Sasuke sedang tidak tenang. Ia melihat sendiri sesuatu yang menurutnya sangat 'menjijikkan' tentang Gaara. Uchiha itu pun mulai mendekati Naruto dan mencari informasi.
Beach's Wave
A fanfic by Akasuna no Aruta
Disclaimer : Sekarang Naruto masih milik Masashi-san, tapi Aru akan merebut dan membuat Naruto menjadi milikku! Aku tidak akan menyerah! Itulah jalan ninjaku! *dengan semangat 'tidak menarik kata-kata' a la Uzumaki Naruto dan 'semangat masa muda' a la RockLee. (?)
Genre : Romance dan Friendship
Rate : T
Main Pairing : SasuNaru
Slight Pairing : SasuGaa, GaaSaku (meskipun author kurang suka pair ini =='). Slight pair yang dulu ada, gak ada lagi yah -_-v Fokus ke SasuNaru + SasuGaa dulu ;D
Summary : Sasu had his first kiss! Dengan siapa? Dan mengapa Sakura mendadak menjauhi Gaara? Sementara itu, tempat misterius bernama Satsuki, menjadi tempat rahasia SasuGaa/Chap 5 is UP! RnR?
Warning : Multi-chap, typo (s)/miss-typo, OOC, gaje, AU, yaoi.
Chapter 5 : Benteng Satsuki
5th day at the beach. 06.35 a.m…
"Gaa. Gaara. Bangun, panda pemalas, aku ingin berbicara denganmu!"
"Mmmmhhh…"
"Sabaku kampret, cepat bangun!" seorang pemuda manis berambut kuning cerah menarik selimut biru muda dari orang dihadapannya.
"Sa-ku-raaa…"
"Aku Naruto, bukan Sakura, bodoh!" Naruto menjitak kepala Gaara hingga akhirnya pemuda itu terbangun.
"Ada apa, Naru?" tanya Gaara malas-malasan. Tangannya menggaruk kepalanya yang lumayan gatal juga.
"Ada 'sesuatu'," kata Naruto semangat. Gaara mengernyit. Naruto melanjutkan kalimatnya, "Kau ngapain tadi malam? Bersama Sakura?"
"Jalan-ja—hoaaaammm…" Gaara masih menguap.
"Jalan-jalan?"
"Aha."
"Sama?"
"Selain kami, juga ada Sasori dan pacarnya, Deidara," jelas Gaara. "Kenapa menanyakan itu?"
"Tidak ada," Naruto memasang tampang watadosnya.
"Hm. Ya sudah, aku tidur lagi, ya~"
"Gaara-kun!" tiba-tiba Sakura muncul di pintu kamar mereka, tepat saat Gaara akan menarik selimutnya kembali.
"Apa lagi? Aku mau tidur, tau!" Gaara malah membentak Sakura.
Naruto mengernyit melihat Gaara membentak Sakura. "Gaara…?"
"A-aku hanya mau mengajak Gaara-kun jalan-jalan…" ujar Sakura pelan. Dia menunduk.
"G-gomen Sakura-chan, aku tadi—Sakura?" Gaara merasa bersalah melihat Sakura lari dari kamarnya. "Aah, sial!"
Dengan wajah berantakan, Gaara mengejar Sakura.
"Sakuraaaaaaaa!"
-Beach's Wave - SasuNaru-
"Sukeeeeeeeeee!" suara cempreng terdengar di pantai itu.
"Hn."
"Haaah… Kenapa kau lari ketika aku memanggilmu?"
"Karena aku lelah melihat wajahmu."
"Hah?"
"Hn."
Naruto mendengus. "Aku ingin belajar surfing lagi," katanya dengan wajah bukan-surfing-sih-tapi-mau-menggodamu.
"Hn."
"Apa itu artinya iya?"
"Tidak."
"Teme!" Naruto memajukan bibirnya dan menggembungkan pipinya. "Ajari akuu!"
"Minta saja pada Gaara."
"Gaara sedang mengejar Sakura yang ngambek, tau!"
PLAK!
Entah ada angin apa—mungkin angin pantai (?)—tiba-tiba Sasuke menampar Naruto. Naruto speechless.
Hanya debur ombak dan suara angin yang berhembus pelan, yang terdengar.
"Apa masalahmu, hah?" Naruto menatap Sasuke dengan tatapan tidak percaya. Pipinya memerah, meski tidak terlalu kelihatan karena pipinya yang tan.
