49 Days

Summary:: Sebuah kecelakaan yang membuat Sungmin harus mencari belahan jiwanya dan 3 orang yang benar-benar menyayanginya dalam wujud roh dan dalam waktu 49 hari.

Pair:: Kyumin (Kyuhyun and Sungmin) and other

Rated:: T

Warn:: BL

Disclaimer:: yang jelas bukan punya saya, mereka adalah hak YME, orang tua mereka dan diri mereka sendiri

Annyeong! Author datang lagi. Nih, chap 8 update! *Nyodorin chap 8*

Uaaahh~ US Ganjil telah berakhir, sekarang tugas author tinggal ngelanjutin FF author yang pada belum kelar.. Hehehe

Dichap ini unsur Kangteuknya lebih banyak dari pada Kyumin. Soalnya banyak yang minta Kangteuk diperpanjang sih. ^^

Okelah, kita mulai..

Enjoy~! ^^

_._._._._._._._._._

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Sebuah mobil yang bisa dibilang mewah kini berhenti didepan sebuah gedung yang cukup besar dan tinggi.

"Setahuku, Ryeowook oppa itu ada dikelas 7, satu kelas dengan Sungmin oppa." Ujar Sunny seraya melepas seatbeltnya. Siwon hanya mengangguk dan keluar dari mobil.

"Sudah lama aku tidak datang kesini. Dulu aku juga satu kelas dengan Sungmin, tapi sejak aku berurusan dengan kantor appanya Sungmin, aku keluar dari khursus musik ini." Siwon melangkah masuk kedalam gedung itu.

Sunny memandang punggung Siwon sejenak sebelum ia masuk kedalam gedung itu.

Siwon masuk kedalam salah satu kelas yang ada didalam gedung itu, Sunny mengikuti Siwon dari belakang.

"Annyeong." Sapa Siwon. Semua mata yang ada diruangan itu tertuju pada Siwon. "Ah! Siwon hyung!" Ryeowook berlari kecil untuk menghampiri Siwon. "Ah, Sunny-ah juga ada disini." Ryeowook tersenyum kearah Sunny lalu kembali menatap Siwon.

"Tumben datang kesini. Ada apa Siwon hyung?" Tanya Ryeowook. Yesung yang baru menyadari kedatangan Siwon pun langsung menghampiri Siwon.

"Siwon-ah. Apa kabar?" tanya Yesung.

Ryeowook, Sungmin, Yesung, dan Siwon adalah sahabat sejak kecil. Mereka tumbuh bersama hingga dewasa, dan mereka mulai jarang saling bertemu.

"Baik, Yesung hyung. Aku datang kesini untuk bertanya sesuatu." Ujar Siwon. "Ne, tanyakan saja." Jawab Yesung.

"Umm, apakah disini ada yang bernama Cho Kyuhyun?" tanya Siwon.

"Cho Kyuhyun?" Yesung tampak berpikir keras.

"Kalau Yesung hyung yang berpikir, sampai kakek-kakek pun tidak akan dapat jawabannya." Ujar Ryeowook santai. "Ya!" sergah Yesung.

"Hahahaha. Kalian ini tidak berubah, ya. Masih tetap akur. Haha." Ujar siwon yang diselingi dengan tawaan kecil.

Pipi Ryeowook merona, sedangkan Yesung yang memang lelet seperti peliharaannya hanya diam.

"Lalu, apakah disini ada yang bernama Cho Kyuhyun?" tanya Siwon lagi.

"Umm, ani. Dikelas ini tidak ada yang bernama Cho Kyuhyun, tapi kalau dikelas lain sih aku tidak tahu." Jawab Ryeowook.

"Oh, begitu." ujar Siwon. "Tanya saja pada Sung seonsaengnim yang ada dibagian pengabsenan murid. Dia pasti memiliki daftar lengkap murid-murid yang belajar disini." Ujar Yesung memberi saran.

"Wahh, tumben nih otak jalan. Biasanya juga buntu." Ujar Ryeowook sambil menggetok-getok kepala Yesung dengan jari telunjukanya.

"Wookie.. Kenapa kau jadi iseng sekali sih?" Ryeowook hanya tertawa kecil mendengar perkataan Yesung. "Memangnya ada apa, hyung? Seseorang yang bernama Cho Kyuhyun itu siapa?" tanya Ryeowook.

