49 Days
Summary:: Sebuah kecelakaan yang membuat Sungmin harus mencari belahan jiwanya dan 3 orang yang benar-benar menyayanginya dalam wujud roh dan dalam waktu 49 hari.
Pair:: Kyumin (Kyuhyun and Sungmin) and other
Rated:: T
Warn:: BL
Disclaimer:: yang jelas bukan punya saya, mereka adalah hak YME, orang tua mereka dan diri mereka sendiri
Annyeong~! Author balik lagi! Ada yang nungguin chap 9 gak nih? Gomawo buat yang nunggu lanjutan FF ini dengan sabar. ^^
Nih, chap 9 untuk readers semua~!
Enjoy~!
~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~
Kini Sungmin sedang memandang dengan kasihan kearah Kangin yang masih dengan setia membuka kedua matanya. Dengan kata lain, Kangin sama sekali belum tertidur dari tadi, padahal sekarang jam sudah menunjukkan pukul 02.40 pagi.
Dengan perlahan, Kangin membereskan barang-barangnya yang berserakan di lantai. 'Namjachingunya meninggal 5 tahun yang lalu. Leeteuk hyung kenal dengan Park Jung Soo nggak, ya? Leeteuk hyung pernah bilang kalau dia telah menjadi scheduler selama 5 tahun, dan sebentar lagi jabatannya akan berkahir. Kalau ia telah bekerja selama 5 tahun, ada kemungkinan Leeteuk hyung pernah menjemput Jung Soo. Aigoo! Kenapa aku tiba-tiba jadi pintar, ya?' Pikir Sungmin dengan bangganya.
"Yeobosseo, Leeteuk hyung. Bisa kau ke sini?"
"Ne, gamsahamnida, hyung."
"Annyeong." Sapa Leeteuk yang tiba-tiba berdiri di belakang Sungmin. "Ah, hyung!" Sungmin berdiri. "Eh? Kenapa kau ada di tempat ini? Eh? Ini temannya Kyuhyun 'kan?" Tanya Leeteuk.
"Ne, dia Kangin hyung." Leeteuk memandang Kangin dengan tatapan aneh. "Dia kenapa?" Leeteuk menunjuk Kangin yang kini sedang meletakkan kembali kardus itu ke tempat semula.
"Hyung kenal dengan Park Jung Soo?" Tanya Sungmin tanpa menjawab Leeteuk. "Park.. Jung Soo?" Ulang Leeteuk. Sungmin mengangguk.
"Hmm, sepertinya tidak kenal," Jawab Leeteuk dengan pose berpikir. "Tapi kenapa namanya terasa tidak asing, ya?" Sungmin mengernyit mendengar perkataan Leeteuk.
"Jadi, sebenarnya hyung kenal atau tidak?" Tanya Sungmin lagi. Leeteuk menggaruk pipi kanannya dengan jari telunjuknya. "Entahlah, antara kenal dan tidak kenal. Sepertinya kenal, eh, sepertinya aku tidak kenal, deh. Arrgh! Entahlah!" Leeteuk mengacak rambutnya.
"Aisshh, hyung ini. Apa ini karena faktor usia?" Leeteuk tersenyum kecut mendengar penuturan Sungmin. "Memangnya ada apa sih dengan Park Jung Soo?" Leeteuk mengalihkan pandangannya ke Kangin yang kini sedang membaringkan tubuhnya di kasur tipis yang ada di lantai.
"Park Jung Soo itu namjachingunya Kangin hyung." Leeteuk merasa ada yang aneh di dadanya saat mendengar kata-kata Sungmin. "Namjachingu?" Tanya Leeteuk.
"Ne. Dan besok adalah hari peringatan meninggalnya Park Jung Soo." Leeteuk mengernyit.
"Jung Soo sudah meninggal?" Sungmin mengangguk, lalu ia duduk disamping Kangin yang masih belum memejamkan matanya. Leeteuk ikut duduk di samping Sungmin. "Besok hari peringatan kematian sekaligus ulang tahun Jung Soo." Leeteuk terlihat terkejut dengan perkataan Sungmin. 'Meninggal di hari ulang tahun? Ada yang aneh. Sepertinya aku mengenal seseorang yang meninggal di hari ulang tahun, deh.' Leeteuk memandang lurus kearah Kangin yang kembali berdiri.
