49 Days
Summary:: Sebuah kecelakaan yang membuat Sungmin harus mencari belahan jiwanya dan 3 orang yang benar-benar menyayanginya dalam wujud roh dan dalam waktu 49 hari.
Pair:: Kyumin (Kyuhyun and Sungmin) and other
Rated:: T
Warn:: BL, Typo(s)
Disclaimer:: yang jelas bukan punya saya, mereka adalah hak YME, orang tua mereka dan diri mereka sendiri
Annyeong~! This is it! 49 Days chap 10! Yang nunggu FF ini, tunjuk tangan! Karena kali ini banyak readers yang meminta update kilat, akhirnya author berusaha update kilat. Cukup kilat, belum? Kalau belum cukup, nanti author kilatin lagi pake semir sepatu. *Plakk*
Oke deh, dari pada di tabok sama readers karena kelamaan, nih chap 10 nya..
Enjoy~! ^^
'Italic' berupa ingatan tentang masa lalu, bukan flashback.
~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~
"Sungmin hyung?" Eunhyuk memandang tidak percaya pada Sungmin. "Oppa, Sungmin oppa benar-benar sedang dirawat di rumah sakit. Memangnya Lee ahjumma tidak memberitahu oppa? Setahuku, semua sahabat Sungmin oppa diberitahu oleh ahjumma," Jelas Sunny.
Eunhyuk menggeleng. "Ani, ahjumma tidak memberitahuku soal itu. Tapi.." Eunhyuk menelan ludahnya dengan susah payah. "Kalau Sungmin hyung memang dirawat di rumah sakit, lalu kenapa Sungmin hyung ada di sana?" Siwon dan Sunny mengernyit mendengar pertanyaan Eunhyuk.
Sunny melihat ke arah pandangan Eunhyuk, lalu ia berjalan ke arah itu. "Tidak ada siapa-siapa, oppa." Sunny berjalan bolak-balik di tempat yang dipandangi Eunhyuk.
Eunhyuk tampak terkejut saat melihat Sunny menembus melewati Sungmin.
"Omona," gumam Eunhyuk.
"Hyukkie-ah," panggil Sungmin. "Aisshh! Sudahlah, hyung. Sungmin hyung tidak ada di sini, kau jangan mengada-ada, hyung. Dan kau!" Siwon menunjuk Kyuhyun.
"Katakan sekarang! Kau siapa?" tanya Siwon sambil menatap tajam pada Kyuhyun. Kyuhyun menoleh pada Sungmin.
"Aku teman Sungmin hyung dan aku tidak berbohong," Jawab Kyuhyun telak yang membuat Siwon kembali kesal. "Masih tidak percaya?" tanya Kyuhyun sambil menatap Siwon dengan pandangan datar.
"Kalau aku tidak percaya, apa kau akan mengaku siapa dirimu sebenarnya?" tanya Siwon.
Kyuhyun mengangguk. "Eh?" kaget Sungmin dengan jawaban Kyuhyun. Siwon mengernyit. "Lalu, sebenarnya kau itu siapa?" Kyuhyun terdiam sebentar.
"Aku namjachingu Sungmin hyung," Semua yang ada di sana langsung terkejut dengan jawaban Kyuhyun, tak terkecuali Sungmin.
"Mwo?" Sunny berjalan mendekati Kyuhyun.
"Kau.." Geram Sunny seraya menunjuk Kyuhyun.
Plakk!
Sungmin, Siwon dan Eunhyuk terkejut melihat Sunny menampar Kyuhyun. "Kalau kau ingin berbohong, kau tidak perlu berbohong dengan mengaku sebagai namjachingunya!" seru Sunny dengan kesal. Siwon menoleh ke Sunny.
"Aku! Aku yeojachingunya! Dan sebentar lagi aku akan bertunangan dengannya! Jadi jangan pernah kau mengaku sebagai namjachingunya!" seru Sunny. Siwon segera menarik tangan Sunny dan pergi dari tempat itu dengan langkah cepat.
"Kau.. namjachingu Sungmin hyung?" tanya Eunhyuk ragu seraya berjalan mendekati Kyuhyun yang sedang memegang pipi kanannya.
Kyuhyun menoleh kea rah Eunhyuk lalu menggeleng. "Bukan." Jawab Kyuhyun singkat.
"Bukan? Yaahh~ Padahal aku berharap kau itu namjachi-ASTAGA!" kaget Eunhyuk saat menyadari Sungmin telah berdiri tepat di sampingnya.
"Hyukkie-ah~" Sungmin menatap Eunhyuk dengan pandangan minta dikasihani. "Jangan takut padaku. Aku ini hyungmu, bukan setan. Yang setan itu dia," Sungmin menunjuk Kyuhyun.
"Mwo? Enak saja." Ujar Kyuhyun tidak terima.
Eunhyuk tampak berpikir.
"Kalau bukan setan, umm.. Berarti hantu, dong?" tanya Eunhyuk dengan wajah innocent. Sungmin memicingkan matanya dengan kesal.
"Ya! Aku belum mati, tahu!" Kesal Sungmin seraya memukul kepala Eunhyuk. "Huwaaa! Tuh 'kan tembus! Huwaa! Hyung tahu 'kan aku ini takut hantu? Please, jangan ganggu aku hyung~" Eunhyuk berjongkok dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya seraya komat-kamit gak jelas.
