon seseorang yang pastinya adalah Leeteuk.
"Yeoboseo. Ada apa, Min?" Tanya Leeteuk saat mengangkat panggilan dari Sungmin. "hyung, bisa kau ketempatku sekarang? Ada yang ingin kubicarakan."
"Ya, baiklah." Leeteuk pun memutuskan panggilan itu. Tiba-tiba seseorang muncul dari belakang Sungmin. "Annyeong." Sapanya.
"Hwaaa ! kau mengagetkanku saja, hyung." Kata Sungmin saat mengetahui siapa yang tiba-tiba muncul dibelakangnya. "Hehehe, mianhae. Apa apa, Min?" Tanya Leeteuk."Oh ya, hyung. Tadi aku sudah menemukan seorang yang bisa melihatku. Berarti aku harus mencari 2 orang lagi, kan?"
"Aku sudah mengetahuinya. Ne, kau tinggal harus mencari 2 orang lagi. Cari secepatnya sebelum waktumu habis, Min." Jawab Leeteuk.
"Ohh.. Oh ya, hyung. Aku ingin bertanya lagi." Kata Sungmin.
"Ne? Katakanlah." Leeteuk tersenyum lembut.
"Hyung, bisakah kau membantuku? Kau tahu kan kalau aku ini tidak bisa memegang sesuatu. Dan ada hal gawat yang sedang menimpa keluargaku yang parahnya keluargaku tidak tahu masalah itu. Bisa kau bantu aku?" Tanya Sungmin dengan tatapan memohon.
"Mianhae, Min-ah. Tapi peraturan yang diberikan, kami tidak boleh membantu dan mencampuri urusan kalian. Jadi kau harus menyelesaikannya sendiri, Min." jawab Leeteuk. "Yahh, hyung. Masa nggak bisa membantuku sih?"
"Mian, Min. Tapi itulah peraturan yang diberikan kepada kami. Kau harus berusaha sendiri, Min." Lalu setelah mengatakan itu, Leeteuk langsung menghilang.
Sungmin harus menelan kekecewaan petak-petak *plakk* maksudnya bulat-bulat bahwa Leeteuk tidak bida membantunya.
Matanya melirik kearah Kyuhyun yang masih asyik melempar kerikil kedanau. 'Yahh, bagaimana lagi. Coba sajalah.' pikir Sungmin.
Ia berjalan mendekati Kyuhyun dan duduk disampingnya. "Kyu, bisa bantu aku?" Tanya Sungmin dengan tatapan mata yang penuh harap. "Bantu apa, hyung?"
"2 orang pengkhianat itu akan membuat perusahaan appa bangkrut. Aku ingin merebut berkas itu dari tangan mereka, mereka sudah mencuri berkas itu. Dan yang lebih gawatnya, keluargaku tidak ada yang menyadari akan hal itu. Kau tahu sendiri kan Kyu, aku ini tidak bisa melakukan apapun kecuali mengandalkanmu." Jelas Sungmin panjang lebar.
"Jadi? Maksud hyung, hyung menyuruhku mengambil berkas itu dari tangan mereka?" Tebak Kyuhyun. "Yup." Jawab Sungmin sambil mengangguk.
Kyuhyun tampak berpikir. "Tapi bagaimana caranya, hyung?" Tanya Kyuhyun. "Itu bisa kita pikirkan nanti, Kyu. Jadi sekarang bagaimana? Kau mau membantuku,?" Tanya Sungmin. Kyuhyun mengangguk mentap.
"Bukankah kemarin sudah kukatakan kalau aku akan membantu hyung apapun itu." Jawab Kyuhyun tegas. Sungmin yang mendengar perkataan Kyuhyun pun menjadi tersentuh. Sungmin mengeluarkan tissue dari sakunya dan mengusap air mata yang mengalir.
"Srooott!" Sungmin menangis dengan lebaynya. Kyuhyun yang menyaksikan hal itu hanya bersweatdrop ria.
"Hyung. Kau terlalu lebay, hyung." Kata Kyuhyun. "Hentikan itu atau kutinggal kau disini sendirian, hyung." Ancam Kyuhyun. "Ne, ne. aku berhenti." Sungmin pun menghentikan tangisan gaje itu. Ternyata ia hanya berakting karena terbukti dari tangisnya, air matanya dan ingusnya*Eiiuuh* yang tiba-tiba berhenti.
"Lalu siapa 2 orang pengkhianat yang tadi hyung sebut?" Tanya Kyuhyun. "Mereka, pacarku-ah mungkin seharusnya kusebut mantan pacarku dan sahabatku sendiri. Sunny dan Siwon." Jawab Sungmin.
"Ohh." Kyuhyun hanya merespon dengan ber'OH' ria.
"Tapi Kyu, kau benar-benar ikhlas ingin menolongku 'kan?" Tanya Sungmin ragu dengan pernyataan Kyuhyun. "Tentu saja dong, hyung. Kok hyung gak percaya sama aku, sih? Padahal niatku ini sangat baik, lohh." Jawab Kyuhyun.
"Hahaha. Soalnya kan mustahil ada setan yang mau berbaik hati membantuku." Kata Sungmin santai sambil cengengesan. "Huh, hyung ini." Keluh Kyuhyun kesal.
"Hahahaha, bercanda Kyu. Gomawo Kyu, karena kau sudah mau membantuku. Aku tidak tahu harus berbuat apa kalau kau tidak mau membantuku." Ujar Sungmin sembari tersenyum manis ke Kyuhyun.
"Ne, hyung."
"Bagaimana kalau besok kita mulai bergerak?" Tawar Sungmin. "Yosh! Baiklah! Kajja, saatnya kita pulang, hyung." Kyuhyun menarik tangan Sungmin dan berjalan menuju ke rumah Kyuhyun.
~TBC~
Bagaimana aksi Kyuhyun dan Sungmin besok untuk mengambil kembali perusahaan Lee? Readers pada penasaran kagak, nih? Semoga readers pada mau setia nunggu chap depan, ya.. ^^
Ok, ini saatnya ucapan terima kasih untuk reviewers:
EvilPumkin, YuyaLoveSungmin, YooMi, mako47117, Sung Hye Ah, Kang Min Hyun, minnie beliebers, kang so hwi, Maykyuminnie, JunJunMinnie, , Kazama Yume, EvilBungsu, yenni gaemgyu, Snowerskibum, Kim Gyurin.
Terima kasih banyak ya, buat yang dah review. Ok, sekian dulu untuk chap ini sampai jumpa dichap depan. Semoga ada yang mau membaca dan mereview FF ini. Dadah~ *lambai2*
Akhir kata, Review please~ Gomawo. ^^
m(_ _)m