Pandangan Sungmin dan Leeteuk terus mengikuti gerak-gerik Kangin. Kangin kini tengah mencari sesuatu didalam lemarinya. Kangin mengeluarkan sebuah kotak berwarna putih dari lemari itu.
Sungmin dan Leeteuk berjalan mendekati Kangin.
Kangin duduk di lantai, Leeteuk dan Sungmin pun mengikutinya.
Dengan perlahan, Kangin membuka kotak yang cukup besar itu. Di dalam sana terdapat album foto, kalung kembar, dan kotak cincin. Kangin mengeluarkan album foto dari kotak itu lalu meletakkannya di lantai. Kangin lalu mengambil beberapa lembar foto yang dalam posisi terbalik saat di dalam kotak itu. Kangin membaliknya dan tampak 2 manusia difoto itu.
Leeteuk menahan nafasnya saat melihat foto itu, sedangkan Sungmin sendiri terkejut ketika foto itu dibalikkan. Itu adalah foto Leeteuk bersama seorang yeoja.
Leeteuk terlihat sedang duduk di sofa dengan seorang yeoja yang sedang tertidur di bahunya. Kangin melihat foto ke dua. Foto yang sama, tapi kini Leeteuk juga ikut memejamkan matanya.
'I-itu.. Itu aku? Kenapa ada fotoku?' Pikir Leeteuk heran. "Itu hyung, 'kan?" Tanya Sungmin. Leeteuk mengangguk. "Kenapa Kangin hyung punya fotomu?" Leeteuk menggelengkan kepalanya pelan. "Aku tidak tahu." Leeteuk kembali melihat kalender.
'Tanggal 1 Juli 2006, hari dimana aku mengajukan diri menjadi seorang scheduler dan penjemput karena ada hal duniawi yang belum kuselesaikan. Apa mungkin..' Leeteuk menepuk pundak Sungmin.
"Ne? Waeyo, hyung?"
"Jung Soo kapan meninggal?" tanya Leeteuk langsung. Sungmin tampak berpikir sebentar. "Kalau tidak salah, tanggal 1 Juli 2006. Aku sedikit tidak yakin dengan tahunnya." Leeteuk tampak kaget dengan jawaban Sungmin. Leeteuk memegang kepalanya yang terasa sakit.
"Ukkh!" Sungmin menoleh ke Leeteuk saat mendengar rintihan itu. "Waeyo, hyung? Gwaenchanayo?" Sungmin tampak khawatir. "Arrghh! Errrgghh!" Leeteuk semakin mengerang kesakitan. "Hyung! Gwaenchana, hyung?" Sungmin semakin panik saat melihat keadaan Leeteuk.
Kangin menyentuh dada kirinya. Ada perasaan aneh di dadanya saat melihat foto itu. Biasanya ia akan merasakan perasaan sakit saat melihat foto itu, tapi kenapa sekarang dia malah merasa merindukan namja yang ada di foto itu? Kangin tahu kalau namjachingunya itu tidak mungkin mengkhianatinya. Ia tahu foto itu hanyalah sebuah kesalahpahaman. Tapi Kangin terlambat menyadarinya, ia menyadari kalau semua itu hanya kesalahpahaman setelah Jung Soo meninggal.
"Ukkh! Gwae-gwaenchana." Jawab Leeteuk saat merasa kepalanya sudah tidak terlalu sakit lagi.
"Sungmin-ah," Panggil Leeteuk. "Ne?"
"Aku ingat. Yeoja itu, yeoja itu adalah adik kelasku sewaktu aku masih hidup. Dia selalu mengejarku dan melakukan apa saja agar aku mau menjadi pacarnya. Saat itu, saat di tempat latihan musik, dia mengatakan kalau dia sakit. itulah sebabnya dia menopang kepalanya dia bahuku. Tapi aku tidak tahu apa hubungan Kangin dengan semua ini." Jelas Leeteuk menurut apa yang baru saja ia ingat.
