49 Days
Summary:: Sebuah kecelakaan yang membuat Sungmin harus mencari belahan jiwanya dan 3 orang yang benar-benar menyayanginya dalam wujud roh dan dalam waktu 49 hari.
Pair:: Kyumin (Kyuhyun and Sungmin) and other
Rated:: T
Warn:: Hati-hati! Terdapat kegaje-an, BL, OOC, Typo(s), dll. Hohohoho *plakk*
Disclaimer:: yang jelas bukan punya saya, mereka adalah hak YME, orang tua mereka dan diri mereka sendiri
Yo! Chap 6 update! Semoga chap ini memuaskan ya..
Enjoy~ ^^
~#~#~#~#~#~#~#~#~
Hari ini hari ke 6 setelah keluarnya roh Sungmin dari tubuhnya, berarti waktu Sungmin hanya tinggal 43 hari. Dan tepat hari ini pula Sungmin dan Kyuhyun akan menjalankan rencananya untuk mengambil stempel milik Sungmin dirumahnya.
"Ukh, rumah hyung masih jauh?" tanya Kyuhyun. "Ani, itu rumahku." Sungmin menunjuk sebuah rumah yang besar namun bernuansa sederhana. "Waaah, rumah hyung besar juga ya." gumam Kyuhyun kagum. Sungmin tidak membalas Kyuhyun.
Sungmin melangkah mendekati pagar rumahnya yang tidak terlalu tinggi. "Bagaimana caranya masuk kedalam ya?" gumam Sungmin. "Kau bisa melompat melewati pagar ini, Kyu?"
"Umm, bisa. Pagar ini tidak terlalu tinggi. Lompat sekarang, hyung?" Tanya Kyuhyun. Sungmin mengangguk sebagai jawabannya.
"Hup!" Kyuhyun pun melompat melewati pagar itu, tepatnya menginjak sela-sela pagar itu terlebih dahulu baru melompat.
"Ayo cepat, hyung." Bisik Kyuhyun. "Buka dulu pagar ini, Kyu. Aku tidak bisa menembus sesuatu." Ujar Sungmin sedikit kesal dengan ke babo-an Kyuhyun. *Dihajar Kyu*
Masih ingat kan kalau Sungmin itu belum sepenuhnya menjadi roh, makanya dia tidak bisa menembus pintu atau dinding, tapi jika menyentuh sesuatu barang maka tangannya akan seperti disengat.
"Oh, iya. Hehehe, bagaimana cara membuka pagar ini? Kan pagar ini terkunci." Ujar Kyuhyun sambil menunjuk gembok yang mengunci pagar itu. "Kuncinya ada dibawah pot ini." Sungmin menunjuk pot kecil yang terletak tetap disamping ujung pagar itu. Kyuhyun pun mengambil kunci dibawah pot dan membuka pagar itu dan membiarkan Sungmin masuk kedalam pekarangan teras rumah Sungmin yang luas. "Kenapa kunci ditaruh dibawah pot?" gumam Kyuhyun.
"Agar dapat membuka pagar ini jika lupa membawa kunci." Jawab Sungmin.
"Lalu sekarang aku harus melakukan apa?" tanya Kyuhyun.
"Memanjat dan masuk kekamarku lewat jendela itu." Ujar Sungmin seraya menunjuk salah satu jendela yang beradan dilantai 2.
"Mwo? Memanjat? Kau kira aku ini monyet? Lagian mana bisa memanjat hingga kekamarmu."
"Bisa, dulu aku juga sudah pernah memanjat dari luar sini kekamarku sendiri." Kata Sungmin seraya berjalan enteng menyusuri pekarangan teras rumahnya. Sedangkan Kyuhyun, ia harus berjalan mengendap-endap.
"Ayo, sekarang panjatlah." Kata Sungmin. Kyuhyuh menggelengkan kepalanya. "Ani, aku tidak bisa. Tidak adakah cara lain selain memanjat?" Sebenarnya Kyuhyun bisa saja memanjat dinding itu, karena dinding itu memiliki ukiran sehingga memiliki sela-sela yang dapat dipinjak untuk memanjat.
