GaaSaku is on relationship! Naruto tersenyum tipis melihat ekspresi kecewa Sasuke. Dengan ini, aku menang, yeah! Kurasa aku sudah menyingkirkan Gaara dari hatinya!

Beach's Wave

A fanfic by Akasuna no Aruta

Disclaimer : Sekarang Naruto masih milik Masashi-san, tapi Aru akan merebut dan membuat Naruto menjadi milikku! Aku tidak akan menyerah! Itulah jalan ninjaku! *dengan semangat 'tidak menarik kata-kata' a la Uzumaki Naruto dan 'semangat masa muda' a la RockLee. (?)

Genre : Romance dan Friendship

Rate : T

Main Pairing : SasuNaru

Slight Pairing : SaiIno, ShikaTema, NejiTen, GaaSaku (meskipun author kurang suka pair ini =='). Dan SasoDei (Yosh, aru mau mencoba multi-pair, straight and yaoi) ^^

Summary : Sasuke sedang tidak tenang. Ia melihat sendiri sesuatu yang menurutnya sangat 'menjijikkan' tentang Gaara. Uchiha itu pun mulai mendekati Naruto dan mencari informasi/Chap 4 is UP! RnR?

Warning : Multi-chap, typo (s)/miss-typo, OOC, gaje, AU, yaoi.

Maap telat update, minna-san, perasaan susah amat nulis alur yang udah emang direncanain dari kemarin… :(

Ya, kalo emang minna-san kecewa sama chap ini, di flame aja, Aru ikhlas kok…

Tapi kalo rasanya masih sanggup baca, baca aja yah…

Here you go…


Chapter 4 : GaaSaku or SasoDei?

Another fun day at the beach…

SaiIno, ShikaTema, NejiTen, dan GaaSaku, sedang bersantai seperti biasa di tepi pantai. Dan Naruto duduk sendirian di bawah pohon, sibuk dengan kuas dan kanvasnya. Ya, pemuda itu sedang melukis seseorang. Seseorang berambut raven yang tengah berselancar dengan asal karena kesal dan sesekali melirik pasangan Gaara-Sakura yang menurutnya menjijikkan. Bukan Gaara, tapi Sakura-nya saja.

"Hm, yah, sedikit lagi siap," gumam Naruto. Dia menambahkan sedikit warna biru di bagian rambut. "Sempurna!"

"Kau mau ikut ke kamarku?"

"Ma-mau apa, un?"

"Terserah mau ngapain…"

"Ta-tapi, un…"

"Ikut aku, Deidara."

"Ti-tidak, un…"

"Ikut aku!"

"Ba-baiklah, danna, un," kata Deidara, pasarah ketika Sasori menarik tangannya ke dalam beach-house. Naruto melongo melihat pasangan yaoi itu. Dia geleng-geleng dan melanjutkan acara santainya di bawah pohon.

"Sendirian, he?" Kiba menghampiri pemuda blonde itu dan duduk di sampingnya. "Aku punya sesuatu. Mau lihat?"

"Hm?" Naruto beringsut mendekat kepada Kiba.

"Akamaru's Broken Heart!" seru Kiba antusias. Naruto mengernyit. Kiba pun melayangkan sebuah buku kecil di depan wajah Naruto. "Aku sudah menyelesaikan sampai chapter 10! Hebat kan, hebat kan~"

"Biasa aja kali," gumam Naruto. Kiba yang mendengar langsung cemberut. "Kidding, dude!"

Kiba nyengir. "Ini, baca yaaaa… Aku mau surfing dulu!"

Naruto pun membaca bagian dari cerita yang (kadang) nggak jelas itu, dan merasa aneh.

"Aku mencintai Rex…"

"A-apa?"

"Ya, Rex… Anjing perempuan keluarga Hunter yang baru pindah dari Oxford itu…"

"Rex?"

"Ya, Rex! Dan aku tidak mencintaimu, tahu?"

