Tiba-tiba sesosok bayangan melesat kilat muncul dari belakang mereka. Gaara dan Naruto segera berbalik. Wajah stoic, mata onyx, dan rambut raven. Sosok tak dikenal itu ada di hadapan mereka sekarang.

"Halo. Aku Uchiha Sasuke."

Beach's Wave

A fanfic by Akasuna no Aruta

Disclaimer : Sekarang Naruto masih milik Masashi-san, tapi Aru akan merebut dan membuat Naruto menjadi milikku! Aku tidak akan menyerah! Itulah jalan ninjaku! *dengan semangat 'tidak menarik kata-kata' a la Uzumaki Naruto dan 'semangat masa muda' a la RockLee. (?)

Genre : Romance

Rate : T

Main Pairing : SasuNaru

Slight Pairing : SaiIno, ShikaTema, NejiTen, GaaSaku (Yosh, aru mau mencoba multi-pair, straight and yaoi) ^^

Warning : Multi-chap, typo (s)/miss-typo, OOC, gaje, yaoi.


Chapter 2 : SASU-TEME?

"Sa… Sa…"

"Sasuke. Kenapa kelihatannya sulit sekali melafalkan namaku, hn, rambut merah?" pemuda itu—Sasuke—tersenyum tipis pada Gaara. Matanya tak lepas dari mata emerald Gaara. Sasuke saat itu sedang mengenakan celana pendek selutut dan kaus berwarna hitam-kebiruan. Umurnya kira-kira 16 tahun. Hmm, masih muda juga… Sama seperti Gaara dan Naruto.

"Kau—kau—kau… bukan hantu, kan…?" gagap Naruto, mengingat sosoknya yang… FLASH! Tiba-tiba menghampiri mereka.

Sasuke tersenyum tipis (lagi). Wajah halusnya memancarkan ketenangan. "Aku bukan hantu, santai saja. Aku hanya melihat serombongan remaja mengunjungi pantai ini. Teman-teman kalian, kan?"

Gaara dan Naruto mengangguk pelan. Hei, kenapa Gaara yang pemberani tiba-tiba jadi gugup begitu, sih?

"Hn. Aku seorang pelatih surfing di pantai ini. Toko kami berada agak jauh dari rumah-pantai ini. Maaf mengagetkan kalian. Aku hanya ingin berkenalan. Gaara Sabaku dan Naruto Namikaze, kan?"

"Aaaa… yaa, kenapa kau bisa tau?" tanya Naruto. Pipinya merona. Aaah, apa yang terjadi dengannya? Kenapa hanya dengan kalimat itu Naruto langsung blushing? What happen with his feeling?

"Hn," hanya itu jawabannya. "Baiklah, emerald, sapphire. Aku tidak punya keperluan untuk berlama-lama disini."

Sosok Sasuke pun—entah bagaimana—menghilang.

"Kau yakin dia bukan hantu?"

"Entahlah, Naru. Tapi… siapa yang peduli dengan wujudnya? Dia manusia, pun, tidak ada manfaat bagi kita yang mengetahuinya, kan?" Gaara tersenyum.

"Tentu saja, Gaara… K-kau benar. Tidak ada manfaatnya pun kalau kita t-tahu." Naruto mendadak gagap. Hei, Hinata belum pernah mencium atau mengontak fisik Naruto, kan? Jadi tidak mungkin ada virus gagap yang menular. Yah, meskipun virus bisa menyebar lewat udara bukan hanya kontak fisik… Sudahlah, tidak ada gunanya membahas bagaimana virus menyebar disini. ^^

"Hmm, ya sudahlah, Naru… Kita masuk saja," ujar Gaara.

Naruto mengangguk. Tetapi ketika sudah merebahkan dirinya, siap tidur, bayang-bayang sosok Sasuke menari-nari di dalam kepalanya. Ahh, apa yang terjadi denganku? Batinnya. Dia mencoba tidur. Tapi tidak bisa.

Dia melirik ke tempat tidur di sebelahnya. Hhh, Gaara sudah tidur duluan. Tentu saja, dia kan sudah ngantuk dari tadi.

"Kenapa aku merasa ada yang aneh dengan si Uchiha itu, ya?"

-Beach's Wave - SasuNaru-

"Hwaaaah, masih ngantuuuuk, Gaa…"

"Bangun, Naru! Mereka semua sudah mau mulai latihan, lho! Kau ketinggalan!" Gaara bersorak di telinga Naruto.