"Bilang saja kau tidak berani, Kyu." Ejek Sungmin. "Enak saja. Memangnya tidak ada cara selain memanjat dinding ini? Tidak bisakah kita permisi dan masuk kedalam rumah ini." Tanya Kyuhyun.
"Tidak bisa, Kyu. Aku baru teringat kalau akhir-akhir ini dirumah tidak ada orang, mereka semua menjagaku dirumah sakit dan baru akan pulang saat tengah malam." Kata Sungmin. "Mwo? tidak ada orang dirumah? Kalau begitu untuk apa aku mengendap-endap tadi."
"Siapa yang menyuruhmu mengendap-endap?" Kyuhyun sweatdrop sendiri mendengar kata-kata Sungmin.
"Aisshh sudahlah, haruskah aku memanjatnya?"
"Akan lebih mudah jika aku menjuntaikan selimut panjang dari sana." Gumam Sungmin. "Nah, kalau begitu hyung masuk dan gantungkan tali pada jendela kamar." Ujar Kyuhyun.
"Tapi sayangnya aku tidak bisa memegang selimut itu, Kyu. Sudahlah panjat saja." Desak Sungmin. "Haaah, baiklah. Akan aku coba, tangkap aku jika aku terjatuh ya, hyung." Kyuhyun memandang Sungmin ragu-ragu sebelum mulai memanjat.
"Hati-hati, Kyu." Ucap Sungmin saat Kyuhyun sudah mulai memanjat. Setelah perjuangan yang mempertaruhkan hidup dan mati *Lebay deh* akhirnya Kyuhyun pun sampai dibalkon kamar Sungmin. Ia melambai-lambaikan tangannya kearah Sungmin.
"Masuk saja Kyu, pintu balkonnya tidak pernah dikunci kok. Oh ya, stempelnya itu berwarna merah dan berbentuk seperti lipstick. Distempelnya itu terdapat saja di laci meja atau lemari." Seru Sungmin dari bawah.
"Oke, hyung." Setelah itu, Kyuhyun pun masuk kedalam kamar.
Beberapa menit setelahnya, Kyuhyun pun kembali menampakkan diri dibalkon. *Udah kayak setan aja. Readers: emang setan!**
"Bagaimana, Kyu. Ketemu?" tanya Sungmin dengan harap-harap cemas. Kyuhyun menggeleng. "Tidak ada, hyung. Didalam sana aku hanya menemuka stempel yang berwarna biru dan beratasnamakan perusahaan, buka nama hyung." Seru Kyuhyun.
"Tidak ada? Lalu stempel itu ada dimana?" gumam Sungmin shock. Setahunya selama ini stempel itu selalu tersimpan aman didalam kamarnya.
Dulu Siwon pernah meminta stempel itu ke Sungmin. Tapi karena Sungmin memiliki sedikit persamaan sifat dengan Sungjin yang suka mencurigai orang lain itu, akhirnya Sungmin pun menyimpan stempel itu dikamarnya dan memberi lipstick ke Siwon sebagai ganti stempel itu.
"Kalau begitu, cepatlah turun, Kyu. Sepertinya stempel itu memang tidak ada dikamar." Seru Sungmin. Kyuhyun pun turun dari balkon kamar itu dengan takut-takut. Lagi-lagi setelah perjuangan mempertaruhkan hidup dan mati akhirnya Kyuhyun dapat menginjak tanah dengan sehat walafiat.
"Sebaiknya kita pulang dulu, lain kali kita kembali kesini lagi." Kyuhyun dan Sungmin pun keluar dari pekarangan rumah itu dan pulang kerumah Kyuhyun.
Tepat setelah Kyuhyun dan Sungmin menghilang dibelokan jalan, mobil mahal milik Siwon berhenti didepan pagar rumah Sungmin. Siwon keluar dari mobil sambil menekan tombol pada ponselnya dan berdiri menyandar pada mobilnya.
"Yeobosseo, Sunny-ah. Ne, sekarang aku sedang didepan rumah Sungmin. Sepertinya tidak ada orang dirumah. Tapi tadi aku melihat seorang namja keluar dari rumah Sungmin." Ujar Siwon yang berbicara dengan Sunny lewat ponsel sambil melihat kearah belokan jalanan yang tadi dilalui Kyuhyun dan Sungmin.