"Aniyo. Hanya saja, seseorang yang bernama Cho Kyuhyun itu mengaku sebagai teman Sungmin. aku tidak mengenal seseorang yang bernama Kyuhyun itu, bahkan Sungjin saja tidak mengenalinya. Aku hanya takut namja bernama Cho Kyuhyun itu akan menyakiti Sungmin." Jawab Siwon.

"Baiklah, sebaiknya kami keruangan Sung seonsangnim sekarang. Maaf mengganggu." Lanjut Siwon seraya meninggalkan kelas itu.

TOK TOK TOK

"Ne, silahkan masuk." Ujar seorang yeoja dari dalam ruangan. "Annyeong, seonsaengnim." Sapa Siwon sopan.

"Ne, annyeong. Silahkan duduk. Ada keperluan apa, ya?" tanya Sung seonsaengnim yang tadinya sedang membaca koran.

"Umm, mianhae kalau saya mengganggu anda. Saya ingin bertanya, apakah disini ada murid yang bernama Cho Kyuhyun?" tanya Sunny langsung. Sung seonsaengnim mengernyitkan dahinya, sedang berpikir.

"Sebentar, biar saya lihat didaftar siswa." Siwon dan Sunny menunggu Sung seonsaengnim yang sedang memeriksa daftar muridnya.

"Mianhae, tapi yang namanya Cho Kyuhyun tidak terdaftar dalam murid yang belajar dikhursus ini. Yang ada hanya Cho Min Yu." ujar Sung seonsaengnim setelah selesai melihat datar siswa.

Siwon melebarkan matanya. "Tidak ada yang bernama Cho Kyuhyun? Apa seonsaengnim yakin?" tnay Siwon.

"Ne, saya sangat yakin. Di sekolah ini tidak ada siswa yang bernama Cho Kyuhyun." Jawab seonsaengnim itu dengan yakin.

"Kalau begitu, gamsahamnida atas pemberitahuannya. Maaf kalau kami mengganggu. Kami permisi dulu, seonsaengnim. Annyeong." Pamit Sunny.

"Ne, cheonman." Jawab Sung seonsaengnim seraya berjabat tangan dengan Sunny dan Siwon.

"Sepertinya kita harus menyelidiki hal ini. Cho Kyuhyun. Kau benar-benar tidak kenal dengan namja yang bernama Cho Kyuhyun?" tanya Siwon saat mereka telah duduk didalam mobil. Sunny menggeleng.

"Aku tidak kenal dengan seseorang yang bernama Cho Kyuhyun."

"Kita harus sesegera mungkin mencari tahu tentang orang ini. Bisa saja namja ini akan menggagalkan rencana kita. Namja ini mencurigakan." Kata Siwon seraya melajukan mobilnya.

~#~#~#~#~#~#~#~#~

"Anda ingin memesan apa, nona?" tanya Kangin dengan sebuah buku kecil dan pen ditangannya. "Aku ingin memesan cheese cake ini dan strawberry milk shake." Jawab seorang yeoja. "Itu saja?" tanya Kangin. "Ne, itu saja." Yeoja itu tersenyum manis kearah Kangin.

"Kalau begitu, silahkan tunggu beberapa menit. Gamsahamnida." Setelah membungkuk, Kangin lalu pergi dapur untuk menaruh daftar pesanan.

"Huh! Yeoja centil. Ngapain sih dia senyum-senyum ke namja itu? Menyebalkan." Ujar seorang namja dengan nada kesal sambil memnutup buku menu dengan kasar.

"Eh? Kenapa aku harus sekesal ini?" namja itu yang bernama Leeteuk mengangkat sebelah alisnya. Kali ini Leeteuk merubah dirinya menjadi seorang namja dengan rambut sedikit ikal dan berwarna hitam dengan kacamata berbingkai hitam.

"Anda ingin memesan apa, tuan?" tanya Kangin yang tiba-tiba sudah ada disamping Leeteuk dengan senyum yang menawan.

Leeteuk menoleh dengan raut terkejut. "Kau mengagetkan aku, Kangin-shii." Ujar Leeteuk.

"Ah, mianhae. saya tidak bermaksud mengagetkan anda. Eh? Anda tahu nama saya darimana?" tanya Kangin.

"Eh? I-itu.. Umm, aku.. Itu! Tanda pengenal dibajumu." Jawab Leeteuk seraya menunjuk tag name yang ada dibaju Kangin. "Ahh, betul juga. Anda ingin memesan apa?" tanya Kangin lagi.

