49 Days

Summary:: Sebuah kecelakaan yang membuat Sungmin harus mencari belahan jiwanya dan 3 orang yang benar-benar menyayanginya dalam wujud roh dan dalam waktu 49 hari.

Pair:: Kyumin (Kyuhyun and Sungmin) and other

Rated:: T

Warn:: Hati-hati! Terdapat kegaje-an, BL, OOC, Typo(s), dll. Hohohoho *plakk*

Disclaimer:: yang jelas bukan punya saya, mereka adalah hak YME, orang tua mereka dan diri mereka sendiri

Chap 5 update! Mian kalau lama. Oke, ini dia 49 Days chap 5 dari author, happy reading~

Enjoy~ ^^

._._._._._._._._._._._._.

.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

"Gomawo Kyu, karena kau sudah mau membantuku. Aku tidak tahu harus berbuat apa kalau kau tidak mau membantuku." Ujar Sungmin sembari tersenyum manis ke Kyuhyun.

"Ne, hyung."

"Bagaimana kalau besok kita mulai bergerak?" Tawar Sungmin. "Yosh! Baiklah! Kajja, saatnya kita pulang, hyung." Kyuhyun menarik tangan Sungmin dan berjalan menuju ke rumah Kyuhyun.

.

.

.

Sesampainya dirumah Kyuhyun, Sungmin merasakan ada sesuatu yang ganjal pada dirinya. 'Kenapa sepertinya wajahku memanas dan jantungku berdegup kencang, ya? Kenapa bisa begini? Apa aku sakit? Tidak, tidak mungkin. Aku kan roh, tidak mungkin aku bisa sakit.' Pikir Sungmin heran.

Tiba-tiba Kyuhyun melepaskan genggamannya ditangan Sungmin karena kini mereka telah sampai didalam rumah. Saat Kyuhyun melepaskan genggamannya itulah Sungmin baru sadar bahwa sedaritadi Kyuhyun terus menggenggam tangannya hingga sampai dirumah.

"K-Kyu, tadi kau menggenggam tanganku." Ujar Sungmin. "Hah? Memangnya kenapa? Tidak boleh, ya?" tanya Kyuhyun. "Ani, bukannya tidak boleh. Masa kau tidak sadar, sih?" tanya Sungmin.

"Apanya yang tidak sadar, hyung?" Kyuhyun hanya menatap Sungmin dengan tatapan bingung.

"Aku kan roh, mana mungkin ada manusia yang bisa menyentuhku." Kata Sungmin. Kyuhyun yang baru menyadari hal itu pun langsung melotot kearah Sungmin.

"Apa? Jangan memelototiku seperti itu, dong." kata Sungmin yang risih dengan tatapan yang Kyuhyun berikan.

"A-aku menyentuh hantu." Gumam Kyuhyun yang kini sedang memelototi tangannya sendiri. "Aku bukan hantu, Kyu. Aku roh. Dan tidak akan pernah menjadi hantu, mengerti?" Sungmin mendengus kesal dengan perkataan Kyuhyun tadi.

"Omaigottt! Aku megang tangan setan! Huwwaaa! Eommaaa! Appaaa! Noonaaa!" jerit Kyuhyun frustasi. "Ih, lebay deh, Kyu." Kata Sungmin ilfeel. Kyuhyun hanya cengengesan gaje. "Lagian kalau setan megang tangan setan kan gak masalah." Ujar Sungmin santai. Lagi-lagi Kyuhyun memelototi Sungmin dengan perasaan kesal.

"Apa maksudmu, hyung? Maksudmu aku ini setan?" Kyuhyun memicingkan matanya. "Yah, begitulah."

"Aisshh, hyung ini. Mana ada setan yang tampan seperti aku ini." Kata Kyuhyun -sok- keren.

"Tapi bagaimana bisa? Atau jangan-jangan sekarang aku juga berubah menjadi roh? Aku jadi roh? Gak mungkin banget deh." tanya Kyuhyun seraya mengrepe-grepe dirinya sendiri =.=. Sungmin yang mendengar kalimat lebeh dari Kyuhyun pun langsung menghadiahinya sebuah jitakan telak dikepalanya.