"Ne, sebaiknya aku kembali setelah ahjussi dan ahjuma kembali dari rumah sakit saja. Ne? Umm, mungkin aku akan kembali kerumah ini tiga hari lagi." Setelah itu, Siwon pun memutu panggilan itu.
Siwon memandang rumah Sungmin sebentar lalu mengalihkan pandangannya ke belokkan jalan. "Apa mungkin itu Sungjin? Sepertinya bukan." gumam Siwon. Lalu ia pun kembali masuk kedalam mobil mahalnya.
Malam harinya, Dirumah Kyuhyun~
"Hyuungg~ Kenapa melamun?" tanya Kyuhyun sambil mendudukan diri dilantai disamping Sungmin. "Aku hanya berusaha mengingat dimana aku meletakan stempel itu. Aku tidak mau kalau sampai Siwon mengambil stempel itu." Sungmin mengacak rambutnya frustasi.
"Aisshh, sudahlah, hyung. Kalau hyung saja tidak bisa menemukannya, maka mereka juga tidak akan bisa menemukannya. Tenanglah, hyung." Ujar Kyuhyun sambil memainkan PSPnya.
"Haaah~ yasudahlah. Kau belum makan malam, Kyu?" tanya Sungmin.
"Belum." Kyuhyun masih tetap fokus dengan PSPnya.
"Lalu? Kau ingin makan apa? Kau menyimpan makanan apa saja?"
"Ramyun instan." Masih fokus dengan PSPnya.
"Lalu? Kenapa tidak masak ramyun saja?"
"Aku tidak bisa memasak, sama sekali tidak bisa." Kyuhyun melirik Sungmin sekilas, setelah itu kembali fokus ke PSPnya.
"Kalau tidak bisa memasaknya kenapa kau tetap membeli ramyun itu?" Sungmin memandang heran kearah Kyuhyun.
"Sesekali aku ingin mencoba memasaknya, tapi karena gagal terus maka kubiarkan saja."
"Ramyunnya masih bisa dimakan?" Kyuhyun hanya mengangkat bahunya. "Aku membelinya sekitar dua minggu yang lalu.
"Aisshh, lalu mala mini kau mau makan apa?"
"Malam ini noonaku akan datang kesini dan membawa makanan. Oh ya, hyung." Kyuhyun meletakkan PSPnya. "Selama hyung dalam wujud roh, apa hyung tidak lapar? Aku tidak pernah melihat hyung makan."
"Entahlah, sepertinya roh sepertiku ini memang tidak butuh makan." Jawab Sungmin sekenanya. Kyuhyun hanya mengangkat sebelah alisnya dan kembali fokus ke PSPnya.
TING TONG
"Kyu." Panggil Sungmin setelah lama menunggu Kyuhyun untuk membuka pintu itu. "Kyu, ada yang datang." Panggil Sungmin lagi.
"CHO KYUHYUUUN! LETAKAN PSPMU!" jerit Sungmin tepat ditelinga Kyuhyun.
"Aisshh, hyung! Apaan sih teriak-teriak?" Kyuhyun mengusap telinganya yang terasa berdengung. "Ada yang datang. Buka pintunya."
"Eh? Noona!" Kyuhyun pun berdiri dari lantai dan berlari menuju pintu dan membuka pintu itu.
"Noona!" panggil Kyuhyun. "Ne, Kyu. Kau baik-baik saja kan? Kenapa tadi noona sepertinya mendengar kau berbicara dengan seseorang, ada tamu ya?" tanya noona Kyuhyun, Cho Ahra.
"Ani, tidak ada tamu kok. Ayo masuk, nanti noona kedinginan kalau terus berdiri diluar." Kyuhyun menarik Ahra untuk masuk kedalam rumah.
"Lho? Kok tumben sekali rumahmu ini rapi, Kyu?" Ahra mengerjab bingung dengan keadaan rumah namdongsaengnya yang mendadak rapi itu. "Hehehe. Iya, aku yang merapikannya. Hebat kan, noona?" Kyuhyun tersenyum bangga kearah noonanya itu.
"Dan aku yang mati-matian membujukmu untuk membersihkan rumah ini." Lanjut Sungmin.