"Tapi—aku mencintaimu, Katsuki…"

Naruto ngakak sendiri membaca bagian dari chapter 8 cerita itu. I-itu, anjing, bukan manusia kan? Bukankah aneh kalau anjing mengatakan "Dan aku tidak mencintaimu, tahu?"

Naruto melanjutkan bacaannya…

"Katonaaaaaaa!"

Katona si anjing betina menoleh ke belakang. Akamaru mengejarnya dengan terengah dan berkata, "Jangan sakiti dia, bodoh!"

"Kau mengatai aku bodoh?" Katona melotot a la anjing (?) pada Akamaru.

"Bukan Katona-chan, tapi Kuso no baka-Katsuki! Jangan sakiti dia!"

"Kapan aku menyakitinya, heh?" bantah Katsuki.

"Kau mengatakan bahwa kau mencintai Rex! Itu menyakitinya, bodoh!"

"Heh, baka!" panggil Katsuki tegas, tapi Katona tidak mendengarnya. Hanya Akamaru yang mendengar. "Kalau aku bersama Rex, berarti kau bisa mendapatkan Katona, ya kan?"

"Ehehe, iya juga," Akamaru menggaruk-garuk kepalanya.

Katsuki mendengus dan pergi. Katona menangis. "Sudahlah, Katona-hime, ada aku disini."

Sejak saat itu, aku berjanji akan mendekatkan Katsuki dengan Rex, agar aku bisa mendapatkan Katona, yeah!

"A-apa?" Naruto ternganga membacanya. "Kenapa aku merasa seperti Akamaru, ya? Aku menyukai Sasuke, tapi Sasuke menyukai Gaara, dan Gaara menyukai Sakura. Lalu aku senang kalau Gaara dan Sakura jadian, agar aku bisa mendapatkan Sasuke!"

Pemuda Namikaze itu bingung sendiri.

"Sudah?" Kiba datang lagi.

"Y-ya… Sudah," kata Naruto pendek, menyerahkan buku tersebut. "Keep writing, walaupun kadang ceritamu agak nyeleneh…"

"He?" Kiba menyatukan alis. "Kuanggap itu kritik yang membangun. Jangan bosan membaca, yaa! Jaa neeee!"

"Tentu saja, siapa tahu Akamaru punya cara jitu yang bisa kuikuti untuk mendapatkan Sasuke," ucap Naruto pelan dengan sedikit licik.

-Beach's Wave - SasuNaru-

"Danna, mau ngapain, un?"

"Menurutmu apa? Main tenis atau voli?" kata Sasori, tersenyum licik. Kakak laki-laki Sakura itu menarik Deidara kasar ke samping beach-house yang sepi karena semua penghuninya lagi asyik-asyikan di pantai.

Pemuda berambut merah itu menyandarkan Deidara ke dinding dan tersenyum. Kali ini bukan licik seperti biasa. Melainkan senyum tulus.

"Mengerikan, un," batin Deidara. Tatapan Sasori memang lembut, namun tetap saja memberi kesan mengerikan. Hei, memang wajahnya dari sana sudah begitu!

Saking takutnya Deidara pada wajah licik Sasori, pemuda cantik itu mengenakan topi warna soft pink-nya, untuk menutupi seluruh wajahnya. "Jangan menatapku, un!"

"Deidara, kita memang baru bertemu…"

"Y-ya, memang, un…"

"Tapi—apa kau mencintaiku?"

-Beach's Wave - SasuNaru-

BRAKK!

Papan seluncur dilemparkan begitu saja ke pasir putih yang mulus. Sasuke yang melemparnya. Mood-nya hari ini sedang sangat buruk. Kenapa? Ada laki-laki caper yang terus menganggunya. Laki-laki itu memakai pakaian hijau norak dan potongan rambut mangkuk super-NoNa. Plus senyum cling-cling yang menyilaukan, sukses membuat Sasuke kocar-kacir. Katanya Sasuke adalah pemuda angel yang diturunkan dari langit demi mengajarkannya surfing sekaligus menjadi pasangan hidupnya.