Sungmin kembali memandang Kangin yang entah sejak kapan telah menyimpan kotak itu dan kembali berbaring di kasur tipisnya. 'Kangin hyung pernah mengatakan kalau ada suatu masalah yang membuat hubungannya dengan Jung Soo menjadi renggang sebelum Jung Soo meninggal. Benarkah Leeteuk hyung itu Jung Soo? Kalau memang benar, inikah masalah yang dimaksud Kangin hyung?' Sungmin memandang Leeteuk dan Kangin secara bergantian.
~#~#~#~#~#~#~#~#~
Keesokan harinya~ Hari ke 11...
"Minnie hyuuung~!" seru Kyuhyun saat melihat Sungmin berjalan di belakang Kangin. Kangin mengernyit. "Kau memanggil siapa, Kyu?" tanya Kangin seraya melihat kearah belakang. "Ah, ani. Aku hanya salah memanggil orang." Jawab Kyuhyun yang salah tingkah. Sungmin menahan tawanya melihat Kangin yang mengira Kyuhyun gila.
"Yasudahlah, aku ke kelas dulu, Kyu." Kyuhyun segera memeriksa tubuh Sungmin. "Kau tidak diapa-apakan 'kan, hyung?" Kyuhyun memutar tubuh Sungmin. untung saja mereka kini berada di koridor kampus yang sepi, jadi tidak ada yang melihat Kyuhyun.
"Aku tidak apa-apa, Kyu. Kau sudah makan?" tanya Sungmin. "Hmm? Hyung mengkhawatirkanku, ya?" goda Kyuhyun. "A-ani, siapa yang mengkhwatitkanmu? Aku cuma bertanya saja, kok." Jawab Sungmin gelagapan. 'Aisshh! Kenapa aku jadi seperti yeoja, sih? Memalukan!'
Kyuhyun tertawa melihat tingkah Sungmin.
"Aigoo~! Bilang saja kalau hyung khawatir padaku. Aku sudah makan kok, hyung." Kyuhyun berjalan menuju kelasnya.
"Eh? Hyung? Mau kemana?" tanya Kyuhyun saat melihat Kangin kembali lagi dan terlihat tergesa-gesa. "Aku lupa kalau aku punya hal penting yang harus kukerjakan. Aku pergi dulu, Kyu." Kangin kembali berlari kecil meninggalkan Kyuhyun yang mengernyit tidak mengerti. Sedangkan Sungmin sendirinyit tidak mengerti. Sedangkan Sungmin sendiri hanya memandangi punggung Kangin yang semakin menjauh.
"Dia kenapa, hyung?" tanya Kyuhyun pada Sungmin. Sungmin tersenyum.
"Ra-ha-sia~" Sungmin kembali berjalan meninggalkan Kyuhyun yang masih bingung.
"Oh ya, Kyu!" Sungmin berhenti berjalan dan membalikkan badannya. "Ne?"
Sungmin berjalan mendekati Kyuhyun.
Chup!
"Neomu bogoshipeo, Kyuhyun-ah!" Ujar Sungmin sambil tersenyum senang. Lalu ia kembali berjalan meninggalkan Kyuhyun yang terdiam. Kyuhyun tersenyum sambil menyentuh pipi kirinya yang beruntung mendapatkan kecupan manis dari Sungmin. "Hyung, seharusnya kau mengecupnya di bibir, bukan di pipi." Ujar Kyuhyun seraya mengejar langkah Sungmin.
.
.
~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#
"Hyung," Kangin berjongkok dan mengusap-usap nisan yang ada di depannya. "Bogoshipo, hyung. Kenapa kau tiba-tiba meninggalkanku?" Kangin berusaha menahan air matanya. Leeteuk yang berdiri di belakang Kangin hanya bisa menutup mulutnya dengan tangannya. Leeteuk terkejut saat melihat foto kecil yang ada di nisan itu.
Nisan bertuliskan 'Park Jung Soo' dengan foto kecil dibawa nama itu. Masalahnya, foto itu adalah foto Leeteuk.
"Kau tahu? Selama lima tahun ini, aku merasa seperti orang mati. Aku tidak bisa melakukan apa-apa, hyung. Kenapa kau tega meninggalkanku sendirian di sini?" Kangin mengelap nisan putih itu dengan kain yang ada di tangannya, berniat membersihkan nisan yang sedikit kotor itu.