"Auwwh! Sakit, hyung." Rintih Kyuhyun sambil memegang kepalanya yang terkena kepalan tangan Sungmin tadi. "Kau terlalu berlebihan, Kyu. Kau mandilah dulu, aku masih ada sesuatu yang ingin dikerjakan. Kyuhyun pun beranjak untuk mandi seraya menggumamkan sesuatu.

"Roh yang aneh. Kok bisa ngejitak aku sih? Masa roh bisa megang-megang manusia. Aneh." Gumam Kyuhyun bingung.

Sungmin hanya memandang tangannya dengan mengangkat sebelah alisnya. "Heh? Aku bisa menjitaknya? Aku baru tahu kalau roh itu bisa memegang manusia."

Lalu, Sungmin mengeluarkan ponselnya dari sakunya dan menekan beberapa nomor, setelah itu ia menempelkannya ditelinga. "Kok gak bisa tersambung sih? Memangnya ponsel gaib seperti ini perlu pakai pulsa juga, ya?" gumam Sungmin. ia kembali menekan nomor yang sama dan menempelkannya ke telinga. Tapi yang terdengar hanya nada sambungan yang ditolak. *Maksudnya? =A=*

"Mianhae~ Leeteuk scheduler sedang sibuk, jadi tidak bisa menerima panggilan dari anda~ Silahkan hubungi beberapa tahun(?) lagi~ Annyeong~" Sungmin hanya cengo mendengar operator yang merupakan suara dari Leeteuk.

"Nada penolakan yang aneh." Sungmin menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Waeyo, hyung?" tanya Kyuhyun yang sepertinya sudah selesai dari kegiatan mandinya. "Ah, ani. Tidak ada apa-apa kok. Sebentar lagi sudah mau malam, kau tidak mempersiapkan makan malam?" tanya Sungmin.

"Hyung lupa ya, kalau aku itu tidak bisa memasak sama sekali?"

"Eh? Oh iya. Aku lupa. Lalu bagaimana caranya kau makan malam ini? Kau ingin membeli dari luar lagi?" tanya Sungmin. Kyuhyun hanya mengangguk sebagai jawabannya. "Andai saja aku bisa memegang benda, pasti aku akan membuatkanmu makanan. Kan tidak baik kalau terus-terusan membeli makanan dari luar dan itu juga sangat memboros keuanganmu." Ujar Sungmin.

"Sudahlah, hyung. Tidak apa-apa kok. Lagian aku tidak setiap hari makan makanan cepat saji kok, terkadang noonaku datang mampir kesini dan memberikan makanan." Kyuhyun memakai sepatunya dan bersiap keluar untuk makan malam. "Kajja." Kyuhyun membuka pintu rumahnya dan keluar diikuti oleh Sungmin dibelakangnya. "Kyu, ini sudah mendung loh. Bisa saja sebentar lagi akan hujan." Ujar Sungmin saat ia mengamati keadaan langit yang memang mendung.

"Apa tidak sebaiknya kau membawa payung?"

"Umm, sepertinya memang akan hujan. Sebaiknya aku mengambil payung dulu." Kyuhyun kembali masuk kedalam rumahnya dan mengambil payung yang muat untuk dua orang.

"Ne, kajja. Lebih baik kita bergerak cepat sebelum hujan." Kyuhyun pun berlari kecil menyusuri jalanan yang cukup sepi, Sungmin juga ikut berlari kecil menyeimbangi langkah Kyuhyun.

.

.

.

"Kyu, makannya pelan-pelan, jangan sampai kau tersedak." Sungmin memperingati Kyuhyun sedang makan dengan lahap. "Kalau tidak cepat nanti keburu hujan, hyung." Gumam Kyuhyun dengan mulut yang masih penuh dengan makanan. "Ne, ne." Sungmin melihat kesekeliling restoran sederhana yang kini ia dan Kyuhyun berada. Restoran ini memang didesain sesederhana mungkin dan harga makanan disini pun cukup terjangkau sehingga menjadikan restoran ini terasa sangat nyaman.