"Hyukkie-ah, percayalah~ Aku ini bukan hantu. Kalau tidak percaya, silahkan tanyakan pada Wookie." Eunhyuk berdiri. "Wookie juga bisa lihat hantu?" tanya Eunhyuk. Sungmin merengut kesal.
"Ne, ne. Aku percaya, aku percaya padamu, hyung." Ujar Eunhyuk sebelum sahabat yang sudah ia anggap sebagai hyungnya itu ngambek padanya.
"Tapi Hyukkie, berjanjilah padaku kalau kau tidak akan menceritakan pada orang lain bahwa kau bisa melihatku. Janji?" Eunhyuk mengangguk mantap. "Janji!"
"Tapi kenapa hyung bisa jadi seperti ini? Dan dia ini siapa?" tanya Eunhyuk.
"12 hari yang lalu, aku mengalami kecelakaan. Sekarang ini aku sedang koma dan dirawat di rumah sakit. selama koma, rohku keluar dari tubuhku dan tidak bisa kembali lagi. Dan kebetulan aku bertemu dengan Kyuhyun yang bisa melihatku. Dan sekarang aku tinggal dengannya," Jelas Sungmin.
"Cho Kyuhyun imnida." Ujar Kyuhyun seraya membungkukkan badannya.
"Mwo? kau tinggal dengannya, hyung?" Eunhyuk menatap Kyuhyun.
"Sepertinya kau namja berbahaya," Ujar Eunhyuk dengan wajah yang disinis-siniskan. "Ya! Aku ini namja baik-baik. Aku selalu membantu orang tua dan noonaku, yaahh meskipun lebih sering mengerjai mereka. Tapi aku seratus persen namja baik-baik, kok!" Eunhyuk mendengus mendengar jawaban Kyuhyun.
"Lebih sering mengerjai keluargamu? Itukah yang disebut namja baik-ba-"
"Hyukkie!" panggil seseorang dari belakang Eunhyuk. Eunhyuk, Kyuhyun dan Sungmin menoleh ke asal suara.
"Hae!" ujar Eunhyuk senang. "Hyukkie! Kau jahat!" seru Donghae dengan wajah sedih. Eunhyuk dan Sungmin tampak bingung mendengar perkataan Donghae. Sedangkan Kyuhyun tampak bingung dengan namja yang lagi-lagi tak dikenalnya tiba-tiba muncul.
"Waeyo, Hae?" Eunhyuk mendekati Donghae. "Aku mencarimu ke mana-mana, tapi kau malah asyik-asyikkan dengan namja lain." Ujar Donghae seraya menunjuk Kyuhyun. "Mwo? Ani, aku tidak sedang asyik-asyikkan dengannya, kok. Dia teman Sungmin hyung," Jelas Eunhyuk. Donghae mengangguk.
"Hyukkie, kau sudah tahu belum? Sungmin hyung sekarang sedang dirawat di rumah sakit. Tadi Lee ahjumma memberitahuku." Ujar Donghae. Eunhyuk menoleh ke Sungmin dengan ragu.
"Waeyo, Hyukkie?" Eunhyuk menggeleng. "Ayo! Sekarang kita jenguk Sungmin hyung!" Donghae manarik tangan Eunhyuk dengan semangat.
"A-ah, Hae! Kau tunggu di mobil dulu, aku ada sedikit keperluan." Donghae mengangguk dan berjalan mendahului Eunhyuk. Setelah yakin Donghae telah tidak tampak di belokkan jalan, Eunhyuk berjalan mendekati Sungmin.
"Saat menjengukmu, aku yakin aku pasti akan menangis, hyung. Jadi cepat sembuh ya, hyung. Jangan membuatku terus menangis saat memikirkanmu." Ujar Eunhyuk yang berusaha memamerkan gummy smilenya. Sungmin menatap Eunhyuk.
"Semoga saja aku bisa." Jawab Sungmin pelan. Eunhyuk mengernyit. "Kenapa hyung berkata seperti itu? Kau pasti bisa, hyung! Hwaiting!" Sungmin dan Kyuhyun tersenyum.
Sungmin mengangguk. "Ah, aku pergi dulu ya, hyung, Kyuhyun-ah." Eunhyuk berlari kecil seraya melambaikan tangannya.
"Kyuhyun-ah, gwaenchana?" tanya Sungmin sambil memegang pipi kanan Kyuhyun yang terdapat bekas merah cap lima jari.
"Gwaenchana, hyung." Jawab Kyuhyun memegang tangan Sungmin yang ada di pipinya.
"Sakit, ya?" tanya Sungmin seraya menekan pipi Kyuhyun. "Auwh," rintih Kyuhyun pelan. "Ani, hyung. Hanya sakit sedikit saja," Sungmin melepaskan tangannya dari pipi Kyuhyun. "Jinjja?" tanya Sungmin. Ia menampar kecil pipi kanan Kyuhyun.
"Auwh!" rintih Kyuhyun lagi. "Tuh 'kan sakit," ujar Sungmin. "Gwaenchana, hyung. Sakitnya hanya sebentar, kok." Jawab Kyuhyun sambil meletakkan tangan Sungmin di pipinya. Sungmin tersenyum menanggapi Kyuhyun.