"Aku baru tau, ada orang seperti itu di sekolah Gaa-chan," keluh Sasuke, menyeka dahinya. Dia memilih berhenti surfing, daripada terus-menerus dikejar laki-laki bernama Lee itu.

Karena pikirannya sedang kacau, terutama akibat Gaara dan Sakura, Sasuke berjalan asal-asalan. Kakinya menendang pasir dan batu di hadapannya. "Hari ini memang menyebalkan! Gaa-chan sibuk di pantai, dan aku dikejar-kejar Hulk jadi-jadian itu! Sial! Apa tidak ada yang—WHAT THE H*LL?"

Pemuda emo itu berteriak OOC sampai membuat capslock author jebol. "UAAPPPAAAA?" teriak Sasuke tapi tidak membuat dua orang di depannya sadar. Ya, dua orang yang sedang berciuman. Tunggu, kiss?

Sasuke terpaku. Itu… Gaara dan Sakura, kan?

"D*MN!" teriak Sasuke dan mencoba lari dari pemandangan itu. Tapi entah kenapa, tidak bisa. Setelah beberapa lama, Sasuke trauma melihatnya dan akhirnya berhasil pergi dari tempat itu.

Pemuda itu berjalan di tepi pantai, melewati Sai dan Ino yang tengah bermanja-manjaan. Tak peduli apa yang dilewatinya, dia hanya ingin mencari seseorang: Naruto.

Untuk apa?

"Naruto," tegur Sasuke dingin.

Naruto mendongak. "Siapa kau?" bukannya pura-pura tidak kenal, tapi cahaya lumayan terik saat itu sehingga wajah Sasuke menjadi gelap.

"Kau tanya, siapa aku?" Sasuke bertanya dengan nada dingin khas-nya.

"Sasuke," tebak Naruto. Dia paling hafal nada dingin pemuda ini. Sasuke mendengus pelan. "Kenapa mencariku?"

"Aku mau berbicara tentang sesuatu."

"Kau mau menembakku?" tebak Naruto antusias.

Sasuke mengernyit. "Bukan. Ini tentang Gaara."

"Gaara lagi," keluh Naruto.

"Memangnya kenapa kalau Gaara?"

"Tidak ada. Lanjutkan," Naruto memberi senyum palsu yang bahkan lebih palsu daripada milik Sai.

"Apa menurutmu Gaara benar-benar mencintai Sakura?" tanya Sasuke to the point.

"This is my chance!" seru Naruto dalam hati. "Tentu saja. Gaara sudah menginginkan Sakura dari dulu. Kau tahulah… Karena Sakura cantik, manis, cerdas… Dan tentu saja… hot…"

Naruto memanas-manasi Sasuke. Pemuda Uchiha itu berusaha keras menahan teriakan kesalnya.

"Lanjutkan," ujar Sasuke pelan.

"Yang pasti, Gaara sangat mencintai Sakura, dan tidak mungkin dia mencintai orang selain Sakura!" seru Naruto dengan sangat jelas.

"Diam kau!" teriak Sasuke tiba-tiba dan melempar segenggam pasir ke wajah Naruto.

"Kena mataku, brengsek! Dasar Teme! Tadi kan kau yang menyuruhku cerita!" Naruto menelengkan kepala ke kanan dan kiri untuk menyingkirkan pasir dari wajahnya. "Sekarang mataku perih, baka!"

"Kau yang 'baka', sengaja memanas-manasiku," gumam Sasuke dan dia berdiri. Lalu menendang pasir di depannya, dan pergi tanpa merasa bersalah.

Naruto menatap sosok Sasuke yang makin lama makin menjauh. Pemuda manis itu menggembungkan pipinya.

"Sial," umpatnya seraya mengedip-ngedipkan mata. Dan lalu dia tanpa sengaja memikirkan sesuatu…

"Apa dia benar-benar mencintai Gaara, ya?"

-Beach's Wave - SasuNaru-

"Tadi itu menyenangkan, un…"

"Hn."

"Walaupun kita baru bertemu tidak lama, tapi kita sudah seperti ini, mantap, un…"

"Hn."