"Hyung lihat apa?" bisik Kyuhyun setelah menyelesaikan makanannya. Disana lumayan banyak orang, kan aneh kalau Kyuhyun terlihat bicara sendiri, Sungmin kan tak terlihat.

"Aku hanya lihat-lihat saja. Restoran ini cukup sederhana, ya. nyaman." Ujar Sungmin seraya menyapu pandangan keseluruh penjuru restoran itu. Kyuhyun juga ikut melihat keseluruh ruangan restoran itu.

"Ya, disini memang nyaman makanya aku suka makan disini. Ternyata hyung orang yang suka kesederhanaan, ya?"

"Ne, aku tidak terlalu suka dengan hal yang terlalu mewah." Jawab Sungmin seraya tersenyum.

'Benar-benar orang yang baik, sederhana dan sabar.' Pikir Kyuhyun.

Ah, hyung! Kajja, sudah mau hujan." Lalu setelah membayar uang dikasir, mereka pun pulang dengan berlari kecil.

Dirumah~

"Huwaaa~ Hujan." Gumam Kyuhyun setelah sampai dirumah. Untung saja mereka pulang tepat waktu, kalau telat sedikit mungkin mereka akan kehujanan.

"Kau tidak terkena hujan kan, Kyu? Kalau kau terkena hujan, cepatlah mandi dengan air hangat." Ujar Sungmin sedikit khawatir saat melihat rambut dan baju Kyuhyun sedikit basah, karena tadi ia mendahulukan Sungmin untuk berlari didepan sehingga ia terkena sedikit guyuran air hujan.

"Ani, hyung. Tidak apa-apa, kok."

"Tapi kau terkena air hujan, Kyu. Kau harus mandi. Nanti kau bisa sakit." Paksa Sungmin. "Hanya terkena sedikit saja, hyung. Hyung tidak kena air hujan kan?" tanya Kyuhyun.

"Ani, mana mungkin roh bisa terkena air hujan. Ayo cepat mandi, Kyu. Mandi air hangat. Ppalli! Ppalli! Ppalli!" desak Sungmin seraya menghentak-hentakkan kakinya. "Iya, iya." Kyuhyun pun masuk kekamarnya dan masuk kekamar mandi yang memang tersambung dikamar.

"Pakai air hangat ya, Kyu! Jangan sampai kedinginan!" teriak Sungmin dari luar kamar. Sungmin pun mendudukan dirinya disofa dan mengambil ponsel dari sakunya. Ia kembali menekan beberapa tombol dan menempel ponsel itu ditelinganya.

"Yo! Leeteuk scheduler sedang sibuk sekarang, jadi tidak bisa menjawab panggilan anda~ Silahkan hubungi beberapa abad(?) lagi~ Mianhae, tapi jika memang sangat darurat, silahkan tinggalkan pesan anda~ Annyeong~" Sungmin kembali cengo mendengar ucapan itu.

"Hee? Tadi suruhnya hubungi beberapa tahun lagi, sekarang malah beberapa abad. Dasar malaikat penjemput yang aneh." Gumam Sungmin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Hyuuung! Battle game, yuk!" seru Kyuhyun dari dalam kamar. "Aisshh! Cho Kyuhyun, aku tidak mungkin bisa memegang ataupun memaikan benda seperti itu." Seru Sungmin yang berjalan mendekati kamar Kyuhyun.

"Kyu, buka pintunya." Kata Sungmin. "Ne, sebentar. Lagi seru nih, bentar lagi sudah mau tamat. Ya! Ya! Ya! Jiaahh! Kok meleset sih? Ck, menyebalkan! Ya! Teruus! Huwaaa!" racau Kyuhyun tidak jelas.

"Ya! Buka pintunya, Cho Kyuhyun! Kau mau membiarkan aku diluar sampai kapan, hah?" seru Sungmin mulai sebal.