"A-a-ada nyamuk," jelas sekali Sasuke ngeles.
"Dude! Sakit, brengsek!" Naruto menampar balik Sasuke.
PLAK!
"Dobe!"
"Apa?"
PLAK!
Sasuke membalas menampar Naruto balik.
PLAK!
Dan sekarang Naruto.
"Sssh, sudah, hentikan semua ini," kata Sasuke pelan. Naruto terdiam. Sasuke juga diam. Mm… Sekali lagi hanya suara alam yang terdengar.
"Suke," mulai Naruto setelah terdiam terlalu lama. Sasuke mengangkat sebelah alis. "Kau membenciku ya?"
"Kau bertanya seakan kita sudah kenal lama."
"Hak-ku, kan."
"Hn."
"Ayolaaaah, jawab!"
"Kalau tidak, kenapa?"
"Kalau tidak, kuyakin kau bohong."
"Hn? Tentu saja tidak."
"Lalu kenapa kau menamparku?"
"Ada nyamuk, bodoh."
"Jelas sekali bohongnya," sahut Naruto kesal. "Ya sudah, aku kembali ke kamar saja. Buang-buang waktu disini bersama orang sepertimu, paham?" kata Naruto dengan sedikit kasar. Dia baru berbalik dan akan melangkah, ketika…
"Naru," tiba-tiba Sasuke menarik tangan Naruto dan menarik Naruto ke dekatnya, lalu… Sasuke menciumnya! "Aku tidak membencimu, paham?" Sasuke berkata setelah melepaskan ciumannya dan mendorong Naruto menjauh.
Naruto speechless. "Sialan kau, mesuuuum! Aku benar-benar buang waktu!" dan Naruto berlari kencang. Ada dua maksud: menjauh dari si Teme mesum, dan mencoba mengalahkan rekor Sena Kobayakawa.
"Heh, baka Dobe. Bilang saja kau menikmatinya, kok susah?"
-Beach's Wave - SasuNaru-
"Gaaaaaaaaaaaa!"
Suara cempreng kembali terdengar.
"Sssh, diam baka! Sakuu~ tolong maafkan aku, aku hanya ngantuk tadi!" Gaara ngacangin Naruto. Yang dikacangin cuma manyun seperti yang biasa dia lakukan.
"Gaara. Kurasa kita harus berakhir, ya."
"APA?" yang berteriak histeris bukanlah Gaara melainkan makhluk kuning yang berdiri tak jauh di belakang Gaara.
"Diam, baka!" bentak Gaara. "Sakura, kumohon maafkan aku! A-aku tidak sengaja!"
"Maaf juga, ya. Tapi aku tidak bisa bersamamu lagi, dan…" kata Sakura pelan. "Sasori tidak suka jika aku bersamamu…"
"KENAPA?" sekali lagi yang histeris bukan Gaara melainkan Naruto.
"Pilih diam, atau dilempar dengan vas, atau kulempar ku laut?" Gaara menggeram.
"Vas apa dulu? Kalau karet, lempar saja aku dengan vas," Naruto nyengir.
"Watados tak bergunaaa!" Gaara menendang Naruto menjauh dari pohon tempat ia meminta maaf pada Sakura.
"Gaara. Kita memang harus berakhir," Sakura mengangguk pelan. Dia meninggalkan Gaara di bawah pohon.
Gaara terdiam. Terlalu sedih untuk berkata-kata. Matanya membelalak pelan. "Betapa bodohnya aku ini…"
"Yang pasti lebih bodoh daripada aku," Naruto datang lagi.
"KELUAR ATAU KU-SEPAK KAU, BAKA?"
"Keluar? Kita sedang di tanah luas," Naruto mengangkat sebelah alis.
Gaara merasa bodoh. "Y-yang penting, tinggalkan aku sekarang!"
"Oh, ayolah, aku tau kau butuh bantuan," ujar Naruto, mendekat kepada Gaara, dan duduk di sebelahnya.
"…"
"Bagaimana perasaanmu sekarang?"
"Senang," ujarnya. "Ya, sedihlah, baka!"
"Ada orang yang senang ketika putus dengan kekasihnya karena dia sendiri sebenarnya tidak mencintainya. Yah, siapa tau kan kau salah satunya."
"Itu beda," kata Gaara pelan. "Aku menyukainya."
"Suka? Bukan cinta?" pancing Naruto.