"Umm. Karena hari ini moodku sedang bagus, maka aku ingin memakan blueberry cake, tapi taruh sedikit selai coklat diatas cakenya, ya. Minuman soda sepertinya cocok untuk makanan manis." Jawab Leeteuk.

Kangin tidak segera menulis pesanan Leeteuk. Ia memandang lurus kearah Leeteuk.

"Blueberry cake dengan selai coklat dan minuman soda?" tanya Kangin pelan. "Iya. Waeyo? Tidak ada yang seperti itu, ya?"

Kangin tidak menjawabnya. Pandangan matanya kini terlihat sedih.

'Dulu 'dia' juga suka makan blueberry cake dengan selai coklat dan minuman soda. Kebetulan sekali.' Pikir Kangin dengan senyuman kecil yang terlihat sedih.

"Kangin-shii? Gwaenchana?" tanya Leeteuk dengan wajah khawatir. "Ah, ne. Gwaenchana. Silahkan tunggu beberapa menit." Lalu Kangin pun berlalu dari tempat itu.

"Aneh." Gumam Leeteuk.

Leeteuk menunggu sekitar 15 menit. "Ini pesanan anda. Selamat menikmati." Ujar Kangin seraya meletakkan cake dan minuman soda dimeja.

"Gamsahamnida." Ujar Leeteuk. "Ne."

"Chakkaman." Leeteuk menahan tangan Kangin yang hendak beranjak dari tempat itu. "Ne? Waeyo?" Kangin berbalik kearah Leeteuk.

"Umm. Bisakah kau temani aku makan disini?" tanya Leeteuk ragu. Ini pertama kalinya ia mengajak seorang pelayan untuk menemaninya makan. Entah kenapa Leeteuk merasa kesepian, dan kehadiran Kangin disisinya membuatnya nyaman.

"Aku hanya merasa sepi saja jika harus makan sendirian. Bisakah kau temani aku sampai aku selesai?" tanya Leeteuk lagi. Sebenarnya Leeteuk malu menanyakan hal ini, tapi ada suatu perasaan yang mendorongnya untuk melakukan hal ini.

Kangin melirik sekilas kearah dapur. "Sepertinya sekarang waktunya istirahat dan pergantian pekerja, jadi kurasa aku bisa menemanimu." Kangin duduk disalah satu kursi yang ada dihadapan Leeteuk.

"Makanlah. Cake di café ini sangat enak loh." Ujar Kangin antusias. Leeteuk tersenyum senang dan menyuapkan cake kedalam mulutnya.

Entah kenapa, Kangin dan Leeteuk sama-sama merasa merindukan suasana seperti ini.

~#~#~#~#~#~#~#~#~#~

Keesokan Harinya~ hari ke 10

"Kyuhyun! Bangun!" Sungmin berjalan mendekati Kyuhyun yang masih tidur dengan lelap.

"Ya! Cho Kyuhyun! Cepat bangun atau kau akan terlamb-eh!" Saat Sungmin sudah dekat dengan Kyuhyun, kaki kanannya tersandung kaki kirinya sendiri dan hasilnya, Sungmin jatuh diatas tubuh Kyuhyun. Wajah mereka kini sangatlah dekat.

"Kau sedang apa, hyung?" tanya Kyuhyun yang tiba-tiba membuka matanya. Sungmin masih membatu. Kyuhyun menatap dalam mata Sungmin. 'Indah.' Pikir Kyuhyun saat melihat mata kelinci Sungmin.

"Eh? E-eh, mi-mianhae." Sungmin langsung bangkit dari atas tubuh Kyuhyun dengan rona merah diwajahnya.

Kyuhyun yang baru menyadari kalau posisi mereka tadi sangatlah dekat dan sempat mengagumi Sungmin juga ikut merona.

"Ah, gwaenchana. Aku mau mandi dulu." Kyuhyun langsung berdiri dan masuk kedalam kamar mandi.

"Aisshh! Kenapa aku bisa tersandung sih?" gumam Sungmin seraya mengacak rambutnya.

TING TONG

"Kyu! Ada tamu, cepat bukakan pintunya!" seru Sungmin. "Iya. Sebentar, hyung." Kyuhyun buru-buru melingkarkan handuk dipinggangnya dan langsung keluar dari kamar mandi.