"Sungmin hyung," panggil Kyuhyun tiba-tiba. "Ne?"
"Ayo kita makan siang!" seru Kyuhyun dengan semangat. Sungmin tertawa kecil melihat Kyuhyun yang bersemangat. "Ne, kajja!"
~#~#~#~#~#~#~#~#~
"Oppa! Kenapa kau tiba-tiba menarikku, sih?" tanya Sunny saat mereka kini telah duduk di dalam mobil. "Kenapa kau menapar Kyuhyun?" tanya Siwon dengan nada dingin. "Kenapa? Tentu saja karena dia sudah mengaku sebagai namjachingu Sungmin oppa." Jawab Sunny. Siwon mengernyit.
"Kau menyukai Sungmin hyung?" Kini giliran Sunny yang mengernyit. "Apa maksudmu, oppa? Dia itu namjachinguku, aku tidak rela membiarkan Kyuhyun oppa mengaku sebagai namjachingu Sungmin oppa," Jelas Sunny.
"Sunny, kau itu yeojachinguku. Kau ingat? Aku hanya menyuruhmu pura-pura menjadi yeojachingu Sungmin hyung untuk mengecoh keluarganya, bukan menyuruhmu mencintai Sungmin hyung." Sunny menatap Siwon.
"Ne, tentu saja aku ingat. Kau itu namjachinguku. Kau menyuruhku pura-pura mencintai Sungmin oppa dan menjadi yeojachingunya agar kau mudah mengambil harta keluarga Lee 'kan? Oppa, aku bingung denganmu. Keluarga Lee sangat menyayangimu dan menganggapmu sebagai anak mereka sendiri. Mereka yang menyekolahkanmu hingga kau sekolah di perguruan tinggi yang terkenal, mereka memberikanmu jabatan di perusahaan, dan mereka menyayangimu. Tapi kenapa oppa malah menghianati keluarga itu?" Siwon tidak menjawab Sunny.
"Sunny, ingat! Kau juga ikut dalam rencana ini. Kau juga ingin menguasai harta keluarga Lee. Jika rencana ini tidak ada, maka kau juga tidak akan menjadi seseorang yang sukses seperti sekarang ini. Selama 5 tahun kita menjalankan semua ini, Sunny."
"Ne! Kita telah menjalankan rencana ini selama 5 tahun, dan selama itu jugalah kita telah menipu orang-orang yang sayang dan percaya pada kita, oppa! Aku memang sukses, tapi tidak ada sedikit pun kebahagiaan dari kesuksesan itu, oppa!" Sunny berhenti sejenak, berusaha menahan rasa bersalah yang selama ini selalu menekan kehidupannya.
"Aku tidak ingin menyakiti mereka lagi, oppa. Cukup sampai di sini saja," Siwon membelalakkan matanya. "Apa maksudmu? Kau ingin berhenti?" Sunny mengangguk.
"Andwae! Kau tidak bisa berhenti seperti ini!"
Sunny menghela napasnya. "Oppa," Sunny menatap Siwon. "Kita sudah keterlaluan, oppa. Sadarkah? Sungmin oppa kecelakaan, itu semua karena kita, oppa!" Siwon menatap Sunny tidak mengerti.
Sunny tertawa meremehkan. "Tempat dimana Sungmin oppa kecelakaan itu dekat dengan jalan dimana kita sedang bersama, oppa." Jelas Sunny.
Siwon masih belum mengerti dengan penjelasan Sunny. "Maksudmu?"
"Saat kita sedang dalam perjalanan, Sungmin oppa mengirimkan pesan kalau ia sedang dalam perjalanan pulang setelah melihat pesanan cincin pertunangan kami."
Flashback
'Sunny-ah, aku baru saja melihat cincin tunangan yang hari itu kita pesan. Cincinnya sangat bagus, yaah meskipun baru cincinmu yang siap dan cincinku belum siap dibuat, tapi cincin itu sangat bagus. Sekarang aku sedang dalam perjalanan menuju kantor. Kita makan siang bersama, ne?' Lalu Sungmin pun menekan tombol kirim pada ponselnya dan pesan itu pun terkirim. Sungmin bersenandung kecil sambil mengemudikan mobilnya.
Beberapa detik kemudian, ia merasa ponselnya bergetar. Balasan pesan dari Sunny. 'Jinjja? Ahh, aku juga ingin melihat cincin itu. Mianhae oppa, aku tidak bisa makan siang bersamamu, saat ini aku sedang di perusahaan keluarga Han dan sebentar lagi rapat akan dimulai. Mianhae, oppa.' Sungmin tersenyum menanggapi pesan itu. 'Ne, gwaenchana.'
Lalu Sungmin pun kembali fokus ke jalanan. Saat lampu merah menyala, ia memberhentikan mobilnya. Matanya tidak sengaja berhenti pada sebuah mobil yang ada di seberang perempatan jalanan. "Su-Sunny." Gumam Sungmin saat melihat yeojachingunya tengah mencium namja lain yang berstatus sahabatnya sendiri, Choi Siwon. 'Kau membohongiku, Sunny-ah.'