Gaara semakin heran, "Sejak kapan kau menjadi sok psikolog seperti ini?" dia mengernyit.
"Sejak aku mendapat tamparan maut yang kudapat dari Sasuke. Tamparan itu membuat otakku yang miring dan berkarat menjadi baru dan berada di tempat yang tepat," Naruto mengangguk meyakinkan. "Baiklah kalau kau anggap aku sok psikolog, aku tidak mau mengganggu masalahmu lagi. Tapi ada sesuatu yang ingin kuceritakan padamu."
"Ya, cerita saja. Aku butuh hal yang baru untuk menyegarkan pikiranku."
"Mm, begini…"
Gaara mendengarkan dengan serius.
"I had my very first kiss…"
-Beach's Wave - SasuNaru-
"A-apa?"
"Tadi Sasuke menciumku."
"A-apa?"
"Ya, dia menciumku."
"A-apa?"
"Kau tuli atau saliwang?" Naruto menatap Gaara kesal.
"Tidak dua-duanya."
"So?"
"Aku tidak percaya Sasuke mau menciummu."
"Maksudmu?"
"Yah, you know what… Bukankah dia menyukaiku?"
"Apa maksudmu bicara begitu, hah? Menurutmu dia hanya boleh menyukaimu? Jadi, salah kalau dia menciumku?"
"Aaa, bukan begitu maksudku—"
"Kau ternyata menyukai dia!"
"Aku bukan fudanshi!"
"Dan sekarang kau menyindirku karena aku fudanshi! Apa maumu?" Naruto malah marah-marah. Dia menghentakkan kakinya kuat-kuat ke tanah, dan berjalan setengah berlari ke arah beach-housenya.
Gaara melongo. Antara bingung dan menyesal. Matanya menatap bayangan Naruto yang makin lama makin menjauh. Ekspresi pemuda berambut merah itu seakan menunjukkan aku-memang bodoh. Naruto melirik ke belakang sekilas. Melempar pandangan tajam dan sinis, lalu kembali ke jalannya.
Aku menyakiti hati dua orang hari ini. I feel like a jerk… No, I don't 'feel' like a jerk, but I was 'really' a jerk…
-Beach's Wave - SasuNaru-
Sasuke menendang bebatuan yang ada di depannya. Tak terpikirkan oleh dirinya sendiri. First kiss-ku itu Naruto…? Ya, meski Sasuke terlihat sangat mesum dari luar, dia belum pernah melakukan apapun sampai dia mencium Naruto hari ini. Padahal aku maunya Gaara…
"Aaah, apa yang ada di pikiranku hingga tadi menciumnya?" Sasuke mengacak rambutnya sendiri. "Bukankah akan jadi lebih keren kalau aku menculik Gaara dan mencuri ciuman pertamanya? Bukannya malah mencuri ciuman pertama Naruto," pikir Sasuke kesal dengan ekspresi '.'.
"Bodohnya aku… Tapi kadang aku merasa senang berada di dekat Naruto. Apa aku mulai menyukainya, he? Tapi kan dia—aaaah, maaf!" Sasuke langsung meminta maaf ketika sadar dia menabrak seseorang.
"Aww," orang yang ditabraknya terjatuh. Sasuke segera menunduk dan menarik tangan orang tadi. "Sasuke?"
"Gaara?" Sasuke mengernyit.
Setelah Gaara berdiri dengan sempurna, pemuda itu berkata, "Maaf, aku kurang hati-hati. Tadi aku melamun. Sekali lagi, maaf ya," ujarnya.
"Ya, tidak apa-apa. Aku juga tadi melamun. Ngomong-ngomong, kenapa kau melamun tadi?" tanya Sasuke sok perhatian. Ini adalah salah satu langkahnya mendapatkan hati Gaara. Meski sekarang dia tidak terlalu terobesesi lagi dengannya. (Naruto FC: baguslah!)
"Aku putus dengan Sakura," kata Gaara pelan.
"APAA?" Sasuke menyahut dengan berlebihan. "Tidak bohong? Please hari ini tanggal berapa?"
"15 Juli, memang kenapa?"
"Oh, bukan 1 April. Kukira berita kau putus dengan Sakura hanya tipuan," Sasuke mengangkat bahu.
Gaara semakin heran. "Ya, tadi aku tidak sengaja membentaknya. Padahal aku hanya tidak ingin diganggu. Waktu itu aku masih sangat mengantuk, dan aku belum sepenuhnya sadar, jadi ya aku membentaknya."