"Huwooh!" Sungmin langsung membalikkan badannya membelakangi Kyuhyun. "Eh! Ja-jangan lihat kesini ya, hyung! Jangan ngintip!"

"Iya, iya. Siapa juga yang mau mengintipmu. Cepat pakai bajumu dan buka pintunya." Kyuhyun langsung berlari kearah lemarinya dan mencari bajunya. Setelah mendapatkan baju dan celana yang cocok, ia langsung memakainya.

"Siapa sih yang datang pagi-pagi?" Kyuhyun keluar dari kamarnya yang diikuti oleh Sungmin dibelakangnya.

"Ya, nuguseyo?" Kyuhyun membuka pintu rumahnya.

"Kyu~! Lama sekali membuka pintunya?"

"Ah, noona? Mianhae, tadi aku sedang mandi. Ada apa noona datang kesini." Kyuhyun menggeser tubuhnya dan mempersilahkan Ahra masuk.

"Noona membawakanmu makanan. Makanlah sebelum ke kampus." Ahra meletakkan sekotak makanan dimeja makan.

"Gomawo, noona. Kebetulan aku sedang lapar." Kyuhyun duduk disalah satu kursi dimeja makan.

"Makanlah. Mianhae, Kyu. Noona tidak bisa berlama-lama disini, noona ada urusan sebentar dikantor. Kau bisa makan sendirian kan?" tanya Ahra ragu. "Ne. aku sudah biasa makan sendirian. Gwaenchana noona, kau pergi saja." Jawab Kyuhyun.

"Arraseo, kalau begitu noona pergi dulu ya. Annyeong." Kyuhyun mengantar Ahra sampai ke depan pintu dan Kyuhyun kembali memasuki rumahnya setelah Ahra pergi.

"Kau beruntung memiliki noona yang baik seperi Ahra noona, Kyu. Dia sangat menyayangimu." Ujar Sungmin sambil memandang Sungmin yang sedang makan dengan lahap.

"Ne, dia noona yang paling baik didunia. Hyung juga beruntung memiliki dongsaeng yang perhatian seperi Sungjin, dia selalu melindungimu." Kyuhyun melanjutkan makannya.

"Dia dongsaeng yang sangat kusayangi. Dia selalu melindungiku." Sungmin tersenyum mengingat dongsaengnya.

"Aku juga ingin bisa selalu melindungi hyung." Ujar Kyuhyun sambil menatap Sungmin. "Ne?" Sungmin menatap tidak percaya ke Kyuhyun.

"Aku ingin selalu melingungi hyung. Kalau aku selalu melindungi hyung, apa hyung juga akan sangat menyayangiku seperti hyung menyayangi Sungjin?"

Sungmin tersenyum. "Tentu saja." Sungmin mengacak pelan rambut Kyuhyun. "Tapi aku tidak ingin disayangi sebagaimana hyung menyayangi adik hyung." Ujar Kyuhyun serius.

Sungmin menatap heran. "Maksudmu?"

"Aku ingin hyung menyayangiku sebagai seseorang yang telah berhasil merebut hatimu, hyung." Jawab Kyuhyun dengan tampang serius. "Mwo?" Sungmin terkejut dengan kata-kata Kyuhyun.

Kyuhyun tidak menjawab Sungmin, ia hanya tersenyum dan kembali melanjutkan makannya. Sungmin pun hanya memandang Kyuhyun yang sedang makan, kemudian ia tersenyum kecil.

~#~#~#~#~#~#~#~#~

"Yo! Kyuhyun! Akhirnya kau datang juga. Aku sudah menunggu dari tadi." Ujar Zhoumi yang sedang duduk dikursinya saat Kyuhyun memasuki kelas dengan Sungmin yang mengikutinya dari belakang.

"Kau menunggu jawaban tugasku atau menungguku dari tadi, hm?" Kyuhyun duduk disamping.

"Tentu saja menunggumu, kalau kau tidak datang, jawabanmu itu juga sudah pasti tidak datang kan?" Zhoumi menerima buku yang diberikan Kyuhyun.

"Ehem! Aku merasakan hawa ya,ng aneh." Zhoumi mengusap tengkuknya. Sungmin terkikik geli melihat tingkah Zhoumi. Zhoumi melihat kearah Kyuhyun yang sedang memainkan PSPnya.

"Temanmu itu sedang ada dimana?" tanya Zhoumi yang masih mengusap tengkuknya.

