49 Days

Summary:: Sebuah kecelakaan yang membuat Sungmin harus mencari belahan jiwanya dan 3 orang yang benar-benar menyayanginya dalam wujud roh dan dalam waktu 49 hari.

Pair:: Kyumin (Kyuhyun and Sungmin) and other

Rated:: T

Warn:: Hati-hati! Terdapat kegaje-an, BL, OOC, Typo(s), dll. Hohohoho *plakk*

Disclaimer:: yang jelas bukan punya saya, mereka adalah hak YME, orang tua mereka dan diri mereka sendiri

Annyeong~! Jumpa lagi di chap 7! Mian kalau lama updatenya. Baiklah, kita mulai chap 7 nya… ^^

Enjoy~! ^^

~=$UP3R JUN10R=~

"Leeteuk hyung aneh. Sejak foto itu terjatuh, dia jadi sering melamun." Ujar Sungmin tanpa sadar. Saat ini, ia dan Kyuhyun sedang berjalan pulang ke rumah.

"Mwo? Leeteuk? Nuguya?" tanya Kyuhyun saat mendengar nama yang terasa asing baginya.

"Ah, ani. Bukan siapa-siapa kok." Sungmin baru sadar bahwa ia hampir saja mengatakan sesuatu tentang Leeteuk yang tidak boleh diketahui oleh siapapun keberadaannya.

"Bohong! Ayolah~ Katakan saja, hyung~ Aku kan penasaran." Rengek Kyuhyun.

" Atau jangan-jangan itu pacar hyung, ya?" Tebak Kyuhyun seraya memicingkan matanya kearah Sungmin.

"Ehh? Bukan! Aku tidak punya pacar. Minta putus dengan Sunny saja belum, bagaimana mungkin aku bisa punya pacar." Jawab Sungmin jujur. "Oh, lalu Leeteuk itu siapa dong?" tanya Kyuhyun lagi. Ia sungguh penasaran dengan seseorang yang bernama Leeteuk itu.

"Itu.. Dia itu seseorang yang sudah kuanggap sebagai hyungku." Jawab Sungmin sekenanya. "Oh." Mereka kembali berjalan dalam suasana hening.

"Ngomong-ngomong, hyung mau tinggal denganku sampai kapan?" Kini mereka berdua telah sampai didepan rumah Kyuhyun.

Kyuhyun merogoh sakunya untuk mencari kunci rumah dan kemudian membuka pintu rumahnya. "Kenapa bertanya seperti itu? Kau tidak suka aku tinggal bersamamu? Kau merasa risih tinggal seatap dengan makhluk sepertiku?" Sungmin terlihat sedih saat mendengar pertanyaan dari Kyuhyun.

"Eh? A-ani! Bukan itu maksudku. Aku 'kan hanya bertanya, sampai kapan hyung akan tinggal denganku? Sampai kapan hyung akan dalam wujud seperti ini? Tidak mungkin 'kan kalau hyung selamanya dalam wujud seperti ini. Hyung tidak kembali ke ragamu?"

"Entahlah, suatu saat aku pasti akan kembali ke ragaku asal kau tetap ada untuk membantu dan mendukungku."

"Baiklah, aku akan tetap ada untuk membantu dan mendukung hyung kapanpun dan dimanapun." Jawab Kyuhyun seraya berjalan masuk ke dalam kamarnya.

Sungmin hanya tersenyum mendengar jawaban dari Kyuhyun.

'Jeongmal gomawo, Kyuhyung-ah.'

Gaseumi nunmuri

Tto neoui gieogi

Han bangul, han bangul

Tto nae gaseume heulleo naerinda

Ureodo, ureodo

Jiwojiji anneun gieogeul ttara

Oneuldo bin nae gaseumeul tto jeoksinda

_SuJu-Memories_

.

.

.

Skip Time~ 2 Hari kemudian~

Hari ini hari ke 9 setelah keluarnya roh Sungmin dari tubuhnya, itu artinya waktu Sungmin hanya tinggal 40 hari.

Dan hari ini, kebetulan Kyuhyun sedang tidak ada kelas di kampusnya, jadi hari ini Kyuhyun mengajak Sungmin untuk jalan-jalan.