Flashback End
"Mwo? Kau yakin Sungmin mengetahui hubungan kita?" Sunny menggeleng. "Aku tidak yakin, oppa. Beberapa menit setelah Sungmin oppa mengakhiri pesan itu, kecelakaan itu terjadi, bukan?"
Siwon terlihat ragu. "Dari mana kau tahu kalau Sungmin hyung kecelakaan karena kita?"
"Itu.. Aku hanya merasa kalau Sungmin oppa kecelakaan karena kita," Jawab Sunny.
"Aku benar-benar ingin mengakhiri semua ini, oppa. Aku lelah menjalankan semua ini." Ujar Sunny dengan suara lirih. Siwon tertawa meremehkan.
"Kau pikir apa yang bisa kau lakukan untuk eommamu setelah kau mengakhiri ini semua, Sunny? Dan apakah kau ingat? Surat penyerahan kekuasaan illegal atas namamu itu masih ada di tanganku. Aku bisa saja menyerahkannya pada polisi karena surat penyerahan kekuasaan yang dibuat secara illegal," Sunny menatap tidak percaya pada Siwon.
"Kalau kau ingin selamat dari polisi dan tidak mengecewakan eommamu yang berada di rumah sakit jiwa itu, maka kau harus tetap bersamaku. Arraseo?" Sunny tampak berpikir sejenak. Sunny memejamkan matanya sejenak. 'Eomma, mianhae.'
"Arraseo."
.
.
~#~#~#~#~#~#~#~#~#~
Kini Leeteuk sedang berjalan disamping Kangin. Mereka kini sedang berjalan di taman yang cukup sepi. Kangin berhenti sambil memandangi bunga mawar yang tumbuh di taman itu. "Mawar pink?" gumam Kangin. Ia tersenyum miris memandangi bunga itu.
"Hyung.. Ini bunga kesukaanmu, 'kan? Sudah lama aku tidak memberimu bunga ini. Aku masih ingat, bunga ini adalah bunga pertama yang kuberikan padamu," Kangin menyentuh kelopak bunga itu.
Leeteuk mengernyit mendengar gumaman Kangin.
Bunga itu, Leeteuk juga sangat menyukai bunga itu. Setiap kali ia melihat bunga itu, seperti ada suatu memory berharga yang tidak bisa diingat oleh Leeteuk.
"Kau ingat, hyung? Bunga ini kuberikan padamu saat hari jadi kita yang kedua," Kangin tersenyum kecil. Leeteuk memegang dada kirinya.
'Mawar pink? Hari jadi? Apa ini?' Leeteuk kembali memandang bunga itu. Tiba-tiba terlintas sebuah kenangan yang tidak ia ingat sama sekali.
"Jung Soo hyung! Ini untukmu,"
"Eh? Mawar? Cantik.."
"Ne, bunga ini sangat cantik, hyung. Secantik dirimu,"
"Kenapa kau memberikan ini, Kangin-ah?"
"Karena hari ini adalah hari special, hyung. Hari jadian kita yang ke 2,"
"Bunga ini.. Bunga ini akan menjadi bunga yang paling berarti bagiku, Kangin-ah."
"Ne, Jung Soo hyung dan bunga itu akan menjadi hal yang paling berarti dalam hidupku."
"Ahh!" Leeteuk memegang kepalanya yang terasa sakit. "Ck!" Leeteuk pun langsung menghilang meninggalkan Kangin yang kembali berjalan menyusuri taman itu.
.
"Halmeoni!" panggil Leeteuk saat ia masuk ke dalam sebuah bangunan yang megah. "Halmeoni!" panggil Leeteuk lagi.
"Ya! Jangan memanggilku seperti itu!" seru seorang namja cantik dengan kesal. "Tapi kau itu tetua dan pemimpin dunia ini, aku harus menghormatimu, halmeoni."
"Ya! Kau dan aku siapa yang lebih tua, eoh? Panggil aku Heenim!" Kesal namja yang bernama Heechul itu. Heechul adalah pemimpin dunia yang ditempati oleh seangkatan Leeteuk. Ia yang membuat peraturan dunia itu dan menghukum siapa saja yang melanggar peraturan itu.
"Ne, ne. Terserahmu sajalah," Jawab Leeteuk malas. "Lalu, kau datang kesini untuk apa?"
"Aku ingin bertanya," Heechul mengangkat sebelah alisnya. "Hm?"
"Sebenarnya saat aku hidup, aku ini siapa?" tanya Leeteuk. Heechul mengernyit. "Kenapa aku seperti melupakan sesuatu yang berharga, hal-Heenim?" Heechul terdiam.
"E-ehem! Begini Teukkie-ah, kau ingat peraturan pertama yang kuberikan saat kau mengajukan diri menjadi malaikat penjemput?" Leeteuk menggeleng. "Aku sudah lupa," Jawab Leeteuk.
"Aisshh, kau ini! Bagi siapa pun yang mengajukan diri menjadi malaikat penjemput, ia harus menghapus semua ingatannya tentang hal duniawi yang pernah ia lalui. Jadi, semua kenangan di kehidupanmu saat kau hidup di dunia akan dihapus. Dengan nama lain, sejenis lupa ingatan atau am.." Heechul menggaruk pipi kanannya. "Am.. Amnesia!" seru Heechul saat mengingat nama lain dari hilang ingatan.
"Amnesia? Oh! Aku ingat!" seru Leeteuk saat mengingat peraturan itu.