"Hmhm," gumam Sasuke pelan dengan OOC-nya. "Aku ingin membantumu menenangkan pikiran. Karena itu, ayo ikut aku."
"Boleh, aku memang butuh menenangkan pikiran sekarang…"
Mereka pun berjalan santai menuju lokasi yang sebenarnya jauh minta ampun. Kira-kira 2 km berjalan (=='), Sasuke berhenti dan menyuruh Gaara berhenti juga.
"Kaulihat bangunan tinggi disana itu?" Sasuke menunjuk bangunan tinggi mirip benteng berwarna hitam keabu-abuan. Gaara mengangguk. Sasuke melanjutkan, "Jarang orang menemukan tempat itu. Aku menyebutnya Benteng Satsuki. Karena pertama kali kesana, aku sedang bersama kekasih pertamaku, namanya Suki. Kami selalu kesana setiap ada waktu. Kebetulan rumahnya di dekat daerah ini juga. Suki meninggal lima tahun lalu karena kecelakaan di benteng itu. Dia jatuh ke bawah. Aku cukup sedih jika mengingatnya, karena kematiannya itu juga karena aku yang lalai menjaganya…"
Gaara mendengarkan dengan teliti cerita (atau lebih tepatnya curhatan) Sasuke. "Lima tahun lalu ya? Umurmu saat itu berapa?"
"11."
"Umur 11 dan kau sudah berpacaran?"
"Hn."
"Baiklah," kata Gaara pelan. "Tapi kenapa kau mengajakku kesini? Bukankah ini hanya akan membuatmu semakin sedih dengan kematian Suki?"
"Justru aku kesini untuk menebus kesalahanku," ujar Sasuke. "Aku ingin membawa orang yang pernah aku suka kesini, dan membuktikan bahwa aku bisa membawamu pulang dengan selamat. Tidak seperti saat aku bersama Suki…"
Gaara agak kaget mendengar kata-kata 'orang yang pernah aku suka'.
"Ya sudah, ayo kita kesana," Sasuke memegang pergelangan tangan Gaara, dan menariknya lembut.
"Berapa lama lagi kita akan sampai?" tanya Gaara kesal, karena mereka sudah sepuluh menit menaiki tangga dan tidak sampai-sampai di puncaknya. "Benteng macam apa ini? Huh."
"Kurasa sebentar lagi."
"Ada dulu Suki tahan naik tangga sepanjang ini?"
"Tidak. aku menggendongnya. Kenapa? Kau mau digendong juga?"
"Tidak, terimakasih," Gaara berkesimpulan, dia tidak perlu bertanya apa-apa lagi tentang Suki, kalau tidak mau diperlakukan seperti mantan kekasihnya itu.
"Sampai," kata Sasuke kira-kira delapan menit kemudian.
"Tinggi sekali," komentar Gaara, menatap ke bawah, dan menolak membayangkan dia sedang jatuh ke bawah sana.
"Hn," Sasuke mengangguk pelan, dan ikut menatap ke bawah. "Kurasa dulu Suki jatuh dari sisi benteng barat, di sebelah sana, dan jatuh di rerumputan. Meski begitu, ada tulang kaki dan punggungnya yang patah sehingga dia tidak tahan dan akhirnya meninggal," jelasnya.
Gaara menatap Sasuke dalam. "Kurasa kau bisa menjelaskan kematiannya secara rinci tanpa merasa menyesal, huh?"
"Itu kan 5 tahun yang lalu."
"Tapi ada orang yang trauma sehingga terbayang sampai puluhan tahun kemudian."
"Well, aku bukan salah satu dari mereka. Aku merasa bersalah, tapi gak lebay," kata Sasuke ringan.
Gaara tidak ingin memperpanjang kesulitannya memahami orang yang satu ini. Dia beda dari yang lain.
TBC…
Hai. Update nih. Gaje ya? Oke. :(
Wahaha, gimana nih chap 5 nya? Hancur kali? Ending gaje ya? Yang pasti ancur _
Udah deh yang penting minna-san komen aja. Butuh banget nih. Mau komen tentang yang jelek atau bagus (perasaan fic ini gak ada bagusnya), yang penting…
Review! Atau kritik, request, flame juga boleh… Tapi jangan asal flame, melainkan flame yang beralasan, oke? Soo… Lewat sini…
V
V
V
V
V