"Kita mau jalan-jalan kemana Kyu?" tanya Sungmin saat mereka tengah berjalan dijalan yang banyak pertokoannya. "Terserah hyung saja." Jawab Kyuhyun seraya melihat-lihat isi dari toko-toko itu.

"Bagaimana kalau kita masuk ketoko ini dulu? Aku ingin melihat-lihat boneka." Ujar Sungmin sambil menunjuk salah satu toko yang khusus menjual boneka-boneka.

"Baiklah." Kemudian, mereka berdua pun berjalan memasuki toko boneka itu.

"Katakan saja kalau ada yang ingin hyung beli." Ujar Kyuhyun seraya mengikuti langkah Sungmin dari belakang.

"Waaahh~ Lihat ini, Kyu. Boneka ini sama persis dengan boneka milikku. Lucu 'kan?" Sungmin menunjuk boneka kangguru yang memiliki seekor anak kangguru kecil dikantungnya yang terletak diantara boneka-boneka lainnya. *Bayangin aja boneka yang ada di drakornya*

Lalu Kyuhyun mengambil boneka yang ditunjuk oleh Sungmin tadi.

"Dulu ingin membeli boneka ini karena kangguru ini memiliki anak kangguru kecil dikantungnya." Kyuhyun mengeluarkan anak kangguru itu dari kantung ibunya.

"Lucu." Komentar Kyuhyun sambil mengamati boneka anak kangguru yang ada ditangan kirinya. Sedangkan Sungmin, melihat induk kangguru yang ada ditangan kanan Kyuhyun. Pandangannya tidak sengaja berhenti dikantung induk kangguru itu.

Sungmin tampang berpikir sebentar. Sepertinya ia pernah meletakkan sesuatu yang penting didalam kantung kangguru miliknya. Sungmin berusaha keras memikirkan benda apa yang ia sembunyikan didalam kantung boneka miliknya.

"Kyu!" panggil Sungmin setelah ia ingat benda apa yang ia sembunyikan.

"Ne? Waeyo, hyung?" tanya Kyuhyun dengan suara pelan seraya meletakan kembali anak kangguru itu kedalam kantung induknya.

"Sepertinya aku tahu dimana stempel itu berada. Aku pernah menyembunyikannya dikantung boneka kangguru milikku, dikamarku." Ujar Sungmin sambil menunjuk kantung boneka itu.

"Eh? Dikantung boneka milikmu?" tanya Kyuhyun masih dengan suara pelan, agar orang-orang tidak menganggapnya gila karena berbicara sendiri. Sungmin hanya mengangguk sebagai jawabannya.

"Ayo, sekarang kita kerumahmu." Gumam Kyuhyun sambil meletakan kembali boneka itu ketempat semula. "Tunggu, Kyu. Kau sungguh-sungguh ingin pergi sekarang?" tanya Sungmin ragu.

"Kalau tidak secepatnya, temanmu yang bernama Siwon dan pacarmu itu pasti akan mengambilnya duluan. Lagian hari ini aku tidak ada kerjaan dirumah." Jawab Kyuhyun setelah mereka telah keluar dari toko itu.

"Lalu kita kerumahku naik apa? Apa kau sanggup berjalan hingga kerumahku? Jaraknya cukup jauh loh." ujar Sungmin saat mengingat bahwa Kyuhyun lupa mengambil dompetnya dan uang yang kebetulan Kyuhyun bawa disakunya itu tidak cukup untuk membayar uang taksi.

"Tidak apa, kita berjalan saja menuju rumahmu."

"Arraseo. Kajja, kita kerumahku sekarang."

Don't! Don! Modeun ge don sesang

Won ane gadhin nuh

What is your mind

You outta control what is your mind

Jebal juwireul dorabwa

Juhlmangui nunbichi boijana

Stop bangin' my head, my eyes gone red

_SuJu-Don't Don!_

.

.

.

"Ukkhh, hari ini mataharinya sangat menyengat. Panas~" Gumam Kyuhyun sambil mengibas-ibaskan buku tipis kearah wajahnya.