"Ne, ne. Kau hebat, ini makan malam untukmu. Dimakan ya, Kyu. Kalau begitu noona mau pulang dulu." Ahra memberikan rantangan yang dibungkus oleh kain ke Kyuhyun. "Yah, kok pulangnya cepat sekali sih?" tanya Kyuhyun dengan raut kecewa. Ya, sudah selama dua minggu ini Kyuhyun tidak bertemu dengan noonanya ini,
"Noona punya banyak kerjaan yang harus dikerjakan dirumah, Kyu." Jawan Ahra seraya mengacak rambut Kyuhyun. "Arraseo, titip salam untuk eomma dan appa, ya."
"Ne, annyeong." Pamit Ahra. "Annyeong, hati-hati dijalan."
"Sepertinya kau sangat menyayanginya, Kyu." Kata Sungmin setelah Ahra pulang. "Ne." Jawab Kyuhyun sambil membuka kotak makanan yang diberikan Ahra.
"Noonamu cantik, ya." gumam Sungmin. Kyuhyun memicingkan matanya kearah Sungmin. "Apa maksudmu? Kau menyukai noonaku?" tanya Kyuhyun dengan nada sinis.
"Kenapa? Kau cemburu ya?" tanya Sungmin iseng.
"Ani." Jawab Kyuhyun dengan pipi yang sedikit merona. Sungmin yang melihat pipi Kyuhyun itu pun semakin iseng. "Hayoo~ Kau cemburu yak arena aku memuji noonamu?" Rona dipipi Kyuhyun semakin jelas.
"Ani, ani, ani."
"Aigoo~ Kyunnie juga ganteng, kok." Ujar Sungmin semakin jahil. *Ketularan Kyu, tuh*
Kyuhyun memalingkan wajahnya kearah lain. Menurutnya nada bicara Sungmin sangatlah imut dan panggilan Kyunnie yang dilontarkan oleh Sungmin sangatlah manis ditelinga Kyuhyun.
"Aisshh. Sudahlah, aku mau makan. Jangan ganggu aku." Kyuhyun memakan makanannya. "Ne, ne. Makanlah. Haaah~" Sungmin kembali mendudukan diri dilantai dan kembali mengingat dimana terakhir kali ia meletakkan stempel itu.
Esoknya, pagi hari~
Seperti hari-hari biasanya, didalam kelas itu hanya ada Kyuhyun, Zhoumi dan kali ini ada seorang lagi yang kita kenal dengan nama Kangin.
"Kau tidak lupa membawa bukuku, kan?" tanya Kangin. "Hmm, sepertinya aku lupa." Jawab Kyuhyun enteng seraya tetap memainkan PSPnya. "Memangnya buku apa sih, hyung? Angel Without Wings yang hari itu hyung pinjamkan ke Kyuhyun?" tanya Zhoumi. "Ya, buku yang itu. Kau tidak menghilangkannya kan, Kyu?" tanya Kangin.
Sungmin hanya berdiri dibelakang Kyuhyun dan sibuk dengan pikirannya sendiri, yaitu memikirkan tentang stempel. " Ani, semalam aku baru saja melihatnya dilaci. Hanya saja aku lupa meletakannya didalam tas." Jawan Kyuhyun jujur sambil tetap memainkan PSPnya.
"Sepertinya hyung sangat mengkhawatirkan buku itu. Memangnya buku itu sangat mahal, ya?" tanya Zhoumi sambil menopang dagunya dengan tangan kanannya.
"Buku itu buku kesayanganku karena itu pemberian terakhir dari namja- mungkin lebih tepatnya mantan namjachinguku." Ujar Kangin lirih. Kyuhyun dan Zhoumi yang mendengar itu melotot kearah Kangin.
"Mwo? Namjachingu?" tanya Zhoumi dan Kyuhyun serentak. "Hyung punya pacar? Namja?" tanya Zhoumi. Kangin hanya mengangguk. "Kukira tidak ada yang mau menjadi pacarmu, sekalipun itu orang yang tidak waras." Ujar Kyuhyun tanpa dosa. "Ya! apa maksudmu? Gini-gini aku ini ada yang mau, tahu!" Kangin menghadiahi sebuah jitakan gratis dikepala Kyuhyun.