"Y… ya, ya… Baiklah, aku bangun," gumam Naruto dengan mata terpejam, lalu mengulurkan kedua tangannya ke atas, "Bangunin…"

"Erkh!" Gaara menggeram dan menarik kedua tangan Naruto yang terjulur, hingga Naruto terduduk di tempat tidurnya.

"Mandi sana, lalu susul kami di tepi pantai," ujar Gaara, melemparkan handuk ke wajah Naruto dan meninggalkan kamar menuju tepi pantai.

"Huh," Naruto membuka matanya, mengerjap-ngerjapkannya sebentar, menggosoknya pelan dengan tangan, baru pergi ke kamar mandi.

Setelah selesai, Naruto pergi tanpa alas kaki (tentu saja!) dan menyusul teman-temannya ke tepi pantai. Hmm, sudah nampak Kiba dan Akamaru yang mulai berselancar dan menuju ke tengah-tengah laut.

Ya, mereka hari itu mau belajar berselancar bersama. Tapi beberapa anak yang sudah lancar dan mahir, hanya berselancar sendiri, tidak mengikuti pelajaran yang diberikan beberapa ahli selancar sewaan.

"Mana Gaara, ya?" gumam Naruto, melongo ke seluruh pantai.

Ah, itu dia!

Terlihat Gaara yang sedang mengenakan celana pendek hitam sedang memperhatikan penjelasan seorang instruktur.

Naruto tersenyum, dan berlari mendekat kepada sahabatnya itu. "Yoo, Gaara, aku mau ikutan boleh tid—he?"

"Ohayou, Naruto-san," sapa seseorang.

"Kau—kau…" Naruto meraba lekuk wajah pemuda yang tadi menyapanya. "Suke?"

"Uchiha Sasuke, Naruto-san," kata Sasuke pelan. Dia adalah seorang instruktur selancar! Kan memang sudah dikatakannya kemarin malam?

"Aku tidak terlalu mengenalmu karena kemarin aku tidak terlalu menghafal wajahmu. Gelap, sih…" gumam Naruto, melepas tangannya dari wajah porselen Sasuke. "Ma—maaf…"

Apa yang dilakukan Naruto? Tiba-tiba dia meraba wajah Sasuke? K-E-N-A-P-A? Yah, wajah Sasuke memang terlalu tampan, sih…

"Yo, bergabunglah dengan kami, Naruto!" ujar Gaara.

SasuNaru menoleh pada Gaara. Saat itulah Naruto menyadari sesuatu-yang-aneh, yang tadi malam dipikirkannya. Ya, Sasuke menatap Gaara—entah kenapa—dengan penuh… ehm… Nafsu?

Kenapa?

Hell yeah, kalau dilihat-lihat, Gaara cukup manis juga. Pikir Naruto. Hei, tapi aku lebih manis!

"A-ayo… Sa—sasuke, aku tidak pandai berselancar, tolong ajari aku…" kata Naruto, menatap Sasuke, dan berbohong. Ya, Naruto sebenarnya bisa berselancar, tapi entah kenapa dia menginginkan untuk diajari Sasuke.

Gaara hanya mengernyit mendengar kebohongan Naruto.

"Naru… kau…?"

"Gaara! Kurasa instruktur disana ingin mengajarimu!"

"Hee?" Gaara mengikuti arah yang ditunjuk Naruto. Seorang instruktur yang sedang bebas mengajar, yang bernama Shion.

"Ta-tapi, Naru, ak-aku…"

"Sudah, cepat!" dengan wajah setengah-senyum-setengah-memaksa, Naruto mendorong Gaara menjauh.

Instruktur Sasuke hanya menautkan kedua alisnya.

"Kenapa, Naru?"

"Kurasa kau hanya mampu mengajari satu orang, jadi kusuruh dia pergi ke instruktur yang lain dan…"

"Kau bilang aku tidak mampu?" Sasuke melotot.

"E-eh, bagaimana yaa, kau itu…"

"Shion-san!" teriak Sasuke tiba-tiba.

Shion yang baru akan memulai pelajarannya dengan Gaara, menoleh kepada Sasuke yang agak jauh dari tempatnya.