"Mianhae, Kyu. Karena aku, kau sampai harus panas-panasan seperti ini."

Sungmin membantu Kyuhyun mengibas-ibas dengan tangannya untuk mengurangi panas ditubuh Kyuhyun.

"Gwaenchana, hyung." Jawab Kyuhyun seraya tersenyum, berusaha meyakinkan Sungmin.

"Yasudah. Ayo cepat jalan, agar cepat sampai ke rumahku." Sungmin menarik tangan Kyuhyun unruk mempercepat langkah mereka agar cepat sampai dirumah Sungmin.

~,~,~,~,~,~,~,~,~,~

Kini, Kyuhyun dan Sungmin telah sampai didepan gerbang rumah Sungmin yang bisa dibilang mewah itu.

"Semalam keluargaku sudah kembali kerumah, dan mungkin dirumah akan sering ada orang karena mereka akan menjagaku secara bergantian." Jelas Sungmin.

"Kenapa hyung bisa tahu?" tanya Kyuhyun.

"Itu karena semalam aku sempat berkunjung ke rumah sakit dan kebetulan mereka sedang berdiskusi tentang hal ini. Appa bilang, setidaknya harus ada satu orang yang menjaga rumah. Lalu diputuskanlah bahwa setiap harinya akan ada salah satu dari mereka yang tetap dirumah secara bergantian." Jelas Sungmin panjang lebar.

"Oh, jadi hari ini dirumah akan ada orang?"

"Yup! Tapi aku tidak tahu siapa yang menjaga rumah hari ini." Jawab Sungmin.

"Lalu, bagaimana caranya aku masuk?" Kyuhyun bingung, jika ia masuk kedalam dengan cara yang sama seperti hari itu, ia pasti akan ketahuan.

"Mudah, kau hanya perlu menekan bel ini. Lalu masuk kedalam rumah, dan minta izin untuk masuk kekamarku dengan alasan ingin mengambil sesutau milikmu yang kupinjam dikamarku."

"Mwo? Aku harus masuk kekamarmu? Itu 'kan sungguh tidak sopan, sudah bertamu malah minta masuk kekamar orang lain lagi."

"Hee? Sejak kapan kau kenal dengan kata sopan, Kyu? Selama ini, Kyuhyun yang kukenal itu adalah Kyuhyun yang tidak kenal dengan kata sopan, deh." Kata Sungmin jahil.

"Ya! Hyung ini memandang rendah aku, ya? Gini-gini aku tuh tetap kenal dengan yang namanya sopan santun. Sudah ah. Lalu sekarang aku harus melakukan apa?" ujar Kyuhyun setelah merasa bahwa percakapannya dengan Sungmin semakin melenceng dari tujuan mereka.

"Wookie(?)! Kau ikuti saja kata-kata dan interupsiku." Ujar Sungmin bersemangat. *Wookie maksudnya 'okeh'.*

"Tekan belnya, Kyu." Kyuhyun pun melakukan apa yang dikatakan oleh Sungmin.

TING TONG

Beberapa detik kemudian terlihat seorang namja keluar dari rumah itu. "Ne, nuguse- ah! Kau yang hari itu kan?" tanya namja itu.

'Mati aku! Aku lupa kalau dirumah ini ada si brother complex.' Pikir Kyuhyun. "Kyu, kenapa diam? Katakan sesuatu. Bilang saja kalau kau ada keperluan di rumahku." Ujar Sungmin.

'Ya Tuhan.. Semoga saja aku tidak mati kehabisan kata-kata ditangan si brother complex mengerikan ini.' Doa Kyuhyun dalam hati. Ternyata seorang King of Evil bisa berdoa juga. *Ditendang*

"A-ah, annyeong umm-"

"Sungjin." Jawab Sungjin cepat. "Ah, ne. Annyeong Sungjin-ah, ini aku Cho Kyuhyun, teman Sungmin." kata Kyuhyun. "Oh, lalu ada keperluan apa datang kesini?"