"Aku.." Kangin memejamkan matanya sebentar. "Aku sudah berusaha untuk menyusulmu, hyung. Tapi kenapa aku selalu gagal? Aku selalu gagal untuk bisa menyusulmu, hyung." Leeteuk berjongkok di samping Kangin.
"Mianhae." Leeteuk tanpa sadar mengatakan itu. Kangin terlihat terkejut. "Hyung? Kau kah itu?" Kangin mencari asal suara itu. Leeteuk menutup mulutnya dengan kedua tangannya, berusaha menahan tangisnya. Entah kenapa, rasanya Leeteuk ingin menangis sejadi-jadinya saat ini juga. "Aisshh! Lihatlah, hyung. Aku mengkhayal lagi. Kau membuatku gila, hyung." Kangin meletakkan kedua tangannya diatas nisan itu lalu menopang dahinya dengan tangan sebagai alas.
"Saengil chukka hamnida, saengil chukka hamnida. Saranghaneun Park Jung Soo, saengil chukka hamnida.." Kangin menyanyi lirih sambil tersenyum masih dengan posisi menopang pada nisan itu. Leeteuk tersenyum kecil mendengar lantunan lagu yang dinyanyikan oleh Kangin. Hanya tersenyum kecil saja, karena kini ia tengah menahan tangisnya.
"Dulu, saat kau baru saja meninggalkanku, aku berharap kau akan kembali padaku. Aku terus menunggu dan menunggu. Akhirnya aku menyadari, kau tidak akan mungkin kembali lagi untuk selamanya. Disaat itulah aku memutuskan lebih baik aku yang menyusulmu saja. Tapi kenapa Tuhan tidak mengizinkanku untuk bertemu denganmu, hyung? Tuhan tidak mengizinkanku untuk menyusulmu." Ujar Kangin lirih. Ia masih memejamkan matanya.
Leeteuk mulai terisak dengan kedua tangan yang masih menutup mulutnya. "Mianhae." Ujar Leeteuk lagi tanpa sadar.
Tes.. Tess
Tetesan air mulai turun dari langit. Kangin mengangkat kepalanya dari nisan itu lalu menengadah kearah langit. "Apa kau sedang mengangis, hyung?" Kangin menengadahkan tangannya dan tetesan air pun jatuh di telapak tangannya.
"Hyung, bogoshipeo. Neomu bogoshipeo, hyung. Saranghae." Hujan semakin deras membasahi Kangin dan Leeteuk. Air hujan menyamari air mata Kangin, begitu pula dengan Leeteuk.
Boku wa koko ni ite
Ima mo koko ni ite
Kimi to futari de mata
Aeru to shinjiteritu yo
_TVXQ-Stand By U_
'Hujan?' Sungmin melihat kearah jendela. Kini Sungmin tengah berdiri di samping Kyuhyun yang sedang mendengarkan penjelasan dosennya.
Sungmin mengalihkan pandangannya ke Kyuhyun yang sedang serius. 'Tampan.' Pikir Sungmin sambil tersenyum. Iseng, tangan Sungmin terjulur dan menyentuh pipi Kyuhyun.
Kyuhyun yang merasa ada yang menyentuh pipinya pun langsung menoleh pada Sungmin.
Kyuhyun tersenyum lalu menyentuh tangan Sungmin yang menyentuh pipinya. Kyuhyun kembali mendengarkan penjelasaan dosen dengan tangan yang masih tetap menyentuh tangan Sungmin.
Kyuhyun menulis sesuatu pada buku tulisnya, lalu menunjukkannya pada Sungmin.
'Hyung, setelah pelajaran ini selesai, jangan langsung pulang ke rumah dulu ya. Kita makan siang dulu.' Sungmin tersenyum lalu mengangguk.
~#~#~#~#~#~#~#~#~
TING TONG TING TONG
Semua pelajar keluar dari kelas masing-masing. Begitu pula dengan Kyuhyun yang keluar dari kelasnya dengan senyum sumringah. Sungmin yang berjalan di sampingnya hanya tertawa kecil melihat Kyuhyun yang terlihat sangat senang.