"Yeobosseo, hyung. Bisakah hyung datang sekarang? Aku ingin bertanya. Ne, gomawo." Sungmin memutuskan panggilannya. Kyuhyun yang mendengar itu pun menoleh kebelakang.
"Waeyo, Kyu? Kau melihat apa?" tanya Kangin yang heran melihat Kyuhyun yang tiba-tiba menoleh kebelakang. Sedangkan Zhoumi yang mengetahui keberadaan Sungmin hanya diam seribu bahasa.
"Ani, tidak ada apa-apa kok." Kyuhyun kembali memfokuskan diri ke PSPnya.
"Waeyo, Sungmin-ah? Ada masalah?" tanya Leeteuk yang tiba-tiba berda dibelakang Sungmin. "Aisshh, aku tidak suka dengan aura yang ada disini. Dan siapa bocah ini?" tanya Leeteuk seraya menunjuk Kangin.
Sungmin menarik Leeteuk untuk mengobrol diluar kelas, tidak ingin Kyuhyun mendengarnya dan menganggapnya aneh akrena berbicara sendiri. Kyuhyun tidak bisa melihat Leeteuk.
"Itu sunbaenya Kyuhyun, namanya Kangin. Wae, hyung? Kau ada masalah dengan Kangin hyung?" tanya Sungmin. "Ani. Kenapa kau memanggilku?" tanya Leeteuk. "Oh iya, hyung bisa memutar kembali ingatan manusia? Aku tidak bisa mengingat dimana terkahir kali aku meletakkan stempelku itu."
"Mianhae, Sungmin-ah. Aku tidak bisa membantu urusan kalian." Jawab Leeteuk. "Yahh, masa tidak bisa sih, hyung? Sekaliii saja." Mohon Sungmin. "Mianhae, kalau aku membantumu, aku bisa dihukum oleh nenek tua cerewet itu. Mianhae, jeongmal mianhae." ujar Leeteuk dengan nada menyesal.
"Haah~ yasudahlah." Desah Sungmin.
"Jangan lupa lagi ya, Kyu." Ujar Kangin. Lalu ia pun keluar dari kelas itu seraya memegang beberapa buku ditangannya, mungkin buku pelajaran. Saat Kangin menutup pintu, sesuatu terjatuh dari selipan buku yang dipegang Kangin. Lalu sesuatu yang menyerupai lembaran kertas itu berhenti tepat dibawah kaki Leetek.
Leeteuk pun mengalihkan pandangannya kearah benda yang ternyata selembar foto itu, Sungmin pun mengalihkan pandangannya kearah foto itu. Seketika mata Sungmin dan Leeteuk sama-sama terbelalak.
"Omonaaa." Leeteuk menutup mulutnya dengan kedua tangannya, sedangkan Sungmin hanya menganga. "I-itu, yang difoto itu wajah hyung dan Kangin hyung kan? Kenapa kalian bisa foto bersama?" tanya Sungmin.
"A-aku tidak tahu. Kenapa bisa ada fotoku dengannya?" Mata Leeteuk tidak sengaja menangkap sebaris tulisan dibagian bawah foto itu.
Kangin yang menyadari bahwa foto itu terjatuh langsung membalikkan badannya dan berjongkok untuk mengambil selembar foto itu lalu kembali berjalan menuju kekelasnya.
Leeteuk masih tetap shock dengan tulisan dibagian bawah foto itu. "Apa ini? Siapa dia sebenarnya?" gumam Leeteuk pelan.
Dibagian bawah foto itu bertuliskan..
'Me and My LOVE'
~TBC~
Huwweee~ makin ngaco aja nih alur ceritanya. Mian, dichap ini author gak bisa tulis nama –nama reviewer. Soalnya laptop udah mau lobet jadi tenkyu-tengkyuannya di chap depan aja yah… ^^
Oh ya, author juga ada bikin FF baru. Judulnya The Destiny. Kalau ada yang berniat silahkan baca and jangan lupa tinggalkan jejak berupa review .
Okeh, akhir kata..
Review, please.. Gomawo ~
m(_ _)m