"Umm, aku.. Ada sesuatu yang ingin kuambil dikamar Sungmin." jawab Kyuhyun sekenanya. "Mwo? kamar hyungku? Untuk apa?" Sungjin terlihat mulai curiga dengan Kyuhyun yang tiba-tiba ingin masuk kekamar hyungnya.

"Itu.. Sebelum hyungmu kecelakaan, dia menyuruhku datang kesini untuk mengambil buku yang ada dikamarnya." Ujar Kyuhyun asal.

"Buku? Buku apa?" selidik Sungjin. Kyuhyun melirik Sungmin dengan ekor matanya. "Aku hanya memiliki beberapa buku tentang alat music gitar dan sulap saja." Ujar Sungmin.

"Umm, buku tentang cara bermain gitar." Jawab Kyuhyun.

Sungjin terlihat masih ragu untuk membiarkan Kyuhyun masuk kerumahnya karena Sungjin masih sangat yakin kalau hyungnya itu tidak pernah memiliki teman yang bernama Cho Kyuhyun.

"Sungjin-ah, bisakah aku masuk untuk mengambil buku itu?" Tanya Kyuhyun ragu, sedangkan Sungmin yang ada disamping Kyuhyun hanya komat-kamit gaje agar dongsaengnya ini membiarkan Kyuhyun masuk.

"Masuklah." Akhirnya Sungjin membiarkan Kyuhyun memasuki rumahnya. Kyuhyun dan Sungmin mendesah lega.

Kyuhyun pun melangkahkan kakinya masuk kerumah Sungmin setelah sebelumnya melewati teras yang lumayan luas.

"Kamar Sungmin hyung berada dilantai 2, diujung sebelah kiri." Kata Sungjin saat mereka telah masuk kedalam rumah yang besar itu. "Aku masih ada keperluan didapur, jadi kau kekamar Sungmin hyung sendirian ya. Jangan macam-macam!"

"Ne." Kyuhyun pun melangkahkan kakinya menaiki tangga dengan langkah pelan.

"Cepat sedikit, Kyu." Gumam Sungmin seraya mendorong-dorong Kyuhyun dari belakang. "Iya, iya." Bisik Kyuhyun, ia pun mempercepat langkahnya.

"Jangan mengobrak-abrik kamarku, ya."

"Iya, cerewet sekali sih." Bisik Kyuhyun saat ia telah sampai didepan pintu kamar Sungmin. Tangannya pun terulur menggapai gagang pintu itu dan memutarnya.

Kyuhyun melotot saat pintu kamar itu terbuka lebar. Kesan pertama yang Kyuhyun dapat adalah, kamar ini penuh dengan warna pink! "Kenapa berhenti, Kyu? Ayo, cepat."

"Pink." Desis Kyuhyun. Sungmin yang kebetulan dapat mendengar itupun hanya nyegir kuda. "Ayo, cepat! Aku tahu kau kagum dengan kamarku ini, tapi kalau berlama-lama terus nanti Sungjin akan curiga dan masuk kekamar ini." Sungmin kembali mendorong Kyuhyun masuk kedalam kamarnya.

Setelah masuk, Kyuhyun pun menutup pintu kamar dan segera mencari boneka kangguru milik Sungmin.

"Boneka hyung dimana?" tanya Kyuhyun. "Itu. Disana, diatas meja." Sungmin menunjuk dan berjalan mendekati sebuah meja yang ada disamping lemari.

"Stempelnya ada didalam kantung itu." Kyuhyun pun mengeluarkan anak kangguru dari kantung induknya lalu merogoh kantung kangguru itu. Kyuhyun menemukan sebuah benda yang berwarna merah dan berbentuk seperti lipstick.

"Yang ini, hyung?" tanya Kyuhyun seraya menun jukkan stempel itu ke Sungmin. "Coba kau buka , Kyu." Kyuhyun pun membuka tutupnya. "Iya, itu stempelnya. Cepat simpan disakumu, lalu kau ambil salah satu buku musikku dirak itu." Ujar Sungmin sambil menunjuk sebuah rak yang berisi buku-buku.

"Kajja, kita turun." Kata Kyuhyun setelah sebelumnya telah mengambil salah satu buku tentang music dirak buku itu. Lalu mereka pun turun dari kamar Sungmin menuju kelantai bawah.