"Kyuhyun oppa!" panggil seseorang dari belakang mereka. Kyuhyun dan Sungmin membalikkan badan kearah asal suara. "Seohyun?" Seohyun berjalan menghampiri Kyuhyun. "Oppa, bisa kau bantu aku membawa beberapa buku ini? Yoon seonsaengnim menyuruhku membawa buku ini ke perpustakaan. Buku-buku ini sangat berat," Ujar Seohyun yang terlihat kesusahan membawa buku-buku tebal yang ada di tangannya.
Kyuhyun melirik ragu kearah Sungmin yang sedang memandangi Seohyun dengan pandangan menyelidik. Kyuhyun lalu melihat kearah sekelilingnya yang sepi. "Tidak ada siapa-siapa lagi selain oppa. Jadi aku hanya bisa meminta tolong padamu," Kyuhyun menoleh kearah Sungmin. Sungmin mengangguk seraya tersenyum. "Gwaenchana." Ujar Sungmin.
Kemudian Kyuhyun kembali menatap Seohyun dan mengangguk. "Ah, gomawo, oppa." Seohyun pun menyerahkan beberapa buku pada Kyuhyun lalu berjalan kearah perpustakaan.
Sebelum menyusul Seohyun, Kyuhyun sempat menoleh ke Sungmin. Kyuhyun menghela napas, lalu berjalan mengikuti Seohyun dari belakang.
"Haaaahh~" Sungmin menghela napas. Ia lalu memutuskan untuk berjalan-jalan di luar kampus.
.
"Gomawo oppa atas bantuannya," Ujar Seohyun setelah selesai menaruh buku-buku itu di perpustakaan. Kyuhyun mengangguk. "Mianhae oppa kalau aku membuang waktumu, aku benar-benar tidak tahu harus meminta bantuan siapa kecuali oppa."
"Gwaenchana. Kalau begitu, aku pulang dulu." Kyuhyun pun berjalan meninggalkan Seohyun yang masih berdiri di depan pintu perpustakaan. Seohyun menghela napasnya. "Cuek sekali, sih." Gumam Seohyun.
~#~#~#~#~#~#~#~#~#~
"Sungmin hyung ke mana, ya?" tanya Kyuhyun pelan seraya celingak-celinguk mencari Sungmin di koridor kampus. Lalu, Kyuhyun pun keluar dari gedung kampusnya dan memilih untuk mencari Sungmin di luar gedung kampus.
Kyuhyun mencari dilapangan kampus, tidak ada. Di belakang gedung kampus juga tidak ada. Di taman samping gedung kampus juga tidak ada. Akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk mencari Sungmin di area pertokoan yang ada di dekat kampusnya.
Dengan berlari kecil, Kyuhyun melihat ke kiri dan ke kanan untuk mencari keberadaan Sungmin. 'Apa Sungmin hyung marah padaku?' pikir Kyuhyun dengan khawatir.
Brukhh!
Karena tidak memerhatikan jalan dengan benar, Kyuhyun menabrak seorang namja tegap. "Mianhae, aku tidak sengaja." Ujar Kyuhyun seraya membungkukkan badannya. "Gwaenchana." Jawab namja yang ditabrak itu.
"Kyuhyun-sshi?" tanya Sunny memastikan. Siwon, namja yang yang tadi tertabrak itu mengernyit. "Kyuhyun?" gumam Siwon. "Ne? Ah, kau yang hari itu ada di rumah sakit 'kan?" tanya Kyuhyun balik. Sunny tidak menjawab, ia menoleh ke Siwon. "Jadi, namamu Cho Kyuhyun?" tanya Siwon.
Kyuhyun menoleh ke Siwon. "Ne, Cho Kyu-"
"KYU!" panggil Sungmin sebelum Kyuhyun selesai memperkenalkan dirinya. Kyuhyun menoleh ke Sungmin. "LARI, KYU! LARII!" teriak Sungmin yang jaraknya lumayan jauh dari Kyuhyun. Kyuhyun menatap kaget pada Sungmin yang tiba-tiba berteriak, ia lalu mengalihkan pandangannya pada Siwon dan Sunny.
Kemudian, Kyuhyun langsung lari dari tempat itu. "Ya! Kau mau kemana? Tunggu! Ya!" Siwon berlari mengejar Kyuhyun. Sunny juga berlari dengan sedikit kesusahan karena sepatu high heels yang ia gunakan. Sungmin berlari di belakang Siwon.