"Disampingmu." Jawab Kyuhyun enteng. "Mwo?" Zhoumi menelan ludahnya dengan susah paya dan kembali fokus ke tugasnya.

"Woi!" Panggil seseorang dari arah pintu kelas Kyuhyun. "Hm? Kangin hyung? Ada apa, hyung?" tanya Zhoumi. Sedangkan Kyuhyun, ia masih asyik dengan PSPnya. Kangin masuk kedalam dan duduk dibelakang Kyuhyun dan Zhoumi.

"Waeyo, hyung? Bukankah bukunya sudah kukembalikan?" tanya Kyuhyun seraya membalikkan badannya kearah Kangin dengan masih tetap memainkan PSPnya. Zhoumi juga ikut membalikkan badannya.

"Aku sedang bosan." Kangin mengeluarkan buku-bukunya dari tasnya. "Aisshh, isi tasku ini berantakkan sekali sih." Kangin membalikkan tasnya dan menjatuhkan sampah-sampah yang ada didalam tasnya.

"Eh? Ini buku apa, hyung?" tanya Zhoumi seraya mengambil sebuah buku diary berwarna biru tua dari tumpukkan buku lain milik Kangin. "Eh! Jangan pegang buku itu." Kangin hendak merebut buku diary itu dari tangan Zhoumi. Namun Zhoumi cukup gesit untuk menjauhkan tangannya kearah Kyuhyun.

Sesuatu terjatuh dari selipan diary itu, dan jatuh tepat diatas meja Kyuhyun. "Hm? Apa ini? Surat cinta ya, hyung?" tanya Kyuhyun yang dengan santainya mengambil surat itu dan membukanya. Kali ini Kangin membiarkannya, ia merasa semua sudah terlanjur dan tidak bisa mengelak lagi.

Kangin tersenyum getir. "Itu surat ucapan selamat untuk namjachinguku yang berulang tahun. Setiap tahun aku selalu memberikan surat itu. Tapi itu dulu, sekarang aku tidak pernah mengirimkannya surat ucapan selamat lagi." Jawab Kangin.

"Tapi surat ini dibuat untuk tanggal 1 Juli-eh? 2006? Surat ini sudah sangat lama, hyung. 5 tahun yang lalu." Ujar Kyuhyun yang membaca isi surat itu.

Sungmin juga ikut membaca surat itu. Kemudian Sungmin melihat kearah Kangin yang kelihatan sangat sedih.

Kangin sempat menuduk sebentar, lalu ia kembali mengangkat kepalanya. "Surat itu untuk namjachinguku yang berulang tahun ditanggal 1 Juli. Dan saat aku ingin memberikan surat ini untuk namjachinguku," Kangin menggantung kalimatnya.

Sungmin, Kyuhyun dan Zhoumi menatap serius.

"Tepat dihari ulang tahunnya, aku mendapatkan kabar bahwa ia meninggal karena suatu kecelakaan." Ujar Kangin yang berusaha untuk menahan kesedihannya. Ia menarik nafas dalam-dalam.

"Kami sudah berpacaran sejak kami masih bersekolah. Bahkan kami sudah bertemu dan hisup bersama sejak kecil. Kami saling mengerti dan saling menyayangi, tapi ada suatu masalah yang membuat hubungan kami sempat renggang sebelum dia meninggal." Lanjut Kangin.

"Masalah?" tanya Sungmin. "Masalah apa, hyung?" Tanya Kyuhyun yang penasaran. Kangin tidak menjawabnya, ia hanya tersenyum dan kembali menyusun buku-bukunya.

"Gwaenchana, hyung?" tanya Zhoumi. "Ne, gwaenchana." Jawab Kangin.

"Mianhae, hyung. Aku tidak bermaksud kembali mengingatkanmu tentang namjachingumu itu." Kata Zhoumi yang merasa bersalah.

"Tidak apa-apa, Mi. Aku memang tidak pernah bisa melupakannya." Jawab Kangin.

Sungmin menatap sedih kearah Kangin. Tiba-tiba Sungmin mengingat sesuatu.

Foto itu. Sungmin ingin tahu apa hubungan Leeteuk dengan Kangin.

"Ada yang aneh." Gumam Sungmin.

~#~#~#~#~#~#~#~#~

TING TONG TING TONG

"Kyu, kau langsung pulang kerumah?" tanya Sungmin. "Ne. Waeyo, hyung?" Kyuhyun menyusun buku-bukunya dan hendak pulang. Kelas Kyuhyun kini hanya ada dia dan Sungmin, semua siswa-siswa telah pulang.