"Sudah ketemu bukunya?" tanya Sungjin yang sedang duduk disofa ruang tamu. "Ne, sudah. Oh ya, ini ada kue. Kebetulan tadi aku mampir sebentar di kafe." Kyuhyun memberikan sekotak kecil kue coklat yang ia beli saat perjalanan kerumah Sungmin tadi.

"Ne, gomawo." ujar Sungjin yang menerima bingkisan itu.

"Ne. Kalau begitu aku pamit dulu. Annyeong." Kyuhyun berniat beranjak dari tempat itu, tapi ditahan oleh suara Sungjin.

"Tunggu." Sungjin berdiri dari duduknya dan mengahampiri Kyuhyun.

"Ne, ada apa?"

"Kau teman Sungmin hyung dikelas musik ya?" tanya Sungjin. Kyuhyun melirik kearah Sungmin, Sungmin hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

"Ne, aku temannya dikelas musik. Waeyo?"

"Ah, ani. Aku hanya ingin tahu dimana kau bisa berteman dengan hyungku." Jawab Sungjin. "Oh. Ne, baiklah. Kalau begitu, aku pamit dulu. Annyeong." Kyuhyun pun beranjak dari rumah Sungmin yang diantar oleh Sungjin.

"Haaahh~ Untung saja aku selamat dari monster brother complex itu." Desah Kyuhyun lega, kini mereka sedang menyusuri jalan menuju rumah Kyuhyun.

"Hee? Monster brother complex? Maksudmu Sungjin?" tanya Sungmin yang mendengar ucapan Kyuhyun tadi.

"Ne, menurutku dia itu menyeramkan. Selalu mencurigaiku seolah aku ini seorang penjahat, selalu berbicara padaku dengan nada dingin, menatapku dengan pandangan mencurigai."

"Hahaha! Dia itu memang seperti itu. Sungjin selalu menjaga dan menyayangiku kapanpun dan dimanapun. Itulah sebabnya ia tahu segala hal tentangku." Kata Sungmin seraya tertawa kecil mengingat perkataan Kyuhyun tadi.

"Dulu, dia itu adalah orang yang lemah. Dia sering sakit-sakitan, dia rapuh, sering dijahili oleh teman-temannya. Dan akulah orang pertama yang ada disampingnya saat dia sedih, senang, dan sakit. Orang tua kami itu adalah orang yang sangat sibuk, mereka jarang ada disisi kami saat kami membutuhkan mereka

Tapi aku tahu, mereka itu selalu memerhatikan kami disaat mereka selesai dari pekerjaan mereka." Kyuhyun mendengarkan perkataan Sungmin dengan hikmat(?).

"Itulah mengapa Sungjin sangat menyayangiku. Sekarang, dia telah tumbuh menjadi seorang namja yang kuat dan pemberani. Sekarang, dialah orang pertama yang selalu melindungiku, memelukku disaat aku sedih, dan menemaniku disaat aku bosan." Lanjutnya.

"Karena itulah dia bersikap dingin dengan orang-orang asing yang mengaku sebagai temanku, ia baru akan percaya jika aku sendiri yang memperkenalkannya. Ia takut jika ada orang asing yang mengaku sebagai temanku untuk menyakitiku." Ujar Sungmin.

"Oh. Dia dongsaeng yang baik, ya." Komentar Kyuhyun. "Ne, dialah dongsaengku yang paling kusayangi." Kata Sungmin.

"Oh, begitu? Hyung tidak sayang padaku, ya?" tanya Kyuhyun pura-pura sedih. "Hee? Memangnya kau ingin aku menyayangimu? Hayoo~ Kau menyukaiku, ya? Hm? Hm? Hm?" Goda Sungmin.

Kyuhyun memalingkan wajahnya. 'Tadinya aku berencana menggoda Sungmin hyung, kok malah aku yang digoda sih? Cih.' Pikir Kyuhyun.

"Kalau iya, hyung mau jadi namjachinguku, eh?" balas Kyuhyun. "Mwo?" Sungmin membulatkan matanya.