Kyuhyun berlari dan memasuki area jalanan yang sepi. Siwon berlari semakin mendekat pada Kyuhyun.
Grep! Bruggh!
Siwon menahan bahu Kyuhyun dan langsung mendorong Kyuhyun ke dinding. "Auw!" rintih Kyuhyun saat punggungnya menghantam dinding dengan cukup keras. Sungmin berhenti berlari saat ia berada tepat disamping Siwon dan Kyuhyun. Sunny juga menyusul dari arah belakang Sungmin.
Siwon menatap tajam pada Kyuhyun. "Katakan! Kau ini sebenarnya siapa? Apa urusanmu dengan Sungmin?" Kyuhyun menelan ludahnya.
"Kyu.." panggil Sungmin.
"Aku teman Sungmin hyung," Jawab Kyuhyun. Siwon menggeram kesal. "Aku tahu kau itu penipu yang mengaku sebagai teman Sungmin, 'kan?" Siwon mengepalkan tangannya.
"Ani, aku benar-benar temannya." Jawab Kyuhyun dengan datar. Siwon menggeram kesal lalu melayangkan kepalan tangannya pada Kyuhyun.
"Siwon hyung?" panggil seorang namja dari arah belakang. Siwon menghentikan kepalan tangannya yang hampir mengenai pipi kiri Kyuhyun.
"Apa yang kau lakukan, hyung?" namja itu berjalan mendekati Siwon dan berhenti tepat disamping kanan Siwon.
"Eunhyuk hyung?" Siwon menurunkan kepalan tangannya. "Kau sedang apa, Siwon? Dan kalian juga kenapa ada di sini, Sunny-ah? Sungmin hyung?" tanya Eunhyuk yang mengalihkan pandangannya dari Siwon.
Siwon, Sunny, Sungmin dan Kyuhyun memandang kaget pada Eunhyuk. "Sungmin hyung?" tanya Siwon. "Kau berkhayal, Eunhyuk hyung. Sungmin hyung itu sedang di rumah sakit," Ujar Siwon yang menjauhkan dirinya dari Kyuhyun.
"Mwo? Rumah sakit? Hahaha! Kau bercanda, Siwon-ah. Sungmin hyung jelas-jelas ada di sana, kok. Dan Sungmin hyung juga terlihat sehat, meskipun sedikit pucat." Ujar Eunhyuk sambil melihat kearah Sungmin.
"Ta-tapi, oppa.. Sungmin oppa itu benar-benar sedang dirawat di rumah sakit karena kecelakaan." Jelas Sunny. Eunhyuk terbelalak mendengar penjelasan Sunny. Ia memandang tidak percaya pada Sungmin. "Sungmin hyung?"
~TBC~
Huwaaa! Author sedih sendiri baca adegan Kangteuk di atas.. TAT
Mian kalau updatenya lama. Pasokan ide author benar-benar sedang habis.. TTWTT
JiYoo861015, Meytha Shora Andriyan, vinlet, eLizxie Aire males login, Evilkyu Vee, Shin Ri Young, Saeko Hichoru, Apel, Chikyumin, KyuMinnie, kup merah, YooMi, MinnieGalz, Manami Katayanagi, Chinatsu Kajitani Teukkie, Sung Hye Ah, Jeng Kyura, Ayuni Lee, hikaeve, Yenni Gaemgyu, No Name, MiEunMinWook, Ellen, Kim Eryn, putryboO
Gomawo buat reviewnya.. ^^
Chintasu Kajitani Teukkie:: Coba deh baca chap 5 lagi, disana author ada jelasin kok.. ^^ Gomawo..
Ok! Author bener-bener minta maaf kalau Kyumin momentnya dikit di chap ini, soalnya banyak konflik yang belum terselesaikan, jadinya Kyumin belum sempat mesra-mesraan.. *Digeplak Kyumin shipper*
Tapi author usahain nambah sedikit bumbu Kyumin romance deh.. Hehehe ^^
Dan maaf juga kalau chap ini agak pendek.. (-/\-)
Wookie! Daripada author makin banyak cincong, lebih baik author tutup chap ini⦠Akhir kata dari author,
Review, please? Gomawo~
m(_ _)m