"Kau tahu? Semua manusia yang sudah meninggal, bila masih mempunyai masalah di dunia yang belum diselesaikan, maka ia akan diberi pilihan ingin melanjutkan jalan kematian dan meinggalkan masalah dunia itu atau menjadi seorang malaikat penjemput selama 5 tahun dan menyelesaikan masalah itu sendiri,"
"Ne, aku tahu. Aku memiliki masalah yang belum terselesaikan dan aku mengajukan diri menjadi malaikat penjemput agar aku bisa menyelesaikan masalah itu. Tapi aku lupa masalah apa yang belum selesai! Ingatanku hilang, bagaimana aku bisa tahu masalah apa yang belum selesai? Dan sebentar lagi jabatanku akan berakhir!" seru Leeteuk frustasi.
"Bukankah ingatanmu sudah sedikit kembali?" tanya Heechul. Leeteuk mengernyit tidak mengerti. "Maksudmu apa, Heenim?" Heechul berdehem kecil.
"Apa yang membuatmu datang kesini?" tanya Heechul dengan wajah serius. Leeteuk tampak berpikir. "Karena ada suatu kejadian yang melintas di ingatanku." Jawab Leeteuk ragu.
Heechul mengangguk. "Itu adalah sebagian kecil ingatanmu yang hilang tentang kehidupanmu dulu," jelas Heechul. "Ingatan? Jadi aku ini.." Heechul menarik napasnya.
"Ya Tuhan... Maafkanlah aku yang melanggar 'sedikit' peraturan yang Kau berikan. Hikss hikss!" Ujar Heechul seraya menangkupkan kedua tangannya.
Leeteuk mengangkat sebelah alisnya. "Ehem! Oke! Akan kuberitahu," Heechul menjentikkan jarinya, tiba-tiba muncul sebuah buku panjang di tangannya.
Heechul lalu membolak-balikkan buku itu.
"Leeteuk, malaikat penjemput nomor 1310. Lahir tanggal 1 Juli tahun 1983 dan meninggal tanggal 1 Juli 2006 karena kecelakaan. Bernama asli Park Jung Soo, sejak kecil tinggal di panti asuhan dan berteman dengan Kim Young Woon. Saat berumur 17 tahun, mulai berpacaran dengan Young Woon. Setelah meninggal, mengajukan diri menjadi malaikat penjemput atau scheduler karena ada hal yang belum diselesaikan saat masih hidup. Masa jabatan tinggal 52 hari." Jelas Heechul lalu menutup buku itu.
Heechul mengangkat kepalanya menatap Leeteuk yang terlihat terkejut. "Teukkie? Hellooo?" Heechul melambai-lambaikan tangannya.
"Namaku... Park Jung Soo?" tanya Leeteuk pelan. "Ne." Jawab Heechul seraya mengangguk. "Kim Young Woon.. Kangin-ah..." Leeteuk tampak berpikir. "Masalah?"
Leeteuk melebarkan matanya. "Foto itu!" Leeteuk teringat dengan foto yang ada di kotak Kangin. Fotonya dengan seorang yeoja.
~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~
"Mianhae, Kyu." Ujar Sungmin. Kyuhyun yang sedang makan dengan lahap pun berhenti dan menatap Sungmin dengan bingung.
"Mianhae? untuk apa, hyung?"
"Mianhae atas perlakuan Siwon dan Sunny terhadapmu," Jawab Sungmin. "Tamparannya pasti sakit, 'kan? Sungjin pernah dipukul Sunny tepat di lengannya. Sungjin bilang kalau pukulannya itu sangatlah dahsyat," Sungmin menggeleng-gelengkan kepalanya, kasihan dengan dongsaengnya itu.
"Sudah kubilang hyung, ini tidak sakit." Ujar Kyuhyun. "Bohong! Pasti sakit. Pipimu saja masih ada bekas merah gitu,"
"Gwaenchana, hyung. Asalkan bisa melindungi hyung, ditampar, dijitak, dilempar, ditenggelamkan, dicekik, apapun itu aku pasti rela." Ujar Kyuhyun. "Hahaha. Gomawo, Kyu,"
"Tapi aku masih tidak percaya kalau itu tidak sakit," ujar Sungmin. Kyuhyun menghela napasnya. Ternyata ia tidak bisa berbohong pada Sungmin.
"Iya, iya. Masih sedikit terasa sakit, sih." Jawab Kyuhyun seraya memegang pipinya yang masih sedikit nyeri. "Tapi tidak apa-apa kok, hyung. Ini juga salahku yang sembarangan bicara," Kyuhyun melanjutkan makannya. "Ani. Kau tidak salah, kok. Semua ini memang salah mereka berdua." Kyuhyun menatap Sungmin.
"Sudahlah, hyung. Tidak usah bicarakan mereka lagi, tidak penting." Ujar Kyuhyun sambil mengunyah makanannya. Sungmin tertawa kecil. "Di sudut bibirmu ada saus, tuh." Ujar Sungmin seraya menunjuk sudut bibir Kyuhyun.