"Yahh! Yahh! Kok meleset lagi? Uwoohh!" seru Kyuhyun makin gaje. ==

"Kyuu!"

"Uwaahh! Ayo teruss! Ya! Ya! Wuidiihh(?)!"

Poor Sungmin.

.

.

.

"Kyu, kau masih ingat kan misi kita hari ini?" tanya Sungmin memastikan ingatan Kyuhyun. "Ne, aku masih ingat." Jawab Kyuhyun yang masih memainkan PSPnya. Sedangkan Zhoumi yang duduk disamping Kyuhyun semakin berkeringat dingin saat Kyuhyun menjawab pertanyaan Sungmin. ya, saat ini mereka bertiga sedang berada dikelas Kyuhyun, dan kebetulan dikelas itu belum ada orang yang datang selain Kyuhyun dan Zhoumi.

"Ah, sebentar ya, Kyu." Sungmin berjalan keluar dari kelas Kyuhyun seraya menekan beberapa tombol pada ponselnya dan kemudian mendekatinya ke telinganya.

"Yeobosseo." Jawab Leeteuk dari seberang panggilan. "Ah, yeobosseo hyung. Bisa kau datang sekarang?" tanya Sungmin. "Oh, ne. sebentar ya." lalu panggilan itu pun terputus secara sepihak.

"Annyeong~" sapa seorang namja dibelakang Sungmin. "Ah! Hyung! Kau mengagetkanku." Ujar Sungmin. "Hehehe, mian. Ada perlu apa?" tanya namja yang ternyata adalah Leeteuk.

"Hyung, aku ingin bertanya. Kenapa Kyuhyun bisa menggenggam tanganku? Dan kenapa aku bisa menyentuhnya? Bukannya roh tidak bisa menyentuh apa-apa? Sewaktu bertemu Wookie juga aku tidak bisa menyentuhnya. Kenapa dengan Kyuhyun bisa?"

"Ohh, berarti dia jodohmu." Jawab Leeteuk enteng. "MWO? Jodoh? Kok bisa?" tanya Sungmin. "Jika dia bisa memegangmu dan kau bisa memegangnya, berarti dia itu jodohmu." Jawab Leeteuk seraya menunjukan senyumnya.

"Hah? Jadi Kyuh-"

"CHO KYUHYUUUN!" BRAK!

Perkataan Sungmin terpotong oleh suara seorang namja serta sebuah tendangan keras di pintu yang malang itu.

"Hmm? Siapa sih? Kok teriak-teriak?" tanya Leeteuk yang tidak sempat melihat siapa yang tadi berteriak karena namja itu sudah masuk kedalam kelas Kyuhyun. "Entahlah, mungkin temannya Kyuhyun." Jawab Sungmin seraya berjalan memasuki kelas itu. Leeteuk pun mengikuti langkah Sungmin dari belakang.

"Cho Kyuhyun! Kau kemanakan buku yang kau pinjam dariku itu? Sudah 3 bulan kau pinjam bukuku itu dank au tidak mengembalikannya. Itu buku kesayanganku, kau tidak menghilangkannya kan?" tanya namja yang berteriak itu.

"Tidak perlu berteriak seperti itu juga kali, Kangin hyung. Bukunya masih ada dilaci kamarku kok, tenang saja." Kyuhyun kembali melanjutkan bermain PSPnya dan tidak memperdulikan namja yang bernama Kangin itu yang mendengus sebal.

"Usahakan besok kau bawa buku itu, ya." ujar Kangin seraya mendudukan diri disamping bangku Kyuhyun. "Lho? Kenapa hyung duduk disini?" tanya Zhoumi.

"Memangnya tidak boleh kalau aku duduk dikelas ini? Aku ini kan kakak kelas kalian, jadi aku boleh saja duduk dimana pun." Ujar Kangin.