"Kyu, bolehkan aku pulang dengan Kangin hyung?" tanya Sungmin sedikit ragu. "MWO?" Kyuhyun melotot kearah Sungmin.

"A-aku ingin coba mengikuti Kangin hyung. Boleh ya? Please~" mohon Sungmin.

"Untuk apa hyung?" tanya Kyuhyun. Ia tidak rela jika harus melepaskan Sungmin pada Kangin.

"Ani, aku hanya ingin mengikutinya saja. Hanya untu satu malam saja, Kyu. Ayolah~" Sungmin melancarkan puppy eyesnya.

"Aku tidak bisa menjamin keselamatanmu ditangan Kangin hyung." Ujar Kyuhyun yang masih belum bisa merelakan Sungmin. "Aku tidak akan diapa-apakan, Kyu. Tidak ada yang bisa melihatku." Kata Sungmin ngotot.

"Haahh, baiklah. Tapi satu malam saja, ya!" Sungmin merngangguk dan berjalan keluar dari kelas. "Bye bye, Kyu!" pamit Sungmin sebelum benar-benar pergi. "Bye-bye." Gumam Kyuhyun sedikit sedih.

'Yahh, mala mini sendirian deh.' Pikir Kyuhyun.

~#~#~#~#~#~#~

Sungmin POV

Ah! Itu dia Kangin hyung! Aku berjalan dibelakang Kangin hyung. Ia memasuki sebuah rumah yang ada ditempat terpencil. Rumahnya tidak bisa dibilang mewah sih. Ani! Bahkan rumahnya bisa dibilang sangat sederhana. Apa dia tinggal sendirian?

Saat aku memasuki rumah ini, ternyata aku salah. Ini bukanlah sebuah rumah, melainkan sebuah apartemen kecil yang hanya berukuran sekitar 6x7 meter. Apartemen yang sangat sederhana. Dan ternyata dia memang tinggal sendirian. Keluarganya ada dimana?

Kulihat dia sedang memilah-milah baju dengan malas dan masuk kedalam kamar mandi. Kenapa setelah pulang dari kampus dia kelihatan sangat lemas ya? kenapa saat di kampus dia terlihat bersemangat?

Beberapa menit aku menunggu dan akhirnya Kangin hyung keluar dari kamar mandi dengan pakaian rapi.

Ia menyisir rambutnya dan memakai jaketnya. Eh? Kangin hyung mau kemana? Aku mengikutinya dari belakang. Ia berjalan dengan sangat lemas. Ia bahkan tidak makan saat pulang dari kampus. Apa dia tidak lapar?

Ia memasuki sebuah café. Café ini cukup terkenal sih, dulu aku pernah kesini satu kali dengan Wookie.

Ternyata dia salah satu pegawai di café ini.

Saat ia sedang melayani tamunya, ia sangat bersemangat. Bahkan aku sangat sering melihatnya tersenyum. Tapi saat bersama teman serekannya, ia terlihat pendiam dan tidak perduli dengan apa yang terjadi padanya.

Sebenarnya dia ini kenapa sih? Apa dia jadi putus asa setelah namjachingunya meninggal? Aku jadi penasaran dengan namjachingunya itu.

Sungmin POV End

~#~#~#~#~#~#~#~#~

TING TONG

"Nuguseyo?" tanya Sungjin saat membukakan pintu rumahnya. "Ah, Siwon hyung? Sunny hyung? Ada apa ya?" tanya Sungjin sambil mempersilahkan Siwon dan Sunny masuk kedalam rumahnya.

"Annyeong, Sungjin-ah. Aku hanya ingin bertanya saja." Siwon duduk disofa yang ada diruang tamu. Sunny juga ikut duduk disamping Siwon.

"Ne. Tanya apa?" Sungjin duduk diseberang Siwon.

"Ciri-ciri Cho Kyuhyun itu seperti apa?" tanya Siwon langsung.

"Ciri-ciri Cho Kyuhyun? umm, kalau tidak salah dia berambut agak ikal dan berwarna coklat tua, tinggi, kurus dan tampan." Jawab Sungjin.

"Kalau tidak salah Sunny noona juga sudah pernah bertemu dengannya." Kata Sungjin. Siwon menoleh kearah Sunny yang terlihat terkejut. "Mwo? Aku pernah bertemu dengannya?"