"Shirreo! Bersihkan sendiri! Kau tidak lihat sekelilingmu? Orang-orang menatapmu aneh, tahu." Kyuhyun melihat ke sekililingnya. Ia menunduk dan langsung melanjutkan makannya. "Aissh, hyung ini! Kenapa tidak beritahu dari tadi?' tanya Kyuhyun pelan dengan masih tetap menunduk dan pura-pura makan.
"Hahaha."
~#~#~#~#~#~#~#~#~
Sunny kini tengah berdiri di depan sebuah pintu. Ia terlihat ragu untuk memasuki ruangan itu.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Sunny memasuki ruangan itu. Ia dapat melihat seorang yoeja tengah duduk di ranjang sambil memeluk sebuah boneka.
"Eomma," panggil Sunny pelan saat memasuki ruangan yang ternyata adalah sebuah kamar. Seorang yeoja paruh baya menoleh.
"Kau Sunny?" tanya yeoja itu. Sunny berjalan mendekati yeoja itu. "Ne, eomma. Aku Sunny, anakmu." Sunny duduk di tepi ranjang itu.
Yeoja itu mengelus pipi Sunny. "Sunny.. Kenapa kau jarang sekali mengunjungi eomma? Eomma ingin pulang dan memasak untuk kalian lagi. Untuk appa, eonnimu, dan untukmu." Ujarnya. Sunny memegang tangan eommanya.
"Eomma, eonni dan appa sudah tidak ada. Mereka sudah pergi, eomma. Mereka sudah tenang di sana." Eomma Sunny mengernyit. "Kau bicara apa, Sunny? Appa dan eonnimu sedang menunggu eomma pulang ke rumah." Sunny memeluk eommanya.
"Ne, eomma. Mereka sangat merindukanmu." Ujar Sunny dengan lirih.
"Kau.." Sunny melepaskan pelukkannya. "Kau masih bersama namja itu?" Sunny mengernyit. "Namja? Siapa, eomma?"
"Siwon." Jawab eomma Sunny dengan cepat. Sunny menundukkan kepalanya. "Namja itu tidak baik," Sunny mengangkat kepalanya.
"Kau berubah sejak kenal dengan namja itu. Jauhi dia!" ujar eomma Sunny dengan nada dingin. Sunny kembali memeluk eommanya.
"Eomma sebaiknya banyak istirahat, jangan kelelahan, ne?" Sunny melepaskan pelukkannya lalu berdiri. "Aku pulang dulu, eomma." Eommanya tidak menanggapi perkataan Sunny. Ia membaringkan tubuhnya membelakangin Sunny.
'Mianhae, eomma.' Sunny pun melangkah keluar dari ruangan itu.
"Sekarang kita lanjutkan pencarian stempel itu." Ujar Siwon yang berdiri disamping pintu. Sunny mengangguk lemah. "Ne."
~#~#~#~#~#~#~#~#~
Malam Harinya~
"Hhhh~! Aku sama sekali tidak bisa mengingatnya!" Leeteuk mengusap wajahnya dengan frustasi. Kini ia tengah duduk sendirian di kursi taman.
"Sebenarnya untuk apa sih aku mengajukan diri menjadi malaikat penjemput? Aku sama sekali tidak mengingatnya!" Leeteuk mengacak rambutnya dengan frustasi.
Ia memang tidak ingat tujuannya menjadi malaikat penjemput karena saat mengajukan diri menjadi malaikat penjemput, ingatan Leeteuk belum dihapus, jadi ia masih tahu apa masalah yang belum terselesaikan. Namun setelah ia sah menjadi malaikat penjemput, Heechul malah menghapus ingatannya dan sampai sekarang ia tidak tahu apa masalah yang belum selesai itu.
"Foto itu.. Aku masih ragu tentang foto itu. Masa iya sih masalah itu hanya gara-gara yeoja itu tertidur di bahuku? Jadi bingung." Leeteuk mengedarkan pandangannya kesekeliling taman. Matanya terhenti saat melihat bunga mawar pink itu lagi. Tanpa sadar, Leeteuk berjalan mendekati bunga itu. Leeteuk mengernyit saat memandangi bunga itu. Ada yang aneh setiap kali ia memandangi bunga itu.
"Arrggh!" Kepala Leeteuk kembali sakit. ia terduduk dilantai. Suatu ingatan tentang kejadian asing bagi Leeteuk kembali berputar di otaknya.
Flashback
Seorang namja dengan langkah riang dan sebuah tas gitar menggantung di bahu kanannya sedang berjalan menuju kelas musiknya.
Saat ia memasuki kelas musiknya, tampak seorang namja tengah menggenggam sebuket bunga mawar pink di tangan kirinya dan memegang sebuah foto di tangan kanannya.
Namja itu tersenyum senang mengetahui namjachingunya datang ke kelas musiknya. "Kangin-ah!" panggil namja itu seraya mendekati namjachingunya yang masih tetap memandangi foto yang ada ditangannya itu.
"Jung Soo hyung," panggil Kangin. "Ne?"
"Ini apa?" tanya Kangin seraya menunjukkan foto yang sedari tadi ia pandangi. Jung Soo mengernyit seraya mengambil foto itu dari tangan Kangin. Ia terbelalak kaget saat melihat foto itu. Fotonya dengan seorang yeoja yang tengah tertidur di bahunya.
"I-ini.."