"Ne, ne. Kangin hyung memang kakak kelas yang seenaknya saja." Ujar Kyuhyun enteng. "Cih, dasar bocah gila." Desis Kangin sebal melihat tingkah Kyuhyun.

Leeteuk yang sedaritadi melihat gerak-gerik Kangin, membuatnya merasakan desiran aneh didadanya. 'Kenapa sepertinya perasaanku aneh, ya? Perasaan yang seperti bertemu dengan orang yang sudah sangat lama kurindukan.' Pikir Leeteuk.

"Ah, aku balik kekelasku dulu, ya. Annyeong." Ujar Kangin seraya berdiri dari duduknya. "Ne, ne. Kembalilah kealammu, hyung." Kata Kyuhyun yang masih fokus pada PSPnya. "Huh, dasar dongsaeng kurang ajar." Ujar Kangin dan berjalan mendekati pintu.

Tiba-tiba Kangin berhenti tepat dihadapan Leeteuk. Mereka saling berpandangan sejenak, Leeteuk merasakan ada yang aneh dengan perasaannya saat menatap mata itu, ia seperti merindukan sesuatu.

Lalu kemudian Kangin membalikkan badannya kembali mengahdap kearah Kyuhyun dan Zhoumi.

"Ingat ya, besok jangan lupa membawa bukuku!" Kemudia Kangin kembali melangkah keluar dari kelas setelah sebelumnya Leeteuk dengan gesit menggeser tubuhnya agar Kangin tidak menabraknya - walaupun memang akan tembus- .

"Hyung~ Leeteuk hyung, gwaenchana?" tanya Sungmin saat ia melihat Leeteuk yang memandang kosong kearah pintu. "Ah, ne. gwaenchana." Jawab Leeteuk.

'Ada apa ini? Siapa dia sebenarnya? Kenapa sepertinya aku sangat merindukan orang itu?' pikir Leeteuk yang masih bingung dengan perasaannya.

.

.

.

Saat ini Kyuhyun baru keluar dari gedung kampusnya dengan Sungmin yang berjalan dibelakangnya. "Lalu hyung, kita mau kemana sekarang?" tanya Kyuhyun sembil tetap berjalan. "Sekarang kita kerumahku untuk mengambil stempel itu dan menyimpan ditempat yang aman sebelum mereka berdua yang mengambilnya." Jawab Sungmin.

"Ke rumah hyung? Bagaimana caranya?" tanya Kyuhyun lagi. "Ck, katanya kau ini pintar tapi kenapa hal seperti ini saja tidak tahu caranya sih?" Kyuhyun hanya berdecak kesal dengan perkataan Sungmin.

"Keluargaku sudah mengenalmu saat kau berkunjung dirumah sakit saat itu, pasti mereka mengizinkanmu memasuki kamarku. Hanya dengan sedikit kebohongan saja untuk dapat masuk kekamarku." Jelas Sungmin.

"Ne, ne. Kajja, kita berangkat sekarang." Ujar Kyuhyun sambil berjalan dengan langkah cepat yang diikuti oleh Sungmin dibelakangnya, tujuan mereka sekarang tentu saja ke rumah Sungmin.

~TBC~

Fiiuuhh~ *Lesehan dibahu Umin*

Chap depan Kyuhyun dan Sungmin udah mulai beraksi tuh. Readers ada yang pada lumutan gak nunggu nih lanjutan FF? Hehehe, mian.

Thanks buat:

widiwMin, kyura, amniminry, YuyaLoveSungmin, minnie beliebers, YooMi, Kang Min Hyun, Maykyuminnie, EvilPumkin, Kazama Yume, Nina A Nizz Kyuyeeunminelf, Rima KyuMin, kanaya, EvilBungsu, kangkyumi, Chinatsu Kajitani Teukkie, momimichi, Yenni Gaemgyu, MS.X 29, Kim Gyurin, JiYoo861015.

Gomawo ya atas reviewnya~ ^^

Ne, akhir kata dari author dichap ini..

No silent reader *Sok nge-Inggris* and Review please~ ^^

Gomawo.. m(_ _)m