"Ne, hari itu noona datang keruang inap Sungmin hyung kan? Saat itu kan noona bertemu dengan seorang namja. Dia itu Cho Kyuhyun, teman Sungmin hyung." Jawab Sungjin.

"Kau mengenalinya?" tanya Siwon. "Namja? Namja yang hari itu ada diruang inap Sungmin? Itu Cho Kyuhyun? Aku tidak sempat berkenalan dengannya." Jawab Sunny.

"Kau masih ingat dengan wajahnya?" tanya Siwon lagi. Sunny tampak berpikir sebentar.

"Sepertinya aku masih ingat." Jawab Sunny yakin. Siwon tersenyum kecil.

"Baiklah. Sungjin, kami pamit pulang dulu. Annyeong." Pamit Siwon dengan senyuman yang lebar.

~#~#~#~#~#~#~#~#~

Malam harinya~ Rumah Kangin

Pukul 8.15, Kangin sedang memakan ramyun instannya dengan tidak berselera. Ia kelihatan sangat tidak bersemangat dan tatapan matanya kelihatan kosong. Mulai dari pulang kuliah sampai jam 7.30, Kangin bekerja disuatu café yang cukup terkenal. Dan disaat Kangin sedang bekerja, Sungmin terus mengikutinya.

Kangin mengalihkan pandangannya kearah sebuah kalender. Sungmin mengikuti arah pandang Kangin kemudian kembali menghadap ke Kangin yang kini sedang berdiri dan berjalan kearah tumpukkan kardus-kardus.

Ia mengambil kardus pertama dan meletakannya kelantai. Ia lalu duduk dilantai dan membuka kardus itu. Sungmin mendekati Kangin dan ikut duduk didekat Kangin.

Kangin mengambil sesuatu dari dalam kotak itu, seperti tumpukan kertas. Sungmin membaca salah satu kertas yang dihias sebagus mungkin. Sepertinya itu adalah sebuah surat.

Dear My Chagiya,

Hyung~! Saengil chukka hamnida! Semoga di umur yang ke 23 ini hyung sehat selalu dan hubungan kita selalu baik dan semakin erat ya..! Aku akan selalu mendoakanmu.

Dari namjachingumu,

Kangin.

Untuk my chagiya,

Park Jung Soo.

'Park Jung Soo? Jadi itu nama namjachingunya?' pikir Sungmin. Sungmin kembali melirik surat itu. Disana tertera suatu tanggal. Tanggal 1 Juli 2005. 6 tahun yang lalu? 6 tahun yang lalu itu kan namjachingunya belum meninggal, tapi kenapa surat ini ada ditangan Kangin hyung? Seharusnya surat ini ada di namjachingunya.' Pikir Sungmin.

'Tunggu! 1 Juli? Sekarang tanggal berapa?' Sungmin kembali mengalihkan pandangannya ke kalender. 'Hari ini tanggal.. 30 Juni?' Sungmin kembali mengalihkan pandangannya ke Kangin yang sedang memeluk lututnya yang ditekuk.

'Berarti besok itu..' Sungmin kembali melihat tanggal yang ada disurat Kangin.

'Ulang tahun sekaligus peringatan hari meninggalnya Jung Soo.'

~TBC~

*Jambak rambut* Mianha, Kangpa~! Author sebenarnya gak tega ngelihat Kangpa menderita seperti ini, tapi ini sudah jadi takdir Kangpa di FF ini. Nasibmu tidak beruntung di FF ini, oppa. *Dihajar Kangin*

Mianhae kalau updatenya lama. (- /\ -)

"eLizxie Aire, Maykyuminnie, MiEunMinWook, widiwMin, EvilBungsu KyuminBaby137, YuyaLoveSungmin, Chikyumin, Evilkyu Vee, archelaine, JiYoo861015, Rima KyuMin Elf, YooMi, KyuMinnie, Sung Hye Ah, WindaaKyuMin, amniminry, Jeng Kyura, Ayuni Lee, Yenni Gaemgyu, hikaeve, Meytha Shora Andriyan, Chinatsu Kajitani Teukkie"

Thanks ya buat reviewnya! ^^

Kangteuknya berasa gak? Author dah buat setegang mungkin nih. Hehehehe ^^

Semoga memuaskan.

Akhir kata dari author,

Review, please? Gomawo.. ^^

m(_ _)m