"Kau bisa mengatakannya langsung, hyung. Kau tidak perlu menghianatiku seperti ini, hyung." Ujar Kangin memotong perkataan Jung Soo.
"Apa maksudmu Kangin-ah?" Kangin tersenyum miris. "Kalau kau emang tidak mencintaiku, kau bisa mengatakannya, hyung. Kau bisa langsung meminta putus padaku, hyung. Tidak perlu main belakang seperti ini," Jung Soo terkejut dengan perkataan menyakitkan dari Kangin.
"Aku tidak ingin putus denganmu. Aku sangat mencintaimu, Kangin-ah. Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan yeoja itu, dia hanya adik kelasku." Jelas Jung Soo.
"Lalu kenapa ada foto itu, hyung?"
"Aku tidak tahu, Kangin-ah! AKU TIDAK TAHU!" Jung Soo dengan kasar mengambil foto dan bunga itu dari tangan Kangin. Ia membuang foto dan bunga itu ke lantai.
Jung Soo lalu berjalan mundur seraya menutup mulutnya dengan tangannya, berusaha menahan tangisannya. Ia pun langsung berlari keluar dari kelas itu.
"Hyung!" panggil Kangin. Kangin lalu berjongkok dan mengambil bunga dan foto yang sudah terinjak itu. "Kau membuang bunga kesukaanmu, hyung." Ujar Kangin lirih seraya tersenyum miris memandangi bunga itu. Ia lalu berdiri dan melempar bunga itu ke tempat sampah.
Kangin memandangi foto yang ada di tangannya, kemudian mengambil foto satunya lagi yang ada di meja dan menyimpan kedua foto itu di sakunya.
"Mianhae, hyung. Seharusnya aku mempercayaimu."
Flashback End
"Ahh!" Leeteuk memegang kepalanya yang tidak terlalu sakit lagi. Ia tertawa miris. "Kau sangat jahat Leeteuk-ah. Sampai-sampai menginjak bunga pemberian namjachingumu sendiri." Leeteuk mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. "Aisshh! Kenapa kehidupanku dulu sangat suram, sih? Menyedihkan!" Leeteuk berdiri dan memberdihkan celananya yang kotor.
"Ingatanku belum kembali sepenuhnya." Leeteuk menghela napas seraya membalikkan tubuhnya, berniat pulang ke dunianya. Namun langkahnya terhenti saat merasakan ada yang aneh. Ia menyentuh dada kirinya yang terasa sedikit aneh.
Leeteuk langsung menghilang dari tempat itu. Satu tempat yang menjadi tujuan Leeteuk saat ini. Rumah Kangin.
~#~#~#~#~#~#~#~#~#~
Leeteuk kini tengah berdiri di depan pintu rumah atau bisa disebut juga apartement kecil milik Kangin. Ia sempat bingung juga kenapa ia tiba-tiba ingin datang ke sini dan bertemu dengan Kangin.
Akhrinya leeteuk memutuskan untuk masuk ke dalam. Ia menghilang lalu muncul di dalam rumah Kangin.
Ia langsung menyesal saat masuk ke dalam rumah itu.
'Untuk apa aku datang ke sini kalau hanya untuk melihatnya makan?' tanya Leeteuk dalam hati saat melihat Kangin kini tengah memakan ramyun instannya dengan tidak semangat. Leeteuk pun memutuskan untuk duduk di seberang Kangin dan memandanginya yang sedang makan.
"Tidak bersemangat sekali." Gumam Leeteuk saat melihat Kangin terus menghela napas setiap ingin memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
Tiba-tiba Kangin menaruh sumpitnya di atas mangkuk ramyunnya dan berdiri. Leeteuk memandangi Kangin kemudian melihat kearah mangkuk Kangin. 'Ramyunnya masih banyak kok.' Pikir Leeteuk.
Ia kembali memandang Kangin yang kini terlihat sedang mencari sesuatu di laci mejanya.
Leeteuk bingung saat melihat Kangin mengeluarkan tali dari laci itu. Ia memegang dada kirinya. Perasaannya tidak enak.
Kangin menggeser sebuah kursi lalu menaikinya. Leeteuk langsung berdiri agar bisa melihat apa yang dilakukan Kangin. Ia berdiri di samping Kangin yang sedang mengikatkan tali pada kayu yang ada di langit-langit rumahnya. Lalu, ia lalu membuat simpul berupa lingkaran besar pada ujung tali yang satunya lagi.
Leeteuk melebarkan matanya saat melihat apa yang akan dilakukan oleh Kangin.
"Ya! Ya! Apa yang kau lakukan? Ya! Berhenti!" seru Leeteuk panik yang tentu saja tidak dapat didengar oleh Kangin.
Tiba-tiba tali itu terlepas dari kayu itu. Kangin mengernyit. Ia mendongakkan kepalanya melihat kearah kayu itu. 'Talinya kurang kuat.' Pikir Kangin.
Ia kembali mengikatkan ujung tali itu pada balok kayu yang ada di langit-langit ruangan itu.
"Berhenti. Kumohon berhenti! Kau tidak boleh begini! Berhenti!" seru Leeteuk semakin panik saat Kangin telah selesai mengikatkan tali itu pada balok kayu yang ada di atasnya. Kangin menarik-narik tali itu untuk memastikan tali itu tidak terlepas lagi.