"Kenapa aku tidak bisa belajar dengan tenang?" keluh Gaara, menyeka dahinya yang berkeringat (banget).

"Huh," Naruto manyun-manyun sendiri. Niatnya berduaan dengan si instruktur tampan nan sekseh itu telah menguap. Yang ada sekarang hanya sakit hati si intruktur. "Wah, niatnya kan cuma mau PDKT, dasar sensitif," gumam Naruto dalam hati.

"Tolong Shion-san saja yang ajari dia, aku akan mengajari anak rambut merah (yang hot) itu…" kata Sasuke pada Shion. FYI, kalimat dalam kurung hanyalah bisikan super-pelan untuk Shion. Malu kan kalau ketahuan dia itu… Ehm, dia itu…

Just guess it by yourself, ok?

Back to the story…

"J-jangan, Sukee! Ajari aku, tolooong!" Naru merengek.

Sasuke mendengus dan berjalan menuju Gaara.

Dengusan super-keras (?) terdengar dari Naruto. "Huh, brengsek! Begitu saja marah… Dasar teme!" Tapi harus diakuinya, Sasu-teme itu jadi makin unyu kalau lagi marah… Akhirnya Naruto cekikikan sendiri. Dia pun terpaksa menerima Shion sebagai instrukturnya. Dari jauh, dia melihat Sasuke mengajari Gaara dengan amat-sangat-tidak-konsentrasi. Kenapa?

Menurut Naruto, Sasuke hanya terfokus pada…

Pada…

Pada…

Wajah manis Gaara, mungkin?

Atau malah… tubuhnya?

"Menurutku memang si teme itu menatap Gaara dengan nafsu—entah kenapa…" gumam Naruto.

"Naruto! Perhatikan aku baik-baik!" seru Shion karena tau dia dikacangin Naruto yang sibuk memperhatikan SasuGaa yang terlihat sangat S-E-R-A-S-I.

-Beach's Wave - SasuNaru-

"Yo, Kiba! Kau sedang apa?" Naruto menghampiri Kiba yang sedang duduk-duduk di bawah pohon kelapa. "Mereka sudah pada makan malam, lho! Kau ketinggalan! Hh, aku juga, sih…"

"Hah, Naruto…" gumam Kiba. "Aku sedang menulis."

"Makanya kau bawa senter?" Naruto cekikikan, melihat Kiba membawa sebuah buku dan menyenterinya. "Hmm, coba kulihat… Akamaru's Broken Heart? Cerita apa ini?"

Kikik geli Naruto semakin terdengar jelas. Menurutnya itu adalah judul yang sangat KONYOL. Anjing bisa patah hati? (Kiba: "Ya, kau bilang tidak mungkin karena kau tidak kenal Akamaru sepertiku!")

Kiba mendengus. "Aku mencoba menulis cerita. Dog love story. Ideku bagus, kaaan?"

"Kurasa judulnya yang aneh," Naruto menahan tawa, takut salah satu sahabatnya itu sakit hati. "Hmm, oke, oke, aku tidak mau mengejekmu lagi. Jadi… bolehkah aku tahu tema cerita ini tentang apa?"

Kiba nyengir. "Nah, kan kau penasaran juga! Ini kisah nyata anjingku… Dia dulu pernah menyukai anjing betina… Namanya—ehm, kusensor saja, ya… Dan si betina itu malah menyukai si—sensor lagi—yaitu teman Akamaru, lalu…"

Bla-bla-bla…

Kiba terus menceritakan tentang kisah yang ditulisnya itu. Tapi baru pertengahan…

"Si betina itu mati-matian mengejar teman Akamaru walaupun anjingku itu terus mengejarnya. Nah, jadi kayak siklus tak-berujung gitu deh, tapi akhirnya aku tahu si teman Akamaru itu tidak menyukai si betina! Lalu…"

"Hoi, Naruto, Kiba, mau apa kalian disana? Ada makanan disini!" seru Gaara, memanggil Naruto dan Kiba.

"Ya, kami akan kesana!" teriak Naruto, membalas. Dia lalu memelankan suaranya. "Jadi, lanjutkan, Kiba!"

"Hell yeah, tapi aku lapar," Kiba mengelus perutnya. Dari tadi Akamaru memang sudah makan dan tertidur lelap disampingnya. Lalu pemuda dengan tato segitiga terbalik di pipinya itu, menggendong Akamaru dan pergi menuju teman-temannya yang sedang bernyanyi sehabis makan.