"Hahaha! Ekspresimu lucu, hyung. Aku hanya bercanda." Ujar Kyuhyun. "Aisshh, kau ini. Dasar!" Sungmin memukul pelan lengan Kyuhyun. Sungmin tidak keberatan dikerjai seperti itu, toh Kyuhyun juga pasti akan mengatakan hal seperti itu suatu saat nanti.

"Hah, sudahlah. Jangan berbicara lagi. Untung saja dijalanan ini sepi, kalau sampai ada yang melihatku berbicara dengan hyung, aku bisa dikira gila." Ujar Kyuhyun.

"Hahaha, bagus dong kalau kau dikira gila." Balas Sungmin. Kyuhyun hanya mendecih pelan mendengar perkataan Sungmin.

~#~#~#~#~#~#~#~#~

Kangteuk Story~

"Uaahh~ Lelahnya~" Desah Leeteuk setelah selesai dengan tugasnya, yaitu menjemput orang-orang yang keluar dari rohnya, alias menjemput roh orang yang meninggal. Saat ini Leeteuk sedang duduk dikursi taman.

Leeteuk adalah seorang malaikat penjemput nyawa dan bisa juga disebut sebagai seorang scheduler. Wujud aslinya adalah roh yang tidak dapat dilihat oleh manusia, tapi ia memiliki kekuatan yang dapat membuatnya berubah menjadi seperti manusia biasa untuk sementara.

Matanya tidak sengaja berhenti disebuah café yang ada dipinggir jalan. Café itu lumayan ramai karena café itu termasuk café yang cukup terkenal.

"Ummhh, ada baiknya juga kalau bersantai sebentar dicafe itu." Lalu Leeteuk pun mengubah wujudnya menjadi wujud yang dapa dilihat, namun ia merubah wajahnya menjadi wajah orang lain, bukan seperti wajah Leeteuk yang biasa kita kenal itu. Intinya, Leeteuk merubah wujudnya menjadi manusia utuh dengan wajah yang berbeda.

Setelah itu, ia pun berjalan dan masuk kedalam café itu lalu menduduki salah satu meja kosong yang ada di café itu. "Ada yang bisa saya bantu, tuan?" tanya seorang pelayan di café itu. Leeteuk pun mendongakkan kepalanya saat mendengar sebuah sura menginteurpsi.

"Astaga!" seru Leeteuk kaget. Pelayan itu juga ikut kaget karena seruan dari Leeteuk. "Mianhae, apa aku mengagetkanmu?" tanya pelayan itu. 'Dia 'kan namja yang ada dikampus itu. Namja yang memiliki foto itu.' Pikir Leeteuk sambil menatap wajah pelayan itu.

"Uhhmm, tuan?" tanya pelayan itu. "Umm, boleh saya bertanya?"

"Ne, silahkan." Jawab pelayan itu mempersilhkan. "Namamu siapa?" tanya Leeteuk.

"Namaku Kim Young Woon, tapi biasanya dipanggil dengan nama Kangin." Jawab pelayan yang ternyata bernama Kangin itu. "Ohh."

"Lalu, anda ingin memesan apa?" Tanya Kangin lagi. "Ah, aku ingin memesan secangkir kopi panas." Jawab Leeteuk. "Ne, silahkan tunggu beberapa menit." Lalu Kangin pun beranjak dari tempat itu.

"Kim Young Woon. Kangin. Sepertinya aku tidak asing dengan nama itu, seperti sering menyebutkan nama itu." Gumam Leeteuk.

.

.

.

~#~#~#~#~#~#~#~

TING TONG

"Ne, nuguseyo? Eh, Siwon hyung?" tanya Sungjin saat keluar dari rumah hendak membuka gerbang. "Annyeong, Sungjin-ah." Sapa Siwon.

"Annyeong, ada keperluan apa ya?" Sungjin mempersilahkan Siwon masuk kedalam rumah. Siwon tersenyum sebentar sebelum menjawab.

"Aku ingin mengambil barang-barang yang setidaknya dapat ditaruh diruang kamar inap Sungmin. mungkin dengan begitu, suasana dikamar inap Sungmin tidak akan terasa membosankan."