"Kangin-ah! Berhenti!" Leeteuk menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat melihat Kangin kini hendak memasukkan kepalanya ke lingkaran tali itu.
"Kangin-ah…"
~TBC~
Huahahahahaha! *Evil laugh*
Readers kesal, ya? Mianhae, mianhae.. Author ini memang suka TBC di waktu yang tidak tepat. Tapi biasanya sinetron-sinetron juga tbc di waktu yang menegangkan, 'kan?
Hehehehe.. Author bakal tanggung jawab deh karena udah bikin readers kesal. Author bakal usahain update kilat sebagai permintaan maaf author yang iseng ini.. Hehehe.. Sekali lagi, mianhae.. (^/\^)
~#~#~ Oh ya, ada sedikit pemberitahuan.. Sungmin itu cuma bisa nyentuh Kyuhyun, selain Kyuhyun, dia gak bisa nyentuh apa-apa. Kalau belum mengerti, coba deh baca ulang chap 5.. ^^
Balasan review::
Anne-d:: Hahaha, makasih ya, chingu.. Udah cukup panjang belum? Keep reading, ya.. ^^
YuyaLoveSungmin:: Unyuk datang sebagai pahlawan.. Jadi superman, lohh.. Hehehe. Gomawo, ya..
JiYoo861015:: Kangin nggak bisa ngomong sama Sungmin kok, hari itu kan Kangin cerita sama Kyuhyun n Zhoumi.. Coba aja cek di chap 8. Cukup kilat belum updatenya? Menurut author ini udah update kilat, loh.. Gomawo, ya.. ^^
putryboO:: Hehehe, mianhae.. Author baru aja ketularan virus Kyuhyun, jadi agak jahil ngeTBC-in di part yang gak tepat.. Gomawo, ya.. Keep reading.. ^^
Ellen:: Makasih udah nunggu kelanjutannya nih FF. Udah cukup kilat belum updatenya? Ini masuk rekor sejarah author loh, rekor update terkilat, hehehe. Keep reading, ya.. Gomawo.
KyuHyunJiYoon:: Makasih~ Makasih~!*Pelukkecup*Plakk* Welcome to my fanfiction~! *Inggris berantakan* Keep reading, ya.. Thx.. ^^
minnie beliebers:: Mian ya udah buat chingu nunggu nih ff.. Gomawo udah mau baca plus nunggu nih FF. Keep reding, ok? ^.^
Chikyumin:: Hahaha. Ne, ini dah update kilat, jadi jangan karatan lagi ya..*Plakk* Gomawo..
Apel:: Hehehe.. Peace, chingu. Author emang suka tbc di bagian yg gak tepat.. Ahh, chingu~ Kenapa semuanya ditanya? Ntar jadi gak seru loh FFnya.. Masih author rahasiain ya.. Hehehehe.. Kalau ditanya soal berpa chapter, author masih belum tau.. Ok! Keep reading, ya.. ^^
YellowRainbow2109, widiwMin,:: Gomawo, chingu…
YooMi:: Belum end, kok. 'Kan Umin lum nemuin 1 orang lagi.. Gomawo.. ^^
Ayuni Lee, EvilBungsu KyuminBaby137:: Mian kalau reviewnya masuknya telat, emang lagi lambat nih kemunculan(?) reviewnya.. Gomawo.. ^^
960120:: Mian kalau chap lalu agak pendek, soalnya author lagi kehabisan ide.. Gomawo, ya..
minniehyung:: Hehehe, mian chingu.. Jangan sedih, author pasti lanjutin kok.. Gomawo..
blackivy:: Hahahaha! Author ngakak baca review dari chingu.. Makasih banyak ya chingu atas dukungannya, hikkss author terharu.. *plakk* Gomawo..
No Name:: Ahaha, author juga sayang Umin kok, tapi malah gak masuk daftar.. *gubraakk* Gomawo, chingu.. ^^
Saeko Hichoru:: Kangteuk shipper, ya? ehehe, gomawo..
Jeng Kyura:: Dichap ini author jelasin tentang Leeteuk, kok. Masih bingung, yah chingu? Kalau masih bingung, ntar chap depan author jelasin deh.. ^^ gomawo..
MiEunMinWook:: Chap 5, chap 5 *nunjuk2 chap 5* Penjelasan kenapa umin bisa pegang kyu ada di chap 5, chingu.. Gomawo.. ^^
MegaKyuELF:: Ntar habis nikah, punya 2 anak. Habis itu punya cucu, trus punya cicit *plakk* Mian, author terlalu ngayal.. wkwkwk. Gomawo..
Chinatsu Kajitani Teukkie:: Udah, udah.. Noh, warning typo(s) udah ada kan? Ok, gomawo..
Yenni Gaemgyu:: Dichap ini udah author jelasin tentang Leeteuk, kok. Gomawo.. ^,^
Kang hyo sun:: Belum bisa bangun, chingu.. 'Kan umin harus cari 4 orang. 1 sebagai jodohnya, dan 3 sebagai orang yang benar-benar sayang ama dia.. Berarti ada 1 orang lagi yang harus umin cari.. Ok, gomawo.. ^^
Sekali lagi, gomawo buat yang udah review.. ^^
Akhir kata dari author,
Review, please~? Gomawo.. ^^
m(_ _)m