"Kibaaaa, nanti ceritakan lanjutannya, yaaak!" seru Naruto, menatap punggung Kiba yang semakin menjauh menuju lokasi acara-malam.

"Nanti sajaaaa, kalau aku lagi mood!" balas Kiba, menoleh ke belakang, dan lanjut berjalan.

Naruto tersenyum. Dia lalu berdiri dan menyusul Kiba.

"Haah, aku jadi lapar. Gaa—eh?" Naruto yang baru sampai hampir mencomot makanan, ketika dilihatnya Sakura menyuapi Gaara. Heh, bukankah dulu Gaara pernah memberitahu Naruto dia-tidak-punya-waktu-untuk-cinta?

"Kami hanya sahabat, dasar!" Gaara yang sepertinya punya keahlian mind-reader menyoraki Naruto.

Yang diteriaki hanya cengar-cengir. Setelah mengambil makanan, dia duduk di karpet pantai. Matanya melirik semua teman-temannya. Mereka pada asyik bercanda, bernyanyi, dan lempar-lemparan pasir.

Tsk, tsk…

Naruto menoleh sekeliling. Suara pasir tadi mengalihkan perhatiannya. Dengan penasaran, Naruto meletakkan makanannya sembarangan, dan mengikuti arah suara yang tadi di dengarnya.

"Gelap sekali disini," gumam Naruto.

Tsk, tsk…

Dengan secepat kilat, Naruto mengikuti bunyi langkah pasir yang di dengarnya, dan langkah itu berakhir dengan…

"Huh, cewek jelek! Forehead! Mengambil dia dariku! Apa-apaan kau itu, hah? FOREHEEEEEEEEEAD! JELEK!"

Naruto menautkan alisnya. Dia mengintip dari belakang seseorang yang sedang mengomel seperti anak kecil.

Hmm? Benarkah…?

Orang itu terlihat seperti—ehm… Seperti…

"Kurasa aku akan menghancurkannya! Berani sekali dia…" orang itu terus mengomel atau merengek atau menangis atau hal-hal semacamnya itu lah…

"Kau kan…?"

Suara Naruto membuat orang tadi berbalik menatapnya. "Mau apa kau disitu?" omelan childish-nya berubah menjadi tatapan kaget.

Mata onyx-nya memicing tajam pada Naruto.

"SASU-TEME?"

TBC…


Gaje chap ending? I think so.

Weird and short chap? I think so (again).

You guys hate this? Hell yeeaaaaah!

A WEIRD fic? Huh, this is my best I could give you ^^

Make you feel… DISSAPOINTED? Hiks… T_T

Continue? You guys decide it.

Want to kill me? DOOOOON'T!

Nggg, tolong jangan hiraukan kalimat-kalimat gila di atas karena itu hanyalah pelampiasan kekesalan author pada chap yang sangat gaje ini…

Hmm, by the way…

Arigatou gozaimasu bagi yang mau review dan (khususnya) yang mau ngefave… Aru amat-sangat-luar-biasa tersanjung ^^

Reviewnya udah pada Aru bales lewat PM, kan?

Dan makasih juga buat silent reader di luar sana… Luv yaaa! *hugs *dikeroyok dan dikubur hidup-hidup kayak Hidan *sudah jadi malaikat a.k.a MATI

P.S: Jangan hiraukan lagi, ini hanya notes bego' dari author ^^ Dan oh ya, genre Humor di fic ini dihapus, karena menurut salah satu readers, Humornya garing dan gak lucu. T_T

Tapi gak apa-apa, karena Aru sendiri sadar chap lalu gak ada humor sama sekali, so, thanks for all comments, I was truly realize there's no any humor in this fic. Dalam kata lain, GARING.

Dan, oh ya, aru kan sering baca ada warning di fic yg tulisannya: AU. Itu artinya apa, sih? Aru gk tau *plakk. Yah, aru kn newbie, jadi minta tolong kasiiii tau... Yg 'bersedia' (ahaaks), ksi tau lewat review ya, atau PM jga boleh ^^

Hahah, ya udah deh, curcolnya…

Review! Atau kritik, request, flame juga boleh… Tapi jangan asal flame, melainkan flame yang beralasan, oke? Soo… Lewat sini…

V

V

V

V

V