"Barang-barang? Baiklah, kau bisa mengambilnya dikamarnya." Ujar Sungjin.

"Ne, gomawo." Siwon pun naik ke lantai 2 dan masuk kekamar Sungmin. Setelah ia masuk kekamar itu, Siwon langsung membuka laci dan lemari Sungmin.

"Dimana stempelnya? Dia meletakannya dimana?" gumam Siwon. Ia pun merogoh saku baju Sungmin yang tergantung dilemari, merogoh tas-tas Sungmin, mencarinya dilaci dan lemari. Dibawah bantal dan kasur Sungmin.

Setelah mencari ke setiap sudut kamar Sungmin dan tidak menemukan apapun, akhirnya Siwon pun memutuskan untuk merapikan kembali kamar Sungmin. Setelah itu, ia mengambil beberapa boneka dan foto-foto Sungmin untuk dibawa ke rumah sakit.

"Sungjin-ah, aku sudah mengambil barang-barangnya, kalau begitu aku pamit dulu." Ujar Siwon seraya menenteng beberang tas yang berisi barang-barang Sungmin. "Ne. Hati-hati dijalan." Jawab Sungjin.

Siwon hendak pergi dari tempat itu, namun terhenti saat matanya menangkap sesuatu dimeja makan. "Sungjin-ah, itu bungkusan apa? Kau membeli kue? Kenapa tidak membeli makanan yang lebih berat saja? Kau tidak makan?" tanya Siwon sambil menunjuk sebuah kotak kecil yang bisa diyakini berisi kue karena merk café yang ada dikotak itu.

"Oh ini. Ini pemberian dari teman Sungmin hyung yang tadi mampir kesini." Jawab Sungjin sambil mengambil kotak kue itu. "Teman Sungmin?"

"Ne, tadi dia datang untuk mengambil buku dikamar Sungmin hyung." Jawab Sungjin.

"Namanya siapa?" tanya Siwon lagi. Ia sungguh curiga dengan seseorang itu. "Umm, kalau tidak salah namanya Cho Kyuhyun."

"Cho Kyuhyun? Aku tidak pernah mendengar nama itu." Ujar Siwon.

"Ne, aku juga tidak pernah mendegar nama ini. Dan aku yakin sekali kalau Sungmin hyung tidak pernah memperkenalkan seseorang yang bernama Cho Kyuhyun padaku." Kata Sungjin.

"Dia bilang, dia itu teman Sungmin hyung dikelas musik." Lanjutnya.

"Kelas musik?" Sungjin menganggukkan kepalanya.

Siwon tampak berpikir sebentar. "Oh, baiklah. Aku permisi dulu, Sungjin-ah. Annyeong." Lalu Siwon pun keluar dari rumah itu dan masuk kedalam mobilnya.

Ia lalu merogoh sakunya dan menelepon seseorang. "Yeobosseo, Sunny-ah. Sekarang kau dimana? Aku akan menjemputmu, lalu kau temani aku ke kelas khursus musik Sungmin untuk menemui Ryeowook. Aku ada keperluan dengannya."

~TBC~

Huwaaahh~ Selesai juga~ *nepuk jidat Umin*(?)

Mianhae, dichap ini bagian Kangteuknya sedikit. Bagian Kyuminnya juga author belum bisa bikin romantis, soalnya banyak hal yang harus Sungmin kerjakan selain bermesra-mesraan dengan Kyuhyun. *Jiahh*

~ widiwMin, kangkyumi, Kang Min Hyun, Evilkyu Vee, Maykyuminnie, JiYoo861015, KyuMinnie, YuyaLoveSungmin, YooMi, Henmin, 18, EvilBungsu KyuminBaby137, amniminry, Jeng Kyura, Nha Kyuyeeunmin, Kim Gyurin, Jirania, Rima KyuMin Elf, EvilPumkin, Chinatsu Kajitani Teukkie, mako47117, Ayuni Lee, Yenni Gaemgyu.

Gomawo atas reviewnya.. ^^

Okeh, akhir kata.

Review, please… Gomawo.. ^^

m(_ _)m