"Bicaralah kata lain selain 'hn'!"

"Hn."

Deidara memajukan bibirnya. Dia tidak berkata apapun lagi.

"Buka topimu."

"Un?"

"Buka topimu."

"He?"

"Buka-topimu, baka!" teriak Sasori tiba-tiba.

Deidara kaget. Dia lalu melepas topi soft pink-nya. Sasori menatapnya malas. "Ya, begitu."

"Memangnya kenapa, un?"

"Kau terlihat seperti seorang gadis."

"Yang cantik?"

"Yang baru kelindas mobil."

"Un!" seru Deidara. Kali ini dia ngambek permanen. Sasori nyengir melihat pacar barunya itu merajuk.

"Gomen ne, Dei-chan!" pemuda cool berambut merah itu tertawa melihat wajah lucu Deidara. Kekasih barunya itu mengumpat kesal. Ya, meski belum lama bertemu, sejak mereka berciuman di sisi kosong beach-house tadi, mereka resmi menjadi sepasang kekasih.

Uhm, apa mereka sempat mengetahui bahwa Sasuke mencurigai Gaara dan Sakura sedang berciuman, padahal yang sedang melakukannya adalah Sasori dan Deidara?

-Beach's Wave - SasuNaru-

"Saku-chaaaaan~"

"Apa?"

"Kau lihat Sasuke seharian ini?" tanya Gaara kepada pacarnya, Sakura, saat mereka sedang berjalan-jalan di tepi pantai sore itu. Menikmati ombak sore yang tenang merupakan kesenangan tersendiri bagi mereka.

"Tidak, memangnya kenapa?" tanya Sakura balik.

"Tidak ada apa-apa…"

"Hayoo, pasti ada apa-apanya, kan?" goda Sakura, menyenggol lengan Gaara dengan isengnya.

"Tidak ada apa-apa, Saku~"

"Ah, bohong."

"AKU-CUMA-MAU-BAYAR-HUTANG!" lama-lama Gaara menjadi galak juga.

"Gomen," Sakura menunduk pelan.

"Hn," Gaara berkata pelan. Keduanya diam. Hening. Hanya debur ombak yang tenang, yang terdengar saat itu. Juga suara pelan dari angin yang bertiup tenang…

"Hai, Sakura," panggil seseorang, mendatangi mereka berdua.

"Sasori-nii?" Sakura menoleh ke belakang, dari mana suara itu berasal.

"Kenalkan, ini Deidara. My new girlfriend," kata Sasori.

"Oh, congrats!" Sakura berkata senang dan menyalami Deidara dengan sopan. Gaara masih diam di tempatnya. Itu pasangan yaoi, kan? Gaara berpikir. Lalu dia menjadi geli sendiri.

"Deidara, sudah berapa kali kukatakan untuk melepas topimu?" tegur Sasori untuk entah keberapa kalinya.

"Ini kan supaya kembar, un. Dengan calon adik ipar," tawa Deidara. Sasori dan Gaara sama-sama mendengus.

Dan lalu kedua pasangan itu melanjutkan jalan-jalan mereka. Sementara Sasuke yang belum menyerah akan Gaara, mengintip dari balik pohon. Pemuda itu berkali-kali meninju batang pohon yang keras. Tentu saja sakit. Tapi dia tidak peduli.

Dan yah, meski dia mengintip, tetap saja dia belum tahu bahwa yang berciuman tadi adalah Sasori dan Deidara, dan bukannya Gaara dan Sakura…

TBC…


Akh!

Chap 4 ini sudahlah telat update, pendek, gaje pulaaaa!

Hontou ni gomenasai, minna-san! Mungkin ini hal terburuk yang pernah Aru buat .. Tapi plis jangan jitak Aru, yaaa T_T

Yang pasti, Aru minta maaaaaaaaf! :C

Review! Atau kritik, request, flame juga boleh… Tapi jangan asal flame, melainkan flame yang beralasan, oke? Soo… Lewat sini…

V

V

V

V

V